Love & Sex

Masalah Haid yang Kamu Perlu Tahu Sebelum Terlambat

Menjadi perempuan memang susah-susah gampang. Apalagi selama pubertas, tiap bulannya kita harus mengalami periode menstruasi yang bisa menguras mental dan fisik seseorang. Bersyukurlah kalau kamu termasuk tipe yang aman-aman saja saat haid tiba.

Sebab ada lho yang merasakan adanya gangguan seperti rasa nyeri yang berkelanjutan setiap bulannya saat datang bulan tiba. Masalah seperti ini yang tak boleh diabaikan. Selain itu, ada juga masalah-masalah lainnya yang memang jangan sampai kamu abaikan begitu saja.

Rasa Sakit yang Luar Biasa Hingga Mengganggu Aktivitasmu

Salah satu hal yang pasti kamu anggap normal selagi dalam fase ini adalah rasa sakit terutama di area pinggang dan panggul. Nah, kondisi ini memang normal dikatakan sebagai PMS, namun bila sampai mengganggu aktivitasmu dan terus berulang setiap bulannya, ada baiknya kamu pun tak tinggal diam.

Sebab ada kemungkinan rasa sakit yang sangat mengganggumu kala masa menstruasi tiba sebenarnya karena ada gejala penyakit fibroid, endometriosis, adenomyosis, dan lain-lain. Penyakit ini juga biasanya dibarengi dengan beberapa gejala lain di luar siklus haid.

Untuk itu, penting untuk kamu lebih peka terhadap setiap gejala dan perubahan yang terjadi pada tubuh sendiri.

Saat Menyadari Periode Haid yang Tak Terprediksi

Cobalah membuat catatan haidmu setiap bulannya. Mulai dari tanggal berapa haid dimulai dan kapan berakhirnya. Bila dari catatan tersebut terlihat jika periode haid tak teratur, tentu ada yang salah dalam tubuhmu.

Faktor penyebabnya beragam, mulai dari stres, traveling, hingga gangguan kesehatan yang lebih serius. Hypothyroidism misalnya, dapat mengakibatkan siklus haid yang tidak lancar.

Kondisi ini merupakan kondisi ketika kelenjar tiroid di lehermu tidak memproduksi cukup hormon. Di samping itu, haid yang tidak lancar juga boleh jadi pertanda kegagalan ovarium prematur.

Volume darah yang Keluar Sangat Banyak dan Berlangsung Lebih dari Tujuh Hari

Biasanya, dua hari pertama dalam fase menstruasi adalah hari-hari yang paling berat. Sebab pada dua hari ini kita harus lebih sering ganti pembalut atau tampopn lantaran banyaknya darah yang keluar. Hal ini wajar-wajar saja, kecuali kalau kamu sampai harus mengganti pembaut atau tampon setiap jam.

Sebab, terlalu banyak kehilangan darah dapat menyebabkan anemia dan mungkin merupakan pertanda adanya gangguan kesehatan lain seperti PCOS, polip uterus, dan lain-lain. Kamu juga jangan tenang-tenang saja bila masa haidmu berlangsung cukup lama dari batas normal.

Berhenti Mensturasi Selama Beberapa Saat

Kalau tiba-tiba menstruasi tidak kunjung datang dan kamu tidak sedang mengonsumsi pil KB dan tidak dalam kondisi hamil, maka ada riwayat kesehatan yang perlu diperhatikan. Mungkin saja hal ini disebabkan oleh stres, tetapi membiarkannya berlangsung lama.

Dokter pun akan membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui faktor penyebab utamanya. Di samping gangguan kesehatan yang ‘serius’, absennya periode menstruasi juga mungkin dipengaruhi oleh gangguan makan, olahraga yang berlebihan, dan lain-lain.

Sekecil apa pun keganjilan yang mungkin kamu rasakan saat menstruasi, jangan diam saja, ya. Hindari menganggap enteng rasa tidak nyaman hanya karena menganggapnya ‘biasa’! Kalau bisa dicegah, kenapa harus diobati?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan & Me Time

Buat Kamu yang Sedang Hamil, Begini Tips Agar Tak Konsumsi Gula Berlebih

Mengonsumsi makanan manis tentu saja bisa jadi kesenangan tersendiri. Namun saat sedang hamil, sebaiknya kamu tak mengonsumsi makanan secara berlebihan. Sebagai gantinya, kamu bisa memilih makanan manis yang lebih sehat atau melakukan beberapa tips untuk mengurang konsumsi gula.

Ahli gizi Rebecca Malachi mengatakan, saat makan kue, permen, atau makanan ringan sejatinya makanan tersebut tak mengandung nutrisi dan justru mengandung banyak gula. Ironisnya, sebuah penelitian pernah menemukan ibu hamil yang terlalu banyak mengonsumsi makanan atau minuman manis maupun yang berpemanis buatan berisiko melahirkan anak dengan alergi atau asma. Meski, sampai saat ini belum diketahui sebab pastinya.

“Hanya saja kami menduga ini ada kaitannya dengan perubahan pola makan, mengingat konsumsi gula baik alami maupun buatan dan sirup jagung berfruktosa tinggi meningkat dalam kurun yang sama,” kata peneliti Annabelle Bedard dari Queen Mary University of London.

Untuk itu, Malachi mengimbau sebaiknya Bunda yang senang makan manis memilih alternatif yang lebih sehat seperti biji-bijian, buah-buahan, dan sayuran yang memiliki gula alami. Mengutip Mom Junction, guna mengurangi konsumsi gula, ada beberapa cara yang dapat dilakukan.

  1. Batasi makanan dan camilan yang mengandung gula. Atau, kamu juga bisa berhenti makan gula rafinasi sama sekali. Jika mungkin terlalu sulit, setidaknya kurangi kue, es krim, kue kering, dan makanan ringan lain dengan tambahan gula.
  2. Makan buah-buahan manis seperti mangga, nanas, dan stroberi. Hindari jus buah kemasan karena mengandung gula berlebih akan lebih baik untukmu.
  3. Katakan tidak pada pemanis buatan yang punya efek berbahaya bahkan setelah kehamilan. Coba konsumsi alternatif yang lebih baik seperti gula kelapa atau madu.
  4. Perhatikan bahan-bahan dalam makanan kemasan. Kamu juga perlu tahu jumlah gula yang ada dalam makanan seperti sereal, selai kacang, atau saus. Pastikan setiap makanan yang kamu konsumsi memiliki kadar gula rendah.
  5. Jangan menyimpan permen, es krim, kue, atau makanan manis di rumah. Beli kalau sedang ingin saja. Kurangi makanan manis seperti selai atau gula saat membuat teh dan kopi.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan & Me Time

Lima Pertimbangan Memilih Rumah Sakit untuk Bersalin

Salah satu hal yang menjadi perhatian bagi para ibu hamil yaitu memilih rumah sakit untuk bersalin atau melahirkan. Nah, beberapa hal yang menjadi pertimbangan, seperti lokasi, biaya, serta kualitas rumah sakit tersebut. Berikut tips memilih rumah bersalin untuk kamu yang sedang hamil.

Tentukan Apakah Kamu Hendak Bersalin secara Normal atau Caesar

Mengapa harus ditentukan dahulu? Karena persalinan secara normal membutuhkan rumah sakit terdekat agar bisa secepatnya dilakukan tindakan apabila sudah terjadi pecah ketuban atau pembukaan. Apabila menginginkan secara Caesar, bisa ditentukan terlebih dahulu dengan dokter kandungan.

Tentukan Wilayah Kelahiran Mulai Dari Sekarang

Misalnya kamu dan pasangan tinggal di Jakarta namun memilih persalinannya di luar kota Jakarta, tentu akan memakan banyak waktu untuk mengurus segala kelengkapan surat-surat si Kecil seperti mengurus akte lahir, dan kartu keluarga.

Untuk itu, pertimbangkan lebih matang lagi mengenai hal ini, jangan sampai karena keinginan kalian hendak melahirkan di wilayah tertentu, justru membuatmu yang hendak melahirkan jadi repot.

Survei ke Beberapa Rumah Sakit Wilayah yang Dituju

Hal ini berguna untuk memberikan berbagai informasi yang diperlukan, misalnya informasi budget untuk kelahiran si Kecil. Contohnya apabila ingin melahirkan secara normal namun terjadi kendala harus melahirkan secara caesar apakah budgetnya cukup di rumah sakit tersebut. Karena masing-masing rumah sakit memasang tarif yang berbeda untuk persalinan.

Selaian itu, ini kamu juga perlu melakukan survei rumah sakit untuk mengetahui fasilitas apa saja yang akan menunjangmu dan si kecil saat ia sudah lahir.

Ada beberapa rumah sakit yang bisa kita lihat sampai ke setiap ruang kelasnya dari kelas VIP, kelas 1 sampai 3. Baiknya Moms bisa memanfaatkannya untuk menentukannya.

Keberadaan Dokter Spesialis

Dalam proses persalinan, ada banyak hal tak terduga yang bisa terjadi. Pastikan keberadaaan dokter spesialis sebelum memutuskan rumah sakit bersalin mana yang ingin kamu datangi.

Setidaknya kamu butuh dokter anak, dokter anestesi konsultan laktasi, dan dokter kandungan. Hal ini untuk memastikan semua kebutuhan ibu dan bayi selama dan pasca proses persalinan bisa terpenuhi dengan baik.

Kemampuan Staf RS Menghadapi Situasi Darurat

Apabila terjadi komplikasi atau kondisi darurat, petugas di rumah sakit harus siap menghadapinya. Oleh karena itu, pertimbangan penting yang harus ada sebelum memilih rumah sakit bersalin adalah reputasi para stafnya dalam menangani kondisi darurat dan komplikasi yang bisa terjadi dalam proses melahirkan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan & Me Time

Perempuan Harus Tahu, Inilah 7 Kesalahan Memakai Celana Dalam

Setiap hari, celana dalam merupakan hal yang penting untuk kita. Jangan sampai kita hanya memilih berdasarkan bagus atau tidaknya saja. Pemakaian yang tidak baik juga ternyata berdampak buruk untuk tubuh kita lho, kita harus lebih berhati-hati dan mulai memperhatikan masalah ini.

Nah biasanya Ada 7 kesalahan memakai celana dalan yang tanpa sadar sering perempuan lakukan. Jika kamu sudah mengetahui informasi ini jangan sampai melakukan kesalahan lagi ya.

Mungkin kamu kira ini hal sepele, tapi ternyata berdampak penting sekali. Semoga bermanfaat!

1. Memakai Celana Dalam Terlalu Ketat

Jika kamu memakai celana dalam terlalu ketat maka area kewanitaanmu akan menjadi lembab, tentu saja ini tidak baik. Kelembaban bisa meningkatkan jumlah bakteri pada area tersebut.

Sebaiknya, kamu sesuaikan dengan ukuran pinggulmu, bukan hanya karena ingin terlihat seksi. Carilah ukuran yang sesuai dan nyaman untukmu.

2. Memilih Bahan Kain Celana Dalam yang Salah

Selanjutnya, kesalahan yang sering dilakukan perempuan adalah memilih celana dalam hanya berdasarkan modelnya saja. Padahal bahannya juga merupakan hal penting yang harus kita perhatikan.

Sebaiknya, kamu menggunakan bahan katun karena bahannya yang dingin dan mengurangi kelembabannya. Semakin lembab area kewanitaanmu, semakin banyak pula bakteri yang akan muncul.

3. Menggunakan Celana Dalam Jenis Thong

Dr. Moore, seorang ahli kesehatan wanita mengatakan penyebaran bakteri E. Coli akan lebih cepat tersebar melalui vagina dan anus. Jika kamu pikir memakai thong membuatmu merasa lebih seksi, tali hanya memperburuk keadaan saja karena akan terjadi gesekan antara tali dan area kewanitaanmu yang bisa menyebabkan infeksi. Untuk itu segera hilangkan pemikiran ini.

4. Memakai Celana Dalam Saat Tidur

Mungkin jarang orang mengetahui bahwa memakai celana dalam saat tidur ternyata tidaklah baik. Seperti halnya celana yang terlalu ketat, jika kamu memakainya saat tidur maka itu akan menutur sirkulasi udara yang baik untuk membuat area kewanitaanmu bernapas. Jika mau, kamu bisa menggunakan celana pendek atau selimut ketika tidur, ini semua untuk kesehatanmu.

5. Tidak Mengganti Celana Dalam Saat Mengeluarkan Banyak Keringat

Untuk perempuan yang sering berolahraga atau melakukan pekerjaan yang memproduksi banyak keirngat, sebaiknya kamu mengganti celana dalammu saat kamu sudah merasa basah.

Membiarkannya dalam keadaan basah karena keringat jelas menyebabkan bakteri timbul sangat cepat. Dr. Moore mengatakan kalau kamu mau berolahraga atau melakukan aktivitas yang menimbulkan banyak keringat, gunakan pantiliner.

6. Melakukan Pemakaian Berulang

Dalam keadaan mepet sekalipun, usahakan kamu jangan memakai celana dalam berulang. Dr. Cannon, seorang praktisi kesehatan mengatakan memakai celana dalam kotor hanya akan membuat vaginamu terinfeksi. Minimal setiap kali mandi kamu harus menggantinya.

7. Penggunaan Detergen yang Salah Saat Mencucinya

Kamu perlu tahu bahwa ada beberapa detergen yang mengandung parfum yang terlalu kuat. Dr. Dardik, professor di Department of Obstetrics and Gynecology, New York University, Langone Medical Center mengatakan bahwa pewangi yang terlalu tinggi memicu terjadinya iritasi semakin tinggi.

Dia juga mengatakan sebaiknya kamu menggunakan deterjen yang bersifat pembersih, bukan pewangi. Iritasi yang terjadi pada vagina bisa memicu terjadinya infeksi.

Jika sudah mengetahui, maka selanjutnya adalah memperbaiki. Nah, sudah siap untuk hidup lebih sehat?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top