Love & Sex

Trik Cari Tahu Pria Suka ‘PHP’ atau Bukan, agar Kamu Nggak Mudah Baper

Saat dekat dengan seorang pria, kamu yang berstatus single tentunya merasa senang bukan? Selama ini inbox  WhatsApp yang sellau sepi kini ramai kembali. Hari-harimu kembali berwarna-warni karena kini ada yang memperhatikan penampilanmu, mengingatkanmu makan, bahkan mengajakmu nonton.

Tetapi, lama-kelamaan walaupun kamu dan dia dekat, kok dia tidak kunjung menyatakan perasaaannya padamu ya? Kamu jadi bingung dengan statusmu dan dia. Disebut teman, tapi kedekatan kalian sudah lebih dari sekedar teman, tetapi mau disebut pacar pun tidak bisa, karena kamu dan dia belum saling menyatakan cinta.

Apakah Dia Termasuk Tipe Pemberi Harapan Palsu?

Menurut seorang pakar cinta, Lex DePraxis, memang sulit membedakan apakah pria yang sedang dekat saat ini adalah pemberi harapan palsu ataukah seorang yang tulus mencintaimu.

Satu-satunya jalan yang paling sederhana untuk mendapat kejelasan tentang hubungan kalian adalah dengan mengajaknya pergi kemudian bertanya padanya. Jika kamu tipe wanita nekat, bisa juga dengan cara menggandeng tangannya atau merangkulnya. Kemudian unggah kemesraan kalian lewat media sosial.

Siapkan Mental Sebelum Bertanya Tentang Kejelasan Hubungan Kalian

Sebelum kamu bertanya tentang kejelasan hubungan kalian saat ini,  pastikan kamu sudah siap secara mental. Hal ini sebagai langkah antisipasi jika kamu ‘ditolak’. Ditolak dalam artian ternyata selama ini kamu salah menangkap sinyal-sinyal kedekatan yang kalian telah lakukan selama ini.

“Kalau si dia yang kamu cinta nyatanya keberatan saat kamu gandeng tangannya atau saat dirangkul, kemungkinannya ada tiga. Satu, kamu telah salah menangkap  sinyal dari dia. Dua, dia memang tipe pria yang PHP aja. Tiga, dia hanya ingin bermain-main saja, tidak terlalu ingin menjalani hubungan yang serius, alias TTM saja,” jelas Lex.

Kebiasaan Orang Indonesia adalah Terlalu Lama ‘Chatting’ di  Messenger, Jadi Tak Heran Kalau Gampang Baper

Lex melanjutkan, kesalahan yang sering dilakukan oleh orang-orang di Indonesia adalah terlalu lama mengobrol di chatting melalui dunia maya, sehingga timbul rasa baper padahal belum pernah bertemu dan mengobrol langsung dengan orang yang diajak ngobrol. Maka dari itu, Lex tidak menyarankan untuk kelamaan chatting sehingga tidak timbul perasaan terlalu berharap.

Apakah ada Kelakuannya yang Menandakan Dia Suka Padamu?

Tanda-tanda seorang priamenyukai wanita bisa dilihat dari kelakuannya. Saat bertemu, bisa jadi dia selalu berusaha tampil baik dan berbuat baik padamu. Itu dilakukannya untuk menimbulkan kesan baik terhadapmu. Ia pun bersikap protektif pada dirimu padahal baru saja dekat. Dia tidak ingin kamu dekat-dekat dengan pria lain saat kalian jalan berduaan.

Kamu juga bisa melihat dari tanda-tanda kegugupannya. Bila ia membuang pandangan saat kepergok sedang memandangmu, bisa jadi dia memang menyukaimu tetapi masih malu-malu.

Apakah Dia Sering Memujimu? Bisa Jadi Ini Tanda Dia Memang Ingin Lebih Dekat Denganmu

Apabila dia sering menyadari perubahan yang dilakukan olehmu untuk menarik perhatiannya, bisa jadi itu tanda dia memang menyukaimu. Ditambah lagi jika dia melontarkan pujian manis kepadamu, itu artinya dia memang perhatian padamu. Tetapi, jangan cepat mudah tersipu, perhatikan matanya apakah dia benar-benar tulus memuji dan memerhatikanmu atau hanya ingin terlihat baik saja di depanmu.

Saat sedang jalan berdua, ‘paksa’ dia untuk  mengatakan perasaannya padamu. Misalnya, buat dia cemburu, katakan padanya,

“Eh menurut kamu si C gimana ya? Baik gak? Sudah punya pacar belum ya? Kalau belum, aku mau deh deketin dia.. hehe,”

Kamu bisa dengan mulai memanas-manasinya saat sedang mengobrol berdua dengannya. Lihat ekspresinya. Pria yang cemburu biasanya akan diam sejenak atau tiba-tiba mengalihkan perhatian dan mengajkmu mengobrol topik lainnya.

Jika Terlalu Lama Kedekatan Ini Berlanjut dan Dia Tidak Juga Ungkapkan Perasaan, Tinggalkan!

Pada akhirnya, kalau kedekatan kalian hanya jalan di tempat dan dia tidak kunjung mengungkapkan perasaannya lebih baik tinggalkan dia daripada hanya membuang waktumu saja. Menunggunya, hanya akan membuatmu lelah dan kehilangan kesempatan untuk dekat dengan pria lain.

Dia yang tidak juga mengungkapkan perasaannya padamu telah membuktikan bahwa dia sebenarnya tidak serius denganmu. Dia hanya menganggapmu sekedar teman dekat, teman yang bisa diajak mengobrol kapanpun, seorang teman yang bisa mengisi kekosongan hari-harinya.

Dia tidak akan merasa kehilangan jika kamu tidak ada. Dia adalah orang yang tidak pernah peka terhadap perasaanmu sampai kapanpun. Lebih baik tinggalkan dia dan cari pria baru yang benar-benar tulus mencintaimu.

Sebagai wanita, jangan mau perasaanmu ‘digantung’ begitu saja oleh pria. Selagi masih muda, kita tidak harus berharap pada satu priasaja. Demi mendapatkan pasangan hidup yang terbaik untukmasa depan,jangan lelah untuk terus mencarinya. Kamu adalah satu-satunya orang yang berhak untukmenentukan kebahagiaanmu sendiri, jangan sampai kebahagiaanmu rusak hanya karena ‘digantung’ oleh pria yang tidak jelas akan membawa hubunganmu kemana.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Hangout & Travel

Meski Naik Matic, Harus Tetap Apik

Kadang kamu menyepelekan motor matic. Body motor yang ramping dan bobot yang ringan bikin banyak kaum hawa menganggap remeh faktor keamanan ketika berkendara. Apalagi jarak tempuh yang dekat kadang jadi alasan tak pakai perlengkapan keamanan. Padahal soal kemananan bukan perkara jarak loh!

Jauh dan dekat kita tetap harus mempersiapkan diri dengan baik. Nah, kamu harus mulai memperhatikan keamanan dirimu ya. Ini caranya.

Cuma Karena Khawatir Rambut Rusak Jadi Tak Mau Pakai Helm?

Sudah risiko kalau naik motor ya, rambut akan sedikit berantakan. Jangan jadikan alasan ini untuk tidak menggunakan helm. Lebih baik kamu mempersiapkan sisir untuk merapihkan rambut kamu setelah kamu melepaskan helm.

Helm juga jangan sembarangannya. Bukan cuma perkara fashion, tapi ini soal keamanan juga. Sesuai dengan UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 57 ayat (1), setiap pengendara bermotor—termasuk pengguna motor matic tentunya—diwajibkan memakai helm standar nasional Indonesia (SNI).

Tenang, helm-helm berstandar SNI juga sudah banyak yang tanmpilannya oke dan fashionable kok. Masih berani melanggar? Siap-siap kena tilang hingga denda mencapai Rp 250 juta ya.

Pakai Jaket dengan Bahan yang Berkualitas

Saat berkendara, siap-siap terpapar angin. Karenanya kalau tak ingin kedinginan atau didera angin sepanjang jalan, pakailah jaket selama berkendara. Selain demi alasan keamanan, fungsi jaket akan membuatmu tetap nyaman meski cuaca terik bahkan dingin sekalipun.

 

Area Tangan pun Wajib Terlindungi

Masih banyak yang suka mengabaikan fungsi sarung tangan. Padahal punggung tanganmu sudah sepatutnya terlindungi supaya tidak belang saat sedang berkendara melawan cuaca terik. Di lain sisi, saat terik, kulit tangan akan cepat berkeringat dan permukaan tangan jadi lebih licin. Namun dengan keberadaan sarung tangan, kamu tak perlu risau perkara keringat di telapak tangan.

Pakai Celana Panjang demi Melindungi Area Kaki Selama Berkendara

Fungsi celana panjang setara dengan jaket. Yaitu demi alasan kenyamanan dan keamanan agar kulit kakimu tetap terjaga selama berkendara. Terutama wanita, mengenakan celana panjang lebih aman dibanding memakai rok atau celana pendek.

Simpan Dahulu Sendalmu, Usahakan Pakai Sepatu, Lupakan High heelsmu!

Demi alasan keamanan, memakai sepatu juga jadi hal wajib. Penggunaan sepatu tak akan membuat pijakanmu jadi terasa licin dan sangat memudahkan pengendara saat motor berhenti dan kaki perlu menopang motor di atas aspal. Ada baiknya menggunakan sepatu khusus berkendara atau minimal yang menutupi area kaki hingga atas mata kaki.

Lalu, jangan sekali-kali menggunakan high heels ya. Tampilannya mungkin bagus tapi menggunakannya ketika naik motor bisa sangat berbahaya. Pijakanmu tidak akan stabil dan belum lagi akan menyangkut sana dan sini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspirasi & Motivasi

Dia yang Cemburunya Sudah Keterlaluan, Apa Pantas Dipertahankan?

Konon cemburu dari sosok pasangan katanya adalah tanda sayang, tapi bagaimana jika hal ini sudah masuk dalam kategori berlebihan? Tak lagi senang, kita mungkin kerap merasa kesal.

Akan tetapi, berhubung cemburu tak selalu terlihat dengan gambaran yang berbeda. Ada beberapa hal yang juga perlu kita perhatikan dari cemburu yang mungkin ditunjukkan oleh si dia. Untuk itu cobalah baca beberapa tanda dibawah ini, barangkali pacarmu juga memiliki sikap yang sama.

Dirinya Menelponmu Berkali-kali Sepanjang Waktu, Hanya Untuk Tahu Kamu Dimana

Yap, ini jadi tanda awal yang biasanya ia tunjukkan kalau sudah mulai cemburu dengan kadar yang berlebihan. Dirinya selalu merasa ingin tahu, segala hal yang kita lakukan. Tanpa merasa bahwa kita juga bebas melakukan hal lain, ia justru memanfaatkan telepon sebagai media yang sangat menganggu diri.

Pokoknya apa saja yang kamu lakukan, harus masuk dalam laporan. Seolah ia selalu ingin tahu semua tanpa terkecuali. Bahkan jika kamu hanya akan duduk santai di rumahpun ia selalu ingin tahu.

Jika Kamu Menghabiskan Waktu Bukan dengannya, Maka Dia Akan Sangat Marah

Entah dengan alasan apa saja, dirinya terlihat selalu mudah marah hanya karena berbagai hal yang harusnya tak perlu. Apalagi ketika kamu ketahuan bepergian bukan dengan dirinya. Selalu ada rasa curiga, bahkan jika kamu sedang bersama dengan keluarga.

Baik jika itu disampaikan dengan bahasa yang enak didengar, namun sialnya ia justru sudah lebih dulu emosi. Untuk kemudian berkata-kata karena tak suka.

Ia Tak Suka Kala Kamu Berbicara dengan Laki-laki Lain

Ya, dia memang pacar kita, namun bukan berarti tak boleh ada laki-laki lain lagi kan di hidup ini? Bahkan sekalipun itu adalah seorang teman, ia akan selalu menunjukkan kekesalan walau kita hanya sebatas mengobrol biasa.

Tanpa perlu berlama-lama untuk mempertimbangkan, laki-laki dengan tipe seperti ini rasanya tak pantas untuk dipacari. Masih pacaran saja sudah tak boleh berinteraksi dengan orang lain, bagaimana jika nanti sudah menikah?

Tanpa Merasa Kamu Punya Privasi, Ia Kerap Memeriksa Sosial Mediamu Tanpa Bilang-bilang

coba ingat lagi, berapa kali ia membuka sosial media milikmu tanpa meminta izin terlebih dahulu? dua kali? tiga kali? atau justru sering sekali? jika ternyata iya, itu artinya dia memang tak menghargaimu sebagai pasangannya.

Bentuk sayang tak selalu ditunjukkan dengan mengekang pasangan, karena sebagai perempuan kita juga paham. Mana batasan yang tak boleh dilanggar dalam menjalin hubungan. Jika perkara sosial media saja sudah semena-mena, apalagi hal lainnya.

Bahkan Dirinya Selalu Membatasi Segala Aktivitas dan Ruang Gerakmu

Suatu kali, ada satu hal yang tak jadi kamu lakukan hanya karena terhalang izin dari pasangan. Entah itu bepergian dengan teman, berlibur bersama kawan kantor, atau bahkan kepentingan pribadi yang kamu inginkan saja, akhirnya harus kamu urungkan.

Percayalah segala sesuatu yang berlebihan itu tak akan berbuah sesuatu yang baik. Begitu pula dengan cemburu yang katanya adalah bentuk sayang dari pacarmu. Jika sudah berlebihan, coba pikirkan ulang. Haruskah kamu akan tetap bertahan?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

Terus Menempel dan Mengandalkan Pasangan Hanya Akan Membuatmu Tergantung Padanya

Mencintai pasangan ya wajar-wajar saja. Namun jangan sampai perasaanmu berlebihan dan membuatmu justru terus-menerus bergantung padanya. Kamu seakan-akan tak bisa hidup tanpanya. Wah kalau sudah begini, sejatinya ada yang salah dalam diri dan hubunganmu.

Sejatinya, selagi masih menjalin relasi pacaran, kamu dan dia sedang sama-sama belajar untuk membuka diri dan mengenal satu sama lain. Bukan mengeksploitasi keberadaan pasangan dan seterusnya menempel padanya. Dia masih punya kehidupan yang tak bisa kamu intervensi, nah kalau kamu terus-terusan menuntut dia untuk selalu dekat denganmu selama seharian penuh, apa iya hubunganmu memang terbangun atas dasar cinta dan pengertian?

Rasanya Kelu Sekali untuk Berkata Tidak Saat Dia Meminta Sesuatu Darimu

Sekian banyak perempuan tak berani berargumen. Kita memilih diam dan menuruti segala kemauan pasangan agar terhindar dari konflik. Nah, kalau kamu tipe perempuan  yang seperti ini, itu tandanya kamu sudah begitu tergantung padanya. Begini, setidaknya beranilah untuk menyanggah sesuatu yang mungkin tak sesuai dengan kemauanmu. Kalau terus-terusan menyetujui pendapatnya, yang ada kamu kehilangan jati diri dan jadi cenderung kurang menikmati hubungan.

Kamu Seperti Tak Punya Pendirian dan Akhirnya Lebih Suka Mengucapkan Kata Terserah

Coba ingat lagi, seberapa sering kamu melontarkan kata terserah? Entah saat menentukan tempat makan, tujuan kencan, atau kemanapun. Ketahuilah tanda paling remeh kalau kamu sudah bergantung dengan pacarmu adalah selalu pasrah dan mengucap kata terserah. Tidak baik membiarkannya terus melekat pada dirimu dan hubunganmu. Ya, kamu perlu mengurangi ketergantunganmu sedikit demi sedikit. Sebab bagaimana pun juga kamu perlu belajar bahwa kamu punya hidup dimana kamu tak seharusnya terus bergantung pada pasanganmu.

Di Lain Sisi, Kamu Selalu Mengusahakan Diri untuk Meminta Maaf Lebih Dahulu

Ini juga tanda kalau kamu benar-benar ketergantungan padanya. Saat pasangan mulai marah, kamu jadi sedikit frustasi dan merasa kalau apapun yang terjadi lantaran kesalahanmu. Ya, banyak perempuan yang sangat tergantung pada pasangan dan akhirnya memilih mengalah kalau pasangannya mulai marah. Demi menghindari konflik, perempuan akhirnya berinisiatif meminta maaf terus-terusan. Hei kamu, terlalu mudah minta maaf yang ada justru membuatmu lupa arti pentingnya komunikasi yang baik demi menjaga keutuhan hubungan kalian.

Makin Kesini, Intensitas Pertengkaran Semakin Sering Terasa

Karena terlalu sering pasrah dan minta maaf lebih dulu, bisa saja pasanganmu semakin merasa berada di atas angin. Alhasil, kamu terpikir tetap merasa butuh dia tapi  belum tentu sebaliknya. Dia selalu menjadikanmu kambing hitam setiap ada masalah. Intensitas pertengkaranmu dengannya pun lebih sering terjadi. Tapi bagimu, kamu terlalu takut untuk memulai hidup sendiri dan ciut dengan kesedihanmu. Karenanya, dibanding kehilangan dirinya, lebih baik kamu kompromi dengan keadaanmu. Hei, kamu sehat?

Kamu Berpikir Hanya Dialah Satu-satunya Sumber Kebahagiaanmu

Sejak awal hubungan, tanamkan dalam hatimu kalau sumber kebahagiaanmu bukanlah ada di satu orang. Sebab kalau demikian, kamu berada dalam situasi berbahaya. Ada banyak sumber kebahagian di dunia ini, dan jika kamu hanya melihat pasanganmu sebagai satu-satunya sumber kebahagiaan, kamu tak akan menemukan kebahagianmu yang sejati. Apalagi ketika pasanganmu suatu saat meninggalkanmu, kalau kamu terlalu bersandar padanya, kepada siapa kamu mencari kebahagiaan selanjutnya?

Bahkan Kemanapun Kamu Pergi, Kamu Tak Bisa Pergi Tanpanya

Datang ke suatu acara, harus sama dia. Pergi liburan bersama teman, harus bareng dia. Hei, kamu masih punya sisi kehidupan  yang lain. Kurang-kurangilah ketergantunganmu padanya. Meski kamu merasa ada yang kurang kalau pergi ke suatu tempat tanpa pacarmu, tapi itu lebih baik daripada kamu terus-terusan bergantung pada keberadaannya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

Sebab Membuka Topik Soal Mantan Tanpa Perseteruan, Bisa Jadi Pertanda Kamu dan Dia Sudah Sama-sama Terbuka

Dari sekian banyak topik saat mengobrol bersama kekasih, mungkin pembahasan soal mantan pacar jadi salah satu hal yang paling kamu hindari. Sebab mungkin ya wajar saja kalau kamu justru menganggap mantan si dia sebagai rivalmu. Lumrah saja. Tapi begini, yang namanya topik soal mantan pasti akan muncul dalam pembicaraan kalian. Hanya saja sikap dan responnya ya tergantung pada kalian yang menjalani hubungan. Sebab di lain sisi, mengulas soal masa lalu tanpa berseteru sejatinya menunjukkan kalau kamu dan dia sudah sama-sama dewasa dan terbuka satu sama lain.

Sadar Tak Sadar, Kamu dan Dia Bisa Semakin Mengenali Kepribadian Pasangan Lebih Dalam Lagi

Ya, mengulas soal mantan pacar tak melulu harus dibumbui dengan kecemburuan. Justru, ketika kamu bisa tahu soal masa lalunya, selain kamu dan dia jadi lebih terbuka, kamu pun bisa semakin mengenali pasangan lebih dalam lagi. Sepilu apa pun kisahnya, sejatinya kamu berhak tahu, dan berilah waktu serta telinga untuk mendengar. Yang terpenting kamu meyakini, dia memang benar-benar sudah usai dengan masa lalunya dan kini berfokus pada hubungan kalian.

Di Lain Sisi, Kamu dan Dia Sedang Melatih yang Namanya Keterbukaan

Keterbukaan pun perlu dilatih ya Kawan. Topik soal mantan, bukannya dilarang untuk diceritakan, hanya saja butuh keberanian dan sikap dewasa untuk menyampaikannya. Begini, topik soal mantan bisa dibilang ranahnya cukup berat sebagai topik obrolan dengan pasangan. Hanya saja, kalau kamu terbiasa mendiskusikan hal yang sedikit berat dan serius, hal ini akan melatih kamu dan pasangan untuk semakin lebih terbuka. Ke depannya, kamu dan dia pun tak mudah terpancing emosi kalau sedang didera konflik.

Kalau Hendak Membahas Soal Mantan Pun Perlu Waktu yang Sekiranya Tepat…

Salah timing alias salah waktu kalau hendak membahas mantan yang jelas bisa memicu pertengkaran. Karenanya mungkin kalau kamu penasaran dan memang ingin tahu tentang mantan dari pacarmu, setidaknya lihat dulu mood pasanganmu. Kalau memang mood-nya baik-baik saja, coba saja pancing dengan pertanyaan ringan. Tapi kalau dia sedang suntuk apalagi dirinya pulang kerja, ya lebih baik jangan.

Tapi yang Terpenting, Sampaikan Rasa Syukur Tentang Keberadaan Pacarmu yang Sekarang

Begini, yang namanya menyampaikan rasa syukur soal keberadaan pasanganmu yang sekarang, tentu akan membuat dia merasa bahagia dan jauh lebih baik dari mantanmu. Mengatakan bahwa kini kamu lebih bahagia saat bersamanya, ya ini semacam trik agar saat berdiskusi soal mantan, hati pasanganmu tetap sejuk. Tapi tetap utamakan kejujuran ya. Jangan sampai kamu melontarkan syukurmu hanya sebatas ungkapan klise.

Di Lain Sisi, Cukup Jadikan Bahan Obrolan Sekali Waktu Saja

Menghindari cerita secara mendetail soal mantan jauh lebih baik agar tak memicu pertengkaran. Cukup ceritakan poin-poinnya saja. Misal ketika bercerita tentang bagaimana kalian dulu putus, cukup ceritakan singkat tentang penyebabnya seperti sudah tak cocok atau kamu diselingkuhi. Ya, tak perlu diceritakan urutan kejadiannya karena yang ada justru membuat situasi dan obrolanmu jadi awkward. Hargai juga privasi pasanganmu ya!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top