Inspirasi & Motivasi

Waktumu Jangan Kau Buang untuk Dia yang Tak Akan Datang

Kita bisa mengelak untuk berkata bahwa, tidak sedang menunggu siapa-siapa. Tidak pula menaruh satu standar yang tinggi untuk dia yang akan menjadi pasangan kita. Namun, kepercayaan akan sesuatu yang berlebihan, ditambah khayalan indah yang kita buat sendiri, sering jadi jebakan.

Memilih untuk menunggu, mengabaikan dia yang ada di depanmu, hingga terus menerus percaya bahwa sosok manusia yang kau damba akan hadir segera. Padahal nyatanya? itu hanyalah imajinasi belaka. Boleh memang berangan-angan, tapi ketinggian bisa membuatmu menyesal.

Atas Dasar Kepercayaan, Kau Terus Menunggu Meski Tak Ada Kepastian

Sori-sori aja nih, kami bukan sedang ingin menganggu rasa percayamu pada si dia. Tapi memangnya kamu mau menuggu terus tanpa ada sesuatu yang pasti? Kalau misalnnya nanti dia tiba-tiba sudah jalan dengan orang lain, ya kamu bisa apa? Tak ada ikatan yang jelas, untuk protes pun kamu jelas tak berhak.

Menaruh hati memang pastilah atas dasar percaya, tapi kita juga perlu untuk memakai logika. Coba lihat, si dia punya rasa yang sama tidak? Jika ternyata ketertarikan yang ada hanya datang dari diri kita. Kita namanya cinta sebelah, dan tak bisa untuk diikrarkan menjadi sebuah hubungan.

Sudah tahu dia selalu abai pada pesanmu, tapi menanti kabarnya masih saja kau jadikan kegemaranmu. Menunjukkan ketertarikan memang tak ada salahnya, tapi jika dirinya sudah terlihat sering menghindar berarti ada hal lain yang ia sembunyikan.

Harus Begini-Begitu, Terkadang Standarmu Jadi Penghalang Sesuatu yang Kau Tunggu

“Kenapa nggak jadian sama dia aja, kalian cocok”

“Ah, dia bukan tipe gue”

Sudah, tak perlu malu atau enggan untuk mengakui itu. Semua orang memang berhak untuk membuat standar atas pasangan impian. Tapi, kita juga harus jadi pribadi yang sadar. Tak perlu lah berharap tinggi-tinggi amat. Apalagi sampai tetap kekeh pada sesuatu yang tak mungkin untuk didapat.

Kamu lupa? jika tak ada manusia yang sempurna? Maka kalaupun ada orang yang mungkin terlihat sesuai kriteria, pastilah ia juga punya satu-dua kekurangan yang tadinya tak kita suka. Lalu apakah kita harus buru-buru menolaknya? Kalau jawabanmu adalah “Ya”, wajar jika sampai sekarang  kau tak bertemu seseorang yang pas.

Keinginan Lain yang Lebih Gila, Kamu Berharap Pada Orang yang Sudah Terikat pada Manusia Lainnya

Katanya cinta memang buta, kalau rasa sudah bicara usia atau status hubungan kadang tak lagi diindahkan. Sudah jelas-jelas dia adalah suami orang, tapi kamu masih saja terus cari perhatian. Begitupun sebaliknya, berharap balasan rasa dari istri lelaki lain jelas jadi sesuatu yang salah.

Si dia memang boleh saja memilihmu, meninggalkan suami atau istrinya. Tapi masa iya kamu tega? Hati-hati, belakangan ini karma datangnya cepat loh. Sebab ketika ia memilihmu dan meninggalkan pasangan terdahulu, bisa jadi hal serupa kembali dilakukannya lagi padamu. Daripada berharap pada sosok yang bukan-bukan, lebih baik mulai peka pada dirinya yang ada di hadapan.

Atau Masih Berharap Pada Mantan Kekasih yang Sudah Punya Kekasih Lagi?

Sudah tahu dia mendua, meninggalkanmu dengan menggores luka, hingga perasaan cinta yang tak lagi ada. Tapi dengan bodohnya, kamu masih saja berharap padanya. Berandai-andai ia akan datang lagi menyatakan cinta. Meninggalkan kekasihnya karena sadar kamulah yang terbaik untuknya. Hem, situasi remeh seperti ini kerap kita temukan di sinetron. Tapi jarang terjadi pada hidup yang sungguhan.

Lagipula, kembali bersama dengan dia yang telah menjadi mantan, hanya akan membuatmu merasakan dua hal menyakitkan sebanyak dua kali. Apalagi jika alasan putus kemarin adalah kesalahannya. Jangan ikat dirimu dengan masa lalu yang sudah usai, kamu bisa mendapatkan hal yang lebih baik dari itu.

Tak Ada yang Salah dengan Keinginan dan Harapan, Tapi Logika Tetap Harus Dijalankan

Silahkan buat berbagai macam keinginan yang kau mau, panjatkan apa saja harapan yang selalu kamu dambakan. Toh, tak ada yang akan melarang juga. Sebab bagaimana sikapmu selanjutnya, jadi penentu bahagia yang akan kamu terima. Dua hal ini jadi kesatuan yang tak bisa saling dilepaskan. Ditambah dengan logika yang juga perlu dijalankan.

Periksa lagi, bagaimana respon dari pihak yang kau ingini. Jika memang tak ada tanda-tanda untuk balasan rasa yang serupa, maka tak perlu berharap banyak padanya. Lepaskan apa yang terlihat tak mungkin, mari kejar apa yang memang terlihat dekat dalam genggaman.

Waktu dan Usia Terus Berjalan, Kamu Butuh yang Tak Sekedar Jadi Angan-angan

Memang sih usia tak jadi patokan untuk seseorang akan memutuskan segera punya pasangan atau bukan. Tapi, masa iya kamu mau terus-terusan begitu? Tidak kan? Lebih dari sekedar gebetan yang kemungkinan akan jadi pacar, akan jauh lebih baik jika dia yang kamu tunggu adalah seseorang yang memang sudah bisa memberi kepastian.

Tak perlu lagi merasa khawatir atau ditinggal pergi, deklarasi atas hubungan yang sah jadi satu pegangan yang akan membuatmu tak lagi resah. Sebab bermacam-macam angan-angan yang kau ciptakan tak akan jadi sesuatu yang berguna, jika tak ada tanda-tanda untuk dijadikan nyata. Walau kadang, mereka yang sudah terikat hubungan pun tak selalu berakhir dengan menikah. 

Daripada Terus Menunggu Sesuatu yang Tak Pasti, Kenapa Tak Mencoba Membuka Hati?

Entah karena kurang peka atau merasa dia bukanlah orangnya. Beberapa sosok yang berusaha masuk dalam hidup kita, selalu berakhir dengan putus asa karena tingginya tembok pembatas yang kita ciptakan untuk menghambatnya masuk. Sibuk untuk mencapai sesuatu yang jauh, padahal ada hal yang bisa didapatkan dengan mudah tanpa susah payah.

Belajarlah untuk lebih peka, menilai dan melihat siapa mereka yang ada di dekat kita. Barangkali, dengan restu semesta dia yang selama ini kita abaikan adalah pasangan yang sebenarnya Tuhan kirimkan. Lebih dari ketidakjelasan yang sekarang sedang kamu rasakan, ada bahagia yang sebenarnya bisa kamu dapatkan. Hanya saja, kamu belum sadar!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspirasi & Motivasi

Agar Seserahan Pernikahanmu Terpakai dan Berguna Semua, Begini Tips Memilihnya

Sebelum menikah, hal lain yang juga membuat kamu deg-degan pastilah isi dari box hantaran yang si pacar berikan. Isinya biasanya beragam, tergantung apa yang perempuan minta atau yang memang inisiatif dari si dia. Mulai dari seperangkat alat ibadah, kebutuhan pribadi perempuan, hingga benda lain yang biasanya diharuskan oleh adat dan budaya calon pengantinnya.

Nah, berhubung menikah butuh biaya yang cukup banyak. Ada baiknya, sebagai perempuan kamu tak perlu minta macem-macem yang sekiranya kelak tak kamu pakai juga. Bukan apa-apa, sudah mengeluarkan uang banyak, kalau tak benar-benar dipakai kan sayang juga.

Pahami maknanya bukan nominal harganya. Dan untuk bisa lebih membantumu menentukan apa yang sebaiknya diminta sebagai seserahan, kami punya tips yang bisa kamu lakukan.

Utamakan Hal yang Wajib dalam Agama dan Adat Terlebih Dahulu

Sumber : https://www.instagram.com/hantaran.co__/

Ragam adat yang di masyarakat kita umumnya mengharuskan beberapa benda untuk dijadikan sebagai hantaran. Untuk itu, ini jadi poin utama yang sebaiknya dipenuhi terlebih dahulu. Kan nggak lucu, jika hal yang seharusnya ada malah nggak ada.

Buat kamu yang beragama Muslim biasanya seserahannya berisi seperangkat alat salat. Ditambah dengan beberapa benda lain yang jadi kebutuhan pribadi perempuannya.

Tak Perlu yang Mahal-mahal, Pilih yang Benar-benar Akan Kamu Gunakan

Sumber : https://www.instagram.com/hantaran.co__/

Untuk bisa dijadikan ajang pamer, beberapa calon pengantin memaksakan untuk membeli benda-benda seserahan yang harganya mahal. Padahal biasanya, benda tersebut hanya bisa bertahan untuk dipakai sebentar.

Tak apa memang kalau kamu merasa si dia sanggup untuk membelinya, toh itu hak mu juga untuk meminta. Namun kalau ternyata fungsinya tak begitu baik, bukannya sayang ya?

Daripada membeli benda-benda yang harganya tinggi tapi tak begitu berarti, lebih baik beli benda lain yang memang dibutuhkan setiap hari. Entah itu kebutuhan dandan, kebutuhan pekerjaan atau apa saja yang memang akan dipakai dan berfungsi dengan baik.

Jangan Sampai Dia Salah Beli, Kalau Calon Suami Merasa Bingung Kamu Ikut Saja untuk Memilih

Yap, demi menghindari rasa kesal karena isi hantaranmu tak sesuai yang kamu minta. Tak ada salahnya jika kamu meluangkan waktu untuk membeli semuanya bersama dengan si dia. Selain dia yang tak perlu menduga-duga, kamu pun tak perlu berekspektasi untuk dipahami apa maunya tanpa harus bicara.

Anggaplah ini sebagai ajang untuk belajar, bagaimana kalian berdua nanti akan membeli sesuatu berdua untuk belanja bulanan. Karena kamu juga ikut untuk membeli isinya, pastikan juga yang diambil adalah benda-benda yang memang kamu suka dan perlu ya.

Sarankan Juga Pasangan ke Gerai-gerai yang Sedang Menawarkan Potongan Harga

Kalau calon suami memang tak mau pergi untuk mengunjungi toko secara langsung, kamu juga bisa menyarankan ia untuk membeli keperluan di beberapa toko daring yang mungkin sedang ada potongan. Entah itu potongan harga dari markeplacenya atau pun dari tokonya. Hitung-hitung memangkas biaya, kan lumayan.

Selanjutnya Tinggal Dihias Sesuai Selera

Sumber : https://www.instagram.com/hantaran.co__/

Langkah terakhir untuk mempersiapkannya sebelum hari H, semua benda yang akan dijadikan hantaran sebaiknya ditempatkan pada wadah yang akan menambah indah penampilannya.

Apalagi sekarang, sudah ada beberapa usaha yang hanya menyediakan jasa sewa kotak hantarannya. Jadi kamu atau pasangan tak lagi perlu susah payah untuk membeli box dan menyusunnya.

Untuk bisa mendapatkan harga yang pas di saku, cobalah untuk mencarinya jauh-jauh hari. Agar kamu juga bisa memilih, sekiranya tempat mana yang bisa menawarkan jasa paling bersahabat dengan kualitas yang juga pas.

Sejatinya, isi dari barang-barang yang dijadikan hantaran itu memang hanyalah sebuah kiasan. Tapi jika yang datang adalah benda-benda kesukaan yang memang benar-benar dibutuhkan. Menerimanya pastilah jadi sesuatu yang menyenangkan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan & Me Time

Pengalaman di Masa Kecil Ternyata Membawa Pengaruh pada Pola Makanmu Saat Dewasa

Jika kamu mempertanyakan kenapa napsu makanmu mungkin sangat besar, atau pola makanmu bermasalah, ternyata hal tersebut bisa dipengaruhi pengalaman di masa kecilmu.

Ini berdasarkan paparan dari psikolog Meg Arroll dan ahli nutrisi, Louise Atkinson dalam buku Shrinkology yang ditulis oleh keduanya. Dua orang ini mengatakan jika pola makan orang saat dewasa sangat mungkin dipengaruhi dari ingatan masa kecil yang terlupakan.

Dari serangkaian ingatan tersebut, ada kebiasaan yang masih susah dilupakan dan membawa dampak tersendiri. Apa saja kira-kira?

Kebiasaan Bunda Memberi Makan Si Kecil Supaya Tak Menangis Nyatanya Membawa Dampak

Semua anak kecil mungkin mengalaminya, dimana orangtua memilih untuk memberi makan agar buah hatinya berhenti menangis. Semacam ada kebiasaan ‘memanjakan’ anak.

Padahal, perlakuan seperti ini dapat menyebabkan kebingungan di saat paling rapuh dalam diri anak yang bisa menimbulkan pola makannya yang tak teratur serta nafsu makannya yang tinggi sukar berubah.

Anak Kecil yang Menghabiskan Masa Kecil Penuh Tekanan Akan Lebih Suka Makan Saat Dewasa

Tak semua anak kecil tumbuh di lingkungan yang menyenangkan. Sebab ada pula yang justru berada di bawah tekanan. Apapun itu, tapi kamu perlu tahu jika adanya tekanan ternyata bisa mempengaruhi hormon yang mengatur makan dan rasa kenyang.

Saat masa dewasa, hal tersebut memicu ketidakmampuan untuk mengontrol pola makan yang dapat membuat stres, sehingga menimbulkan kenaikan berat badan yang tidak terkendali.

Paksaan Orangtua untuk Makan dan Fat Shamming Ketika Kecil Kelak Membuat Seseorang Jadi Tak Bisa Mengontrol Makanan

Mungkin maksud orangtua baik, dimana mereka mendorong anaknya untuk mau makan. Caranya, dengan menjadikan makanan sebagai ‘bayaran’ setiap selesai melakukan apapun.

Padahal, secara tidak disadari akan memengaruhi pola makan saat dewasa. Anak jadi mudah gelap mata pada makanan. Di lain sisi, ada anak yang justru merasakan fat shamming. Dimana ia yang meyakini bahwa cinta orang tua mungkin bersyarat, misalnya ‘Mungkin jika badanku kurus, maka aku akan lebih dicintai’.

Bahkan ia berpikir kalau memiliki tubuh kurus jauh lebih membahagiakan. Pemikiran ini bisa berasal dari orang tua itu sendiri atau lingkungan, yang tidak disadari dapat berpengaruh pada pola makan seseorang sampai ia dewasa.

Pengasuhan yang Tak Konsisten

Penelitian menunjukkan bahwa pengasuhan yang tidak teratur dari orang tua, seperti kurang terlibat dengan kehidupan anak, tidak konsisten, atau tidak perhatian, dapat menyebabkan rendahnya harga diri pada anak, yang akhirnya bisa membuat mereka beralih ke makanan untuk mengatasinya.

Kalau diteruskan, seseorang bisa berisiko mengalami obesitas hanya karena pengasuhan orangtuanya yang kurang tepat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

Mengapa Cinta Pertama Sulit Dilupakan?

Urusan asmara, dia yang jadi cinta pertama sering disebut-sebut sabagai sosok yang sulit dilupa. Bahkan kata beberapa orang, akan terus berlanjut meski sudah lama tak saling bertatap muka.

Mengingatkan kita pada masa indah ketika pertama kali mengenal cinta, manisnya makan berdua meski di tempat sederhana. Hingga cerita pacaran lain, yang sampai sekarang masih ada dalam kepala.

Tak peduli berakhir senang atau bahagia, dia yang menjadi cinta pertama memang selalu sulit untuk dilupa. Tapi kira-kira kenapa ya?

Ada Banyak Kenangan Manis Bersamanya

Dirinya adalah orang pertama yang berhasil membuat kita merelakan hati untuk saling cinta. Mulai dari masa PDKT nan lucu di masa sekolah, hingga kencan pertama yang dihabiskan dengan obrolan basa-basi yang sebenarnya tak perlu juga. Bersamanya, ada segudang tawa bahagia dan kisah sedih yang kini jadi pengingat bahwa kita saling membahagiakan.

Kenyataan lain yang mengharuskan kita membuka mata memang terlihat tak istimewa. Tapi setiap kali mengingat kenangan bersamanya, ada senyum yang terlukis di ujung bibir tanpa disengaja. Manis memang, itulah kenapa sulit untuk melupakan dirinya yang jadi cinta pertama.

Pernah Percaya dan Mencintainya Sepenuh Hati Kita

Kamu boleh setuju atau tidak, tapi untuk cinta pertama ada rasa yang kadang kita berikan secara berlebihan. Berpikir bahwa hati dan perasaan tak akan berubah, kamu mungkin pernah mencintainya dengan seluruh hati yang kau punya. Percaya bahwa ia juga melakukan hal yang sama, tak pernah menaruh curiga hingga akhirnya dikhianati dan berpisah.

Anehnya, beberapa dari kita masih saja memilih untuk bertahan walau sudah dibohongi. Atau tetap menaruh harap, walau dirinya sudah pergi.

Ia Orang Pertama yang Kita Cinta dengan Setulus Jiwa

Lain dari mantan pacar yang kedua-ketiga-keempat atau seterusnya. Sosok cinta pertama memang selalu punya tempat khusus yang istimewa. Karena dirinya adalah orang pertama yang jadi teman untuk mengecap apa itu cinta. Belajar untuk saling mendukung dalam berbagai situasi. Serta tak lupa juga membantu kita jadi pribadi yang lebih baik lagi.

Cukup berjasa untuk menemani kita tumbuh jadi pribadi yang lebih bijak. Itulah sebabnya namanya selalu sulit dihilangkan dari ingatan.

Meyakini Jika Ia Adalah Orang Baik yang Tak Seharusya Menyakiti

Barangkali cinta pertama yang kita rasakan memang cukup gila. Terlalu percaya atas semua janji yang dibuatnya. Hingga merasa buta dan tak mau melihat kemungkinan berpisah yang juga selalu ada.

Pada satu titik, akhirnya kita tahu. Bahwa apapun yang setiap orang bilang, tak selalu benar begitu yang ingin ia lakukan. Buktinya, dia yang pernah berjanji untuk selalu setia toh akhirnya pergi juga dengan kekasih barunya. Pernah percaya sepenuh hati, kini yang tak bisa kita lupakan adalah janji.

Dan Bisa Jadi Juga Karena Terlalu Lama Bersama

Yap, durasi waktu bersama konon jadi alasan paling kuat kenapa kita sulit untuk melupakan cinta pertama. Ini terdengar sangat wajar, jangankan dia yang bersama cukup lama. Untuk melupakan dia yang sekedar singgah saja kadang-kadang susah.

Dan akan bertambah susah, jika ternyata setelah berpisah kita masih berada di lingkungan yang sama. Sering bertemu dalam beberapa acara, karena kemungkinan besar beberapa temannya adalah teman kita juga. Nah kalau sudah begini, mengatur strategi. Membuat jarak dan berusaha untuk melupakan dirinya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top