Inspirasi & Motivasi

Konon Cinta Harus Diperjuangkan, Tapi Haruskah Balikan dengan Mantan?

Setelah putus cinta, bisa dipastikan jika bayang-bayang sang mantan masih saja memenuhi pikiran. Seperti kata lagu, mau makan teringat dirinya, mau tidur teringat dirinya, pergi ke tempat biasa teringat lagi, hingga bisa mendadak sedih hanya karena tahu jika kini sudah sendiri.

Semua ini jelas tak salah kok, biar bagaimana pun pernah bersama selama itu jelas menyisakan kenangan. Bahkan keinginan untuk bisa kembali bersama pun, jadi sesuatu yang kadang tak bisa kita tolak. Maka jangan heran jika ada beberapa pasangan yang memutuskan kembali rujuk meski tadinya sudah putus.

Akan tetapi sebelum nanti menyesal hanya karena gegabah dan memutuskan bersama lagi, kembali pada mantan jadi sesuatu yang perlu untuk dipertanyakan.

Coba Ingat Dulu, Apa Alasan Putusnya Hubunganmu yang Terdahulu

d3c824cc363f4367

Jangan terpedaya dengan frasa mantan terindah bak judul lagu Raisa. Sebab jika memang ia adalah seseorang yang indah, tentu tak akan jadi mantan.

Namun dengan berbagai macam alasan, ada saja yang akhirnya membuat kita dan dirinya berpisah. Tak peduli besar atau kecilnya persoalan, penting atau tidaknya, alasan-alasan itu akan tetap jadi sebab yang memang jadi sumber persoalan.

Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk kembali padanya, sebaiknya pikirkan terlebih dahulu bagaimana nantinya jika kembali bersamanya lagi. Jika ternyata akhirnya akan sama, lantas untuk apa?

Mempertimbangkan Keputusan dengan Matang, Murni Karena Masih Sayang atau Hanya Tak Ingin Kesepian

b863956c629f1d70

Tak perlu membohongi diri sendiri, mari kita buka-bukaan akan alasan apa yang membuat diri akhirnya memilih kembali pada mantan. Ini memang jadi babak paling getir yang akan menghantui pikiran. Segala kegiatan yang tadinya dilakukan berdua, mendadak akan dilakoni seorang diri saja.

Tapi perlu kita ketahui, jika sebuah hubungan akan menjadi baik ketika kedua belah pihak bisa mengontrol dan berbahagia atas dirinya sendiri. Kembali bersama hanya karena takut kesepian tak akan merubah hubungan menjadi lebih baik. Kembali mengulangi hanya akan membuang waktu, daripada begitu lebih baik mempersiapkan diri untuk dia yang baru.

Dibalik Kesadaran Akan Ketidakcocokan yang Ada, Kita Mungkin Berharap Ia Akan Berubah

99929312f9e742bc

“Semua orang bisa salah, dan berhak untuk mendapatkan kesempatan kedua”

Ini memang tak salah, namun tak boleh dipakai untuk siapa saja. Kita perlu untuk melihat terlebih dahulu. Bagaimana konteks dari kesalahan yang ia lakukan, hingga masihkah ada kemungkinan jika ia tak akan mengulanginya lagi.

Cinta memang jadi sesuatu yang membawanya pulang kepada kita lagi, tapi perintilan lain yang masih saja dilakukan jelas tak akan merubah apa pun dalam hubungan. Jika ternyata pilihan untuk kembali bersama hanya karena berpikir ia akan berubah, sebaiknya pikirkan lagi.

Kemudian Saling Berjanji Untuk Berubah, Namun Bisakah Direalisasikan?

6c2251cb9dc28fbc

Hampir semua hubungan mungkin akan dialaskan dengan janji-janji untuk memperbaiki diri agar lebih baik lagi. Biar bagaimana pun ini akan jadi berita baik untuk hubungan yang akan dibina kembali. Namun, untuk menjadikannya nyata, jelas tidak mudah.

Tak peduli seberapa banyak janji yang telah kalian buat, jika ternyata sikapnya masih menunjukkan kebiasaan-kebiasaan buruk seperti dulu, tentu jadi sesuatu yang akan sangat menganggu. Bukan tak percaya, namun sikap-sikap yang sudah mendasar nampaknya akan sangat sulit dirubah. Dan akan menimbulkan masalah serupa lagi dalam hubungan kalian.

Bukan Karena Sayang, Barangkali Diri Ini Hanya Tak Ingin Melihatnya Bersama Orang Lain

66c65be41c5b30a7

Ini mungkin jadi masalah yang perlu kita tanyakan pada diri sendiri. Ada semacam rasa tak rela jika harus melihat dirinya duduk berdua dan bergandengan tangan dengan yang lain. Sebagai manusia yang pernah bersama, ini jelas jadi sesuatu yang wajar.

Tapi tunggu dulu, apa hak kita untuk cemburu? Sebab saat ini sudah tak ada alasan atau ikatan lagi. Ia berhak melenggang kemana saja yang ia mau. Setiap orang memiliki caranya untuk menyembuhkan lukanya, berbeda dengan kita yang mungkin lebih nyaman sendiri. Ia mungkin lebih senang jika menerima orang lain untuk menemani. Mencoba menghargai dan memahami keputusannya, akan jauh lebih baik untukmu.

Apa Lagi Jika Ternyata Ia Pernah Memperlakukan Kamu dengan Kasar, Lalu Untuk Apa?

c1876311fe30fce2

Jangan terbawa suasana, pikirkan kembali keputusan untuk kembali jika ternyata ia pernah melakukan kekerasan dan main tangan. Bisa saja dia kembali melakukan hal yang sama. Bukan tak percaya padanya, namun kita memang harus berjaga-jaga.

Menerimanya kembali tidak akan serta merta membuatnya tak lagi menyakiti kita. Dia tidak hanya butuh cinta, tapi juga terapi untuk menyembuhkan kebiasaan buruknya itu.

Karena Terkadang Merelakan Jadi Sesuatu yang Justru Mendatangkan Pasangan yang Lebih Baik Lagi

c90b46c7950f4f36

Hingga akhirnya, hal lain yang mungkin harus kita ingat selalu adalah bagaimana kita bisa merelakan sesuatu yang memang ternyata tak tertuliskan untuk kita. Tak perlu berusaha mati-matian hanya untuk kembali menggenggam tangannya.

Sesuatu yang memang sudah menjadi jodoh tak akan berpindah ke tangan yang berbeda. Kita hanya perlu ikhlas dan bersabar sembaru menunggu dia yang akan jadi pengganti mantan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspirasi & Motivasi

Agar Seserahan Pernikahanmu Terpakai dan Berguna Semua, Begini Tips Memilihnya

Sebelum menikah, hal lain yang juga membuat kamu deg-degan pastilah isi dari box hantaran yang si pacar berikan. Isinya biasanya beragam, tergantung apa yang perempuan minta atau yang memang inisiatif dari si dia. Mulai dari seperangkat alat ibadah, kebutuhan pribadi perempuan, hingga benda lain yang biasanya diharuskan oleh adat dan budaya calon pengantinnya.

Nah, berhubung menikah butuh biaya yang cukup banyak. Ada baiknya, sebagai perempuan kamu tak perlu minta macem-macem yang sekiranya kelak tak kamu pakai juga. Bukan apa-apa, sudah mengeluarkan uang banyak, kalau tak benar-benar dipakai kan sayang juga.

Pahami maknanya bukan nominal harganya. Dan untuk bisa lebih membantumu menentukan apa yang sebaiknya diminta sebagai seserahan, kami punya tips yang bisa kamu lakukan.

Utamakan Hal yang Wajib dalam Agama dan Adat Terlebih Dahulu

Sumber : https://www.instagram.com/hantaran.co__/

Ragam adat yang di masyarakat kita umumnya mengharuskan beberapa benda untuk dijadikan sebagai hantaran. Untuk itu, ini jadi poin utama yang sebaiknya dipenuhi terlebih dahulu. Kan nggak lucu, jika hal yang seharusnya ada malah nggak ada.

Buat kamu yang beragama Muslim biasanya seserahannya berisi seperangkat alat salat. Ditambah dengan beberapa benda lain yang jadi kebutuhan pribadi perempuannya.

Tak Perlu yang Mahal-mahal, Pilih yang Benar-benar Akan Kamu Gunakan

Sumber : https://www.instagram.com/hantaran.co__/

Untuk bisa dijadikan ajang pamer, beberapa calon pengantin memaksakan untuk membeli benda-benda seserahan yang harganya mahal. Padahal biasanya, benda tersebut hanya bisa bertahan untuk dipakai sebentar.

Tak apa memang kalau kamu merasa si dia sanggup untuk membelinya, toh itu hak mu juga untuk meminta. Namun kalau ternyata fungsinya tak begitu baik, bukannya sayang ya?

Daripada membeli benda-benda yang harganya tinggi tapi tak begitu berarti, lebih baik beli benda lain yang memang dibutuhkan setiap hari. Entah itu kebutuhan dandan, kebutuhan pekerjaan atau apa saja yang memang akan dipakai dan berfungsi dengan baik.

Jangan Sampai Dia Salah Beli, Kalau Calon Suami Merasa Bingung Kamu Ikut Saja untuk Memilih

Yap, demi menghindari rasa kesal karena isi hantaranmu tak sesuai yang kamu minta. Tak ada salahnya jika kamu meluangkan waktu untuk membeli semuanya bersama dengan si dia. Selain dia yang tak perlu menduga-duga, kamu pun tak perlu berekspektasi untuk dipahami apa maunya tanpa harus bicara.

Anggaplah ini sebagai ajang untuk belajar, bagaimana kalian berdua nanti akan membeli sesuatu berdua untuk belanja bulanan. Karena kamu juga ikut untuk membeli isinya, pastikan juga yang diambil adalah benda-benda yang memang kamu suka dan perlu ya.

Sarankan Juga Pasangan ke Gerai-gerai yang Sedang Menawarkan Potongan Harga

Kalau calon suami memang tak mau pergi untuk mengunjungi toko secara langsung, kamu juga bisa menyarankan ia untuk membeli keperluan di beberapa toko daring yang mungkin sedang ada potongan. Entah itu potongan harga dari markeplacenya atau pun dari tokonya. Hitung-hitung memangkas biaya, kan lumayan.

Selanjutnya Tinggal Dihias Sesuai Selera

Sumber : https://www.instagram.com/hantaran.co__/

Langkah terakhir untuk mempersiapkannya sebelum hari H, semua benda yang akan dijadikan hantaran sebaiknya ditempatkan pada wadah yang akan menambah indah penampilannya.

Apalagi sekarang, sudah ada beberapa usaha yang hanya menyediakan jasa sewa kotak hantarannya. Jadi kamu atau pasangan tak lagi perlu susah payah untuk membeli box dan menyusunnya.

Untuk bisa mendapatkan harga yang pas di saku, cobalah untuk mencarinya jauh-jauh hari. Agar kamu juga bisa memilih, sekiranya tempat mana yang bisa menawarkan jasa paling bersahabat dengan kualitas yang juga pas.

Sejatinya, isi dari barang-barang yang dijadikan hantaran itu memang hanyalah sebuah kiasan. Tapi jika yang datang adalah benda-benda kesukaan yang memang benar-benar dibutuhkan. Menerimanya pastilah jadi sesuatu yang menyenangkan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspirasi & Motivasi

5 Tanda Kamu Bukanlah Perempuan Matre, Tapi Sadar Mana yang Harus Dijadikan Standar

Hei, kamu pasti tahu kan. Jika semua perempuan ingin kebutuhannya terpenuhi dengan baik. Ini bukan tentang kemewahan, tapi perempuan perlu tahu. Jika materi memang dibutuhkan untuk segala aspek kehidupan. Kita butuh makan, bayar tagihan air, listrik, hingga cicilan kendaraan.

Berbeda dengan sikap matrealistis yang umum digunakan demi meraup keuntungan. Perempuan yang punya standar justru sadar jika ada banyak hal yang perlu diselesaikan dengan uang. Tapi punya kemampuan yang baik untuk memilah-milah kebutuhan.

Tampil Maksimal Itu Butuh Modal, Tapi Kamu Paham Mana yang Harus Didahulukan

Demi kebutuhan perawatan wajah saja, perempuan butuh uang jutaan rupiah untuk melakukan perawatan. Mulai dari skin care, bedak sehari-hari, make-up dan perintilan lain yang akan menyempurnakan penampilan. Tapi kamu yang sadar akan kebutuhan, pasti tahu bagaimana caranya membedakan hal-hal yang perlu dilakukan.

Memilih bergaya sesuai kemampuan dan tak mau memaksa pasangan untuk memenuhi kebutuhan. Kecuali ia memaksamu untuk bergaya maksimal yang juga sudah bersedia untuk membantu memenuhi pengeluaran.

Perjuangan dengan Pacar Bukan Hanya Tentang Durasi Hubungan, Namun Apa Saja Usaha yang Kamu dan Dia Lakukan

Tak ada laki-laki mapan yang tak berusaha. Untuk itulah kamu selalu percaya jika upaya dan usaha yang dilakukan oleh kamu dan pasangan, akan menentukan bagaimana kelangsungan hubungan. Saling gandeng dan sama-sama berjuang, pastilah memberi makna yang berkesan.

Dilain sisi, kamu juga akan tetap menemaninya bagaimana pun situasi dan keadaannya. Karena kamu sadar bahwa tak selamanya kalian bersua akan menjalani kehidupan yang senang.

Tak Apa Sekarang Belum Mapan, yang Penting Sudah Punya Persiapan Keuangan yang Stabil di Masa Depan

Perempuan matre akan selalu berusaha untuk menggaet pasangan yang sudah mapan, agar hidupnya berkecukupan. Bedanya, kamu justru berusaha untuk mempersiapkan diri. Bukan mau enak sendiri.

Tak hanya mau foya-foya, kamu justru mengatur strategi untuk mengatur keuangan sedari sekarang. Tak mau menuntut si dia macam-macam, kamu paham kapan harus menuntut dan kapan harus berusaha tanpa bantuan.

Walau Jarang Meminta Traktiran, Bukan Berarti Pacarmu akan Lepas Tangan

Perkara pengeluaran, laki-laki memang selalu jadi pihak yang dibebankan. Tapi tak selalu begitu, jika harus diingat-ingat lagi. Sebenarnya ini jadi pembagian tugas yang pas.

Ya, ketika dia yang membayar makan, kamu mungkin akan membeli tiket nonton atau mengganti bensin kendaraan. Kamu dan si dia saling berbagi, bukan hanya menunggu untuk dibayarin. Tak selalu memintanya untuk membayar, tapi dia paham di waktu seperti apa dia akan berperan.

Dan Rajin Membuat Perhitungan Bukan Berarti Matre, Kamu Hanya Realistis Demi Masa Depan

Selain mendorong pasangan untuk lebih rajit bekerja. Kamu pun melakukan hal yang sama. Giat untuk menambah sumber pendapatan, dan selalu berupaya mencari tambahan.

Nah, untuk memantaunya kamu selalu membuat perhitungan yang besar. Menimbang matang-matang semua biaya yang akan dikeluarkan dan selalu mempertimbangkannya semuanya matang-matang.

Tenang, kamu bukan matre. Kamu hanya realistis demi masa depan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan & Me Time

Pengalaman di Masa Kecil Ternyata Membawa Pengaruh pada Pola Makanmu Saat Dewasa

Jika kamu mempertanyakan kenapa napsu makanmu mungkin sangat besar, atau pola makanmu bermasalah, ternyata hal tersebut bisa dipengaruhi pengalaman di masa kecilmu.

Ini berdasarkan paparan dari psikolog Meg Arroll dan ahli nutrisi, Louise Atkinson dalam buku Shrinkology yang ditulis oleh keduanya. Dua orang ini mengatakan jika pola makan orang saat dewasa sangat mungkin dipengaruhi dari ingatan masa kecil yang terlupakan.

Dari serangkaian ingatan tersebut, ada kebiasaan yang masih susah dilupakan dan membawa dampak tersendiri. Apa saja kira-kira?

Kebiasaan Bunda Memberi Makan Si Kecil Supaya Tak Menangis Nyatanya Membawa Dampak

Semua anak kecil mungkin mengalaminya, dimana orangtua memilih untuk memberi makan agar buah hatinya berhenti menangis. Semacam ada kebiasaan ‘memanjakan’ anak.

Padahal, perlakuan seperti ini dapat menyebabkan kebingungan di saat paling rapuh dalam diri anak yang bisa menimbulkan pola makannya yang tak teratur serta nafsu makannya yang tinggi sukar berubah.

Anak Kecil yang Menghabiskan Masa Kecil Penuh Tekanan Akan Lebih Suka Makan Saat Dewasa

Tak semua anak kecil tumbuh di lingkungan yang menyenangkan. Sebab ada pula yang justru berada di bawah tekanan. Apapun itu, tapi kamu perlu tahu jika adanya tekanan ternyata bisa mempengaruhi hormon yang mengatur makan dan rasa kenyang.

Saat masa dewasa, hal tersebut memicu ketidakmampuan untuk mengontrol pola makan yang dapat membuat stres, sehingga menimbulkan kenaikan berat badan yang tidak terkendali.

Paksaan Orangtua untuk Makan dan Fat Shamming Ketika Kecil Kelak Membuat Seseorang Jadi Tak Bisa Mengontrol Makanan

Mungkin maksud orangtua baik, dimana mereka mendorong anaknya untuk mau makan. Caranya, dengan menjadikan makanan sebagai ‘bayaran’ setiap selesai melakukan apapun.

Padahal, secara tidak disadari akan memengaruhi pola makan saat dewasa. Anak jadi mudah gelap mata pada makanan. Di lain sisi, ada anak yang justru merasakan fat shamming. Dimana ia yang meyakini bahwa cinta orang tua mungkin bersyarat, misalnya ‘Mungkin jika badanku kurus, maka aku akan lebih dicintai’.

Bahkan ia berpikir kalau memiliki tubuh kurus jauh lebih membahagiakan. Pemikiran ini bisa berasal dari orang tua itu sendiri atau lingkungan, yang tidak disadari dapat berpengaruh pada pola makan seseorang sampai ia dewasa.

Pengasuhan yang Tak Konsisten

Penelitian menunjukkan bahwa pengasuhan yang tidak teratur dari orang tua, seperti kurang terlibat dengan kehidupan anak, tidak konsisten, atau tidak perhatian, dapat menyebabkan rendahnya harga diri pada anak, yang akhirnya bisa membuat mereka beralih ke makanan untuk mengatasinya.

Kalau diteruskan, seseorang bisa berisiko mengalami obesitas hanya karena pengasuhan orangtuanya yang kurang tepat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top