Inspirasi & Motivasi

Menerima Lelakimu Apa Adanya dari Sisi yang Berbeda

Selain dianggap jadi perempuan baik yang tak banyak menuntut pasangan, konotasi menerima apa adanya sering kali dinilai terlalu pasrah oleh beberapa kawan lainnya. Ini memang akan jadi sesuatu yang krusial, sebab setiap perempuan punya pemahaman berbeda dalam hal mencari pasangan.

Beberapa orang mungkin memilih untuk memaksa pasangannya berubah sesuai yang diingini, tapi kamu yang memilih untuk menerimanya sebagaimana ia ada. Bukan berarti salah. Menerima tak melulu bisa diartikan pasrah, tapi tidak juga selalu mendesak untuk memenuhi apa yang kita inginkan darinya. Lebih dari itu, menerima apa adanya adalah bentuk lain dari cinta yang sesungguhnya. Tapi bagaimana kita bisa menunjukkannya?

Lupakan Hal-hal yang Tak Mungkin, Fokuslah Pada Sesuatu yang Realistis

Semua perempuan tentulah pernah berharap agar pasangannya jadi sesuai harapannya. Dia yang sejatinya menyukai seni, mungkin bisa jadi penyanyi. Namun memaksanya untuk menjadi seorang anggota dewan barangkali masih jauh dari jangkauan.

Apa pun yang kamu ingini, pastilah selalu baik. Asal itu sejalan dengan kemungkinan yang bisa ia lakukan. Jika memang terlihat mustahil, berhentilah untuk berharap. Mari belajar menerimanya apa adanya, sesuai dengan yang ia bisa.

Selalu Ingat untuk Menggarisbawahi Hal-hal Baik yang Bisa Ia Lakukan

Satu kali kamu akan kecewa, atas ketidakmampuannya berbuat apa yang kamu suka. Tapi tak boleh lantas marah hanya karena satu kekurangan yang ia tak bisa. Mari ingat dan renungkan kembali, berapa banyak hal-hal baik yang selama ini telah ia lakoni. Lalu bandingkan dengan satu ketidakmampuan yang baru saja kamu jadikan permohonan.

Kurangi untuk menghitung semua kekurangannya, fokuslah untuk menghitung berapa sikap baik yang selama ini telah diupayakannya. Sikap-sikap begini akan membuat cinta tumbuh lebih besar dari sebelumnya.

Jangan Pernah Berusaha Keras untuk Bisa Mengubahnya

Si dia mungkin bisa saja berubah sesuai yang kita ingini, apalagi jika kita paksa secara terang-terangan. Tapi percayalah, sesuatu yang lahir bukan dari hati sendiri tentulah tak baik untuk hubunganmu nanti. Biarkan ia memilih jalannya, tugas kita hanyalah menemani sembari mengingatkannya jika ada yang salah.

Tanpa perlu memaksa, kalau dirinya memang ingin berubah. Ia akan melakukannya tanpa diminta. Bahkan jika memang sangat terpaksa untuk memintanya berubah, kamu hanya boleh melakukannya atas persetujuan darinya.

Hindari Sikap yang Akan Melukai Hatinya

Terlalu menggebu dalam hal membentuknya jadi manusia dan pribadi yang baru, beberapa perempuan pun lupa, bahwa kekasih dan pasangannya juga manusia yang punya hati sebagaimana kita. Ia juga bisa tersinggung, kecewa, marah, bahkan berontak, jika ada hal-hal yang tak sesuai dengan hatinya.

Memintanya untuk melakukan beberapa hal demi hubungan, memohon padanya untuk berhenti minum demi kesehatannya, berhenti merokok agar tak lagi sakit-sakitan, bahkan beberapa permintaan lain yang akan kita sampaikan harusnya disertai dengan bahasa dan sikap yang baik, jangan sesuka hati. Selalu ingat, bahwa ia juga bisa sakit hati.

Dan Ingatlah, Tak Ada Satu Pun Manusia yang Sempurna

Dibalik semua keinginan kita yang sering dijadikan alasan untuk meminta pasangan berubah. Hal lain yang juga patut kita tanamkan selalu dalam hati adalah setiap manusia punya kemampuan yang berbeda. Pacar si A mungkin bisa menemaninya setiap kali berbelanja, suami si B mungkin selalu memberi kejutan di hari istimewa, hingga pasangan-pasangan lain yang sering kita jadikan perbandingan atas dia yang mungkin bersikap jauh dari keinginan.

Tak apa, sebab itu bukan tolak ukur untuk bahagia. Karena kemampuan untuk menerimanya dengan segala kekurangan dan kelebihannya adalah bentuk lain dari cinta yang sesungguhnya. Dengan catatan, meski belum bisa ia selalu berusaha, walau belum bisa ia selalu menunjukkan kesungguhannya belajar untuk bisa, bahkan kendati tak bisa ia selalu bertanggung jawab atas kebahagiaan perempuannya dan hubungan yang terjalin.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

Bukan Berarti Introvert, Empat Zodiak Ini Memang Suka Menyendiri Dulu Saat Sedang Marah

Semua orang punya caranya masing-masing saat sedang marah. Ada yang memilih langsung meluapkan emosinya tak peduli bagaimana situasinya. Ada juga yang memilih ‘kabur’ sejenak demi menenangkan diri dan nantinya kembali lagi saat emosinya stabil.

Ada lagi yang lebih memilih berdiam diri dan hanya bisa menangis sampai emosinya mereda. Dari beragam tipe tersebut, kamu tipe yang mana? Ternyata, cara orang meluapkan emosi pun ada korelasinya dengan zodiak lho kawan.

Empat zodiak di bawah ini justru bagian dari mereka yang tak suka meluapkan emosi secara langsung. Mereka lebih suka untuk dibiarkan sendiri saat sedang marah. Zodiakmu apa? Coba cek dulu.

Sagitarius

Zodiak yang satu ini punya jiwa petualang dan spontan. Mereka tak suka terlibat dalam berbagai bentuk aturan. Menariknya, saat sedang marah, mereka butuh waktu untuk menyendiri dan bebas untuk melakukan apapun tanpa ada yang mengatur.

Sebagai rekan terdekat Sagitarius, kamu tak usah khawatir. Sagitarius tak butuh waktu lama untuk meredakan emosinya. Yup, yang dia butuhkan hanyalah ‘me time’. Tak usah takut dia menghilang. Bagaimanapun, ia pasti mampu menyelesaikan masalah ketika dia tak lagi dalam kondisi marah.

Aries

Keras kepalanya Aries tak usah diragukan lagi. Bahkan mereka pun sering sekali jadi sosok yang tak mau kalah. Apalagi saat memiliki data pendukung yang bisa dipercaya, Aries bisa mengubah keputusannya.

Tapi saat Aries marah, mereka tak akan mampu berpikir jernih. Karenanya, kalau mereka meminta waktu untuk sendiri, maka biarkan dulu. Dengan sendiri, itu akan membuat suasana hatinya baik kembali. Ketika sudah tenang, Aries akan bisa lebih bijaksana membuat keputusan dan mencoba untuk melihat dari sudut pandang yang berbeda.

Gemini

Seperti lambangnya, Gemini sering dikatakan sebagai zodiak dengan dua kepribadian. Terkadang bisa sangat spontan dan ceria tapi di sisi lain bisa sangat serius dan gloomy. Ketika Gemini sedang marah, biarkan dia “me time” sesaat.

Semakin kamu paksa Gemini, dia akan semakin kabur dan menghindar. Jika waktunya sudah siap, dia akan kembali dan bisa berdiskusi dengan kepala dingin. Tidak butuh waktu lama, kok, untuk Gemini kembali ceria, sabar saja ya.

Pisces

Satu lagi, zodiak ini sering dicap sebagai drama queenTerutama saat sedang mengalami masalah. Padahal, supaya orang-orang Pisces tidak ‘kumat’ dramanya, cukup berikan saja waktu sebentar untuknya menyendiri supaya mereka bisa berpikir jernih.

Bagaimanapun, Pisces hanya butuh waktu utnuk mengeluarkan emosinya sendiri. Biasanya sih dia akan menghubungi sahabatnya atau orang terdekatnya yang biasa dijadikan “tempat sampah”. Setelah lega dia akan kembali dan menyelesaikan masalah dengan kepala lebih dingin.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

Aku yang Membalas Pesanmu Cepat, Sementara Kamu Membalas Pesanku Ketika Sempat

Setiap pagi puluhan pesan singkat kukirimkan, tapi hanya akan mendapat balas kala hari sudah malam. Hal ini jelas jadi sesuatu yang janggal, sebab dulu, kamu tak pernah demikian. Sesibuk apakah kamu disana? Sampai memberi kabar pun kian terasa susah.

Jangan bilang aku terlalu manja, menuntutmu melapor akan kegiatan apa saja. Sebab aku hanya ingin tahu, masihkah dia yang kupanggil sayang, ingat pada kekasihnya? Tak pernah mendapat jawaban yang jelas, kamu hanya membalas semua pesan dengan alasan “baru sempat sayang”.

Hidupmu Memang Tak Melulu Tentang Diriku, Tapi Salahkah Jika Aku Ingin Tahu Kamu Dimana?

Bukannya aku pacarmu?  Kataku tiap kali kamu protes seolah merasa terganggu, atas pesan yang aku kirimkan kepadamu. Dan akan selalu dibalas dengan bahasa yang serupa, dari yang sudah-sudah, “Aku terlalu sibuk, untuk sekedar membalas pesan”.

Begini, kesibukanmu untuk alasan bekerja mungkin tak bisa kuganggu gugat, dan jelas aku bisa paham. Tapi hal lain yang selalu menjadi pertanyaanku adalah, Tidakkah kamu juga punya waktu istirahat?

Lagipula, membalas pesan tak butuh waktu berjam-jam. Ini hanyalah perkara ingin atau memang sengaja mengabaikan. Kamu mungkin bisa merasa biasa, meski tak memberiku berita berhari-hari lamanya.

Tapi sayangnya, aku tak bisa! Dan itulah alasan mengapa aku kerap bertanya. Lalu salah jika aku ingin tahu kamu dimana?

Tak Berniat Membandingkanmu dengan Pacar Temanku, Tapi Kupikir Bertukar Kabar Seperti Mereka Memang Perlu

Bohong jika kubilang aku tak iri pada mereka yang ada disampingku. Melihat mereka saling bertukar informasi menu makan siang, hingga cerita-cerita lain yang selalu jadi bahan obrolan.

Sedang aku dan kamu, jangankan untuk tahu kamu makan siang apa hari ini. Bahkan kadang aku tak tahu, sudahkah kamu berada di kantor atau tidak hari ini.

Paham, jika kamu tak suka hal-hal yang demikian. Aku jelas tak akan memaksamu untuk berlaku serupa. Tak akan memintamu untuk bertanya bagaimana hariku ditempat kerja, tapi jika akan ada orang lain yang menanyakannya. Jelas itu akan membuatku jauh lebih bahagia.

Ini Bukan Sesuatu yang Salah, Justru Bisa Jadi Pengikat Untuk Hubungan yang Baik Kedepannya

Bukan hanya aku saja, kupikir semua orang akan setuju jika komunikasi yang baik jadi perekat hubungan dua orang insan. Tapi anehnya, hal itu tak pernah terjadi pada hubungan yang kini sedang kita jalankan.

Meski selalu terabaikan, rasanya aku tak pernah bosan untuk bertanya apakah kamu sudah sarapan. Walau akhirnya mungkin akan dibalas pada waktu makan siang atau justru sesaat sebelum makan malam.

Tak bisa menganggap dirimu selalu jadi pihak yang benar, kupikir kamu harus belajar untuk membuka pikiran. Memahami apa yang pasanganmu inginkan, dan paham bahwa berbalas pesan bukanlah sesuatu yang salah dalam setiap hubungan.

Kau Bilang Aku Berlebihan, Padahal Komunikasi Perlu Untuk Setiap Hubungan

Coba bayangkan, jika nanti kita hidup bersama disatu atap rumah yang sama. Bersuara untuk bilang saling cinta, tapi tak pernah ada komunikasi. Kamu mungkin akan sibuk dengan segudang pekerjaanmu, lelap pada jam-jam lembur yang harusnya bisa dinikmati dengan  malam makan di rumah. Lalu pelan-pelan lupa, bahwa manusia yang katanya kau cinta juga butuh kamu didekatnya.

Tak perlu merangkai kata banyak-banyak, sebab aku sudah akan cukup merasa senang meski kamu hanya membalasnya dengan satu kalimat pendek berisi larangan. “Aku lagi sibuk sayang, nanti kita lanjut ya” sungguh itu, jauh lebih baik daripada harus menunggu berjam-jam dengan tak ada kejelasan.

Jika Memang Kau Tak Bisa Memulai Obrolan, Cobalah Membalas Cepat Pesan yang Aku Kirimkan

Ya, beberapa orang mungkin menganggap berbalas pesan adalah sesuatu yang membuang waktu. Begitu juga denganmu. Mungkin isi kepalamu sudah dipenuhi hal-hal lain yang jauh lebih penting dibanding sekedar ingin tahu kabar kekasihmu.

Berbenah diri untuk bersikap sesuai yang aku mau, mungkin berat untukmu. Tapi akan jauh lebih baik, jika kamu akan memulainya dengan hal-hal kecil yang bisa mengobati rasa kecewaku karena selalu diabaikan olehmu.

Cobalah untuk membalas dengan cepat, beberapa pesan yang aku kirimkan padamu. Kupikir itu akan jauh lebih baik untukku juga dirimu.

Semua Hal Memang Perkara Prioritas, Maka Jika Pesanku Selalu Tak Berbalas, Itu Artinya Diriku Juga Bukanlah Prioritasmu

Sudahlah sayang, kau tak perlu lagi berkilah. Tak adanya itikad untuk membalas pesan, barangkali memang jadi salah satu jawaban yang bisa menjelaskan, bahwa aku tak begitu penting. Walau sebenarnya ini akan jadi sesuatu yang sulit, kupikir ini adalah kenyataan yang selama ini mungkin kamu rasakan.

Mengedepankan hal-hal lain untuk dilakukan, hingga mengabaikan banyak pesan yang sering aku kirimkan. Jangan lagi susah payah, merangkai kata untuk dijadikan alasan dari tuduhan yang aku sampaikan. Karena jika memang aku masuk jadi prioritasmu, tak akan ada pesan yang terabaikan.

Kamu Bisa Saja Terus Berkilah, Tapi Lama-lama Aku Juga Bisa Jengah

Setiap hari, ada saja alasan agar kamu tak jadi pihak yang disudutkan. Sibuk bekerja, lelah pulang kerja, ingin istirahat di rumah, hingga alasan lain yang kadang tak bisa aku percaya.

Ini bukan perkara besar memang, sebab hanya masalah tak membalas pesan dan abai untuk memberi kabar. Tapi pelan-pelan bisa jadi bumerang untuk hubungan.

Hari ini kamu mungkin masih merasa itu biasa, dan pacarmu ini bisa menerima. Karena meski sering kudesak untuk berubah, kamu jadi satu-satunya pihak yang paham apa yang sebenarnya sedang kau sembunyikan atas semua sikapmu yang mendadak berubah.

Ya, barangkali aku bukan satu-satunya orang yang ingin kau balas pesannya. Maka wajar jika pesanku, kerap dibalas lama.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

Lama Tak Muncul di Layar Kaca, Diah Permatasari Enggan Cari Sensasi

Nama Diah Permatasari semakin jarang terdengar di layar kaca. Terbaru, ibu dua anak ini diketahui fokus berkeluarga. Ini alasan kenapa keluarga Diah terlihat harmonis, bahkan hubungannya dengan sang suami pun jauh dari gosip miring.

“Alhamdulillah kami juga tidak pernah melakukan hal yang aneh-aneh, lurus-lurus aja ya dan kita gak pernah mau cari sensasi,” ujar Diah Permatasari seperti dikutip detik.com, Rabu (7/11).

Suami Diah yang memang bukan dari kalangan artis juga sedikit banyak membantunya bebas dari sorotan publik. Ia mengikuti saran sang suami untuk tak memikirkan hal lain selain karya.

“Suami saya juga bukan artis ya dan suami saya juga sangat, jadi memang selalu ngasih tahu ke saya suatu yang tidak ada jangan diada-adakan untuk menopang popularitas. Prestasi yah yang terpenting,” sambungnya lagi.

Lagipula, menurut Diah Permatasari, pemberitaan soal kehidupan pribadinya juga bukanlah perkara yang penting.

“Kita tidak pernah mau terlalu apa ya jadi memang nggak kelihatan kabarnya ya karena buat kami juga nggak penting ya yang kaya gitu. Jadi kita memang apa adanya seperti ini aja,” ujarnya.

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top