Inspirasi & Motivasi

Merasa Hidup Tidak Pernah Bahagia, Mungkin Sifat-Sifat Ini Masih Kita Pelihara

Siapapun kita pasti berhak untuk merasakan bahagia, tapi sayangnya definisi bahagia yang kita inginkan kadang berbanding terbalik dengan yang kita alami. Meski dimata orang lain hidup kita sudahlah amat menyenangkan tapi bagi kita hal ini masih jauh dari kata bahagia, dan daripada sibuk mengeluh dan menerka-nerka kenapa hidup yang kita jalani tak kunjung bahagia.

Coba kita ingat kembali semua hal yang ada dalam hidup kita. Dari perenungan ini kita bisa belajar perilaku apa saja yang harus kita hilangkan untuk merasakan bahagia yang sebenarnya.

Terlalu Sering Mengeluh Dan Lupa Bagaimana Caranya Untuk Bersyukur

Ucapan bahwa bersyukur adalah kunci hidup bahagia adalah benar adanya. Ketika kita masih merasa bahwa hidup jauh dari kata bahagia, cobalah ingat kembali sudah cukup bersyukurkan kita untuk segala sesuatu yang kini tengah ada?

Menyadari semua yang tidak kita punya mungkin memang bisa memacu semangat untuk lebih giat untuk mencapainya, tapi jika hal ini terlalu sering kita lakukan malah akan berdampak buruk utnuk kehidupan.

Jangan terfokus untuk selalu merasa kurang, karena hal yang belum kita miliki saat ini, belajarlah untuk mencintai semua hal yang kita punya. Hal ini akan membuat kita lebih menghargai hidup yang sebenarnya secara tidak langsung akan membuat kita bahagia.

Selalu Merasa Benar Sendiri Sehingga Sangat Mudah Untuk Tersinggung

Untuk mendapatkan sesuatu kesempurnaan yang sesuai dengan keinginan kita, bukanlah hal yang mudah. Begitu juga dengan hubungan kita dengan orang lain, baik teman kampus, rekan kerja, bahkan ditengah-tengah keluarga sekalipun.

Akan ada banyak perbedaan pendapat dan pandangan yang kita temui, latihlah diri untuk tidak mudah tersinggung dengan hal-hal yang mungkin tidak sesuai dengan isi hati kita. Karena kita tidak akan bisa memaksakan kehendak kepada orang lain. Sebab apa yang kita anggap baik belum tentu baik bagi orang lain.

Daripada menyakiti hati orang lain yang jelas akan berimbas kepada kita juga, belajarlah untuk menghargai semua perbedaan yang ada dan terbuka untuk menerima saran.

Menyimpan Iri Terhadap Semua Keberhasilan Yang Didapatkan Orang Lain

Selalu membandingkan hidup yang kita jalani dengan oranglain tidak akan ada habisnya. Karena itu hanya akan membuat kita semakin tidak bahagia. Misalnya Iri melihat pencapaian dan keberhasilan yang selalu didapatkan oleh orang lain, hanya akan membuat kita semakin tidak bersyukur dan takkan merasa bahagia.

Belajarlah untuk lebih menerima semua hal yang kita dapatkan dengan selalu berterimakasih bahkan untuk pencapaian paling kecil sekalipun. Cara lain yang bisa kita lakukan untuk menghindari rasa iri hati, jadikan semua keberhasilan orang lain itu sebagai acupan untuk kita bisa mencapai target yang kita inginkan.

Mungkin ini akan sedikit lebih baik dibandingkan menyimpan rasa iri.

Sangat Suka Berkomentar Negatif Terhadap Orang Lain Tanpa Mau Mendengarkan Terlebih Dahulu

Beranggapan sedang hidup di dunia sendiri tanpa mau mendengarkan oranglain karena merasa semua hal yang kita pikirkan selalu benar. Terpaku untuk berorientasi pada diri sendiri hanya akan membuat kita sulit bahagia.

Bahkan sering memberi kritik negatif kepada orang lain yang kadang bukan pada tempatnya, padahal memberi sedikit ruang untuk bisa mendengarkan orang lain jauh lebih membuat hidup kita bahagia daripada terburu-buru menyalahkan dan berfikiran buruk pada mereka.

Memelihara Rasa Khawatir Yang Terlalu Berlebihan

Di hantui oleh rasa takut dan pikiran negatif dengan porsi yang terlalu berlebihan hanya akan membuat kita khawatir, untuk segala sesuatu yang belum tentu akan terjadi. Ini akan senantiasa mengganggu fokus dan pikiran kita dalam memulai sesuatu yang ingin kita kerjakan.

Sebaiknya buang semua hal yang bisa membuat kita gelisah dan khawatir, cobalah untuk melihat hal-hal positif yang ada di sekitar. Kita memang perlu memikirkan segala konsekuensi dari hal yang kita lakukan, tapi terlalu khawatir untuk sesuatu yang bahkan belum terjadi tidaklah baik untuk dilakukan.

Lelap dalam Kesedihan yang Terlalu Dalam

Mengalami kesedihan merupakan sesuatu yang pasti pernah dirasakan setiap orang, tapi bagaimana cara kita menghadapi kesedihan tersebut adalah kunci untuk mengatasinya.

Kita bisa saja menikmati sedih sebagai pendewasaan diri tapi bukan berarti lelap di dalamnya dalam jangka waktu yang cukup lama. Itu sama saja dengan menyiksa diri sendiri. Nikmati sedihmu sesuai porsinya karena langkah selanjutnya adalah menentukan ingin bahagia atau tidak.

Jika memang masih ingin lelap dalam kesedihan ya jangan heran jika hidup kita rasanya tidak bahagia sama sekali.

Tidak Memberi Jeda dan Ruang Bahagia Untuk Diri Sendiri

Terlalu bersemangat untuk suatu pencapaian baik itu pekerjaan ataupun hal-hal lain yang di inginkan, kadang membuat kita lupa bahwa diri sendiri juga butuh ruang untuk bahagia. Kita terlalu memporsirkan diri untuk bekerja tanpa memberi jeda.

Padahal akan sangat bahagia jika sesuatu itu membuah hasil yang baik namun sangat berbanding terbalik jika ternyata kenyataan tak sesuai harapan. Rasa sakit yang kita terima pun sungguh akan luar biasa terasa, untuk itu tetap seimbangkan segalanya dengan jeda untuk diri sendiri bisa mencari celah demi merasa bahagia.

Jika selama ini kita masih sering menjadikan orang lain sebagai bahan perbandingan bahagia yang kita miliki.  Mungkin sudah saatnya kita membuang jauh-jauh sikap ini. Orang-orang yang sering kita temui dalam kondisi bahagia tak melulu benar.

Hanya saja mereka bisa mengatur semua rasa dan keinginan dengan baik dan tak lupa untuk coba mengevaluasi diri sendiri. Dan kira-kira manakah sifat-sifat di atas yang masih kita pelihara ? silahkan tanyakan pada diri sendiri yaa..

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

Label ‘Couple Goals’ Akan Didapat Lewat Kualitas Relasi yang Begini Adanya

Setiap pasangan sepertinya kian disibukkan dengan ‘image’ mereka di dunia maya. Segala hal yang berhubungan dengan kekasih seolah harus terlihat indah dan wah di mata orang lain. Sementara, kualitas hubungan belum tentu berubah.

Alih-alih mau disebut couple goals, tak banyak pasangan yang hanya mengutamakan ‘pencitraan’ dibandingkan membagikan bahagia dan kisah jatuh bangun yang sesungguhnya. Saat relasi bisa menjadi inspirasi bagi sesama, tentu menyenangkan rasanya.

Hanya saja, sebelum beranjak lebih jauh dan hanya berfokus pada pencitraan, bukankah lebih baik kamu dan pasangan bekerjasama meningkatkan kualitas hubungan kalian?

Memberi Pasangan Ruang, Termaksud Membiarkannya Mewujudkan Impian

Bak Tasya Kamila dan Randy Bachtiar saat pacaran, pasangan LDR adalah inspirasi bagi kebanyakan orang. Mereka ini pejuang sesungguhnya dalam menjalin hubungan, tidak ada dalam kamusnya untuk berniat mengkhianati pasangan.

Bahkan, demi mendapatkan masa depan yang cerah, kedua pasangan saling memberikan kesempatan untuk meraih impian. Perjuangannya memang sangat terasa, demi membuktikan rasa cinta keduanya, bahkan banyak yang harus dikorbankan.

Kunci keberhasilan pasangan LDR yang penting yakin dan saling percaya kalau apa yang diperjuangkan masing-masing juga akan berimbas ke pasangan. Sudahkah kamu dan pasanganmu memikirkan tentang hal ini?

Bersama-sama Mau Merintis Usaha dari Nol demi Pemasukan Bersama

Couple goals yang lain adalah pasangan yang mau mandiri dan tidak lagi bergantung pada orangtua. Contohnya, dengan merintis usaha bersama. Sekalipun memang, demi mencapai hal tersebut tidaklah mudah.

Hanya saja, dengan berbagai kebutuhan yang kamu perlukan, sepertinya memang perlu mengembangkan usaha bersama atau berinvestasi sebagai tambahan pemasukan.

Kerja keras kamu dan pasangan ini juga jadi alasan kuat kenapa banyak orang ‘iri’ dengan kemandirian kalian.

Alih-alih Mengumbar Kemesraan, Kamu Justru Cukup Dewasa dalam Menunjukkan Apa Saja yang Perlu Jadi Konsumsi Publik  

Pasangan ideal adalah mereka yang tahu apa saja yang boleh diumbar ke publik dan mana yang cukup untuk konsumsi pribadi. Kalian tahu bahwa yang mengalami jatuh bangun berdua itu bersifat pribadi, tak ada hubungannya dengan orang lain.

Karenanya, bagi kalian tak perlu mengumbar kemesraan dan cukup sewajarnya saja ketika bermain sosial media. Apalagi ketika ada persoalan dalam hubungan, menghargai pasangan adalah hal wajib yang harus dilakukan. Tak perlu mengumbar kejelekan pasangan di Instagram atau media sosial lainnya.

Kalian Terbuka Terhadap Teman dan Keluarga Soal Relasi Kalian

Couple goals bukan hanya ditujukan pada pasangan yang rutin menebarkan senyum lewat foto-foto yang mereka unggah di media sosial. Alih-alih punya hidup bahagia, tak sedikit lho jalinan kasin yang harus berakhir di tengah jalan hanya karena masalah kurangnya keterbukaan terhadap pasangan.

Padahal, kunci hubungan yang baik justru saat pasangan berusaha mengenal orang-orang terdekat pasangan, apalagi keluarga yang memang jadi pemberi restu pertama dalam hubungan.

Kalian Bisa Menyelesaikan Masalah dengan Kepala Dingin

Untuk mendapatkan kualitas couple goals, coba tanyakan lagi pada dirimu dan pasangan, sudahkah kalian mampu mengendalikan diri dalam situasi sulit? Pengendalian diri itu penting.

Kebiasaan yang tidak mengumbar masalah pada orang lain dan berusaha tenang saat bertengkar sudah melekat pada diri masing-masing. Lebih dari itu, ketika ada salah satu pasangan yang tengah diuji, bukannya meninggalkan kalian justru saling menguatkan.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

Laranya LDR Belum Sebanding Dengan Rangkaian Kisah Asmara Ini

Saat ini hubungan jarak jauh atau yang sering kita sebut LDR, masih sering disebut-sebut sebagai hubungan asmara yang paling sering membuat galau. Bagaimana tidak, meskipun menjalin hubungan tetapi jarang bertemu sama sekali.

Pada kenyataannya, ternyata ada beberapa hubungan asmara yang lebih sering membuat banyak orang dibuat galau daripada hubungan jarak jauh. Contohnya seperti 5 hubungan di bawah ini nih.

Hubungan yang Dijalani Tapi Tak Saling Percaya

Dalam melakoni sebuah hubungan, kepercayaan adalah fondasi yang sangat penting. Bagaimanapun, hubungan tak akan bertahan lama dan tidak akan pernah awet jika rasa percaya kepada pasangan tidak pernah terjalin.

Jika kamu dan pasangan tidak mempunyai rasa saling percaya, maka siap-siap saja setiap hari hubungan kalian pasti akan mengalami beberapa masalah dan mungkin berakhir pada kandasnya hubungan asmara kalian di tengah jalan.

Masih Sahabatan, Tapi Mesranya Sudah Seperti Pasangan yang Berpacaran

Kendati cuma sebatas sahabat, tapi hubungan seperti ini terasa lebih sakit daripada hubungan apapun sekalipun hubungan jarak jauh lho kawan. Ini karena salah satu diantara mereka atau bahkan keduanya pasti memendam sebuah perasaan yang lebih dari sahabat.

Karenanya, untukmu yang mengalami hal seperti ini, pasti sangat sering sekali dibuat galau atau bahkan sakit hati. Misalnya seperti disaat sahabat kamu sedang dekat dengan orang lain, kamu tidak bisa marah atau melarangnya. Ingat, kamu hanya sebatas sahabatnya dan tidak lebih dari itu.

Sering Bertemu Tapi Tak Pernah Saling Sapa

Punya ruang lingkup yang sama, tapi tak saling sapa. Kamu tahu namanya, dia tahu namamu, tapi dia tak tahu perasaanmu terhadapnya. Pernah begini? Biasanya hal ini terjadi karena kurang percaya diri untuk memulai pembicaraan atau menyapa sekali pun.

Makanya jika mencintai seseorang, lebih baik kamu melakukan pendekatan. Daripada kamu merasa sakit dan kamu juga akan merasakan penyesalan suatu saat nanti.

Sulit Meluangkan Waktu untuk Jalan Bareng Padahal Ada Relasi Serius yang Sudah Terjalin

Kondisi ini berbeda dari dua kondisi di atas dimana kamu sudah menjalin hubungan asmara, tapi kamu dan dia jarang sekali bertemu atau jalan bareng. Ada saja halangan bahkan alasan untuk sekadar bertemu.

Biasanya hal yang selalu menjadi alasan mereka adalah kesibukan masing-masing yang sulit untuk ditinggalkan. Padahal bertemu atau sekedar jalan bareng itu sangat penting. Dengan adanya waktu quality time, chemistry pun akan terbangun. Untuk itu, cobalah untuk meluangkan waktu, ditengah kesibukan yang ada.

Saling Mengutamakan Ego dan Tak Peduli Perasaan Pasangan

Setiap orang pasti mempunyai ego, pendapat hingga cara berpikir yang berbeda-beda. Namun apa jadinya jika dalam sebuah hubungan, kamu masih mementingkan ego sendiri tanpa mementingkan pasangan. Itu pasti akan membuat kalian tidak nyaman dalam menjalin hubungan seperti itu.

Cobalah untuk mengubahnya, atau kurangi sedikit egomu. Jangan lupa, terus perhatikan perasan pasangan. Seperti jangan merasa paling benar dan jangan merasa paling penting dalam hubungan kalian.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan & Me Time

Jalan Kaki Tapi Kalau Cuma Sebentar Tak Akan Bikin Badanmu Cepat Ramping

Aktivitas berjalan kaki dinilai sebagai salah satu bentuk olahraga yang baik. Ini karena kemudahannya, ya, kamu bisa melakukan jalan kaki dimana saja kan? Juga karena aktivitas ini ramah untuk sendi-sendimu.

Kendati begitu, kalau fokusmu berjalan kaki sebanyak-banyaknya karena ingin mengalami perubahan pada berat badanmu, maka ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan.

Mengutip PopSugar, ada beberapa penyesuaian yang perlu kamu lakukan lho, supaya cara jalan dan cara gerakmu berubah jadi gerakan yang membakar lemak. Untuk itu, kalau kamu menilai sudah sering berjalan kaki namun berat badanmu tak kunjung turun, mungkin kamu melewatkan hal-hal ini.

Kamu Tak Berjalan Cukup Cepat

The American Heart Association (AHA) merekomendasikan minimal 30 menit aktivitas aerobik intensitas sedang selama minimum lima hari dalam sepekan.

“Agar olahraga dianggap intensitas sedang, pernapasan harus berat sampai kamu sedikit kesulitan bercakap-cakap saat melakukannya,” ujar personal trainer Chris Kelly.

Caramu melacak intensitas tersebut adalah dengan Rate of Perceived Exertion (RPE). Biasanya, pada skala 1 hingga 10, kamu harus merasa berada dalam kisaran 4-6. Nah, saat berjalan pastikan untuk mengatur kecepatan di atas jalan biasa, sehingga dapat dikategorikan sebagai intensitas sedang.

Atau Kamu Ternyata Tak Berjalan Cukup Jauh  dan Hanya Sebentar

Seperti yang dikatakan AHA, waktu minimal yang kamu perlukan untuk berolahraga termasuk jalan kaki adalah setengah jam alias tiga puluh menit. Jika tidak memiliki waktu setengah jam untuk berolahraga secara langsung, cobalah membagi waktu itu.

Kamu masih dapat merasakan manfaat kesehatan dengan membagi waktu latihan sepanjang hari (sebelum bekerja, istirahat makan siang dan lain-lain). Pastikan jika 30 menit tersebut adalah waktu minimum, dan kamu dapat melampaui waktu tersebut setiap harinya.

Kamu Hanya Berjalan dalam Kecepatan yang Sama

Ya, berjalan dengan kecepatan yang sama sejatinya bisa membuat tubuh merasa jadi sangat terbiasa dan tak lagi berdampak pada keinginanmu yaitu menurunnya berat badan.

Demi mengatasinya, kamu bisa melakukan jalan cepat atau lakukan jenis jalan yang lainnya. Sesekali jalan-jalan pendek, jalan cepat, dan hari berikutnya, coba yang lebih lama, lebih lambat. Intinya selalu berikan kejutan untuk tubuh.

Rute Jalanmu Hanya Itu-itu Saja?

Selain berjalan dengan kecepatan yang sama, rute yang serupa pun tak sama baiknya. Tubuh akan terbiasa dan tidak mendapat kesempatan untuk ditantang.

Untuk mengatasi ini, cobalah beralih rute. Kamu bisa mencoba rute berbukit, kemudian trek rata setelah itu. Langkah ini juga bermanfaat agar olahraga tidak membosankan.

Kamu Salah Menilai Kalori yang Dibakar

Karena berjalan bukanlah olahraga intensitas tinggi, kamu tidak membakar kalori sebanyak yang dilakukan dengan latihan lain, seperti berlari. Setiap individu memiliki perbedaan soal kalori yang dibutuhkan untuk menurunkan berat badan, jadi berhati-hatilah untuk tidak makan berlebihan hanya karena kamu berolahraga.

Saat kamu olahraga dengan berjalan dalam waktu lama, kita cenderung berpikir sudah membakar lebih banyak kalori dari kenyataannya. Padahal belum tentu. Kelly mengatakan, kalori yang terbakar memang menurunkan berat badan, namun harus dihitung dengan benar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top