Inspirasi & Motivasi

Tak Peduli Seberapa Rupawan Wajah Para ‘Oppa’, Aku Tetap Tak Suka Drama Korea

Demam drama Korea katanya menjangkiti semua perempuan. Nyatanya tidak demikian, sebab ternyata masa ada lho perempuan yang dengan tegas mengatakan tak menyukai drama Korea.

Golongan ‘oposisi’ ini mengaku tak terhipnotis baik oleh skenario, maupun wajah tampan para pemain drama yang suka dielu-elukan banyak perempuan. Faktanya memang demikian, satu hal yang menurutmu menarik belum tentu dianggap menarik oleh yang lainnya.

Ini soal preferensi dan suka atau tidak suka, kita harus menghargai kesukaan orang lain, bukan? Mungkin bagi perempuan yang tak terlalu suka Korea, ini dia alasan dibaliknya.

Kelihatan Serba Sempurna Justru Membuat Tontonan Kian Terasa Fana

Lihat saja, pemeran utama drama Korea dipilih yang rupawan dan menawan. Oppa, sebutan untuk idola laki-laki selalu digambarkan tinggi, tampan, punya fisik rupawan dan karier mumpuni. Profesi yang mereka tekuni pasti yang mentereng. Pokoknya, sukses dan kaya raya.

Sementara untuk yang tak masuk dengan ide cerita semacam ini jelas membuat hidup atau cerita yang dihadirkan dalam drama kian kurang terasa nyata. Coba kamu pikirkan, memangnya ada dunia yang isinya hanya orang rupawan dengan kehidupan bak di atas awan?

Kisah yang Disampaikan pun Kadang Terlalu Klasik

Hasil gambar untuk korean scene

Coba lihat, berapa banyak drama Korea yang ceritanya mirip dengan kisah negeri dongeng? Semisal tokoh perempuannya kurang beruntung atau kurang kaya, lalu datang lelaki baik hati yang jatuh cinta padanya dan menyelamatkan hidupnya.

Konflik datang sebentar, tapi pada akhirnya mereka hidup bahagia. Bagi sebagian perempuan, tontonan semacam ini dirasa cukup membosankan…

Adrenalin yang Diberikan pun Terkesan Datar

Hasil gambar untuk korean drama scene

Penyuka drama Korea mungkin menyukai alur cerita yang sweet dan romantis. Nah, itulah yang tak masuk untuk kami pemburu adrenalin dalam sebuah tayangan. Di drama Korea kami sukar menemukan titik dimana kami bisa memacu adrenalin atau setidaknya membuat degdegan, tegang, bahkan takut.

Kadang, antara pengantar, klimaks, dan antiklimaksnya nyaris tak kentara sehingga, terlewat beberapa menit saja tak jadi masalah. Emosi yang dilibatkan rata-rata tak jauh dari sedih, senang, dan romantis.

Cerita yang Disajikan Belum Cukup Rumit

Alur cerita drama Korea biasanya memang mudah ditebak, begitu juga dengan ending-nya. Tidak ada teka-teki atau kasus yang terlalu rumit untuk dipecahkan, sehingga tidak mengajak penonton ikut berpikir.

Sementara kami ini justru kurang nyaman kalau hanya dijadikan penonton hanya diajak menebak-nebak, nanti A akan berakhir di pelukan Y atau Z? Nah, yang ditawarkan drama Korea kebanyakan justru seperti itu. Ini hanya soal preferensi lho kawan.

Risikonya Katanya Tinggi dan Rentan Membuat Kecanduan, Benarkah?

Sudah banyak cerita yang beredar tentang orang yang ketagihan nonton drama Korea. Ada penggemar fanatik yang membawa smartphone ke kamar mandi, karena tidak mau berhenti nonton, sehingga nasib smartphone-nya berakhir di bak mandi atau WC.

Ada pula yang mengalami gangguan penglihatan karena hanya tidur 2 jam setiap hari akibat terus manteng di depan layar. Entah berapa yang jadi sakit karena kurang tidur, jadi tidak konsentrasi di kantor, atau pekerjaannya tidak beres.

Nah, hal-hal semacam ini kurang baik. Jadi memang banyak sekali risiko yang muncul. Dulu aku sempat menonton drama Korea, tapi begitu tahu risikonya seperti ini, mungkin memang lebih baik dicukupkan saja.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

Hati-hati, Kita yang Gajinya Pas-pasan Jangan Sampai Hobi Terlihat Kaya Tapi Bohongan

Sukses dan kaya, dua kata yang pasti didambakan banyak perempuan. Karier sukses akhirnya mengantarkan kita punya masa depan cemerlang. Tapi jangan sampai keinginan itu membuat kita jadi hilang arah dan membuat kita sukar berpikir rasional.

Banyak lho yang memilih pura-pura kaya padahal gaji masih pas-pasan. Mulai dari memasang foto di media sosial dengan foto kekinian namun hanya rekaan, hingga bertingkah hidup penuh kemewahan padahal sebenarnya hidup pas-pasan.

Hati-hati, kalau kebiasaan buruk ini terus dilanjutkan, nanti kita malah bisa dapat masalah-masalah baru. Ini misalnya

Kamu Berpotensi Merusak Nama Baikmu Sendiri

Bagaimanapun, nama baik harus tetap kamu jaga, kan? Kalau kita terus memakai topeng, nanti begitu ketahuan wajah aslinya, nama baik kita bisa hancur sendiri.

Hidup ini jalanilah apa adanya, bukan ada apanya. Tak perlu sampai membuat banyak kepalsuan karena nanti malah bisa berbalik menghancurkan nama baik kita sendiri, kawan.

Membuat Hidupmu Tak Sejahtera dan Hanya Menambah Stress hingga Tekanan Batin

Kamu tau kan, pada dasarnya manusia tak akan pernah merasa puas. Sekali membuat sebuah kebohongan, kita akan terus terdorong untuk membuat kebohongan-kebohongan baru.

Lama kelamaan hal ini akan membuat kita stres sendiri. Akan ada tekanan batin yang membuat kita jadi sulit menerima diri kita apa adanya.

Rasa Percaya Dirimu Kian Menurun

Karena tuntutan pergaulan dan terlanjur terjun dengan gaya hidup yang tak sesuai pemasukan, kita cuma akan makin merasa insecure. Rasa percaya diri pun akan menurun.

Tak ada lagi kepercayaan diri yang bisa membuat kita tenang. Setiap hari rasanya akan dihantui perasaan tidak nyaman. Lama kelamaan, kita jadi membenci diri sendiri.

Bahkan Bisa Membuatmu Terjebak dalam Lilitan Hutang Lho Kawan

Demi memenuhi keinginan untuk memiliki gaya hidup mewah, kita sampai rela berutang sana-sini. Padahal gaji pas-pasan, tapi kita malah gali lubang tutup lubang. Kalau kondisi ini terus dibiarkan, nantinya kita bakal terjebak dalam lilitan utang yang bakal makin susah kita tangani.

Di penghujung tahun, apa kamu tetap mau berlaku demikian? Saatnya untuk lebih berhati-hati dalam menempatkan diri, ya. Tak perlu hidup di zona yang bukan zonamu sendiri.

Bukankah berlagak sok kaya bila itu malah akan menyusahkanmu? Kini kita perlu lebih berani jadi diri sendiri, jujur terhadap diri sendiri juga orang-orang di sekitar kita.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

Bulan Desember Milik Para Sagitarius, Yuk Siapkan Kado yang Sesuai Zodiaknya

Punya ulangtahun di bulan Desember rasanya spesial. Selain karena ini bulan penutup tahun, jatah libur akhir tahun bisa dipakai untuk merayakan ulangtahun. Terkhusus untukmu yang punya teman yang akan berulangtahun di bulan ini, pasti sudah tahu zodiak mereka. Yup, Sagitarius!

Menurut ahli astrologi, Kathy Biehl, pemilik zodiak Sagitarius dikenal sebagai sosok petualang terbesar. Mereka suka bepergian untuk mengembangkan diri dan terus mencari makna kehidupan di berbagai tempat.

Untuk itu, Kathy menyarankan membelikan lima benda ini sebagai hadiah bagi si Sagitarius yang akan berulangtahun di bulan Desember. Ini dia!

Koper Yang Akan Menemani Perjalanan Jauhnya


Untuk seorang petualang, koper merupakan senjata utama para Sagitarius yang hendak berkelana ke berbagai tempat baru. Hadiahkan saja koper tipe carry-on luggage yang berteknologi tinggi namun tetap stylish sebagai teman perjalanan mereka.

Pakaian yang Nyaman dan Menyenangkan

Utamakan hadiah seperti celana jins atau sepatu. Menurut Kathy, pakaian yang santai dan nyaman menjadi favorit zodiak ini karena kesenangan mereka bepergian ke berbagai tempat.

Lagipula, bepergian lebih nyaman pakai sepatu kets, bukan? Dia pun pasti akan berpikir keras kalau kamu sampai menghadiahinya sepatu hak tinggi atau pakaian yang terbuka yang tak sesuai kepribadiannya.

Hadiahkan Saja Paket Liburan yang Didambakannya

Menurut Kathy, para Sagitarius ini lebih menyukai petualangan di luar ruangan yang memungkinkan mereka bebas berkeliaran.

Memberikan mereka paket liburan ke Sumba atau berselancar di daerah dengan pantai terkenal, pasti mereka akan suka. Sebagai teman, apalagi mungkin ini yang akan berulangtahun adalah sahabatmu, tak ada salahnya menghadiahi mereka demikian lho kawan.

Parfum

Meski lebih sering berada di luar ruangan, bukan berarti si Sagitarius harus bau matahari, dong. Oleh karena itu, berikanlah parfum dengan wangi yang segar kepada zodiak ini agar keharuman mereka tetap terjaga.

Benda-benda unik

Selain bepergian, Sagitarius juga menyukai benda-benda unik yang bisa membuat mereka tertawa saat melihatnya. Apalagi jika benda tersebut mengingatkan mereka akan tempat yang pernah dikunjungi.

Jadi, carilah benda apa pun seunik mungkin sebagai hadiah untuk temanmu yang satu ini ya kawan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

Yang Pernah Berselingkuh, Siap-siap Dihantui Situasi Sulit Hingga Tak Lagi Dipercaya

Bagi orang yang pernah diselingkuhi, perselingkuhan bisa berdampak menyakitkan. Namun ternyata, dampak negatif perselingkuhan tak hanya dirasakan oleh korban, tapi juga oleh pelaku.

Menurut relationship coach asal Amerika Serikat, Leilla Blackwell, bila seseorang terbukti berselingkuh dan perbuatannya diketahui banyak orang di lingkungan dekatnya, konsekuensi perbuatan itu justru bisa lebih buruk (dan lama) bagi pelaku ketimbang yang diselingkuhi—seperti berikut ini.

Ibarat Kata Pepatah, Karena Nila Setitik, Rusak Susu Sebelanga

Kendati dulunya mungkin pelaku merupakan tipikal yang romantis, baik, setia, bahkan memiliki banyak kualitas baik dalam dirinya, hanya karena satu tindakan yaitu selingkuh yang ia lakukan, maka hal itu akan bisa membawa dampak yang kurang baik untuk hidupnya.

Walau mungkin menurutnya selingkuh adalah prestasi. Tapi pasti ada saja omongan negatif dari lingkungannya yang menjatuhkannya karena sudah terlanjur ingat bagaimana track record-nya dalam berselingkuh.

Belum lagi soal rasa percaya, pasti baik oleh pasangannya maupun oleh keluarga dan teman-teman yang mengetahui perselingkuhannya, si cheater akan jadi sosok yang tak bisa dipercaya lagi. Kalau ia sampai hati mengkhianati kepercayaan pasangannya sendiri, bagaimana ia bisa menjaga kepercayaan orang lain?

Sekali Suka Selingkuh, Maka Selanjutnya Siapa yang Tahu?

Once a cheater, always a cheater

Pernah dengar peribahasa tersebut? Yup, semacam pengingat untuk orang-orang disekitarnya kalau  apapun yang dilakukan seseorang yang pernah berselingkuh demi menebus perbuatannya, bagaimana pun usahanya untuk meminta maaf, seberapa pun kerasnya membuktikan ia tak akan selingkuh lagi, seorang peselingkuh akan selamanya dicap sebagai cheater, baik oleh pasangan maupun orang-orang di lingkungan dekatnya.

Lihat sendiri kan? Yang merasakan dampak negatif lantaran berselingkuh tak hanya korbannya, tapi juga pelakunya.

Dalam Sebuah Hubungannya Nanti, Bisa Jadi Ia Akan Selalu Dijadikan Kambing Hitam Lho Kawan…

Katakanlah seseorang yang selingkuh darimu kemudian melanjutkan relasi bersama pasangannya dan berusaha melupakan kejadian perselingkuhan. Namun hampir bisa dipastikan, setiap ada masalah dalam hubungan, orang yang berselingkuh akan selalu jadi pihak yang disalahkan dan menjadi tempat luapan amarah—meski permasalahannya saat itu tak ada kaitannya dengan affair yang dulu ia lakukan. Rasanya pasti tidak enak juga.

Sementara untuk kita, tak usah dulu bicara karma atau semacamnya, bagaimanapun, sebagai manusia yang tahu mana yang baik dan yang buruk. Untuk kita yang kebetulan berada dalam posisi yang memungkinkan untuk berbuat tidak jujur kepada pasangan, segera hentikan. Tak mau, kan, selamanya dianggap sebagai cheater?

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top