Love & Sex

Lajang atau Memiliki Suami Menurutmu Lebih Sehat Mana? Ini Ulasannya!

pexels-photo-629586

Hidup adalah pilihan. Setiap pilihan yang diputuskan tentu membawa konsekuensinya masing-masing. Begitu pula saat kamu memilih untuk sendiri atau bersama laki-laki pilihanmu. Seperti koin yang selalu memiliki dua sisi yang berbeda, ada konsekuensi yang tetap harus kamu terima dari setiap keputusan.

Keputusan untuk tetap lajang maupun memiliki pasangan akan berpengaruh pada kesehatanmu. Memutuskan menikah bisa berdampak positif pada kesehatanmu, namun memilih untuk tetap sendiri juga tak selalu buruk. Berikut beberapa hal yang bisa dibandingkan antara orang yang masih sendiri dan mereka yang telah memiliki pasangan.

Menikah Membuat Resikomu Untuk Terkena Kanker Payudara Kian rendah. Namun Aktivitas Seksual Juga Bisa Meningkatkan Resiko Leher Rahim

Resiko beberapa jenis kanker yang lazim terjadi  pada perempuan biasanya memiliki hubungan dengan status pernikahan. Hal ini dapat ditemui pada kanker payudara. Resiko kanker payudara pada perempuan akan meningkat jika masih tetap lajang pada usia 35 tahun. Hal ini dipicu oleh faktor hormonal karena tak kunjung hamil dan menyusui.

Kabar kurang menyenangkannya adalah aktivitas seksual pada perempuan juga bisa meningkatkan resiko leher rahim. Hal ini dapat diminimalisir dengan tidak menikah di usia yang terlalu muda. Menikah diusia muda tidak terlalu disarankan karena berpotensi meningkatkan kerentanan terhadap infeksi HPV (Human Papilloma Virus)  yang merupakan penyebab kanker leher rahim.

Menikah Memang Mengurangi Resiko Laki-laki Terkena Kanker Prostat. Namun Bukan Berarti Jika Tidak Menikah Maka Resiko Laki-laki Untuk Terkena Kanker Prostat Jadi Lebih Besar Ya!

pexels-photo-175701

Menikah memungkinkan seorang laki-laki untuk memenuhi kebutuhan seksnya secara teratur. Hal ini bisa mengurangi resiko terkena kanker prostat. Namun penelitian yang dilakukan 3 tahun silam menunjukkan bahwa juga tidak ada peningkatan resiko kanker prostat pada biarawan di Napel dan Italia yang tidak menikah. Itu artinya menikah belum tentu lebih sehat dari melajang. Hubungan seks memang membawa banyak manfaat, namun bukan berarti bisa mendatangkan bahaya jika tidak dilakukan.

Memutuskan Menikah Itu Artinya Kamu Jadi Memiliki Tempat Berbagi Suka Duka. Resiko Stres Pun Jadi Semakin Kecil!

rsz_priscilla-du-preez-318422_1

Tetap menjalani hidup sendiri itu berart kamu lebih beresiko untuk stress. Berbeda jika kamu memiliki pasangan. Kamu bisa berbagi masalah. Itu artinya kamu tak harus berjibaku mengadapi kerasnya dunia sendiri. Ada dia yang akan selalu menjadi tempatmu bersandar dan mengulurkan bantuan.

Jangan menyepelekan stres. Stres bisa memicu radang atau  inflamasi di berbagai bagian tubuh. Kalau sudah begini kamu berpotensi mengalami gangguan jantung dan pembuluh darah hingga pertumbuhan sel-sel kanker.

Kabar Baiknya Menikah Bisa Mengurangi Resiko Kegemukan Dan Sindrom Metabolik

laki perempuan

Menikah akan membuat kamu terhindar dari sindrom metabolik yang bisa mengakibatkan kegemukan. Kamu yang tetap melajang memiliki resiko yang lebih tinggi terkena sindrom ini. Bahkan pasangan suami istri yang tidak hidup bahagia dan sering cek cok pun tetap mendapatkan kebaikan ini dibandingkan mereka yang tetap melajang atau memilih menjanda.

Memiliki Suami Akan Membuat Pola Hidupmu Jadi Lebih Sehat

woman-kitchen-man-everyday-life-298926

Menikah akan membuat resiko terkena penyakit kronis yang bisa mengakitkan kematian dini jadi berkurang. Bisa saling mengingatkan dan saling menjaga kesehatan pasangan adalah kuncinya. Paling tidak ada orang yang akan selalu menjaga dan mengingatkanmu sehingga pola hidup pun bisa jadi lebih sehat.

Lagi pula memiliki seseorang yang kamu cintai akan membuat dirimu ingin memberikan yang terbaik padanya bukan? Kamu pun tak sampai hati bila harus merepotkannya karena kamu sakit. Apa lagi bila kamu sampai menderita penyakit kromis. Maka tak heran, bila heran demi dia kamu berusaha menjaga kesehatanmu.

Meski begitu, pada akhirnya keputusan untuk melajang atau memiliki pasangannya tetap berada ditanganmu sepenuhnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan & Me Time

Rutin Olahraga Membuat Proses Persalinan Jadi Lancar

pexels-photo-396133

Kehamilan jelas membuatmu malas bergerak! Bobot tubuhnya yang tadinya berasal dari diri sendiri, kini bertambah dengan adanya jabang bayi yang kelak menjadi buah hati. Tapi itu semua bukan alasan untuk berdiam diri, apa lagi jika ternyata sebelumnya kamu gemar olahraga. Kehamilan bukanlah masalah, kamu bisa tetap berolahraga.

Karena selain dipercaya mampu memperlancar persalinan, aktivitas olahraga saat hamil akan membantumu menjaga berat badan, mengembalikan mood yang hilang, hingga memberikan rasa nyaman.

Maka kali ini kami akan mencoba membantumu memilih olahraga manakah yang kiranya cocok untuk dilakoni saat hamil.

Sebelumnya Lakukan Konsultasi Ke Dokter Kandungan Terlebih Dahulu

pexels-photo-57529

Menurut beberapa pendapat dari para dokter kandungan, waktu terbaik untuk melakukan olahraga yang akan membantu proses persalinan adalah ketika usia kehamilan tengah memasuki trisemester ketiga atau saat janin sudah berusia 7 bulan.

Hal lain yang juga perlu kita perhatikan adalah jenis gerakan yang akan dilakukan. Kita bisa memilih gerakan-gerakan ringan yang terfokus pada pernafasan. Gerakan-gerakan tersebut akan membantu panggul terbuka dan mengoptimalkan posisi bayi yang nantinya akan memperlancar persalinan.

Rutin Berjalan Kaki Saat Pagi dan Sore Hari, Akan Memperlancar Simulasi Darah

rsz_omar-lopez-348376

Tak perlu jauh-jauh, kita bisa melakukannya di sekitaran rumah. Berjalan santai di sekitaran kompleks dengan durasi dan intensitas yang cukup. Sebab posisi berdiri yang tegak saat berjalan kaki, dapat membantu janin bergerak ke arah jalan lahir.

Hingga nanti ketika kepala janin telah bertransisi dan menekan serviks, tubuh kita akan mulai memproduksi oksitosin, sebuah hormon yang dipercaya bisa memicu kontraksi.

Kegiatan ini bisa kita lakukan setidaknya 30 menit dalam sehari di luar ruangan. Sinar matahari dan udara segar akan memberi energi pada diri.

Kamu Juga Bisa Berlatih Duduk, Sebab Cara Ini Dapat Mendorong Rahim Ke Depan

Senan

Ibu hamil sebaiknya tak duduk di kursi ayunan atau berbaring di sofa besar. Akan jauh lebih baik jika kita memilih duduk tegak dengan bagian punggung yang sedikit condong ke depan.

Kalau memang punya, kita juga bisa duduk diatas bola yoga. Dengan catatan bola dalam keadaan cukup ketat dan tinggi. Sehingga posisi pinggul berada lebih tinggi dari lutut kaki.

Kita juga bisa memilih duduk dengan bersila di atas karpet, konon cara ini dapat mendorong rahim ke depan, membentangkan kaki, dan membuka panggul lebih lebar. Pergerakan tubuh ini akan membantu memperkuat panggul sehingga melancarkan persalinan.

Bersandar dan Melengkungkan Punggung Jadi Alternatif Untuk Mengencangkan Otot-otot Perut

Duduk

Masih menggunaka bola yoga, memilih bersandar dengan mengangkat lengan dan bagian tubuh bagian depan di atas bola yoga dan cobalah untuk memutar saat punggung bergerak. Disaat bersamaan, ini akan membantu bagian tubuh bagian bawah untuk melancarkan persalinan normal.  Selain itu, kita juga boleh meniru salah satu gerakan kucing marah, yakni melengkungkan punggung. Hasilnya otot-otot perut akan lebih kencang dari biasanya, hingga mampu mengurangi rasa sakit saat persalinan nanti.

Ketika melakukan aktivitas ini, posisikan tubuhmu seperti hendak merangkak, dengan posisi jangan bergerak dan diam di tempat. Perhatikan pula lenganmu, pertahankan agar tetap selebar bahu dan jaga agar posisinya tetap lurus tanpa mengunci siku. Dan cobalah untuk membuka lutut selebar pinggul sembari menjaga agar kepalamu sejajar dengan punggung. Tarik nafas pelan-pelan dan tahan beberapa detik, ulangi gerakan hingga 3 hingga 5 kali.

Senam Kegel yang Bisa Dilakukan Di Mana Pun Akan Melatih Otot di Sekitar Rahim Kita

pregnant-nature-mom

Kegiatan fisik yang satu ini merupakan gerakan olahraga yang paling mudah dan bisa kamu lakukan di mana saja. Caranya pun sederhana, kita hanya butuh mengkontraksikan otot sekitar saluran kencing dan vagina dengan gerakan seperti menahan kencing. Tahan selama 3 hingga 10 detik.

Selain menguatkan otot-otot panggul dan memudahkan proses kelahiran, senam ini juga berfungsi untuk melatih otot di daerah lain seperti sekitar uretra, kandung kemih, rektum, dan rahim, serta bermanfaat untuk mengurangi resiko ambeien dan mengencangkan vagina.

Jika Memang Suka, Kamu Juga Bisa Tetap Melakukan Yoga

pexels-photo-396133

Tak ada larangan khusus yang terlihat serius untuk melakukan olahraga meski sedang hamil. Kita bisa melakukan pre-natal yoga, sebuah program yoga yang dikhususkan untuk ibu hamil.

Yoga sangat bermanfaat untuk menjaga kebugaran, melatih pernafasan dan relaksasi sehingga ibu hamil lebih siap untuk menghadapi proses persalinan. Apabila dilakukan secara rutin, yoga akan memberikan efek positif pada proses persalinan.

Dan tak hanya itu saja, yoga akan mengatasi stres yang sering dialami oleh ibu hamil. Dengan begitu kita akan tetap merasa tenang dan nyaman.

Imbangi Pula Semua Kegiatan Fisik yang Ada dengan Asupan Makanan dan Gizi Setara

pexels-photo-533360

Berhubung olahraga yang tadi sudah dijelaskan akan dilakukan pada usia kehamilan pada trisemester ketiga, kita juga tak boleh lupa untuk memenuhi kebutuhan dari dalam. Saat hamil kita akan membutuhkan lebih banyak nutrisi dari biasanya, begitu pula ketika nanti menyiapkan persalinan. Oleh sebab itu pemenuhan nutrisi dalam masa ini tidak boleh dikesampingkan.

Aturlah polanya sesuai yang dibutuhkan, dengan tetap memperhatikan rangkaian makanan apa yang memang sesuai. Karena saat hamil, kadang ada beberapa makanan yang mendadak tak bisa kita makan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

Tak Cukup Facial, Lakukan Lima Perawatan Terbaik Pada Tubuhmu Jelang Hari Spesial

pexels-photo-413885

Jelang pernikahan, wanita akan disibukkan dengan berbagai macam perawatan tubuh baik di salon maupun di rumah. Demi jadi ratu sehari sekaligus membahagiakan calon suami, wanita akan menyiapkan waktu dari jauh-jauh hari demi perawatan terbaik untuk tubuh agar bisa tampil maksimal nantinya. Umumnya, perawatan dilakukan paling tidak dua bulan sebelum pernikahan demi hasil terbaik.

Untukmu yang mulai terpikirkan soal perawatan, sejatinya merawat tubuh jelang pernikahan tak cukup hanya di area wajah dan kepala. Lebih jauh lagi, seperti kata orangtua, kamu harus merawat tubuhmu dari ujung kaki hingga pucuk rambut. Itulah sebabnya diperlukan waktu yang tak sebentar.

Selain Facial, Berikan Perawatan Terbaik di Area Wajah demi Hasil Maksimal

pexels-photo-413880

Wajah adalah representasi yang akan paling disorot baik menjelang maupun hingga hari H. Karenanya, jangan sampai wajahmu kusam dan kulit wajahmu bermasalah. Selain rutin facial, kamu harus mulai aktif membersihkan wajah di pagi hari dan malam hari secara rutin. Apa lagi usai beraktivitas di luar ruangan. Saran terbaik, gunakan masker wajah demi mencegah wajah kusam. Sesuaikan pilihan masker dengan jenis kulitmu sehingga tak memunculkan masalah lain.

Meski Rambutmu Sudah Halus dan Teratur, Merawat Rambut Sangat Dianjurkan Jelang Pernikahan

hairstyle-hair-wedding-bride

Bukankah rambut adalah mahkota perempuan? Kalau rambutmu terawat, maka pesonamu juga semakin terpancar. Tak cukup dengan sampo dan conditioner saja, secara rutin kamu harus mencoba creambath dan hair mask. Bandingkan dahulu hasilnya, kalau kamu merasa rambutmu semakin mempesona dengan perawatan tadi, lanjutkan demi hasil optimal di hari terbaikmu nanti.

Kesehatan Mulut Juga Perlu Dijaga. Tak Cukup Gigi, Kamu pun Tidak Boleh Lalai Soal Bibir dan Rongga Dalam Mulut

pexels-photo-371117

Mungkin ini yang paling sering terlewat. Tapi, memangnya kamu mau kalau nanti napasmu tak segar di depan suamimu? Malu sendiri bukan? Jadi cobalah melakukan perawatan mulai sekarang. Untuk gigi, cobalah rutin membersihkan plak di gigi dan mendatangi dokter gigi. Sebaiknya kamu juga melakukan peeling di bagian bibir menggunakan bahan-bahan alami seperti gula atau garam untuk mengangkat sel kulit mati.

Kuku Terawat Nan Lentik Akan Membuatmu Semakin Cantik

pexels-photo-332046

Saat hari H, kamu akan bersalaman dengan banyak tamu undangan. Belum lagi kamu akan membiarkan kukumu dirias, baik dengan cat kuku maupun henna. Kalau kukumu tak terbiasa dirawat, riasan yang bagaimana pun akan sukar menunjukkan hasil terbaiknya. Memotong kuku secara rutin dan memperhatikan kebersihannya dapat kamu lakukan sebagai langkah dasar. Kalau bisa, setiap sebulan sekali dapat kamu selingi dengan manicure dan pedicure.

Tak Boleh Tertinggal, Merawat Payudara dan Organ Intim Efeknya Sangatlah Sakral

wellness-massage-relax-relaxing-56884 (1)

Untuk area payudara, kamu bisa melakukan pemijatan agar payudaramu bisa jadi lebih kencang. Kamu bisa melakukannya sendiri dengan memanfaatkan minyak zaitu yang dioleskan di area payudara, kemudian lakukan pijatan memutar selama kurang lebih dari 10 menit. Lakukan aktivitas ini secara rutin sebelum tidur. Sementara untuk area organ intim, kamu bisa mendatangi salon kecantikan dan lakukanlah perawatan ratus vagina agar organ intimmu lebih keset dan harum. Sampai hari ini, ratus atau penguapan tradisional masih jadi andalan para calon pengantin.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan & Me Time

Dear Perempuan; Cegah Kanker Serviks Dengan Pakaian Dalam Yang Tepat

Vagina

Kita tentu akan langsung membayangkan beberapa hal mengerikan setiap kali mendengar kata kanker serviks, penyakit berbahaya ini memang marak mengintai kaum perempuan. Penyebabnya pun beragam mulai dari aktivitas seksual yang terlalu dini atau kebiasaan bergonta-ganti pasangan. Akibatnya pun tak tanggung-tanggung bahkan sering berujung kematian, Bahkan saat ini, kanker serviks disebut sebagai penyakit paling menakutkan nomor satu di dunia yang mengintai perempuan.

Hal ini dikarenakan kanker serviks sangat sulit dideteksi dari awal, kebanyakan kanker serviks diketahui saat sudah stadium lanjut. Untuk itu kita harus tetap waspada dan memahami apa saja hal yang menjadi sebab akibat hingga bagaimana cara untuk mengantisipasi kanker seviks. Kita bisa memulainya dari hal-hal sepele terlebih dahulu, dengan memperhatikan pemilihan pakaian dalam misalnya.

Pilihlah Celana Dalam Yang Tidak Terlalu Ketat

pete-bellis-396528

Mungkin sebagian dari kita masih senang menggunakan celana dalam yang pas dengan pinggang atau bahkan terkesan ketat. Meski begitu memilih ukuran yang sesuai dengan pinggang adalah salah satu hal yang perlu kita perhatikan. Memakai celana dalam yang ketatlah tidak baik dan sebaliknya semakian longgar semakin baik. Celana dalam yang sempit bisa membuat area selangkangan kita lecet dan iritasi. Hal inilah yang bisa memicu kita terkena kanker serviks. Ketika kulit area selangkangan irititasi secara tidak kita sadari bakteri yang ada lebih mudah masuk kedalam kulit dan tentu akan memberikan dampak buruk nantinya.

Usahakan Untuk Selalu Menggunakan Celana Dalam Berbahan Katun

Woman on a gynecology office about to be examined

Hal lain yang perlu kita perhatikan dalam pemilihan jenis celana dalam adalah jenis bahannya. Hindari menggunakan celana dalam yang terbuat dari bahan sintesis atau sutra. Karena bahan ini hanya akan membuat kulit susah bernafas hingga akhirnya berkeringat dan memicu tumbuhnya jamur pada area vital kita. Raquel B. Dardik, MD, clinical associate professor dari Department of Obstetrics and Gynecology di NYU Langone Medical Center, mengatakan bahwa banyak bahan celana dalam yang membuat kulit susah bernapas. Namun kamu akan baik-baik saja selama garis celana yang dekat dengan vagina terbuat dari bahan katun.

Hingga Shapewear Underwear Yang Nyatanya Juga Tidak Baik Untuk Kesehatan Organ Vital

runnyrem-263287

Pemakaian pakaian dalam yang mampu membentuk lekuk tubuh, dengan erat pada bagian paha dan perut seperti korset mungkin sebaiknya dikurangi. Memakai pakaian dalam seperti ini dapat menimbulkan resiko penyakit komplikasi, apalagi jika celana dalamnya terlalu ketat. Hal ini akan mengakibatkan syaraf saling bertubrukan dan sirkulasi menurun. Belum lagi shapewear yang ketat juga sulit dibuka, dan biasanya kita malah mengabaikannya karena terlalu malas untuk membukanya. Mungkin terlihat sepele namun ternyata hal ini menjadi salah satu pemicu kanker serviks.

Ganti Celana Dalam Dengan Teratur, Dan Cucilah Hingga Benar-benar Bersih

pexels-photo-206542

Kesibukan setiap hari kadang membuat kita melupakan sesuatu yang sejatinya sangatlah penting, salah satunya mengganti celana dalam dengan teratur. Setiap kali kita merasa bahwa celana dalam yang kita kenakan sudah lembab dan  basah sebaiknya langsung diganti untuk menghindari timbulnya bakteri dan jamur yang akan membahayakan organ vital.

Jangan lupa pula untuk tetap memerhatikan cara mencuci celana dalam, selalu cuci dan bilas bersih celana dalam dengan hati-hati. Pastikan bahwa tidak ada sisa deterjen ataupun pewangi yang masih menempel, karena bisa menimbulkan alergi pada kulit selangkangan. Untuk itu selalu cek berulang dan pastikan bahwa celana dalam yang dicuci sudah terbilas dengan bersih.

Dan Yang Tak Kalah Penting Jangan Pernah Bertukar Celana Dalam Dengan Orang Lain

pexels-photo-27411

Salah satu kebiasaan buruk yang mungkin kita pelihara adalah suka bertukar celana dalam dengan orang lain, baik itu kakak, dan adik hingga teman kos yang sekamar. Sebaiknya hentikan kegiatan ini karena dapat menularkan virus yang nantinya akan berbahaya bagi diri kita sendiri. Karena biar bagaimana pun celana dalam adalah bagian privasi yang sebaiknya memang tidak dipinjamkan.

Meski terdengar sangat sepele dan bahkan sering luput dari perhatian kita, tapi nyatanya hal-hal tersebut diatas bisa kita lakukan dengan baik untuk mencegah tubuh terkena kanker serviks. Sudahkah kita melakukannya? Jika belum mulailah untuk merubah kebiasaan buruk yang sering kita lakukan terutama dalam hal memilih celana dalam dengan memperhatikan poin-poin di atas.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top