Kesehatan & Me Time

Dear Perempuan; Cegah Kanker Serviks Dengan Pakaian Dalam Yang Tepat

Kita tentu akan langsung membayangkan beberapa hal mengerikan setiap kali mendengar kata kanker serviks, penyakit berbahaya ini memang marak mengintai kaum perempuan. Penyebabnya pun beragam mulai dari aktivitas seksual yang terlalu dini atau kebiasaan bergonta-ganti pasangan. Akibatnya pun tak tanggung-tanggung bahkan sering berujung kematian, Bahkan saat ini, kanker serviks disebut sebagai penyakit paling menakutkan nomor satu di dunia yang mengintai perempuan.

Hal ini dikarenakan kanker serviks sangat sulit dideteksi dari awal, kebanyakan kanker serviks diketahui saat sudah stadium lanjut. Untuk itu kita harus tetap waspada dan memahami apa saja hal yang menjadi sebab akibat hingga bagaimana cara untuk mengantisipasi kanker seviks. Kita bisa memulainya dari hal-hal sepele terlebih dahulu, dengan memperhatikan pemilihan pakaian dalam misalnya.

Pilihlah Celana Dalam Yang Tidak Terlalu Ketat

pete-bellis-396528

Mungkin sebagian dari kita masih senang menggunakan celana dalam yang pas dengan pinggang atau bahkan terkesan ketat. Meski begitu memilih ukuran yang sesuai dengan pinggang adalah salah satu hal yang perlu kita perhatikan. Memakai celana dalam yang ketatlah tidak baik dan sebaliknya semakian longgar semakin baik. Celana dalam yang sempit bisa membuat area selangkangan kita lecet dan iritasi. Hal inilah yang bisa memicu kita terkena kanker serviks. Ketika kulit area selangkangan irititasi secara tidak kita sadari bakteri yang ada lebih mudah masuk kedalam kulit dan tentu akan memberikan dampak buruk nantinya.

Usahakan Untuk Selalu Menggunakan Celana Dalam Berbahan Katun

Woman on a gynecology office about to be examined

Hal lain yang perlu kita perhatikan dalam pemilihan jenis celana dalam adalah jenis bahannya. Hindari menggunakan celana dalam yang terbuat dari bahan sintesis atau sutra. Karena bahan ini hanya akan membuat kulit susah bernafas hingga akhirnya berkeringat dan memicu tumbuhnya jamur pada area vital kita. Raquel B. Dardik, MD, clinical associate professor dari Department of Obstetrics and Gynecology di NYU Langone Medical Center, mengatakan bahwa banyak bahan celana dalam yang membuat kulit susah bernapas. Namun kamu akan baik-baik saja selama garis celana yang dekat dengan vagina terbuat dari bahan katun.

Hingga Shapewear Underwear Yang Nyatanya Juga Tidak Baik Untuk Kesehatan Organ Vital

runnyrem-263287

Pemakaian pakaian dalam yang mampu membentuk lekuk tubuh, dengan erat pada bagian paha dan perut seperti korset mungkin sebaiknya dikurangi. Memakai pakaian dalam seperti ini dapat menimbulkan resiko penyakit komplikasi, apalagi jika celana dalamnya terlalu ketat. Hal ini akan mengakibatkan syaraf saling bertubrukan dan sirkulasi menurun. Belum lagi shapewear yang ketat juga sulit dibuka, dan biasanya kita malah mengabaikannya karena terlalu malas untuk membukanya. Mungkin terlihat sepele namun ternyata hal ini menjadi salah satu pemicu kanker serviks.

Ganti Celana Dalam Dengan Teratur, Dan Cucilah Hingga Benar-benar Bersih

pexels-photo-206542

Kesibukan setiap hari kadang membuat kita melupakan sesuatu yang sejatinya sangatlah penting, salah satunya mengganti celana dalam dengan teratur. Setiap kali kita merasa bahwa celana dalam yang kita kenakan sudah lembab dan  basah sebaiknya langsung diganti untuk menghindari timbulnya bakteri dan jamur yang akan membahayakan organ vital.

Jangan lupa pula untuk tetap memerhatikan cara mencuci celana dalam, selalu cuci dan bilas bersih celana dalam dengan hati-hati. Pastikan bahwa tidak ada sisa deterjen ataupun pewangi yang masih menempel, karena bisa menimbulkan alergi pada kulit selangkangan. Untuk itu selalu cek berulang dan pastikan bahwa celana dalam yang dicuci sudah terbilas dengan bersih.

Dan Yang Tak Kalah Penting Jangan Pernah Bertukar Celana Dalam Dengan Orang Lain

pexels-photo-27411

Salah satu kebiasaan buruk yang mungkin kita pelihara adalah suka bertukar celana dalam dengan orang lain, baik itu kakak, dan adik hingga teman kos yang sekamar. Sebaiknya hentikan kegiatan ini karena dapat menularkan virus yang nantinya akan berbahaya bagi diri kita sendiri. Karena biar bagaimana pun celana dalam adalah bagian privasi yang sebaiknya memang tidak dipinjamkan.

Meski terdengar sangat sepele dan bahkan sering luput dari perhatian kita, tapi nyatanya hal-hal tersebut diatas bisa kita lakukan dengan baik untuk mencegah tubuh terkena kanker serviks. Sudahkah kita melakukannya? Jika belum mulailah untuk merubah kebiasaan buruk yang sering kita lakukan terutama dalam hal memilih celana dalam dengan memperhatikan poin-poin di atas.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan & Me Time

Tak Usah Khawatir Berlebihan Jika Siklus Menstruasi Berantakan Saat Liburan

Untuk perempuan, yang namanya berlibur kalau bisa jangan berbarengan dengan masa datang bulan. Bukan apa-apa, kadang rencana yang sudah dibuat, justru tak bisa dieksekusi, bahkan liburan pun jadi kurang nyaman kalau melakukannya berbarengan dengan momen haid.

Yang lebih rumit lagi, ada lho yang merasakan, setiap kali periode liburan atau jelang liburan, periode datang bulan seringkali jadi kacau dan tak menentu dan bahkan mungkin terlambat parah. Bahkan membuat periode PMS jadi lebih panjang dan mengkhawatirkan. Kira-kira apa ya penyebabnya?

Pakar seks Emma McGowan mengungkapkap, sejatinya menstruasi dikendalikan oleh serangkaian pelepasan hormon yang rumit. Ketika semua hal di dalam tubuh berjalan seperti biasa dengan rutinitas yang biasa, maka proses hormonal juga akan berjalan seperti biasa, antara 28-30 hari.

Namun, saat bepergian, biasanya siklus tidur atau bangun tidur seseorang alias ritme sirkadian juga ikut berubah. Kondisi tak biasa inilah yang akhirnya membuat kondisi siklus hormonal seseorang pun akhirnya ikut berubah.

Ritme sirkadian sendiri memang membantu menjaga hormon tetap seimbang, baik dalam jumlah produksi ataupun lainnya. Ketika ritme tersebut terganggu oleh perjalanan liburan, khususnya ketika pergi ke luar negeri, harus menghadapi perubahan zona waktu, sulit tidur di pesawat, hingga jet lag, maka siklus menstruasi pun rentan berubah.

Hanya saja, kondisi ini tak akan berlangsung selamanya. Kondisi ini hanya terjadi selama beberapa saat sampai ‘kehidupanmu’ normal kembali.  Dari sekian banyak cara, McGowan mengungkapkan bahwa memperbaiki pola tidur dan makan yang teratur saat bepergian bisa membuat tubuh kembali pada jadwal normal.

Mungkin Salah Satu Pemicunya Karena Kamu Sedang Stress

Beban pikiran yang berat ternyata ikut memengaruhi siklus menstruasi. Ketika kamu sedang dalam keadaan stres atau depresi, hypothalamus, yakni bagian otak yang mengatur hormon siklus haid ikut terpengaruh. Sehingga, saat stres, hormon pengatur jadi tidak seimbang dan haid pun jadi tidak teratur.

Gaya Hidup Kurang Sehat yang Tak Kunjung Kamu Tinggalkan

Merokok dan sering mengonsumsi alkohol ternyata tidak hanya mengganggu kesehatan, tapi juga dapat mengacaukan siklus haidmu lho. Ini karena gaya hidup tersebut bisa memengaruhi kesehatan sehingga siklus haid juga bisa tidak stabil.

Karena gaya hidupmu yang kurang sehat, tubuhmu pun akhirnya memberi sinyal. Tak menutup kemungkinan kalau siklus haid yang tidak teratur bisa jadi pertanda jika kamu mengidap penyakit yang serius.

Salah satunya adalah ovarium polikistik, dimana hal ini ditandai dengan timbulnya kista kecil dalam indung telur yang  menyebabkan ketidakseimbangan hormon.

Olahraga yang Berlebihan Juga Bisa Jadi Alasan Pasti Periode Haidmu Jadi Berantakan

Olahraga memang wajib dan baik untuk dilakukan, tapi tidak jika dilakukan berlebihan. Saat melakukannya secara berlebihan, tubuh akan menghasilkan hormon-hormon yang berlawanan dengan hormon reproduksi yaitu estrogen dan progesteron.

Ketidakteraturan Menstruasi Bisa Juga Karena Adanya Kenaikan Berat Badan dan Melakoni Liburan saat Menstruasi

Naik atau turunnya berat badan secara drastis juga jadi penyebab siklus haid yang tidak teratur. Biasanya, siklus yang tidak teratur terjadi pada orang yang mengalami gangguan pola makan. Ini merupakan penyebab utama siklus haid yang tidak teratur.

Ketidakseimbangan hormon pun bisa disebabkan oleh berbagai hal seperti kelelahan atau stres. Ketika terjadi gangguan pada hormon di dalam tubuh, maka siklus haid pun ikut terganggu.

Bahkan untuk yang Sedang Melakoni Sistem KB, Alat Kontrasepsi pun Berpengaruh pada Siklus Haid

Penggunaan pil kontrasepsi dalam dosis rendah memang tidak terlalu memengaruhi siklus haid. Tapi, alat kontrasepsi seperti spiral dan suntik KB bisa menyebabkan seseorang telat mendapatkan haid.

Bahkan alat seperti spiral bisa juga menyebabkan darah keluar lebih banyak dari biasanya saat haid.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan & Me Time

Luka Operasi Caesar Bisa Cepat Pulih dengan Cara Ini

Operasi C-Section atau lebih akrab disebut operasi caesar dikenal sebagai salah satu metode persalinan yang cukup populer selain secara normal. Persalinan dengan metode ini memang tak perlu menghabiskan banyak waktu, hanya saja waktu pemulihan luka yang justru butuh waktu lebih lama.

Nah, untukmu yang baru atau ada rencana melakoni operasi Caesar, tak usah dibawa khawatir ya, sebab sekalipun dianggap lama, ada lho beberapa cara yang diketahui bisa mempercepat pemulihan luka C-section.

Bersabarlah dan Jangan Lakukan Aktivitas Berat sampai Enam Minggu ke Depan ya

Perempuan yang sudah melahirkan bukan berarti ia bebas melakukan apapun. Saat berhasil melewati proses operasi C-section, perempuan sejatinya harus bersabar dan menunggu sampai dokter membolehkanmu bebas beraktivitas.

Untuk itu, kalau kamu pun mengalami situasi yang serupa, sebaiknya tahan dulu hasratmu menurunkan berat badan dengan nge-gym, lari, atau olahraga berat lainnya. Tahan juga hasrat membersihkan rumah yang berantakan pasca ditinggal bersalin.

Biasanya dokter tetap menyarankan untuk bergerak tapi tak boleh terlalu banyak gerak. Tunggulah sampai enam minggu. Ini karena proses pemulihan yang sempurna butuh waktu selama itu. Intinya, kesabaran adalah kunci percepatan pemulihan operasi C-section yang kamu lakoni.

Pastikan Asupan Nutrisimu Terpenuhi ya Setiap Harinya

Penuhi makananmu dengan buah dan sayur kaya serat untuk mengurangi efek sembelit pasca C-section. Ya, operasi caesar memang bisa memicu sembelit. Hal ini terjadi karena adanya penyumbatan usus yang disebut ileus.

Sembelit pun disertai nyeri meradang pada luka C-section. Demi mengatasi hal ini, siasati dengan mengonsumsi sayur dan buah secara rutin ya. Tegang pada usus akan berkurang jika kamu semakin banyak dan rutin mengonsumsi serat.

Jika Masih Tak Berselera Makan, Coba Atasi dengan Mengunyah Permen Karet

Jika masih tak berselera makan buah dan sayur, cobalah mengunyah permen karet untuk mengatasi sembelit.

Penelitian dari Thomas Jefferson University Hospital, Philadelphia, Amerika Serikat mengemukakan jika mengunyah permen karet dapat mengatasi susah buang air besar pasca melahirkan. Kegiatan mengunyah ini sejatinya sedang memanipulasi kerja tubuh seolah-olah kamu sedang benar-benar makan.

Jangan Mengangkat Barang Berat karena Bahaya Lho untuk Perutmu

 

Mengangkat barang berat hanya akan menimbulkan tekanan pada perut, ini berbahaya apalagi jika jahitanmu belum sempurna. Saat seseorang melakukan kegiatan yang memberi tekanan pada perut seperti angkat barang berat, dinding abdomen turut tertekan.

Tekanan yang terlalu tinggi dan terus menerus bisa membuat dinding abdomen melemah sekaligus membahayakan ususmu. Karenanya, mengangkat beban berat pun juga dilaranng.

Kalau kamu menyepelekan anjuran ini, bisa jadi efek samping yang mungkin terjadi adalah meregangnya jahitan, lalu robek, dan terjadi infeksi. Kalau kamu mau mengangkat barang, angkatlah barang yang ringan dan sedikit atau minta bantuan suami.

Konsumsilah Obat Penghilang Rasa Sakit yang Memang Disarankan oleh Dokter

Untuk perempuan yang baru melahirkan, tak perlu takut minum obat pereda rasa sakit untuk luka C-section. Bagaimanapun, dokter tahu mana yang aman untukmu dan buah hati, jadi tak perlu takut jika kandungan pada obat mempengaruhi kualitas ASI yang akan diminum si bayi. Dokter pasti memberikan resep yang tak berlebihan pula.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspirasi & Motivasi

Menunda Pacaran, Karena Tujuan Hidup Tak Selalu Demi Mengejar Asmara

Ada orang yang betah melajang sekian lama. Bukan, bukannya dia tak suka pada lawan jenis,tapi mungkin memang ada alasan pribadi yang tak bisa dimengerti banyak pihak.

Ada orang yang fokus dan mencintai pekerjaannya, sehingga asmara bukan satu-satunya hal yang ia kejar. Mungkin ada lawan jenis yang mendekatinya, tapi dia memutuskan untuk belum menerima salah satu dari mereka untuk jadi pacarnya.

Dari sekian banyak alasan yang cukup logis untuk dipahami, mari kuberitahu mengapa ada orang yang memilih menunda pacaran dan merasa tak masalah dengan keputusannya itu.

Masih Trauma dengan Luka yang Pernah Dialami di Relasi Sebelumnya

Jika dirinya memang memiliki pengalaman buruk mengenai kisah cintanya di masa lalu, mungkin dia akan lebih berhati-hati lagi saat mengencani atau berkencan dengan lawan jenis.

Lagipula, tentu tak ada kan yang ingin disakiti? Bagaimanapun, sebuah relasi pasti memberikan pembelajaran tersendiri untuk seseorang. Jika dalam sebuah relasi, kamu pun pernah merasa disakiti, tentunya ada trauma tersendiri yang akan menahanmu untuk lebih berhati-hati ke depannya, kan?

Sempat Khawatir Kalau Perasaan yang Dialaminya Hanya Rasa Penasaran Sesaat

Orang yang seperti ini biasanya lebih hati-hati dalam bersikap. Bahkan dalam urusan asmara pun, mereka tak mau gegabah. Untuk itu saat ia merasakan perasaan suka terhadap lawan jenis, orang dengan tipe ini memilih untuk memikirkan dan mempertimbangkan lagi.

Bagaimanapun, mereka merasa takut kalau seseorang yang menyatakan cinta terlalu cepat, itu karena perasaan sesaat sehingga dia takut kalau dirinya menjalin hubungan dengan seseorang yang tak benar-benar mencintainya.

Merasa Tak Dicintai oleh Pihak Manapun

Ada perasaan takut kalau sejatinya tak ada orang yang benar-benar mencintainya. Itulah alasan dia memilih untuk menunda dulu menjalin relasi. Tipikal orang semacam ini biasanya kurang percaya diri dan memilih menanti orang yang benar-benar mau menerima kepribadiannya apa adanya.

Mereka tak seperti kebanyakan orang yang justru antusias saat proses pendekatan, pihak yang kurang percaya diri akan sangat tertutup dengan lawan jenis yang sedang mendekatinya. Mungkin di masa lalu ia pernah disakiti karena kepribadiannya, untuk itu, pengalaman pahit tersebut yang membentuknya sekarang ini.

Memang Belum Siap Pacaran

Mungkin ia punya perspektif tersendiri mengenai sebuah relasi yang membuatnya belum siap untuk melakukan hal itu. Mungkin menurutnya relasi menuntutnya untuk memberi diri bukan untuk diri sendiri, tapi orang lain yang kita sayangi, dan merasa belum mampu untuk melakukan hal itu karena masih mencintai pekerjaan.

Kasus seperti ini tentu sering terjadi, bukan? Untuk itu, kalau kamu sedang menghadapi gebetan dengan pola pikir yang seperti ini, kamu perlu menunggu sampai dia benar-benar siap untuk menjalani hubungan yang serius dengan kamu, ya!

Perlu Waktu untuk Saling Mengenal Lawan Jenis yang Sedang Mendekati

Seberapa dalam rasa cintanya untuk kamu, dia merasa perlu waktu untuk mengenal kamu lebih jauh. Ia merasa tak bisa kalau hanya mengandalkan perasaan suka diantara kalian.

Untuk itu, dia memilih untuk mengenalmu lebih dalam lagi. Tak masalah berapa lama waktu yang dibutuhkan, ia hanya butuh dirinya siap saat kelak akan menjalin relasi denganmu.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top