Hangout & Travel

Untuk Kamu yang Lebih Suka Difoto; Pacarmu Sekarang Sudah Jago Membidik Foto Belum?

Pernah dengar istilah Instagram husband atau Instagram Boyfriend? Nah, dua istilah ini merujuk pada kaum laki-laki yang dituntut harus menguasai skill fotografi saat memotret pasangannya. Apalagi kalau pasangannya adalah pegiat media sosial Instagram, keberadaan Instagram Husband sangat diharapkan.

Kamu sendiri bagaimana? Apakah kamu termasuk yang perfeksionis untuk urusan foto Instagram? Sejatinya tak masalah, sebab itu adalah cara orang mengekspresikan kreativitasnya masing-masing. Sejauh ini, kalau kamu selalu minta tolong ke pacarmu, cobalah jangan hanya memberikan ponsel dan menuntutnya memotret agar kamu terlihat kurus. Hei, yang namanya memotret itu perlu skill. Setidaknya kamu wajib menguasai skill dasarnya dulu baru habis itu ajarilah pacarmu untuk urusan yang satu ini.

Ajarkan Dia untuk Mengambil Foto dari Sudut yang Tepat

Kalau biasanya pasanganmu selalu mengambil foto dari sudut yang sembarangan, kali ini cobalah minta dia untuk berdiri di depanmu. Sebelum mengambil foto, kamu yang mengira-ngira apakah sudut yang dipilihnya sudah proporsional atau belum. Kalau untuk angle badan yang lebih tinggi, mintalah padanya untuk merendahkan kameranya. Yang terpenting, wajahmu harus terlihat jelas.

Latih Pasanganmu untuk Lebih Peka Kalau Melihat Tempat yang Unik

Jalan-jalan ke tempat wisata nan unik tentu jadi kesempatan tersendiri untuk mendapatkan foto-foto yang bagus. Nah, kalau lokasi sudah mendukung, ini saatnya kamu latih pacarmu untuk menentukan titik yang menarik untuk dijadikan latar kalian berfoto. Skill semacam ini bisa dilatih kalau kamu dan dia sering jalan bareng, dia pasti akan terbiasa dan mengetahui seleramu soal tempat-tempat yang terbilang unik.

Jangan Memotret di Area yang Terlalu Banyak Obyeknya

Pastikan bahwa kamu dan dia tak melibatkan banyak obyek saat membidik gambar. Caranya mudah, yaitu saat dia memotret kamu sebagai model, maka kamulah fokus utama pada foto tersebut. Tak perlu banyak perintilan hiasan dari sekitarmu, cukup latar belakang sederhana namun artsy pun sudah bagus daripada terlihat terlalu ramai.

Ajarkan Si Dia Soal Trik Mengambil Gambar dari Bawah

Ini wajib dikuasai oleh kamu yang punya tubuh mungil. Nah kalau kamu sudah tahu triknya, cobalah ajak si dia untuk belajar menguasai trik ini. Caranya sederhana, dari jarak yang tak terlalu jauh, mintalah padanya untuk memotretmu dari sisi bawah sehingga posisi kamera sejajar dengan kaki. Selain membuat tubuhmu jadi terlihat lebih tinggi, kakimu pun jadi lebih jenjang.

Pastikan Kalau untuk Keperluan OOTD, Semua yang Kamu Kenakan Harus Terlihat

Untukmu yang hobi sekali foto OOTD, teknik ini wajib dikuasai oleh pasanganmu. Biasanya karena saking asalnya, pacar atau suami pasti langsung jepret tanpa memperhatikan proporsi. Akibatnya, potret kakimu, misalnya, tak tampil secara menyeluruh tapi terpotong. Yang namanya foto OOTD, wajibnya memang foto seluruh badan dan jangan sampai ada bagian yang terpotong. Di lain sisi, perhatikan juga soal proporsi dan estetikanya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspirasi & Motivasi

Mungkin Kamu Tak Pernah Tahu Perasaan Seorang Kakak Ketika Adik Menikah Duluan

Masih banyak orang berpendapat bahwa menikah seharusnya dilakukan berurutan. Mulai dari kakak tertua, dilanjutkan dengan adik tengah, hingga yang terakhir adalah si bungsu. Tapi nyatanya ada juga banyak kisah di mana sang adik justru menikah duluan. Kisahku salah satunya.

Tapi kurasa tak perlu sedih. Lagipula itu hari bahagia adikku, untuk apa aku menyimpan laraku? Aku percaya, sama halnya dengan kematian, perkara jodoh pun rahasia Tuhan. Nyatanya memang ada kan orang-orang yang memang harus menunggu jodohnya lebih lama dibanding orang lain…

Merasa Bangga, Sebab Nyatanya Adikku Telah Cukup Dewasa

Saat hari H pernikahan dan melihatnya berdiri di samping pasangan hidup yang akan menemaninya menapaki kehidupan yang baru, tentu sebagai kakak akan merasa lega sekaligus bahagia. Ternyata adikku sekarang cukup dewasa untuk menerima tanggung jawab dalam bahtera rumah tangga.

Aku Bahagia Melihat Kedua Orangtuaku, Kendati Bukan Aku yang Mengukir Senyum Mereka di Hari Itu

Melihat kedua orangtua kita berdiri di pelaminan tentu membuatku bahagia. Ada sinar bahagia yang terpancar dari mata keduanya. Mereka berdiri, menyambut tamu, memberikan senyum terbaiknya sembari berbangga dapat mengantarkan satu anaknya telah menemukan pendamping hidupnya.

Momen bahagia itu pun turut membuatmu senang, meski aku sadar bahwa bahagia itu datangnya belum dari diriku. Tapi bahagia yang kurasakan pun tulus adanya.

Tapi Di Lain Sisi, Ada Rasa Kesal Sebab Tetangga Jadi Terfokus Padaku

Sejak kabar adikku menikah dibagikan pada sekitar, selama proses persiapan pernikahan, hingga hari H, kamu merasa para tetangga justru fokus pada statusku.

Mereka ada yang terang-terangan menanyakan kabarku, ada juga yang bergosip di belakangku perihal diriku yang dilangkahi oleh sang adik yang menikah lebih dulu.

Yang paling pilu, ada yang mencoreng momen bahagia ini dengan menganggapku tak laku. Apa yang sedang mereka ucapkan benar-benar menyebalkan. Tapi aku memilih untuk menutup dua telingaku.

Ada Benarnya Aku Menutup Kedua Telingaku, Tapi Ada Juga Momen Aku Sempat Dibuat Tak Percaya Diri Oleh Gosip yang Beredar

Karena pandangan mereka, kendati tak merasa benar, ada kalanya aku jadi dirundung rasa minder. Terutama bila harus berkumpul dengan keluarga besar dan tetangga.

Walau aku tahu aku harus mengalahkan perasaan ini, aku hanya heran saja mengapa mereka seoalh memiliki pikiran tentang diriku. Bahkan aku pun juga merasa takut jika ada pertanyaan atau topik yang menjurus pada masalah pernikahan.

Setelah Pesta Usai, Entah Mengapa Jadi Ikut Tebersit Ingin Segera Menemukan Tambatan Hati yang Tepat dan Melenggang ke Pernikahan…

Saat melihat adik menikah, entah mengapa jadi memiliki keinginan lebih kuat dari sebelumnya untuk menikah. Tapi tenang di sisi lain, aku pun tak lupa bersyukur karena masih punya kesempatan untuk dihabiskan bersama orangtua, sebelum nantinya aku berkeluarga.

Kamu punya cerita yang sama denganku? Begini, satu hal yang harus sama-sama kita percaya, yaitu takdir masing-masing orang akan berbeda. Pun jika ternyata adik menikah lebih lebih dulu. Aku hanya perlu bersabar, jodoh sedang disiapkan untuk dikeluarkan pada waktu yang tepat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

Laki-laki Tak Sekhawatir Perempuan Lho Saat Gebetannya Tak Kunjung Membalas Pesan

Cap cuek, tak peka, bahkan terlalu santai memang sering disematkan pada laki-laki. Termasuk saat mereka tak menunjukkan gerak gerik khawatir bila gebetan tak kunjung membalas pesan. Sebagai perempuan, kita pasti sering bertanya-tanya ‘kan, kenapa dia bisa begitu cueknya.

Begini, sebenarnya bukannya laki-laki itu tak peka, hanya saja mereka tak mau memperlihatkan perasaan yang sesungguhnya. Ada sisi yang menurut mereka terlihat tak gentlemen, maka sebaiknya ditutupi saja. Sebenarnya dia sama-sama paniknya seperti perempuan, hanya saja mereka bisa sedikit lebih tenang. Lima hal ini yang sering terlintas di pikiran mereka saat gebetannya tak kunjung membalas.

Bahkan Sekalipun Gebetannya Tak Membalas Pesan, Mereka Enggan Ambil Pusing Akan Hal Itu

Untuk apa membuat skenario dalam diri sendiri padahal tak benar-benar terjadi? Kira-kira itu yang ada di kepala mereka. Kalaupun gebetannya tak membalas pesan, mereka tak akan ambil pusing akan hal itu. Yup! Mereka selalu punya cara untuk berpikir santai dan menunjukkan kalau semuanya akan baik-baik saja.

Sebab Menurut Mereka, Gebetannya Punya Alasan atau Kesibukan Tersendiri yang Mungkin Patut Dimaklumi

Saat gebetannya tak membalas chat dalam waktu lama, biasanya dalam terlintas dalam benak lelaki adalah gebetannya memang sedang sibuk. Entah sibuk kuliah atau kerja sehingga tak sempat untuk mengobrol. Dalam fase pedekate, lama-kelamaan lelaki akan hapal soal kebiasaan dan aktivitas gebetannya. Jadi ya pasti mereka maklum kalau gebetan atau mungkin kelak sosok yang jadi kekasihnya tak sempat memberinya kabar.

Kendati Begitu Mereka Tak Gengsi Lho, bila Memang Kangen Pasti Mereka Menghubungi Gebetannya Duluan

Tapi kalau sudah kangen, tenang, mereka tak akan sungkan untuk langsung menelepon dibanding hanya chat. Saking tak bisa menunggu, laki-laki akan memutuskan untuk menelepon langsung dan menanyakan kabarnya atau mungkin langsung saja bertemu. Menariknya, laki-laki cenderung tak suka basa-basi dan lebih memilih untuk bertindak daripada hanya diam saja.

Kalaupun Awalnya Merasa Tak Tenang dan Khawatir, Lelaki Selalu Punya Caranya Tersendiri untuk Coba Menenangkan Diri

Jika dalam waktu sehari atau bahkan dua hari—mungkin karena sedang ada kegiatan outdoor atau kesibukan pekerjaan  yang membuat gebetannya jadi jarang mengabari si lelaki, tentu mulai ada rasa khawatir dan rindu yang datang. Hanya saja, cara mereka menghadapi situasi tersebut tak selebay perempuan. Mereka akan tetap tenang dan berpikiran positif, kalau gebetannya memang sedang benar-benar sibuk atau mungkin ada kendala tertentu sehingga tak bisa membalas chat.

Tapi jika Sampai Berhari-hari Tak Ada Kabar, Jelas Ada Rasa Khawatir dan Bertanya-tanya Kenapa Gebetannya Berlaku Demikian

Tapi jika gebetan sudah tak  menghubungi sampai berhari-hari lamanya misalnya seminggu, itu jelas akan membuat pihak laki-laki bingung dan benar-benar cemas. Mereka akan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dan berusaha menghubungi gebetannya itu baik dengan telepon, sms, atau menemuinya langsung. Hal itu semua mereka lakukan karena dirinya peduli dan takut kehilangan tentunya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

Bila Kekasih Tak Kunjung Melamar, Mungkin Kualitasmu Masih Sebatas Pacar

Satu-satu dari temanmu sudah banyak yang mengakhiri masa lajangnya. Kamu jadi berpikiran sepertinya tinggal kamu saja yang belum kelihatan tanda-tanda akan dilamar kekasihmu. Kamu pun mulai gencar memberi kode atau bahkan blak-blakan mengungkapkan kapan mau melamar.

Padahal, urusan lamaran yang diperlukan bukan hanya kesiapan hati saja, tapi benarkah dirimu memang sudah benar-benar siap dan memenuhi syarat untuk dipinang? Bukannya dia ragu, nyatanya ada lho beberapa lelaki yang memilih tak melamar gadisnya karena mereka merasa ada kualitas diri yang perlu ditingkatkan dahulu sebelum akhirnya kamu dan dia serius melangkah ke jenjang yang lebih serius yaitu pernikahan.

Coba Tilik Lagi Sikapmu Saat Menghabiskan Waktu Bersamanya, Sudahkah Kamu Mampu Menghargai Keberadaannya?

Seperti ilustrasi di atas, ada lho saatnya pasanganmu merasa tak nyaman dengan tingkah lakumu saat kalian sedang kencan berdua. Entah karena kamu selalu sibuk dengan gawai sehingga momen quality time yang tadinya diharapkan pasanganmu justru tidak terjadi. Kencan terasa datar dan akhirnya kamu dan dia tidak menikmati sesuatu dari pertemuan itu. Kalau kamu masih sering berlaku demikian, coba perbaiki dulu ya, Kawan. Menyimpan gawai sebentar tak akan merugikanmu, apalagi ini demi kebaikan hubungan.

Cintai Dirimu Terlebih Dahulu Baru Kamu Bisa Merasakan Betapa Besar Cinta Pasanganmu Itu

Kenapa kukatakan demikian? Sebab orang yang sukar mencintai dirinya cenderung punya karakter yang mudah khawatir. Lebih jauh lagi, kekhawatiran itu menutup matanya kalau ada orang yang bisa mencintainya setulus hati. Perempuan suka khawatir dirinya tidak cantik, tubuhnya terlalu kurus atau gemuk, bahkan kurang menarik di depan pasangannya.

Padahal, untuk jadi seseorang yang layak untuk dipinang, kamu harus percaya diri lebih dahulu dan mencintai dirimu apa adanya. Orang yang sudah berdamai dengan kekhawatirannya, akan lebih nyaman bila diajak untuk menjajaki hubungan yang lebih serius.

Mungkin Juga Karena Kualitas Dirimu dan Empatimu Masih Terasa Kurang di Mata Pasanganmu

Bagaimanapun, lelaki pasti mendambakan perempuan yang lembut hatinya. Tapi kalau kamu saja hobinya masih menjelekkan keburukan orang, terutama saat sedang bersama pasangan, bukankah wajar kalau pacarmu itu jadi mempertimbangkan lagi untuk melamarmu atau tidak.

Membicarakan orang lain apalagi soal keburukannya bukanlah kebiasaan baik. Sebaiknya kalau mungkin kamu sadar masih suka melakukan hal ini, cobalah untuk mengurangi intensitasnya. Toh membicarakan orang lain tak akan membawa dampak apa-apa untukmu, ‘kan?

Saat Ada Masalah Berdua, Caramu Menghadapinya Seringkali Jadi Pertimbangan Pasanganmu Juga Lho, Kawan

Mungkin dia sudah berjanji untuk mengajakmu nonton di akhir pekan. Tapi ketika saatnya tiba, dia justru membatalkan janjinya. Tapi bukannya menanyakan apa penyebabnya, kamu justru menyampaikan kekesalanmu yang bertubi-tubi.

Walau memang kalau menurutmu hal tersebut sah-sah saja, apalagi janji yang sudah kalian buat dibatalkan secara sepihak, tapi bukankah jauh lebih baik kalau kamu tanyakan dulu alasan kenapa dia tiba-tiba berubah pikiran seperti itu? Menjadi pasangan yang bijak memang sulit, tapi bukan berarti kamu tidak  bisa lho, Kawan.

Selalu Bergantung dengan Pasangan dalam Hal Sekecil Apa pun Justru Membuat Pasanganmu jadi Terkekang dan Serba Salah

Jadilah perempuan mandiri yang bisa membagi dan mengisi waktu dengan apa pun yang disukainya. Kalau kerjaanmu hanya sibuk main gawai, lalu ngobrol dengan pasangan, kemudian tak punya hobi apa pun yang bisa kamu geluti, hal itu akan membuatmu jadi terus-terusan bergantung ke pasangan.

Repotnya, saat pasangan harus meninggalkanmu sejenak karena ada keperluan kantor atau ada acara bersama teman-temannya, kamu pun jadi kelimpungan dan merepotkan pasanganmu, ‘kan? Percayalah, pasanganmu pun akan jauh lebih suka kalau kamu bisa mandiri dan tak selalu bergantung padanya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top