Inspirasi & Motivasi

Kebiasaan Serampangan Setelah Keramas yang Bisa Bikin Rambutmu Rusak dan Tak Beraturan

Percaya atau tidak, rambut kerap jadi sesuatu yang pertama kali diperhatikan oleh orang yang akan bertemu dengan kita. Lalu bayangkan, jika ternyata saat ini rambutmu sedang bermasalah dan tak enak dipandang oleh mata.

Itu sebabnya, menjaga kesehatan rambut jadi sesuatu yang wajib kita lakukan. Salah satu caranya adalah dengan rutin mencuci dan membersihkan rambut atau keramas. Akan tetapi ada hal lain yang perlu kita perhatikan agar tak merusak rambut dan kulit kepala. Dan untuk mengingatkan kamu, berikut ini ada beberapa hal yang harus ekstra kita hindari sesaat sehabis keramas.

Beberapa Saat Setelah Keramas, Kita Sering Pergi Tidur Tanpa Mengeringkan Rambut Lebih Dulu

Tidur

Untuk kamu yang selalu pulang malam selepas seharian beraktivitas, tentu sering melakukan kebiasaan ini. Setelah lelah bekerja yang sering ditutup dengan aktivitas mandi dan membersihkan rambut, menunggu rambut kering atau dibawa tidur tanpa dikeringkan, jadi dilema yang cukup berat. 

Membawa rambut basah ketika sedang tertidur jadi faktor lain yang akan memicu kerusakan pada rambut. Gerakan-gerakan selama tidur yang kadang tak kita sadari, dapat menyebabkan rambut saling terikat. Jadi jangan heran, jika saat besoknya bangun rambutmu lebih kusut dari biasanya.  

Tak hanya itu saja, tidur dalam keadaan rambut yang masih basah juga berisiko membuatnya lebih rapuh dan rontok akibat gesekan dengan sarung bantal ataupun sprei di ranjang.

Mengeringkan Rambut Secara Paksa dengan Menggunakan Handuk

Handuk

Masih banyak kita yang belum bisa memahami, jika mengeringkan rambut tak harus memakai handuk. Kebiasaan yang sudah ada sejak kecil ini jadi hal lain yang biasanya merusak rambut sendiri. Belum lagi jika cara mengeringkannya dengan menggulung rambut searah handuk untuk kemudian ditutup dalam beberapa saat.

Selain dapat menyebabkan rambut jadi lebih mudah patah, hal ini juga akan membuatnya kusut dan frizzy. Maka untuk tetap menjaga kesehatannya, cobalah untuk meghindari tindakan menggosok-gosok rambut secara kasar. Lebih baik dilap dengan arah lurus.

Tidak Memakai Produk Pelembab Lain Setelah Mengeringkan Rambut Selepas Keramas

Gosok

Percaya atau tidak, untuk menjaga kelembapan dan keindahan rambut, sampo saja tidak cukup. Berpikir jika mengeringkan rambut secara alami tanpa memberinya produk perawatan tambahan akan lebih membuatnya terjaga. Padahal ini tak sepenuhnya benar.

Rambut yang dibiarkan kering tanpa tindakan, biasanya akan lebih terlihat kering dari biasanya. Maka untuk mencegahnya, cobalah untuk memilih produk perawatan setelah keramas yang cocok untuk jenis rambut dan kulit kepala. Seperti hair oil dan hair gel.

Tak hanya menjaga kelembapan rambut saja, ini akan jadi nutrisi yang membuatnya terlihat lebih kuat dan tertata.

Menggunakan Sisir yang Salah Tatkala Ingin Menyisir Rambut yang Masih Lembab Sehabis Keramas

Sisir

Terserah kamu akan percaya atau tidak, namun setiap jenis rambut memiliki kebutuhan akan sisir yang berbeda. Dan hal yang paling penting untuk kamu ketahui, jangan sesekali menyisir rambut ketika masih dalam keadaan basah.

Karena ketika dalam keadaan basah. rambut akan menjadi lebih mudah rapuh dan patah. Selain itu, sehabis keramas tekstur rambut juga cenderung lebih kusut.

Dengan kata lain, menyisirnya dalam keadaan basah memanglah harus kita hindari. Selain agar rambut tak rontok, ini juga akan menjaga ketahanan rambut. Jangan lupa juga untuk memilih sisir yang memang sesuai dengan jenis rambutmu.

Dan Mengeringkan Rambut Tanpa Mengubah Belahan yang Biasa Diterapkan Pada Bentuk Rambut

belahan-rambut_20160312_083715

Terdengar sedikit menggelikan, namun ini adalah sebuah fakta yang bisa saja kamu rasakan. Karena faktanya mengeringkan rambut dengan cara membelahnya, dapat mengakibatkan kerusakan rambut yang serius. Mulai dari rontok dan mudah patah.

Dan demi meminimalisir kerontokan, ubah belahan rambut saat sudah mulai kering. Jika kamu biasanya memakai belahan tengah, mungkin bisa mengubahnya menjadi belahan samping. 

Tak ada yang salah dari mencuci rambut, hanya saja kebiasaan-kebiasaan kita setelah keramas yang salah dan justru jadi faktor perusak rambut yang sesungguhnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan & Me Time

Buat Kamu yang Sedang Hamil, Begini Tips Agar Tak Konsumsi Gula Berlebih

Mengonsumsi makanan manis tentu saja bisa jadi kesenangan tersendiri. Namun saat sedang hamil, sebaiknya kamu tak mengonsumsi makanan secara berlebihan. Sebagai gantinya, kamu bisa memilih makanan manis yang lebih sehat atau melakukan beberapa tips untuk mengurang konsumsi gula.

Ahli gizi Rebecca Malachi mengatakan, saat makan kue, permen, atau makanan ringan sejatinya makanan tersebut tak mengandung nutrisi dan justru mengandung banyak gula. Ironisnya, sebuah penelitian pernah menemukan ibu hamil yang terlalu banyak mengonsumsi makanan atau minuman manis maupun yang berpemanis buatan berisiko melahirkan anak dengan alergi atau asma. Meski, sampai saat ini belum diketahui sebab pastinya.

“Hanya saja kami menduga ini ada kaitannya dengan perubahan pola makan, mengingat konsumsi gula baik alami maupun buatan dan sirup jagung berfruktosa tinggi meningkat dalam kurun yang sama,” kata peneliti Annabelle Bedard dari Queen Mary University of London.

Untuk itu, Malachi mengimbau sebaiknya Bunda yang senang makan manis memilih alternatif yang lebih sehat seperti biji-bijian, buah-buahan, dan sayuran yang memiliki gula alami. Mengutip Mom Junction, guna mengurangi konsumsi gula, ada beberapa cara yang dapat dilakukan.

  1. Batasi makanan dan camilan yang mengandung gula. Atau, kamu juga bisa berhenti makan gula rafinasi sama sekali. Jika mungkin terlalu sulit, setidaknya kurangi kue, es krim, kue kering, dan makanan ringan lain dengan tambahan gula.
  2. Makan buah-buahan manis seperti mangga, nanas, dan stroberi. Hindari jus buah kemasan karena mengandung gula berlebih akan lebih baik untukmu.
  3. Katakan tidak pada pemanis buatan yang punya efek berbahaya bahkan setelah kehamilan. Coba konsumsi alternatif yang lebih baik seperti gula kelapa atau madu.
  4. Perhatikan bahan-bahan dalam makanan kemasan. Kamu juga perlu tahu jumlah gula yang ada dalam makanan seperti sereal, selai kacang, atau saus. Pastikan setiap makanan yang kamu konsumsi memiliki kadar gula rendah.
  5. Jangan menyimpan permen, es krim, kue, atau makanan manis di rumah. Beli kalau sedang ingin saja. Kurangi makanan manis seperti selai atau gula saat membuat teh dan kopi.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan & Me Time

Setelah Melahirkan, Kapan Waktu yang Tepat untuk KB?

Pasca melahirkan, ada banyak pasangan yang sepakat untuk menjalankan KB guna memberi jarak pada kehamilan berikutnya. Pertimbangannya demi orangtua baru bisa fokus terlebih dahulu pada bayi yang baru lahir. Lantas, kapan waktu yang tepat untuk melakukan KB setelah melahirkan?

Beberapa penelitian sejatinya menyebutkan jika saat kamu sedang memberikan ASI eksklusif, hal tersebut bisa menunda kehamilan, seperti yang dikutip dari Baby Centre. Saat menyusui, ibu melepaskan hormon-hormon yang bisa mencegah ovulasi. Meski begitu metode yang dinamakan Amenorea Laktasional (LAM) ini hanya berfungsi dalam kondisi tertentu saja.

Bila menyusui dilakukan dengan cara yang benar, sejatinya hal ini bisa menjadi alat kontrasepsi alami sama halnya dengan kontrasepsi hormonal. Caranya, kamu harus menyusui si kecil secara eksklusif, yakni sekitar 4 jam sekali pada siang hari dan 6 jam sekali pada malam hari.

Namun perlu digarisbawahi, metode ini hanya berfungsi sebagai alat kontrasepsi selama enam bulan pertama pasca melahirkan atau sampai kamu mengalami menstruasi kembali. Setelah itu, kamu harus memilih kontrasepsi reguler jika ingin menunda kehamilan berikutnya.

Mengutip dari Who To Expect, sejatinya tubuh perempuan setelah melahirkan tak bisa langsung melepaskan sel telur dan subur kembali. Butuh sekitar empat minggu, sampai kamu bisa berovulasi kembali. Jika kamu tidak memberikan ASI eksklusif, kamu bisa melakukan KB setelah 4-6 minggu setelah melahirkan.

Jika kamu dan pasangan memang hendak memutuskan untuk KB, diskusikan dulu dengan dokter atau bidan kira-kira metode apa yang cocok untukmu. Apalagi jika kamu sedang menyusui. Tentu tidak semua metode kontrasepsi cocok untukmu.

Mengutip Kumparan, bila kamu ingin memakai KB dalam empat minggu pasca melahirkan, kamu bisa menggunakan kondom, injeksi kontrasepsi, implan kontrasepsi, diafragma, atau kap serviks. Kamu dianjurkan menggunakan alat KB ini karena diklaim aman dan tidak mempengaruhi produksi ASI.

Namun jika ingin memakai KB pada 6 minggu setelah melahirkan, kamu bisa menggunakan pil KB progestin yang aman dan tidak mempengaruhi produksi ASI saat menyusui. Lalu, jika ingin lebih praktis, kamu juga bisa menggunakan KB intrauterine device (IUD) atau yang lebih dikenal dengan KB spiral.

Menggunakan alat kontrasepsi sejatinya tidak akan mengganggu produksi ASI-mu. Tapi bila ingin pakai cara ini, alat tersebut baru bisa dipasang setelah 6-8 minggu usai melahirkan ya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan & Me Time

Lima Pertimbangan Memilih Rumah Sakit untuk Bersalin

Salah satu hal yang menjadi perhatian bagi para ibu hamil yaitu memilih rumah sakit untuk bersalin atau melahirkan. Nah, beberapa hal yang menjadi pertimbangan, seperti lokasi, biaya, serta kualitas rumah sakit tersebut. Berikut tips memilih rumah bersalin untuk kamu yang sedang hamil.

Tentukan Apakah Kamu Hendak Bersalin secara Normal atau Caesar

Mengapa harus ditentukan dahulu? Karena persalinan secara normal membutuhkan rumah sakit terdekat agar bisa secepatnya dilakukan tindakan apabila sudah terjadi pecah ketuban atau pembukaan. Apabila menginginkan secara Caesar, bisa ditentukan terlebih dahulu dengan dokter kandungan.

Tentukan Wilayah Kelahiran Mulai Dari Sekarang

Misalnya kamu dan pasangan tinggal di Jakarta namun memilih persalinannya di luar kota Jakarta, tentu akan memakan banyak waktu untuk mengurus segala kelengkapan surat-surat si Kecil seperti mengurus akte lahir, dan kartu keluarga.

Untuk itu, pertimbangkan lebih matang lagi mengenai hal ini, jangan sampai karena keinginan kalian hendak melahirkan di wilayah tertentu, justru membuatmu yang hendak melahirkan jadi repot.

Survei ke Beberapa Rumah Sakit Wilayah yang Dituju

Hal ini berguna untuk memberikan berbagai informasi yang diperlukan, misalnya informasi budget untuk kelahiran si Kecil. Contohnya apabila ingin melahirkan secara normal namun terjadi kendala harus melahirkan secara caesar apakah budgetnya cukup di rumah sakit tersebut. Karena masing-masing rumah sakit memasang tarif yang berbeda untuk persalinan.

Selaian itu, ini kamu juga perlu melakukan survei rumah sakit untuk mengetahui fasilitas apa saja yang akan menunjangmu dan si kecil saat ia sudah lahir.

Ada beberapa rumah sakit yang bisa kita lihat sampai ke setiap ruang kelasnya dari kelas VIP, kelas 1 sampai 3. Baiknya Moms bisa memanfaatkannya untuk menentukannya.

Keberadaan Dokter Spesialis

Dalam proses persalinan, ada banyak hal tak terduga yang bisa terjadi. Pastikan keberadaaan dokter spesialis sebelum memutuskan rumah sakit bersalin mana yang ingin kamu datangi.

Setidaknya kamu butuh dokter anak, dokter anestesi konsultan laktasi, dan dokter kandungan. Hal ini untuk memastikan semua kebutuhan ibu dan bayi selama dan pasca proses persalinan bisa terpenuhi dengan baik.

Kemampuan Staf RS Menghadapi Situasi Darurat

Apabila terjadi komplikasi atau kondisi darurat, petugas di rumah sakit harus siap menghadapinya. Oleh karena itu, pertimbangan penting yang harus ada sebelum memilih rumah sakit bersalin adalah reputasi para stafnya dalam menangani kondisi darurat dan komplikasi yang bisa terjadi dalam proses melahirkan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top