Gambar 5 perempuan peraih penghargaan Nobel

5 Perempuan Inspiratif Peraih Penghargaan Nobel

Gambar 5 perempaun peraih penghargaan Nobel

Sepanjang tahun 1901-2022, Nobel telah menyematkan penghargaan kepada 957 individu dan 27 organisasi inspiratif atas dedikasi, perubahan, ilmu dan penelitian yang dilakukan.

Mengusung berbagai kategori, Nobel Prize menjadi penghargaan populer dalam bidang fisika, kimia, fisiologi dan kesehatan, sastra, perdamaian, juga ekonomi.

Sejarah dan Tujuan Pemberian Nobel

Penghargaan Nobel pertamakali diperkenalkan oleh industrialis asal Swedia, Alfred Bernhard Nobel. Dalam surat wasiat yang ditandatanganinya pada 27 November 1895, penemu dinamit tersebut menggunakan kekayaannya untuk memberi penghargaan kepada pria, perempuan dan organisasi inspiratif yang terbukti membawa kemajuan.

Perayaan penghargaan Nobel pertamakali diadakan pada 1901 di Old Royal Academy of Music di Stockholm. Saking populernya, Bank Sentral Swedia sampai menginisiasi berdirinya The Sverigesbank Prize untuk ilmu ekonomi pada 1968.

Tekad sederhana Alfred Nobel adalah menginginkan agar perempuan, laki-laki maupun organisasi dengan kiprah luar biasa untuk masyarakat dapat dikenang dan dihargai.

Salah satu fakta unik dari penghargaan Nobel adalah kehadiran perempuan dalam nominasinya ternyata masih minim. Dilansir dari website resmi Nobel Prize, sejak 1901-2023, hanya sekitar 65 Nobel yang diberikan untuk perempuan.

Meski begitu, para perempuan tersebut telah berhasil memberi sumbangsih yang sangat diperhitungkan dalam bidangnya masing-masing. Salah satunya bahkan menjadi perempuan pertama yang meraih dua kali penghargaan Nobel dalam dua bidang berbeda.

Berikut 5 perempuan inspiratif yang pernah memperoleh penghargaan Nobel dalam berbagai bidang.

5 Perempuan Peraih Penghargaan Nobel dalam Berbagai Bidang

  1. Narges Mohammadi

Nama Narges Mohammadi menjadi terkenal kala aktivis asal Iran tersebut tidak gentar memperjuangkan pemenuhan kesetaraan perempuan selama 30 tahun terakhir.

Narges meraih penghargaan Nobel perdamaian 2023 karena keberaniannya mengkampanyekan isu-isu sensitif terkait perempuan di Iran.

Ia menentang kewajiban mengenakan hijab bagi perempuan dan praktik hukuman mati, sekalipun saat ini dirinya tengah berada di penjara. Narges sempat dibebaskan pada tahun 2020 kemudian kembali dikirim ke penjara setahun setelahnya.

Bagi Narges, pemerintah yang terlalu ikut andil dalam aturan tubuh dan hak berpakaian perempuan merupakan bentuk pelanggengan kekuasaan dan kediktatoran.

Di penjara, Narges juga tidak berhenti melayangkan protes atas pelecehan,  pengurungan dan isolasi terhadap perempuan.

Narges Mohammadi kini benar-benar terisolasi di penjara Even. Hak berkomunikasinya dilucuti hingga Narges tak dapat terhubung dengan keluarga dan kerabat, termasuk anak-anak dan suaminya yang hidup di pengasingan Prancis.

  • Louise Gluck

Bernama lengkap Louse Elizabeth Gluck, adalah seorang novelis dan penggiat esai asal Amerika.

Sebelum menutup usia di angka 80, ia dianugerahi penghargaan Nobel sastra pada 2020. Tulisannya yang mengekspresikan trauma, kematian dan kehilangan dinilai sangat menggugah.

Louse Gluck menyukai romantisme mitos, kepercayaan dan alam. Ia banyak menulis puisi, otobiografi, dan esai yang mengeksplor berbagai tema.

Namanya salah satu yang termasyur dalam bidang sastra. Selain menorehkan namanya pada Nobel, buku-buku Gluck lebih dulu memenangkan berbagai penghargaan.

Diantaranya,  penghargaan National Book Critics Circle Award untuk “Trumph of Achilles” (1985) dan menyabet Hadiah Pulitzer pada karyanya yang berjudul “Ararat” (1990) dan “The Wild” (1992).

  • Claudia Goldin

Peraih Nobel Ekonomi 2023 ini merupakan peneliti dan pemerhati ekonomi asal Amerika Serikat. Goldin dikenal sebagai salah satu dari 10 ekonom wanita paling inspiratif dan berpengaruh yang banyak meneliti keadaan ekonomi perempuan dan perekonomian AS.

Goldin aktif sebagai salah satu dosen Ekonomi di Universitas Harvard. Selama kariernya, ia telah banyak menginspirasi generasi baru ekonom perempuan, menjadikan ekonomi sebagai pengarusutamaan gender dan turut serta pelopor studi perkembangan perempuan.

Tidak sampai di situ, bukunya yang berjudul Understanding the Gender Gap: An Economic History of American Women berhasil mengkaji akar ketidaksetaraan upah antar gender.

Dalam banyak penelitiannya, Golden menitikberatkan kemungkinan yang bisa diambil oleh pemangku kebijakan untuk menyelesaikan masalah kesenjangan. Menurutnya,  kesenjangan ekonomi sangat bervariasi dan tidak ada kebijakan ampuh yang akan memberantas ketidaksetaraan.

  • Tuyou Yu

Warga negara Tiongkok yang lahir pada 30 Desember 1930 ini merupakan seorang ilmuwan biologi dan farmasi. Ia disebut-sebut sebagai perempuan yang membawa perubahan bagi dunia sience.

Langkah besar yang mengawali keberhasilannya meraih penghargaan Nobel dimulai ketika beberapa negara Asia, yang saat itu dilanda malaria membutuhkan sumber daya untuk menangani wabah tersebut. Di waktu yang sama, perang Vietnam tengah bergejolak.

Kemelut perang dan banyaknya tentara yang tewas akibat malaria, membuat Perdana Menteri Vietnam Utara meminta bantuan Mao Zedong menangani permasalahan ini.

Tu kemudian bergabung dalam proyek pemberantasan malaria pada 1969. Saat itu dirinya tengah bekerja di Academy of Traditional Chinese Medicine.

Tuyou Yu yang menyelesaikan pendidikannya sebagai farmakologi di Beijing Medical Collage, mulai serius menekuni ilmu tradisional China.

Tu mengumpulkan banyak informasi mengenai pengobatan tradisional China. Mulai dari mencari data hingga mengunjungi banyak tabib. Hasilnya, Tu berhasil mengekstrasi kurang lebih 340 obat yang memiliki khasiat mendoktifikasi darah, menghilangkan demam malaria, hingga mencegah penyakit kuning.

Atas dedikasi dan kerja kerasnya, Tu diganjar penghargaan Nobel dalam bidang kedokteran pada tahun 2015.

  • Marie Curie

Lahir dengan nama Mary Sklodowska, ia lebih dikenal sebagai Marie Curie setelah menikah dengan seorang profesor The School of Physics Sorbonne, Pierre Curie pada 1895. Di sekolah yang sama, Marie belajar fisika dan matematika.

Sejak kecil, Marie memang sering terpapar pengetahuan mengenai matematika dan fisika. Ayahnya merupakan instruktur dua subjek tersebut. Sementara Ibunya adalah seorang guru.

Marie dan saudara perempuannya, Bronya memiliki kegigihan untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang universitas. Meski saat itu tidak banyak kesempatan bagi perempUan untuk mengenyam pendidikan tinggi. Ia disebut-sebut sebagai salah satu perempuan pertama yang berhasil meraih gelar doktor dari Universitas Sorbonne pada abad 20 awal.

Setelah menikah, Marie dan suaminya sepakat bekerja sama untuk menginvesitasi radoiaktiviti. Keduanya juga berhasil menemukan radium, salah satu unsur kimia yang digunakan untuk mengobati kanker. Perempuan tersebut membawa suami -istri Curie menyabet penghargaan Nobel fisika pada tahun 1903.

Kepergian Pierre Curie pada 1906 akibat kecelakaan kereta tidak membuat Marie menghentikan penelitiannya. Ia bahkan mengambil alih tugas sang suami sebagai pengajar dan mengantarkannya menjadi pengajar  perempuan pertama di Universitas Sorbonne.

Hingga pada tahun 1911, Marie mengulang Nobel keduanya, kali ini di bidang kimia. Ia—lagi-lagi berhasil mengukuhkan namanya sebagai The First karena Marie Curie, menjadi perempuan pertama peraih penghargaan Nobel dalam dua bidang berbeda. 

Meletakkan nama sebagai daftar perempuan berpengaruh karena meraih penghargaan Nobel tentu bukanlah perkara mudah bagi kelimanya. Mereka melewati banyak rintangan dan berulang-kali jatuh dalam kegagalan.

Tidak jarang ada harga mahal yang harus dibayar demi meletakkan kebebasan dan kemajuan bagi umat manusia.

Poinnya, kamu tidak hanya cukup mengenal latar belakang perempuan-perempuan hebat tersebut. Ada 4 hal positif yang wajib kamu tiru dan praktikan dalam kehidupan sehari-hari.

4 Hal Inspiratif yang Wajib Ditiru dari Para Peraih Nobel

  • Ketahui Goals-mu

Poros utama menjadi pribadi yang diakui adalah paham tujuan atau goals-mu. Marie Curie, misalnya, menjadikan pendidikan sebagai tujuan dan fokus hidupnya.

Dengan mengetahui goals, hidupmu akan lebih terarah.  Memiliki tujuan yang ingin dicapai setiap harinya adalah langkah jitu untuk terus semangat menjalani hidup. Contohnya bisa dimulai dengan mengatur pencapaian dan jadikan itu rutinitas dengan memanfaatkan sumber daya yang kamu punya.

  • Jangan Mudah Menyerah

Kamu bisa mencontoh Narges Mohammadi dan Tuyu You, yang tidak berhenti mencoba dan memanfaatkan segala sumber daya untuk mencapai tujuan mereka.

Sebagai perempuan, kamu bisa mengadopsi kegigihan keduanya untuk meraih apa yang kamu inginkan. Meski tidak mudah, jadikan kegagalan sebagai bahan evaluasi dan pembelajaran.

  • Peka Terhadap Isu Sosial dan Lingkungan Sekitar

Sekarang sudah tidak jaman menjadi pribadi yang apatis, apalagi di tengah gempuran informasi dan teknologi.

Kehidupan manusia yang dinamis dan sarat akan perubahan membuat Claudia Goldin ingin berkontribusi khususnya dalam bidang yang ia gemari. Meski tidak sama dengan Goldin, kamu tetap bisa meniru semangatnya yang tidak mengabaikan keadaan masyarakat begitu saja.

  • Terus Update Diri

Mengembangkan skill adalah bentuk adaptasi paling tepat terhadap perkembangan jaman. Berbicara hal ini, tentu ada banyak hal yang bisa dilakukan.

Louse Gluck juga belajar berbagai teknik menulis. Ia tidak serta-merta menjadi penulis bergengsi yang berhasil memenangkan penghargaan Nobel tanpa mengasah bakat dan intuisinya.

Sama seperti Gluck, setelah mengetahui bakat dan minat, kamu bisa fokus mengembangkan diri dengan mempelajari berbagai teknik terkait minatmu.


Diterbitkan

dalam

oleh

Tags:

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *