Kesehatan & Me Time

Pengalaman di Masa Kecil Ternyata Membawa Pengaruh pada Pola Makanmu Saat Dewasa

Jika kamu mempertanyakan kenapa napsu makanmu mungkin sangat besar, atau pola makanmu bermasalah, ternyata hal tersebut bisa dipengaruhi pengalaman di masa kecilmu.

Ini berdasarkan paparan dari psikolog Meg Arroll dan ahli nutrisi, Louise Atkinson dalam buku Shrinkology yang ditulis oleh keduanya. Dua orang ini mengatakan jika pola makan orang saat dewasa sangat mungkin dipengaruhi dari ingatan masa kecil yang terlupakan.

Dari serangkaian ingatan tersebut, ada kebiasaan yang masih susah dilupakan dan membawa dampak tersendiri. Apa saja kira-kira?

Kebiasaan Bunda Memberi Makan Si Kecil Supaya Tak Menangis Nyatanya Membawa Dampak

Semua anak kecil mungkin mengalaminya, dimana orangtua memilih untuk memberi makan agar buah hatinya berhenti menangis. Semacam ada kebiasaan ‘memanjakan’ anak.

Padahal, perlakuan seperti ini dapat menyebabkan kebingungan di saat paling rapuh dalam diri anak yang bisa menimbulkan pola makannya yang tak teratur serta nafsu makannya yang tinggi sukar berubah.

Anak Kecil yang Menghabiskan Masa Kecil Penuh Tekanan Akan Lebih Suka Makan Saat Dewasa

Tak semua anak kecil tumbuh di lingkungan yang menyenangkan. Sebab ada pula yang justru berada di bawah tekanan. Apapun itu, tapi kamu perlu tahu jika adanya tekanan ternyata bisa mempengaruhi hormon yang mengatur makan dan rasa kenyang.

Saat masa dewasa, hal tersebut memicu ketidakmampuan untuk mengontrol pola makan yang dapat membuat stres, sehingga menimbulkan kenaikan berat badan yang tidak terkendali.

Paksaan Orangtua untuk Makan dan Fat Shamming Ketika Kecil Kelak Membuat Seseorang Jadi Tak Bisa Mengontrol Makanan

Mungkin maksud orangtua baik, dimana mereka mendorong anaknya untuk mau makan. Caranya, dengan menjadikan makanan sebagai ‘bayaran’ setiap selesai melakukan apapun.

Padahal, secara tidak disadari akan memengaruhi pola makan saat dewasa. Anak jadi mudah gelap mata pada makanan. Di lain sisi, ada anak yang justru merasakan fat shamming. Dimana ia yang meyakini bahwa cinta orang tua mungkin bersyarat, misalnya ‘Mungkin jika badanku kurus, maka aku akan lebih dicintai’.

Bahkan ia berpikir kalau memiliki tubuh kurus jauh lebih membahagiakan. Pemikiran ini bisa berasal dari orang tua itu sendiri atau lingkungan, yang tidak disadari dapat berpengaruh pada pola makan seseorang sampai ia dewasa.

Pengasuhan yang Tak Konsisten

Penelitian menunjukkan bahwa pengasuhan yang tidak teratur dari orang tua, seperti kurang terlibat dengan kehidupan anak, tidak konsisten, atau tidak perhatian, dapat menyebabkan rendahnya harga diri pada anak, yang akhirnya bisa membuat mereka beralih ke makanan untuk mengatasinya.

Kalau diteruskan, seseorang bisa berisiko mengalami obesitas hanya karena pengasuhan orangtuanya yang kurang tepat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspirasi & Motivasi

Ini Kata Pakar Saat Teman Tak Setuju dengan Relasi yang Kamu Jalani…

Kamu mungkin pernah mengalami masa dimana kamu menjalin relasi dengan seseorang tapi teman dekat atau teman-teman di grupmu kurnag menyetujuinya. Akhirnya, relasi pun jadi terasa lebih berat. Sebab bukan hanya menciptakan suasana yang tak nyaman, tapi kamu pun jadi ragu dan cemas dengan persahabatanmu.

Pendiri dating tranformation sekaligus kencan Connel Barrett mengatakan bahwa kamu harus mencoba mendengarkan temanmu. Jangan sampai mereka justru semakin sukar menghubungimu karena kamu merasa dijauhi.

Tenang, teman yang mulanya tak setuju bukan berarti kamu harus mengakhiri hubunganmu dengan pasangan. Tentu dalam posisi ini kamu akan merasa sulit, tapi melansir dari Elite Daily. Ada beberapa hal yang dapat kamu tak mendapatkan dukungan dari teman-temanmu.

Coba Dengarkan Dulu Setiap Perkataan Teman-temanmu

Dorell mengatakan bahwa hal utama yang harus kamu lakukan adalah coba mendengarkan dulu setiap perkataan temanmu. Cari tahu apa yang membuat mereka cemas.

Mereka mungkin memiliki beberapa saran baik untukmu. Meski kamu berpikir bahwa saran mereka mungkin tidak tepat, mereka hanya ingin didengarkan. Cobalah mendengarkan temanmu. Biasanya rasa cemas dari temanmu muncul karena mereka peduli terhadapmu.

“Tenanglah saat berbicara dengan teman Anda. Anda harus berada dalam kondisi emosi yang netral dan dapat mendengarkan kekhawatiran mereka. Perhatikan perasaan Anda setelah berbicara dengan mereka. Inilah saat intuisi Anda bekerja. Tulislah perasaan Anda,” kata Dorell.

Ucapan Terima Kasih Padanya

Seorang teman sejatinya mungkin ingin memberi saran terkait pilihanmu terhadap lelaki yang kini menjadi pasanganmu. Kamu sendiri tak perlu menutup diri, Corell mengatakan mereka harus tahu bahwa mereka dapat mengatakan pendapatnya tanpa kehilangan hubungan pertemanan.

“Ucapkan terima kasih. Jangan membantah atau meributkannya karena hanya akan merusak pertemanan Anda. Beri tahu temanmu bahwa kamu mengapresiasi perasaan mereka dan intensi mereka datang dari hal baik. Hal ini akan memperkuat pertemanan kalian,” katanya.

Percayalah Pada Nalurimu terhadap Pasangan

Dorell mengatakan bahwa langkah selanjutnya yang harus kamu ambil adalah dengan melihat bagaimana pengaruhnya terhadap perasaan dan hubunganmu.

“Buatlah keputusan berdasarkan apa yang benar menurut kamu setelah menerima semua info dan menetapkan perasaan. Buatlah keputusan untuk bertindak atau tidak bertindak. Mungkin kamu perlu melihat kembali bagaimana hubunganmu berdasarkan perasaan temanmu. Namun, bila kamu merasa hubunganmu baik dan tidak ingin mengubah apapun maka tetaplah bertahan dengan pasanganmu,” katanya.

Para ahli setuju bahwa rasa cemas yang dimiliki oleh temanmu adalah hal penting. Dengarkanlah teman Anda dengan pikiran dan hati yang terbuka. Namun, keputusan apa yang terbaik untuk dirimu dan kamu yang membuatnya sendiri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspirasi & Motivasi

Cerita Sukses Cary Velazquez, Perempuan Disabilitas yang Jadi MUA Terkenal

Punya 29 ribu orang pengikut di Instagram, nama Cary Velazguez kian banyak dikenal. Kemampuan Cary membuka mata banyak orang, bahwa keterbatasan fisik seseorang tak selalu jadi halangan untuk bisa berprestasi.

Yap, tak mau patah arang atas fisiknya, Cary Velazquez tetap bersemangat untuk menjadi seorang Make Up Artist (MUA), yang kini sudah berhasil diwujudkannnya. Mengubah perspektif dan pendangan orang, cerita Cary bisa jadi inspirasi untuk semua orang.

Sebelumnya, perempuan berusia 29 tahun ini, didiagnosa memiliki osteogenesis imperfecta atau penyakit tulang rapuh yang merupakan sejenis gangguan struktur tulang, sejak 3 hari setelah kelahirannya. Gen yang rusak ini menurunkan produksi kolagen di dalam tubuh, membuat tulang sangat rentan patah.

Namun meski demikian, kekurangannya justru jadi pemicu yang membuat Cary ingin mengajak perempuan lain yang memiliki kekurangan untuk berani menggapai mimpinya, tak terkecuali di industri fesyen dan kecantikan.

“Saya ingin membuka pintu untuk wanita lain dengan kondisi berbeda. Saya tahu bahwa cerita saya akan mengubah perspektif orang lain dan saya tidak takut untuk menunjukkan diri kepada dunia,” kata Cary dilansir Barcroft TV.

Sumber : https://www.instagram.com/beautybycary/

Cary mulai menekuni dunia Make-up sejak 3 tahun lalu, terinspirasi dari video kecantikan di YouTube, awalnya ia hanya mempraktekkan makeup pada dirinya sendiri, ibu dan saudara kandungnya. Setelah akhirnya, menyadari jika ia berbakat sebagai MUA. Terbukti, kini ia sudah mulai bekerja merias orang lain dan memiliki pelangga di seluruh kota, tempat tinggalnya.  

“Saya ingin menunjukkan bahwa seseorang duduk di kursi roda masih bisa cantik, berbakat, dan hebat. Saya belajar beradaptasi sehingga saya bisa melakukan pekerjaan saya, seperti cara saya duduk di depan klien dan saya punya alat di depan saya sehingga saya bisa meraihnya dengan lebih mudah,” Tutur Cary.

Tapi meski saat ini ia sudah terlihat berhasil dan mewujudkan mimpinya, Cary juga bercerita jika selain kasih saang dan dukungan dari keluarga dan teman terdekat. Tak pelak ia juga kerap mendapat perbuatan tak menyenangkan dari orang lain yang memandang ia sebelab mata atas kondisi fisik yang ia punya.

“Saya masih menerima komentar negatif karena penampilan saya, saya dipanggil jelek, saya bilang kepala saya besar atau saya terlihat seperti badut, saya harus membuktikannya jika mereka salah,” tegasnya.

Hidup bersama dengan ibunya dengan kehidupan normal yang biasa, saat ini Cary tengah menikmati waktu dengan menjalani profesi baru yang ia tekuni. Dan ambisi besar yang ia miliki saat ini adalah membuka peluang lebih besar pada para perempuan penyandang cacat di dunia mode.

“Saya tidak takut untuk menunjukkan diri saya kepada dunia lagi karena saya tahu saya layak untuk itu. Saya tahu kisah saya akan mengubah perspektif orang lain dan mengubah hati orang lain,” tutupnya.

Jadi masih mau ngeluh ini–itu?

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspirasi & Motivasi

5 Kesalahan yang Sering Dilakukan Perempuan Ketika Jatuh Cinta Terlalu Cepat

Beberapa orang bilang kalau cinta bisa saja datang pada pandangan pertama. Alih-alih membiarkan waktu melahirkan rasa, beberapa perempuan justru tergesa-gesa. Buru-buru menerima cinta, sampai berpikir ia sudah menemukan apa yang selama ini dicarinya. Padahal pandangan sepert ini, bisa jadi salah.

Sering tak bertahan lama, cinta yan terjadi begitu cepat sering hilang dengan cepat pula. Bukannya membuat bahagia, yang kita dapat justru hanyalah luka. Agar kamu tak menyesal, coba pahami beberapa kesalahan yang sering dilakukan oleh perempuan, jika sedang jatuh cinta terlalu cepat.

Tadinya Bisa Mandiri, Mendadak Bergantung Pada Kekasih

Memang sih, sekuat apapun perempuan, ada masa dimana ia ingin terlihat manja di depan kekasihnya. Tapi ya mbo jangan jadi terlalu manja juga. Melalui masa transisi dari sendiri menjadi punya kekasih memang jadi fase paling menyenangkan. Beberapa hal terlihat berkesan jika dilakukan bersama pasangan.

Tapi biar bagaimanapun, tak boleh merasa tak bisa apa-apa, karena sekarang sudah ada yang mungkin bersedia membantu kita. Tak hanya merugikan diri sendiri, sikap ini juga bisa membuat ilfil kekasih. Dia yang tadinya kagum dan suka atas kemandirianmu, mendadak merasa tertipu. Padahal kamu bukannya tak bisa mandiri, tapi hanya sedang berpura-pura ingin selalu didampingi.

Sudah Punya Pacar, Lantas Lupa Pada Teman-teman

Benar memang suatu saat teman-teman kita akan pergi untuk meninggalkan kita. Tapi apakah hidup akan hanya tentang pacar? Tidak kan? Tetaplah bersikap serupa, menyeimbangkan waktu dan tenaga untuk pasangan dan teman. Jangan karena sudah punya pacar lantas lupa pada teman, dan begitu sebaliknya.

Ingat, teman selalu ada di setiap kesendirian yang tadinya kamu jalani. Jelas tak adil jika kamu mendadak lupa pada mereka hanya karena kini sudah bertemu kekasih yang bisa diajak kemana pun kamu suka.

Perkara Sepele Saja Harus Dikompromikan dengan si Dia

Untuk yang satu ini, kadang bikin geli sendiri kalau dingat-ingat lagi. Kamu yang tadinya bisa menentukan banyak hal seorang diri, mendadak berubah jadi sosok yang super ribet. Karena apa-apa, harus diomongin sama pacar.

Dengar, menjalin komunikasi dan berkompromi dengan pacar memang baik tapi jika perkara sepele saja sudah harus kamu kompromikan di awal hubungan, percayalah itu tak baik untuk hubungan.

Membuatmu terlihat tak bisa menentukan keputusan atau pasangan mendadak jengah dan merasa jika sebenarna hal tersebut tak perlu kamu sampaikan. Bijaklah dalam memilah-milah sesuatu, tak perlu perbesar perkara yang sebenarnya bisa kamu selesaikan tanpa dibantu.

Karena Baru Punya Pacar, Mendadak Lebay di Instagram

Setelah sekian lama sendiri, lalu kini punya kekasih tentu jadi memberikan kebahagian tersendiri. Merasa butuh jadi pusat perhatian, perempuan memang tak segan-segan untuk mengumumkan hubungan barunya di media sosial. Berharap dunia akan tahu kamu sudah punya pacar, segala postingan mendadak berisi ia yang kini jadi kekasih.

Padahal perempuan dengan usia yang sudah sedewasa kita, tak lagi dirasa pantas untuk berbagi cerita cinta di media sosial. Apalagi jika hubungan dengan pacar masih baru dimulai. Karena seseorang yang hobi pamer kemesraan di media sosial adalah orang-orang yang butuh pengakuan.

Dan bisa jadi juga hubungan yang sedang dijalankan tak sungguh-sungguh dilandasi rasa sayang. Pacar hanya dijadikan sebagai bahan pamer ke orang-orang.

Berkorban Banyak Hal untuk Sang Pacar dengan Mendahulukan Segala Hal yang Ia Inginkan

Saling memberi untuk bisa saling menerima adalah konsep baik dari sebuah hubungan cinta. Maka jika dari awal saja, hanya kamulah yang berkorban untuknya tentu ada sesuatu yang salah.

Tak perlu berkorban buru-buru, apalagi dengan menukar mimpimu hanya karena ia tak mendukungmu. Karena lelaki yang baik tentu akan mendukung kekasihnya, bukan memaksa sang pacar mengubur mimpi hanya karena mimpi yang ia punya.

Ingat segala sesuatu yang berlebihan di awal tak akan berakhir baik untuk hubungan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top