Love & Sex

Pasanganmu Berubah Tak Melulu Karena Orang Ketiga, Bisa Jadi Karena Kamu yang Kurang Peka Kepadanya

Pernah tidak kamu bertengkar hebat setelah merasakan kalau ada yang berubah dari diri pasanganmu? Dia yang awalnya ceria, tiba-tiba jadi suka marah-marah. Dia yang awalnya sangat memperhatikanmu, jadi terkesan cuek bebek. Belum apa-apa kamu sudah mengira ada orang ketiga diantara hubungan kalian. Padahal, perubahan sikap pasangan tak melulu dipicu karena orang ketiga.

Begini, kamu harus menyadari dulu kalau manusia itu layaknya sungai, sifatnya dinamis dan bisa berubah. Perubahan sikap akan selalu ada. Bahkan tak perlu jauh-jauh memikirkan orang ketiga. Bisa jadi pemicunya justru karena perlakuanmu selama ini kepada pasanganmu. Coba ingat lagi, sudahkah kamu selalu mengusahakan dan memberi yang terbaik terhadap hubungan kalian?

Tak Semua Orang Bisa Cepat Tanggap dan Menyadari Kesalahannya Sendiri, Mungkin Karena Hal Ini Pasanganmu Akhirnya Memilih Mengubah Sikap Biar Kamu Cepat Sadar

Namanya juga manusia, pasti ada saja momennya ia melakukan kesalahan. Tak terkecuali kamu atau pasanganmu. Tapi kalau kamu justru tak cepat sadar dengan kesalahan yang berulang kali kamu lakukan, pasangan mana yang tak kesal. Nah, siapa tahu berangkat dari keresahan dirinya terhadapmu, dia pun memilih untuk mengubah sikapnya. Setidaknya agar kamu cepat sadar bahwa yang kamu lakukan itu salah dan merugikan kamu sendiri. Nah loh, tak selalu soal pelakor, bukan?

Coba Ingat Lagi, Seberapa Sering Kamu yang Bikin Janji Tapi Akhirnya Kamu yang Lupa dengan Janjimu Sendiri

Namanya saja sudah bikin janji, ya harus ditepati. Tapi mungkin kamu tipikal yang menganggap enteng janji yang sudah terlanjur kamu buat. Atau kamu lupa dengan prinsip janji harus selalu ditepati, ujung-ujungnya, kamu jadi lupa sendiri. Kalau sekali dua kali mungkin masih dimaklumi, tapi kalau sampai berulang kali, ya kamu harus maklum kalau akhirnya pasanganmu kesal karena ulahmu sendiri. Karenanya, dia pun jadi mengubah sikap jadi lebih dingin terhadapmu. Sabar ya…

Bahkan Ada Kalanya Pasangan Merasa Terkekang, Lantaran Tak Kuasa untuk Mengatakan, Sikapnya Pun Justru Menunjukkan Perubahan

Meski dia adalah pasanganmu dan kamu selalu punya waktu untuk berdua, jangan sampai dia jadi tak punya waktu untuk menikmati me time alias waktunya sendiri. Keinginan semacam ini pasti selalu ada dalam pribadi setiap orang. Nah, sebagai pasangan jangan sampai kamu membuatnya tertekan. Jangan sampai dia jadi tak sampai hati mengutarakannya kepadamu sehingga memilih menutup rapat-rapat keinginannya itu. Pelan tapi pasti, kalau keinginan semacam ini tak mampu diutarakan, pasti dia pun stres dan akhirnya sikapnya pun berangsur-angsur berubah.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Menikmati Akhir Pekan Akan Lebih Menyenangkan Tanpa Terdistraksi Isi Linimasa Instagram

Sekalipun kamu tinggal di Jakarta yang katanya semakin sulit menemukan lokasi wisata, bukan berarti kamu tak bisa menikmati akhir pekanmu. Macet memang sudah jadi bagian hidup sehari-hari, termasuk saat akhir pekan, tapi jangan sampai keadaan ini membuatmu putus asa dan jadinya hanya sibuk menatap layar gawai selama seharian penuh saat akhir pekan.

Kamu perlu tahu, terdistraksi dengan isi Instagram setiap hari hanya akan membuat pikiran rentan depresi. Karenanya, saat akhir pekan lebih baik isilah waktumu dengan kegiatan yang lebih menyenangkan. Jalan-jalan keliling kota misalnya.

Supaya Tak Bosan dengan Suasana yang Sudah Pernah Kamu Kunjungi, Pilihlah Satu Tempat yang Berbeda

Yang namanya jalan-jalan keliling kota bukan berarti hanya dihabiskan untuk mengitari mall saja ya kawan. Memang, mall ini akhirnya seperti jadi satu-satunya destinasi yang harus dikunjungi saat akhir pekan, tapi kamu cobalah meluangkan waktu sejenak untuk mencari tahu tempat-tempat wisata yang mungkin jarang terekspos.

Kamu bisa memulai perjalananmu di akhir pekan sejak pagi, mungkin kamu bisa mendatangi tempat-tempat yang terasa segar dan bisa jadi pilihan yang menarik di pagi hari. Kalau sebagai perempuan kamu masih canggung untuk pergi sendiri, ya tak masalah jika hendak mengajak teman atau pacar.

Sorenya untuk kesan menanti senja yang tak biasa, jika memang masih ingin berada pada sekitaran Pusat Jakarta. Kamu bisa menikmati matahari terbenam di Pelabuhan Sunda Kelapa. Aktivitas para kapal yang sedang bersandar dan beberapa kegiatan para awaknya akan membuatmu merasakan Jakarta dari sisi yang berbeda.

Sebab Jalanan Ibu kota Sedang Ruwet-ruwetnya, Pastikan Pula Rute Mana yang Tak Akan Membuatmu Merana

Yang namanya jalanan Jakarta memang semakin padat. Jangankan hari biasa, di akhir pekan pun ruas jalanan utama pasti tetap saja macet. Belum lagi kalau ada pembangunan di sana-sini. Karenanya, penting sekali untukmu setidaknya untuk mencari rute alternatif.

Walau terlihat sepele, memilah jalanan yang akan dilalui jadi salah satu kunci untuk dapat menikmati perjalanan. Sebab untuk mencari tahunya pun cukup mudah. Entah itu dari sosial media, atau dari beberapa akun yang biasanya khusus membicarakan tentang jalanan Ibu Kota.

Dari Jauh-jauh Hari, Pilihlah Waktu yang Pas untuk Melakukan Perjalanan

Nah sekiranya kamu sudah tahu tempat mana yang akan kamu tuju serta jalur mana yang akan dilalui, hal selanjutnya yang perlu dipikirkan adalah soal keberangkatan. Kalau kamu memang ingin pergi sejak pagi, berarti perlu timing yang pas untuk istirahat dan memikirkan soal jam keberangkatan. Berangkat sejak pagi memang lebih menyenangkan karena biasanya jalanan belum seramai biasanya.

Perempuan Mandiri Tahu Pilihan Kendaraan yang Paling Nyaman di Hati

Dari sekian banyak hal-hal yang tapi perlu kamu perhatikan, kamu wajib memikirkan juga soal transportasi apa yang akan dipakai untuk jalan-jalan nanti. Karena biar bagaimanapun kamu tentu tak akan berjalan kaki untuk menikmati akhir pekan. Kecuali cuma makan di warung depan.

Hadir untuk menjawab kebutuhanmu Motor Address Playful dari Suzuki ini bisa mengantarmu menikmati akhir pekan di Jakarta. Skuter yang memang didedikasikan untuk kamu yang masih berjiwa muda, jadi salah satu skuter terbaik untuk untuk menikmati hari lebih produktif. Lengkap dengan aksesori panel bodi yang penuh warna pada bagian frame cover, handle cover, leg shield hingga pada stripping set.

Kamu juga tak perlu khawatir atau ragu, jika ternyata varian warna tak akan sesuai selera, sebab seri skuter matic dari perusahaan berlogo S ini punya 10 pilihan warna yang diterapkan pada aksesoris panel bodinya. Kamu bebas pilih warna mana yang sekiranya sangat pas dan cocok untuk karaktermu. Mulai dari Stronger Red, Aura Yellow, Fresh Green, Macho Bright Blue, Majestic Gold, Dark Grey, Brilliant White, Hyper Pink, Luminous Orange Hingga Ice Silver.

Keunggulan lain yang akan menjawab kekhawatirmu saat nanti akan berkendara di tengah jalanan ibukota saat akhir pekan tiba. Suzuki Address Playful ini dibekali mesin SOHC 4 langkah kapasitas 113 cc yang memang dipercaya menghasilkan performa baik. Teknologi full injectionnya mampu menekan konsumsi bahan bakar dengan perbandingan kompresi yang mencapai 9.4:1

Dengan komposissi mesin seperti itu, perihal biaya bahan bakar kamu tentu tak perlu ragu, sebab motor ini jadi skuter matic yang tergolong irit. Selain menghemat waktu dalam perjalanan, berkendara dengan Suzuki Adress Playful ini juga membantumu menghemat budget akhir pekan dari perihal ongkos kendaraan.

Saat Sudah Sampai Tujuan, Silahkan Nikmati Dulu Waktu Liburan, Jangan Sibuk Unggah Foto di Media Sosial

Perjalanan menuju tempat wisata memakan waktu yang tak sebentar. Karenanya, sebisa mungkin kalau memang bukan sesuatu yang penting dan bersifat darurat, sebaiknya cobalah nikmati waktu akhir pekanmu degan berkualitas.

Setidaknya jauhkan diri dari dunia sosial media untuk sehari saja, sebab ini akan berpengaruh pada jiwa. Untuk apa mencari destinasi pelepas penat kalau akhirnya kamu hanya terdistraksi dengan gawaimu? Jika sesekali membuka untuk sekedar posting di instastory instagram bolehlah, namun kalau keblalasan buka akun gosip dan saling balas komentar tentu itu akan membuatmu lupa, jika tadinya kamu sedang ingin menikmati akhir pekan di Jakarta.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspirasi & Motivasi

Jangan Pernah Salahkan Jarak, Berjarak Tanpa Kabarlah yang Sering Membuat Masalah

“Tak apa, hubungan kita akan tetap baik-baik saja”

Begitu kira-kira aku menguatkan diri saat mendengar kamu akan pergi untuk sementara waktu. Jangan dulu mengutuki semua yang telah terjadi, sebab cinta yang kuat akan menopang kita untuk tetap bertahan. Karena faktanya kamu dan aku hanya butuh percaya dan saling memberi kabar agar tak lagi takut kehilangan. 

Namun ditengah perjuangan untuk menghilangkan semua kekhawatiran, kamu justru membuatku semakin tak karuan. Bagaimana tidak? Kamu yang kini tinggal jauh dariku, mendadak hilang dan semakin membuatku cemburu. Alhasil kita kerap berdebat hanya karena salah paham saja.

Diawal Cerita Jarak Jauh Ini, Memberi Kabar Jadi Satu-satunya Penguat Untuk Kita Berdua

Untuk tak lagi menciptakan masalah yang bisa merusak suasana, kita memang harus rajin bertukar sapa. Tak peduli, meski hanya lewat pesan singkat yang berisi pertanyaan, sedang apa dan di mana, justru itulah membuatku lebih dekat dari jarak yang sesungguhnya. Mulai dari pagi yang tak lagi sepi hingga malam yang akan ditutup dengan nikmat, setelah mendengar kamu berucap salam.

Sederhana memang namun kebiasaan-kebiasaan seperti ini jadi penghilang kepenatan atas dunia yang kerap mempecundangi kita. Jika memang tak ingin salah dalam menerka, hal inilah yang memang harus kita lakukan. Tak perlu banyak, tak juga butuh waktu lama. Singkat tapi benar-benar bermakna.

Pelan-pelan Semua Berubah, Meski Aku Sendiri Tak Tahu Entah Kenapa

Selain diriku yang kini menjadi pacarmu, kamu tentu punya dunia lain yang harus diperhatikan pula. Aku pun tahu, bukan hubungan yang sehat namanya jika kamu tak punya dunia selain aku. Pikiran ini jadi sesuatu yang kerap kujadikan pertimbangan untuk lebih mudah meredam curiga saat beritamu mulai sulit kudapat.

Pada rentetan hari yang membuatku merasa rinduku, pesanmu justru tak lagi ketemukan pada ponsel milikku. Wajar jika tiba-tiba akan banyak prasangka buruk yang mulai memenuhi isi kepala.

Padahal disana kamu mungkin bisa saja sedang sibuk dan tak bisa berkabar walau sebentar. Tapi aku sendiri tak selalu bisa berpikiran sejernih itu. Hal lain yang justru kerap jadi terkaan pertamaku, kamu sedang bersama dengan orang baru dan melupakanku yang kini sedang menunggu.

Padahal Harusnya Kamu Jelas Tahu Bagaimana Aku Kerap Menabung Rindu

Hidup di tempat yang berbeda, jelas merubah semua kebiasan yang dulu jadi rutinitas kita. Tak ada janji yang dibuat dengan tiba-tiba, itu berarti aku dan kamu jadi bebas berkumpul dengan sahabat hingga larut malam. Hingga tak lagi harus menunggu untuk berbelanja, kita pun jadi punya banyak waktu untuk meresapi hobi masing-masing.

Pada awalnya, situasi ini begitu kunikmati. Tak lagi diganggu oleh beberapa pertanyaan yang rutin kamu kirimkan. Hingga pelan-pelan ada rindu yang nampaknya lebih besar dari sekedar menunggu. Jika memang tak bisa bertemu dalam waktu dekat, sebenarnya kita hanya butuh siasat dengan saling berkabar.

Rentang Waktu yang Berbeda Seharusnya Tak Jadi Alasan untuk Menjadikannya Tersangka

Tanpa harus kejelaskan, kamu tentu paham jika kebanyakan pasangan yang menjalani hubungan berjauhan, kerap takluk pada bentangan jarak. Padahal tak harus selalu demikian.

Sebab sejauh apa pun kita berada, jika memang cinta yang ada benar kuat tentu tak akan jadi berakhir. Sebagaimana dulu kita memulainya, kesetiaan adalah hal yang harus dipegang kukuh hingga nanti.

Hal lain yang justru layak dijadikan tersangka adalah keegoisan yang ada dalam diri. Sebab mungkin saja kamu dan aku mungkin terlalu asyik pada diri sendiri hingga lupa untuk berkabar.

Ini Tentang Bagaimana Kamu dan Aku Memahami Tempat Berdiri yang Tak Lagi Dekat Seperti Kemarin

Jika kepercayaan jadi pondasi utama, maka kemampuan saling memahami jadi hal penting berikutnya. Bagaimana pun aku memang harus berlapang dada, untuk bisa memahami hal lain yang mungkin sedang kamu kerjakan. Tak hanya aku yang bersabar karena rindu, kamu juga harus mulai belajar untuk berlaku adil padaku.

Biar bagaimana pun perpisahan ini hanya sementara, bukan untuk selamanya. Kita hanya butuh menyatukan kekuatan dengan tetap saling memberi kabar tanpa harus diminta.

Akhirnya Meski Sedang Dijauhkan Sementara, Komunikasi Jadi Modal Utama yang Tak Boleh Diremehkan

Cerita ini tentu jadi babak penguji untuk hubungan kita. Bagaimana kita akan bertahan dan terus bersama, bukan menyerah dan memilih berjalan masing-masing. Karena biar bagaimana pun waktu akan mempecundangi kita, semua akan baik-baik saja jika bisa memahami apa yang sedang kita jalani.

Percaya dan saling menjaga komunikasi, jadi dua hal penting yang akan menentukan lolos tidaknya kita pada seleksi berikutnya.

Kamu dan aku tak perlu mencari tameng untuk berlindung dari keegoisan yang kerap ingin menang sendiri. Percayalah meski terpisahkan bentang jarak, hubungan ini akan tetap kokoh jika kita mau berlaku setia dan saling memberi kabar.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspirasi & Motivasi

Bagi yang Bertemu Pasangan Karena Cinta Lokasi, Sudah Pernah Merasakan Hal Ini?

Cinta tak selalu bisa memandang rupa, siapa, tempat, bahkan waktu. Ada pepatah mengatakan, cinta akan menghampiri mereka yang sering bertemu dan melakukan aktivitas bersama.

Karenanya, kamu bisa saja jatuh cinta pada teman baikmu, atau bahkan pada teman kantormu. Yup! Cinta lokasi bukanlah sebuah anomali. Melainkan memang itu yang terjadi di dalam hati.

Tapi tak melulu cinta lokasi mendatangkan sukacita sepanjang waktu. Ada lho yang tak bisa bertahan melanjutkan relasi lantaran urusan terbentur rasa bosan atau tak merasa ada perubahan dengan relasinya.

Kalau begini, bukan cara bertemunya yang bisa jadi kambing hitam. Melainkan tanya lagi tujuanmu, apakah kamu yakin dengan hatimu sebelum memutuskan menjalin kasih dengannya?

Keuntungan yang Pertama ya Senang Karena Bisa Bertemu Kekasih Setiap Hari

 

Hal positif dari berpacaran dengan teman kantor adalah, kalian bisa bertemu setiap hari dan menghabiskan waktu bersama meski sedang bekerja. Kalau teman-temanmu mungkin mudah didera rasa khawatir, kamu justru jadi tahu segala aktivitas yang dilakukannya selama seharian secara langsung, tanpa perlu melalui perantara semacam ponsel.

Tapi seiring hal positif, pasti ada juga sisi negatifnya. Memang rasanya senang sekali kalau bisa selalu bertemu dengan pasangan saat kalian sedang berbunga-bunga. Tapi bagaimana jika saat itu kalian sedang bertengkar? Pasti akan terasa canggung dan sangat tidak nyaman.

Untuk yang cinta lokasi dengan teman sekantor, saat kamu dan dia sedang bertengkar, hal ini pasti akan berpengaruh pada pekerjaan.Apalagi kalau kamu maupun pasangan belum bisa memisahkan urusan pekerjaan dan pribadi. Untuk itu, menjalani cinta lokasi di kantor pun sejatinya perlu sikap profesional.

Kalian Sah-sah Saja Menghabiskan Waktu Bersama, Tapi Jangan Lupa ya Untuk Berbaur dengan Rekan Kerja

Waktu yang paling menyenangkan saat kamu berpacaran dengan rekan sekantor tentunya saat istirahat. Yup, kamu dan dia bisa menghabiskan waktu istirahat bersama, mulai dari bercengkrama, bercanda, makan bersama, dan bermesra-mesraan.

Serasa kencan tiap hari,tanpa menunggu hari minggu ataupun hari libur. Tapi apa iya kamu mau selamanya seperti itu? jangan sampai karena selalu berduaan dengan si dia, kamu jadi tidak berbaur dengan rekan kerja kantor lainnya. Bagaimanapun, interaksi sosial itu perlu.

Kamu dan Pasangan Pasti Akan Jadi Bahan Gosip dan Ledekan Seisi Kantor

Yang pasti akan dirasakan mereka yang berpacaran dengan teman sekantor adalah siap menerima ledekan atau sekadar “cie-cie” dari teman sekantor. Apalagi saat kamu baru jadian dengan si dia, semua rekan kantor lainnya akan mengucapkan kalimat itu setiap melihat kalian sedang berduaan, bahkan saat kalian sebenarnya sedang membahas masalah pekerjaan.

Meski senang, pasti akan muncul perasaan canggung apalagi saat ledekan itu terjadi bila sedang ada atasan. Ujung-ujungnya, kamunya pasti jadi tak nyaman.

Tapi Masih Ada Kantor yang Melarang Pasangan yang Sudah Menikah Tetap Sekantor, Kalau Kantormu Salah Satunya, Kamu Harus Rela Salah Satu ada yang Keluar

Kendati ada peraturan yang akhirnya mengizinkan dua orang yang sudah menikah untuk bisa tetap sekantor, tapi ada lho beberapa perusahaan ada yang melarang pegawainya untuk cinlok dengan rekan sekantor, karena mereka menganggap hal ini dapat membuat profesionalitas kita terhadap pekerjaan menjadi terganggu. Nah, kalau kamu dan dia memang sudah mantap untuk terus bersama bahkan sudah memikirkan rencana pernikahan, pasti nantinya salah satu dari kalian harus ada yang mengalah dan mau tak mau cari tempat kerja yang baru.

Tapi Kalau Akhirnya Putus, Akan Sukar atau Lama Move Onnya Karena Kamu Masih Selalu Papasan dengannya Setiap Hari

Nah ini yang harus sangat-sangat kalian pertimbangkan sebelum berpacaran dengan teman sekantor. Saat hubungan yang kalian jalin mengalami suatu masalah hingga akhirnya putus, selain bersedih karena asmara berakhir kalian juga harus siap menghadapi suasana canggung dan tidak nyaman saat di kantor.

Karena jujur saja, tak banyak orang yang dapat menjalin hubungan baik dengan mantan mereka. Apalagi jika rasa sakit hatimu karena putus belum sembuh dan kamu terpaksa bertemu dengannya setiap waktu saat bekerja, pasti nggak nyaman bangetkan?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspirasi & Motivasi

Waktumu Jangan Kau Buang untuk Dia yang Tak Akan Datang

Kita bisa mengelak untuk berkata bahwa, tidak sedang menunggu siapa-siapa. Tidak pula menaruh satu standar yang tinggi untuk dia yang akan menjadi pasangan kita. Namun, kepercayaan akan sesuatu yang berlebihan, ditambah khayalan indah yang kita buat sendiri, sering jadi jebakan.

Memilih untuk menunggu, mengabaikan dia yang ada di depanmu, hingga terus menerus percaya bahwa sosok manusia yang kau damba akan hadir segera. Padahal nyatanya? itu hanyalah imajinasi belaka. Boleh memang berangan-angan, tapi ketinggian bisa membuatmu menyesal.

Atas Dasar Kepercayaan, Kau Terus Menunggu Meski Tak Ada Kepastian

Sori-sori aja nih, kami bukan sedang ingin menganggu rasa percayamu pada si dia. Tapi memangnya kamu mau menuggu terus tanpa ada sesuatu yang pasti? Kalau misalnnya nanti dia tiba-tiba sudah jalan dengan orang lain, ya kamu bisa apa? Tak ada ikatan yang jelas, untuk protes pun kamu jelas tak berhak.

Menaruh hati memang pastilah atas dasar percaya, tapi kita juga perlu untuk memakai logika. Coba lihat, si dia punya rasa yang sama tidak? Jika ternyata ketertarikan yang ada hanya datang dari diri kita. Kita namanya cinta sebelah, dan tak bisa untuk diikrarkan menjadi sebuah hubungan.

Sudah tahu dia selalu abai pada pesanmu, tapi menanti kabarnya masih saja kau jadikan kegemaranmu. Menunjukkan ketertarikan memang tak ada salahnya, tapi jika dirinya sudah terlihat sering menghindar berarti ada hal lain yang ia sembunyikan.

Harus Begini-Begitu, Terkadang Standarmu Jadi Penghalang Sesuatu yang Kau Tunggu

“Kenapa nggak jadian sama dia aja, kalian cocok”

“Ah, dia bukan tipe gue”

Sudah, tak perlu malu atau enggan untuk mengakui itu. Semua orang memang berhak untuk membuat standar atas pasangan impian. Tapi, kita juga harus jadi pribadi yang sadar. Tak perlu lah berharap tinggi-tinggi amat. Apalagi sampai tetap kekeh pada sesuatu yang tak mungkin untuk didapat.

Kamu lupa? jika tak ada manusia yang sempurna? Maka kalaupun ada orang yang mungkin terlihat sesuai kriteria, pastilah ia juga punya satu-dua kekurangan yang tadinya tak kita suka. Lalu apakah kita harus buru-buru menolaknya? Kalau jawabanmu adalah “Ya”, wajar jika sampai sekarang  kau tak bertemu seseorang yang pas.

Keinginan Lain yang Lebih Gila, Kamu Berharap Pada Orang yang Sudah Terikat pada Manusia Lainnya

Katanya cinta memang buta, kalau rasa sudah bicara usia atau status hubungan kadang tak lagi diindahkan. Sudah jelas-jelas dia adalah suami orang, tapi kamu masih saja terus cari perhatian. Begitupun sebaliknya, berharap balasan rasa dari istri lelaki lain jelas jadi sesuatu yang salah.

Si dia memang boleh saja memilihmu, meninggalkan suami atau istrinya. Tapi masa iya kamu tega? Hati-hati, belakangan ini karma datangnya cepat loh. Sebab ketika ia memilihmu dan meninggalkan pasangan terdahulu, bisa jadi hal serupa kembali dilakukannya lagi padamu. Daripada berharap pada sosok yang bukan-bukan, lebih baik mulai peka pada dirinya yang ada di hadapan.

Atau Masih Berharap Pada Mantan Kekasih yang Sudah Punya Kekasih Lagi?

Sudah tahu dia mendua, meninggalkanmu dengan menggores luka, hingga perasaan cinta yang tak lagi ada. Tapi dengan bodohnya, kamu masih saja berharap padanya. Berandai-andai ia akan datang lagi menyatakan cinta. Meninggalkan kekasihnya karena sadar kamulah yang terbaik untuknya. Hem, situasi remeh seperti ini kerap kita temukan di sinetron. Tapi jarang terjadi pada hidup yang sungguhan.

Lagipula, kembali bersama dengan dia yang telah menjadi mantan, hanya akan membuatmu merasakan dua hal menyakitkan sebanyak dua kali. Apalagi jika alasan putus kemarin adalah kesalahannya. Jangan ikat dirimu dengan masa lalu yang sudah usai, kamu bisa mendapatkan hal yang lebih baik dari itu.

Tak Ada yang Salah dengan Keinginan dan Harapan, Tapi Logika Tetap Harus Dijalankan

Silahkan buat berbagai macam keinginan yang kau mau, panjatkan apa saja harapan yang selalu kamu dambakan. Toh, tak ada yang akan melarang juga. Sebab bagaimana sikapmu selanjutnya, jadi penentu bahagia yang akan kamu terima. Dua hal ini jadi kesatuan yang tak bisa saling dilepaskan. Ditambah dengan logika yang juga perlu dijalankan.

Periksa lagi, bagaimana respon dari pihak yang kau ingini. Jika memang tak ada tanda-tanda untuk balasan rasa yang serupa, maka tak perlu berharap banyak padanya. Lepaskan apa yang terlihat tak mungkin, mari kejar apa yang memang terlihat dekat dalam genggaman.

Waktu dan Usia Terus Berjalan, Kamu Butuh yang Tak Sekedar Jadi Angan-angan

Memang sih usia tak jadi patokan untuk seseorang akan memutuskan segera punya pasangan atau bukan. Tapi, masa iya kamu mau terus-terusan begitu? Tidak kan? Lebih dari sekedar gebetan yang kemungkinan akan jadi pacar, akan jauh lebih baik jika dia yang kamu tunggu adalah seseorang yang memang sudah bisa memberi kepastian.

Tak perlu lagi merasa khawatir atau ditinggal pergi, deklarasi atas hubungan yang sah jadi satu pegangan yang akan membuatmu tak lagi resah. Sebab bermacam-macam angan-angan yang kau ciptakan tak akan jadi sesuatu yang berguna, jika tak ada tanda-tanda untuk dijadikan nyata. Walau kadang, mereka yang sudah terikat hubungan pun tak selalu berakhir dengan menikah. 

Daripada Terus Menunggu Sesuatu yang Tak Pasti, Kenapa Tak Mencoba Membuka Hati?

Entah karena kurang peka atau merasa dia bukanlah orangnya. Beberapa sosok yang berusaha masuk dalam hidup kita, selalu berakhir dengan putus asa karena tingginya tembok pembatas yang kita ciptakan untuk menghambatnya masuk. Sibuk untuk mencapai sesuatu yang jauh, padahal ada hal yang bisa didapatkan dengan mudah tanpa susah payah.

Belajarlah untuk lebih peka, menilai dan melihat siapa mereka yang ada di dekat kita. Barangkali, dengan restu semesta dia yang selama ini kita abaikan adalah pasangan yang sebenarnya Tuhan kirimkan. Lebih dari ketidakjelasan yang sekarang sedang kamu rasakan, ada bahagia yang sebenarnya bisa kamu dapatkan. Hanya saja, kamu belum sadar!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top