Inspirasi & Motivasi

Sempurnakan Penampilan dengan Kulit Bebas Ketombe, Melalui Cara-cara Ini!

Komedo pastilah, membuat perepuan kesal dan jengah. Karena keinginan untuk memiliki wajah yang mulus  tanpa noda menjadi terhalang dengan berbagai masalah yang timbul di wajah. Salah satu yang sulit dihilangkan dari wajah yaitu komedo, si benjolan (papula) kecil pada permukaan kulit yang berwarna hitam atau terkadang berwarna putih ini memang cukup mengganggu penampilan dan membuat rasa percaya diri turun drastis.

Lalu bagaimana cara agar dapat membasmi komedo sehingga tampilan wajah menjadi bersih.

Sebelum Mengangkat Komedo dengan Berbagai Jenis Masker, Kamu Bisa Menggunakan Uap Air Sebagai Tahap Awal

Uap air panas memang cukup ampuh untuk membuka pori-pori kulit, tak terkecuali pori-pori wajah. Untuk bisa mengangkat komedo dengan maksimal kamu bisa menggunakan uap air panas sebagai tahap untuk menghilangkan komedo. Selain itu uap air juga bisa mengkontrol kandungan minyak berlebih pada wajah sekaligus membasmi bakteri penyebab komedo dan jerawat.

Cara yang bisa dilakukan yaitu kamu bisa merebus air panas hingga mendidih, tuangkan ke dalam baskom dan kemudian dekatkan wajahmu dengan baskom yang sudah berisi air panas sehingga uap air panasnya mengenai wajah anda, lakukan hal tersebut selama 5 menit sambil memencet bagian yang terdapat komedo hingga bersih. Jika sudah selesai kamu bisa membersihkannya dengan handuk hingga bersih.

Kamu Juga Bisa Pakai Masker, untuk Mengangkat Komedomu

Salah satu cara yang sering sekali digunakan namun terbukti ampuh menghilangkan komedo dengan berbagai macam masker yang terbuat dari bahan yang alami.  Seperti menggunakan bubuk kayu manis dengan cara tuangkan 3 sendok makan madu dan 1 sendok makan bubuk kayu manis ke dalam tempat kecil,

Aduk hingga tercampur rata, lalu Oleskan pada wajah dan diamkan selama kurang lebih 15 menit. Setelah 15 menit, bilas wajah dengan air hangat dan keringkan.

Atau bisa juga menggunakan putih telur yang dikocok sampai mengembang, lalu oleskan pada area yang berkomedo dan juga diamkan selama 15 menit lalu bersihkan dengan air hangat.

Bahan dapur lainnya yang bisa membantu menghilangkan komedo yaitu baking soda, dengan cara campurkan 1 sendok makan baking soda dengan 2 sendok makan air hangat, Oleskan pada wajah sambil dipijat dengan gerakan memutar selama 2 – 3 menit, Bilas dengan air hangat dan keringkan.

Untuk baking soda jangan terlalu lama mengaplikasikan baking soda pada wajah karena dapat membuat wajah menjadi kering. Atau jika kamu mempunyai lidah buaya di halaman rumah, kamu juga bisa gunakan untuk menghilangkan komedo dengan cara Pisahkan gel dari kulit lidah buaya, Oleskan gel lidah buaya pada area wajah yang berkomedo, Diamkan selama 10 – 15 menit, Bilas wajah dengan air hangat.

Si Jeruk yang Menyegarkan, Juga Ampuh Membasmi Komedo Hingga Bersih

Kandungan vit c atau asam sitrat yang ada pada jeruk dan sejenisnya, membuat buah yang satu ini dapat membantumu menghilangkan komedo. kandungan Asam alpha – hydroxi pada lemon sangat baik untuk komedo, selain itu asam sitrat dalam lemon juga mampu mengencangkan pori-pori wajah dan membersihkannya dari sel kulit mati.

Cara penggunaannya dengan mengiris lemon menjadi dua bagian atau dapat juga meneteskan madu pada permukaan lemon yang sudah diiris, Gosokkan lemon yang telah diberi tetesan madu pada wajah yang berkomedo, Diamkan selama 5-8 menit, Bersihkan dengan air dingin dan keringkan, Lakukan perawatan ini 3 – 4 kali dalam semingg

Tak Hanya untuk Membersihkan Gigi, Pasta Gigi Juga Bisa Membersihkan Komedo

Pasta gigi  nyatanya tidak hanya befungsi untuk membersihkan gigi dari sisa-sisa makanan dan juga bakteri yang ada di mulut. Pasta gigi juga dapat digunakan sebagai alternatif untuk menghilangkan komedo.

Saat dioleskan pada kulit, pasta gigi akan menimbulkan sensasi terbakar pada kulit, akan tetapi hal tersebut tidak menjadi masalah. Cara yang bisa kamu gunakan dengan mengoleskan pasta gigi pada komedo, Biarkan selama 10 menit, Bilas dengan air hangat, Lakukan perawatan ini 2 – 3 kali atau setiap malam sebelum tidur sampai komedo menghilang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan & Me Time

Buat Kamu yang Sedang Hamil, Begini Tips Agar Tak Konsumsi Gula Berlebih

Mengonsumsi makanan manis tentu saja bisa jadi kesenangan tersendiri. Namun saat sedang hamil, sebaiknya kamu tak mengonsumsi makanan secara berlebihan. Sebagai gantinya, kamu bisa memilih makanan manis yang lebih sehat atau melakukan beberapa tips untuk mengurang konsumsi gula.

Ahli gizi Rebecca Malachi mengatakan, saat makan kue, permen, atau makanan ringan sejatinya makanan tersebut tak mengandung nutrisi dan justru mengandung banyak gula. Ironisnya, sebuah penelitian pernah menemukan ibu hamil yang terlalu banyak mengonsumsi makanan atau minuman manis maupun yang berpemanis buatan berisiko melahirkan anak dengan alergi atau asma. Meski, sampai saat ini belum diketahui sebab pastinya.

“Hanya saja kami menduga ini ada kaitannya dengan perubahan pola makan, mengingat konsumsi gula baik alami maupun buatan dan sirup jagung berfruktosa tinggi meningkat dalam kurun yang sama,” kata peneliti Annabelle Bedard dari Queen Mary University of London.

Untuk itu, Malachi mengimbau sebaiknya Bunda yang senang makan manis memilih alternatif yang lebih sehat seperti biji-bijian, buah-buahan, dan sayuran yang memiliki gula alami. Mengutip Mom Junction, guna mengurangi konsumsi gula, ada beberapa cara yang dapat dilakukan.

  1. Batasi makanan dan camilan yang mengandung gula. Atau, kamu juga bisa berhenti makan gula rafinasi sama sekali. Jika mungkin terlalu sulit, setidaknya kurangi kue, es krim, kue kering, dan makanan ringan lain dengan tambahan gula.
  2. Makan buah-buahan manis seperti mangga, nanas, dan stroberi. Hindari jus buah kemasan karena mengandung gula berlebih akan lebih baik untukmu.
  3. Katakan tidak pada pemanis buatan yang punya efek berbahaya bahkan setelah kehamilan. Coba konsumsi alternatif yang lebih baik seperti gula kelapa atau madu.
  4. Perhatikan bahan-bahan dalam makanan kemasan. Kamu juga perlu tahu jumlah gula yang ada dalam makanan seperti sereal, selai kacang, atau saus. Pastikan setiap makanan yang kamu konsumsi memiliki kadar gula rendah.
  5. Jangan menyimpan permen, es krim, kue, atau makanan manis di rumah. Beli kalau sedang ingin saja. Kurangi makanan manis seperti selai atau gula saat membuat teh dan kopi.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan & Me Time

Setelah Melahirkan, Kapan Waktu yang Tepat untuk KB?

Pasca melahirkan, ada banyak pasangan yang sepakat untuk menjalankan KB guna memberi jarak pada kehamilan berikutnya. Pertimbangannya demi orangtua baru bisa fokus terlebih dahulu pada bayi yang baru lahir. Lantas, kapan waktu yang tepat untuk melakukan KB setelah melahirkan?

Beberapa penelitian sejatinya menyebutkan jika saat kamu sedang memberikan ASI eksklusif, hal tersebut bisa menunda kehamilan, seperti yang dikutip dari Baby Centre. Saat menyusui, ibu melepaskan hormon-hormon yang bisa mencegah ovulasi. Meski begitu metode yang dinamakan Amenorea Laktasional (LAM) ini hanya berfungsi dalam kondisi tertentu saja.

Bila menyusui dilakukan dengan cara yang benar, sejatinya hal ini bisa menjadi alat kontrasepsi alami sama halnya dengan kontrasepsi hormonal. Caranya, kamu harus menyusui si kecil secara eksklusif, yakni sekitar 4 jam sekali pada siang hari dan 6 jam sekali pada malam hari.

Namun perlu digarisbawahi, metode ini hanya berfungsi sebagai alat kontrasepsi selama enam bulan pertama pasca melahirkan atau sampai kamu mengalami menstruasi kembali. Setelah itu, kamu harus memilih kontrasepsi reguler jika ingin menunda kehamilan berikutnya.

Mengutip dari Who To Expect, sejatinya tubuh perempuan setelah melahirkan tak bisa langsung melepaskan sel telur dan subur kembali. Butuh sekitar empat minggu, sampai kamu bisa berovulasi kembali. Jika kamu tidak memberikan ASI eksklusif, kamu bisa melakukan KB setelah 4-6 minggu setelah melahirkan.

Jika kamu dan pasangan memang hendak memutuskan untuk KB, diskusikan dulu dengan dokter atau bidan kira-kira metode apa yang cocok untukmu. Apalagi jika kamu sedang menyusui. Tentu tidak semua metode kontrasepsi cocok untukmu.

Mengutip Kumparan, bila kamu ingin memakai KB dalam empat minggu pasca melahirkan, kamu bisa menggunakan kondom, injeksi kontrasepsi, implan kontrasepsi, diafragma, atau kap serviks. Kamu dianjurkan menggunakan alat KB ini karena diklaim aman dan tidak mempengaruhi produksi ASI.

Namun jika ingin memakai KB pada 6 minggu setelah melahirkan, kamu bisa menggunakan pil KB progestin yang aman dan tidak mempengaruhi produksi ASI saat menyusui. Lalu, jika ingin lebih praktis, kamu juga bisa menggunakan KB intrauterine device (IUD) atau yang lebih dikenal dengan KB spiral.

Menggunakan alat kontrasepsi sejatinya tidak akan mengganggu produksi ASI-mu. Tapi bila ingin pakai cara ini, alat tersebut baru bisa dipasang setelah 6-8 minggu usai melahirkan ya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan & Me Time

Lima Pertimbangan Memilih Rumah Sakit untuk Bersalin

Salah satu hal yang menjadi perhatian bagi para ibu hamil yaitu memilih rumah sakit untuk bersalin atau melahirkan. Nah, beberapa hal yang menjadi pertimbangan, seperti lokasi, biaya, serta kualitas rumah sakit tersebut. Berikut tips memilih rumah bersalin untuk kamu yang sedang hamil.

Tentukan Apakah Kamu Hendak Bersalin secara Normal atau Caesar

Mengapa harus ditentukan dahulu? Karena persalinan secara normal membutuhkan rumah sakit terdekat agar bisa secepatnya dilakukan tindakan apabila sudah terjadi pecah ketuban atau pembukaan. Apabila menginginkan secara Caesar, bisa ditentukan terlebih dahulu dengan dokter kandungan.

Tentukan Wilayah Kelahiran Mulai Dari Sekarang

Misalnya kamu dan pasangan tinggal di Jakarta namun memilih persalinannya di luar kota Jakarta, tentu akan memakan banyak waktu untuk mengurus segala kelengkapan surat-surat si Kecil seperti mengurus akte lahir, dan kartu keluarga.

Untuk itu, pertimbangkan lebih matang lagi mengenai hal ini, jangan sampai karena keinginan kalian hendak melahirkan di wilayah tertentu, justru membuatmu yang hendak melahirkan jadi repot.

Survei ke Beberapa Rumah Sakit Wilayah yang Dituju

Hal ini berguna untuk memberikan berbagai informasi yang diperlukan, misalnya informasi budget untuk kelahiran si Kecil. Contohnya apabila ingin melahirkan secara normal namun terjadi kendala harus melahirkan secara caesar apakah budgetnya cukup di rumah sakit tersebut. Karena masing-masing rumah sakit memasang tarif yang berbeda untuk persalinan.

Selaian itu, ini kamu juga perlu melakukan survei rumah sakit untuk mengetahui fasilitas apa saja yang akan menunjangmu dan si kecil saat ia sudah lahir.

Ada beberapa rumah sakit yang bisa kita lihat sampai ke setiap ruang kelasnya dari kelas VIP, kelas 1 sampai 3. Baiknya Moms bisa memanfaatkannya untuk menentukannya.

Keberadaan Dokter Spesialis

Dalam proses persalinan, ada banyak hal tak terduga yang bisa terjadi. Pastikan keberadaaan dokter spesialis sebelum memutuskan rumah sakit bersalin mana yang ingin kamu datangi.

Setidaknya kamu butuh dokter anak, dokter anestesi konsultan laktasi, dan dokter kandungan. Hal ini untuk memastikan semua kebutuhan ibu dan bayi selama dan pasca proses persalinan bisa terpenuhi dengan baik.

Kemampuan Staf RS Menghadapi Situasi Darurat

Apabila terjadi komplikasi atau kondisi darurat, petugas di rumah sakit harus siap menghadapinya. Oleh karena itu, pertimbangan penting yang harus ada sebelum memilih rumah sakit bersalin adalah reputasi para stafnya dalam menangani kondisi darurat dan komplikasi yang bisa terjadi dalam proses melahirkan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top