Love & Sex

Sebaiknya Jangan Pernah Mengejar Laki-laki Duluan, Biarkan Mereka yang Lebih Dulu Mengirim Sinyal Padamu

Punya gebetan memang sah-sah saja. Apalagi katanya ini zaman emansipasi dimana perempuan bebas menentukan pilihannya untuk jatuh cinta pada laki-laki yang ia sukai. Tapi dibalik kebebasan itu, biarkan aku ingatkan sejenak, bahwa mengejar laki-laki itu tak sebaik dan semudah kelihatannya. Sebab  kamu pasti akan bergelut dengan hal-hal yang sebelumnya mungkin tidak kamu bayangkan…

Hanya Buang-buang Waktumu Saja!

Kalau dia suka padamu, dia pasti akan melakukan hal-hal yang membuatmu merasakan kehadirannya. Tapi kalau justru kamu yang lebih dulu melakukan hal ini, bukankah rasanya hanya buang-buang waktumu? Dibanding mengejar pria yang belum tentu memiliki perasaan yang sama, bukankah lebih baik membuka hati pada sosok yang selama ini selalu menunggumu? Belum tentu laki-laki yang kamu kejar itu menangkap maksudmu dengan baik, kalau dia hanya ingin mengerjaimu, bagaimana? Jangan habiskan waktumu untuk seseorang yang sebenarnya tak baik untukmu ya, Kawan!

Kamu Jadi Menurunkan Tingkat Kepercayaan Dirimu

Kalau kamu mengejar laki-laki yang sama sekali tak tertarik padamu, hal itu hanya akan menurunkan tingkat kepercayaan dirimu. Mungkin bagimu hal ini terlihat biasa saja. Tapi mendapat penolakan bukanlah hal yang baik untuk rasa percaya dirimu. Mengejar seseorang yang tak pernah peduli padamu hanya akan membuatmu merasa tak berharga. Kamu tak layak mendapatkan perlakuan semacam ini. Berhentilah, dan bukalah hati untuk sosok yang baru.

Kamu Melupakan dan Tak Menghargai Teman-temanmu

Rasa sukamu terhadap laki-laki yang satu ini membuatmu jadi terobsesi padanya. Kamu menghabiskan waktu hanya demi memikirkan cara agar bisa dekat dengannya. Lambat laun, duniamu hanya tentang dia, sementara itu ada teman-temanmu yang merasa dilupakan. Hei, padahal teman-temanmu adalah sosok yang selalu ada untukmu, bukan? Jangan pernah melupakan atau menolak kehadiran mereka, apalagi untuk seseorang yang mungkin saja tak peduli atau tak peka dengan perhatian yang kamu berikan padanya.

Bagaimana Kalau Dia Hanya Ingin Mengerjaimu Saja?

Faktanya, masih ada laki-laki yang tidak tahu bagaimana memperlakukan perempuan dengan baik. Tak menutup kemungkinan, sosok yang kamu sukai saat ini bisa jadi menyimpan rencana yang tak baik lantaran tahu kamu ini sedang mendekatinya. Alih-alih menunjukkan peluang agar kamu bisa masuk ke hatinya, bisa jadi itu ‘perangkap’ yang sedang disiapkannya. Kamu harus hati-hati, ya!

Zaman sekarang keberadaan laki-laki matre juga sudah banyak ditemukan. Tak cuma matre, ada lho yang menyalahgunakan karakter naif perempuan dan akhirnya diperdaya untuk menuruti nafsu laki-laki tersebut. Duh, jangan sampai kamu bertemu dengan sosok yang seperti ini, ya! Karena pada akhirnya kalau dia bosan, dia pun akan dengan mudah meninggalkanmu

Kedepannya, Kamu Pun Akan Terpuruk dengan Apa yang Kamu Lakukan Selama Ini

Mengejar sosok laki-laki yang kamu sukai belum tentu membuatmu lantas jadi bahagia. Ada kalanya kalau kamu merasa ada sesuatu yang tak bekerja dengan semestinya, kamu pun jadi menyalahkan diri sendiri.  Kamu jadi semakin terpuruk dengan keadaan, apalagi kalau respon yang kamu terima tak sesuai dengan ekspektasi. Dia mungkin merasa senang dan ge-er karena ada yang menaruh rasa padanya. Tapi dari caranya memperlakukanmu, lebih baik tinggalkan saja.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

Yang Pernah Berselingkuh, Siap-siap Dihantui Situasi Sulit Hingga Tak Lagi Dipercaya

Bagi orang yang pernah diselingkuhi, perselingkuhan bisa berdampak menyakitkan. Namun ternyata, dampak negatif perselingkuhan tak hanya dirasakan oleh korban, tapi juga oleh pelaku.

Menurut relationship coach asal Amerika Serikat, Leilla Blackwell, bila seseorang terbukti berselingkuh dan perbuatannya diketahui banyak orang di lingkungan dekatnya, konsekuensi perbuatan itu justru bisa lebih buruk (dan lama) bagi pelaku ketimbang yang diselingkuhi—seperti berikut ini.

Ibarat Kata Pepatah, Karena Nila Setitik, Rusak Susu Sebelanga

Kendati dulunya mungkin pelaku merupakan tipikal yang romantis, baik, setia, bahkan memiliki banyak kualitas baik dalam dirinya, hanya karena satu tindakan yaitu selingkuh yang ia lakukan, maka hal itu akan bisa membawa dampak yang kurang baik untuk hidupnya.

Walau mungkin menurutnya selingkuh adalah prestasi. Tapi pasti ada saja omongan negatif dari lingkungannya yang menjatuhkannya karena sudah terlanjur ingat bagaimana track record-nya dalam berselingkuh.

Belum lagi soal rasa percaya, pasti baik oleh pasangannya maupun oleh keluarga dan teman-teman yang mengetahui perselingkuhannya, si cheater akan jadi sosok yang tak bisa dipercaya lagi. Kalau ia sampai hati mengkhianati kepercayaan pasangannya sendiri, bagaimana ia bisa menjaga kepercayaan orang lain?

Sekali Suka Selingkuh, Maka Selanjutnya Siapa yang Tahu?

Once a cheater, always a cheater

Pernah dengar peribahasa tersebut? Yup, semacam pengingat untuk orang-orang disekitarnya kalau  apapun yang dilakukan seseorang yang pernah berselingkuh demi menebus perbuatannya, bagaimana pun usahanya untuk meminta maaf, seberapa pun kerasnya membuktikan ia tak akan selingkuh lagi, seorang peselingkuh akan selamanya dicap sebagai cheater, baik oleh pasangan maupun orang-orang di lingkungan dekatnya.

Lihat sendiri kan? Yang merasakan dampak negatif lantaran berselingkuh tak hanya korbannya, tapi juga pelakunya.

Dalam Sebuah Hubungannya Nanti, Bisa Jadi Ia Akan Selalu Dijadikan Kambing Hitam Lho Kawan…

Katakanlah seseorang yang selingkuh darimu kemudian melanjutkan relasi bersama pasangannya dan berusaha melupakan kejadian perselingkuhan. Namun hampir bisa dipastikan, setiap ada masalah dalam hubungan, orang yang berselingkuh akan selalu jadi pihak yang disalahkan dan menjadi tempat luapan amarah—meski permasalahannya saat itu tak ada kaitannya dengan affair yang dulu ia lakukan. Rasanya pasti tidak enak juga.

Sementara untuk kita, tak usah dulu bicara karma atau semacamnya, bagaimanapun, sebagai manusia yang tahu mana yang baik dan yang buruk. Untuk kita yang kebetulan berada dalam posisi yang memungkinkan untuk berbuat tidak jujur kepada pasangan, segera hentikan. Tak mau, kan, selamanya dianggap sebagai cheater?

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspirasi & Motivasi

Jangan Terus Dipaksa, Jika si Dia Memang Tak Bahagia Lepaskan Saja

Sudah pacaran lama, tahu apa saja yang menjadi kebiasan buruknya. Sampai bagaimana pososi ia tidur saja, tak lagi perlu ditanya. Menjadi kekasihnya, jadi sesuatu yang menenangkan kita. Tapi mendadak ada sesuatu yang berbeda. Entah karena orang baru atau memang ia mulai merasa bahwa kita bukanlah orang yang pas untuknya.

Bertanya kadang membuatnya marah, untuk itu lebih baik kitalah yang mulai peka. Untuk itu, cobalah lihat beberapa perubahan baru atas ketidakbahagiannya menjalin hubungan denganmu.

Lain dari Biasanya, Emosinya Mendadak Sering Berubah-ubah

Hari ini ia bisa terlihat sangat romantis, esoknya bisa mendadak marah-marah dengan berbagaii macam alasan yang tak masuk akal. Bahkan jika kita coba untuk bertanya, kerap kali ia menjawab tak ada apa-apa.

Bukannya ingin meracunimu dengan berbagai macam pandangan buruk pada sang kekasih, tapi jika beberapa tanda ini memang sudah ia tunjukkan. Saatnya beranikan diri untuk bertanya perihal kelangsungan hubungan.

“Kamu masih nyaman denganku atau memang ingin kulepaskan?”.

Setidaknya, apa yang akan menjadi  jawabanya bisa memberikan kita gambaran.

Sibuk dengan Dunianya, Ponselnya Adalah Kekasih Pertama

Setiap kali bertemu, waktu berdua yang tadinya bisa dinikmati bersama sering kali terasa hambar dan biasa saja. Bagaimana tidak, mengobrol yang harusnya berjalan khidmat berganti dengan pemandangan si dia yang sibuk dengan telepon genggam miliknya.

Entah itu tiap kali dia bermain game, chat dengan orang-orang, sampai berselancar di media sosial. Kita yang ada dihadapannya, seolah-olah hanya pajangan yang tak berguna. Tak dilihat, apalagi disapa. Yap, ia sibuk dengan dunianya tanpa mau memberi sedikit perhatian pada kita yang ada dihadapannya.

Lalai dalam Memberi Kabar, Beberapa Pesanmu Pun Sering Diabaikan

Dia yang biasanya tak pernah abai untuk membalas pesan, mendadak jarang memberi kabar. Kalau begini, bisa dipastikan jika ada sesuatu yang memang sedang ia sembunyikan. Ia mungkin sudah tak lagi merasa bahagia, sehingga pelan-pelan berubah karena terlalu takut untuk memberikan pernyataan secara langsung untuk kita.

Agar tak terlalu sakit karena tiba-tiba ditinggalkan, sudah saatnya kamu ambil ancang-ancang atas perubahan yang ia tunjukkan. Cobalah cari tahu, apa yang sebenarnya sedang ia kerjakan. Karena bisa jadi ia memang sedang menyembunyikan sesuatu atau dia memang sudah tak bahagia lagi denganmu.

Pelan-pelan Kita pun Mulai Merasa Kesepian

 

Karena perubahan sikap yang ia tunjukkan, tak sering pula kita akhirnya merasa kesepian. Tak merasa punya pasangan, karena memang ia sudah bersikap semakin jauh pada kita. Dia yang dulu selalu ada di segala situasi, kini menghilang karena memang sudah tak lagi ingin bersama.

Berat memang, ketika kita tahu ia mulai menjauh tapi biar bagaimanpun kita tak bisa memaksanya untuk tetap tinggal bersama dengan kita. Karena dirinya memang sudah terlihat tak lagi suka bersama dengan kita.

Tak Lagi Menaruh Kita Jadi Prioritas, Dia Selalu Sibuk dengan Berbagai Macam Alasan

Kamu paham, jika kekasihmu adalah sosok yang jarang terlihat bepergian dengan temannnya. Pekerjaannya pun hanya sebatas di kantor dan jarang keluar. Tapi mendadak ia selalu berasalan, untuk bertemu teman-temannya di luar rumah. Bekerja di akhir pekan dan tak lagi datang mengunjungimu hingga lupa memberi kabar karena terlalu asyik dengan apa yang ia lakukan.

Yap, ini adalah salah satu tanda jika dia memang sudah tak lagi bahagia dengan kita. Maka, daripada terus menerus dipaksa dan menyiksa diri kita, ada baiknya kamu belajar untuk menerima semua. Barangkali memang dirinya merasa kita bukanlah perempuan yang pantas untuknya. Maka pelan-pelan lepaskan saja dirinya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

Punya Pacar Tak Berarti Kamu Harus Kehilangan Sahabat

Sahabat dan pacar adalah dua sosok yang patut jadi prioritas, kan? Beruntunglah kalau kamu jadian dengan orang  yang dulunya sahabatmu. Tapi tak semua orang punya kisah cinta yang demikian.

Ironisnya, yang terjadi justru kebanyakan mereka gamang lantaran sahabat dan pacar justru punya pandangan yang berseberangan sehingga rasanya sukar sekali membuat mereka akrab.

Alih-alih ingin membagi waktu pada mereka, kamu justru kebingungan karena kesulitan mengatur waktu. Keduanya ingin jadi prioritasmu. Tenang, kamu tak usah tergesa-gesa.

Cobalah berdamai dulu pada kondisi sekarang ini. Sadarilah kalau keduanya memang membutuhkanmu. Jangan sampai timpang sebelah dan kamu dianggap mengabaikan salah satunya.

Selalu Berusahalah Jujur pada Keduanya

Berkata jujur adalah kuncinya. Yup, berusahalah untuk selalu berkata jujur kepada pasangan dan sahabat. Misalnya, disaat kamu mempunyai rencana pergi bersama sahabat. Bicarakan saja yang jujur kepada pasangan kamu, bahwa kamu mempunyia janji bersama sahabat.

Begitu juga sebaliknya, kawan. Kalau kamu selalu berkata jujur pada mereka, pasti salah satu dari mereka juga akan mengerti dan tak akan membuat janji lebih dulu denganmu. Semua akan baik-baik saja kalau kamu mengkomunikasikannya dengan baik.

Jangan Ragu Buat Perjanjian dengan Pacar

Bicarakan dari sekarang dan jangan ragu buat janji dengan pacarmu urusan kapan kalian akan bertemu.  Terangkan pelan-pelan padanya dan katakana kalau kamu tidak selalu akan ada waktu untuknya.

Yup, ada saatnya kamu harus pergi atau sekedar nongrong bareng sahabat. Pacar kamu juga pasti mengerti dan tentunya tak akan melarangmu.

Ajak Saja Pacar Untuk Kumpul Bareng Sahabat

Mungkin alasan pacarmu dan sahabatmu masih saling berseberangan pendapat karena memang masih asing dan belum mengenal satu sama lain. Tak salah lho kalau di satu waktu kamu mempertemukan mereka.

Yupp, sekali-kali cobalah untuk mengajak pacar kamu untuk ikut kumpul bersama sahabat-sahabat kamu. Selain dari kamu bisa kumpul bersama keduanya. Kamu juga bisa mengenalkan sahabat kamu kepada pacar.

Dengan begitu, pacar akan lebih pengertian saat kamu kumpul bareng sahabat. Percaya deh.

Meluangkan waktu khusus untuk Pasangan pun Juga Perlu

Mungkin setelah semingguan kamu selalu bepergian dengan sahabat, jangan lupakan kalau pacarmu pun juga memerlukan keberadaanmu. Karenanya, luangkan waktu kamu untuk sang kekasih tercinta.

Karena bagamana pun, pasangan kamu sangat membutuhkan kehadiran kamu untuk membagi keluh, kesah dan rasa bahagianya bersama kamu.

Jangan membatalkan rencana secara Sepihak dan tiba-tiba

Jika kamu sudah membuat janji bersama pasangan atau sahabat. Jangan sekali-kali kamu membatalkan janji tersebut secara tiba-tiba ya kawan. Karena hal ini bisa membuat kecurigaan dari pasangan atau sahabat kamu.

Lebih baik kamu tepati janji yang sudah ada dan jangan membuat janji lagi jika kamu sudah mempunyia janji dengan salah satu dari mereka. Bersikaplah profesional tapi tetap penuh kepedulian saat menghadapi situasi semacam ini. Memang agak susah di awal.

Tapi kalau kamu bisa mengatasi dan beradaptasi dengan situasimu sekarang, percayalah, kamu tak akan kehilangan siapapun hanya karena keduanya merasa kalah mendapatkan perhatian darimu.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top