Love & Sex

Orang yang Pamer Sebenarnya Tidak Benar-benar Bahagia, Benarkah?

“Orang yang suka pamer, tentu tidak bahagia. Karena jika dia memang bahagia, dia tidak membutuhkan kesenangan dari pamer hidupnya di dunia nyata maupun dunia maya”.

Begitulah kutipan status dari Tere Liye, singkat namun begitu mengena di hati. Pernahkah kita berpikir buat apa kita terlalu sering memamerkan kebahagiaan kita di sosial media? Apakah hanya untuk sekadar mendapatkan Love, Like, Comment? Pujian? atau Pengakuan?

Menurut pengamatan seorang psikolog Indonesia, media sosial telah memberi ruang bagi seseorang untuk menunjukan diri dan juga karena ada “penontonnya”.

Orang yang suka pamer hanya berusaha memuaskan egonya saja

Banyak motif dibalik kenapa seseorang suka pamer di media sosialnya atau di depan hadapan orang-orang langsung. Tapi, yang perlu diketahui adalah seseorang yang suka pamer dalam hidupnya karena dia ingin memuaskan egonya sendiri. Tidak peduli akan pemikiran atau keadaan orang lain di sekitarnya, ia akan tetap pamer sampai batinnya terpuaskan.

Like, Love, Comment adalah tujuan utamanya. Asal ada orang-orang yang menyukai postingan yang dia update, dia sudah merasa senang.

Orang yang pamer belum tentu bahagia, bisa jadi dia hanya berusaha menutupi kekurangan yang dia punya

Orang yang pamer di media sosial belum tentu dirinya merasa benar-benar bahagia, ia hanya butuh penghibur untuk mengurangi kesedihan yang dirasakannya.

Meski ia mem-posting foto dirinya yang sedang tersenyum, belum tentu suasana hati yang sebenarnya dia rasakan saat mem-posting foto itu benar-benar senang. Ia sengaja melakukan hal tersebut hanya demi mendapat pengakuan dan membuat orang lain iri padanya.

Pamer hanya untuk membalas dendam

Alasan lainnya kenapa seseorang jadi suka pamer di media sosial miliknya adalah ia hanya ingin membalas dendam pada orang lain yang telah pamer duluan.

Ia tidak terima jika orang lain ternyata lebih bahagia dari dirinya, dan lebih eksis dibanding dirinya. Maka dari itu, ia memamerkan segala hal yang ia miliki, segala sesuatu yang lebih mewah dari orang lain sambil berharap orang yang ia balas akan merasa cemburu pada postingannya.

Upload foto hanya untuk pencitraan

Postingan yang ia lakukan semata hanya untuk pencitraan. Orang yang suka pamer akan melakukan segala cara untuk bisa melebihi orang-orang yang ada di sekitarnya. Bahkan tidak jarangdi beberapa kasus, ia akan memakai foto orang lain dan mengakui foto itu sebagai miliknya. Semua dilakukan agar orang-orang memuji dirinya.

Misalnya, Budi ingin memamerkan bahwa ia sedang makan di restoran mewah dengan makanan yang harganya mahal. Tetapi kenyataannya, ia tidak memiliki uang yang cukup untuk makan di restoran mewah. Alhasil, ia akan mencari foto di internet, meng-edit fotonya, kemudian meng-upload foto tersebut di media sosial miliknya. Dengan caption:

“Lagi dinner nih di Resto A”

Hmm.. apa kamu sering kayak gini?

Orang terlalu banyak menghamburkan uang hanya untuk pamer sesuatu yang tidak perlu

Ini juga sering banget dilakukan oleh orang yang sering pamer di media sosial, yakni membeli sesuatu yang sebenarnya tidak dia perlukan untuk kemudian dipamerkan ke depan orang-orang.

Seringkali kita melihat orang-orang yang membeli kopi di sebuah kafe ternama, kemudian meng-upload nya ke media sosial pribadinya. Hanya demi mendapatkan pengakuan dari orang lain. Padahal belum tentu sebenarnya ia menyukai kopi tersebut.

Pada ujungnya, setelah kopi yang dibeli selesai di foto dan di upload, ia membuangnya ke tempat sampah. Saat melakukan itu, ia telah membuang dua hal yakni uang pribadinya dan minuman kopi yang telah dibuat susah payah oleh pembuatnya. Sayang kan?

Dampak sering pamer barang-barang pribadi

Barang-barang yang mewah, lokasi liburan yang kece, hingga makanan di restoran kekinian adalah hal yang paling banyak dipamerkan di media sosial.

Ketika seseorang mampu membeli barang-barang mahal yang tidak dimiliki orang lain, ia berharap gengsinya akan naik di lingkungannya. Tapi di saaat bersamaan ia mengancam keamanan hidupnya sendiri.

Saat kamu sibuk pamer, ada orang-orang di luar sana yang mengincar kebahagiaanmu. Bisa jadi, foto yang kamu pamerkan mengundang orang-orang jahat yang berniat merampok atau menggunakan fotomu untuk hal-hal yang tidak baik.

Orang yang bahagia tidak butuh pengakuan dari orang lain

Jika seseorang benar-benar bahagia, dia tidak akan butuh pengakuan dari orang lain apalagi di dunia maya yang mayoritas orang-orangnya tidak kita kenal.

Orang-orang di dunia maya yang mayoritas tidak kita kenal itu hanya memberikan love atau like, tapi tidak turut mendoakan kebahagiaan atau merasakan kebahagiaan yang kita rasakan. Orang-orang di dunia maya yang sebenarnya tidak peduli akan kehidupanmu yang sesungguhnya.

Cukuplah kebahagiaan itu benar-benar dirasakan diri sendiri dan orang-orang terdekat saja. Kebahagiaan yang benar-benar asli bukannya yang palsu atau dibuat-buat.

Yuk lebih bijak lagi menggunakan media sosialmu!

 

1 Comment

1 Comment

  1. Rekso Yudho

    March 12, 2018 at 11:48 pm

    Sama halnya dengan pamer foto yang diberi tulisan motto hidup belum tentu yang bersangkutan benar-benar memiliki motto tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Menikmati Akhir Pekan Akan Lebih Menyenangkan Tanpa Terdistraksi Isi Linimasa Instagram

Sekalipun kamu tinggal di Jakarta yang katanya semakin sulit menemukan lokasi wisata, bukan berarti kamu tak bisa menikmati akhir pekanmu. Macet memang sudah jadi bagian hidup sehari-hari, termasuk saat akhir pekan, tapi jangan sampai keadaan ini membuatmu putus asa dan jadinya hanya sibuk menatap layar gawai selama seharian penuh saat akhir pekan.

Kamu perlu tahu, terdistraksi dengan isi Instagram setiap hari hanya akan membuat pikiran rentan depresi. Karenanya, saat akhir pekan lebih baik isilah waktumu dengan kegiatan yang lebih menyenangkan. Jalan-jalan keliling kota misalnya.

Supaya Tak Bosan dengan Suasana yang Sudah Pernah Kamu Kunjungi, Pilihlah Satu Tempat yang Berbeda

Yang namanya jalan-jalan keliling kota bukan berarti hanya dihabiskan untuk mengitari mall saja ya kawan. Memang, mall ini akhirnya seperti jadi satu-satunya destinasi yang harus dikunjungi saat akhir pekan, tapi kamu cobalah meluangkan waktu sejenak untuk mencari tahu tempat-tempat wisata yang mungkin jarang terekspos.

Kamu bisa memulai perjalananmu di akhir pekan sejak pagi, mungkin kamu bisa mendatangi tempat-tempat yang terasa segar dan bisa jadi pilihan yang menarik di pagi hari. Kalau sebagai perempuan kamu masih canggung untuk pergi sendiri, ya tak masalah jika hendak mengajak teman atau pacar.

Sorenya untuk kesan menanti senja yang tak biasa, jika memang masih ingin berada pada sekitaran Pusat Jakarta. Kamu bisa menikmati matahari terbenam di Pelabuhan Sunda Kelapa. Aktivitas para kapal yang sedang bersandar dan beberapa kegiatan para awaknya akan membuatmu merasakan Jakarta dari sisi yang berbeda.

Sebab Jalanan Ibu kota Sedang Ruwet-ruwetnya, Pastikan Pula Rute Mana yang Tak Akan Membuatmu Merana

Yang namanya jalanan Jakarta memang semakin padat. Jangankan hari biasa, di akhir pekan pun ruas jalanan utama pasti tetap saja macet. Belum lagi kalau ada pembangunan di sana-sini. Karenanya, penting sekali untukmu setidaknya untuk mencari rute alternatif.

Walau terlihat sepele, memilah jalanan yang akan dilalui jadi salah satu kunci untuk dapat menikmati perjalanan. Sebab untuk mencari tahunya pun cukup mudah. Entah itu dari sosial media, atau dari beberapa akun yang biasanya khusus membicarakan tentang jalanan Ibu Kota.

Dari Jauh-jauh Hari, Pilihlah Waktu yang Pas untuk Melakukan Perjalanan

Nah sekiranya kamu sudah tahu tempat mana yang akan kamu tuju serta jalur mana yang akan dilalui, hal selanjutnya yang perlu dipikirkan adalah soal keberangkatan. Kalau kamu memang ingin pergi sejak pagi, berarti perlu timing yang pas untuk istirahat dan memikirkan soal jam keberangkatan. Berangkat sejak pagi memang lebih menyenangkan karena biasanya jalanan belum seramai biasanya.

Perempuan Mandiri Tahu Pilihan Kendaraan yang Paling Nyaman di Hati

Dari sekian banyak hal-hal yang tapi perlu kamu perhatikan, kamu wajib memikirkan juga soal transportasi apa yang akan dipakai untuk jalan-jalan nanti. Karena biar bagaimanapun kamu tentu tak akan berjalan kaki untuk menikmati akhir pekan. Kecuali cuma makan di warung depan.

Hadir untuk menjawab kebutuhanmu Motor Address Playful dari Suzuki ini bisa mengantarmu menikmati akhir pekan di Jakarta. Skuter yang memang didedikasikan untuk kamu yang masih berjiwa muda, jadi salah satu skuter terbaik untuk untuk menikmati hari lebih produktif. Lengkap dengan aksesori panel bodi yang penuh warna pada bagian frame cover, handle cover, leg shield hingga pada stripping set.

Kamu juga tak perlu khawatir atau ragu, jika ternyata varian warna tak akan sesuai selera, sebab seri skuter matic dari perusahaan berlogo S ini punya 10 pilihan warna yang diterapkan pada aksesoris panel bodinya. Kamu bebas pilih warna mana yang sekiranya sangat pas dan cocok untuk karaktermu. Mulai dari Stronger Red, Aura Yellow, Fresh Green, Macho Bright Blue, Majestic Gold, Dark Grey, Brilliant White, Hyper Pink, Luminous Orange Hingga Ice Silver.

Keunggulan lain yang akan menjawab kekhawatirmu saat nanti akan berkendara di tengah jalanan ibukota saat akhir pekan tiba. Suzuki Address Playful ini dibekali mesin SOHC 4 langkah kapasitas 113 cc yang memang dipercaya menghasilkan performa baik. Teknologi full injectionnya mampu menekan konsumsi bahan bakar dengan perbandingan kompresi yang mencapai 9.4:1

Dengan komposissi mesin seperti itu, perihal biaya bahan bakar kamu tentu tak perlu ragu, sebab motor ini jadi skuter matic yang tergolong irit. Selain menghemat waktu dalam perjalanan, berkendara dengan Suzuki Adress Playful ini juga membantumu menghemat budget akhir pekan dari perihal ongkos kendaraan.

Saat Sudah Sampai Tujuan, Silahkan Nikmati Dulu Waktu Liburan, Jangan Sibuk Unggah Foto di Media Sosial

Perjalanan menuju tempat wisata memakan waktu yang tak sebentar. Karenanya, sebisa mungkin kalau memang bukan sesuatu yang penting dan bersifat darurat, sebaiknya cobalah nikmati waktu akhir pekanmu degan berkualitas.

Setidaknya jauhkan diri dari dunia sosial media untuk sehari saja, sebab ini akan berpengaruh pada jiwa. Untuk apa mencari destinasi pelepas penat kalau akhirnya kamu hanya terdistraksi dengan gawaimu? Jika sesekali membuka untuk sekedar posting di instastory instagram bolehlah, namun kalau keblalasan buka akun gosip dan saling balas komentar tentu itu akan membuatmu lupa, jika tadinya kamu sedang ingin menikmati akhir pekan di Jakarta.

 

1 Comment

1 Comment

  1. Rekso Yudho

    March 12, 2018 at 11:48 pm

    Sama halnya dengan pamer foto yang diberi tulisan motto hidup belum tentu yang bersangkutan benar-benar memiliki motto tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top