Kesehatan & Me Time

Mentalmu Akan Jadi Taruhannya Kalau Terlalu Sering Menonton Film Dewasa

Salah besar kalau yang menonton film dewasa hanya laki-laki saja. Faktanya, ada banyak lho perempuan yang belum bisa terlepas dari hobi ini. Mengutip dari Daily Mail, sebuah situs penyedia film porno bahkan merilis data di tahun 2017 jika sebanyak 26 persen pengunjungnya adalah perempuan. Kalau laki-laki mungkin terlihat lebih terbuka untuk membicarakan bahkan mendiskusikannya, tapi tidak dengan perempuan. Kebanyakan perempuan cenderung menutup diri jika mereka terbiasa menonton film dewasa. Saking tertutupnya, mereka pun jadi mengabaikan bahaya dibalik kebiasaan menonton film dewasa.

Bila Sudah Menikah, Kebiasaan Menonton Film Dewasa Hanya Akan Membuatmu Tak Percaya Diri Saat Melakukan Aktivitas Seksual Bersama Suami

Dalam video atau film porno, tokoh perempuan yang dihadirkan pastilah cantik dan menarik untuk memikat penonton laki-laki. Mulai dari perawakannya yang langsing, kulit putih, hingga memiliki payudara, dan bokong yang besar. Belum lagi area intim mereka yang terlihat bersih, putih, dan terawat. Jika laki-laki justru menikmati tontonan tersebut, hal itu tidak berlaku bagi perempuan. Sebab bisa saja perempuan justru jadi tidak percaya diri setelah melihat bintang porno yang fisiknya terlihat jauh lebih unggul.

Pengalaman menonton film porno bisa berimbas hingga hubungan pernikahannya kelak yaitu ketika perempuan melakukan aktivitas seksual, mereka cenderung tak percaya diri dengan penampilannya sendiri. Mereka takut jika nanti pasangannya mengharapkan yang ‘sempurna’ bak yang ada di film-film yang biasa mereka tonton.

Terbiasa Menonton Film Dewasa Sebelum Menikah Bisa Mendorong Kamu Melakukan Hal yang ‘Lebih’ Meski Belum Menikah

Namanya saja menonton film porno, pasti membuat penontonnya terangsang dan berimajinasi seakan-akan melakukan adegan tersebut dengan sosok yang ada di benak masing-masing. Benar adanya jika kecanduan menonton film porno justru lebih parah dibanding kecanduan narkoba. Sebab, yang awalnya hanya puas jika menonton, bisa saja lama-lama justru ingin ‘lebih’. Jika sudah muncul hasrat semacam ini, tak menutup kemungkinan perempuan jadi terdorong untuk melakukan seks di luar nikah.

Sama Seperti yang Terjadi Pada Otak Pria, Otakmu Pun akan Mengalami Penyusutan Kalau Kebiasaan Ini Sudah Dijadikan Hobi

Tahukah kamu, yang namanya menonton film dewasa nyatanya bisa mengakibatkan kerusakan otak. Peneliti di Jerman mengungkapkan, mereka yang gemar menonton film dewasa akan mengalami penyusutun volume otak di daerah striatum yang merupakan daerah di bagian otak yang berkaitan dengan motivasi.

Tak hanya kencanduan, terbiasa menonton film porno pun menyebabkan penurunan sensitivitas terhadap rangsangan seksual sehingga nantinya ketika melakukan aktivitas seksual membutuhkan ‘pengalaman’ yang lebih ekstrim untuk bisa terangsang.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan & Me Time

Jalan Kaki Tapi Kalau Cuma Sebentar Tak Akan Bikin Badanmu Cepat Ramping

Aktivitas berjalan kaki dinilai sebagai salah satu bentuk olahraga yang baik. Ini karena kemudahannya, ya, kamu bisa melakukan jalan kaki dimana saja kan? Juga karena aktivitas ini ramah untuk sendi-sendimu.

Kendati begitu, kalau fokusmu berjalan kaki sebanyak-banyaknya karena ingin mengalami perubahan pada berat badanmu, maka ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan.

Mengutip PopSugar, ada beberapa penyesuaian yang perlu kamu lakukan lho, supaya cara jalan dan cara gerakmu berubah jadi gerakan yang membakar lemak. Untuk itu, kalau kamu menilai sudah sering berjalan kaki namun berat badanmu tak kunjung turun, mungkin kamu melewatkan hal-hal ini.

Kamu Tak Berjalan Cukup Cepat

The American Heart Association (AHA) merekomendasikan minimal 30 menit aktivitas aerobik intensitas sedang selama minimum lima hari dalam sepekan.

“Agar olahraga dianggap intensitas sedang, pernapasan harus berat sampai kamu sedikit kesulitan bercakap-cakap saat melakukannya,” ujar personal trainer Chris Kelly.

Caramu melacak intensitas tersebut adalah dengan Rate of Perceived Exertion (RPE). Biasanya, pada skala 1 hingga 10, kamu harus merasa berada dalam kisaran 4-6. Nah, saat berjalan pastikan untuk mengatur kecepatan di atas jalan biasa, sehingga dapat dikategorikan sebagai intensitas sedang.

Atau Kamu Ternyata Tak Berjalan Cukup Jauh  dan Hanya Sebentar

Seperti yang dikatakan AHA, waktu minimal yang kamu perlukan untuk berolahraga termasuk jalan kaki adalah setengah jam alias tiga puluh menit. Jika tidak memiliki waktu setengah jam untuk berolahraga secara langsung, cobalah membagi waktu itu.

Kamu masih dapat merasakan manfaat kesehatan dengan membagi waktu latihan sepanjang hari (sebelum bekerja, istirahat makan siang dan lain-lain). Pastikan jika 30 menit tersebut adalah waktu minimum, dan kamu dapat melampaui waktu tersebut setiap harinya.

Kamu Hanya Berjalan dalam Kecepatan yang Sama

Ya, berjalan dengan kecepatan yang sama sejatinya bisa membuat tubuh merasa jadi sangat terbiasa dan tak lagi berdampak pada keinginanmu yaitu menurunnya berat badan.

Demi mengatasinya, kamu bisa melakukan jalan cepat atau lakukan jenis jalan yang lainnya. Sesekali jalan-jalan pendek, jalan cepat, dan hari berikutnya, coba yang lebih lama, lebih lambat. Intinya selalu berikan kejutan untuk tubuh.

Rute Jalanmu Hanya Itu-itu Saja?

Selain berjalan dengan kecepatan yang sama, rute yang serupa pun tak sama baiknya. Tubuh akan terbiasa dan tidak mendapat kesempatan untuk ditantang.

Untuk mengatasi ini, cobalah beralih rute. Kamu bisa mencoba rute berbukit, kemudian trek rata setelah itu. Langkah ini juga bermanfaat agar olahraga tidak membosankan.

Kamu Salah Menilai Kalori yang Dibakar

Karena berjalan bukanlah olahraga intensitas tinggi, kamu tidak membakar kalori sebanyak yang dilakukan dengan latihan lain, seperti berlari. Setiap individu memiliki perbedaan soal kalori yang dibutuhkan untuk menurunkan berat badan, jadi berhati-hatilah untuk tidak makan berlebihan hanya karena kamu berolahraga.

Saat kamu olahraga dengan berjalan dalam waktu lama, kita cenderung berpikir sudah membakar lebih banyak kalori dari kenyataannya. Padahal belum tentu. Kelly mengatakan, kalori yang terbakar memang menurunkan berat badan, namun harus dihitung dengan benar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan & Me Time

Rambut Bercabang Ada Sebabnya, Hindari Keramas Setiap Hari Ya

Terutama untuk perempuan, rambut adalah bagian yang perlu dijaga keindahannya. Hanya saja, karena letaknya di bagian paling atas, rambut harus menghadapi beragam ‘cobaan’ yang berusaha menghilangkan pancaran keindahannya.

Paparan seperti sinar matahari dan polusi akan mengancam kesehatan rambut. Bahkan berisiko membuat rambut bercabang. Hanya saja, sering kali orang tak menyadari bahwa ada kebiasaan sehari-hari yang membuat rambut bercabang. Ragam kebiasaan itu perlu disadari demi menjaga rambut tetap sehat dan tak bercabang.

Terlalu Sering Keramas Sejatinya Tak Baik untuk Rambutmu

Orang dengan kulit berminyak cenderung memproduksi sebum yang berlebihan. Nah, sebum sendiri merupakan kelenjar mikroskopik tepat di bawah kulit kepala yang memproduksi minyak. Akibatnya, keramas kerap jadi jalan tengah untuk membuat rambut selalu terasa bersih dan bebas minyak.

Namun, perlu diingat, kamu tak sebaiknya mencuci rambut lebih dari sekali dalam satu hari. Mengutip Healthline, kebiasaan itu dengan mudah membuat rambut bercabang.

Alih-alih keramas setiap hari, kamu dianjurkan untuk keramas dua hingga tiga kali dalam sepekan. Pastikan aplikasikan kondisioner pada bagian tengah hingga ujung untuk menjaga kelembutan dan kelembapan rambut.

Diet Tak Seimbang pun Membawa Dampak Negatif untuk Tubuhmu

Untukmu yang sedang melakoni diet, hati-hati, diet ternyata berpengaruh pada kondisi rambut. Diet minim nutrisi bisa menyebabkan rambut kering dan kehilangan kilau alaminya.

Kekurangan pelembap hanya akan membuat rambut mudah bercabang. Cara untuk mengatasinya adalah dengan menambah asupan kaya nutrisi seperti sayuran hijau, kacang-kacangan, telur, makanan rendah lemak, dan wortel.

Penggunaan Pengering Rambut yang Terlalu Sering

Demi rambut cepat kering, banyak orang menggunakan hair dryer dengan tingkat panas yang tinggi. Padahal kebiasaan ini justru akan merusak bagian kutikula rambut lantaran temperatur tinggi yang kamu atur.

Akibatnya, rambut kering dan mudah bercabang. Untuk itu, agar rambut tak rusak ujunga, siasati dengan tak menggunakanhair dryer setidaknya sekali dalam sepekan

Mengikat Rambut dengan Karet pun Akan Membuat Rambut Cepat Bercabang

Urusan pengikat rambut pun bisa jadi sumber masalah kalau kamu salah pilih. Mengutip All Things Hair, penggunaan ikat berbahan karet akan melukai rambut. Saat dilepas, rambut akan tersangkut hingga rontok.

Jika sudah begitu, rambut akan rusak dan berakhir dengan cabang.  Untuk itu, lebih baik antisipasi dengan memilih ikat rambut dengan bahan yang lembut atau gunakan jepit saja demi menghindari masalah rambut bercabang.

Gonta Ganti Model Rambut Pun Tak Dianjurkan, Serta Sebaiknya Lebih Seringlah Menggunting Ujung Rambut

Keinginan untuk tampil sempurna kadang tak lepas dari pilihan gaya rambut. Ada kalanya kamu ingin rambut yang lebih keriting, lurus, atau bahkan mewarnainya.

Hati-hati, kebiasaan mempercantik tampilan itu mudah membuat rambut rusak karena dalam prosesnya justru melibatkan bahan kimia dan bisa mengakibatkan hilangnya kelembapan alami rambut.

Tak heran jika rambut terlihat kering dan bercabang. Salah satu antisipasi yang bisa kamu lakukan selain merawat rambut dengan produk yang tepat adalah melakukan trimming atau menggunting ujung rambut.

Kebiasaan ini bermanfaat untuk membuang bagian rambut yang rusak. Ujung rambut bersifat mudah rusak dibandingkan bagian tengah atau pangkal.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan & Me Time

Tak Usah Khawatir Berlebihan Jika Siklus Menstruasi Berantakan Saat Liburan

Untuk perempuan, yang namanya berlibur kalau bisa jangan berbarengan dengan masa datang bulan. Bukan apa-apa, kadang rencana yang sudah dibuat, justru tak bisa dieksekusi, bahkan liburan pun jadi kurang nyaman kalau melakukannya berbarengan dengan momen haid.

Yang lebih rumit lagi, ada lho yang merasakan, setiap kali periode liburan atau jelang liburan, periode datang bulan seringkali jadi kacau dan tak menentu dan bahkan mungkin terlambat parah. Bahkan membuat periode PMS jadi lebih panjang dan mengkhawatirkan. Kira-kira apa ya penyebabnya?

Pakar seks Emma McGowan mengungkapkap, sejatinya menstruasi dikendalikan oleh serangkaian pelepasan hormon yang rumit. Ketika semua hal di dalam tubuh berjalan seperti biasa dengan rutinitas yang biasa, maka proses hormonal juga akan berjalan seperti biasa, antara 28-30 hari.

Namun, saat bepergian, biasanya siklus tidur atau bangun tidur seseorang alias ritme sirkadian juga ikut berubah. Kondisi tak biasa inilah yang akhirnya membuat kondisi siklus hormonal seseorang pun akhirnya ikut berubah.

Ritme sirkadian sendiri memang membantu menjaga hormon tetap seimbang, baik dalam jumlah produksi ataupun lainnya. Ketika ritme tersebut terganggu oleh perjalanan liburan, khususnya ketika pergi ke luar negeri, harus menghadapi perubahan zona waktu, sulit tidur di pesawat, hingga jet lag, maka siklus menstruasi pun rentan berubah.

Hanya saja, kondisi ini tak akan berlangsung selamanya. Kondisi ini hanya terjadi selama beberapa saat sampai ‘kehidupanmu’ normal kembali.  Dari sekian banyak cara, McGowan mengungkapkan bahwa memperbaiki pola tidur dan makan yang teratur saat bepergian bisa membuat tubuh kembali pada jadwal normal.

Mungkin Salah Satu Pemicunya Karena Kamu Sedang Stress

Beban pikiran yang berat ternyata ikut memengaruhi siklus menstruasi. Ketika kamu sedang dalam keadaan stres atau depresi, hypothalamus, yakni bagian otak yang mengatur hormon siklus haid ikut terpengaruh. Sehingga, saat stres, hormon pengatur jadi tidak seimbang dan haid pun jadi tidak teratur.

Gaya Hidup Kurang Sehat yang Tak Kunjung Kamu Tinggalkan

Merokok dan sering mengonsumsi alkohol ternyata tidak hanya mengganggu kesehatan, tapi juga dapat mengacaukan siklus haidmu lho. Ini karena gaya hidup tersebut bisa memengaruhi kesehatan sehingga siklus haid juga bisa tidak stabil.

Karena gaya hidupmu yang kurang sehat, tubuhmu pun akhirnya memberi sinyal. Tak menutup kemungkinan kalau siklus haid yang tidak teratur bisa jadi pertanda jika kamu mengidap penyakit yang serius.

Salah satunya adalah ovarium polikistik, dimana hal ini ditandai dengan timbulnya kista kecil dalam indung telur yang  menyebabkan ketidakseimbangan hormon.

Olahraga yang Berlebihan Juga Bisa Jadi Alasan Pasti Periode Haidmu Jadi Berantakan

Olahraga memang wajib dan baik untuk dilakukan, tapi tidak jika dilakukan berlebihan. Saat melakukannya secara berlebihan, tubuh akan menghasilkan hormon-hormon yang berlawanan dengan hormon reproduksi yaitu estrogen dan progesteron.

Ketidakteraturan Menstruasi Bisa Juga Karena Adanya Kenaikan Berat Badan dan Melakoni Liburan saat Menstruasi

Naik atau turunnya berat badan secara drastis juga jadi penyebab siklus haid yang tidak teratur. Biasanya, siklus yang tidak teratur terjadi pada orang yang mengalami gangguan pola makan. Ini merupakan penyebab utama siklus haid yang tidak teratur.

Ketidakseimbangan hormon pun bisa disebabkan oleh berbagai hal seperti kelelahan atau stres. Ketika terjadi gangguan pada hormon di dalam tubuh, maka siklus haid pun ikut terganggu.

Bahkan untuk yang Sedang Melakoni Sistem KB, Alat Kontrasepsi pun Berpengaruh pada Siklus Haid

Penggunaan pil kontrasepsi dalam dosis rendah memang tidak terlalu memengaruhi siklus haid. Tapi, alat kontrasepsi seperti spiral dan suntik KB bisa menyebabkan seseorang telat mendapatkan haid.

Bahkan alat seperti spiral bisa juga menyebabkan darah keluar lebih banyak dari biasanya saat haid.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top