Love & Sex

Lelaki Sejatinya Punya Hati yang Sensitif, Karenanya Hati-hatilah dengan Perkataanmu

Lelaki dinilai suka kurang peka. Tapi jangan salah, mereka sejatinya pun diciptakan dengan hati yang sensitif juga. Tanyakanlah pada pasanganmu, pasti ia tak akan menyangkalnya.

Sewaktu-waktu lelaki pun bisa terluka karena ucapan seseorang. namun jangan salah karena mereka bisa memiliki hati yang sensitif juga. Bahkan kamu harus selektif untuk memilih kalimat yang bakal dilontarkan.

Salah berbicara bisa saja membuat hatinya tersinggung dan terluka. Tapi secara tak sengaja, pasti kamu pasti pernah mengucapkan beberapa hal ini.

 “Ya ampun, kamu ngelakuin hal kecil semacam itu aja nggak bisa?”

Kalimat semacam ini berarti kamu memang sedang meremehkannya. Tentunya lelaki pun akan merasa harga dirinya terinjak. Selain itu, kalimat semacam ini jadi terdengar sangat agresif lho dan menyudutkan kelemahan pasanganmu. Jadi, kalau kamu memang tak ingin pasanganmu tersinggung dan marah, tak usah mengatakan kalimat semacam ini ya.

“Kan aku udah bilang berulang kali, kamu tetap lakuin, ngeyel sih kamu kalau aku kasih tau,”

Jangan sampai kamu jadi pasangan yang egois ya girl. Biasanya, perempuan rentan sekali menyudutkan pasangannya. Terutama kalau pasangannya melakukan kesalahan padahal sudah diwanti-wanti sejak lama.

Tapi hati-hati, mengatakan kalimat ini juga sama saja dengan menyalahkan pasanganmu. Begini, mungkin saja dia memang salah, tapi kamu tak perlu mengatakan kalimat semacam ini kan?

Kalau dia tak terima, justru bisa memperburuk keadaan. Bahkan dia juga bisa merasa kalau kamu hanya sedang mencari-cari kesalahannya.

“Pacarnya temanku bisa melakukan hal itu lho, hebat ya dia. Kamu bisa juga nggak?”

Berhentilah membandingkan pasanganmu dengan lelaki lainnya. Kalau kamu melakukannya, ini adalah hal yang cukup fatal loh. Kamu bisa membuat hatinya terluka karena mengira dia gagal dan merasa tak cukup baik untukmu.

Bahkan, dia bisa saja merasa kalau kamu tak sungguh-sungguh menyayanginya. Untuk itu, jangan terbiasa membandingkan pasanganmu dengan pasangan temanmu ya. Bersyukurlah dengan segala kekurangan dan kelebihannya.

“Kamu ngapain sih ngelakuin ini? Kayak nggak ada kerjaan lain aja,”

Hindarilah kalimat semacam ini kalau kamu tak ingin membuatnya murka. Begini, kalimat ini sama saja kalau kamu tak menghargai yang sedang dikerjakannya.

Mungkin hal yang dilakukannya terlihat tak penting bagimu, tapi bisa saja penting buatnya kan? Jadi berusahalah untuk berempati ya, kawan. Bagaimanapun, kamu menyayanginya kan?

“Hobimu mahal ya. Buang-buang duit aja,”

Hobi adalah salah satu cara refreshing dan baik untuk memperbaiki mood seseorang. Nah, kalau pasanganmu punya hobi, hal itu wajar. Tapi kalau kamu mengeluh soal hobinya, tak menutup kemungkinan dia akan tersinggung. Bahkan bisa memicu pertengkaran hebat.

Kamu tentu tak mau kan kalau seandainya kamu punya hobi, dan hobimu dikomentari oleh pasanganmu? Rasanya pasti menyebalkan. Karenanya, jangan lakukan hal semacam itu terhadap pasanganmu.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

Laranya LDR Belum Sebanding Dengan Rangkaian Kisah Asmara Ini

Saat ini hubungan jarak jauh atau yang sering kita sebut LDR, masih sering disebut-sebut sebagai hubungan asmara yang paling sering membuat galau. Bagaimana tidak, meskipun menjalin hubungan tetapi jarang bertemu sama sekali.

Pada kenyataannya, ternyata ada beberapa hubungan asmara yang lebih sering membuat banyak orang dibuat galau daripada hubungan jarak jauh. Contohnya seperti 5 hubungan di bawah ini nih.

Hubungan yang Dijalani Tapi Tak Saling Percaya

Dalam melakoni sebuah hubungan, kepercayaan adalah fondasi yang sangat penting. Bagaimanapun, hubungan tak akan bertahan lama dan tidak akan pernah awet jika rasa percaya kepada pasangan tidak pernah terjalin.

Jika kamu dan pasangan tidak mempunyai rasa saling percaya, maka siap-siap saja setiap hari hubungan kalian pasti akan mengalami beberapa masalah dan mungkin berakhir pada kandasnya hubungan asmara kalian di tengah jalan.

Masih Sahabatan, Tapi Mesranya Sudah Seperti Pasangan yang Berpacaran

Kendati cuma sebatas sahabat, tapi hubungan seperti ini terasa lebih sakit daripada hubungan apapun sekalipun hubungan jarak jauh lho kawan. Ini karena salah satu diantara mereka atau bahkan keduanya pasti memendam sebuah perasaan yang lebih dari sahabat.

Karenanya, untukmu yang mengalami hal seperti ini, pasti sangat sering sekali dibuat galau atau bahkan sakit hati. Misalnya seperti disaat sahabat kamu sedang dekat dengan orang lain, kamu tidak bisa marah atau melarangnya. Ingat, kamu hanya sebatas sahabatnya dan tidak lebih dari itu.

Sering Bertemu Tapi Tak Pernah Saling Sapa

Punya ruang lingkup yang sama, tapi tak saling sapa. Kamu tahu namanya, dia tahu namamu, tapi dia tak tahu perasaanmu terhadapnya. Pernah begini? Biasanya hal ini terjadi karena kurang percaya diri untuk memulai pembicaraan atau menyapa sekali pun.

Makanya jika mencintai seseorang, lebih baik kamu melakukan pendekatan. Daripada kamu merasa sakit dan kamu juga akan merasakan penyesalan suatu saat nanti.

Sulit Meluangkan Waktu untuk Jalan Bareng Padahal Ada Relasi Serius yang Sudah Terjalin

Kondisi ini berbeda dari dua kondisi di atas dimana kamu sudah menjalin hubungan asmara, tapi kamu dan dia jarang sekali bertemu atau jalan bareng. Ada saja halangan bahkan alasan untuk sekadar bertemu.

Biasanya hal yang selalu menjadi alasan mereka adalah kesibukan masing-masing yang sulit untuk ditinggalkan. Padahal bertemu atau sekedar jalan bareng itu sangat penting. Dengan adanya waktu quality time, chemistry pun akan terbangun. Untuk itu, cobalah untuk meluangkan waktu, ditengah kesibukan yang ada.

Saling Mengutamakan Ego dan Tak Peduli Perasaan Pasangan

Setiap orang pasti mempunyai ego, pendapat hingga cara berpikir yang berbeda-beda. Namun apa jadinya jika dalam sebuah hubungan, kamu masih mementingkan ego sendiri tanpa mementingkan pasangan. Itu pasti akan membuat kalian tidak nyaman dalam menjalin hubungan seperti itu.

Cobalah untuk mengubahnya, atau kurangi sedikit egomu. Jangan lupa, terus perhatikan perasan pasangan. Seperti jangan merasa paling benar dan jangan merasa paling penting dalam hubungan kalian.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan & Me Time

Jalan Kaki Tapi Kalau Cuma Sebentar Tak Akan Bikin Badanmu Cepat Ramping

Aktivitas berjalan kaki dinilai sebagai salah satu bentuk olahraga yang baik. Ini karena kemudahannya, ya, kamu bisa melakukan jalan kaki dimana saja kan? Juga karena aktivitas ini ramah untuk sendi-sendimu.

Kendati begitu, kalau fokusmu berjalan kaki sebanyak-banyaknya karena ingin mengalami perubahan pada berat badanmu, maka ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan.

Mengutip PopSugar, ada beberapa penyesuaian yang perlu kamu lakukan lho, supaya cara jalan dan cara gerakmu berubah jadi gerakan yang membakar lemak. Untuk itu, kalau kamu menilai sudah sering berjalan kaki namun berat badanmu tak kunjung turun, mungkin kamu melewatkan hal-hal ini.

Kamu Tak Berjalan Cukup Cepat

The American Heart Association (AHA) merekomendasikan minimal 30 menit aktivitas aerobik intensitas sedang selama minimum lima hari dalam sepekan.

“Agar olahraga dianggap intensitas sedang, pernapasan harus berat sampai kamu sedikit kesulitan bercakap-cakap saat melakukannya,” ujar personal trainer Chris Kelly.

Caramu melacak intensitas tersebut adalah dengan Rate of Perceived Exertion (RPE). Biasanya, pada skala 1 hingga 10, kamu harus merasa berada dalam kisaran 4-6. Nah, saat berjalan pastikan untuk mengatur kecepatan di atas jalan biasa, sehingga dapat dikategorikan sebagai intensitas sedang.

Atau Kamu Ternyata Tak Berjalan Cukup Jauh  dan Hanya Sebentar

Seperti yang dikatakan AHA, waktu minimal yang kamu perlukan untuk berolahraga termasuk jalan kaki adalah setengah jam alias tiga puluh menit. Jika tidak memiliki waktu setengah jam untuk berolahraga secara langsung, cobalah membagi waktu itu.

Kamu masih dapat merasakan manfaat kesehatan dengan membagi waktu latihan sepanjang hari (sebelum bekerja, istirahat makan siang dan lain-lain). Pastikan jika 30 menit tersebut adalah waktu minimum, dan kamu dapat melampaui waktu tersebut setiap harinya.

Kamu Hanya Berjalan dalam Kecepatan yang Sama

Ya, berjalan dengan kecepatan yang sama sejatinya bisa membuat tubuh merasa jadi sangat terbiasa dan tak lagi berdampak pada keinginanmu yaitu menurunnya berat badan.

Demi mengatasinya, kamu bisa melakukan jalan cepat atau lakukan jenis jalan yang lainnya. Sesekali jalan-jalan pendek, jalan cepat, dan hari berikutnya, coba yang lebih lama, lebih lambat. Intinya selalu berikan kejutan untuk tubuh.

Rute Jalanmu Hanya Itu-itu Saja?

Selain berjalan dengan kecepatan yang sama, rute yang serupa pun tak sama baiknya. Tubuh akan terbiasa dan tidak mendapat kesempatan untuk ditantang.

Untuk mengatasi ini, cobalah beralih rute. Kamu bisa mencoba rute berbukit, kemudian trek rata setelah itu. Langkah ini juga bermanfaat agar olahraga tidak membosankan.

Kamu Salah Menilai Kalori yang Dibakar

Karena berjalan bukanlah olahraga intensitas tinggi, kamu tidak membakar kalori sebanyak yang dilakukan dengan latihan lain, seperti berlari. Setiap individu memiliki perbedaan soal kalori yang dibutuhkan untuk menurunkan berat badan, jadi berhati-hatilah untuk tidak makan berlebihan hanya karena kamu berolahraga.

Saat kamu olahraga dengan berjalan dalam waktu lama, kita cenderung berpikir sudah membakar lebih banyak kalori dari kenyataannya. Padahal belum tentu. Kelly mengatakan, kalori yang terbakar memang menurunkan berat badan, namun harus dihitung dengan benar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan & Me Time

Rambut Bercabang Ada Sebabnya, Hindari Keramas Setiap Hari Ya

Terutama untuk perempuan, rambut adalah bagian yang perlu dijaga keindahannya. Hanya saja, karena letaknya di bagian paling atas, rambut harus menghadapi beragam ‘cobaan’ yang berusaha menghilangkan pancaran keindahannya.

Paparan seperti sinar matahari dan polusi akan mengancam kesehatan rambut. Bahkan berisiko membuat rambut bercabang. Hanya saja, sering kali orang tak menyadari bahwa ada kebiasaan sehari-hari yang membuat rambut bercabang. Ragam kebiasaan itu perlu disadari demi menjaga rambut tetap sehat dan tak bercabang.

Terlalu Sering Keramas Sejatinya Tak Baik untuk Rambutmu

Orang dengan kulit berminyak cenderung memproduksi sebum yang berlebihan. Nah, sebum sendiri merupakan kelenjar mikroskopik tepat di bawah kulit kepala yang memproduksi minyak. Akibatnya, keramas kerap jadi jalan tengah untuk membuat rambut selalu terasa bersih dan bebas minyak.

Namun, perlu diingat, kamu tak sebaiknya mencuci rambut lebih dari sekali dalam satu hari. Mengutip Healthline, kebiasaan itu dengan mudah membuat rambut bercabang.

Alih-alih keramas setiap hari, kamu dianjurkan untuk keramas dua hingga tiga kali dalam sepekan. Pastikan aplikasikan kondisioner pada bagian tengah hingga ujung untuk menjaga kelembutan dan kelembapan rambut.

Diet Tak Seimbang pun Membawa Dampak Negatif untuk Tubuhmu

Untukmu yang sedang melakoni diet, hati-hati, diet ternyata berpengaruh pada kondisi rambut. Diet minim nutrisi bisa menyebabkan rambut kering dan kehilangan kilau alaminya.

Kekurangan pelembap hanya akan membuat rambut mudah bercabang. Cara untuk mengatasinya adalah dengan menambah asupan kaya nutrisi seperti sayuran hijau, kacang-kacangan, telur, makanan rendah lemak, dan wortel.

Penggunaan Pengering Rambut yang Terlalu Sering

Demi rambut cepat kering, banyak orang menggunakan hair dryer dengan tingkat panas yang tinggi. Padahal kebiasaan ini justru akan merusak bagian kutikula rambut lantaran temperatur tinggi yang kamu atur.

Akibatnya, rambut kering dan mudah bercabang. Untuk itu, agar rambut tak rusak ujunga, siasati dengan tak menggunakanhair dryer setidaknya sekali dalam sepekan

Mengikat Rambut dengan Karet pun Akan Membuat Rambut Cepat Bercabang

Urusan pengikat rambut pun bisa jadi sumber masalah kalau kamu salah pilih. Mengutip All Things Hair, penggunaan ikat berbahan karet akan melukai rambut. Saat dilepas, rambut akan tersangkut hingga rontok.

Jika sudah begitu, rambut akan rusak dan berakhir dengan cabang.  Untuk itu, lebih baik antisipasi dengan memilih ikat rambut dengan bahan yang lembut atau gunakan jepit saja demi menghindari masalah rambut bercabang.

Gonta Ganti Model Rambut Pun Tak Dianjurkan, Serta Sebaiknya Lebih Seringlah Menggunting Ujung Rambut

Keinginan untuk tampil sempurna kadang tak lepas dari pilihan gaya rambut. Ada kalanya kamu ingin rambut yang lebih keriting, lurus, atau bahkan mewarnainya.

Hati-hati, kebiasaan mempercantik tampilan itu mudah membuat rambut rusak karena dalam prosesnya justru melibatkan bahan kimia dan bisa mengakibatkan hilangnya kelembapan alami rambut.

Tak heran jika rambut terlihat kering dan bercabang. Salah satu antisipasi yang bisa kamu lakukan selain merawat rambut dengan produk yang tepat adalah melakukan trimming atau menggunting ujung rambut.

Kebiasaan ini bermanfaat untuk membuang bagian rambut yang rusak. Ujung rambut bersifat mudah rusak dibandingkan bagian tengah atau pangkal.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top