Love & Sex

Terus Menempel dan Mengandalkan Pasangan Hanya Akan Membuatmu Tergantung Padanya

Mencintai pasangan ya wajar-wajar saja. Namun jangan sampai perasaanmu berlebihan dan membuatmu justru terus-menerus bergantung padanya. Kamu seakan-akan tak bisa hidup tanpanya. Wah kalau sudah begini, sejatinya ada yang salah dalam diri dan hubunganmu.

Sejatinya, selagi masih menjalin relasi pacaran, kamu dan dia sedang sama-sama belajar untuk membuka diri dan mengenal satu sama lain. Bukan mengeksploitasi keberadaan pasangan dan seterusnya menempel padanya. Dia masih punya kehidupan yang tak bisa kamu intervensi, nah kalau kamu terus-terusan menuntut dia untuk selalu dekat denganmu selama seharian penuh, apa iya hubunganmu memang terbangun atas dasar cinta dan pengertian?

Rasanya Kelu Sekali untuk Berkata Tidak Saat Dia Meminta Sesuatu Darimu

Sekian banyak perempuan tak berani berargumen. Kita memilih diam dan menuruti segala kemauan pasangan agar terhindar dari konflik. Nah, kalau kamu tipe perempuan  yang seperti ini, itu tandanya kamu sudah begitu tergantung padanya. Begini, setidaknya beranilah untuk menyanggah sesuatu yang mungkin tak sesuai dengan kemauanmu. Kalau terus-terusan menyetujui pendapatnya, yang ada kamu kehilangan jati diri dan jadi cenderung kurang menikmati hubungan.

Kamu Seperti Tak Punya Pendirian dan Akhirnya Lebih Suka Mengucapkan Kata Terserah

Coba ingat lagi, seberapa sering kamu melontarkan kata terserah? Entah saat menentukan tempat makan, tujuan kencan, atau kemanapun. Ketahuilah tanda paling remeh kalau kamu sudah bergantung dengan pacarmu adalah selalu pasrah dan mengucap kata terserah. Tidak baik membiarkannya terus melekat pada dirimu dan hubunganmu. Ya, kamu perlu mengurangi ketergantunganmu sedikit demi sedikit. Sebab bagaimana pun juga kamu perlu belajar bahwa kamu punya hidup dimana kamu tak seharusnya terus bergantung pada pasanganmu.

Di Lain Sisi, Kamu Selalu Mengusahakan Diri untuk Meminta Maaf Lebih Dahulu

Ini juga tanda kalau kamu benar-benar ketergantungan padanya. Saat pasangan mulai marah, kamu jadi sedikit frustasi dan merasa kalau apapun yang terjadi lantaran kesalahanmu. Ya, banyak perempuan yang sangat tergantung pada pasangan dan akhirnya memilih mengalah kalau pasangannya mulai marah. Demi menghindari konflik, perempuan akhirnya berinisiatif meminta maaf terus-terusan. Hei kamu, terlalu mudah minta maaf yang ada justru membuatmu lupa arti pentingnya komunikasi yang baik demi menjaga keutuhan hubungan kalian.

Makin Kesini, Intensitas Pertengkaran Semakin Sering Terasa

Karena terlalu sering pasrah dan minta maaf lebih dulu, bisa saja pasanganmu semakin merasa berada di atas angin. Alhasil, kamu terpikir tetap merasa butuh dia tapi  belum tentu sebaliknya. Dia selalu menjadikanmu kambing hitam setiap ada masalah. Intensitas pertengkaranmu dengannya pun lebih sering terjadi. Tapi bagimu, kamu terlalu takut untuk memulai hidup sendiri dan ciut dengan kesedihanmu. Karenanya, dibanding kehilangan dirinya, lebih baik kamu kompromi dengan keadaanmu. Hei, kamu sehat?

Kamu Berpikir Hanya Dialah Satu-satunya Sumber Kebahagiaanmu

Sejak awal hubungan, tanamkan dalam hatimu kalau sumber kebahagiaanmu bukanlah ada di satu orang. Sebab kalau demikian, kamu berada dalam situasi berbahaya. Ada banyak sumber kebahagian di dunia ini, dan jika kamu hanya melihat pasanganmu sebagai satu-satunya sumber kebahagiaan, kamu tak akan menemukan kebahagianmu yang sejati. Apalagi ketika pasanganmu suatu saat meninggalkanmu, kalau kamu terlalu bersandar padanya, kepada siapa kamu mencari kebahagiaan selanjutnya?

Bahkan Kemanapun Kamu Pergi, Kamu Tak Bisa Pergi Tanpanya

Datang ke suatu acara, harus sama dia. Pergi liburan bersama teman, harus bareng dia. Hei, kamu masih punya sisi kehidupan  yang lain. Kurang-kurangilah ketergantunganmu padanya. Meski kamu merasa ada yang kurang kalau pergi ke suatu tempat tanpa pacarmu, tapi itu lebih baik daripada kamu terus-terusan bergantung pada keberadaannya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Menikmati Akhir Pekan Akan Lebih Menyenangkan Tanpa Terdistraksi Isi Linimasa Instagram

Sekalipun kamu tinggal di Jakarta yang katanya semakin sulit menemukan lokasi wisata, bukan berarti kamu tak bisa menikmati akhir pekanmu. Macet memang sudah jadi bagian hidup sehari-hari, termasuk saat akhir pekan, tapi jangan sampai keadaan ini membuatmu putus asa dan jadinya hanya sibuk menatap layar gawai selama seharian penuh saat akhir pekan.

Kamu perlu tahu, terdistraksi dengan isi Instagram setiap hari hanya akan membuat pikiran rentan depresi. Karenanya, saat akhir pekan lebih baik isilah waktumu dengan kegiatan yang lebih menyenangkan. Jalan-jalan keliling kota misalnya.

Supaya Tak Bosan dengan Suasana yang Sudah Pernah Kamu Kunjungi, Pilihlah Satu Tempat yang Berbeda

Yang namanya jalan-jalan keliling kota bukan berarti hanya dihabiskan untuk mengitari mall saja ya kawan. Memang, mall ini akhirnya seperti jadi satu-satunya destinasi yang harus dikunjungi saat akhir pekan, tapi kamu cobalah meluangkan waktu sejenak untuk mencari tahu tempat-tempat wisata yang mungkin jarang terekspos.

Kamu bisa memulai perjalananmu di akhir pekan sejak pagi, mungkin kamu bisa mendatangi tempat-tempat yang terasa segar dan bisa jadi pilihan yang menarik di pagi hari. Kalau sebagai perempuan kamu masih canggung untuk pergi sendiri, ya tak masalah jika hendak mengajak teman atau pacar.

Sorenya untuk kesan menanti senja yang tak biasa, jika memang masih ingin berada pada sekitaran Pusat Jakarta. Kamu bisa menikmati matahari terbenam di Pelabuhan Sunda Kelapa. Aktivitas para kapal yang sedang bersandar dan beberapa kegiatan para awaknya akan membuatmu merasakan Jakarta dari sisi yang berbeda.

Sebab Jalanan Ibu kota Sedang Ruwet-ruwetnya, Pastikan Pula Rute Mana yang Tak Akan Membuatmu Merana

Yang namanya jalanan Jakarta memang semakin padat. Jangankan hari biasa, di akhir pekan pun ruas jalanan utama pasti tetap saja macet. Belum lagi kalau ada pembangunan di sana-sini. Karenanya, penting sekali untukmu setidaknya untuk mencari rute alternatif.

Walau terlihat sepele, memilah jalanan yang akan dilalui jadi salah satu kunci untuk dapat menikmati perjalanan. Sebab untuk mencari tahunya pun cukup mudah. Entah itu dari sosial media, atau dari beberapa akun yang biasanya khusus membicarakan tentang jalanan Ibu Kota.

Dari Jauh-jauh Hari, Pilihlah Waktu yang Pas untuk Melakukan Perjalanan

Nah sekiranya kamu sudah tahu tempat mana yang akan kamu tuju serta jalur mana yang akan dilalui, hal selanjutnya yang perlu dipikirkan adalah soal keberangkatan. Kalau kamu memang ingin pergi sejak pagi, berarti perlu timing yang pas untuk istirahat dan memikirkan soal jam keberangkatan. Berangkat sejak pagi memang lebih menyenangkan karena biasanya jalanan belum seramai biasanya.

Perempuan Mandiri Tahu Pilihan Kendaraan yang Paling Nyaman di Hati

Dari sekian banyak hal-hal yang tapi perlu kamu perhatikan, kamu wajib memikirkan juga soal transportasi apa yang akan dipakai untuk jalan-jalan nanti. Karena biar bagaimanapun kamu tentu tak akan berjalan kaki untuk menikmati akhir pekan. Kecuali cuma makan di warung depan.

Hadir untuk menjawab kebutuhanmu Motor Address Playful dari Suzuki ini bisa mengantarmu menikmati akhir pekan di Jakarta. Skuter yang memang didedikasikan untuk kamu yang masih berjiwa muda, jadi salah satu skuter terbaik untuk untuk menikmati hari lebih produktif. Lengkap dengan aksesori panel bodi yang penuh warna pada bagian frame cover, handle cover, leg shield hingga pada stripping set.

Kamu juga tak perlu khawatir atau ragu, jika ternyata varian warna tak akan sesuai selera, sebab seri skuter matic dari perusahaan berlogo S ini punya 10 pilihan warna yang diterapkan pada aksesoris panel bodinya. Kamu bebas pilih warna mana yang sekiranya sangat pas dan cocok untuk karaktermu. Mulai dari Stronger Red, Aura Yellow, Fresh Green, Macho Bright Blue, Majestic Gold, Dark Grey, Brilliant White, Hyper Pink, Luminous Orange Hingga Ice Silver.

Keunggulan lain yang akan menjawab kekhawatirmu saat nanti akan berkendara di tengah jalanan ibukota saat akhir pekan tiba. Suzuki Address Playful ini dibekali mesin SOHC 4 langkah kapasitas 113 cc yang memang dipercaya menghasilkan performa baik. Teknologi full injectionnya mampu menekan konsumsi bahan bakar dengan perbandingan kompresi yang mencapai 9.4:1

Dengan komposissi mesin seperti itu, perihal biaya bahan bakar kamu tentu tak perlu ragu, sebab motor ini jadi skuter matic yang tergolong irit. Selain menghemat waktu dalam perjalanan, berkendara dengan Suzuki Adress Playful ini juga membantumu menghemat budget akhir pekan dari perihal ongkos kendaraan.

Saat Sudah Sampai Tujuan, Silahkan Nikmati Dulu Waktu Liburan, Jangan Sibuk Unggah Foto di Media Sosial

Perjalanan menuju tempat wisata memakan waktu yang tak sebentar. Karenanya, sebisa mungkin kalau memang bukan sesuatu yang penting dan bersifat darurat, sebaiknya cobalah nikmati waktu akhir pekanmu degan berkualitas.

Setidaknya jauhkan diri dari dunia sosial media untuk sehari saja, sebab ini akan berpengaruh pada jiwa. Untuk apa mencari destinasi pelepas penat kalau akhirnya kamu hanya terdistraksi dengan gawaimu? Jika sesekali membuka untuk sekedar posting di instastory instagram bolehlah, namun kalau keblalasan buka akun gosip dan saling balas komentar tentu itu akan membuatmu lupa, jika tadinya kamu sedang ingin menikmati akhir pekan di Jakarta.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspirasi & Motivasi

Sebab Perempuan Idaman Adalah Mereka yang Tetap Bisa Menghormati Keberadaan Orangtuanya

Seiring bertambahnya usia, waktu kebersamaan kita dengan orangtua tak lagi sebanyak dulu. Kita lebih banyak menghabiskan waktu untuk pekerjaan, calon pasangan hidup, juga teman-teman yang selalu kita jadikan tempat pelarian melepas penat sepulang kerja. Lantas bagaimana dengan hubunganmu dengan orangtua?

Begini, meski aku tahu kamu sudah mampu berdiri sendiri, ingatlah kalau kamu tetaplah anak dari kedua orangtuamu. Perempuan idaman sejatinya adalah mereka yang bisa memprioritaskan keluarganya dibanding keperluan lainnya. Nah, selagi kamu belum menikah, maka kamu masih bagian dari keluarga bersama ayah, ibu, dan saudaramu. Wujud cintamu pada orangtualah, yang nantinya akan dilihat calon jodohmu.

Mereka yang Dulu Mengajarkanmu untuk Berbicara, Maka Tetaplah Jaga Intensitas Komunikasimu terhadap Keduanya

Kalaupun ada waktu libur, jangan hanya mengurung diri di kamar dan sibuk dengan gawaimu serta urusan pribadi yang mungkin tak kamu ceritakan pada orangtua. Lepaskan dahulu semua itu, bagi waktumu agar tetap bisa bicara banyak hal dengan ayah dan ibumu. Coba ceritakan hal-hal sederhana yang pasti akan mereka dengarkan sepenuh hati. Dengan mempertahankan kebiasaan ini, keakrabanmu dengan orangtua akan tetap terjaga.

Sekalipun Tak Bisa Banyak Membantu, Sekadar Mencuci Piring Saja Sudah Meringankan Pekerjaan Orangtuamu

Sepulang dari rumah, biasanya memang fisik kita akan merasa lelah. Tapi sebelum menutup mata untuk beristirahat, setidaknya sempatkanlah sejenak untuk membantu pekerjaan ibu di rumah. Seperti membersihkan rumah, mencuci piring, atau apa pun itu. Meringankan urusan mereka di rumah adalah hal yang mulia. Semakin besar dan dewasa usiamu, berusahalah untuk meringankan, bukan membebani. Tanggunglah sebagian tanggung jawab rumah yang selama ini mungkin mereka tanggung sendiri.

Menghargai Orangtuamu berarti Menghargai Juga Orang-orang yang Ada di Dekat Mereka

Coba ingat lagi, semakin dewasa kita, ada kalanya kita rentan menyepelekan pola pikir orangtua kita. Merasa jauh lebih pintar dari ayah, atau jauh lebih mengerti dari ibu. Padahal, menghormati dan menghargai orangtua adalah tugas setiap anak, bukan? Nah, menghargai orangtua pun bukan berarti hanya pada pribadi orangtuamu saja. Tapi juga pada segenap orang yang berarti di mata orangtuamu. Entah sahabat mereka, atau saudara-saudara ayah dan ibu. Semakin dewasa kita, berusahalah untuk semakin berdamai dengan semua orang ya!

Berikan Rezeki yang Terbaik untuk Mereka Setiap Kamu Mendapat Penghasilan

Kalau bukan karena doa ibu dan ayahmu, mungkin kamu belum tentu sesukses sekarang. Karena itu, belajarlah untuk senantiasa mengingat setiap jerih payah yang kamu hasilkan untuk kamu serahkan sebagiannya pada orangtuamu. Dengan begini kamu akan terbiasa membantu orangtua tanpa melihat kepentingan pribadi. Lebih jauh lagi, rezekimu akan semakin lebih berkah…

Bagaimanapun, Mereka Tetaplah Orangtuamu, Mintalah Pendapat Mereka untuk Setiap Keputusan yang Akan Kamu Buat

Seberat apapun hidup yang kamu lakoni ke depannya, sesukar apapun jalan yang akan kamu pilih, usahakan dalam setiap pengambilan keputusan yang akan kamu buat, kamu melibatkan pendapat dari orangtuamu. Baik keputusan kecil atau besar, dengan begitu kamu akan belajar menghargai keberadaan orangtua. Tetaplah menganggap orangtuamu adalah bagian terpenting dalam hidupmu.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspirasi & Motivasi

Sudah Lama Tak Dihubungi Mantan, Kalau Dia Kangen Ada Saja Alasannya Untuk Sekedar Bertanya Kabar

Saat putus cinta, kenangan, dan perasaan tentang seseorang sejatinya tak langsung hilang begitu saja. Kamu pun pasti mengamini hal ini. Ada proses yang dimaknai sebagai proses move on sampai kamu akhirnya benar-benar berhasil melupakan segala perasaanmu terhadapnya. Namun yang menyebalkan justru ketika kamu sudah mulai atau benar-benar lupa, pasti ada saja momen dimana sosok mantanmu datang menghampiri.

Ia tak sungkan mengeluarkan alasan-alasan klasik yang sebenarnya terdengar klise namun tetap dipakainya sebagai tameng untuk sekadar mengutarakan rindu padamu. Diantara sekian banyak alasan, ini dia yang masih sering dipakai oleh para pria…

“Semalam aku mimpiin kamu,”

Alasan ini dipakai supaya kamu seolah-olah datang lagi ke kehidupannya. Entah mimpinya itu benar atau tidak, tapi yang pasti dia sejatinya masih mengingat tentang kehadiranmu. Tak peduli terkesan klasik atau tidak, yang penting dia punya alasan agar bisa menghubungimu tanpa harus mengutarakan rindu yang sejatinya dia rasakan.

“Aku Lagi Ada Banyak Masalah, Kamu Bisa Bantuin Nggak?”

Ada atau tidaknya masalah bukankah sudah jadi urusannya sendiri? Untuk apa pura-pura curhat lalu berujung meminta bantuan supaya kamu bisa menemaninya? Sebenarnya hal itu adalah caranya menyampaikan rindu namun dia kepalang gengsi saja. Di luar sana, percayalah, masih banyak laki-laki yang pakai alasan ini untuk mendapatkan simpati dari mantannya. Di lain sisi, sebagai makhluk yang selalu mengedepankan perasaan, perempuan pun ada saja yang akhirnya menaruh simpati dan setuju untuk jadi teman curhatnya.

 “Mama Pengen Tahu Kabar Kamu,”

Mungkin maksudnya agar kamu dan keluarganya tetap bisa bersilaturahmi kendati kalian harus berpisah. Tapi, percayalah dibalik maksud tersebut, ada rindu yang ingin diutarakan. Kamu sebagai mantan pasti jadi serba salah. Agar tak awkward, ya sah-sah saja kalau kamu menerima perkataannya dan jangan lupa sampaikan juga salam darimu untuk keluarganya. Tapi tetap ingat batasan yang tak perlu kamu langgar ya.

“Kamu apa kabar? Aku baru dapat promosi jabatan di kantor,”

Setelah sekian lama lost contact, tiba-tiba mantan menghubungimu. Bukan tanpa alasan, biasanya ada lho tipikal mantan yang seperti ingin pamer dan membuktikan kalau kehidupannya sekarang sudah jauh lebih baik dibanding dulu. Selain rindu, dia sejatinya juga penasaran apakah kamu sudah mendapatkan pendamping yang baru atau setidaknya dia ingin tahu kehidupanmu pasca berakhirnya hubungan kalian.

“Aku mau minta tolong…”

Nah lucunya, ada lho tipikal mantan yang seperti ingin minta tolong. Padahal sejatinya dia hanya kehabisan ‘bahan’ untuk dijadikan alasan menghubungi kamu. Dia hanya benar-benar sudah tidak tahan menyimpan perasaan rindu walau hanya bicara atau mendengar suaramu. Padahal sebenarnya dia tidak membutuhkan bantuan apa-apa, hanya saja mungkin rasa rindu dan penasaran padamu sudah tidak terbendung lagi, sehingga dia memutuskan memakai alasan ini.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

Tinggal Jauh dari Rumah, Lebaran Jadi Momen yang Membuatku Bersyukur Lebih Dalam Atas Kehidupan

“Dibangunkan dengan cubitan kecil pada kaki tiap kali akan sahur, hingga ketukan pada pintu kamar yang kadang terdengar sampai ke rumah tetangga sebelah. Jadi sesuatu yang selalu aku rindukan saat sedang puasa, lalu tiba-tiba aku sadar ternyata aku jauh dari rumah”

Jangankan untuk bisa duduk bersama dengan seluruh anggota keluarga, tinggal di kota yang berbeda kadang membuatku banyak menahan tangis tiap kali akan sahur seorang diri. Tak selalu jadi hal yang kukutuki, lain kesempatan aku memang berterimakasih atas kesempatan baik yang masih semesta beri. Bertemu lagi di bulan yang suci, meski harus menjalai ibadah dengan sendiri lagi.

Beberapa Orang Sibuk Berbuka Puasa Diluar dengan Teman, Padahal Aku Rindu Berbuka Dirumah dengan Tenang

Tinggal di kota besar, memang membuatku banyak belajar arti kehidupan. Mengerti arti dari mereka yang kusebut keluarga, teman hingga pada mereka yang hanya sekedar kenal. Saban hari, tiap kali usai menamatkan list pekerjaan. Beberapa orang yang kukenal tinggal dengan keluarga, justru setiap hari sibuk untuk mengatur waktu berbuka puasa diluar dengan meriah.

Tak sedang ingin menghamiki atau menilai pilihan mereka salah, hanya saja, melihat mereka. Aku seolah ingin mengajukan protes pada semesta. Bisakah, bapak dan ibu dibawa ke kota ini saja? Sebab tak ada momen terbaik, selain bisa duduk dan berucap syukur bersama untuk puasa satu hari penuh yang sudah dilalui bersama.

Kadang, Bosan dengan Menu di Rumah, Dijadikan Tameng Untuk Bisa Buka Puasa Diluar, Bagiku Tempe Goreng Buatan Ibu-lah yang Selalu Membuat Rindu

Kalimat-kalimat yang dijadikan alasan beberapa teman, sering kali mencabik hatiku lebih dalam. Selalu haus akan menu makan diluar, tapi tak pernah tergiur oleh racikan makanan rumahan yang sudah disajikan.

Jangan tersindiri begitu, ini hanyalah sebuah kerinduan dari seorang perempuan yang tinggal jauh dari rumah. Jika kau bilang bosan dengan masakan ibumu dihadapanku, sungguh aku bisa mengerti itu. Tapi tolong jangan sesekali ucapkan itu, dihadapan beliau. Karena bisa melukai hatinya, lebih sakit dari yang kau bayangkan.

Demi Mengobati Rindu, Kadang Diriku Senyum-senyum Sendiri Tiap Kali Membayangkan Situasi Rumah Setiap Kali Bulan Puasa

Barangkali, ibu masih tetap menjalani aktivitasnya. Mengurusi tanaman di halaman depan, dan ke pasar jika jam di dinding sudah menunjukkan pukul delapan. Istirahat sebentar, dan akan memulai memasak lagi jika hari menjelang sore. Lalu, bapak mungkin masih akan sama. Melakoni kegiatan seperti biasa, dan buru-buru minta dibuatkan kopi setelah buka puasa.

Sadar akan sesuatu yang sedang kujalani di kota ini, beberapa kali aku mungkin akan tersenyum sembari menguatkan diri sendiri. Tak apa, jauh dari rumah, yang peting libur lebaran nanti, aku masih dapat menikmati seporsi opor buatan ibu di rumah.

Sedih Memang, Tapi Situasi Seperti Ini Justru Menempahku Jadi Pribadi yang Lebih Kuat dari Sebelumnya

Tahun-tahun pertama aku memilih untuk bekerja di kota, memang jadi masa transisi yang berat untuk dilakoni. Makan roti dan minum air putih, untuk sahur seorang diri. Hingga berkali-kali menangis, tanpa disadari.

Pelan-pelan, aku mulai belajar untuk berdamai pada situasi. Meminta diriku untuk lebih memahami, dan bisa menerima semua jalan cerita yang sedang kujalani. Berat memang, tapi mengeluh jelas bukanlah jalan keluar. Beruntung, ada keluarga yang selalu jadi penopang untuk semangat yang mendadak hilang. Dan tahun-tahun selajutnya, menjalani puasa tak lagi seberat tahun pertama.

Dan Pulang ke Rumah Setiap Kali Lebaran Tiba, Jadi Momen Pembelajaran yang Amat Berharga

Yap, setelah berjuang untuk menahan semua kerinduan akan situasi rumah setiap kali sahur dan berbuka puasa sendirian. Hari kemenangan jelas jadi sesuatu yang amat dinantikan. Pulang ke rumah, dengan segudang kerinduan. Hingga bisa bertemu dengan semua pengisi rumah dengan waktu yang lebih lama dari biasanya.

Sepanjang perayaan Lebaran, aku pun semakin paham. Bahwa kebersamaan bersama orangtua dan orang-orang tercinta adalah bagian hidup yang amat berharga dan patut untuk disyukuri lebih dalam dari biasanya.

Kalau kamu, puasa tahun ini, pulangnya kemana?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top