Love & Sex

Menangislah Saat Sedang Sedih, Lalu Sudahi!

Saat sedih, kemampuan untuk berpikir jernih pun jadi sesuatu yang sulit dicari, ujung-ujungnya menangis jadi pilihan yang sedikit mengobati. Barangkali benar, jika perempuan memang kerap berpikir dengan perasaan. Tersentuh dan merasa sedikit sedih, bisa-bisa banjir air mata selama sehari.

Tapi tak apa, toh menangis bukanlah sesuatu yang salah, bukan berarti juga kita lemah. Ini jadi salah satu cara yang bisa dengan mudah dilakoni. Menuangkan semua kegundahan, meski tak selalu jadi jalan keluar. Nanti jika sudah merasa tenang, barulah kita kembali mencari cara untuk menyelesaikan semua cobaan.

Sulit untuk Dijelaskan, Kesedihan yang Kita Rasakan Kadang Datang Tanpa Alasan

Berapa kali kamu merasa aneh pada diri sendiri? Mendadak merasa sepi dan sunyi, meski sebenarnya kamu sedang ada ditengah-tengah orang banyak. Yap, kamu mungkin sedang lelah dengan semuanya. Bahkan kesedihan tak jelas datang dari mana, jadi beban yang berat. Tak ada yang salah, pun semua orang pernah berada disana. Ikuti saja alurnya, dengan catatan kita tak boleh menyerah.

Walau tak banyak yang bisa dilakukan, kamu harus tetap terus bertahan. Belajar untuk melepas semua beban dan ekspektasi yang berlebihan, fokuslah mencari cara untuk bisa menemukan jalan keluar.

Merasa Diri Tak Mampu Melakukan Apa-apa Lagi, Padahal Kita Hanya Butuh Menenangkan Diri

Satu hal yang perlu dipahami, tak ada kesusahan yang tak bisa diatasi. Hari ini kita mungkin masih saja terjerat dalam susah yang terasa berat, tapi bukan berarti tak ada hari esok. Karena bisa jadi, sesuatu yang lebih baik sedang menunggumu. Bersabarlah sedikit, semua hari berat ini mungkin akan berakhir sebentar lagi.

Jika memang sudah tak merasa kuat lagi, cobalah ambil waktu sejenak untuk bisa merileksasi diri. Mencari apa yang mungkin dicari, hingga menemukan jawaban atas persoalan yang selama ini membebani. Sebab tak hanya kesenangan, kesedihan yang teramat sulit pun patut dirayakan.

Tak Ada yang Perlu Ditutup-tutupi, Mengakui Kesedihan Bukanlah Sebuah Aib yang Harus Disembunyikan

Menangis boleh jadi puncak dari sedih yang selama ini merasuki hati dan jiwamu. Menganggu semua fokus pikiranmu hingga pada sumber sedih lain yang kerap jadi alasan untuk menangis. Maka jika menangis adalah satu-satunya cara untuk melepaskan semua sedih, cobalah tuangkan semuanya agar bisa lebih lega.

Ingat dan pikirkan lagi, kesedihan-kesedihan apa saja yang memang jadi sumber kegundahan. Berjanjilah pada diri, jika kamu tak akan lagi menangis karenanya setelah ini. Berlaku jujur pada diri sendiri, adalah sesuatu yang penting. Dengan begitu, kita bisa lebih mudah untuk memahami apa saja yang memang harus ditanggalkan demi kebahagian yang kita ingini.

Barangkali Segera Bangkit Masih Tak Bisa Dilakoni, Tapi Berjuang Kembali Adalah Sesuatu yang Wajib Dilakukan Lagi

Hari ini kita mungkin merasa tak lagi bisa bangkit untuk mencari solusi. Berdiam diri menikmati sedih, hingga bertahan beberapa waktu untuk mencari apa yang bisa membantu diri lepas dari semua ini. Tak apa, coba ikuti saja. Nikmati semua sedih dan bahagia yang datang dari apa saja.

Jika sudah merasa kuat lagi, mari kumpulkan tenaga untuk menemukan kekuatan baru. Mencari cara yang akan jadi jalan keluar dari setiap persoalan yang kita hadapi. Memilah-milah mana yang akan dilakoni hingga yang patut dihindari. Berhenti sebentar tak berarti kita tak mampu lagi. Karena amunisi yang kuat kadang butuh dipersiapkan untuk tenaga yang lebih matang.

Dan untuk Semua Masalah dan Sumber Kesedihan yang Kamu Alami, Tetaplah Percaya Pada Dirimu Sendiri

Ini akan jadi salah satu yang terdengar aneh, sebab orang lain hanya akan merayakan kesenangan dan kebahagian. Kali ini, mari lakukan hal yang sama dengan sedih yang sedang kita alami. Tumbuhkan semangat pada diri, jika setelah fase sedih ini, ada bahagia yang pasti sudah menunggu untuk dirayakan lagi.

Susah dan senang itu perkara biasa, sebab setiap orang pasti pernah mengalaminya. Untuk itu kamu hanya butuh percaya. Percaya bahwa setelah susah yang kita rasa, akan ada bahagia yang juga akan dirayakan bersama.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

Label ‘Couple Goals’ Akan Didapat Lewat Kualitas Relasi yang Begini Adanya

Setiap pasangan sepertinya kian disibukkan dengan ‘image’ mereka di dunia maya. Segala hal yang berhubungan dengan kekasih seolah harus terlihat indah dan wah di mata orang lain. Sementara, kualitas hubungan belum tentu berubah.

Alih-alih mau disebut couple goals, tak banyak pasangan yang hanya mengutamakan ‘pencitraan’ dibandingkan membagikan bahagia dan kisah jatuh bangun yang sesungguhnya. Saat relasi bisa menjadi inspirasi bagi sesama, tentu menyenangkan rasanya.

Hanya saja, sebelum beranjak lebih jauh dan hanya berfokus pada pencitraan, bukankah lebih baik kamu dan pasangan bekerjasama meningkatkan kualitas hubungan kalian?

Memberi Pasangan Ruang, Termaksud Membiarkannya Mewujudkan Impian

Bak Tasya Kamila dan Randy Bachtiar saat pacaran, pasangan LDR adalah inspirasi bagi kebanyakan orang. Mereka ini pejuang sesungguhnya dalam menjalin hubungan, tidak ada dalam kamusnya untuk berniat mengkhianati pasangan.

Bahkan, demi mendapatkan masa depan yang cerah, kedua pasangan saling memberikan kesempatan untuk meraih impian. Perjuangannya memang sangat terasa, demi membuktikan rasa cinta keduanya, bahkan banyak yang harus dikorbankan.

Kunci keberhasilan pasangan LDR yang penting yakin dan saling percaya kalau apa yang diperjuangkan masing-masing juga akan berimbas ke pasangan. Sudahkah kamu dan pasanganmu memikirkan tentang hal ini?

Bersama-sama Mau Merintis Usaha dari Nol demi Pemasukan Bersama

Couple goals yang lain adalah pasangan yang mau mandiri dan tidak lagi bergantung pada orangtua. Contohnya, dengan merintis usaha bersama. Sekalipun memang, demi mencapai hal tersebut tidaklah mudah.

Hanya saja, dengan berbagai kebutuhan yang kamu perlukan, sepertinya memang perlu mengembangkan usaha bersama atau berinvestasi sebagai tambahan pemasukan.

Kerja keras kamu dan pasangan ini juga jadi alasan kuat kenapa banyak orang ‘iri’ dengan kemandirian kalian.

Alih-alih Mengumbar Kemesraan, Kamu Justru Cukup Dewasa dalam Menunjukkan Apa Saja yang Perlu Jadi Konsumsi Publik  

Pasangan ideal adalah mereka yang tahu apa saja yang boleh diumbar ke publik dan mana yang cukup untuk konsumsi pribadi. Kalian tahu bahwa yang mengalami jatuh bangun berdua itu bersifat pribadi, tak ada hubungannya dengan orang lain.

Karenanya, bagi kalian tak perlu mengumbar kemesraan dan cukup sewajarnya saja ketika bermain sosial media. Apalagi ketika ada persoalan dalam hubungan, menghargai pasangan adalah hal wajib yang harus dilakukan. Tak perlu mengumbar kejelekan pasangan di Instagram atau media sosial lainnya.

Kalian Terbuka Terhadap Teman dan Keluarga Soal Relasi Kalian

Couple goals bukan hanya ditujukan pada pasangan yang rutin menebarkan senyum lewat foto-foto yang mereka unggah di media sosial. Alih-alih punya hidup bahagia, tak sedikit lho jalinan kasin yang harus berakhir di tengah jalan hanya karena masalah kurangnya keterbukaan terhadap pasangan.

Padahal, kunci hubungan yang baik justru saat pasangan berusaha mengenal orang-orang terdekat pasangan, apalagi keluarga yang memang jadi pemberi restu pertama dalam hubungan.

Kalian Bisa Menyelesaikan Masalah dengan Kepala Dingin

Untuk mendapatkan kualitas couple goals, coba tanyakan lagi pada dirimu dan pasangan, sudahkah kalian mampu mengendalikan diri dalam situasi sulit? Pengendalian diri itu penting.

Kebiasaan yang tidak mengumbar masalah pada orang lain dan berusaha tenang saat bertengkar sudah melekat pada diri masing-masing. Lebih dari itu, ketika ada salah satu pasangan yang tengah diuji, bukannya meninggalkan kalian justru saling menguatkan.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

Laranya LDR Belum Sebanding Dengan Rangkaian Kisah Asmara Ini

Saat ini hubungan jarak jauh atau yang sering kita sebut LDR, masih sering disebut-sebut sebagai hubungan asmara yang paling sering membuat galau. Bagaimana tidak, meskipun menjalin hubungan tetapi jarang bertemu sama sekali.

Pada kenyataannya, ternyata ada beberapa hubungan asmara yang lebih sering membuat banyak orang dibuat galau daripada hubungan jarak jauh. Contohnya seperti 5 hubungan di bawah ini nih.

Hubungan yang Dijalani Tapi Tak Saling Percaya

Dalam melakoni sebuah hubungan, kepercayaan adalah fondasi yang sangat penting. Bagaimanapun, hubungan tak akan bertahan lama dan tidak akan pernah awet jika rasa percaya kepada pasangan tidak pernah terjalin.

Jika kamu dan pasangan tidak mempunyai rasa saling percaya, maka siap-siap saja setiap hari hubungan kalian pasti akan mengalami beberapa masalah dan mungkin berakhir pada kandasnya hubungan asmara kalian di tengah jalan.

Masih Sahabatan, Tapi Mesranya Sudah Seperti Pasangan yang Berpacaran

Kendati cuma sebatas sahabat, tapi hubungan seperti ini terasa lebih sakit daripada hubungan apapun sekalipun hubungan jarak jauh lho kawan. Ini karena salah satu diantara mereka atau bahkan keduanya pasti memendam sebuah perasaan yang lebih dari sahabat.

Karenanya, untukmu yang mengalami hal seperti ini, pasti sangat sering sekali dibuat galau atau bahkan sakit hati. Misalnya seperti disaat sahabat kamu sedang dekat dengan orang lain, kamu tidak bisa marah atau melarangnya. Ingat, kamu hanya sebatas sahabatnya dan tidak lebih dari itu.

Sering Bertemu Tapi Tak Pernah Saling Sapa

Punya ruang lingkup yang sama, tapi tak saling sapa. Kamu tahu namanya, dia tahu namamu, tapi dia tak tahu perasaanmu terhadapnya. Pernah begini? Biasanya hal ini terjadi karena kurang percaya diri untuk memulai pembicaraan atau menyapa sekali pun.

Makanya jika mencintai seseorang, lebih baik kamu melakukan pendekatan. Daripada kamu merasa sakit dan kamu juga akan merasakan penyesalan suatu saat nanti.

Sulit Meluangkan Waktu untuk Jalan Bareng Padahal Ada Relasi Serius yang Sudah Terjalin

Kondisi ini berbeda dari dua kondisi di atas dimana kamu sudah menjalin hubungan asmara, tapi kamu dan dia jarang sekali bertemu atau jalan bareng. Ada saja halangan bahkan alasan untuk sekadar bertemu.

Biasanya hal yang selalu menjadi alasan mereka adalah kesibukan masing-masing yang sulit untuk ditinggalkan. Padahal bertemu atau sekedar jalan bareng itu sangat penting. Dengan adanya waktu quality time, chemistry pun akan terbangun. Untuk itu, cobalah untuk meluangkan waktu, ditengah kesibukan yang ada.

Saling Mengutamakan Ego dan Tak Peduli Perasaan Pasangan

Setiap orang pasti mempunyai ego, pendapat hingga cara berpikir yang berbeda-beda. Namun apa jadinya jika dalam sebuah hubungan, kamu masih mementingkan ego sendiri tanpa mementingkan pasangan. Itu pasti akan membuat kalian tidak nyaman dalam menjalin hubungan seperti itu.

Cobalah untuk mengubahnya, atau kurangi sedikit egomu. Jangan lupa, terus perhatikan perasan pasangan. Seperti jangan merasa paling benar dan jangan merasa paling penting dalam hubungan kalian.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan & Me Time

Jalan Kaki Tapi Kalau Cuma Sebentar Tak Akan Bikin Badanmu Cepat Ramping

Aktivitas berjalan kaki dinilai sebagai salah satu bentuk olahraga yang baik. Ini karena kemudahannya, ya, kamu bisa melakukan jalan kaki dimana saja kan? Juga karena aktivitas ini ramah untuk sendi-sendimu.

Kendati begitu, kalau fokusmu berjalan kaki sebanyak-banyaknya karena ingin mengalami perubahan pada berat badanmu, maka ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan.

Mengutip PopSugar, ada beberapa penyesuaian yang perlu kamu lakukan lho, supaya cara jalan dan cara gerakmu berubah jadi gerakan yang membakar lemak. Untuk itu, kalau kamu menilai sudah sering berjalan kaki namun berat badanmu tak kunjung turun, mungkin kamu melewatkan hal-hal ini.

Kamu Tak Berjalan Cukup Cepat

The American Heart Association (AHA) merekomendasikan minimal 30 menit aktivitas aerobik intensitas sedang selama minimum lima hari dalam sepekan.

“Agar olahraga dianggap intensitas sedang, pernapasan harus berat sampai kamu sedikit kesulitan bercakap-cakap saat melakukannya,” ujar personal trainer Chris Kelly.

Caramu melacak intensitas tersebut adalah dengan Rate of Perceived Exertion (RPE). Biasanya, pada skala 1 hingga 10, kamu harus merasa berada dalam kisaran 4-6. Nah, saat berjalan pastikan untuk mengatur kecepatan di atas jalan biasa, sehingga dapat dikategorikan sebagai intensitas sedang.

Atau Kamu Ternyata Tak Berjalan Cukup Jauh  dan Hanya Sebentar

Seperti yang dikatakan AHA, waktu minimal yang kamu perlukan untuk berolahraga termasuk jalan kaki adalah setengah jam alias tiga puluh menit. Jika tidak memiliki waktu setengah jam untuk berolahraga secara langsung, cobalah membagi waktu itu.

Kamu masih dapat merasakan manfaat kesehatan dengan membagi waktu latihan sepanjang hari (sebelum bekerja, istirahat makan siang dan lain-lain). Pastikan jika 30 menit tersebut adalah waktu minimum, dan kamu dapat melampaui waktu tersebut setiap harinya.

Kamu Hanya Berjalan dalam Kecepatan yang Sama

Ya, berjalan dengan kecepatan yang sama sejatinya bisa membuat tubuh merasa jadi sangat terbiasa dan tak lagi berdampak pada keinginanmu yaitu menurunnya berat badan.

Demi mengatasinya, kamu bisa melakukan jalan cepat atau lakukan jenis jalan yang lainnya. Sesekali jalan-jalan pendek, jalan cepat, dan hari berikutnya, coba yang lebih lama, lebih lambat. Intinya selalu berikan kejutan untuk tubuh.

Rute Jalanmu Hanya Itu-itu Saja?

Selain berjalan dengan kecepatan yang sama, rute yang serupa pun tak sama baiknya. Tubuh akan terbiasa dan tidak mendapat kesempatan untuk ditantang.

Untuk mengatasi ini, cobalah beralih rute. Kamu bisa mencoba rute berbukit, kemudian trek rata setelah itu. Langkah ini juga bermanfaat agar olahraga tidak membosankan.

Kamu Salah Menilai Kalori yang Dibakar

Karena berjalan bukanlah olahraga intensitas tinggi, kamu tidak membakar kalori sebanyak yang dilakukan dengan latihan lain, seperti berlari. Setiap individu memiliki perbedaan soal kalori yang dibutuhkan untuk menurunkan berat badan, jadi berhati-hatilah untuk tidak makan berlebihan hanya karena kamu berolahraga.

Saat kamu olahraga dengan berjalan dalam waktu lama, kita cenderung berpikir sudah membakar lebih banyak kalori dari kenyataannya. Padahal belum tentu. Kelly mengatakan, kalori yang terbakar memang menurunkan berat badan, namun harus dihitung dengan benar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top