Inspirasi & Motivasi

Setelah Putus Dan Jadi Jomblo, Lalu Apa?

Berhenti Memaksa Bertahan Dalam Hubungan Yang Tidak Baik,Sayangi Dirimu Sendiri Dan Jangan Takut Jomblo(1)

Sulit memang memutuskan suatu hubungan apalagi jika  sudah berjalan lama. Tapi kenyataan kadang memaksa kita untuk tetap berpikir realistis jika ternyata hubungan yang kita jalani sudah dalam masa yang buruk bahkan sepertinya tidak lanyak untuk dipertahankan lagi.

Lantas untuk apa bertahan ? Alih-alih tak ingin menjomblo banyak wanita yang bertahan dan terjebak dalam hubungan yang sudah tidak baik lagi, terlalu takut untuk meninggalkan atau belum siap untuk membuka lembaran baru menjadi alasan kuat yang sering dipakai untuk tetap berada dalam zona yang salah meski dia sendiri tahu bahwa hubungan itu sudah tidak memiliki masa depan yang baik.

Padahal jomblo atau sendiri bukanlah status yang hina, bukan juga momok yang harus ditakuti karena akan ada banyak hal yang bisa kita lakukan dalam hidup dengan status jomblo dibanding harus bertahan pada hubungan yang salah.

Mampu Leluasa Mengeksplore Minat dan Bakat Tanpa Adanya Larangan Dari Pasangan Lagi

Hubungan yang baik sebenarnya akan membantumu dalam menggali kemampuan yang ada dalam dirimu, jika selama ini hubunganmu malah membatasi atau bahkan melarangmu untuk mengembangkan minat dan bakat yang kamu inginkan akan berbeda jika sudah memutuskan untuk sendiri, kita akan bisa lebih leluasa melakukan semua hal yang kita sukai tanpa adanya larangan atau aturan dari pasangan yang harus ditaati lagi. Ini adalah salah satu bentuk kesenangan tersendiri yang akan kita dapatkan saat menjadi seorang jomblo yang mungkin tak pernah kita dapatkan saat masih memiliki ikatan dengan seseorang.

 

Bisa Melanjutkan Beberapa Mimpi Yang Sempat Tertunda Karena Pasangan Tak Satu Pandangan

Dulu saat masih pacaran ada beberapa mimpi yang harus kamu tunda untuk hal yang harus pertimbangkan demi kelangsungan hubungan dengan si dia, hal-hal klasik yang sering dijadikan alasan untuk melarangmu berbuat sesuatu yang sebenarnya hanyalah demi kepentingan sepihak. Tidak memiliki pandangan yang sama juga bisa jadi salah satu faktor yang mempengaruhi, berbeda jika sudah sendiri kita bebas melanjutkan semua mimpi dan hal-hal yang dulu sempat ditunda. Entah itu beralih ke pekerjaan yang jauh lebih baik, melanjutkan S2 hingga ke mimpi-mimpi besar lainnya. Sekarang kita bebas melakukannya tanpa memikirkan kepentingan pihak lain lagi, yang selama ini selalu jadi bahan pertimbangan untuk melanjutkan mimpi-mimpi yang kita miliki.

 

Memiliki Banyak Waktu Luang Untuk Diri Sendiri, Keluarga dan Teman-Teman

Jika selama ini hampir seluruh waktu luang kita habiskan dengan pacar, yang membuat kita terlalu menggantungkan kebahagian terhadap pasangan,meski nyatanya hubungan tersebut sudah tidak lagi baik untuk kita sendiri. Jika kita sudah berani memutuskan untuk menjomblo bahagianya kita sudah tak lagi tergantung oleh dia yang dulu jadi pacar, akan ada waktu yang bisa kita manfaatkan untuk membahagiakan diri sendiri terlebih untuk menata pola hidup yang berantakan karena dulu selalu disesuaikan dengan kepentingan pacar dan mulai membenahi diri dalam masalah penampilan. Serta menghabiskan waktu dengan keluarga dan teman yang juga menjadi bagian dari hidup kita, di titik ini kita akan sadar ternyata bahagia kita tak lagi bergantung hanya pada pacar, karena nyatanya tanpa adanya pacar kita juga bisa bahagia bersama keluarga dan teman.

 

Melatih Diri Untuk Mandiri dan Meningkatkan Produktifitas, Inspirasi Dan Ide-Ide Kreatif

Terkadang menyandang status jomblo melatih kita untuk dapat melatih diri agar lebih mandiri lagi, tidak perlu merengek minta jemput atau antar kepada sang pacar sekarang semuanya sudah biasa kita lakukan sendiri. Jomblo juga dapat membantu kita untuk memunculkan suatu Inspirasi dan  ide, hal ini disebabkan ketika kita sendiri dan tidak terikat hubungan dengan seseorang fokus yang kita miliki tidak akan terbagi lagi pada hal-hal lain dan biasanya ini akan memunculkan inspirasi dan ide baru yang akan membuat kita lebih produktif lagi dalam hidup. Dan tidak menutup  kemungkinkan jika keproduktifitasan kita tersebut akan bermanfaat bagi diri sendiri terlebih lagi bagi orang lain.

 

Dan Tentunya Bisa Membuka Hati Untuk Cinta Baru Yang Jauh Lebih Baik

Terlalu takut untuk membuka diri dengan orang baru sering jadi bahan pertimbangan yang membuat seorang perempuan tetap bertahan meski hubungannya sebenarnya sudah tidak layak untuk dipertahankan lagi. Menemukan cinta yang baik dan pas nampaknya adalah mimpi semua perempuan, tapi untuk menuju itu kita harus melalui beberapa proses sakit hati yang mungkin akan membuat kita bersyukur bahwa ternyata kita masih diberikan kesempatan untuk dapat menunggu dan mencari cinta yang jauh lebih baik lagi dari sebelumnya. Memang takkan ada pasangan yang sempurna tapi jika hubunganmu juga sudah tidak baik apa gunanya dipertahankan lagi?

Mulailah jujur pada diri sendiri coba ingat kembali semua hal yang menjadi ketakutanmu untuk menjomblo, lihatlah betapa jomblo sebenarnya tak seburuk itu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

Niatnya Sih Baik, Tapi 4 Hal Yang Biasanya Dilakukan Perempuan Ini Justru Bisa Membuat Hubungan Kandas!

Jatuh cinta adalah perasaan yang luar biasa. Tak heran bila pada kondisi tersebut, beberapa orang kesulitan mengontrol perilakunya. Pun hal demikian juga lazim terjadi pada perempuan. Mencintai secara berlebihan hanya akan membuat pasanganmu tak nyaman, bahkan jadi menjauh dari kamu.

Berusaha melakukan yang terbaik untuk pasangan kadang bisa menjadi bumerang. Hal ini sangat wajar, mengingat kebutuhan laki-laki dan perempuan memang sedikit berbeda. Butuh kejelian tersendiri untuk bisa memahami laki-laki. Tidak semua niat dan sikap baik bisa diterima dengan baik oleh pasangan. Berikut ini adalah beberapa sikap baik yang justru malah bisa menghancurkan hubunganmu dengan pasangan.

Merasa selalu benar dan sok paling tahu tentang kehidupannya akan membuatmu kehilangan dia yang kamu cintai!

Belajarlah untuk lebih menghargai kehidupan orang lain, meskipun itu kehidupan pasanganmu sendiri. Kamu boleh saja peduli padanya, tapi kamu juga tidak memiliki hak untuk mengatur-ngatur kehidupannya. Menghormati privasi adalah sopan santun yang tak boleh ditinggalkan, sekalipun dia adalah kekasihmu.

Penting untuk mengontrol diri sendiri agar tak merasa selalu benar. Mungkin suatu saat kamu pernah menasihati pasangan, lalu ketika suatu saat apa kamu khawatirkan benar-benar terjadi. Dengan entengnya kamu bilang “Tuh kan, aku bilang apa!”.  Ini jelas bukan perilaku yang bijaksana. Bahkan bersikap seperti itu hanya akan memperburuk situasi. Belajarlah untuk tidak menyalahkan pasangan.

Kamu boleh cinta mati, namun mengubah penampilan secara drastis demi pasangan bukan hal yang terdengar baik. Hal ini malah akan membuatmu kehilangan dia!

Boleh saja sih berubah demi pasangan. Termasuk dalam urusan penampilan. Tentu kamu ingin terlihat cantik dan menarik di depan pasangan. Namun jika kamu ingin berubah drastis demi pasangan rasanya kamu malah perlu introspeksi diri. Lagi pula laki-laki sebenarnya tak hanya menilai wanita dari penampilannya. Wanita cerdas dan berprinsip akan selalu membuat laki-laki tak bisa jauh darinya. Berhenti menjadi perempuan yang hidup berdasarkan penilaian dari orang lain. Setiap orang memiliki keunikannya masing-masing. Tetaplah menjadi dirimu sendiri. Jika kamu saja belum merasa nyaman dengan dirimu sendiri, bagaimana orang lain bisa menemukan kenyamanan saat berbagi hati denganmu?

Selalu bersikap bak seorang pahlawan hanya akan membuat dirinya menjauh. Terlalu ikut campur dalam setiap masalahnya bisa membuat hubungan jadi renggang!

Berhenti ikut campur dalam setiap masalah yang dihadapi pasanganmu. Niat kamu mungkin baik, namun laki-laki memiliki cara menyelesaikan masalah yang berbeda dengan wanita. Jangan selalu melihat dunia laki-laki dari sudut pandang wanita. Ini tak akan selalu bisa.

Terus merecoki masalah yang dihadapi laki-lakimu bukan tak mungkin hanya akan membawa hubungan kalian dalam kehancuran. Terlalu ikut campur hanya akan membuatnya tak nyaman. Kamu bisa mengulurkan tangan saat laki-lakimu jelas-jelas telah meminta bantuanmu. Selagi hal itu belum terjadi, jadilah sandaran yang nyaman dan berikan dukungan moral untuknya. Itu saja.

Mencintainya secara berlebihan akan menempatkanmu dalam hubungan yang tidak sehat. Kamu juga jadi lebih rentan kehilangan dia!

Segala hal yang berlebihan memang hampir selalu membawa efek tidak baik. Pun dalam hal cinta. Tak ada yang melarang kamu untuk cinta mati padanya. Bahkan kamu rela mengorbankan hidupmu untuk laki-laki yang telah mencuri hatimu itu. Asal dia juga memiliki kadar cinta yang sama besarnya dengan cintamu padanya. Kalau tidak untuk apa kamu berkorban banyak? Lagi pula mencintai orang secara berlebihan hanya akan membawa hubungan kalian selangkah lebih dekat dengan perpisahan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspirasi & Motivasi

Perempuan Melakukan Solo Travelling? Kenapa Tidak! Tips Berikut Akan Membuat Perjalananmu Tetap Menyenangkan!

Siapa bilang perempuan tidak bisa melakukan solo travelling? Perempuan pun bisa melakukan solo travelling. Bukan hanya mengukur seberapa besar tanggung jawab dan keberanianmu, solo travelling akan memberimu banyak keuntungan. Kamu pun akan lebih bisa menjelajah sesuka hati. Tak ada teman yang akan mengeluh, hal ini tentu saja menjadi sangat berbeda bila kamu melakukan perjalanan berombongan.

Tak bisa dipungkiri, sebelum memulai solo travelling terkadang muncul perasaan gamang. Kekhawatiran terhadap sesuatu kurang baik yang mungkin saja bisa terjadi, biaya perjalanan yang jadi lebih mahal dan keberadaan kamu yang jauh dari keluarga tentu tak bisa kamu tepiskan begitu saja. Namun hal itu bisa kamu minimalisir dengan melakukan tips berikut ini.

Kesiapan mental merupakan pondasi penting agar kamu bisa berhasil melakukan solo travelling

Siapkan mental untuk melakukan solo travelling, dengan demikian kamu bisa siap mengantisipasi hal-hal yang mungkin saja bisa terjadi selama perjalanan. Yakinkan dirimu sendiri meskipun kamu bepergian sendiri, kamu tetap akan baik-baik saja. Pastikan bahwa kamu memang mampu melakukan solo travelling.

Pastikan memberi rencana detail tentang perjalanan yang akan kamu lakukan kepada seseorang yang kamu percaya

Kamu bisa memberikan rencana detail perjalananmu pada seseorang yang kamu percaya. Beri tahu juga rute perjalanan dan tempat menginap. Hal ini sangat penting dilakukan untuk antisipasi bila kamu tiba-tiba tak bisa dihubungi atau terjadi sesuatu padamu.

Jangan malu untuk bertanya hingga kamu mendapat informasi yang jelas!

Pepatah “malu bertanya sesat di jalan” sangat tepat untuk kamu yang melakukan solo travelling. Jangan segan untuk bertanya pada penduduk setempat bila kamu merasa ragu. Pastikan kamu mendapatkan informasi yang jelas terlebih dahulu sebelum bertindak.

Panik hanya akan membuat situasi kian tak terkendali. Jangan mudah panik dan berusahalah untuk tetap tenang!

Saat kamu menemui kondisi tarduga tetaplah panik. Panik hanya akan membuat situasi jadi makin tak terkendali. Tenangkan dirimu terlebih dahulu. Setelah itu carilah informasi dari pihak terpercaya.

Tetap menjaga kesehatan dan jangan lupa makan. Siapkan juga P3K dan obat-obatan pribadi untuk kondisi tak terduga!

Tentu sangat tidak enak bila kamu sakit saat travelling, ditambah lagi bila kamu melakukan solo travelling. Berada di tempat yang mungkin terasa asing dalam kondisi sakit tentu akan membuatmu tak nyaman. Untuk menghindari  hal itu, makan tepat waktu merupakan poin yang harus kamu perhatikan. Jangan lupa juga untuk menyiapkan P3K dan obat-obatan pribadi. Mungkin saja kamu akan membutuhkannya.

Kenakan pakaian yang nyaman dan hindari menggunakan perhiasan mencolok agar kamu tak menjadi sasaran kejahatan!

Akan lebih baik bila kamu mengenakan pakaian yang nyaman dan relatif tertutup saat solo travelling. Menggenakan pakaian yang tak terlalu terbuka akan melindungimu dari padangan mata yang mungkin memiliki niat kurang baik. Hindari juga menggunakan perhiasan yang mencolok. Tentu kamu tidak mau menjadi sasaran empuk kejahatan saat melakukan solo travelling bukan?

Membaurlah dengan masyarakat setempat dan tetap tenang saat ada yang mengajakmu bercakap-cakap!

Bersikap santai dan membaur dengan masyarakat asli akan membuatmu terlihat tak bepergian sendiri. Sebisa mungkin bersikaplah seperti masyarakat setempat. Bukan hanya membuatmu lebih aman, dengan begini kamu akan mendapat harga normal saat berbelanja atau menggunakan jasa.

Jangan membawa barang bawaan terlalu banyak. Ingat kamu sedang melakukan solo travelling, itu berarti kamu harus bisa mengurusi barang bawaanmu sendiri!

Melakukan solo travelling bukan berarti kamu jadi membawa banyak barang. Membawa satu tas ransel akan membuatmu lebih nyaman. Bukan hanya membuatmu repot, membawa barang berlebih hanya akan membuatmu capek.

Kamu bisa memanfaatkan momen ini untuk bertemu dengan teman-temanmu dimedia sosial yang tinggal di tempat yang kamu kunjungi. Siapa tahu dari kopi darat bisa menjadi “saudara”!

Saat melakukan solo travelling kamu bisa menjumpai teman-teman disosial mediamu yang juga tinggal di tempat itu. Jalin hubungan baik dengan mereka. Agar hubungan kalian kian erat, kamu bisa membawakan oleh-oleh kecil sebagai perekat pertemanan.

Jaga diri. Jangan lupa juga untuk berdoa meminta kemudahan dan perlindungan pada Tuhan

Ini yang paling penting. Ke mana pun kamu pergi, kamu harus pintar-pintar menjaga diri. Jangan lupa berdoa pada Tuhan. Meskipun kamu bepergian sendiri, nyatanya tetap ada Tuhan yang selalu mendampingimu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspirasi & Motivasi

Semakin Dewasa Sahabat Hilang Satu per Satu, Kamu Harus Bisa Memahaminya

sahabat

Saat zaman sekolah atau kuliah dulu, kita boleh saja berbangga diri karena mempunyai sahabat yang banyak. Tapi seiringnya berjalannya usia dan kesibukan yang kita hadapi, jumlah sahabat yang kita miliki pun berkurang satu per satu. Seerat apapun hubungan kita dengan seseorang, pada akhirnya hubungan yang terjalin sudah lama pun akan terkikis karena banyaknya kesibukan yang harus kita jalani.

Renggangnya sebuah persahabatan dengan seseorang bisa jadi terkikis karena berbagai faktor dalam hidup kita. Ini 6 hal diantaranya.

Hubungan Cinta dengan Pasangan Menjadi Prioritas Utama, Persahabatan yang Terjalin Lama pun Sering Terabaikan

Seringkali, renggangnya hubungan persahabatan dimulai dari cinta. Saat memiliki pasangan, prioritas utama yang tadinya untuk sahabat berubah menjadi ke pasangan. Posisi sahabat di hati kita perlahan mulai terasingkan dari hati kita dan lama-lama posisi tersebut tergantikan oleh pasangan yang selalu ada menemani hari-hari kita.

Tak heran memang, sahabat seringkali hanya dijadikan pemanis dalam kehidupan sehari-hari. Dia yang pernah ada di dalam hidup kita tidak mungkin begitu saja diabaikan. Kita selalu mengingatnya, tapi tidak 100% sama seperti saat dulu belum punya pasangan.

Ketika mempunyai pasangan, kita merasa bahwa dia adalah masa depan yang harus diperjuangkan, sahabat hanyalah pendukung dalam segala hal tindakan yang kita lakukan.

Tumbuh dengan Kepercayaan dan Tujuan Masing-masing

Seiring bertambah dewasa, kita dan sahabat pun sudah memiliki tujuan dan kepercayaan masing-masing. Perbedaan visi dan misi dalam hidup yang membuat kita akhirnya terpisah dengan sahabat. Dia bukan lagi orang yang sama seperti dulu saat kita masih sekolah. Ia mempunyai tujuan dalam hidup yang harus ia raih. Kita pun demikian, mempunyai tujuan yang harus kita raih demi mewujudkan masa depan yang cerah.

Tujuan dan kepercayaan yang berbeda membuat kita menyeberang ke arah yang berbeda. Inilah yang menjdi salah satu penyebab kamu dan sahabatmu bisa jadi rival di suatu saat yang akan datang.

Sahabat Memiliki Jalan Hidup yang Berbeda, Kita Tidak Bisa Memaksanya Berjalan di  Arah yang Sama

Jalan hidup yang kita dan dia miliki sudah jauh berbeda seiring berjalannya waktu. Boleh saja, dulu saat kuliah kita punya cita-cita yang sama yakni ingin membuka lembaga sosial. Tapi lambat laun cita-cita yang dulu ada hanya akan menjadi sebuah wacana sebab dia dan kamu mempunyai kepentingan masing-masing ketika sudah bertambah usia.

Semakin bertambahnya umur dan tanggung jawab, semakin banyak pula kebutuhan dalam hidup. Cita-cita yang dulu ada pada masa kuliah akhirnya dikesampingkan.

Bisa jadi, sahabatmu yang dulu kamu anggap terbaik kini menempuh jalan yang berlawanan arah denganmu. Kamu tidak bisa memaksanya untuk hidup di jalan yang sama denganmu. Inilah realitanya, kamu harus memahami ini.

Aktivitas yang Padat Membuat Kita Lupa Pentingnya Menjaga Persahabatan

Mendapatkan sahabat adalah sesuatu yang mudah dilakukan. Tetapi, kita jangan lupa bahwa menjaga hubungan persahabatan jauh lebih sulit. Dikarenakan kita punya kesibukan sendiri-sendiri dan sibuk mengembangkan diri, kita lupa bahwa disana ada sahabat yang mungkin sedang menunggu kita.

Menunggu untuk sekadar bertegur sapa, berbagi tawa seperti dulu saat kita masih belum dewasa.

Kita yang lupa betapa pentingnya mempertahankan hubungan persahabatan dengan orang lain pada akhirnya hanya akan sendirian tanpa sahabat. Tak perlu bingung jika kini mereka tidak bisa lagi dihubungi.

Adanya Perasaan Cemburu Terhadap Kesuksesan Milik Sahabat Membuat Kita Jadi Membencinya

Rasa cemburu terhadap kesuksesan pada sahabat membuat kita jadi menjauh darinya. Meski kita merasa dekat dengannya, tidak dipungkiri kita yang merasa tersaingi oleh kesuksesan yang jauh melampaui kita membuat kita jadi membencinya.

Konflik yang Tidak Terselesaikan Hingga Kini Membuat Hubungan Kita Jauh Satu Sama Lain

Satu hal terakhir yang membuat jumlah sahabat kita berkurang semakin kita dewasa adalah adanya masalah atau konflik pada masa lalu yang masih belum terselesaikan hingga sekarang.

Ketika kita dewasa, meminta maaf kepada teman menjadi hal yang sulit diakrenakan gengsi dan malu.

Padahal tidak ada salahnya jika kita yang meminta maaf duluan jika memang berbuat salah pda masa lalu. Jika memang tidak merasa membuat salah, minta maaf adalah cara yang tepat untuk menyambung tali silahturahmi yang sebelumnya sempat terputus.

 

Pertemuan dan perpisahan wajar saja terjadi. Sebagai manusia yang sudah dewasa, kita harus menghadapi kenyataan sahabat yang hilang satu per satu dengan lapang dada. Meski kini sudah jarang berkomunikasi, tetapi kenangan masa-masa indah yang dulu pernah ada masih tersimpan dalam hati.

Jika saat ini masih belum bisa bertemu kembali. Berdoalah, kita akan dipertemukan di tempat dan waktu yang tepat. Dimana kita dan sahabat sudah sama-sama menjadi orang yang sukses.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top