Love & Sex

Setelah Patah Hati, Untuk Bisa Memulai Hubungan Baru, Kita Harus Belajar Untuk Mencintai Diri Sendiri

Terlalu mencintai seseorang, seringkali jadi salah satu pemicu mengapa kita merasakan sakit hati yang terlalu dalam. Bahkan beberapa waktu setelah putus cinta, hati dan pikiran kita masih saja sulit untuk terbuka. Jangankan untuk kembali memulai hubungan, membuka hati pun mungkin masih terasa enggan. 

Tenang, tak apa. Itu adalah sesuatu yang biasa dirasakan oleh seorang perempuan yang baru saja putus cinta. Nikmati semua prosesnya, sampai nanti kamu akan kembali membuka diri untuk hati yang baru. Sejalan dengan itu, belajarlah untuk memfokuskan hati untuk diri sendiri, lewat beberapa hal ini.

Jujurlah Pada Diri Sendiri, Tentang Semua Hal yang Sedang Kau Ingini

Selama berada pada masa transisi untuk pemulihan hati, kamu akan dihadapkan dengan berbagai macam pilihan. Beberapa sosok yang buru-buru datang, hingga pada godaan lain yang bisa jadi pelarian. Tapi tunggu dulu, tahan semua nafsumu.

Berharap dicintai dengan porsi yang sama, jadi sesuatu yang diinginkan semua perempuan. Namun bertemu dengan dia yang bisa benar-benar setia, jelas bukanlah sesuatu yang mudah. Jika memang fokus utamamu adalah menemukan dia yang akan bisa berkomitmen bersama, maka sebelum kesana pastikan dulu bahwa diri sudah siap untuk memuali hubungan baru. Dan yang paling penting, pahami diri dengan belajar untuk jujur akan semua hal yang diingini.

Cobalah Ingat Kembali, Dimana Titik Lemahnya Diri

Pada hubungan sebelumnya, kamu mungkin merasa ada beberapa kesalahan yang datang dari dalam diri. Untuk itu mulailah mencari dia yang memang bisa menggenapi. Menerima kita dengan segala kekurangan, bukan dia yang hanya senang dengan hal-hal yang baik saja.

Lunakkan hati, pahamilah bahwa kekurangan kita tak akan jadi penghalang untuk rasa bahagia, jika bisa dipahami dengan baik. Hal yang perlu disadari adalah mengenali kemampuan dan kekurangan diri sendiri.

Menerima Masa Lalu Jadi Bagian Hidup yang Memang Mungkin Tak Bisa Dilupa

Tak ada yang bisa memutar kembali waktu, maka semua hal yang sudah berlalu biarlah jadi sesuatu yang tak perlu diingat lagi. Tinggalkan semua luka yang telah terjadi pada hubungan sebelumnya, untuk selanjutnya belajarlah untuk menumbuhkan rasa yang sudah datang dari orang baru.

Biarlah ini menjadi bagian kisah yang kelak jadi cerita. Tak perlu diingat-ingat lagi, apalagi sampai dijadikan bahan perbandingan untuk cerita yang sekarang. Hidup terus berjalan, membawa kita pada masa depan. Dan sudah sewajarnya, jika masa lalu harus ditinggalkan.

Pahami Diri Lebih Dalam Lagi, dengan Menikmati Waktu dengan Caramu Sendiri

Sepanjang waktu pemulihan hati, cobalah untuk mencari tahu apa arti kesendirian ini. Pergilah untuk menikmati banyak waktu tanpa gangguan. Mengunjungi beberapa tempat baru untuk menambah wawasan. Pada titik ini, kita akan semakin paham. Bahwa untuk menemukan dia yang memang bisa dijadikan teman hidup yang seirama, bukanlah perkara yang mudah.

Dan Belajarlah Untuk Mengendalikan Logika, Tak Perlu Mencintai dengan Membabi Buta

Selanjutnya, jika nanti memang sudah bertemu dia yang dapat dijadikan teman untuk berbagai kisah sedih dan bahagia. Mulailah untuk merubah porsi dalam hal mencintai dari yang sebelumnya kita lakoni.

Jangan terburu-buru dan gegabah, sampaikan semua rasa dengan pelan dan sesuai irama. Tempatkan semua rasa sesuai dengan porsinya, tidak terlalu berlebihan tapi juga tak kekurangan. Sebab, mencintai dengan cara yang berlebihan sudah pasti tak baik untuk hubungan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspirasi & Motivasi

Tak Usah Dipendam Sendiri, Membagikan Cerita Pada Sahabat Bisa Membantumu Terhindari dari Depresi

Berhentilah memendam masalah dan menumpuknya di dalam benak. Sebab kalau itu yang kamu lakukan, yang ada hari-harimu jadi terasa berat. Bahkan efeknya ke emosi, kamu jadi sering memutuskan sesuatu tanpa berpikir logis. Apalagi saat pikiran sedanng bad mood, karena kamu memendam masalah, kamu jadi tak konsen dan bisa jadi melewatkan hal lain yang sebenarnya malah kamu butuhkan.

Seperti teman-temanmu bilang, memendam masalah sendiri itu tak baik. Yang ada, pikiran dan badanmu jadi makin capek dan tak sehat. Disinilah gunanya sahabat. Cobalah ceritakan saja keluh kesahmu padanya. Mengutip dari Thought Catalog, dengan curhat kepada orang lain justru bisa membuka pikiranmu dan menjadikanmu lebih dewasa.

Perasaanmu Akan Lebih Lega Setelah Bercerita

Mengeluarkan segala keluh kesah dijamin bisa meredakan emosi sekaligus mengembalikan mood. Ini karenea setelah bercerita, kamu akan mendapatkan saran dari orang lain, pikiranmu akan terasa lebih ringan dan bahagia karena orang lain akan mau mendengarkanmu.

Hari-hari pun akan terasa lebih lega karena kamu mau berbagi cerita dengan orang lain. Jadi, kurang-kurangi memendam laramu seorang diri ya kawan.

Karena Kamu Juga Butuh Solusi

Saat berada dalam situasi dimana kamu harus menghadapi sebuah masalah besar, maka yang ada di pikiranmu adalah bagaimana cara menemukan solusinya.

Tapi, sebelum itu, pikirkanlah tentang hal ini: “Jangan menganggap masalah ini hanya milikmu seorang sehingga kamu memendamnya sendiri.” Bagaimanapun, masalah yang dibiarkan terlalu lama hanya akan menumpuk di kepala dan membuatmu semakin pusing saja.

Bahkan bisa jadi karena tak kunjung menemukan solusi, semakin besar pula masalah yang kamu hadapi.

Kamu Menghargai Keberadaan Orang Lain

Tak baik menyimpan masalah sendiri, yang ada orang lain malah bingung dengan sikapmu yang kelihatan aneh. Dengan bercerita kepada orang lain, maka kamu bisa punya sudut pandang yang baru dan menghargai perhatian dari mereka yang menanyakan keadaanmu.

Di lain sisi pun kamu jadi lebih memahami dan bisa memaknai keberadaan teman-teman di sekitarmu yang memang peduli dengan kondisimu saat ini.

Kamu Jadi Lebih Dekat dengan Orang-orang yang Kau Sayang

Saat ingin curhat, tentunya orang yang kamu pikirkan pasti sahabat atau pacar, bukan?  Nah, tanpa sadar, kamu pun otomatis akan memikirkan mereka karena mereka yang bisa lebih mengerti sifatmu daripada orang lain. Semakin sering kamu curhat dengan mereka, malah kamu semakin bisa lebih dekat dengan orang yang kamu sayangi, lho.

Kamu Jadi Bisa Mencintai Diri Sendiri

Menumpuk masalah hanya akan membuat pikiran jadi tak sehat dan emosi jadi naik turun. Parahnya lagi bisa saja emosimu meledak saat waktu dan kondisi yang nggak tepat.

Memilih curhat pada orang lain tak bakal membuatmu kelihatan payah kok, malah kamu jadi bisa menghargai waktu dan pikiran yang kamu miliki dengan berbagi pikiran dengan orang lain. Jadi jangan takut untuk curhat, ya kawan!

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

Bukan Berarti Introvert, Empat Zodiak Ini Memang Suka Menyendiri Dulu Saat Sedang Marah

Semua orang punya caranya masing-masing saat sedang marah. Ada yang memilih langsung meluapkan emosinya tak peduli bagaimana situasinya. Ada juga yang memilih ‘kabur’ sejenak demi menenangkan diri dan nantinya kembali lagi saat emosinya stabil.

Ada lagi yang lebih memilih berdiam diri dan hanya bisa menangis sampai emosinya mereda. Dari beragam tipe tersebut, kamu tipe yang mana? Ternyata, cara orang meluapkan emosi pun ada korelasinya dengan zodiak lho kawan.

Empat zodiak di bawah ini justru bagian dari mereka yang tak suka meluapkan emosi secara langsung. Mereka lebih suka untuk dibiarkan sendiri saat sedang marah. Zodiakmu apa? Coba cek dulu.

Sagitarius

Zodiak yang satu ini punya jiwa petualang dan spontan. Mereka tak suka terlibat dalam berbagai bentuk aturan. Menariknya, saat sedang marah, mereka butuh waktu untuk menyendiri dan bebas untuk melakukan apapun tanpa ada yang mengatur.

Sebagai rekan terdekat Sagitarius, kamu tak usah khawatir. Sagitarius tak butuh waktu lama untuk meredakan emosinya. Yup, yang dia butuhkan hanyalah ‘me time’. Tak usah takut dia menghilang. Bagaimanapun, ia pasti mampu menyelesaikan masalah ketika dia tak lagi dalam kondisi marah.

Aries

Keras kepalanya Aries tak usah diragukan lagi. Bahkan mereka pun sering sekali jadi sosok yang tak mau kalah. Apalagi saat memiliki data pendukung yang bisa dipercaya, Aries bisa mengubah keputusannya.

Tapi saat Aries marah, mereka tak akan mampu berpikir jernih. Karenanya, kalau mereka meminta waktu untuk sendiri, maka biarkan dulu. Dengan sendiri, itu akan membuat suasana hatinya baik kembali. Ketika sudah tenang, Aries akan bisa lebih bijaksana membuat keputusan dan mencoba untuk melihat dari sudut pandang yang berbeda.

Gemini

Seperti lambangnya, Gemini sering dikatakan sebagai zodiak dengan dua kepribadian. Terkadang bisa sangat spontan dan ceria tapi di sisi lain bisa sangat serius dan gloomy. Ketika Gemini sedang marah, biarkan dia “me time” sesaat.

Semakin kamu paksa Gemini, dia akan semakin kabur dan menghindar. Jika waktunya sudah siap, dia akan kembali dan bisa berdiskusi dengan kepala dingin. Tidak butuh waktu lama, kok, untuk Gemini kembali ceria, sabar saja ya.

Pisces

Satu lagi, zodiak ini sering dicap sebagai drama queenTerutama saat sedang mengalami masalah. Padahal, supaya orang-orang Pisces tidak ‘kumat’ dramanya, cukup berikan saja waktu sebentar untuknya menyendiri supaya mereka bisa berpikir jernih.

Bagaimanapun, Pisces hanya butuh waktu utnuk mengeluarkan emosinya sendiri. Biasanya sih dia akan menghubungi sahabatnya atau orang terdekatnya yang biasa dijadikan “tempat sampah”. Setelah lega dia akan kembali dan menyelesaikan masalah dengan kepala lebih dingin.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

Bagi yang Sudah Sah, Menyesuaikan Posisi Tidur dengan Pasangan Bisa Membuat Relasi Lebih Bergairah

Bagi pasangan yang sudah menikah, tidur bukan hanya urusan seks. Melainkan juga tanda kepuasan bersama pasangan bisa terlihat dari gaya tidur seseorang saat di dekat pasangannya lho. Yup, bahasa tubuh dan posisi tidur bisa menentukan kesehatan hubungan Anda dengan pasangan.

Mengutip dari Medical Daily, sebuah penelitian yang diterbitkan di Edinburgh International Science Festival, tidur bisa menggambarkan keintiman dan hubungan yang tercermin dari setiap pasangan.

Senada dengan pasangan tersebut, Richard Wiseman, profesor dari Universitas Herfordshire juga mengungkapkan bahwa bahasa tubuh dan posisi saat tidur dapat mengungkapkan identitas pasangan tersebut. Misalnya, posisi tidur spooning, yang menandakan bahwa pasangan saling melindungi satu sama lain.

Di lain sisi, penelitian tersebut juga membuktikan kalau pasangan yang terbiasa tidur sembari bergandengan tangan bisa meningkatkan kualitas hubungan asmara mereka. Hampir 94% pasangan yang menghabiskan malam dengan bersentuhan cenderung lebih bahagia dibandingkan dengan 68% pasangan yang tidak bersentuhan.

Bergandengan tangan juga bisa memberikan ketenangan, melepaskan stres, memperkuat ikatan cinta, dan bisa mengusir rasa cemas. Selain bergandengan tangan, tidur dengan saling menatap wajah juga menggambarkan bahwa mereka dalam hubungan paling bahagia.

Sebaliknya, semakin ada jarak ketika tidur bersama, maka pasangan tersebut cenderung merasa tidak puas dengan hubungan asmara mereka.

Mengutip dari Huffingtonpost, ada banyak ahli psikologi yang meneliti bahwa tidur bersama pasangan bisa mengukur apa yang terjadi dalam hubungan asmara. Mereka menemukan ada beberapa posisi tidur dengan pasangan yang populer dan memiliki arti menarik.

The Spoon

Posisi tidur ini mungkin yang paling umum dilakukan pasangan. Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh seorang psikolog, Corrine Sweet, bahwa posisi ini biasanya bersifat seksual.

Namun posisi ini justru bisa mengatakan kepada pasangan, ‘Saya percaya padamu.’ Sayangnya, kelamaan tidur dengan posisi seperti ini justru bisa membuat tangan pasangan jadi kram.

The Loose Spoon

Pasangan yang baru menikah, cenderung memiliki kontak fisik paling sering di atas tempat tidur. Posisi ini biasanya digunakan pasangan untuk saling menggoda. Untuk yang sudah menikah, ketahuilah,  posisi inilah yang bisa menghasilkan kualitas tidur terbaik untukmu dan pasangan.

The Chase

Posisi ini mirip dengan the spoon, namun posisi tidur pasangan cenderung lebih dekat ke bibir ranjang. Ketika kamu memeluknya dari belakang atau sebaliknya pasanganmu yang memeluk dari belakang, posisi ini bisa mengartikan dua hal, salah satu dari kalian ingin dikejar atau sedang bermain keras agar perasaannya terbalas.

Sedangkan menurut Samuel Dunkell, penulis Sleep Positions: The Night Language of Body, posisi ini bisa menandakan bahwa salah satu dari Anda sedang menginginkan ruang.

The Tangle

Posisi ini terbilang sangat intim karena memiliki emosi, seperti setelah bercinta atau pada masa-masa honeymoon. Beberapa pasangan selalu memakai posisi ini, namun hati-hati posisi ini justru bisa membuat saling ketergantungan untuk tidur bersama.

The Nuzzle

Dari sekian banyak pose, inilah  posisi yang paling manis. Posisi the nuzzle, bisa menciptakan rasa aman karena ada tingkat kepercayaan yang sangat tinggi. Selain itu, posisi ini juga bisa mempererat rasa persahabatan dan bisa menunjukkan untuk saling melindungi satu sama lain.

 Back Kissers

Bila kamu tidur saling memunggungi dengan bokong atau punggung saling menyentuh, posisi ini bisa menandakan bahwa kamu dan pasangan sama-sama rileks dan nyaman. Posisi ini lebih umum terjadi pada pasangan yang sudah bersama lebih dari satu tahun.

The Unraveling Knot

Pada awal tidur, mungkin kamu dan pasangan berada pada posisi the tangle, namun setelah 10 menit, posisi tidur Anda dan pasangan berubah alias saling menjauh. Percaya atu tidak, posisi ini menandakan hubungan yang lebih baik daripada posisi the tangle.

Namun, hanya delapan persen pasangan yang sering melakukan ini. Arti dari posisi ini bahwa ada kompromi antara keakraban dan kemandirian, yang memungkinkan untuk jadi terbaik buat dunia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top