Love & Sex

Lajang atau Memiliki Suami Menurutmu Lebih Sehat Mana? Ini Ulasannya!

Hidup adalah pilihan. Setiap pilihan yang diputuskan tentu membawa konsekuensinya masing-masing. Begitu pula saat kamu memilih untuk sendiri atau bersama laki-laki pilihanmu. Seperti koin yang selalu memiliki dua sisi yang berbeda, ada konsekuensi yang tetap harus kamu terima dari setiap keputusan.

Keputusan untuk tetap lajang maupun memiliki pasangan akan berpengaruh pada kesehatanmu. Memutuskan menikah bisa berdampak positif pada kesehatanmu, namun memilih untuk tetap sendiri juga tak selalu buruk. Berikut beberapa hal yang bisa dibandingkan antara orang yang masih sendiri dan mereka yang telah memiliki pasangan.

Menikah Membuat Resikomu Untuk Terkena Kanker Payudara Kian rendah. Namun Aktivitas Seksual Juga Bisa Meningkatkan Resiko Leher Rahim

Resiko beberapa jenis kanker yang lazim terjadi  pada perempuan biasanya memiliki hubungan dengan status pernikahan. Hal ini dapat ditemui pada kanker payudara. Resiko kanker payudara pada perempuan akan meningkat jika masih tetap lajang pada usia 35 tahun. Hal ini dipicu oleh faktor hormonal karena tak kunjung hamil dan menyusui.

Kabar kurang menyenangkannya adalah aktivitas seksual pada perempuan juga bisa meningkatkan resiko leher rahim. Hal ini dapat diminimalisir dengan tidak menikah di usia yang terlalu muda. Menikah diusia muda tidak terlalu disarankan karena berpotensi meningkatkan kerentanan terhadap infeksi HPV (Human Papilloma Virus)  yang merupakan penyebab kanker leher rahim.

Menikah Memang Mengurangi Resiko Laki-laki Terkena Kanker Prostat. Namun Bukan Berarti Jika Tidak Menikah Maka Resiko Laki-laki Untuk Terkena Kanker Prostat Jadi Lebih Besar Ya!

pexels-photo-175701

Menikah memungkinkan seorang laki-laki untuk memenuhi kebutuhan seksnya secara teratur. Hal ini bisa mengurangi resiko terkena kanker prostat. Namun penelitian yang dilakukan 3 tahun silam menunjukkan bahwa juga tidak ada peningkatan resiko kanker prostat pada biarawan di Napel dan Italia yang tidak menikah. Itu artinya menikah belum tentu lebih sehat dari melajang. Hubungan seks memang membawa banyak manfaat, namun bukan berarti bisa mendatangkan bahaya jika tidak dilakukan.

Memutuskan Menikah Itu Artinya Kamu Jadi Memiliki Tempat Berbagi Suka Duka. Resiko Stres Pun Jadi Semakin Kecil!

rsz_priscilla-du-preez-318422_1

Tetap menjalani hidup sendiri itu berart kamu lebih beresiko untuk stress. Berbeda jika kamu memiliki pasangan. Kamu bisa berbagi masalah. Itu artinya kamu tak harus berjibaku mengadapi kerasnya dunia sendiri. Ada dia yang akan selalu menjadi tempatmu bersandar dan mengulurkan bantuan.

Jangan menyepelekan stres. Stres bisa memicu radang atau  inflamasi di berbagai bagian tubuh. Kalau sudah begini kamu berpotensi mengalami gangguan jantung dan pembuluh darah hingga pertumbuhan sel-sel kanker.

Kabar Baiknya Menikah Bisa Mengurangi Resiko Kegemukan Dan Sindrom Metabolik

laki perempuan

Menikah akan membuat kamu terhindar dari sindrom metabolik yang bisa mengakibatkan kegemukan. Kamu yang tetap melajang memiliki resiko yang lebih tinggi terkena sindrom ini. Bahkan pasangan suami istri yang tidak hidup bahagia dan sering cek cok pun tetap mendapatkan kebaikan ini dibandingkan mereka yang tetap melajang atau memilih menjanda.

Memiliki Suami Akan Membuat Pola Hidupmu Jadi Lebih Sehat

woman-kitchen-man-everyday-life-298926

Menikah akan membuat resiko terkena penyakit kronis yang bisa mengakitkan kematian dini jadi berkurang. Bisa saling mengingatkan dan saling menjaga kesehatan pasangan adalah kuncinya. Paling tidak ada orang yang akan selalu menjaga dan mengingatkanmu sehingga pola hidup pun bisa jadi lebih sehat.

Lagi pula memiliki seseorang yang kamu cintai akan membuat dirimu ingin memberikan yang terbaik padanya bukan? Kamu pun tak sampai hati bila harus merepotkannya karena kamu sakit. Apa lagi bila kamu sampai menderita penyakit kromis. Maka tak heran, bila heran demi dia kamu berusaha menjaga kesehatanmu.

Meski begitu, pada akhirnya keputusan untuk melajang atau memiliki pasangannya tetap berada ditanganmu sepenuhnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

Kamu Harus Bisa Membaca Ciri-ciri si Dia yang Egois Ketika Bercinta

Percaya atau tidak, meski sudah berstatus suami-istiri ada saja pasangan yang kerap menyakiti. Terlebih, ketika sedang melakukan hubungan intim. Kita sudah susah payah untuk memberikan yang terbaik untuknya, eh dirinya justru berbuat sesukanya saja.

Jangankan untuk memuaskan, seperti yang kita harapkan. Dia malah berbuat hal-hal yang menjadi keinginan darinya saja. Itulah kenapa penting untuk kita bisa mengetahui, bagaimana sih sebenarnya sikap laki-laki yang tak ingin menang sendiri ketika sedang ena-ena berdua.

Nah demi membantumu membaca sikap dari si dia, dilansir dari Cosmopolitan, ada beberapa hal yang bisa jadi isyarat apakah dirinya egois atau tidak dalam bercinta.

Posisi Seks yang Dilakukan Hanya Sesuai Keinginannya Saja

Kamu tentu punya beberapa posisi seks yang menjadi bagian kesukaan. Tapi, sebagai pasangan yang saling menghargai. Kita kadang mengurungkan niat ini. Sialnya, ia malah bersikap sebaliknya. Tak memikirkan kamu suka atau tidak, ia justru sering memaksakan agar kita bercinta sesuai posisi yang ia inginkan.

Kepuasaanmu Baginya Bukanlah Sesuatu yang Perlu

Akan sangat menyenangkan, jika pasangan sama-sama puas dengan hubungan seks yang dilakukan. Tapi, kamu boleh melihat, ciri lain dari si dia yang egois ketika melakukan hubungan badan. Tak akan bertanya, apakah kamu sudah sampai pada titik kepuasanmu atau tidak. Baginya yang terpenting adalah kepuasannya saja.

Maka ketika ia merasa sudah sampai pada titik orgasmenya, baginya semua boleh diberhetikan saat itu pula. Tak peduli, kamu sudah puas atau belum, yang penting dirinya sudah.

Berusaha untuk Menyampaikan Keresahan, Tapi Tak Ada Perasaan Bersalah yang Ia Tunjukkan

Yap, memang lebih baik untuk dikomunikasikan secara langsung. Sampaikan padanya, semua hal yang memang menurutku bertentangan. Kemukakan pula, jika hubungan seks yang kau lakukan dengan dirinya hanya menguntungkan dia saja.

Nah, dari sini kamu akan bisa membaca. Bagaimana ia memberi respon dari keluhan yang kau punya. Jika ternyata sikap yang ia tunjukkan hanyalah sebuah basa-basi busuk yang tak menunjukkan rasa bersalah sama sekali. Mungkin benar, ia memang tak pernah peduli pada perempuannya ini.

Tak Peduli Apa Katamu, Ia Akan Terus Memaksa Bercinta Jika Memang Sedang Ingin

Kamu pasti paham kan, tak setiap waktu kita bergairah untuk bercinta. Sekalipun itu dengan suami tercinta. Bahkan ketika kamu sedang tidak mood, dia justru datang dengan nada yang cukup memaksa dan tak mau meneri alasan yang kamu sampaikan padanya.

Kehilangan rasa dalam menghargai keputusanmu, yang ia mau hanyalah memenuhi hasrat seksual demi membuatnya senang. Jadi, meski kamunya tak senang, ia tak akan peduli dan tak mau mendengar alasan. Yap, dia egois!

Dan Kerap Memberi Saran Tentang Sesuatu yang Hanya Ia Suka

Coba ingat-ingat lagi, berapa kali ia memberi saran dengan dalih baik untuk hubungan cinta yang kalian jalankan. Padahal yang sesungguhnya, ia hanya ingin membuat dirinya puas saja. Terlihat baik memang, tapi walau katamu kau tak suka, ia akan tetap memaksakan.

Menyarankanmu untuk segera membersihkan ‘miss v’ sebelum bercinta, padahal dia sendiri tak melakukan hal yang sama. Begitu kira-kira salah satu bentuk perintah darinya.

Nah, setelah membaca beberapa hal yang tadi sudah dijelaskan. Kami harap kamu bisa membedakan, benarkan si dia sayang atau egois dan tak memikirkan kesenangan dan kepuasanmu sebagai pasangannya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan & Me Time

Luka Operasi Caesar Bisa Cepat Pulih dengan Cara Ini

Operasi C-Section atau lebih akrab disebut operasi caesar dikenal sebagai salah satu metode persalinan yang cukup populer selain secara normal. Persalinan dengan metode ini memang tak perlu menghabiskan banyak waktu, hanya saja waktu pemulihan luka yang justru butuh waktu lebih lama.

Nah, untukmu yang baru atau ada rencana melakoni operasi Caesar, tak usah dibawa khawatir ya, sebab sekalipun dianggap lama, ada lho beberapa cara yang diketahui bisa mempercepat pemulihan luka C-section.

Bersabarlah dan Jangan Lakukan Aktivitas Berat sampai Enam Minggu ke Depan ya

Perempuan yang sudah melahirkan bukan berarti ia bebas melakukan apapun. Saat berhasil melewati proses operasi C-section, perempuan sejatinya harus bersabar dan menunggu sampai dokter membolehkanmu bebas beraktivitas.

Untuk itu, kalau kamu pun mengalami situasi yang serupa, sebaiknya tahan dulu hasratmu menurunkan berat badan dengan nge-gym, lari, atau olahraga berat lainnya. Tahan juga hasrat membersihkan rumah yang berantakan pasca ditinggal bersalin.

Biasanya dokter tetap menyarankan untuk bergerak tapi tak boleh terlalu banyak gerak. Tunggulah sampai enam minggu. Ini karena proses pemulihan yang sempurna butuh waktu selama itu. Intinya, kesabaran adalah kunci percepatan pemulihan operasi C-section yang kamu lakoni.

Pastikan Asupan Nutrisimu Terpenuhi ya Setiap Harinya

Penuhi makananmu dengan buah dan sayur kaya serat untuk mengurangi efek sembelit pasca C-section. Ya, operasi caesar memang bisa memicu sembelit. Hal ini terjadi karena adanya penyumbatan usus yang disebut ileus.

Sembelit pun disertai nyeri meradang pada luka C-section. Demi mengatasi hal ini, siasati dengan mengonsumsi sayur dan buah secara rutin ya. Tegang pada usus akan berkurang jika kamu semakin banyak dan rutin mengonsumsi serat.

Jika Masih Tak Berselera Makan, Coba Atasi dengan Mengunyah Permen Karet

Jika masih tak berselera makan buah dan sayur, cobalah mengunyah permen karet untuk mengatasi sembelit.

Penelitian dari Thomas Jefferson University Hospital, Philadelphia, Amerika Serikat mengemukakan jika mengunyah permen karet dapat mengatasi susah buang air besar pasca melahirkan. Kegiatan mengunyah ini sejatinya sedang memanipulasi kerja tubuh seolah-olah kamu sedang benar-benar makan.

Jangan Mengangkat Barang Berat karena Bahaya Lho untuk Perutmu

 

Mengangkat barang berat hanya akan menimbulkan tekanan pada perut, ini berbahaya apalagi jika jahitanmu belum sempurna. Saat seseorang melakukan kegiatan yang memberi tekanan pada perut seperti angkat barang berat, dinding abdomen turut tertekan.

Tekanan yang terlalu tinggi dan terus menerus bisa membuat dinding abdomen melemah sekaligus membahayakan ususmu. Karenanya, mengangkat beban berat pun juga dilaranng.

Kalau kamu menyepelekan anjuran ini, bisa jadi efek samping yang mungkin terjadi adalah meregangnya jahitan, lalu robek, dan terjadi infeksi. Kalau kamu mau mengangkat barang, angkatlah barang yang ringan dan sedikit atau minta bantuan suami.

Konsumsilah Obat Penghilang Rasa Sakit yang Memang Disarankan oleh Dokter

Untuk perempuan yang baru melahirkan, tak perlu takut minum obat pereda rasa sakit untuk luka C-section. Bagaimanapun, dokter tahu mana yang aman untukmu dan buah hati, jadi tak perlu takut jika kandungan pada obat mempengaruhi kualitas ASI yang akan diminum si bayi. Dokter pasti memberikan resep yang tak berlebihan pula.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

Obrolan Ibu-ibu Muda di Grup WhatsApp Ternyata Semenyenangkan Itu

Kehadiran grup WhatsApp, selain jadi sarana komunikasi, ternyata mulai jadi kebutuhan yang wajib ada untuk ibu muda karena dari sanalah banyak informasi bisa didapatkan.

Tak sedikit ibu muda yang mengaku bergabung dengan lebih dari lima grup WhatsApp. Bisa bayangkan sendiri ramainya seperti apa? Ya pokoknya ramai. Bahkan karena ramainya notifikasi dari grup, bisa jadi setiap hari selalu ada bahan obrolan dari tiap-tiap grup.

Tapi yang paling sering biasanya lima hal ini:

Berbagi Info Soal Promo dan Diskon Barang-barang Rumah Tangga 

Three Woman Sitting on Chair

Pasti ada beberapa atau salah satu anggota grup yang rutin membagikan info soal promo minyak goreng, popok bayi, deterjen, ataupun kebutuhan pokok rumah tangga. Jika sudah begini, grup WhatsApp pasti akan ramai seketika.

Bahkan antusiasnya bukan hanya di grup, di rumah pun para ibu muda selain menyimak, bisa jadi ada yang langsung membuat daftar barang promo mana saja yang wajib dibeli.

Bahas Tentang Dana Pendidikan Anak yang Kian Mahal Setiap Tahunnya

Person Holding Pink Piggy Coin Bank

Biaya pendidikan kian bertambah mahal. Bahkan angkanya benar-benar fantastis. Topik ini pun sering jadi curhatan di kalangan para ibu. Tak hanya curhatan, bahkan turut ikut sharing atau menyimak tapi tak menampik kalau dana pendidikan benar-benar jadi hal yang sangat dipikirkan oleh para ibu muda.

Berbagi Cerita Soal Tumbuh Kembang Anak Adalah Hal Wajib

Baby Touching Woman's Face

Percayalah, berbagi soal tumbuh kembang anak adalah hal wajib. Ibu-ibu millenial biasanya suka sekali bercerita pada teman-teman di grup WhatsApp bahkan mengirimi foto saat bayinya mulai bisa melakukan sesuatu.

Soal motivasi, kembali ke individu masing-masing. Yang penting, sebagai ibu muda, patut sekali untuk selalu membagikan hal-hal yang sifatnya positif.

Bahkan Drama Korea pun Turut Jadi Topik Perbincangan 

Man and Woman Holding Plush Toys Standing on Front of Brown Wall

Bukan hanya soal anak mereka, biasanya perbincangan di grup WhatsApp pun bisa seputar hiburan yang sedang digandrungi oleh para ibu. Memang, tak semua ibu-ibu muda suka drama Korea.

Tapi mereka yang suka drakor juga tak sedikit. Jadi, jangan heran kalau topik tentang drama Korea bakal terus jadi bahasan seru buat diobrolin di grup WhatsApp.

Tak Ketinggalan, Kondisi Finansial Rumah Tangga Sesekali Juga Dibicarakan 

Woman Using Space Gray Iphone X

Masalah finansial keluarga sekarang ini bukan lagi jadi hal yang tabu untuk jadi bahan obrolan dengan teman, baik rekan kerja maupun teman di grup WhatsApp.

Yup, ibu-ibu muda cenderung memiliki pemikiran yang lebih terbuka bahkan tak keberatan untuk berbagi seputar kondisi keuangan keluarga mereka. Ada pesan positifnya memang, hanya saja, hati-hati ya. Bagaimanapun saat berada di forum yang sifatnya terbuka, kita pun harus pandai membawa diri terutama dalam urusan komunitas.

Jangan sampai pasangan atau keluarga jadi keberatan karena kamu membawa hal yang semula dianggap tabu justru jadi diskusi di grup.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top