Sponsored Content

Kita Jarang Bertemu, Kumohon Kamu Jaga Kesehatan ya Apalagi Pekerjaanmu Butuh Mobilitas yang Ekstra

Sebagai sahabat, kuucapkan selamat karena pada akhirnya kamu mendapatkan pekerjaan pertamamu. Setelah lulus, kita sempat melewati fase gamang menentukan kemana kaki melangkah dan karier akan dimulai, tapi sekarang situasinya sudah berubah.

Kita tak perlu gamang lagi, terlebih dirimu, dengan pekerjaan barumu kiranya lakukan setiap hal dengan maksimal dan sebaik mungkin. Apalagi aku tahu, kamu begitu cinta dengan pekerjaan ini dan sudah mendambakannya sejak lama.

Kini beberapa bulan setelah kamu bekerja, entah mengapa rasanya aku ingin sekali mengatakan hal ini.

Aku Bersyukur Pada Akhirnya Kamu Mendapatkan Pekerjaan yang Kamu Dambakan

Bohong rasanya kalau aku tak bersyukur atas pekerjaan yang kamu dapatkan. Tentu aku ikut senang dan gembira, apalagi melihatmu juga begitu gembira saat mendapat kabar kalau kamu diterima kerja dan siap dengan tugas-tugasmu nantinya.

Meski disini, kita yang  biasanya bersama, akan memilih jalur yang berbeda untuk urusan pekerjaan. Aku duduk di belakang meja kantor, setiap hari selama delapan jam. Sementara kamu beralih dari satu tempat ke tempat lainnya untuk mendapat tugas ini itu.

Bahkan di satu kota, selama satu hari, kamu bisa berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya demi menyelesaikan pekerjaanmu. Kamu hebat dan tangguh, aku bangga padamu.

Tapi Jangan Lupa Jaga Kesehatan karena Kalau Kamu Sakit, Tentu Akan Menghambat Pekerjaanmu

Semoga kamu sehat selalu. Itu doaku setiap hari. Sebab meski kita tak lagi sering berjumpa, akulah orang yang selalu ingin tahu kabarmu dan juga cerita petualangan dengan pekerjaan barumu ini. Sehat adalah hal mewah dan mahal yang tak bisa dimiliki setiap orang, bukan? Untuk itu berkali-kali kuingatkan padamu, jagalah kesehatan.

Perhatikan makanan yang kamu konsumsi, cukupkan kebutuhan cairanmu setiap hari,istirahatlah yang cukup, dan jangan sampai stress hanya karena urusan pekerjaan. Aku yakin kamu bisa melakukan semua itu. Semangat ya kawanku!

Kalau Memang Kamu Betah dengan Pekerjaanmu yang Sekarang, Tapi Perhatikan Juga Kegiatan di Luar yang Sering Kamu Lakukan

Pekerjaan yang menyenangkan itu candu, membuat kita betah dan senantiasa ingin menyelesaikan pekerjaan dengan tuntas sehingga membuat rasa percaya diri kita bangkit. Kalau sudah begini, yang muncul ya rasa betah dan rela kompromi dengan waktu pribadi demi menuntaskan pekerjaan. Tapi ingat lagi lho kawan, hidupmu bukanlah sepenuhnya di kantor. Kamu jangan sampai meninggalkan kesukaanmu atau kehilangan cara mengusir penat karena pekerjaan.

Kalau memang ingin bepergian kesana kemari, lakukan saja sepulang kerja. Jangan membiarkan dirimu hanyut dalam pekerjaanmu selama lebih dari 8 jam. Aku senang kalau kamu betah, tapi jangan sampai pekerjaan membuatmu harus mengorbankan banyak hal termasuk waktu pribadi dan pertemananmu. Nah, untuk urusan mobilisasi, agar memudahkanmu kesana kemari dan tidak makan waktu, aku punya satu hal yang kurasa perlu kukenalkan padamu.

Sejak bekerja, aku menjatuhkan pilihanku untuk berkendara dengan motor? Kenapa? Karena jarak dari rumah ke kantor bisa kutempuh lebih cepat dibanding aku naik kendaraan lainnya. Kurasa kamu perlu mencobanya juga. Kukenalkan padamu kendaraan baruku ya, ini dia Suzuki Nex II.

Elektrik starter yang dimiliki Suzuki Nex II menjadi fitur terbarukan guna membantu motor gampang dihidupkan. Lewat Suzuki Nex II, kamu tak perlu lagi mengalami kesulitan dalam menghidupkan roda dua, apalagi starter yang terdapat di Suzuki Nex II sangat mengandalkan baterai yang tidak perlu dikhawatirkan apabila habis. Sehingga kamu tidak perlu lagi menyela motor atau mengalami macetnya starter hingga membuat pengguna keringetan demi mengusahakan hidupnya roda dua, yang tentu saja bakal mengurangi daya kekerenan.

Dari segi panjang saja Nex II berukuran 1.890 mm, kemudian lebar 675 mm dan tinggi 1.045 mm. Sedangkan generasi pertama, Nex memiliki panjang  1.850 mm, lebar 665 mm, dan tinggi 1.035 mm. Meskipun berukuran lebih besar dari pendahulunya, Nex II masih memiliki prinsip sebagai kendaraan roda dua yang berukuran kompak dan ramping. Jadi dari segi tampilan masih terlihat gagah meskipun ditunggangi oleh orang berbadan besar sekalipun.

Desain yang dirancang dengan cita rasa kekinian diyakini dapat membuat pengguna nyaman guna berpergian ke mana saja. Apalagi varian yang ditawarkan banyak dan beragam seperti kesan sporty dan energik yang terdapat di Sporty Runner, kemudian ada Fancy Dynamic yang menonjolkan kedinamisan dan kreativitas generasi muda zaman sekarang yang makin stylish.

Untuk pengguna yang memiliki karakter berkelas terdapat Elegant Premium. Selain itu ada pula varian Elegant dan Standard yang masing-masing menonjolkan sisi ekonomis tapi berkelas. Sisi keren ternyata tak hanya dapat dihasilkan oleh motor besar dan motor ubahan, tetapi bisa ditimbulkan lewat motor matic macam Suzuki Nex II. Pasti kalau adikmu mendapat hadiah berupa sepeda motor Suzuki Nex II, mobilitasnya pun akan sangat terbantu.

Apapun Hambatan yang Mungkin Mengganjalmu, Hadapi dengan Bijak ya Kawan…

Yang namanya pekerjaan pasti ada saja hambatannya. Begini, pekerjaan ada bukan semata-mata tempat kita mencari uang. Ada yang lebih krusial menurutku. Yaitu soal menguji kedewasaan. Kita bukan lagi mahasiswa yang masih bisa menunda mengerjakan sesuatu.

Di dunia kerja, profesionalisme yang diutamakan. Kita perlu tahu yang mana yang jadi prioritas. Untuk itu, apapun hambatan yang ada, jangan sampai kamu kalah olehnya ya. Sebaiknya, hadapi hambatan tersebut dengan bijak sehingga kamu bisa berproses jadi sosok yang dewasa sekalipun pekerjaanmu menuntut ini itu dan memintamu bepergian kesana kemari.

Terpenting, Hanya Karena Terlalu Sibuk dengan Pekerjaan, Jangan Lupa Kalau Kamu Juga Harus Bahagia

Kita jangan sampai lupa kalau kita perlu bahagia. Itu pesanku. Sebab kalau kita melakoni hidup ini dengan perasaan yang terus menerus gamang, lantas kapan kita bahagianya? Kamu sudah diberi pekerjaan dan kebebasan dalam menentukan arah hidupmu ke depannya.

Proses pendewasaan yang sebenar-benarnya sedang kamu rasakan sekarang ini. Untuk itu, tetap jadilah dirimu yang tak melupakan bahwa hakekat manusia hidup pun ya memang perlu untuk merasa bahagia.

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top