Love & Sex

Menurutmu Siapa yang Harus Membayar di Kencan Pertama?

Kira-kira dua tahun lalu, saya pernah berkencan dengan seorang lelaki yang saya kenal melalui aplikasi kencan online. Karena kami berdua memang match hampir 85 persen, saya pikir tak ada salahnya untuk bertemu langsung dan saling mengenal lebih jauh. Sesuai ajakannya, kami akhirnya setuju untuk bertemu selepas kerja di minggu ketiga kami terhubung dari aplikasi chatting yang sudah lebih personal.

Harinya pun tiba, kami bertemu di salah satu cafe seputaran Jakarta Barat. Selesai bercerita dan ngalur-ngidul tentang pekerjaan dan kehidupan pertemanan.

Saya izin pulang, dan ternyata ia juga. Berdiri dari meja makan, ia berjalan lebih dulu ke arah meja kasir. Entah karena biasa ditraktir oleh setiap kawan yang mengajak makan, saya berjalan lebih dulu ke pintu keluar dan menunggu dia sana.

Dan kalian tahu? Beberapa saat ia menghampiri saja, kami berbalik badan serempak bergerak akan keluar. Tiba-tiba saja kasir cafe memanggil “Mba, maaf mbanya belum bayar?”. Kaget bercampur malu, dia memandangi saya dengan santai sembari berujar “Oh iya, aku bayar yang aku pesan saja. Kirain kamu udah bayar juga”. Sial!

Dengan wajah yang saya yakin pasti memerah, saya melongos ke arah meja kasir dan bilang kepadanya untuk tak usah menunggu saya.

Siapa yang akan membayar kencan pertama, memang masih kerap jadi perdebatan yang tak berujung. Lazimnya, laki-laki memang diharapkan untuk jadi pihak yang bertanggung jawab perihal pengeluaran.

Dan saya pikir banyak laki-laki yang tak merasa keberatan dengan hal tersebut. Tapi sebenarnya, siapa sih yang harus bertanggung jawab untuk membayar makan di kencan pertama?

Siapa yang Mengajak Duluan, Baiknya Bertanggung Jawab Untuk Urusan Pembayaran

Nah, kalau kamu sebagai perempuan adalah pihak yang lebih dulu untuk mengajukan inisiatif kencan. Rasanya, tak ada masalah jika kamulah yang akan membayar. Lagipula, ketika kita mengajak seseorang untuk bertemu apalagi sembari makan. Itu artinya kita juga sudah siap sedia, jika harus membayar.

Namun, jika ternyata ia adalah pihak yang mengajak kencan lebih dulu. Harusnya si dialah yang bertugas untuk membayar tagihan kencan. Bukan malah menunggu kita yang membayar. Kalau akan diminta membayar masing-masing pesanan sih masih nggak apa-apa. Tapi kalau semua, itu artinya dia memang mau morotin kita saja.  

Jika Kamu yang Menentukan Tempatnya, Tak Ada yang Salah Kalau Mau Membayar Biaya Kencan Pertama

Masih serupa dengan poin diatas, dia yang menentukan tempat kencan pasti sudah tahu kan. Kira-kira berapa budget yang akan dikeluarkan. Siap-sedia dengan pengeluaran, dan nominal yang dibutuhkan. Tak ada yang salah jika kamu mengajukan diri sebagai pembayar.

Lalu balik lagi, jika ternyata dirinya adalah pihak yang mengajak kencan, dan memilih tempat ketemuan. Harusnya sih sadar diri ya, kalau dia akan jadi pihak yang bertanggung jawab untuk pertemuan kali ini. Maka jika kira-kira ia menunjukkan gelagat yang sepertinya akan membayar pesanan sendiri, segera ambil alih bayar pesananmu. Kalau dirinya tiba-tiba minta dibayarkan juga, sebisa mungkin cari alasan untuk menolaknya.

Kencan pertama harusnya berkesan, bukan malah buat kita mengeluarkan uang habis-habisan karena bayar pesanan kawan kencan.

Kalau Memang Kondisi Ekonominya Sedang Tak Stabil, Bolehlah Kita yang Bayar Saja

Jauh sebelum bertemu dalam kencan, ia mungkin bercerita jika saat ini sedang mengalami kesulitan untuk urusan pekerjaan. Maka meski sudah beberapa kali diajak ketemuan, ia selalu saja menolak dan punya alasan. Nah, kalau begini. Barangkali ia memang takut tak bisa membayari kita makan. Jadi tak salah kalau perempuanlah yang ambil bagian untuk membayar.

Selama apa yang diceritakannya adalah sebuah keberanran, tak ada salahnya. Kalaupun dia mungkin berbohong dan menutupi kondisi ekonomi hanya karena tak mau membayar. Silahkan cek lebih teliti lagi ya. Jangan sampai kecolongan.

Hitung-hitung Kado Untuknya, Kita Boleh Membayar Makan Kencan Jika Hari Itu Adalah Ulangtahunya

Nah, jika kita sudah tahu hari itu adalah ulangtahunnya. Saya pikir tak ada salahnya, kalau kencan kali ini kita yang bayar saja. Jika memang si dia punya itikad baik, ini bisa jadi sesuatu yang membuatnya mengerti jika niat kita pun baik.

Tapi, perlu diingat juga. Beberapa lelaki juga kadang berpikir sebaliknya. Dibayarin perempuan itu pantang bagi mereka, walau tak bisa dipungkiri juga bahwa sebagian lain justru sangat suka dan selalu berharap akan ditraktir si perempuan tiap kali kencan. Huff…

Hingga Pada Situasi Mendadak Lain, Si Dia yang Lupa Bawa Dompet Misalnya

Tapi dengar ya, ini adalah pengecualian yang mungkin bisa terjadi di luar kendali. Kendalimu sebagai perempuan yang diajak kencan, atau dia yang juga benar-benar lupa membawa dompet ketika mengajakmu kencan. Silahkan bayar saja tagihan makan dengannya.

Dengan catatan, si dia memang benar-benar ketinggalan dompet yang dilakukan dengan tak sengaja. Tapi kalau dirinya ternyata berbohong dan hanya ingin mengelabui kita saja. Biarkan pertemuan itu jadi yang pertama dan terakhir saja.

Perkara kencan pertama memang selalu jadi sesuatu yang mendebarkan. Tak hanya urusan memikirkan penampilan, kadang kala sebagai perempuan kita bingung, siapa yang akan bertugas melakukan pembayaran makan. Tapi saya pikir, untuk kasus yang tadi saya ceritakan.

Sepertinya yang salah bukanlah saya, toh dia yang mengajak. Lagipula, kalaupun ia berkata kami harus membayar masing-masing pesanan, saya tak akan keberatan. Tapi masalahnya ia melanggang duluan, berlagak sudah bayar semuanya. Maka, wajar jika selepas bertemu dirinya untuk yang pertama kali, saya buru-buru memblokir nomornya ketika sampai di rumah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspirasi & Motivasi

Agar Seserahan Pernikahanmu Terpakai dan Berguna Semua, Begini Tips Memilihnya

Sebelum menikah, hal lain yang juga membuat kamu deg-degan pastilah isi dari box hantaran yang si pacar berikan. Isinya biasanya beragam, tergantung apa yang perempuan minta atau yang memang inisiatif dari si dia. Mulai dari seperangkat alat ibadah, kebutuhan pribadi perempuan, hingga benda lain yang biasanya diharuskan oleh adat dan budaya calon pengantinnya.

Nah, berhubung menikah butuh biaya yang cukup banyak. Ada baiknya, sebagai perempuan kamu tak perlu minta macem-macem yang sekiranya kelak tak kamu pakai juga. Bukan apa-apa, sudah mengeluarkan uang banyak, kalau tak benar-benar dipakai kan sayang juga.

Pahami maknanya bukan nominal harganya. Dan untuk bisa lebih membantumu menentukan apa yang sebaiknya diminta sebagai seserahan, kami punya tips yang bisa kamu lakukan.

Utamakan Hal yang Wajib dalam Agama dan Adat Terlebih Dahulu

Sumber : https://www.instagram.com/hantaran.co__/

Ragam adat yang di masyarakat kita umumnya mengharuskan beberapa benda untuk dijadikan sebagai hantaran. Untuk itu, ini jadi poin utama yang sebaiknya dipenuhi terlebih dahulu. Kan nggak lucu, jika hal yang seharusnya ada malah nggak ada.

Buat kamu yang beragama Muslim biasanya seserahannya berisi seperangkat alat salat. Ditambah dengan beberapa benda lain yang jadi kebutuhan pribadi perempuannya.

Tak Perlu yang Mahal-mahal, Pilih yang Benar-benar Akan Kamu Gunakan

Sumber : https://www.instagram.com/hantaran.co__/

Untuk bisa dijadikan ajang pamer, beberapa calon pengantin memaksakan untuk membeli benda-benda seserahan yang harganya mahal. Padahal biasanya, benda tersebut hanya bisa bertahan untuk dipakai sebentar.

Tak apa memang kalau kamu merasa si dia sanggup untuk membelinya, toh itu hak mu juga untuk meminta. Namun kalau ternyata fungsinya tak begitu baik, bukannya sayang ya?

Daripada membeli benda-benda yang harganya tinggi tapi tak begitu berarti, lebih baik beli benda lain yang memang dibutuhkan setiap hari. Entah itu kebutuhan dandan, kebutuhan pekerjaan atau apa saja yang memang akan dipakai dan berfungsi dengan baik.

Jangan Sampai Dia Salah Beli, Kalau Calon Suami Merasa Bingung Kamu Ikut Saja untuk Memilih

Yap, demi menghindari rasa kesal karena isi hantaranmu tak sesuai yang kamu minta. Tak ada salahnya jika kamu meluangkan waktu untuk membeli semuanya bersama dengan si dia. Selain dia yang tak perlu menduga-duga, kamu pun tak perlu berekspektasi untuk dipahami apa maunya tanpa harus bicara.

Anggaplah ini sebagai ajang untuk belajar, bagaimana kalian berdua nanti akan membeli sesuatu berdua untuk belanja bulanan. Karena kamu juga ikut untuk membeli isinya, pastikan juga yang diambil adalah benda-benda yang memang kamu suka dan perlu ya.

Sarankan Juga Pasangan ke Gerai-gerai yang Sedang Menawarkan Potongan Harga

Kalau calon suami memang tak mau pergi untuk mengunjungi toko secara langsung, kamu juga bisa menyarankan ia untuk membeli keperluan di beberapa toko daring yang mungkin sedang ada potongan. Entah itu potongan harga dari markeplacenya atau pun dari tokonya. Hitung-hitung memangkas biaya, kan lumayan.

Selanjutnya Tinggal Dihias Sesuai Selera

Sumber : https://www.instagram.com/hantaran.co__/

Langkah terakhir untuk mempersiapkannya sebelum hari H, semua benda yang akan dijadikan hantaran sebaiknya ditempatkan pada wadah yang akan menambah indah penampilannya.

Apalagi sekarang, sudah ada beberapa usaha yang hanya menyediakan jasa sewa kotak hantarannya. Jadi kamu atau pasangan tak lagi perlu susah payah untuk membeli box dan menyusunnya.

Untuk bisa mendapatkan harga yang pas di saku, cobalah untuk mencarinya jauh-jauh hari. Agar kamu juga bisa memilih, sekiranya tempat mana yang bisa menawarkan jasa paling bersahabat dengan kualitas yang juga pas.

Sejatinya, isi dari barang-barang yang dijadikan hantaran itu memang hanyalah sebuah kiasan. Tapi jika yang datang adalah benda-benda kesukaan yang memang benar-benar dibutuhkan. Menerimanya pastilah jadi sesuatu yang menyenangkan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspirasi & Motivasi

5 Tanda Kamu Bukanlah Perempuan Matre, Tapi Sadar Mana yang Harus Dijadikan Standar

Hei, kamu pasti tahu kan. Jika semua perempuan ingin kebutuhannya terpenuhi dengan baik. Ini bukan tentang kemewahan, tapi perempuan perlu tahu. Jika materi memang dibutuhkan untuk segala aspek kehidupan. Kita butuh makan, bayar tagihan air, listrik, hingga cicilan kendaraan.

Berbeda dengan sikap matrealistis yang umum digunakan demi meraup keuntungan. Perempuan yang punya standar justru sadar jika ada banyak hal yang perlu diselesaikan dengan uang. Tapi punya kemampuan yang baik untuk memilah-milah kebutuhan.

Tampil Maksimal Itu Butuh Modal, Tapi Kamu Paham Mana yang Harus Didahulukan

Demi kebutuhan perawatan wajah saja, perempuan butuh uang jutaan rupiah untuk melakukan perawatan. Mulai dari skin care, bedak sehari-hari, make-up dan perintilan lain yang akan menyempurnakan penampilan. Tapi kamu yang sadar akan kebutuhan, pasti tahu bagaimana caranya membedakan hal-hal yang perlu dilakukan.

Memilih bergaya sesuai kemampuan dan tak mau memaksa pasangan untuk memenuhi kebutuhan. Kecuali ia memaksamu untuk bergaya maksimal yang juga sudah bersedia untuk membantu memenuhi pengeluaran.

Perjuangan dengan Pacar Bukan Hanya Tentang Durasi Hubungan, Namun Apa Saja Usaha yang Kamu dan Dia Lakukan

Tak ada laki-laki mapan yang tak berusaha. Untuk itulah kamu selalu percaya jika upaya dan usaha yang dilakukan oleh kamu dan pasangan, akan menentukan bagaimana kelangsungan hubungan. Saling gandeng dan sama-sama berjuang, pastilah memberi makna yang berkesan.

Dilain sisi, kamu juga akan tetap menemaninya bagaimana pun situasi dan keadaannya. Karena kamu sadar bahwa tak selamanya kalian bersua akan menjalani kehidupan yang senang.

Tak Apa Sekarang Belum Mapan, yang Penting Sudah Punya Persiapan Keuangan yang Stabil di Masa Depan

Perempuan matre akan selalu berusaha untuk menggaet pasangan yang sudah mapan, agar hidupnya berkecukupan. Bedanya, kamu justru berusaha untuk mempersiapkan diri. Bukan mau enak sendiri.

Tak hanya mau foya-foya, kamu justru mengatur strategi untuk mengatur keuangan sedari sekarang. Tak mau menuntut si dia macam-macam, kamu paham kapan harus menuntut dan kapan harus berusaha tanpa bantuan.

Walau Jarang Meminta Traktiran, Bukan Berarti Pacarmu akan Lepas Tangan

Perkara pengeluaran, laki-laki memang selalu jadi pihak yang dibebankan. Tapi tak selalu begitu, jika harus diingat-ingat lagi. Sebenarnya ini jadi pembagian tugas yang pas.

Ya, ketika dia yang membayar makan, kamu mungkin akan membeli tiket nonton atau mengganti bensin kendaraan. Kamu dan si dia saling berbagi, bukan hanya menunggu untuk dibayarin. Tak selalu memintanya untuk membayar, tapi dia paham di waktu seperti apa dia akan berperan.

Dan Rajin Membuat Perhitungan Bukan Berarti Matre, Kamu Hanya Realistis Demi Masa Depan

Selain mendorong pasangan untuk lebih rajit bekerja. Kamu pun melakukan hal yang sama. Giat untuk menambah sumber pendapatan, dan selalu berupaya mencari tambahan.

Nah, untuk memantaunya kamu selalu membuat perhitungan yang besar. Menimbang matang-matang semua biaya yang akan dikeluarkan dan selalu mempertimbangkannya semuanya matang-matang.

Tenang, kamu bukan matre. Kamu hanya realistis demi masa depan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

Penatmu Akan Memudar Asal Kamu Tahu Cara Bangkitkan Semangat yang Hilang

Tahukah kamu hal yang paling membahagiakan? Yaitu ketika kita bisa memaksimalkan pikiran untuk memecahkan masalah, mewujudkan impian serta memahami kemajuan dalam hidup kita.

Semua itu bisa berjalan karena ada motivasi yang mendorongmu untuk melakukan sesuatu atau bertindak. Setiap orang punya kesempatan untuk menciptakan bahagianya.

Karenanya, saat kamu mungkin merasa penat bahkan merasa semangatmu mengendur, mungkin ini saatnya kamu melakukan atau mencari kegiatan yang bisa membantumu mengingat lagi motivasimu untuk berbahagia.

Carilah aktivitas yang bisa meningkatkan kekuatan otak, memori dan motivasi supaya aktivitasnya makin sempurna. Tak sulit lho menemukan kegiatan semacam itu. Lima hal ini misalnya…

Sederhanakanlah Hidupmu

Young woman thinking with pen while working / studying at her desk

Akan sangat sulit untuk menjaga motivasi jika kamu merasa bingung untuk menentukan tujuan dan pekerjaan yang akan kamu lakukan. Cara menyederhanakannya sebenarnya mudah, yaitu kumpulkanlah tugasmu dan selesaikan.

Seorang penulis bernama Marilyn Vos Savant menyarankan kita untuk membuat daftar dari setiap tugas kecil yang harus dilakukan dalam sehari kemudian kamu bisa melakukannya satu demi satu.

Jangan sampai ada yang kelewatan ya. Hal tersebut juga bisa diterapkan untuk tugas mingguan dan bulanan lho.

Fokus dengan Tujuan yang Sudah Kamu Dambakan Sejak Lama 

Woman Wearing Blue Denim Jacket Putting Her Right Arm on Her Cheek

Sekarang, coba pikirkan apa yang telah kamu capai mulai dari titik permulaan hingga sekarang ini. Cobalah hargai setiap proses yang kamu lakukan. Di lain sisi, tak ada salahnya memvisualisasikan masa depanmu.

Caranya, cobalah uraikan kembali apa yang menjadi tujuanmu. Contohnya coba pikirkan kembali dimanakah posisimu dalam waktu dua sampai lima mendatang? Apakah tetap di posisimu yang sekarang melangkah menjadi entrepreneur?

Apakah goals dan tujuanmu ke depannya? Apakah hal-hal yang membuatmu senang dengan setiap progres dalam kehidupanmu? Pertanyaan-pertanyaan yang hanya dirimu sendiri yang bisa menjawabnya.

Ubahlah Motivasi dari Mendapatkan Menjadi Memberi

Photo of Woman Wearing Blue Zip-up Jacket

Mungkin semangatmu terhadap tujuan yang sudah di depan mata mulai mengendur karena kamu tak punya perspektif baru dalam melihat sesuatu. Padahal, perubahan cara pandang akan membuatmu termotivasi untuk melakukan hal-hal yang akan menginspirasi orang lain merasa bahagia.

Karena ketika kamu fokus untuk memberi dan bersyukur maka akan menumbuhkan pola pikir yang positif juga. Ketika kamu banyak mensyukuri apapun yang datang dalam kehidupanmu maka perubahannya akan sangat besar.

Misalnya tak lupa untuk mengucapkan terimakasih kepada orang-orang yang senantiasa membantumu di saat senang dan sulit. Kemudian ketika kamu juga senantiasa merasa cukup dengan segala yang datang dalam kehidupanmu dengan rasa syukur akan meningkatkan energi positif.

Buat Dan Ulangi Kebiasaan yang Sekiranya Menantangmu untuk Lebih Rajin Lagi

Woman in Pink Dress Using Laptop Computer

Saat semangatmu mulai mengendur, maka ingat lagi jika dalam mencapai sebuah sukses yang dibutuhkan adalah konsistensi dan pengulangan. Percayalah, jika kamu ingin melakukan sesuatu secara berulang-ulang alias konsisten maka otakmu akan terbiasa memulai suatu rutinitas.

Sebenarnya sederhana saja ketika kamu memutuskan melakukan apa yang ingin kamu perbaiki dan kemudian melakukannya setiap hari secara berulang maka akan menjadi kebiasaan. Dengan tekun melakukan kebiasan itu, maka hal itu akan kian mendekatkanmu pada tujuan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top