Inspirasi & Motivasi

Sebab Perempuan Idaman Adalah Mereka yang Tetap Bisa Menghormati Keberadaan Orangtuanya

Seiring bertambahnya usia, waktu kebersamaan kita dengan orangtua tak lagi sebanyak dulu. Kita lebih banyak menghabiskan waktu untuk pekerjaan, calon pasangan hidup, juga teman-teman yang selalu kita jadikan tempat pelarian melepas penat sepulang kerja. Lantas bagaimana dengan hubunganmu dengan orangtua?

Begini, meski aku tahu kamu sudah mampu berdiri sendiri, ingatlah kalau kamu tetaplah anak dari kedua orangtuamu. Perempuan idaman sejatinya adalah mereka yang bisa memprioritaskan keluarganya dibanding keperluan lainnya. Nah, selagi kamu belum menikah, maka kamu masih bagian dari keluarga bersama ayah, ibu, dan saudaramu. Wujud cintamu pada orangtualah, yang nantinya akan dilihat calon jodohmu.

Mereka yang Dulu Mengajarkanmu untuk Berbicara, Maka Tetaplah Jaga Intensitas Komunikasimu terhadap Keduanya

Kalaupun ada waktu libur, jangan hanya mengurung diri di kamar dan sibuk dengan gawaimu serta urusan pribadi yang mungkin tak kamu ceritakan pada orangtua. Lepaskan dahulu semua itu, bagi waktumu agar tetap bisa bicara banyak hal dengan ayah dan ibumu. Coba ceritakan hal-hal sederhana yang pasti akan mereka dengarkan sepenuh hati. Dengan mempertahankan kebiasaan ini, keakrabanmu dengan orangtua akan tetap terjaga.

Sekalipun Tak Bisa Banyak Membantu, Sekadar Mencuci Piring Saja Sudah Meringankan Pekerjaan Orangtuamu

Sepulang dari rumah, biasanya memang fisik kita akan merasa lelah. Tapi sebelum menutup mata untuk beristirahat, setidaknya sempatkanlah sejenak untuk membantu pekerjaan ibu di rumah. Seperti membersihkan rumah, mencuci piring, atau apa pun itu. Meringankan urusan mereka di rumah adalah hal yang mulia. Semakin besar dan dewasa usiamu, berusahalah untuk meringankan, bukan membebani. Tanggunglah sebagian tanggung jawab rumah yang selama ini mungkin mereka tanggung sendiri.

Menghargai Orangtuamu berarti Menghargai Juga Orang-orang yang Ada di Dekat Mereka

Coba ingat lagi, semakin dewasa kita, ada kalanya kita rentan menyepelekan pola pikir orangtua kita. Merasa jauh lebih pintar dari ayah, atau jauh lebih mengerti dari ibu. Padahal, menghormati dan menghargai orangtua adalah tugas setiap anak, bukan? Nah, menghargai orangtua pun bukan berarti hanya pada pribadi orangtuamu saja. Tapi juga pada segenap orang yang berarti di mata orangtuamu. Entah sahabat mereka, atau saudara-saudara ayah dan ibu. Semakin dewasa kita, berusahalah untuk semakin berdamai dengan semua orang ya!

Berikan Rezeki yang Terbaik untuk Mereka Setiap Kamu Mendapat Penghasilan

Kalau bukan karena doa ibu dan ayahmu, mungkin kamu belum tentu sesukses sekarang. Karena itu, belajarlah untuk senantiasa mengingat setiap jerih payah yang kamu hasilkan untuk kamu serahkan sebagiannya pada orangtuamu. Dengan begini kamu akan terbiasa membantu orangtua tanpa melihat kepentingan pribadi. Lebih jauh lagi, rezekimu akan semakin lebih berkah…

Bagaimanapun, Mereka Tetaplah Orangtuamu, Mintalah Pendapat Mereka untuk Setiap Keputusan yang Akan Kamu Buat

Seberat apapun hidup yang kamu lakoni ke depannya, sesukar apapun jalan yang akan kamu pilih, usahakan dalam setiap pengambilan keputusan yang akan kamu buat, kamu melibatkan pendapat dari orangtuamu. Baik keputusan kecil atau besar, dengan begitu kamu akan belajar menghargai keberadaan orangtua. Tetaplah menganggap orangtuamu adalah bagian terpenting dalam hidupmu.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Menikmati Akhir Pekan Akan Lebih Menyenangkan Tanpa Terdistraksi Isi Linimasa Instagram

Sekalipun kamu tinggal di Jakarta yang katanya semakin sulit menemukan lokasi wisata, bukan berarti kamu tak bisa menikmati akhir pekanmu. Macet memang sudah jadi bagian hidup sehari-hari, termasuk saat akhir pekan, tapi jangan sampai keadaan ini membuatmu putus asa dan jadinya hanya sibuk menatap layar gawai selama seharian penuh saat akhir pekan.

Kamu perlu tahu, terdistraksi dengan isi Instagram setiap hari hanya akan membuat pikiran rentan depresi. Karenanya, saat akhir pekan lebih baik isilah waktumu dengan kegiatan yang lebih menyenangkan. Jalan-jalan keliling kota misalnya.

Supaya Tak Bosan dengan Suasana yang Sudah Pernah Kamu Kunjungi, Pilihlah Satu Tempat yang Berbeda

Yang namanya jalan-jalan keliling kota bukan berarti hanya dihabiskan untuk mengitari mall saja ya kawan. Memang, mall ini akhirnya seperti jadi satu-satunya destinasi yang harus dikunjungi saat akhir pekan, tapi kamu cobalah meluangkan waktu sejenak untuk mencari tahu tempat-tempat wisata yang mungkin jarang terekspos.

Kamu bisa memulai perjalananmu di akhir pekan sejak pagi, mungkin kamu bisa mendatangi tempat-tempat yang terasa segar dan bisa jadi pilihan yang menarik di pagi hari. Kalau sebagai perempuan kamu masih canggung untuk pergi sendiri, ya tak masalah jika hendak mengajak teman atau pacar.

Sorenya untuk kesan menanti senja yang tak biasa, jika memang masih ingin berada pada sekitaran Pusat Jakarta. Kamu bisa menikmati matahari terbenam di Pelabuhan Sunda Kelapa. Aktivitas para kapal yang sedang bersandar dan beberapa kegiatan para awaknya akan membuatmu merasakan Jakarta dari sisi yang berbeda.

Sebab Jalanan Ibu kota Sedang Ruwet-ruwetnya, Pastikan Pula Rute Mana yang Tak Akan Membuatmu Merana

Yang namanya jalanan Jakarta memang semakin padat. Jangankan hari biasa, di akhir pekan pun ruas jalanan utama pasti tetap saja macet. Belum lagi kalau ada pembangunan di sana-sini. Karenanya, penting sekali untukmu setidaknya untuk mencari rute alternatif.

Walau terlihat sepele, memilah jalanan yang akan dilalui jadi salah satu kunci untuk dapat menikmati perjalanan. Sebab untuk mencari tahunya pun cukup mudah. Entah itu dari sosial media, atau dari beberapa akun yang biasanya khusus membicarakan tentang jalanan Ibu Kota.

Dari Jauh-jauh Hari, Pilihlah Waktu yang Pas untuk Melakukan Perjalanan

Nah sekiranya kamu sudah tahu tempat mana yang akan kamu tuju serta jalur mana yang akan dilalui, hal selanjutnya yang perlu dipikirkan adalah soal keberangkatan. Kalau kamu memang ingin pergi sejak pagi, berarti perlu timing yang pas untuk istirahat dan memikirkan soal jam keberangkatan. Berangkat sejak pagi memang lebih menyenangkan karena biasanya jalanan belum seramai biasanya.

Perempuan Mandiri Tahu Pilihan Kendaraan yang Paling Nyaman di Hati

Dari sekian banyak hal-hal yang tapi perlu kamu perhatikan, kamu wajib memikirkan juga soal transportasi apa yang akan dipakai untuk jalan-jalan nanti. Karena biar bagaimanapun kamu tentu tak akan berjalan kaki untuk menikmati akhir pekan. Kecuali cuma makan di warung depan.

Hadir untuk menjawab kebutuhanmu Motor Address Playful dari Suzuki ini bisa mengantarmu menikmati akhir pekan di Jakarta. Skuter yang memang didedikasikan untuk kamu yang masih berjiwa muda, jadi salah satu skuter terbaik untuk untuk menikmati hari lebih produktif. Lengkap dengan aksesori panel bodi yang penuh warna pada bagian frame cover, handle cover, leg shield hingga pada stripping set.

Kamu juga tak perlu khawatir atau ragu, jika ternyata varian warna tak akan sesuai selera, sebab seri skuter matic dari perusahaan berlogo S ini punya 10 pilihan warna yang diterapkan pada aksesoris panel bodinya. Kamu bebas pilih warna mana yang sekiranya sangat pas dan cocok untuk karaktermu. Mulai dari Stronger Red, Aura Yellow, Fresh Green, Macho Bright Blue, Majestic Gold, Dark Grey, Brilliant White, Hyper Pink, Luminous Orange Hingga Ice Silver.

Keunggulan lain yang akan menjawab kekhawatirmu saat nanti akan berkendara di tengah jalanan ibukota saat akhir pekan tiba. Suzuki Address Playful ini dibekali mesin SOHC 4 langkah kapasitas 113 cc yang memang dipercaya menghasilkan performa baik. Teknologi full injectionnya mampu menekan konsumsi bahan bakar dengan perbandingan kompresi yang mencapai 9.4:1

Dengan komposissi mesin seperti itu, perihal biaya bahan bakar kamu tentu tak perlu ragu, sebab motor ini jadi skuter matic yang tergolong irit. Selain menghemat waktu dalam perjalanan, berkendara dengan Suzuki Adress Playful ini juga membantumu menghemat budget akhir pekan dari perihal ongkos kendaraan.

Saat Sudah Sampai Tujuan, Silahkan Nikmati Dulu Waktu Liburan, Jangan Sibuk Unggah Foto di Media Sosial

Perjalanan menuju tempat wisata memakan waktu yang tak sebentar. Karenanya, sebisa mungkin kalau memang bukan sesuatu yang penting dan bersifat darurat, sebaiknya cobalah nikmati waktu akhir pekanmu degan berkualitas.

Setidaknya jauhkan diri dari dunia sosial media untuk sehari saja, sebab ini akan berpengaruh pada jiwa. Untuk apa mencari destinasi pelepas penat kalau akhirnya kamu hanya terdistraksi dengan gawaimu? Jika sesekali membuka untuk sekedar posting di instastory instagram bolehlah, namun kalau keblalasan buka akun gosip dan saling balas komentar tentu itu akan membuatmu lupa, jika tadinya kamu sedang ingin menikmati akhir pekan di Jakarta.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

Sebaiknya Jangan Pernah Mengejar Laki-laki Duluan, Biarkan Mereka yang Lebih Dulu Mengirim Sinyal Padamu

Punya gebetan memang sah-sah saja. Apalagi katanya ini zaman emansipasi dimana perempuan bebas menentukan pilihannya untuk jatuh cinta pada laki-laki yang ia sukai. Tapi dibalik kebebasan itu, biarkan aku ingatkan sejenak, bahwa mengejar laki-laki itu tak sebaik dan semudah kelihatannya. Sebab  kamu pasti akan bergelut dengan hal-hal yang sebelumnya mungkin tidak kamu bayangkan…

Hanya Buang-buang Waktumu Saja!

Kalau dia suka padamu, dia pasti akan melakukan hal-hal yang membuatmu merasakan kehadirannya. Tapi kalau justru kamu yang lebih dulu melakukan hal ini, bukankah rasanya hanya buang-buang waktumu? Dibanding mengejar pria yang belum tentu memiliki perasaan yang sama, bukankah lebih baik membuka hati pada sosok yang selama ini selalu menunggumu? Belum tentu laki-laki yang kamu kejar itu menangkap maksudmu dengan baik, kalau dia hanya ingin mengerjaimu, bagaimana? Jangan habiskan waktumu untuk seseorang yang sebenarnya tak baik untukmu ya, Kawan!

Kamu Jadi Menurunkan Tingkat Kepercayaan Dirimu

Kalau kamu mengejar laki-laki yang sama sekali tak tertarik padamu, hal itu hanya akan menurunkan tingkat kepercayaan dirimu. Mungkin bagimu hal ini terlihat biasa saja. Tapi mendapat penolakan bukanlah hal yang baik untuk rasa percaya dirimu. Mengejar seseorang yang tak pernah peduli padamu hanya akan membuatmu merasa tak berharga. Kamu tak layak mendapatkan perlakuan semacam ini. Berhentilah, dan bukalah hati untuk sosok yang baru.

Kamu Melupakan dan Tak Menghargai Teman-temanmu

Rasa sukamu terhadap laki-laki yang satu ini membuatmu jadi terobsesi padanya. Kamu menghabiskan waktu hanya demi memikirkan cara agar bisa dekat dengannya. Lambat laun, duniamu hanya tentang dia, sementara itu ada teman-temanmu yang merasa dilupakan. Hei, padahal teman-temanmu adalah sosok yang selalu ada untukmu, bukan? Jangan pernah melupakan atau menolak kehadiran mereka, apalagi untuk seseorang yang mungkin saja tak peduli atau tak peka dengan perhatian yang kamu berikan padanya.

Bagaimana Kalau Dia Hanya Ingin Mengerjaimu Saja?

Faktanya, masih ada laki-laki yang tidak tahu bagaimana memperlakukan perempuan dengan baik. Tak menutup kemungkinan, sosok yang kamu sukai saat ini bisa jadi menyimpan rencana yang tak baik lantaran tahu kamu ini sedang mendekatinya. Alih-alih menunjukkan peluang agar kamu bisa masuk ke hatinya, bisa jadi itu ‘perangkap’ yang sedang disiapkannya. Kamu harus hati-hati, ya!

Zaman sekarang keberadaan laki-laki matre juga sudah banyak ditemukan. Tak cuma matre, ada lho yang menyalahgunakan karakter naif perempuan dan akhirnya diperdaya untuk menuruti nafsu laki-laki tersebut. Duh, jangan sampai kamu bertemu dengan sosok yang seperti ini, ya! Karena pada akhirnya kalau dia bosan, dia pun akan dengan mudah meninggalkanmu

Kedepannya, Kamu Pun Akan Terpuruk dengan Apa yang Kamu Lakukan Selama Ini

Mengejar sosok laki-laki yang kamu sukai belum tentu membuatmu lantas jadi bahagia. Ada kalanya kalau kamu merasa ada sesuatu yang tak bekerja dengan semestinya, kamu pun jadi menyalahkan diri sendiri.  Kamu jadi semakin terpuruk dengan keadaan, apalagi kalau respon yang kamu terima tak sesuai dengan ekspektasi. Dia mungkin merasa senang dan ge-er karena ada yang menaruh rasa padanya. Tapi dari caranya memperlakukanmu, lebih baik tinggalkan saja.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspirasi & Motivasi

Untukmu yang Terus Bertanya, Mengobati Hati yang Lara Memang Butuh Waktu yang Lama  

Masih jelas dalam ingatan, luka setelah berakhirnya hubunganku bersamanya belum tertutup sempurna. Saat itu, aku masih dihimpit kegamangan yang sama selepas kisah cintaku berakhir lara. Ketika kamu bertanya kenapa aku tak segera beranjak, kala itu semua masih dalam proses, dan aku pun berharap diriku bisa segera beranjak dari situasiku saat itu.

Di masa-masa itu, besar harapku mempunyai teman tempatku bercerita. Tapi mengapa yang kuhadapi justru rentetan pertanyaan yang seakan menyudutkan soal kelemahanku untuk tak segera beranjak. Bukannya aku tak mau, hanya saja aku tahu untuk beranjak memang butuh waktu yang tak sebentar.

Memang Butuh Waktu yang Lama Karena Aku Masih Menyimpan Rasa Padanya

Kala itu, aku masih belum sanggup melupakan segala rasa dan memori yang terlanjur kusimpan. Semuanya masih tentangnya. Juga soal bagaimana dia memperlakukanku dengan baik dan selalu memberikan pelukan terbaik saat aku membutuhkannya. Dan saat itu juga, aku masih mengharapkan dia bisa kembali.

Kuakui, aku pernah merindukan suaranya, tatapannya, gesturnya, apa pun yang melekat padanya, aku pernah merindukan semua itu di setiap waktuku. Tak peduli seberapa lara yang kurasa setelah momen perpisahan itu, tapi yang kutahu, aku pernah menyimpan rasa rindu yang begitu besar yang kini jadi penghalang untukku segera beranjak.

Memang Butuh Waktu yang  Lama untuk Menyadari Kalau Aku Masih Buta dengan Cinta

Ya, kuakui saat itu perasaanku terhadapnya masih begitu besar sehingga setiap hal yang ditawarkan dunia agar aku segera beranjak, semua itu kutepis karena aku terbelenggu dengan cinta yang membutakanku. Aku tak mampu melihat ada cela, yang kulihat hanyalah sosoknya, dimana aku mau terus bersamanya.

Tak peduli rasa sakit seperti apa yang harus kurasakan, asal dia kembali, kukira masalah yang sudah lalu ya biarlah berlalu. Tapi itu dulu, untung saja Sang Pencipta mau menarikku kembali agar aku tak selamanya buta karena cinta.

Memang Butuh Waktu yang Lama Apalagi Untukku yang Sukar Mendengar Nasehat Orang Lain

Untuk setiap temanku yang saat itu berusaha menolongku tapi aku memilih tak menggubris kalian, kumohon maafkan aku. Aku salah karena aku tak mendengarkan nasehat dari orang-orang terdekatku seperti sahabat dan keluarga. Aku egois karena saat itu yang kulakukan justru menuruti egoku.

Padahal, sudah jelas sekali bahwa tak ada yang bisa diselamatkan dari hubungan yang sudah terlanjur rusak. Butuh waktu lama memang untuk menyadari bahwa sahabat dan keluarga adalah pihak yang tak akan meninggalkan kita dalam situasi apa pun.

Memang Butuh Waktu Lama untuk Menyadari Kalau Dia Sudah Tak Cinta

Aku lega karena pada akhirnya hari ini aku bisa melakukan apa yang harusnya sudah kulakukan sejak lama, semenjak kulihat sudah tak ada lagi cinta untukku di matanya. Namun untuk menyadari hal itu, butuh waktu yang tak sebentar dan harus ada kejadian yang terus-terusan menegurku. Dan pada akhirnya aku sadar, aku tak lagi bersama sosok pasangan yang dulu bisa membuatku jatuh cinta karena sikap dan komitmennya. Semua itu memudar. Bahkan, disaat aku berusaha menyelamatkan hubungan kami, hanya aku yang berusaha. Lalu untuk apa diteruskan?

Memang Butuh Waktu Lama untuk Beranjak Karena Keputusan Itu Harus Dipikirkan Berulang Kali

Tak pernah terlintas dibenakku kalau hubunganku bersamanya akan berakhir begitu saja. Hubungan yang kami harapkan bisa jadi yang terakhir dan kami perjuangkan bersama-sama sejak awal, nyatanya tak lantas membuat dia bisa bertahan.

Tak mudah bagiku memilih beranjak saat bertahun-tahun hatiku sudah memantapkan hati untuk menyayangi satu orang yang memang kupilih berdasarkan kata hatiku. Tapi mungkin memang begini akhirnya. Meski berat, setidaknya aku bersyukur karena aku tak perlu terbelenggu pada hubungan yang tak sehat. Meski memang memakan waktuku saat kupikirkan keputusan ini, sekarang aku lega karena aku memilih beranjak.

Jadi, memang sudah waktunya aku pergi. Bagiku, tak apa memakan waktu lama untuk beranjak, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, bukan?

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

Setelah Patah Hati, Untuk Bisa Memulai Hubungan Baru, Kita Harus Belajar Untuk Mencintai Diri Sendiri

Terlalu mencintai seseorang, seringkali jadi salah satu pemicu mengapa kita merasakan sakit hati yang terlalu dalam. Bahkan beberapa waktu setelah putus cinta, hati dan pikiran kita masih saja sulit untuk terbuka. Jangankan untuk kembali memulai hubungan, membuka hati pun mungkin masih terasa enggan. 

Tenang, tak apa. Itu adalah sesuatu yang biasa dirasakan oleh seorang perempuan yang baru saja putus cinta. Nikmati semua prosesnya, sampai nanti kamu akan kembali membuka diri untuk hati yang baru. Sejalan dengan itu, belajarlah untuk memfokuskan hati untuk diri sendiri, lewat beberapa hal ini.

Jujurlah Pada Diri Sendiri, Tentang Semua Hal yang Sedang Kau Ingini

Selama berada pada masa transisi untuk pemulihan hati, kamu akan dihadapkan dengan berbagai macam pilihan. Beberapa sosok yang buru-buru datang, hingga pada godaan lain yang bisa jadi pelarian. Tapi tunggu dulu, tahan semua nafsumu.

Berharap dicintai dengan porsi yang sama, jadi sesuatu yang diinginkan semua perempuan. Namun bertemu dengan dia yang bisa benar-benar setia, jelas bukanlah sesuatu yang mudah. Jika memang fokus utamamu adalah menemukan dia yang akan bisa berkomitmen bersama, maka sebelum kesana pastikan dulu bahwa diri sudah siap untuk memuali hubungan baru. Dan yang paling penting, pahami diri dengan belajar untuk jujur akan semua hal yang diingini.

Cobalah Ingat Kembali, Dimana Titik Lemahnya Diri

Pada hubungan sebelumnya, kamu mungkin merasa ada beberapa kesalahan yang datang dari dalam diri. Untuk itu mulailah mencari dia yang memang bisa menggenapi. Menerima kita dengan segala kekurangan, bukan dia yang hanya senang dengan hal-hal yang baik saja.

Lunakkan hati, pahamilah bahwa kekurangan kita tak akan jadi penghalang untuk rasa bahagia, jika bisa dipahami dengan baik. Hal yang perlu disadari adalah mengenali kemampuan dan kekurangan diri sendiri.

Menerima Masa Lalu Jadi Bagian Hidup yang Memang Mungkin Tak Bisa Dilupa

Tak ada yang bisa memutar kembali waktu, maka semua hal yang sudah berlalu biarlah jadi sesuatu yang tak perlu diingat lagi. Tinggalkan semua luka yang telah terjadi pada hubungan sebelumnya, untuk selanjutnya belajarlah untuk menumbuhkan rasa yang sudah datang dari orang baru.

Biarlah ini menjadi bagian kisah yang kelak jadi cerita. Tak perlu diingat-ingat lagi, apalagi sampai dijadikan bahan perbandingan untuk cerita yang sekarang. Hidup terus berjalan, membawa kita pada masa depan. Dan sudah sewajarnya, jika masa lalu harus ditinggalkan.

Pahami Diri Lebih Dalam Lagi, dengan Menikmati Waktu dengan Caramu Sendiri

Sepanjang waktu pemulihan hati, cobalah untuk mencari tahu apa arti kesendirian ini. Pergilah untuk menikmati banyak waktu tanpa gangguan. Mengunjungi beberapa tempat baru untuk menambah wawasan. Pada titik ini, kita akan semakin paham. Bahwa untuk menemukan dia yang memang bisa dijadikan teman hidup yang seirama, bukanlah perkara yang mudah.

Dan Belajarlah Untuk Mengendalikan Logika, Tak Perlu Mencintai dengan Membabi Buta

Selanjutnya, jika nanti memang sudah bertemu dia yang dapat dijadikan teman untuk berbagai kisah sedih dan bahagia. Mulailah untuk merubah porsi dalam hal mencintai dari yang sebelumnya kita lakoni.

Jangan terburu-buru dan gegabah, sampaikan semua rasa dengan pelan dan sesuai irama. Tempatkan semua rasa sesuai dengan porsinya, tidak terlalu berlebihan tapi juga tak kekurangan. Sebab, mencintai dengan cara yang berlebihan sudah pasti tak baik untuk hubungan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top