Love & Sex

Tidak Perlu Khawatir Jika Kamu dan Pasangan Sering Bertengkar, Itu Justru Tanda Kelanggengan Hubungan

Suguhan pemandangan tentang hubungan yang baik selalu digambarkan dengan keharmonisan, mesra dan berbagai hal manis lainnya. Terfokus pada hal itu, kita sering lupa bahwa sebuah hubungan pastilah juga mengalami yang namanya pertengkaran.

Tidak perlu khawatir atau takut jika hal itu akan membuat hubunganmu dengan si dia malah menjadi retak jika sering bertengkar, karena tak selalu begitu. Justru hal itu akan membuat kita lebih mengenali karakter masing-masing.

Sebelum merasa khawatir untuk beberapa kemungkinan yang belum tentu terjadi. Ada hal-hal yang seharusnya bisa kita dapatkan jika sering bertengkar dengan pasangan. Apa saja ya kira-kira ?

Kita Jadi Lebih Mengenal Bagaimana Karakter Pasangan Kita Sebenarnya

Jika selama ini kita selalu menganggap pertengkaran menjadi sebuah pertanda awal dari keretakan hubungan, tidaklah selamanya benar. Hal lain yang mesti kita ketahui bahwa pertengkaran kadang membantu kita untuk lebih mengenal dan memahami karakter masing-masing.

Setelah bertengkar, pastilah ada pelajaran baru yang akan kita pahami tentang dirinya. Dari titik ini, kita lebih banyak belajar untuk bisa lebih memahaminya lagi.

Juga Membuat Kita Lebih Saling Perhatian Lagi

Berbagai alasan untuk pertengkaran yang kita rasakan salah satunya mungkin disebabkan oleh rasa ingin diperhatikan olehny. Nah, begitu pula sebaliknya. Dia juga mungkin ingin diperhatikan lebih oleh kita sebagai pasangannya.

Hal ini jelas akan membuat hubungan yang kita jalin tetap berjalan dan mempererat rasa yang dimiliki. Dengan kata lain, hal ini jadi salah satu bukti bahwa pertengkaran itu bertujuan untuk membuat satu sama lain.

Pertengkaran Memang Menyinggung Perasaan, Tapi Juga Membuat Kita Sadar

Mementingkan ego mungkin adalah penyebab utama yang memicu pertengkaran yang terjadi dalam sebuah hubungan. Jika sudah terjadi hal yang perlu diperhatikan adalah, bagaimana sikap kita dan pasangan setelah kejadian tersebut.

Apakah tetap bertahan dengan ego yang dimiliki atau menjadikan itu sebagai pelajaran yang akan membantu kita untuk menghilangkan keegoisan? Karena ego yang berlebihan tidak akan membuatmu jauh lebih baik justru sebaliknya hal itu bisa menyakitimu dan pasanganmu.

Hal Lainnya, Tak Perlu Jadi Orang Lain Untuk Menyampaikan Sesuuatu yang Tak Disuka

Menjadi diri sendiri adalah hal yang memang sudah seharusnya kita lakukan, terlebih dalam menjalin hubungan. Maka ketika kita dihadapkan dengan pertengkaran, kita tidak perlu menjadi orang lain. Sampaikan apa yang tak kau sukai, agar dia juga bisa intropeksi diri.

Setelah itu, ia akan paham dan mungkin berubah sesuai yang kita harapkan.

Berkali-kali Terlibat Masalah Tapi Selalu Berhasil Melaluinya, Jadi Bukti Bahwa Cinta Lebih Kuat dari Semua Pertengkaran yang Ada

Menjalani hubungan yang dibumbui dengan beberapa pertengkaran mungkin memang bukanlah hal yang mudah untuk dilalui. Namun, haruskan kita  menyerah hanya karena hal tersebut? Mampu bertahan meski sering bertengkar justru akan menunjukkan seberapa tulus dan kuatnya rasa cinta yang kita miliki.

Cobalah untuk melihatnya dari sisi yang berbeda, pertengkaran yang ada bisa kita jadikan contoh untuk tidak berlaku hal yang sama dikemudian hari. Sekaligus melatih kita dan pasangan untuk terbiasa mencari solusi bersama untuk masalah yang memang dihadapi dalam hubungan.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspirasi & Motivasi

5 Kesalahan yang Sering Dilakukan Perempuan Ketika Jatuh Cinta Terlalu Cepat

Beberapa orang bilang kalau cinta bisa saja datang pada pandangan pertama. Alih-alih membiarkan waktu melahirkan rasa, beberapa perempuan justru tergesa-gesa. Buru-buru menerima cinta, sampai berpikir ia sudah menemukan apa yang selama ini dicarinya. Padahal pandangan sepert ini, bisa jadi salah.

Sering tak bertahan lama, cinta yan terjadi begitu cepat sering hilang dengan cepat pula. Bukannya membuat bahagia, yang kita dapat justru hanyalah luka. Agar kamu tak menyesal, coba pahami beberapa kesalahan yang sering dilakukan oleh perempuan, jika sedang jatuh cinta terlalu cepat.

Tadinya Bisa Mandiri, Mendadak Bergantung Pada Kekasih

Memang sih, sekuat apapun perempuan, ada masa dimana ia ingin terlihat manja di depan kekasihnya. Tapi ya mbo jangan jadi terlalu manja juga. Melalui masa transisi dari sendiri menjadi punya kekasih memang jadi fase paling menyenangkan. Beberapa hal terlihat berkesan jika dilakukan bersama pasangan.

Tapi biar bagaimanapun, tak boleh merasa tak bisa apa-apa, karena sekarang sudah ada yang mungkin bersedia membantu kita. Tak hanya merugikan diri sendiri, sikap ini juga bisa membuat ilfil kekasih. Dia yang tadinya kagum dan suka atas kemandirianmu, mendadak merasa tertipu. Padahal kamu bukannya tak bisa mandiri, tapi hanya sedang berpura-pura ingin selalu didampingi.

Sudah Punya Pacar, Lantas Lupa Pada Teman-teman

Benar memang suatu saat teman-teman kita akan pergi untuk meninggalkan kita. Tapi apakah hidup akan hanya tentang pacar? Tidak kan? Tetaplah bersikap serupa, menyeimbangkan waktu dan tenaga untuk pasangan dan teman. Jangan karena sudah punya pacar lantas lupa pada teman, dan begitu sebaliknya.

Ingat, teman selalu ada di setiap kesendirian yang tadinya kamu jalani. Jelas tak adil jika kamu mendadak lupa pada mereka hanya karena kini sudah bertemu kekasih yang bisa diajak kemana pun kamu suka.

Perkara Sepele Saja Harus Dikompromikan dengan si Dia

Untuk yang satu ini, kadang bikin geli sendiri kalau dingat-ingat lagi. Kamu yang tadinya bisa menentukan banyak hal seorang diri, mendadak berubah jadi sosok yang super ribet. Karena apa-apa, harus diomongin sama pacar.

Dengar, menjalin komunikasi dan berkompromi dengan pacar memang baik tapi jika perkara sepele saja sudah harus kamu kompromikan di awal hubungan, percayalah itu tak baik untuk hubungan.

Membuatmu terlihat tak bisa menentukan keputusan atau pasangan mendadak jengah dan merasa jika sebenarna hal tersebut tak perlu kamu sampaikan. Bijaklah dalam memilah-milah sesuatu, tak perlu perbesar perkara yang sebenarnya bisa kamu selesaikan tanpa dibantu.

Karena Baru Punya Pacar, Mendadak Lebay di Instagram

Setelah sekian lama sendiri, lalu kini punya kekasih tentu jadi memberikan kebahagian tersendiri. Merasa butuh jadi pusat perhatian, perempuan memang tak segan-segan untuk mengumumkan hubungan barunya di media sosial. Berharap dunia akan tahu kamu sudah punya pacar, segala postingan mendadak berisi ia yang kini jadi kekasih.

Padahal perempuan dengan usia yang sudah sedewasa kita, tak lagi dirasa pantas untuk berbagi cerita cinta di media sosial. Apalagi jika hubungan dengan pacar masih baru dimulai. Karena seseorang yang hobi pamer kemesraan di media sosial adalah orang-orang yang butuh pengakuan.

Dan bisa jadi juga hubungan yang sedang dijalankan tak sungguh-sungguh dilandasi rasa sayang. Pacar hanya dijadikan sebagai bahan pamer ke orang-orang.

Berkorban Banyak Hal untuk Sang Pacar dengan Mendahulukan Segala Hal yang Ia Inginkan

Saling memberi untuk bisa saling menerima adalah konsep baik dari sebuah hubungan cinta. Maka jika dari awal saja, hanya kamulah yang berkorban untuknya tentu ada sesuatu yang salah.

Tak perlu berkorban buru-buru, apalagi dengan menukar mimpimu hanya karena ia tak mendukungmu. Karena lelaki yang baik tentu akan mendukung kekasihnya, bukan memaksa sang pacar mengubur mimpi hanya karena mimpi yang ia punya.

Ingat segala sesuatu yang berlebihan di awal tak akan berakhir baik untuk hubungan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan & Me Time

Kata Penelitian Ini, Anak Tunggal Lebih Rentan Cerai

Urutan kelahiran ternyata dapat memprediksi seberapa besar seseorang dapat mempertahankan rumah tangganya. Penelitian terbaru mengatakan, anak tunggal ternyata lebih berisiko menghadapi perceraian dibanding mereka yang lahir dengan banyak saudara.

Penelitian dari Ohio State University yang dilakukan pada 57.000 orang dewasa antara tahun 1972-2012 menemukan bahwa bertambahnya saudara mampu memperkecil potensi seseorang untuk cerai sebesar dua persen.

Dengan kata lain, anak tunggal (yang tidak memiliki saudara dalam keluarganya) adalah yang paling rentan cerai daripada orang lain yang memiliki saudara, baik itu kakak maupun adik.

Penelitian lain yang memanfaatkan urutan kelahiran juga diadakan oleh situs aplikasi kencan online, SeekingArrangement, dalam situs tersebut menemukan bahwa anak tunggal adalah mereka yang paling rentan selingkuh dari pasangannya. Persentase kecenderungan cerai untuk setiap urutan lahir adalah seperti ini:

punya 1 saudara: 14 persen
punya 2 saudara: 20 persen
punya 3 saudara: 9 persen
saudara lebih dari 4 : 24 persen

CEO sekaligus founder SeekingArrangement, Brandon Wade, mengatakan bahwa anak tunggal memiliki stigma tumbuh besar dengan rasa kesendirian dengan kecenderungan ingin memenuhi kekurangan tersebut, termasuk hubungan asmara.

Kecenderungan ini membuat ia akan terus mencari orang yang bisa mengisi rasa sendiri dan kekosongan yang ia rasakan bahkan jika itu harus mengkhianati pasangannya.

Tapi tentu saja, jangan sepenuhnya menilai semua anak tunggal rentan bercerai. Urusan perceraian tentu jadi ketakutan hampir semua pasangan, kita sebetulnya bisa menghindari itu semua, dengan mengikuti beberapa tips menghindari perceraian, seperti di bawah ini.

Terus Mau Untuk Saling Mendengarkan Satu sama Lain

Komunikasi adalah hal dasar, dan mendengarkan satu sama lain adalah cara agar komunikasi tetap berjalan dengan baik. Sebab biasanya, komunikasi yang bermasalah–salah satunya karena pasangan bersikap cuek bisa menjadi penyebab atau akar masalah suatu hubungan.

Untuk itu, utamakan komunikasi. Dengan mendengarkan pasangan, kamu akan mengetahui perasaannya dan memahami apa yang ia pikirkan. Begitupun sebaliknya dengan pasanganmu. Tak usah sungkan mengkomunikasikan semua hal pada pasanganmu ya.

Bila Ada Unek-unek Tentang Pasangan, Jangan Ragu untuk Mengutarakannya

Komunikasi sepaket dengan mengungkapkan perasaan atau apa yang kamu rasa pada pasangan. Usahakan pasangan tahu apa yang kamu rasakan sehingga mereka memiliki sudut pandang tentangmu.

Memang agak susah mengekspresikan perasaan sendiri, tapi nyatanya itu perlu dilakukan agar tidak terjadi ketimpangan perasaan dan akhirnya kesal sendiri.

Evaluasi Diri, Jangan Terus-terusan Menyalahkan Pasangan

Tak ada satu orangpun yang mau disalahkan bila hubungannya gagal. Sebaik-baiknya hubungan, pasti tak bisa luput dari kesalahan dan pertengkaran. Tapi menyalahkan pasangan tidak akan memperbaiki masalah daiantara kalian.

Pasti ada yang saling mengeluh, dan keluhan itu biasanya disebabkan oleh harapan yang tidak realistis. Untuk itu, baiknya lakukan evaluasi dan menerima kenyataan bahwa tak semua harap dapat berjalan sesuai kehendak.

Berelasi juga membawa kita untuk belajar ikhlas dan menerima. Dengan tak menyalahkan pasangan, hubungan pun akan semakin dewasa dan jauh dari kata perceraian.

Luangkan Waktu untuk Sendiri Kalau Memang Dibutuhkan

Untuk yang sudah bertahun-tahun bersama, mungkin saat bertengkar dengan pasangan kemudian muncul perasaan bosan atau jengah melihat keberadaan pasangan di rumah. Mungkin ini tanda kalau kamu butuh waktu untuk sendiri.

Bukan sendiri untuk selamanya, tapi sendiri untuk merefleksikan kesalahan atau menenangkan pikiran. Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa “istirahat” dalam suatu hubungan, bisa menjadi salah satu tips menghindari perceraian. Jangan lupa berikan waktu kepada pasangan untuk melakukan hal yang sama.

Belajar untuk Memaafkan dan Melupakan

Siapa yang tak pernah melakukan kesalahan? Semua orang pasti pernah. Namun belum tentu semua bisa belajar untuk memaafkan dan melupakan.

Hal ini sangat kamu butuhkan jika memang berniat menghindari perceraian dalam rumah tangga. Siapa sih, yang suka kalau kesalahannya selalu diungkit dan diingat setiap bertengkar? Dalam dunia rumah tangga yang ideal, hal ini perlu dilakukan agar tidak ada rasa bersalah dan dendam menyelimuti batin satu sama lain.

Lupakan dan ikhlaskan menjadi salah satu kunci penting, kalau memang ingin rumah tangga terhindar dari perceraian.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

Perbedaan Pasangan yang Setia dan Mudah Tergoda, Pasanganmu Termasuk yang Mana?

Memang benar kepercayaan adalah hal yang sangat penting dalam menjalani hubungan. Namun bukan berarti kamu bisa dengan mudah percaya secara penuh atau bahkan terlalu percaya pada pasanganmu.

Tidak menutup kemungkinan laki-laki yang kini menjadi pasanganmu adalah sosok yang setia. Namun tentu tidak menutup kemungkinan juga bahwa dia yang kini bersamamu ternyata sosok yang mudah tergoda.

Nah, untuk membedakannya, coba kamu simak dengan baik apa saja perbedaan antara yang setia dan mudah tergoda.

1. Dia yang Setia akan Menghargai Komitmen, Sedangkan yang Mudah Tergoda Justru Tak Ingin Terlalu Terikat

Pasangan yang setia pasti akan menjaga komitmen dalam hubungan yang kalian jalani. Berbeda dengan laki-laki yang mudah tergoda, dia justru tak ingin terlalu terikat lebih dalam pada hubungan kalian. Yang setia akan selalu mencoba untuk menjaga kepercayaanmu dan akan berusaha untuk tak pernah mengecewakanmu.

2. Dia yang Setia Jujur dalam Berkata, Sedangkan yang Mudah Tergoda Justru Mudah Berdusta

Dia yang setia akan selalu berkata jujur kepadamu. Apa yang keluar dari mulutnya adalah sebuah kenyataan. Berbeda dengan dia yang mudah tergoda. Dia sangat pandai mempermainkanmu dengan segala kebohongan yang dia ciptakan.

3. Dia yang Setia akan Memberikan Perhatian Sepenuhnya Kepadamu, Sedangkan yang Mudah Tergoda akan Malas Menunjukkan Perhatiannya Padamu di Depan Umum

Apalagi alasannya jika bukan karena kamulah satu-satunya perempuan yang ada di hatinya. Hal ini jadi alasan kenapa dia memberikan perhatian sepenuhnya terhadapmu. Berbeda jika dia termasuk laki-laki yang mudah tergoda. Dia akan terlihat malas untuk menunjukkan perhatiannya padamu di depan umum.

4. Dia yang Setia Hanya akan Fokus Padamu Saat Sedang Bersama, Sedangkan yang Mudah Tergoda akan Mencuri Waktu Luang untuk Curi Pandang pada yang Lainnya

Cara lain untuk membedakan dia yang setia dan mudah tergoda adalah dengan melihat sikapnya saat sedang bersama. Dia yang setia hanya akan fokus padamu.

Sedangkan dia yang mudah tergoda akan selalu meluangkan waktu untuk curi pandang ke arah lainnya, terlebih jika ada lawan jenis yang mulai menarik perhatiannya.

5. Dia yang Setia Tak Segan Mengenalkanmu pada Semua Orang Terdekatnya, Sedangkan yang Mudah Tergoda Hanya akan Mengenalkanmu pada Orang Tertentu Saja

Hal ini adalah salah satu perbedaan yang cukup nyata. Jika dia memang serius padamu dan setia padamu, dia tak akan segan untuk mengenalkanmu pada semua orang terdekatnya.

Berbeda dengan dia yang mudah tergoda. Mungkin dia hanya akan mengenalkanmu pada orang tertentu saja dalam kehidupannya.

6. Dia yang Setia akan Menunjukkan Sisi Romantis Sesuai Porsinya, Sedangkan yang Mudah Tergoda Biasanya Justru Berlebihan dalam Melakukannya

Jangan mudah tertipu dengan sikap manisnya. Kamu harus lebih paham bahwa laki-laki yang setia dan benar-benar mencintaimu biasanya akan menunjukkan keromantisan yang sesuai dengan porsinya.

Hal ini berbeda dengan dia yang mudah mendua. Dia cenderung berlebihan dalam menunjukkan sikap romantisnya kepadamu untuk menutupi kebusukannya.

7. Dia yang Setia akan Mendekatkan Diri pada Teman Dekatmu Sesuai Porsinya, Sedangkan yang Mudah Tergoda Terkadang Ramahnya Keterlaluan pada Teman-teman Perempuanmu

Jika dia memang setia, dia akan mendekatkan diri pada teman-temanmu dengan sewajarnya. Namun jika dia tergolong laki-laki yang mudah tergoda, biasanya ramahnya keterlaluan. Dia memanfaatkan kondisi itu untuk mencari perhatian pada teman-teman perempuanmu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top