Kesehatan & Me Time

Dear Perempuan, Pastikan Kamu Tahu Cara Menjaga Kebersihan Miss V Selama Menstruasi

Tahu nggak sih, ternyata hanya 63% perempuan di Indonesia, yang paham bagaimana cara manajemen kesehatan saat sedang datang bulan. Dan cuma 55% yang rutin mengganti pembalut 4 hingga 6 jam sekali, saat sedang menstruasi. Padahal, ketika kita datang bulan, tubuh sedang rentan. Sehingga daerah kewanitaan, bisa saja terserang bakteri kapan saja.

Nah, dalam rangka menyambut Hari Kebersihan Menstruasi yang jatuh pada 28 Mei mendatang, Direktorat Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama Perkumpulan Obstetri & Ginekologi Indonesia (POGI) dan PT Mundipharma Healthcare Indonesia mengajak perempuan untuk meningkatkan kesadaran dan mengambil aksi nyata dalam menjaga kesehatan dan kebersihan area kewanitaan terutama pada saat menstruasi agar tetap terlindungi dan aktif tanpa batas.

Sejalan dengan tema Hari Kebersihan Menstruasi Internasional tahun ini, yakni It’s Time For Action. Mundipharma Indonesia meluncurkan kampanye #KarenaKitaPerempuan #SalingMenjaga. Kampanye ini jadi ajakan nyata bagi para perempuan untuk saling berbagi informasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan area kewanitaan terutama pada saat menstruasi.

Pada acara konferensi pers yang diadakan pada Rabu, 15 Mei 2019 di Lala Resto, Jakarta Selatan, Direktur Kesehatan Keluarga, Kementerian Kesehatan RI – dr. Erna Mulati, M.Sc, CMFM, yang turut serta hadir, bercerita tentang tantangan pemerintah dalam rangka menyampaikan edukasi kesehatan kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga daerah kewanitaan ketika sedang datang bulan. Keterbatasan tenaga dan kultur yang berbeda-beda pada setiap daerah, konon jadi salah satu rintangannya.

Untuk itulah, beliau berharap dengan adanya peringatan Hari Kebersihan Menstruasi dan kampanye ini, diharapkan akan semakin banyak perempuan yang lebih peduli pada kesehatan organ kewanitaannya.

Tak hanya itu saja, masih dari acara yang sama. dr.Erna juga memberitakan pelucuran buku saku “Sehat dan Bersih Menstruasi” yang juga digaungkan pemerintah melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), jadi salah satu elemen pendidikan kesehatan dalam Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) yang menyasar anak usia sekolah dan remaja.

Kementerian Kesehatan RI juga sangat mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak termasuk perusahaan swasta yang ikut berkontribusi dalam pemberian edukasi kesehatan tersebut, khususnya edukasi kesehatan reproduksi termasuk kebersihan saat menstruasi. Salah satu bentuk edukasi yang sudah berhasil dilaksanakan adalah peluncuran Buku Saku ‘Sehat dan Bersih Saat Menstruasi’ yang telah didistribusikan ke lebih dari 1.000 sekolah dan para ibu.

Masih dari acara yang sama,  Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, SpOG (K) dari Perkumpulan Obstetri & Ginekologi Indonesia, yang juga hadir mengatakan, penting untuk selalu mengganti pembalut ketika sedang datang bulan.

“Untuk menjaga kesehatan area kewanitaan saat menstruasi dimana risiko infeksi meningkat, maka penting sekali upaya membersihkan organ kewanitaan secara teratur. Penggunaan pembersih khusus kewanitaan yang merupakan antiseptik dengan pH sesuai kondisi area kewanitaan serta menggunakan dan mengganti pembalut setiap 4-6 jam sekali sangat dianjurkan”. Ujar dokter Ocvi.

Adapun beberapa tips dasar yang perlu dikuasi oleh para perempuan Indonsia jika sedang menstruasi adalah sebagai berikut :

  1. Membersihkan area kewanitaan secara teliti dan berkala dengan cara yang benar.
  2. Menggunakan air bersih mengalir dengan cairan pembersih (antiseptik) yang sesuai area kewanitaan.
  3. Menggunakan pembalut yang bersih dan dapat menyerap darah yang keluar dengan baik serta menggantinya secara berkala minimal setiap 4 jam (idealnya 2 jam sekali).

Selain itu, Adi Prabowo selaku Head of Brand Strategy and Category Development Mundipharma Indonesia yang turut serta dalam kampanye ini mengatakan,

“Melalui kegiatan edukasi ini, kami ingin meningkatkan kesadaran dan menjadi sumber informasi yang terpercaya sehingga hal – hal yang dianggap tabu ini dapat mulai diturunkan kepada anak – anak perempuan sedini mungkin mulai dari keluarga, sekolah dan lingkungan masyarakat. Semoga dalam menyambut Hari Kebersihan Menstruasi agar para perempuan bisa tetap aktif dan terlindungi ketika menstruasi,” tutup Adi.

Tak hanya itu saja, demi menjawab kebutuhan para perempuan akan produk kesehatan yang bisa membantu menjaga kebersihan daerah kewanitaan. Mundipharma Indonesia melalui produk BETADINE sudah menyediakan produk berkualitas tinggi dan berkomitmen untuk memperbaiki kualitas hidup para perempuan Indonesia dalam menjaga kesehatan area kewanitaan mereka.

BETADINE Feminine Care menyediakan rangkaian produk untuk area kewanitaan dan merupakan rangkaian paling lengkap di dunia. Mulai dari pembersih kewanitaan sehari – hari dengan prebiotik, pembersih kewanitaan dengan kandungan daun sirih dan prebiotik, pembersih kewanitaan khsusus untuk menstruasi dan untuk mengatasi infeksi area kewanitaan yang dilengkapi dengan aplikator hingga tisu basah pembersih kewanitaan dengan prebiotik yang biodegradable atau flushable .

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan & Me Time

Buat Kamu yang Sedang Hamil, Begini Tips Agar Tak Konsumsi Gula Berlebih

Mengonsumsi makanan manis tentu saja bisa jadi kesenangan tersendiri. Namun saat sedang hamil, sebaiknya kamu tak mengonsumsi makanan secara berlebihan. Sebagai gantinya, kamu bisa memilih makanan manis yang lebih sehat atau melakukan beberapa tips untuk mengurang konsumsi gula.

Ahli gizi Rebecca Malachi mengatakan, saat makan kue, permen, atau makanan ringan sejatinya makanan tersebut tak mengandung nutrisi dan justru mengandung banyak gula. Ironisnya, sebuah penelitian pernah menemukan ibu hamil yang terlalu banyak mengonsumsi makanan atau minuman manis maupun yang berpemanis buatan berisiko melahirkan anak dengan alergi atau asma. Meski, sampai saat ini belum diketahui sebab pastinya.

“Hanya saja kami menduga ini ada kaitannya dengan perubahan pola makan, mengingat konsumsi gula baik alami maupun buatan dan sirup jagung berfruktosa tinggi meningkat dalam kurun yang sama,” kata peneliti Annabelle Bedard dari Queen Mary University of London.

Untuk itu, Malachi mengimbau sebaiknya Bunda yang senang makan manis memilih alternatif yang lebih sehat seperti biji-bijian, buah-buahan, dan sayuran yang memiliki gula alami. Mengutip Mom Junction, guna mengurangi konsumsi gula, ada beberapa cara yang dapat dilakukan.

  1. Batasi makanan dan camilan yang mengandung gula. Atau, kamu juga bisa berhenti makan gula rafinasi sama sekali. Jika mungkin terlalu sulit, setidaknya kurangi kue, es krim, kue kering, dan makanan ringan lain dengan tambahan gula.
  2. Makan buah-buahan manis seperti mangga, nanas, dan stroberi. Hindari jus buah kemasan karena mengandung gula berlebih akan lebih baik untukmu.
  3. Katakan tidak pada pemanis buatan yang punya efek berbahaya bahkan setelah kehamilan. Coba konsumsi alternatif yang lebih baik seperti gula kelapa atau madu.
  4. Perhatikan bahan-bahan dalam makanan kemasan. Kamu juga perlu tahu jumlah gula yang ada dalam makanan seperti sereal, selai kacang, atau saus. Pastikan setiap makanan yang kamu konsumsi memiliki kadar gula rendah.
  5. Jangan menyimpan permen, es krim, kue, atau makanan manis di rumah. Beli kalau sedang ingin saja. Kurangi makanan manis seperti selai atau gula saat membuat teh dan kopi.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan & Me Time

Setelah Melahirkan, Kapan Waktu yang Tepat untuk KB?

Pasca melahirkan, ada banyak pasangan yang sepakat untuk menjalankan KB guna memberi jarak pada kehamilan berikutnya. Pertimbangannya demi orangtua baru bisa fokus terlebih dahulu pada bayi yang baru lahir. Lantas, kapan waktu yang tepat untuk melakukan KB setelah melahirkan?

Beberapa penelitian sejatinya menyebutkan jika saat kamu sedang memberikan ASI eksklusif, hal tersebut bisa menunda kehamilan, seperti yang dikutip dari Baby Centre. Saat menyusui, ibu melepaskan hormon-hormon yang bisa mencegah ovulasi. Meski begitu metode yang dinamakan Amenorea Laktasional (LAM) ini hanya berfungsi dalam kondisi tertentu saja.

Bila menyusui dilakukan dengan cara yang benar, sejatinya hal ini bisa menjadi alat kontrasepsi alami sama halnya dengan kontrasepsi hormonal. Caranya, kamu harus menyusui si kecil secara eksklusif, yakni sekitar 4 jam sekali pada siang hari dan 6 jam sekali pada malam hari.

Namun perlu digarisbawahi, metode ini hanya berfungsi sebagai alat kontrasepsi selama enam bulan pertama pasca melahirkan atau sampai kamu mengalami menstruasi kembali. Setelah itu, kamu harus memilih kontrasepsi reguler jika ingin menunda kehamilan berikutnya.

Mengutip dari Who To Expect, sejatinya tubuh perempuan setelah melahirkan tak bisa langsung melepaskan sel telur dan subur kembali. Butuh sekitar empat minggu, sampai kamu bisa berovulasi kembali. Jika kamu tidak memberikan ASI eksklusif, kamu bisa melakukan KB setelah 4-6 minggu setelah melahirkan.

Jika kamu dan pasangan memang hendak memutuskan untuk KB, diskusikan dulu dengan dokter atau bidan kira-kira metode apa yang cocok untukmu. Apalagi jika kamu sedang menyusui. Tentu tidak semua metode kontrasepsi cocok untukmu.

Mengutip Kumparan, bila kamu ingin memakai KB dalam empat minggu pasca melahirkan, kamu bisa menggunakan kondom, injeksi kontrasepsi, implan kontrasepsi, diafragma, atau kap serviks. Kamu dianjurkan menggunakan alat KB ini karena diklaim aman dan tidak mempengaruhi produksi ASI.

Namun jika ingin memakai KB pada 6 minggu setelah melahirkan, kamu bisa menggunakan pil KB progestin yang aman dan tidak mempengaruhi produksi ASI saat menyusui. Lalu, jika ingin lebih praktis, kamu juga bisa menggunakan KB intrauterine device (IUD) atau yang lebih dikenal dengan KB spiral.

Menggunakan alat kontrasepsi sejatinya tidak akan mengganggu produksi ASI-mu. Tapi bila ingin pakai cara ini, alat tersebut baru bisa dipasang setelah 6-8 minggu usai melahirkan ya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan & Me Time

Lima Pertimbangan Memilih Rumah Sakit untuk Bersalin

Salah satu hal yang menjadi perhatian bagi para ibu hamil yaitu memilih rumah sakit untuk bersalin atau melahirkan. Nah, beberapa hal yang menjadi pertimbangan, seperti lokasi, biaya, serta kualitas rumah sakit tersebut. Berikut tips memilih rumah bersalin untuk kamu yang sedang hamil.

Tentukan Apakah Kamu Hendak Bersalin secara Normal atau Caesar

Mengapa harus ditentukan dahulu? Karena persalinan secara normal membutuhkan rumah sakit terdekat agar bisa secepatnya dilakukan tindakan apabila sudah terjadi pecah ketuban atau pembukaan. Apabila menginginkan secara Caesar, bisa ditentukan terlebih dahulu dengan dokter kandungan.

Tentukan Wilayah Kelahiran Mulai Dari Sekarang

Misalnya kamu dan pasangan tinggal di Jakarta namun memilih persalinannya di luar kota Jakarta, tentu akan memakan banyak waktu untuk mengurus segala kelengkapan surat-surat si Kecil seperti mengurus akte lahir, dan kartu keluarga.

Untuk itu, pertimbangkan lebih matang lagi mengenai hal ini, jangan sampai karena keinginan kalian hendak melahirkan di wilayah tertentu, justru membuatmu yang hendak melahirkan jadi repot.

Survei ke Beberapa Rumah Sakit Wilayah yang Dituju

Hal ini berguna untuk memberikan berbagai informasi yang diperlukan, misalnya informasi budget untuk kelahiran si Kecil. Contohnya apabila ingin melahirkan secara normal namun terjadi kendala harus melahirkan secara caesar apakah budgetnya cukup di rumah sakit tersebut. Karena masing-masing rumah sakit memasang tarif yang berbeda untuk persalinan.

Selaian itu, ini kamu juga perlu melakukan survei rumah sakit untuk mengetahui fasilitas apa saja yang akan menunjangmu dan si kecil saat ia sudah lahir.

Ada beberapa rumah sakit yang bisa kita lihat sampai ke setiap ruang kelasnya dari kelas VIP, kelas 1 sampai 3. Baiknya Moms bisa memanfaatkannya untuk menentukannya.

Keberadaan Dokter Spesialis

Dalam proses persalinan, ada banyak hal tak terduga yang bisa terjadi. Pastikan keberadaaan dokter spesialis sebelum memutuskan rumah sakit bersalin mana yang ingin kamu datangi.

Setidaknya kamu butuh dokter anak, dokter anestesi konsultan laktasi, dan dokter kandungan. Hal ini untuk memastikan semua kebutuhan ibu dan bayi selama dan pasca proses persalinan bisa terpenuhi dengan baik.

Kemampuan Staf RS Menghadapi Situasi Darurat

Apabila terjadi komplikasi atau kondisi darurat, petugas di rumah sakit harus siap menghadapinya. Oleh karena itu, pertimbangan penting yang harus ada sebelum memilih rumah sakit bersalin adalah reputasi para stafnya dalam menangani kondisi darurat dan komplikasi yang bisa terjadi dalam proses melahirkan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top