Inspirasi & Motivasi

Teman yang Menyimpan Rasa Cemburu Padamu Bisa Dikenali dari Tingkah Lakunya

Manusia itu pada dasarnya punya sifat pencemburu. Bukan hanya pasanganmu saja, bahkan teman dekat pun bisa menyimpan rasa cemburu kalau kamu mungkin terlalu dekat dengan yang lain sehingga dia merasa dijauhi olehmu, padahal kamu merasa tak berlaku demikian. Tapi ada juga tipikal teman  yang cemburu lalu pada akhirnya memilih untuk ‘menikam’mu dari belakang karena ia tak rela kamu bahagia tapi dia tidak. Kamu pernah berjumpa atau kebetulan punya teman dengan tingkah laku seperti ini? Coba kenali ciri-ciri kalau temanmu pencemburu lewat hal-hal ini…

Dia Sangat Kompetitif

Sifat cemburu mengantarkannya jadi sosok yang sangat kompetitif. Dia yang dulu kamu kenal nyatanya berubah dan tak lagi seramah dulu. Kamu tak bisa mengandalkan keberadaannya lagi sebab kalau kalian berdekatan, justru yang ada hanya rasa kompetitif. Dia selalu ingin jadi pemenang dalam setiap kesempatan. Dia ingin terlihat lebih baik darimu, baik dalam karier, pertemanan, apapun itu. Kalau kamu melihat potensi semacam ini ada pada temanmu, berarti ada yang salah dengan persahabatanmu. Hal terbaik yang bisa kamu lakukan adalah menjadi pribadi yang terbuka di hadapannya sehingga dia tak merasa tersaingi.

Bahagianya Hanya Pura-pura Saat di Depanmu

Ada lho teman yang kelihatan penuh dengan kepura-puraan saat sedang di depanmu. Kalau kamu mendapat hal baik, pekerjaan baru, atau apa pun yang sifatnya positif, dia memang menunjukkan rasa bahagia, tapi hanya pura-pura. Dia memulas senyum hanya saja senyum itu tak tulus sebab di dalam hatinya tersimpan rasa cemburu yang besar dengan pencapaianmu. Biasanya, teman yang menyimpan rasa cemburu, tak akan mengucapkan banyak apresiasi soal apa yang kamu dapat karena perkataannya ia simpan dalam hati dan terganti oleh sederet kalimat cemburu yang ia gumamkan sendiri.

Sebenarnya Dia Punya Karakter yang Sangat Posesif, Hanya Saja Baru Terungkap Belakangan Ini

Posesif tak selalu bermakna dia selalu ingin bersamamu. Ada kalanya posesif muncul karena sifat cemburu temanmu itu pada sosokmu. Dia posesif melarangmu ini itu karena dia merasa tak bahagia melihat apa yang telah kamu capai. Dia bahkan tak mengizinkan barang-barangnya dipinjam olehmu, padahal kamu sendiri kalau misalnya dia butuh, kamu pasti akan meminjamkannya.

Dia Tak Benar-benar Memberimu Dukungan

Saat kamu merasa membutuhkan dukungan, yang muncul justru sanggahan. Padahal kalian dulu saling memberi dukungan satu sama lain. Tapi semuanya berubah. Dia bukanlah sosok teman yang seperti dulu yang selalu ada untukmu dan menjadi penyemangatmu. Kini dia seperti tak kenal lagi kata suportif, tujuannya adalah mengungguli pencapaianmu dalam berbagai aspek.

Dia Memberimu Nasehat Tapi Tak Benar-benar Tulus

Saat kamu sedih, memang dia terlihat ada untukmu. Tapi setiap nasehat yang diutarakan, sejatinya tak benar-benar tulus dari hatimu. Dia melakukan hal ini supaya kamu ‘jatuh’, lalu dia bisa menempati posisi yang selama ini kamu raih. Saat kamu mudah terpengaruh oleh setiap nasehatnya, dia merasa hal ini akan memuluskan langkahnya demi usahanya unggul darimu. Jadi, coba ingat-ingat lagi, adakah teman yang berlaku begini di dekatmu?

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Menikmati Akhir Pekan Akan Lebih Menyenangkan Tanpa Terdistraksi Isi Linimasa Instagram

Sekalipun kamu tinggal di Jakarta yang katanya semakin sulit menemukan lokasi wisata, bukan berarti kamu tak bisa menikmati akhir pekanmu. Macet memang sudah jadi bagian hidup sehari-hari, termasuk saat akhir pekan, tapi jangan sampai keadaan ini membuatmu putus asa dan jadinya hanya sibuk menatap layar gawai selama seharian penuh saat akhir pekan.

Kamu perlu tahu, terdistraksi dengan isi Instagram setiap hari hanya akan membuat pikiran rentan depresi. Karenanya, saat akhir pekan lebih baik isilah waktumu dengan kegiatan yang lebih menyenangkan. Jalan-jalan keliling kota misalnya.

Supaya Tak Bosan dengan Suasana yang Sudah Pernah Kamu Kunjungi, Pilihlah Satu Tempat yang Berbeda

Yang namanya jalan-jalan keliling kota bukan berarti hanya dihabiskan untuk mengitari mall saja ya kawan. Memang, mall ini akhirnya seperti jadi satu-satunya destinasi yang harus dikunjungi saat akhir pekan, tapi kamu cobalah meluangkan waktu sejenak untuk mencari tahu tempat-tempat wisata yang mungkin jarang terekspos.

Kamu bisa memulai perjalananmu di akhir pekan sejak pagi, mungkin kamu bisa mendatangi tempat-tempat yang terasa segar dan bisa jadi pilihan yang menarik di pagi hari. Kalau sebagai perempuan kamu masih canggung untuk pergi sendiri, ya tak masalah jika hendak mengajak teman atau pacar.

Sorenya untuk kesan menanti senja yang tak biasa, jika memang masih ingin berada pada sekitaran Pusat Jakarta. Kamu bisa menikmati matahari terbenam di Pelabuhan Sunda Kelapa. Aktivitas para kapal yang sedang bersandar dan beberapa kegiatan para awaknya akan membuatmu merasakan Jakarta dari sisi yang berbeda.

Sebab Jalanan Ibu kota Sedang Ruwet-ruwetnya, Pastikan Pula Rute Mana yang Tak Akan Membuatmu Merana

Yang namanya jalanan Jakarta memang semakin padat. Jangankan hari biasa, di akhir pekan pun ruas jalanan utama pasti tetap saja macet. Belum lagi kalau ada pembangunan di sana-sini. Karenanya, penting sekali untukmu setidaknya untuk mencari rute alternatif.

Walau terlihat sepele, memilah jalanan yang akan dilalui jadi salah satu kunci untuk dapat menikmati perjalanan. Sebab untuk mencari tahunya pun cukup mudah. Entah itu dari sosial media, atau dari beberapa akun yang biasanya khusus membicarakan tentang jalanan Ibu Kota.

Dari Jauh-jauh Hari, Pilihlah Waktu yang Pas untuk Melakukan Perjalanan

Nah sekiranya kamu sudah tahu tempat mana yang akan kamu tuju serta jalur mana yang akan dilalui, hal selanjutnya yang perlu dipikirkan adalah soal keberangkatan. Kalau kamu memang ingin pergi sejak pagi, berarti perlu timing yang pas untuk istirahat dan memikirkan soal jam keberangkatan. Berangkat sejak pagi memang lebih menyenangkan karena biasanya jalanan belum seramai biasanya.

Perempuan Mandiri Tahu Pilihan Kendaraan yang Paling Nyaman di Hati

Dari sekian banyak hal-hal yang tapi perlu kamu perhatikan, kamu wajib memikirkan juga soal transportasi apa yang akan dipakai untuk jalan-jalan nanti. Karena biar bagaimanapun kamu tentu tak akan berjalan kaki untuk menikmati akhir pekan. Kecuali cuma makan di warung depan.

Hadir untuk menjawab kebutuhanmu Motor Address Playful dari Suzuki ini bisa mengantarmu menikmati akhir pekan di Jakarta. Skuter yang memang didedikasikan untuk kamu yang masih berjiwa muda, jadi salah satu skuter terbaik untuk untuk menikmati hari lebih produktif. Lengkap dengan aksesori panel bodi yang penuh warna pada bagian frame cover, handle cover, leg shield hingga pada stripping set.

Kamu juga tak perlu khawatir atau ragu, jika ternyata varian warna tak akan sesuai selera, sebab seri skuter matic dari perusahaan berlogo S ini punya 10 pilihan warna yang diterapkan pada aksesoris panel bodinya. Kamu bebas pilih warna mana yang sekiranya sangat pas dan cocok untuk karaktermu. Mulai dari Stronger Red, Aura Yellow, Fresh Green, Macho Bright Blue, Majestic Gold, Dark Grey, Brilliant White, Hyper Pink, Luminous Orange Hingga Ice Silver.

Keunggulan lain yang akan menjawab kekhawatirmu saat nanti akan berkendara di tengah jalanan ibukota saat akhir pekan tiba. Suzuki Address Playful ini dibekali mesin SOHC 4 langkah kapasitas 113 cc yang memang dipercaya menghasilkan performa baik. Teknologi full injectionnya mampu menekan konsumsi bahan bakar dengan perbandingan kompresi yang mencapai 9.4:1

Dengan komposissi mesin seperti itu, perihal biaya bahan bakar kamu tentu tak perlu ragu, sebab motor ini jadi skuter matic yang tergolong irit. Selain menghemat waktu dalam perjalanan, berkendara dengan Suzuki Adress Playful ini juga membantumu menghemat budget akhir pekan dari perihal ongkos kendaraan.

Saat Sudah Sampai Tujuan, Silahkan Nikmati Dulu Waktu Liburan, Jangan Sibuk Unggah Foto di Media Sosial

Perjalanan menuju tempat wisata memakan waktu yang tak sebentar. Karenanya, sebisa mungkin kalau memang bukan sesuatu yang penting dan bersifat darurat, sebaiknya cobalah nikmati waktu akhir pekanmu degan berkualitas.

Setidaknya jauhkan diri dari dunia sosial media untuk sehari saja, sebab ini akan berpengaruh pada jiwa. Untuk apa mencari destinasi pelepas penat kalau akhirnya kamu hanya terdistraksi dengan gawaimu? Jika sesekali membuka untuk sekedar posting di instastory instagram bolehlah, namun kalau keblalasan buka akun gosip dan saling balas komentar tentu itu akan membuatmu lupa, jika tadinya kamu sedang ingin menikmati akhir pekan di Jakarta.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

Kamu yang Perempuan Harus Paham, Hal-hal Inilah yang Diinginkan Lelaki Sebelum Bercinta di Malam Hari

Beberapa penelitian mengatakan bahwa untuk perkara seks, kaum hawa jadi pihak yang cukup pintar untuk membaca pikiran pasangannya. Padahal, nyatanya ada banyak hal yang sebenarnya belum kita pahami dengan utuh.

Kami ralat, kita bukan tak mengerti dan tak paham. Tapi biasanya, ada rasa tak percaya diri akan perkiraan yang kita pikirkan. Hal-hal yang terjadi beberapa saat sebelum bercinta dengan pasangan, seringkali kita pikir tidaklah benar.

Dan berita buruknya, hal ini tentulah tidak memberi dampak baik untuk hubungan. Sebab, kemampuan untuk memahami merekalah yang akan mempermudah kita memahami laki-laki, untuk urusan bersenggama dengannya. Lalu, apa sebenarnya yang sedang dipikirkan oleh para lelaki, sebelum mengajak pasangannya bercinta? Berikut ini kami akan memberitahumu.

Orgasme Adalah Sesuatu yang Laki-laki Butuhkan, untuk Itu Belajarlah Memahaminya

Sebelumnya, beberapa dari kita mungkin berpikir ini adalah sesuatu yang tak benar atau hanya mitos belaka. Meski banyak stigma yang melekat pada kaum adam, untuk yang satu ini kamu harus mulai belajar memahaminya.

Begini, beberapa pasangan sering terdengar mengeluh ketika ia tak sampai pada puncak kenikmatan (orgasme). Bahkan, ada pula yang mengaku bahwa hal seperti ini akan berujung pada sakit kepala, dan beberapa gangguan lainnya. Dan bukan tak mungkin pula mereka akhirnya frustasi dan merasa kecewa. Untuk itu, belajarlah mengerti dan memahaminya. Jika orgasme adalah sesuatu yang sangat ia butuhkan setiap kali berhubungan badan.

Tapi Mereka Tak Ingin Terlihat Dikasihani oleh Perempuannya

Walau tak semua laki-laki akan berbuat seperti ini, namun umumnya mereka terlihat gengsi ketika kita harus menunjukkan sikap belas kasih, atas sesuatu yang belum berhasil ia dapatkan.

Alih-alih ingin membuat kegagalan orgasmenya jadi bahan bercandaan, bisa jadi ia terbawa emosi dan marah. Nah, daripada menimbulkan pertikaian, alangkah baiknya kita mencoba untuk memahaminya. Dan menawarkan, mengulangi permainan mungkin bisa jadi salah satu solusinya.

Beritahu Ia, Bagian Mana dari Hubungan Intim yang Membuatmu Merasa Senang

Selain memberinya kepuasaan dalam melakoni hubungan intim. Laki-laki juga perlu merasa telah memuaskanmu. Untuk itu, biasanya ia akan bertanya, bagian permainan mana yang paling berkesan untukmu.

Bersikaplah terbuka padanya, toh ia adalah pasangan yang juga ingin memberikan yang terbaik untukmu. Pun begitu sebaliknya, jika ada hal-hal yang menurutmu membuat kamu gusar dan merasa tertekan. Sampaikan padanya, dengan begitu ia akan tahu apa yang seharusnya ia lakukan.

Keterbukaan jadi kunci untuk bisa menyenangkan masing-masing pasangan.

Jika Ia Tidak Bermain dengan Sikap yang Tenang dan Lembut, Bukan Berarti Ia Tak Mencintaimu, Barangkali…

Bercinta jadi kebutuhan biologis yang memang dibutuhkan oleh orang dewasa. Dan sama seperti kita, ada waktu dimana mereka juga melakukannya hanya untuk memuaskan diri saja. Tapi, jangan pula mengartikan hal tersebut sebagai bentuk penindasan atau karena si dia tak lagi cinta.

Bukan tak menghargaimu sebagai pasangannya. Jika hubungan yang dilakukan terasa begitu cepat, sedikit kasar, atau terlihat hanya untuk bersenang-senang semata, itu artinya, ia sedang ingin mencapai kenikmatan lewat orgasme saja. Sebab serupa dengan mereka, beberapa kali, perempuan juga akan ada pada titik serupa.

Dan Menyaksikan Adegan Film Porno, Bukanlah Sesuatu yang Salah

Beberapa perempuan, sering menyuarakan kekesalan atas sikap pasangan yang masih saja mengonsumsi tontonan vulgar seperti video atau film  porno. Tapi tunggu dulu, bisa jadi hal tersebut ia lakukan ketika kita tak ada. Sebab ia butuh untuk menuntaskan hasratnya. Jadi mau tidak mau, tontonan begitu memang jadi jawabannya.

Selama itu dilakukan dengan alasan yang wajar, dengan durasi yang memang tak berlebihan, rasanya sah-sah saja. Bukan berarti ia lebih menyukai tubuh telanjang dari perempuan lain, mungkin itu adalah salah satu cara yang bisa ia lakukan ketika kamu tidak ada saja.

Menonton video porno bukanlah perkara besar yang harus dijadikan pemicu pertikaian. Dengan catatan, hal tersebut dilakukan saat sedang butuh, dan bukan setiap hari. Nah, saat semua itu sudah dapat kita pahami, bukan tak mungkin sang suami pun akan merasa terpenuhi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

Sebaiknya Jangan Pernah Mengejar Laki-laki Duluan, Biarkan Mereka yang Lebih Dulu Mengirim Sinyal Padamu

Punya gebetan memang sah-sah saja. Apalagi katanya ini zaman emansipasi dimana perempuan bebas menentukan pilihannya untuk jatuh cinta pada laki-laki yang ia sukai. Tapi dibalik kebebasan itu, biarkan aku ingatkan sejenak, bahwa mengejar laki-laki itu tak sebaik dan semudah kelihatannya. Sebab  kamu pasti akan bergelut dengan hal-hal yang sebelumnya mungkin tidak kamu bayangkan…

Hanya Buang-buang Waktumu Saja!

Kalau dia suka padamu, dia pasti akan melakukan hal-hal yang membuatmu merasakan kehadirannya. Tapi kalau justru kamu yang lebih dulu melakukan hal ini, bukankah rasanya hanya buang-buang waktumu? Dibanding mengejar pria yang belum tentu memiliki perasaan yang sama, bukankah lebih baik membuka hati pada sosok yang selama ini selalu menunggumu? Belum tentu laki-laki yang kamu kejar itu menangkap maksudmu dengan baik, kalau dia hanya ingin mengerjaimu, bagaimana? Jangan habiskan waktumu untuk seseorang yang sebenarnya tak baik untukmu ya, Kawan!

Kamu Jadi Menurunkan Tingkat Kepercayaan Dirimu

Kalau kamu mengejar laki-laki yang sama sekali tak tertarik padamu, hal itu hanya akan menurunkan tingkat kepercayaan dirimu. Mungkin bagimu hal ini terlihat biasa saja. Tapi mendapat penolakan bukanlah hal yang baik untuk rasa percaya dirimu. Mengejar seseorang yang tak pernah peduli padamu hanya akan membuatmu merasa tak berharga. Kamu tak layak mendapatkan perlakuan semacam ini. Berhentilah, dan bukalah hati untuk sosok yang baru.

Kamu Melupakan dan Tak Menghargai Teman-temanmu

Rasa sukamu terhadap laki-laki yang satu ini membuatmu jadi terobsesi padanya. Kamu menghabiskan waktu hanya demi memikirkan cara agar bisa dekat dengannya. Lambat laun, duniamu hanya tentang dia, sementara itu ada teman-temanmu yang merasa dilupakan. Hei, padahal teman-temanmu adalah sosok yang selalu ada untukmu, bukan? Jangan pernah melupakan atau menolak kehadiran mereka, apalagi untuk seseorang yang mungkin saja tak peduli atau tak peka dengan perhatian yang kamu berikan padanya.

Bagaimana Kalau Dia Hanya Ingin Mengerjaimu Saja?

Faktanya, masih ada laki-laki yang tidak tahu bagaimana memperlakukan perempuan dengan baik. Tak menutup kemungkinan, sosok yang kamu sukai saat ini bisa jadi menyimpan rencana yang tak baik lantaran tahu kamu ini sedang mendekatinya. Alih-alih menunjukkan peluang agar kamu bisa masuk ke hatinya, bisa jadi itu ‘perangkap’ yang sedang disiapkannya. Kamu harus hati-hati, ya!

Zaman sekarang keberadaan laki-laki matre juga sudah banyak ditemukan. Tak cuma matre, ada lho yang menyalahgunakan karakter naif perempuan dan akhirnya diperdaya untuk menuruti nafsu laki-laki tersebut. Duh, jangan sampai kamu bertemu dengan sosok yang seperti ini, ya! Karena pada akhirnya kalau dia bosan, dia pun akan dengan mudah meninggalkanmu

Kedepannya, Kamu Pun Akan Terpuruk dengan Apa yang Kamu Lakukan Selama Ini

Mengejar sosok laki-laki yang kamu sukai belum tentu membuatmu lantas jadi bahagia. Ada kalanya kalau kamu merasa ada sesuatu yang tak bekerja dengan semestinya, kamu pun jadi menyalahkan diri sendiri.  Kamu jadi semakin terpuruk dengan keadaan, apalagi kalau respon yang kamu terima tak sesuai dengan ekspektasi. Dia mungkin merasa senang dan ge-er karena ada yang menaruh rasa padanya. Tapi dari caranya memperlakukanmu, lebih baik tinggalkan saja.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspirasi & Motivasi

Untukmu yang Terus Bertanya, Mengobati Hati yang Lara Memang Butuh Waktu yang Lama  

Masih jelas dalam ingatan, luka setelah berakhirnya hubunganku bersamanya belum tertutup sempurna. Saat itu, aku masih dihimpit kegamangan yang sama selepas kisah cintaku berakhir lara. Ketika kamu bertanya kenapa aku tak segera beranjak, kala itu semua masih dalam proses, dan aku pun berharap diriku bisa segera beranjak dari situasiku saat itu.

Di masa-masa itu, besar harapku mempunyai teman tempatku bercerita. Tapi mengapa yang kuhadapi justru rentetan pertanyaan yang seakan menyudutkan soal kelemahanku untuk tak segera beranjak. Bukannya aku tak mau, hanya saja aku tahu untuk beranjak memang butuh waktu yang tak sebentar.

Memang Butuh Waktu yang Lama Karena Aku Masih Menyimpan Rasa Padanya

Kala itu, aku masih belum sanggup melupakan segala rasa dan memori yang terlanjur kusimpan. Semuanya masih tentangnya. Juga soal bagaimana dia memperlakukanku dengan baik dan selalu memberikan pelukan terbaik saat aku membutuhkannya. Dan saat itu juga, aku masih mengharapkan dia bisa kembali.

Kuakui, aku pernah merindukan suaranya, tatapannya, gesturnya, apa pun yang melekat padanya, aku pernah merindukan semua itu di setiap waktuku. Tak peduli seberapa lara yang kurasa setelah momen perpisahan itu, tapi yang kutahu, aku pernah menyimpan rasa rindu yang begitu besar yang kini jadi penghalang untukku segera beranjak.

Memang Butuh Waktu yang  Lama untuk Menyadari Kalau Aku Masih Buta dengan Cinta

Ya, kuakui saat itu perasaanku terhadapnya masih begitu besar sehingga setiap hal yang ditawarkan dunia agar aku segera beranjak, semua itu kutepis karena aku terbelenggu dengan cinta yang membutakanku. Aku tak mampu melihat ada cela, yang kulihat hanyalah sosoknya, dimana aku mau terus bersamanya.

Tak peduli rasa sakit seperti apa yang harus kurasakan, asal dia kembali, kukira masalah yang sudah lalu ya biarlah berlalu. Tapi itu dulu, untung saja Sang Pencipta mau menarikku kembali agar aku tak selamanya buta karena cinta.

Memang Butuh Waktu yang Lama Apalagi Untukku yang Sukar Mendengar Nasehat Orang Lain

Untuk setiap temanku yang saat itu berusaha menolongku tapi aku memilih tak menggubris kalian, kumohon maafkan aku. Aku salah karena aku tak mendengarkan nasehat dari orang-orang terdekatku seperti sahabat dan keluarga. Aku egois karena saat itu yang kulakukan justru menuruti egoku.

Padahal, sudah jelas sekali bahwa tak ada yang bisa diselamatkan dari hubungan yang sudah terlanjur rusak. Butuh waktu lama memang untuk menyadari bahwa sahabat dan keluarga adalah pihak yang tak akan meninggalkan kita dalam situasi apa pun.

Memang Butuh Waktu Lama untuk Menyadari Kalau Dia Sudah Tak Cinta

Aku lega karena pada akhirnya hari ini aku bisa melakukan apa yang harusnya sudah kulakukan sejak lama, semenjak kulihat sudah tak ada lagi cinta untukku di matanya. Namun untuk menyadari hal itu, butuh waktu yang tak sebentar dan harus ada kejadian yang terus-terusan menegurku. Dan pada akhirnya aku sadar, aku tak lagi bersama sosok pasangan yang dulu bisa membuatku jatuh cinta karena sikap dan komitmennya. Semua itu memudar. Bahkan, disaat aku berusaha menyelamatkan hubungan kami, hanya aku yang berusaha. Lalu untuk apa diteruskan?

Memang Butuh Waktu Lama untuk Beranjak Karena Keputusan Itu Harus Dipikirkan Berulang Kali

Tak pernah terlintas dibenakku kalau hubunganku bersamanya akan berakhir begitu saja. Hubungan yang kami harapkan bisa jadi yang terakhir dan kami perjuangkan bersama-sama sejak awal, nyatanya tak lantas membuat dia bisa bertahan.

Tak mudah bagiku memilih beranjak saat bertahun-tahun hatiku sudah memantapkan hati untuk menyayangi satu orang yang memang kupilih berdasarkan kata hatiku. Tapi mungkin memang begini akhirnya. Meski berat, setidaknya aku bersyukur karena aku tak perlu terbelenggu pada hubungan yang tak sehat. Meski memang memakan waktuku saat kupikirkan keputusan ini, sekarang aku lega karena aku memilih beranjak.

Jadi, memang sudah waktunya aku pergi. Bagiku, tak apa memakan waktu lama untuk beranjak, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, bukan?

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top