Love & Sex

Sembilan Kalimat Pertanda dari Ia yang Benar-benar Ingin Bersama

Untuk urusan komunikasi secara terang-terangan, masa PDKT atau pendekatan kadang jadi sesuatu yang membingungkan. Sebagian kita mungkin bisa menerka. Tapi faktanya, beberapa orang yang memang benar-benar cuek dan tak paham mungkin hanya bisa diam.

Maka kali ini, kami akan membantu kamu untuk bisa lebih peka pada kalimat-kalimat yang disampaikan oleh si dia. Karena biasanya jika memang benar-benar sayang, ada beberapa kalimat bernada kode yang ia sampaikan.

“Nggak Tahu Kenapa ya, Aku Senang Banget Ketemu Kamu.”

tanja-heffner-260682

Dikenal sebagai makhluk yang gengsian, hanya sedikit yang berani bicara secara terang-terangan. Bahkan meski sudah cinta, mereka kerap akan menunggu waktu hanya untuk mengucapkannya. Akan tetapi jika kalimat ini sudah keluar dari mulutnya, bisa dipastikan jika ia memang benar-benar suka.

Tak perlu langsung memasang muka merah, kamu bisa merespon ucapannya dengan kalimat serupa jika memang menyukainya juga. Tapi jika memang tak merasa suka, hindari kalimat-kalimat yang terkesan memberinya harapan. Takutnya ia akan salah paham.

“Hari Ini Kamu Cantik!”

andrew-welch-229148

Tak pernah mendengar ia menyampaikan kalimat pujian, tapi mendadak bilang kamu cantik. Pernyataan ini memang jadi salah satu cara untuk mendapat perhatian, dengan catatan dia tak melakukannya berlebihan. Kamu boleh percaya jika itu adalah salah satu bentuk apresiasi dari dirinya untuk menandakan jika ia memang benar-benar suka.

Sebab tak sekedar untuk memujimu, ketertarikan darinya juga mendorong ia tak segan untuk bilang cantik di hadapan perempuan yang memang ia sukai.

“Jadi Kapan Kita Bisa Ketemu Lagi?”

rawpixel-com-423663

Tak hanya sebagai pertanyaan, kalimat itu sekaligus ajakan untuk memastikan kapan waktu bertemu akan digelar lagi. Dan jika kamu masih akan bertanya, mengapa kalimat ini disimpulkan sebagai bukti jika ia mencintai. Karena secara tak langsung ia sedang ingin kamu tahu, jika bertemu denganmu jadi sesuatu yang selalu ia tunggu.

Walau sedang bertanya kapan, sebenarnya yang ingin ia sampaikan adalah “Aku ingin kita selalu bertemu, kalau bisa setiap hari!”.

“Jangan Sungkan, Kalau Butuh Bantuan Kasih Tahu Ke Aku ya!”

charles-deluvio-456508

Semua laki-laki memiliki jiwa yang kuat untuk mengayomi, melindungi, dan membuatmu merasa aman. Dan pertanda lain jika dia memang benar-benar suka adalah saat ia ingin kamu selalu berharap padanya. Dalam artian, ia ingin mendominasi semua hal yang kamu butuhkan. Jika ternyata benar kamu akan menghubunginya ketika perlu, hal itu jelas jadi celah untuk bisa lebih dekat. Selain membantunya untuk menyampaikan rasa, ia juga senang jika kamu menghargai setiap perannya.

“Ada Film Bagus nih, Tapi Nggak Ada Teman Buat Nonton,”

julien-andrieux-332817

Barangkali bukan filmnya yang benar-benar bagus, tapi ia hanya ingin mengajakmu keluar berdua. Jika ternyata memang ada film bagus yang kalian berdua suka, jelas akan melancarkan misinya.

Tapi jangan pikir misi yang lain, misi yang dimaksud adalah kesempatan untuk menunjukkan perasaannya. Namun inti sari yang sebenarnya adalah, ia ingin kamu tahu bahwa ia sedang ingin mengajakmu pergi berdua.

“Pulangnya Naik Apa, Aku Lagi Pengen Jadi Tukang Ojek Nih!”

abdiel-ibarra-249884

Kantor kalian jaraknnya jauh, tempat tinggal pun tak searah. Tapi tak tahu kenapa tiba-tiba dia bertanya akan pulang dengan apa. Padahal mungkin ia tahu, setiap hari kamu pulang dengan transportasi umum atau ojek online.

Sudah, tak perlu banyak menerka kalimat yang ia sampaikan itu, sebab sesungguhnya ia ingin menawarkan tumpangan pulang. Tinggal bagaimana kamu akan meresponnya. Mau atau tidak?

“Lagi Ada Waktu Senggang Nggak? Aku Lagi Butuh Teman Ngobrol,”

tim-wright-123155

Perlu dicatat jika laki-laki sedang melancarkan misi pendekatan, kalimat-kalimat tanya yang ia sampaikan tak hanya berarti rasa ingin tahunya saja. Tapi lebih pada pertanyaan yang berharap balasan. Menerima ajakanya mungkin, jadi salah satunya.

Lebih dari sekedar butuh teman untuk membicarakan banyak hal, yang ingin ia sampaikan adalah bagaimana peranmu begitu penting untuknya. Sampai ingin mengobrol saja ia harus lebih dulu bertanya, punya waktu atau tidak?

“Di Dekat Kantorku Ada Tempat Makan Baru, Mau Aku Traktir Nggak?”

thomas-habr-185870

Jika boleh berkata jujur, sebenarnya ini adalah alasan untuk mengajakmu makan malam di luar dan terasa seperti sedang kencan. Cobalah pahami, jika ia memang sedang ingin menghabiskan lelah bekerja dengan mengobrol berdua.

Sekalipun ia menawarimu sebuah malam malam gratis, lebih dari sekedar terima kasih karena sudah ditraktir sesungguhnya ia ingin sekali berharap kamu akan selalu jadi teman makan malam berdua, setiap kali pulang kerja.

“Kamu Tidur Duluan gih, Pasti Capek Seharian Kerja.”

warren-wong-238678

Diucapkan dengan pelan, biasanya karena sudah tahu jika kamu memang sudah tak mood bicara lagi. Ia bisa membaca sinyal lelah darimu, jadi tak heran jika dirinya akan menyarankan agar kamu tidur lebih dulu.

Pendekatan tertinggi, yang biasanya dilakukan oleh laki-laki bisa kita tandai dari banyaknya pesan yang ia kirimkan. Mulai dari mengingatkan sarapan hingga memintamu tidur duluan.

Jika ternyata apa yang ia tunjukkan sudah lebih dari biasa, itu tandanya jika ia memang benar-benar suka. Kamu harus cukup peka, tidak perlu pura-pura tak tahu. Jika memang suka cobalah berikan respon serupa. Namun jika ternyata tidak, beri tahu ia pelan-pelan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan & Me Time

Pengalaman di Masa Kecil Ternyata Membawa Pengaruh pada Pola Makanmu Saat Dewasa

Jika kamu mempertanyakan kenapa napsu makanmu mungkin sangat besar, atau pola makanmu bermasalah, ternyata hal tersebut bisa dipengaruhi pengalaman di masa kecilmu.

Ini berdasarkan paparan dari psikolog Meg Arroll dan ahli nutrisi, Louise Atkinson dalam buku Shrinkology yang ditulis oleh keduanya. Dua orang ini mengatakan jika pola makan orang saat dewasa sangat mungkin dipengaruhi dari ingatan masa kecil yang terlupakan.

Dari serangkaian ingatan tersebut, ada kebiasaan yang masih susah dilupakan dan membawa dampak tersendiri. Apa saja kira-kira?

Kebiasaan Bunda Memberi Makan Si Kecil Supaya Tak Menangis Nyatanya Membawa Dampak

Semua anak kecil mungkin mengalaminya, dimana orangtua memilih untuk memberi makan agar buah hatinya berhenti menangis. Semacam ada kebiasaan ‘memanjakan’ anak.

Padahal, perlakuan seperti ini dapat menyebabkan kebingungan di saat paling rapuh dalam diri anak yang bisa menimbulkan pola makannya yang tak teratur serta nafsu makannya yang tinggi sukar berubah.

Anak Kecil yang Menghabiskan Masa Kecil Penuh Tekanan Akan Lebih Suka Makan Saat Dewasa

Tak semua anak kecil tumbuh di lingkungan yang menyenangkan. Sebab ada pula yang justru berada di bawah tekanan. Apapun itu, tapi kamu perlu tahu jika adanya tekanan ternyata bisa mempengaruhi hormon yang mengatur makan dan rasa kenyang.

Saat masa dewasa, hal tersebut memicu ketidakmampuan untuk mengontrol pola makan yang dapat membuat stres, sehingga menimbulkan kenaikan berat badan yang tidak terkendali.

Paksaan Orangtua untuk Makan dan Fat Shamming Ketika Kecil Kelak Membuat Seseorang Jadi Tak Bisa Mengontrol Makanan

Mungkin maksud orangtua baik, dimana mereka mendorong anaknya untuk mau makan. Caranya, dengan menjadikan makanan sebagai ‘bayaran’ setiap selesai melakukan apapun.

Padahal, secara tidak disadari akan memengaruhi pola makan saat dewasa. Anak jadi mudah gelap mata pada makanan. Di lain sisi, ada anak yang justru merasakan fat shamming. Dimana ia yang meyakini bahwa cinta orang tua mungkin bersyarat, misalnya ‘Mungkin jika badanku kurus, maka aku akan lebih dicintai’.

Bahkan ia berpikir kalau memiliki tubuh kurus jauh lebih membahagiakan. Pemikiran ini bisa berasal dari orang tua itu sendiri atau lingkungan, yang tidak disadari dapat berpengaruh pada pola makan seseorang sampai ia dewasa.

Pengasuhan yang Tak Konsisten

Penelitian menunjukkan bahwa pengasuhan yang tidak teratur dari orang tua, seperti kurang terlibat dengan kehidupan anak, tidak konsisten, atau tidak perhatian, dapat menyebabkan rendahnya harga diri pada anak, yang akhirnya bisa membuat mereka beralih ke makanan untuk mengatasinya.

Kalau diteruskan, seseorang bisa berisiko mengalami obesitas hanya karena pengasuhan orangtuanya yang kurang tepat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

Sikap ‘Sepele’ yang Tak Kunjung Kamu Ubah, Justru Bisa Membuat Pasanganmu Kian Gerah

Dalam sebuah relasi, pastinya kamu berharap bahwa hubunganmu berjalan dengan adem ayem tanpa masalah. Tapi situasi tak selalu bisa menjamin kamu merasakan hal itu. Ada saja masalah yang akan kamu hadapi, bahkan kadang persoalan itu kita yang memulai duluan.

Ada kalanya kita bersikap seenaknya tanpa memperhatikan perasaan pasangan. Hati-hati, sikap yang tak kamu sadari itu membuat hubungan berjalan kurang harmonis bahkan pasangan bisa menjauh dan mundur secara perlahan dari hubungan kalian.

Pasanganmu tak akan pergi bila tak ada sebab. Sebelum hubunganmu berakhir pilu, mulai dari sekarang jangan pandang sebelah mata sebuah masalah yang kamu anggap sepele ya.

Kamu Selalu Menganggap Keras Kepalamu Bukan Suatu Masalah Bagi Relasi Kalian

Sekalipun kamu sukar mengakui, perempuan biasanya enggan mengalah terhadap pasangannya. Di setiap kesempatan berdebat, pasti kamu yang maunya selalu menang.

Bahkan disaat diberi nasehat oleh pasangan, kamu tetap bersikukuh dengan pendapatmu sendiri. Hati-hati, sikapmu yang sering keras kepala seperti ini bisa membuat pasanganmu kian berpikir kalau dirinya tak berguna. Karena dia merasa setiap perkataan yang notabene untuk kebaikanmu sendiri malah kamu abaikan tanpa peduli perasaannya sama sekali.

Kalau kamu terus begini, dia bisa mundur tiba-tiba dan tak yakin lagi padamu.

Kebiasaanmu Masih Sama, Ingin Dimengerti Namun Tetap Suka Menuntut

Hubungan dimana kamu bisa menerima pasangan dalam segala kelebihan dan kekurangannya tentu didambakan oleh kebanyakan orang. Hanya saja dalam realisasinya tak jarang yang jauh dari harapan. Hal ini biasanya disebabkan karena sikap alami cewek yang ingin dimengerti oleh pasangan.

Begini, ingin dimengerti sejatinya hal yang lumrah terjadi. Hanya saja, kalau kamu terlalu ingin dimengerti sehingga jatuhnya jadi lebih sering menuntut, sikapmu ini bisa membuat pasangan gerah.

Dia akan merasa tak bisa jadi sosok yang membuatmu bisa merasa cukup. Terlebih, kalau kamu sebagai pasangannya selalu tak menghargai upayanya. Akibatnya pasanganmu akan minder dan menjauhimu.

Sikap Egois Tak Bisa Dikatakan Sepele, Hal Ini Bisa Membuat Pasangan Menjauh Perlahan Lho

Hati-hati, ego manusia ibarat pisau, tergantung bagaimana manusia menggunakaannya apakah menjadi sesuatu yang bermanfaat ataukah malah merugikan.

Maka dari itu, dalam hubungan asmara ego terkadang menjadi momok hancurnya sebuah hubungan. Bertindak sesukamu sendiri dan melontarkan kata-kata yang memaksa pasangan menuruti kemauanmu bukanlah ide bagus.

Apabila hal ini kamu teruskan secara berkelanjutan tentu bisa menjadi boomerang bagi hubungan kalian.

Bila Sedang Dalam Amarah, Jangan Lampiaskan Hal Tersebut Pada Pasangan

Marah adalah hal yang manusiawi. Bagaimanapun, setiap orang berhak marah. Hanya saja, harus punya porsi tersendiri saat kamu memang kesal pada pasangan. Kamu bayangkan bila kamu jadi dirinya. Dimarahi orang lain itu hal yang tak mengenakkan bagi setiap orang.

Nah cobalah berpikir bagaimana jadinya perasaan pasanganmu yang tiap saat kamu marahi dan tiap hari juga harus mengalah demi menenangkan amarahmu. Bahkan hal-hal sepele pun, kamu perkarakan dan seolah menjadi bahan marah ke pasanganmu.

Mulai dari sekarang, coba kendalikanlah amarahmu. Bagaimanapun, pasangan itu ada bukan untuk dijadikan pelampiasan amarah saat kamu mempunyai masalah, tetapi pasangan adalah tempat pulang disaat kamu susah, sedih, gusar, maupun bahagia.

Tak Perlu Cemburu Buta Pada Semua Orang yang Ada Di Lingkup Kerja Kekasihmu

Untukmu yang sering menuduh pasanganmu sendiri, segeralah berkaca dan introspeksi diri. Respect amat penting dalam sebuah hubungan karena hal itu akan memunculkan rasa saling percaya satu sama lain.

Ya memang, sikap cemburu sah-sah saja dalam sebuah relasi. Hanya saja, jika kamu salah menempatkan rasa cemburumu maka hal itu akan menyebabkan terjadinya pertengkaran yang berakibat pada merenggangnya hubunganmu, bahkan puncaknya kamu akan benar-benar kehilangan dirinya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

Mementingkan Pasangan Memang Perlu, Tapi Apakah Harus Selalu Begitu?

Mencintai seseorang ya sah-sah saja bahkan normal dilakukan oleh siapapun. Tapi ingat, jangan sampai membuatmu lupa dan terbuai dengan perasaanmu sendiri.

Ada kalanya orang yang sedang mengalami perasaan jatuh cinta, pasti akan mementingkan pasangannya dibanding dirinya sendiri. Bukan maksudku melarang atau membatasimu, hanya saja kalau sampai kebiasaan tersebut justru membuatmu tak bahagia.

Hanya demi memenuhi segala keinginannya, kamu rela untuk melakukan apa saja. Dengar, berhentilah. Karena yang akan menyesal tentu diri kita sendiri bukan orang lain.

Jangan Biasakan untuk Tak Bisa Berkata ‘Tidak’

Kamu mengira pasanganmu adalah orang yang sangat penting sehingga segala yang dia ucapkan selalu kamu turuti. Kamu tak bisa bilang tidak atau menolak permintaannya karena takut mengecewakan dan menyakiti dirinya.

Sadarlah, hasilnya justru kamu sendirilah yang rugi karena hal-hal yang tak kamu sukai tak bisa kamu tolak. Untuk itu, mulai sekarang cobalah untuk bilang tidak karena kamu pantas menolak hal yang tak kamu sukai.

Komunikasi Dengan Pasangan Tak Harus Kamu Duluan yang Terus Memulainya

Entah kenapa, kamu juga yang selalu memulai komunikasi terlebih dulu dibandingkan dirinya. Kamu selalu gelisah jika tak berkomunikasi dengannya sampai melupakan bila di antara kalian tetap harus ada jarak.

Yup, bagaimanapun, relasi tak bisa berjalan dari satu pihak saja kan? Kalau kamu terus menerus mempertahankan situasi semacam ini, tandanya kamu hampir melupakan bila dalam suatu hubungan harus ada timbal balik antara keduanya bukan hanya kamu yang memulai komunikasi.

Dicari Hanya Saat Butuh Saja, Relasi yang Sehat Tak Berjalan Seperti Itu

Sadarkah kamu, ternyata dia hanya pada saat kamu butuh saja dan kamu rela akan hal itu. Namun saat kamu menyadarinya pun, kamu seakan tak peduli bila dia hanya memanfaatkanmu yang penting kamu selalu bersamanya.

Hati-hati, ini tandanya kamu sejatinya sudah terjebak pada cinta buta dan akhirnya kamu terlalu mementingkan dirinya dibandingkan dirimu sendiri. Padahal semua ini adalah hal yang salah dan kamu harus segera menyadarinya.

Kamu Selalu Mendengar Ceritanya, Tapi Apakah Dia Mau Mendengar Ceritamu?

Tak diragukan lagi, kamu selalu ada untuknya. Bahkan kamulah pendengar yang baik dan selalu setia mendengarkan segala keluh kesah dirinya dan memberikan nasihat yang baik.

Sayangnya dia tak berlaku sebaliknya, dia tak peduli dengan kisahmu dan segala keluh kesah dirimu. Dia bersikap egois dan hanya mementingkan dirinya saja, bahkan tak terlalu mempedulikanmu.

Kalau diperlakukan begitu, akankah kamu tetap mau menjadi orang yang selalu ada untuknya? Hati-hati, jangan sampai berakhir pada terobsesi pada dirinya tanpa mementingkan dirimu sendiri.

 

Karena Terus Mementingkan Keperluannya, Uangmu Habis Ketika Bersamanya

Karena terlalu mementingkannya, tanpa sadari uangmu perlahan-lahan sering habis, namun kamu tak sadar kemana perginya uang itu. Bahkan ironisnya kamu rela membelanjakan semua uangmu agar pasanganmu bahagia. Mau sampai kapan kamu terus terjebak cinta buta yang hanya merugikanmu? Segera sadari situasi ini sebelum terlambat, bagaimanapun, sadarilah kalau cinta selalu sederhana dan cinta itu saling memberi.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top