Love & Sex

Sudah Resmi Tunangan dengan Nick Jonas, Konon Cincin Priyanka Chopra Seharga Rp 43 Miliar

Hubungan asmara dua sejoli ini, memang cukup menarik perhatian publik. Setelah, kabar pertunangannya beberapa waktu lalu. Akhirnya Nick Jonas dan Priyanka Chopra membagikan kabar pertemuan keluarga yang ternyata digelar di India.

Selain berita bahagia yang mereka berdua bagikan, fakta lain yang juga cukup jadi menyedot perhatian adalah cincin pertunangan yang diberikan Jonas ke Priyanka. Yap, kabarnya cincin tersebut mencapai harga Rp. 43 Miliar.

Sumber : https://twitter.com/nickjonas

Kabar ini dibagikan oleh salah satu ahli berlian dan gemologi terkenal, Grant Mobley. Dirinya menyebut harga cincin tersebut sekitar US$ 300 ribu atau Rp 43 miliar.

“Sebuah cincin dengan ukuran dan kualitas seperti ini akan berharga sekitar US$ 300.000 (senilai Rp 4,3 miliar). Gaya klasik dan desain cincin ini sangat cocok untuk Priyanka,” tutur Grant Mobley yang dilansir Hollywoodlife.

Sumber : https://twitter.com/nickjonas

“Ini adalah desain yang tak lekang oleh waktu dan fitur berlian bantalan-set di platinum dengan apa yang tampak seperti berlian baguette kecil di sisi,” sambung Grant lagi. Setelah pertemuan keluarga tersebut, beredar kabar mereka berdua akan melangsungkan pernikahan di Oktober mendatang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

Aku yang Membalas Pesanmu Cepat, Sementara Kamu Membalas Pesanku Ketika Sempat

Setiap pagi puluhan pesan singkat kukirimkan, tapi hanya akan mendapat balas kala hari sudah malam. Hal ini jelas jadi sesuatu yang janggal, sebab dulu, kamu tak pernah demikian. Sesibuk apakah kamu disana? Sampai memberi kabar pun kian terasa susah.

Jangan bilang aku terlalu manja, menuntutmu melapor akan kegiatan apa saja. Sebab aku hanya ingin tahu, masihkah dia yang kupanggil sayang, ingat pada kekasihnya? Tak pernah mendapat jawaban yang jelas, kamu hanya membalas semua pesan dengan alasan “baru sempat sayang”.

Hidupmu Memang Tak Melulu Tentang Diriku, Tapi Salahkah Jika Aku Ingin Tahu Kamu Dimana?

Bukannya aku pacarmu?  Kataku tiap kali kamu protes seolah merasa terganggu, atas pesan yang aku kirimkan kepadamu. Dan akan selalu dibalas dengan bahasa yang serupa, dari yang sudah-sudah, “Aku terlalu sibuk, untuk sekedar membalas pesan”.

Begini, kesibukanmu untuk alasan bekerja mungkin tak bisa kuganggu gugat, dan jelas aku bisa paham. Tapi hal lain yang selalu menjadi pertanyaanku adalah, Tidakkah kamu juga punya waktu istirahat?

Lagipula, membalas pesan tak butuh waktu berjam-jam. Ini hanyalah perkara ingin atau memang sengaja mengabaikan. Kamu mungkin bisa merasa biasa, meski tak memberiku berita berhari-hari lamanya.

Tapi sayangnya, aku tak bisa! Dan itulah alasan mengapa aku kerap bertanya. Lalu salah jika aku ingin tahu kamu dimana?

Tak Berniat Membandingkanmu dengan Pacar Temanku, Tapi Kupikir Bertukar Kabar Seperti Mereka Memang Perlu

Bohong jika kubilang aku tak iri pada mereka yang ada disampingku. Melihat mereka saling bertukar informasi menu makan siang, hingga cerita-cerita lain yang selalu jadi bahan obrolan.

Sedang aku dan kamu, jangankan untuk tahu kamu makan siang apa hari ini. Bahkan kadang aku tak tahu, sudahkah kamu berada di kantor atau tidak hari ini.

Paham, jika kamu tak suka hal-hal yang demikian. Aku jelas tak akan memaksamu untuk berlaku serupa. Tak akan memintamu untuk bertanya bagaimana hariku ditempat kerja, tapi jika akan ada orang lain yang menanyakannya. Jelas itu akan membuatku jauh lebih bahagia.

Ini Bukan Sesuatu yang Salah, Justru Bisa Jadi Pengikat Untuk Hubungan yang Baik Kedepannya

Bukan hanya aku saja, kupikir semua orang akan setuju jika komunikasi yang baik jadi perekat hubungan dua orang insan. Tapi anehnya, hal itu tak pernah terjadi pada hubungan yang kini sedang kita jalankan.

Meski selalu terabaikan, rasanya aku tak pernah bosan untuk bertanya apakah kamu sudah sarapan. Walau akhirnya mungkin akan dibalas pada waktu makan siang atau justru sesaat sebelum makan malam.

Tak bisa menganggap dirimu selalu jadi pihak yang benar, kupikir kamu harus belajar untuk membuka pikiran. Memahami apa yang pasanganmu inginkan, dan paham bahwa berbalas pesan bukanlah sesuatu yang salah dalam setiap hubungan.

Kau Bilang Aku Berlebihan, Padahal Komunikasi Perlu Untuk Setiap Hubungan

Coba bayangkan, jika nanti kita hidup bersama disatu atap rumah yang sama. Bersuara untuk bilang saling cinta, tapi tak pernah ada komunikasi. Kamu mungkin akan sibuk dengan segudang pekerjaanmu, lelap pada jam-jam lembur yang harusnya bisa dinikmati dengan  malam makan di rumah. Lalu pelan-pelan lupa, bahwa manusia yang katanya kau cinta juga butuh kamu didekatnya.

Tak perlu merangkai kata banyak-banyak, sebab aku sudah akan cukup merasa senang meski kamu hanya membalasnya dengan satu kalimat pendek berisi larangan. “Aku lagi sibuk sayang, nanti kita lanjut ya” sungguh itu, jauh lebih baik daripada harus menunggu berjam-jam dengan tak ada kejelasan.

Jika Memang Kau Tak Bisa Memulai Obrolan, Cobalah Membalas Cepat Pesan yang Aku Kirimkan

Ya, beberapa orang mungkin menganggap berbalas pesan adalah sesuatu yang membuang waktu. Begitu juga denganmu. Mungkin isi kepalamu sudah dipenuhi hal-hal lain yang jauh lebih penting dibanding sekedar ingin tahu kabar kekasihmu.

Berbenah diri untuk bersikap sesuai yang aku mau, mungkin berat untukmu. Tapi akan jauh lebih baik, jika kamu akan memulainya dengan hal-hal kecil yang bisa mengobati rasa kecewaku karena selalu diabaikan olehmu.

Cobalah untuk membalas dengan cepat, beberapa pesan yang aku kirimkan padamu. Kupikir itu akan jauh lebih baik untukku juga dirimu.

Semua Hal Memang Perkara Prioritas, Maka Jika Pesanku Selalu Tak Berbalas, Itu Artinya Diriku Juga Bukanlah Prioritasmu

Sudahlah sayang, kau tak perlu lagi berkilah. Tak adanya itikad untuk membalas pesan, barangkali memang jadi salah satu jawaban yang bisa menjelaskan, bahwa aku tak begitu penting. Walau sebenarnya ini akan jadi sesuatu yang sulit, kupikir ini adalah kenyataan yang selama ini mungkin kamu rasakan.

Mengedepankan hal-hal lain untuk dilakukan, hingga mengabaikan banyak pesan yang sering aku kirimkan. Jangan lagi susah payah, merangkai kata untuk dijadikan alasan dari tuduhan yang aku sampaikan. Karena jika memang aku masuk jadi prioritasmu, tak akan ada pesan yang terabaikan.

Kamu Bisa Saja Terus Berkilah, Tapi Lama-lama Aku Juga Bisa Jengah

Setiap hari, ada saja alasan agar kamu tak jadi pihak yang disudutkan. Sibuk bekerja, lelah pulang kerja, ingin istirahat di rumah, hingga alasan lain yang kadang tak bisa aku percaya.

Ini bukan perkara besar memang, sebab hanya masalah tak membalas pesan dan abai untuk memberi kabar. Tapi pelan-pelan bisa jadi bumerang untuk hubungan.

Hari ini kamu mungkin masih merasa itu biasa, dan pacarmu ini bisa menerima. Karena meski sering kudesak untuk berubah, kamu jadi satu-satunya pihak yang paham apa yang sebenarnya sedang kau sembunyikan atas semua sikapmu yang mendadak berubah.

Ya, barangkali aku bukan satu-satunya orang yang ingin kau balas pesannya. Maka wajar jika pesanku, kerap dibalas lama.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspirasi & Motivasi

Sayang Banget Sama Anak Kecil, 3 Zodiak Perempuan Ini Terkenal Jadi Calon Ibu Idaman

Percaya nggak sih, kalau faktanya tak semua perempuan suka dengan yang namanya anak kecil. Padahal sebagian teman berkata bahwa, anak kecil adalah sosook yang lucu nan menggemaskan. Tapi bukan berarti juga yang tak suka anak kecil bukana sosok penyanyang ya.

Dan sebaliknya, kalau dilihat dari zodiaknya nih. Ada 3 perempuan yang tak hanya dikenal sebagai penyanyang anak-anak. Tapi juga jadi calon ibu yang baik untuk masa depan. Kira-kira, siapa saja kah mereka?

1. Scorpio

Perempuan-perempuan Scorpio, dikenal jadi sosok yang sayang banget anak kecil. Selain sikap mereka yang memang sedikit kekanak-kanakan, mereka mampu untuk memahami anak-anak dengan baik.

Mereka selalu terlihat bahagia ketika sedang berhadapan dengan anak kecil dan tak sungkan-sungkan untuk menggendongnya dan mengajknya bicara. Jadi tak perlu heran, jika perempuan Scorpio sering jadi teman yang baik untuk keponakan dan sepupunya yang masih kecil.

2. Cancer

Sering tertangkap menampilkan rasa gemasnya pada anak-anak. Perempuan Cancer jadi orang selanjutnya yang dikenal cukup baik pada anak kecil. Menariknya lagi, ia juga punya tingkat kesabaran yang cukup baik untuk urusan mengasuh anak kecil.

Tak pernah risih atau merasa jijik, ia bisa dengan senang hati membantu sepupunya untuk memandikan anak kecil atau membersihkan kala si anak ngompol. Untuk itulah, ia dikenal sebagai perempuan yang mengayomi anak-anak.

3. Taurus

Nih, kuberitahu ya. Saking sukanya pada anak-anak, sosook Taurus sering rela untuk mengeluarkan uang untuk membuat anak kecil senang. Mulai dari memberlinya mainan, membawa mereka jajan, hingga bermain, asal mereka senang.

Walau dikenal jadi sosok yang jahil juga, perempuan yang berzodiak Taurus punya cara tersendiri untuk membuat anak kecil akrab padanya dengan kejahilannya.

Nah, kalau begini jadi buru-buru pengen punya anak kecil kan?

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspirasi & Motivasi

Kamu adalah Lelaki yang Tepat, Tapi Waktu Bertemu Tak Tepat

Tak ingin membohongi diri sendiri, kehadiranmu jelas sangat membantu. Memberiku pandangan baru, bahwa tak semua cinta itu palsu. Saat aku sedang lemah karena tak lagi percaya pada si dia, kamu datang untuk menawarkan rasa. Membuatku membuka mata, jika dirimu memang lebih bisa membuat tenang daripada si dia.

Kau membuatku tergoda, hubungan yang selama ini kujalani hampir saja goyah. Melepas dia yang selama ini kucinta dan memilih kamu yang baru saja datang untuk menawarkan cinta. Buru-buru meninggalkan si dia jelas membuatku terlihat egois, biar bagaimanapun dia telah memberiku banyak warna. Rasa suka mungkin sudah ada, tapi untuk memilih bersama jelas aku tak bisa. Karena, waktu kita bertemu sepertinya salah.

Untuk tak membuatmu sakit hati atau merasa tersinggung, kali ini biarkan aku memaparkan alasanku yang nampaknya perlu kau pahami.

Saat Kau Datang, Aku Sedang Mengevaluasi Hubungan Bukan Mencari Pasangan

Ya, mari kita berbalik sebentar ke masa awal berkenalan. Dirimu menemukanku pada satu kondisi yang bisa dibilang sedang diawang-awang. Tak ingin menempatkan pasanganku sebagai pihak yang buruk, perlu keberitahu padamu. Menjauh darinya sebentar adalah keinginanku.

Kami memang sedang bersiteru untuk beberapa hal, ketidak satuan jalan pikiran hingga hal lain yang memang bertentangan. Berpikir ini akan menguatkan hubungan, aku memilih untuk menepi sebentar. Memikirkan lagi bagaimana kelangsungan hubungan, untuk kemudian belajar memahami diriku dengan benar.

Dan kupikir sejak awal, dirimu pun tahu bahwa aku hanya ingin mencari ketenangan. Jika akhirnya kamu datang dan berhasil menuai simpatikku, jelas itu diluar kendaliku. Sosok yang baik sepertimu kerap terbayang jadi pasangan masa depan. Tapi, aku sudah punya pasangan.

Kita Memang Bisa Saja Pacaran, Tapi Selingkuh Bukanlah Pilihan yang Akan Kulakukan

Berusaha menunjukkan keseriusan, beberapa kali dirimu menawarkan diri sebagai selingan. Jadi sosok yang akan kutemui jika aku sedang bosan dengan pasangan, hingga bersedia berbuat apa saja demi hubungan main belakang. “Sudah Sayang”, barangkali jadi alasan kuat mengapa akhirnya pilihan itu kau tawarkan.

Namun, lagi-lagi aku harus katakan. Selain tak berniat untuk mendua dari hubungan, aku pun tak ingin membuatmu sebagai sosok yang nanti disalahkan. Melepasmu memang mulai terasa sedikit berat, tapi menahanmu lebih lama pun bukanlah pilihan yang baik nampaknnya.

Mari Sama-sama Membuka Mata, Cinta Membara Diawal Cerita Tak Jadi Jaminan Kita Berdua Akan Bahagia

Harus kuakui, untuk urusan membuatku terpesona dan merasa istimewa, dirimu memang juaranya. Berupaya selalu menjadi yang terbaik, serta menunjukkan semua perbuatan manis yang bertujuan menyenangkan hati. Jadi poin penting lain yang memang tak selalu mampu diberikan oleh si dia.

Kemudian pelan-pelan aku sadar, mencoba membanding-bandingkan kamu dengan si dia adalah kesalahan. Karena biar bagaimanapun, kalian berdua adalah dua orang berbeda yang jelas punya kelebihan yang juga tak sama. Kamu boleh saja menarik perhatianku, tapi si dia yang sudah bersamaku ternyata mampu melakukan hal lain yang lebih daripadamu.

Ini Pilihan yang Sulit, Sebab Isi Kepalaku Kian Rumit

Dengar, kalau bisa memilih. Satu hal yang mungkin aku ajukan kepada Tuhan adalah, tidak menarikku pada situasi seperti ini. Berada diantara kalian berdua, jelas membuatku tak banyak berkata-kata.

Keadaan yang kiat rumit, memaksaku untuk menentukan. Siapakah yang akan tetap kupertahankan. Kamu yang baru saja datang atau dia yang sudah lama tinggal?

Maka untuk kesekian kalinya, aku berkata, bahwa bertahan dengannya adalah pilihan terbaik yang sudah aku pikirkan sejak lama.

Maaf Jika Membuatmu Sempat Berharap Lalu Kecewa, Aku Tak Bermaksud Tuk Melakukannya

Tak apa jika kamu akan marah padaku. Berpikir bahwa aku sedang berusaha untuk menarik ulur hatimu. Menjadikanmu sebagai sosok yang sedang diombang-ambing oleh perasaannya sendiri. Dan menanti satu keputusan dari sosok yang mulai dicintai, meski akhirnya harus rela melepas dan ditinggal pergi.

Bukan ingin membuatmu merasa dibohongi, dengan berpura-pura tak mau peduli dengan pilihan yang kau ingini. Percayalah, dirimu adalah sosok yang sempurna. Bahkan sedari dulu, bayang-bayang akan dirimu adalah sesuatu yang selalu kuingini. Walau, kini harus kuakui pula bahwa kamu memang sempurna, tapi waktu bertemu sedang tak baik saja.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top