Kesehatan & Me Time

Buat Apa Menyimpan Dendam Cuma Buat Diri Remuk Redam

Tak melulu tentang bahagia, beberapa perkara dalam hidup kadang menyisahkan luka. Alih-alih bisa melupakannya, sebagai perempuan biasanya kita malah memeliharanya jadi sebuah amarah. Memupuknya subur dengan rasa benci, hingga akhirnya menjadi dendam yang terus tumbuh di hati.

Jadi sebuah kondisi dimana kita berharap orang lain yang berbuat salah kepada kita. Kelak haruslah mendapatkan balasan serupa dengan yang telah diperbuatnya. Sialnya, daripada buru-buru melupakan amarah atau mengelola emosi dengan cara yang lebih baik. Kita justru memilih untuk menyimpan dendam yang kemudian membuat kita selalu beranggapan bahwa, orang lain adalah ancaman. Meski kejadian yang membuat kita marah itu mungkin sudah lama berselang.

Kita tak sadar, jika menyimpan dendam hanya akan membuat diri kesal, merusak hubungan dengan orang-orang sekitar hingga gangguan kesehatan yang bisa merusak tubuh tanpa diduga. Sebelum nanti akan menyesal karena sudah terlambat, cobalah pahami apa saja yang bisa dilahirkan oleh dendam.

Membuatmu Lebih Tua dari Usia yang Sebenarnya

Kamu pasti pernah dengar kan, kalau mudah tersenyum membuat kita awet muda. Nah, menyimpan dendam serupa dengan memelihara amarah dalam diri. Sehingga, tak ada lagi sumber energi positif yang bisa melunakkan bahagia untuk sekedar tersenyum saja. Efek samping dari dendam tapi, akan jadi pemicu stres yang kemudian menimbulkan depresi dan frustasi.

Selain gangguan emosi, tubuh akan merespon stres berlebih dengan cara memicu penuaan dini. Hal ini disebabkan adanya perubahan kromosom DNA dalam proses regenerasi untuk pembentukan sel baru. Sehingga memicu penuaan biologis organ dalam tubuh yang lebih cepat.

Sebaliknya, memaafkan akan menghasilkan hormon stress yang lebih terkendali dan diminimalisir sehingga proses respon stress pada tubuh dapat kembali normal.

Tubuh Akan Mudah Terserang Penyakit dengan Rasa Nyeri dan Kronis

Sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat menunjukan bahwa seseorang yang menyimpan dendam memiliki peluang 50% lebih tinggi untuk mengalami penyakit dengan rasa nyeri seperti ulserasi lambung, sakit punggung dan sakit kepala.

Dengan kata lain, jika kamu giat menyimpan dendam dalam hati atau pikiranmu, bukan tak mungkin jika suatu waktu kamu akan merasakan hal yang sama juga. Diserang penyakit dengan rasa nyeri yang bersifat kronis. Selain itu, peneliti juga mengambil kesimpulan bahwa menyimpan dendam berkaitan kemungkinan berkaitan dengan gangguan psikosomatis.

Secara Tak Langsung Juga Menuntun Kita Pada Gaya Hidup yang Tak Sehat

Ketika pikiran telah dipenuhi dengan berbagai macam dendam yang terus tumbuh tanpa kita hilangkan. Sebagaimana yang tadi sudah dijelaskan, stres yang kemudian menghinggapi pikiran akan membuat kita kurang memerhatikan kondisi kesehatan.

Bahkan sebuah studi menunjukkan kondisi mental yang sedang tak stabil, mendorong seseorang lebih banyak merokok dan mengonsumsi junkfood yang tinggil kalori. Perilaku macam inilah yang kemudian merusak kesehatan tubuh. Yang selanjutnya mendatangkan berbagai macam jenis penyakit berbahaya yang bisa membuat kita sakit parah.

Dan Mengubah Susunan Hormon Otak Kita

Salah satu organ tubuh terpenting, otak akan bekerja saat kita berpikir, berkomunikasi, dan membentuk hubungan sosial dengan orang lain. Nah, fungsi tersebut konon dipengaruhi oleh dua hormon yang saling berkaitan namun dapat bekerja berlawanan yaitu hormon kortisol dan hormon oksitosin.

Hormon kortisol biasanya dilepaskan saat kita berada di bawah tekanan mental besar, seperti saat menyimpan dendam. Sebaliknya, hormon oksitosin diproduksi ketika kita memaafkan atau saat berdamai dengan diri kita maupun orang lain.

Agar fungsi otak bisa tetap berjalan dengan seimbang, kedua hormon tersebut perlu  menciptakan stress baik atau yang disebut juga eustress. Seperti saat bekerja untuk mencapai tujuan, serta mengendalikan stress buruk atau distress.  

Padahal, Hormon kortisol dikenal sebagai hormon yang berbahaya jika diproduksi secara terus menerus dalam waktu yang lama, karena tidak hanya memengaruhi kerja sistem saraf pusat namun juga kerja organ lainnya. Kamu bisa bayangkan kan, bagaimana jadinya fungsi otak akan terganggu karena adanya hormon kortisol yang lahir dari dendam yang terus membara.

Serta Dipercaya Meningkatkan Risiko Kerusakan Jantung Juga

Setiap emosi dan kecewa yang ditumpuk, pelan-pelan akan jadi bukit kebencian yang terus tumbuh dan tak bisa hilang. Padahal, situasi ini disebut-sebut sebagai penyebab terjadinya tekanan darah tinggi pada seseorang. Dan akan sangat berbahaya jika berlangsung dalam waktu yang lama.

Serupa dengan kemunculan emosi negatif yang kemudian membuat kita merasa tertekan. Dan akan menjadi akar dari meningkatnya resiko penyakit jantung jika terjadi terus menerus dalam waktu yang lama. Hal ini sejalan dengan hasil dari sebuah riset yang dilakukan oleh Asosiasi Jantung Amerika sudah membuktikan bahwa menyimpan rasa marah dan dendam dapat memicu terjadinya penyakit jantung koroner yang didahului oleh kondisi tekanan darah tinggi dan arterosklerosis.

Jadi, masih mau menyimpan dendam lagi? Memaafkan mungkin tak mudah, namun daripada membahayakan diri kita, lebih baik belajar untuk jadi orang yang peyabar. Dan selalu lembutkan hati untuk memafkan kesalahan orang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan & Me Time

Buat Kamu yang Sedang Hamil, Begini Tips Agar Tak Konsumsi Gula Berlebih

Mengonsumsi makanan manis tentu saja bisa jadi kesenangan tersendiri. Namun saat sedang hamil, sebaiknya kamu tak mengonsumsi makanan secara berlebihan. Sebagai gantinya, kamu bisa memilih makanan manis yang lebih sehat atau melakukan beberapa tips untuk mengurang konsumsi gula.

Ahli gizi Rebecca Malachi mengatakan, saat makan kue, permen, atau makanan ringan sejatinya makanan tersebut tak mengandung nutrisi dan justru mengandung banyak gula. Ironisnya, sebuah penelitian pernah menemukan ibu hamil yang terlalu banyak mengonsumsi makanan atau minuman manis maupun yang berpemanis buatan berisiko melahirkan anak dengan alergi atau asma. Meski, sampai saat ini belum diketahui sebab pastinya.

“Hanya saja kami menduga ini ada kaitannya dengan perubahan pola makan, mengingat konsumsi gula baik alami maupun buatan dan sirup jagung berfruktosa tinggi meningkat dalam kurun yang sama,” kata peneliti Annabelle Bedard dari Queen Mary University of London.

Untuk itu, Malachi mengimbau sebaiknya Bunda yang senang makan manis memilih alternatif yang lebih sehat seperti biji-bijian, buah-buahan, dan sayuran yang memiliki gula alami. Mengutip Mom Junction, guna mengurangi konsumsi gula, ada beberapa cara yang dapat dilakukan.

  1. Batasi makanan dan camilan yang mengandung gula. Atau, kamu juga bisa berhenti makan gula rafinasi sama sekali. Jika mungkin terlalu sulit, setidaknya kurangi kue, es krim, kue kering, dan makanan ringan lain dengan tambahan gula.
  2. Makan buah-buahan manis seperti mangga, nanas, dan stroberi. Hindari jus buah kemasan karena mengandung gula berlebih akan lebih baik untukmu.
  3. Katakan tidak pada pemanis buatan yang punya efek berbahaya bahkan setelah kehamilan. Coba konsumsi alternatif yang lebih baik seperti gula kelapa atau madu.
  4. Perhatikan bahan-bahan dalam makanan kemasan. Kamu juga perlu tahu jumlah gula yang ada dalam makanan seperti sereal, selai kacang, atau saus. Pastikan setiap makanan yang kamu konsumsi memiliki kadar gula rendah.
  5. Jangan menyimpan permen, es krim, kue, atau makanan manis di rumah. Beli kalau sedang ingin saja. Kurangi makanan manis seperti selai atau gula saat membuat teh dan kopi.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan & Me Time

Lima Pertimbangan Memilih Rumah Sakit untuk Bersalin

Salah satu hal yang menjadi perhatian bagi para ibu hamil yaitu memilih rumah sakit untuk bersalin atau melahirkan. Nah, beberapa hal yang menjadi pertimbangan, seperti lokasi, biaya, serta kualitas rumah sakit tersebut. Berikut tips memilih rumah bersalin untuk kamu yang sedang hamil.

Tentukan Apakah Kamu Hendak Bersalin secara Normal atau Caesar

Mengapa harus ditentukan dahulu? Karena persalinan secara normal membutuhkan rumah sakit terdekat agar bisa secepatnya dilakukan tindakan apabila sudah terjadi pecah ketuban atau pembukaan. Apabila menginginkan secara Caesar, bisa ditentukan terlebih dahulu dengan dokter kandungan.

Tentukan Wilayah Kelahiran Mulai Dari Sekarang

Misalnya kamu dan pasangan tinggal di Jakarta namun memilih persalinannya di luar kota Jakarta, tentu akan memakan banyak waktu untuk mengurus segala kelengkapan surat-surat si Kecil seperti mengurus akte lahir, dan kartu keluarga.

Untuk itu, pertimbangkan lebih matang lagi mengenai hal ini, jangan sampai karena keinginan kalian hendak melahirkan di wilayah tertentu, justru membuatmu yang hendak melahirkan jadi repot.

Survei ke Beberapa Rumah Sakit Wilayah yang Dituju

Hal ini berguna untuk memberikan berbagai informasi yang diperlukan, misalnya informasi budget untuk kelahiran si Kecil. Contohnya apabila ingin melahirkan secara normal namun terjadi kendala harus melahirkan secara caesar apakah budgetnya cukup di rumah sakit tersebut. Karena masing-masing rumah sakit memasang tarif yang berbeda untuk persalinan.

Selaian itu, ini kamu juga perlu melakukan survei rumah sakit untuk mengetahui fasilitas apa saja yang akan menunjangmu dan si kecil saat ia sudah lahir.

Ada beberapa rumah sakit yang bisa kita lihat sampai ke setiap ruang kelasnya dari kelas VIP, kelas 1 sampai 3. Baiknya Moms bisa memanfaatkannya untuk menentukannya.

Keberadaan Dokter Spesialis

Dalam proses persalinan, ada banyak hal tak terduga yang bisa terjadi. Pastikan keberadaaan dokter spesialis sebelum memutuskan rumah sakit bersalin mana yang ingin kamu datangi.

Setidaknya kamu butuh dokter anak, dokter anestesi konsultan laktasi, dan dokter kandungan. Hal ini untuk memastikan semua kebutuhan ibu dan bayi selama dan pasca proses persalinan bisa terpenuhi dengan baik.

Kemampuan Staf RS Menghadapi Situasi Darurat

Apabila terjadi komplikasi atau kondisi darurat, petugas di rumah sakit harus siap menghadapinya. Oleh karena itu, pertimbangan penting yang harus ada sebelum memilih rumah sakit bersalin adalah reputasi para stafnya dalam menangani kondisi darurat dan komplikasi yang bisa terjadi dalam proses melahirkan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

Masalah Haid yang Kamu Perlu Tahu Sebelum Terlambat

Menjadi perempuan memang susah-susah gampang. Apalagi selama pubertas, tiap bulannya kita harus mengalami periode menstruasi yang bisa menguras mental dan fisik seseorang. Bersyukurlah kalau kamu termasuk tipe yang aman-aman saja saat haid tiba.

Sebab ada lho yang merasakan adanya gangguan seperti rasa nyeri yang berkelanjutan setiap bulannya saat datang bulan tiba. Masalah seperti ini yang tak boleh diabaikan. Selain itu, ada juga masalah-masalah lainnya yang memang jangan sampai kamu abaikan begitu saja.

Rasa Sakit yang Luar Biasa Hingga Mengganggu Aktivitasmu

Salah satu hal yang pasti kamu anggap normal selagi dalam fase ini adalah rasa sakit terutama di area pinggang dan panggul. Nah, kondisi ini memang normal dikatakan sebagai PMS, namun bila sampai mengganggu aktivitasmu dan terus berulang setiap bulannya, ada baiknya kamu pun tak tinggal diam.

Sebab ada kemungkinan rasa sakit yang sangat mengganggumu kala masa menstruasi tiba sebenarnya karena ada gejala penyakit fibroid, endometriosis, adenomyosis, dan lain-lain. Penyakit ini juga biasanya dibarengi dengan beberapa gejala lain di luar siklus haid.

Untuk itu, penting untuk kamu lebih peka terhadap setiap gejala dan perubahan yang terjadi pada tubuh sendiri.

Saat Menyadari Periode Haid yang Tak Terprediksi

Cobalah membuat catatan haidmu setiap bulannya. Mulai dari tanggal berapa haid dimulai dan kapan berakhirnya. Bila dari catatan tersebut terlihat jika periode haid tak teratur, tentu ada yang salah dalam tubuhmu.

Faktor penyebabnya beragam, mulai dari stres, traveling, hingga gangguan kesehatan yang lebih serius. Hypothyroidism misalnya, dapat mengakibatkan siklus haid yang tidak lancar.

Kondisi ini merupakan kondisi ketika kelenjar tiroid di lehermu tidak memproduksi cukup hormon. Di samping itu, haid yang tidak lancar juga boleh jadi pertanda kegagalan ovarium prematur.

Volume darah yang Keluar Sangat Banyak dan Berlangsung Lebih dari Tujuh Hari

Biasanya, dua hari pertama dalam fase menstruasi adalah hari-hari yang paling berat. Sebab pada dua hari ini kita harus lebih sering ganti pembalut atau tampopn lantaran banyaknya darah yang keluar. Hal ini wajar-wajar saja, kecuali kalau kamu sampai harus mengganti pembaut atau tampon setiap jam.

Sebab, terlalu banyak kehilangan darah dapat menyebabkan anemia dan mungkin merupakan pertanda adanya gangguan kesehatan lain seperti PCOS, polip uterus, dan lain-lain. Kamu juga jangan tenang-tenang saja bila masa haidmu berlangsung cukup lama dari batas normal.

Berhenti Mensturasi Selama Beberapa Saat

Kalau tiba-tiba menstruasi tidak kunjung datang dan kamu tidak sedang mengonsumsi pil KB dan tidak dalam kondisi hamil, maka ada riwayat kesehatan yang perlu diperhatikan. Mungkin saja hal ini disebabkan oleh stres, tetapi membiarkannya berlangsung lama.

Dokter pun akan membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui faktor penyebab utamanya. Di samping gangguan kesehatan yang ‘serius’, absennya periode menstruasi juga mungkin dipengaruhi oleh gangguan makan, olahraga yang berlebihan, dan lain-lain.

Sekecil apa pun keganjilan yang mungkin kamu rasakan saat menstruasi, jangan diam saja, ya. Hindari menganggap enteng rasa tidak nyaman hanya karena menganggapnya ‘biasa’! Kalau bisa dicegah, kenapa harus diobati?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top