Inspirasi & Motivasi

Untukmu yang Terus Bertanya, Mengobati Hati yang Lara Memang Butuh Waktu yang Lama  

Masih jelas dalam ingatan, luka setelah berakhirnya hubunganku bersamanya belum tertutup sempurna. Saat itu, aku masih dihimpit kegamangan yang sama selepas kisah cintaku berakhir lara. Ketika kamu bertanya kenapa aku tak segera beranjak, kala itu semua masih dalam proses, dan aku pun berharap diriku bisa segera beranjak dari situasiku saat itu.

Di masa-masa itu, besar harapku mempunyai teman tempatku bercerita. Tapi mengapa yang kuhadapi justru rentetan pertanyaan yang seakan menyudutkan soal kelemahanku untuk tak segera beranjak. Bukannya aku tak mau, hanya saja aku tahu untuk beranjak memang butuh waktu yang tak sebentar.

Memang Butuh Waktu yang Lama Karena Aku Masih Menyimpan Rasa Padanya

Kala itu, aku masih belum sanggup melupakan segala rasa dan memori yang terlanjur kusimpan. Semuanya masih tentangnya. Juga soal bagaimana dia memperlakukanku dengan baik dan selalu memberikan pelukan terbaik saat aku membutuhkannya. Dan saat itu juga, aku masih mengharapkan dia bisa kembali.

Kuakui, aku pernah merindukan suaranya, tatapannya, gesturnya, apa pun yang melekat padanya, aku pernah merindukan semua itu di setiap waktuku. Tak peduli seberapa lara yang kurasa setelah momen perpisahan itu, tapi yang kutahu, aku pernah menyimpan rasa rindu yang begitu besar yang kini jadi penghalang untukku segera beranjak.

Memang Butuh Waktu yang  Lama untuk Menyadari Kalau Aku Masih Buta dengan Cinta

Ya, kuakui saat itu perasaanku terhadapnya masih begitu besar sehingga setiap hal yang ditawarkan dunia agar aku segera beranjak, semua itu kutepis karena aku terbelenggu dengan cinta yang membutakanku. Aku tak mampu melihat ada cela, yang kulihat hanyalah sosoknya, dimana aku mau terus bersamanya.

Tak peduli rasa sakit seperti apa yang harus kurasakan, asal dia kembali, kukira masalah yang sudah lalu ya biarlah berlalu. Tapi itu dulu, untung saja Sang Pencipta mau menarikku kembali agar aku tak selamanya buta karena cinta.

Memang Butuh Waktu yang Lama Apalagi Untukku yang Sukar Mendengar Nasehat Orang Lain

Untuk setiap temanku yang saat itu berusaha menolongku tapi aku memilih tak menggubris kalian, kumohon maafkan aku. Aku salah karena aku tak mendengarkan nasehat dari orang-orang terdekatku seperti sahabat dan keluarga. Aku egois karena saat itu yang kulakukan justru menuruti egoku.

Padahal, sudah jelas sekali bahwa tak ada yang bisa diselamatkan dari hubungan yang sudah terlanjur rusak. Butuh waktu lama memang untuk menyadari bahwa sahabat dan keluarga adalah pihak yang tak akan meninggalkan kita dalam situasi apa pun.

Memang Butuh Waktu Lama untuk Menyadari Kalau Dia Sudah Tak Cinta

Aku lega karena pada akhirnya hari ini aku bisa melakukan apa yang harusnya sudah kulakukan sejak lama, semenjak kulihat sudah tak ada lagi cinta untukku di matanya. Namun untuk menyadari hal itu, butuh waktu yang tak sebentar dan harus ada kejadian yang terus-terusan menegurku. Dan pada akhirnya aku sadar, aku tak lagi bersama sosok pasangan yang dulu bisa membuatku jatuh cinta karena sikap dan komitmennya. Semua itu memudar. Bahkan, disaat aku berusaha menyelamatkan hubungan kami, hanya aku yang berusaha. Lalu untuk apa diteruskan?

Memang Butuh Waktu Lama untuk Beranjak Karena Keputusan Itu Harus Dipikirkan Berulang Kali

Tak pernah terlintas dibenakku kalau hubunganku bersamanya akan berakhir begitu saja. Hubungan yang kami harapkan bisa jadi yang terakhir dan kami perjuangkan bersama-sama sejak awal, nyatanya tak lantas membuat dia bisa bertahan.

Tak mudah bagiku memilih beranjak saat bertahun-tahun hatiku sudah memantapkan hati untuk menyayangi satu orang yang memang kupilih berdasarkan kata hatiku. Tapi mungkin memang begini akhirnya. Meski berat, setidaknya aku bersyukur karena aku tak perlu terbelenggu pada hubungan yang tak sehat. Meski memang memakan waktuku saat kupikirkan keputusan ini, sekarang aku lega karena aku memilih beranjak.

Jadi, memang sudah waktunya aku pergi. Bagiku, tak apa memakan waktu lama untuk beranjak, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, bukan?

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspirasi & Motivasi

Inilah Alasan Mengapa Perempuan Tidak Boleh Terlalu Bergantung Pada Lelakinya

Konon lelaki selalu berada satu langkah di depan perempuan, lelaki adalah pemimpin, kepala rumah tangga, pelindung dan pembimbing perempuan. Namun, bukankah kita sebagai perempuan juga harus bisa mandiri? Bukan untuk memungkiri hal diatas, namun kita juga tidak boleh bergantung sepenuhnya kepada laki-laki. Mengapa? Inilah alasan logisnya.

1. Merasa Dicintai Akan Membuat Peluang Untuk Lelaki Menyakiti

Percaya atau tidak, lelaki adalah makhluk yang ber ego tinggi, untuk itu jangan menunjukan jika cintamu lebih besar daripada cintanya. Karena hal tersebut akan membuatnya aman dan tidak tertantang dalam suatu hubungan.

Berbeda dengan perempuan yang sangat senang merasa dicintai namun lelaki malah akan besar kepala saat merasakannya. Ingat, hakikat perempuan adalah dikejar bukan mengejar.

Jangan biarkan dia memiliki peluang untuk menyakitimu. Karena semakin kamu mencintainya semakin kamu bergantung pula pada dirinya, hal ini tentunya harus dihindari.

2. Lelaki Akan Merasa Dihargai Saat Ia Dibutuhkan


Selain ber ego tinggi, lelaki juga menjungjung tinggi harga dirinya. Keinginannya untuk menjadi pemenang, menguasai, dan membantumu adalah nyata adanya.

Saat kamu meminta bantuan dia saat itu pula kamu sedang memenuhi harga dirinya. Namun, jangan membuat dirimu lemah dengan selalu mengandalkan dia, kamu hanya perlu memenuhi harga dirinya tanpa membuat dirimu terlihat lemah dan bergantung padanya.

3. Jangan Buang Potensimu Hanya Untuk Menjaga Hatinya


Setiap orang tentu saja memiliki potensi, jangan abaikan potensimu hanya karena kamu takut berada satu langkah didepan lelakimu yang akan membuat harga dirinya terluka.

Karena seharusnya dia akan mendukungmu dan termotivasi jika kamu berada satu langkah didepannya, untuk itu jangan takut untuk mengembangkan potensimu hanya karena menjaga hatinya. Kamu berhak untuk maju tanpa menyakiti harga dirinya.

4. Luka Bisa Datang Kapan Saja, Jangan Larut Dalam Bahagia


Ada yang maha membolak balikan hati manusia. Siapapun bisa berubah jika takdir sudah berkehendak, maka janganlah kamu terlalu bergantung pada lelakimu, jika suatu saat dia pergi dan membuatmu sakit hati kamu akan terpuruk karena kehilangannya.

Jangan jadi perempuan lemah, ada atau tidak ada nya dia kita harus tetap hidup. Maka dari itu sisakan ruang dihatimu untuk menerima rasa sakit, agar ketika hal itu tiba kamu bisa siap dan mengatasinya saat itu juga.

5. Perempuan Berhak Menentukan Jalan Hidupnya Sendiri


Lelaki memang harus dihormati, terlebih jika statusnya sudah menjadi suami. Patuh pada nya merupakan suatu kewajiban perempuan, namun bukan berarti kita tidak lagi punya hak atas diri sendiri.

Ada beberapa hal yang memang kita sendiri yang berhak memutuskannya, tanpa campur tangan lelaki. Jangan sampai karena terlalu tunduk maka kamu kehilangan hak atas dirimu sendiri.

Perempuan hanya butuh perlindungan agar bisa tetap berjalan, bukan bergantung sepenuhnya dan tidak bisa hidup tanpa lelakinya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspirasi & Motivasi

7 Kebiasaan Ini Bisa Membuatmu Dihindari Oleh Para Lelaki

Setiap laki-laki memiliki kriteria perempuan idaman masing-masing. Namun secara umum, ternyata ada beberapa sifat atau kebiasaan perempuan yang cenderung membuat laki-laki justru malah menjauh.

Ini demi kebaikanmu, jika kamu tak ingin laki-laki yang kamu sayang menjauh darimu, lebih baik hindari deh 7 kebiasaan ini.

1. Terlalu Lama dalam Berdandan

Seringkali perempuan lupa diri dalam hal berdandan. Bahkan sampai laki-laki merasa jenuh untuk menunggu perempuan sampai selesai berdandan. Untuk mengatasi masalah ini mungkin kamu bisa mulai berdandan dari jauh-jauh waktu sebelum jam janjimu dengan teman lelakimu.

2. Berpikir Bahwa Seharusnya Laki-lakilah yang Mengalah

Buanglah jauh-jauh pikiran yang satu ini. Cobalah untuk lebih adil dalam menjalin sebuah hubungan. Jangan selalu berpikiran dan menuntut laki-lakilah yang harus selalu mengalah. Karena di beberapa kesempatan, bisa jadi kitalah yang salah. Dan sudah sewajarnya untuk mangalah.

3. Terlalu Cemburu

Dalam sebuah hubungan, cemburu memang diperlukan. Namun jangan sampai rasa cemburumu itu berlebihan. Faktanya sebagian besar laki-laki tak menyukai sikap perempuan yang cemburunya terlalu berlebihan. Bukannya membuat ia semakin yakin jika kamu sayang. Perbuatan seperti ini justru membuatnya merasa terganggu dan jengah padamu.

4. Bertingkah Sok Imut

Apakah kamu pernah menemui perempuan yang bertingkah sok imut di depan pasangannya atau gebetannya? Bagaimana kamu melihatnya, apakah kamu merasa laki-laki yang bersamanya merasa nyaman dan menyukai tingkah perempuan itu? Karena pada umumnya laki-laki justru merasa risih dengan sikap perempuan yang terlalu sok imut.

5. Berbicara Terlalu Keras

Boleh saja berbicara dengan semangat 45 saat sedang mengobrolkan sesuatu yang seru dengan teman. Namun jangan sampai lupa diri ya. Bisa saja sikapmu itu membuat teman lelakimu merasa terganggu dan illfeel loh.

6. Menjadikan PMS Sebagai Alasan untuk Jadi Sosok yang Menyebalkan

Hayoo ngaku, kamu termasuk tidak? Laki-laki pada umumnya tak menyukai perempuan yang seringkali marah tak jelas dan saat ditanya yang dijadikan alasan adalah PMS. Ini adalah hal yang menjengkelkan bagi seorang laki-laki.

7. Menanggapi Masalah Hanya dengan Tangisan

Menangis bukanlah sebuah solusi yang tepat di pikiran laki-laki. Mereka berpikiran bahwa menangis tak akan bisa menyelesaikan masalah yang ada.

Laki-laki tak suka melihat perempuan menangis saat ada masalah karena mereka sadar bahwa kemungkinan kecil bagi mereka bisa meredakan tangisan seorang perempuan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspirasi & Motivasi

7 Perbedaan Ciri Orang Peduli dan Kepo yang Harus Kamu Pahami

Telitilah dalam menilai orang-orang yang ada di sekitarmu. Tak semua orang yang terlihat baik di hadapanmu memang memiliki kepedulian yang tulus padamu. Terkadang ada saja orang yang terlihat mempedulikanmu karena punya alasan tertentu, misalnya karena mereka kepo dengan kehidupanmu.

Nah, untuk itu kamu harus paham tujuh perbedaan ini untuk bisa membedakan mana orang yang sekedar kepo dan mana orang yang memang peduli padamu.

1. Mereka yang Peduli akan Memberimu Pertanyaan untuk Mengerti Kondisimu Bukan untuk Mengumpulkan Informasi Lantas Menyebarkannya

Orang yang benar peduli padamu tak akan bertanya untuk maksud terselubung. Dia mengajukan pertanyaan padamu karena benar-benar ingin mengerti keadaanmu.

Hal ini berbeda dengan orang yang sekedar kepo. Mereka yang kepo akan bertanya padamu untuk mendapatkan informasi sebanyak mungkin tentangmu lalu menyebarkannya.

2. Mereka yang Peduli akan Memberimu Kebebasan untuk Bercerita atau Tidak Sedangkan yang Kepo akan Menggali Informasi Semaksimal yang Mereka Bisa

Pahami dengan benar, orang yang peduli tak akan memaksamu untuk bercerita tentang kehidupanmu. Hal ini sangat berbeda dengan orang yang kepo dimana mereka akan berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan informasi tentangmu.

3. Mereka yang Peduli akan Tetap Peduli Padamu dalam Kondisi Apapun, Sedangkan yang Kepo akan Datang Saat Kamu Mendapat Masalah

Ini menjadi salah satu indikator yang sangat nampak antara orang yang peduli dengan orang yang kepo. Orang yang kepo akan mendadak datang padamu saat kamu tertimpa musibah. Sedangkan orang yang benar-benar peduli akan selalu ada untukmu tak peduli kamu dalam kondisi yang bagaimana.

4. Tanpa Bertanya, Orang yang Peduli Tidak Hafal tentang Kebiasaanmu Secara Rinci, Sedangkan yang Kepo Tahu Mengenai Detail Aktivitasmu

Kamu bisa mengecek apakah temanmu memang orang yang peduli atau hanya kepo terhadapmu. Jika mereka hafal dengan detail apa saja aktivitas dan kebiasaanmu, maka mereka memang ratunya kepo.

Berbeda dengan orang yang peduli dimana mereka tak akan mempedulikan kebiasaanmu, melainkan dirimu.

5. Mereka yang Peduli akan Membantumu Secara Otomatis Tanpa Kamu Minta, Sedangkan yang Kepo Tak Memiliki Keinginan Sedikitpun untuk Membantu

Saat kamu mendapatkan suatu masalah, orang yang peduli akan datang padamu untuk membantu meski kamu tak pernah memintanya. Hal yang berbeda akan ditunjukkan oleh orang yang sekedar kepo tentang kehidupanmu. Mereka tak akan memiliki niat sedikit pun untuk membantumu.

6. Mereka yang Peduli Mencampuri Urusanmu untuk Membantu Merasa Lebih Baik, Sedangkan yang Kepo Mencampuri Urusanmu dengan Maksud Tersembunyi

Mereka yang peduli mungkin ada kalanya harus ikut mencampuri urusanmu. Hal itu karena mereka memiliki tujuan untuk membuatmu merasa lebih baik. Sedangkan orang yang kepo sangatlah berbeda. Mereka datang karena memiliki maksud tersembunyi yang cenderung ke hal negatif.

7. Mereka yang Peduli Selalu Berusaha Mengerti, Sedangkan yang Kepo Ingin Tahu akan Segalanya

Yang terakhir adalah mereka yang peduli padamu mencoba mendekatimu untuk mengerti. Namun berbeda dengan orang yang sekedar kepo. Mereka datang untuk tahu segala hal tentangmu tanpa mempedulikan perasaanmu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top