Love & Sex

Ketika Pasangan Memintamu Merahasiakan Hubungan, Jangan Lantas Diam dan Pasrah

Lelakimu meminta kamu merahasikan hubungan? Tentu ada sedikit rasa kecewa yang tidak bisa ditepis begitu saja. Seperti lazimnya sebuah hubungan yang memiliki komitmen pasti, kamu juga menginginkan pengakuan. Eits… tapi jangan terlalu dalam terbenam dalam kekecewaanmu. Nyatanya memilih merahasiakan hubungan juga tetap memiliki sisi baik. Dengan merahasiakan hubungan kalian dapat menjalani kisah cinta tanpa tekanan dari pihak lain.

Sebelum mengiyakan permintaanya untuk merahasiakan hubungan, pastikan dulu alasannya hingga melakukan hal itu. Demi masa depan hubunganmu, sebaiknya kamu melakukan 4  hal ini!

Kamu Boleh Saja Cinta Padanya, namun Sebelum Mengiyakan Permintaan Dia, Pastikan Dulu Alasannya, Ya

Kamu harus benar-benar tahu apa yang menjadi alasannya hingga dia memutuskan untuk merahasiakan hubungan. Kamu boleh saja benar-benar jatuh hati padanya, namun tetaplah berpikir logis. Mungkin dia akan memberikan alasan yang tidak enak kamu dengar. Tak apa, lebih baik seperti ini daripada kamu harus tersakiti suatu hari nanti. Jadi jangan segan untuk mengajakanya duduk berdua demi membicarakan alasan dibalik keinginannya untuk merahasiakan hubungan kalian itu.

Ini Adalah Cinta Rahasia, agar Bisa Bersikap Kompak Bahas Juga Akan Bagaimana Hubungan Kalian Didepan Publik!

Siapa yang akan diberitahu tentang hubungan kalian? Apakah kalian bisa menghadiri acara resmi bersama? Sikap apa yang akan kalian tunjukkan di media sosial? Buatlah kesepakatan mengenai hal itu.

Tak mudah memang menjalani hubungan yang dirahasiakan. Butuh pikiran dan energi lebih untuk melewati ini. Namun selagi komunikasi dibangun, maka tak ada hal yang mustahil untuk dilakukan. Tentu kamu tak ingin merasa canggung saat berdua dengannya di depan umum. Maka, agar hal itu tak terjadi kalian harus sepakat akan bagaimana hubungan kalian didepan publik.

Tak Mungkin Rasanya Terus-menerus Merahasiakan Hubungan. Tetapkan Tenggat Waktu!

Buatlah kesepakatan hingga kapan hubungan rahasia itu akan berjalan. Katakan padanya bahwa kamu juga menginginkan pengakuan. Terlibat terlalu lama dalam hubungan rahasia hanya akan membuatmu lelah.

Lagi pula terus merahasiakannya hanya akan memberi efek buruk pada hubungan yang tengah kamu jalani. Bahkan, bisa-bisa hubunganmu pun jadi tak berkembang. Tentu kamu tak mau ‘kan jika hubunganmu dengan laki-laki yang kamu cintai jadi stagnan?

Siapkan Jawaban Terbaik jika Orang-orang di Sekitarmu Mulai Mempertanyakan Kedekatan Kalian!

Meski kamu sangat ingin memperoleh pengakuan, ada baiknya untuk sementara waktu kamu bisa menahan diri. Hormati permintaan kekasihmu. Namun kamu juga harus tetap menyiapkan jawaban bila ada orang yang mempertanyakan kedekatan kalian. Berikan jawaban yang diplomatis dan menggantung.

Pada akhirnya, merahasiakan hubungan bukanlah impian semua perempuan.  Namun jika laki-laki yang kamu cintai meminta hal itu, kamu sah-sah saja untuk mengikuti kehendaknya, Asal jangan melakukannya terlalu lamu juga. Sebab hubungan yang sedang kamu jalani, berhak untuk mendapat pengakuan dari orang-orang terdekatmu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

Mengapa Cinta Pertama Sulit Dilupakan?

Urusan asmara, dia yang jadi cinta pertama sering disebut-sebut sabagai sosok yang sulit dilupa. Bahkan kata beberapa orang, akan terus berlanjut meski sudah lama tak saling bertatap muka.

Mengingatkan kita pada masa indah ketika pertama kali mengenal cinta, manisnya makan berdua meski di tempat sederhana. Hingga cerita pacaran lain, yang sampai sekarang masih ada dalam kepala.

Tak peduli berakhir senang atau bahagia, dia yang menjadi cinta pertama memang selalu sulit untuk dilupa. Tapi kira-kira kenapa ya?

Ada Banyak Kenangan Manis Bersamanya

Dirinya adalah orang pertama yang berhasil membuat kita merelakan hati untuk saling cinta. Mulai dari masa PDKT nan lucu di masa sekolah, hingga kencan pertama yang dihabiskan dengan obrolan basa-basi yang sebenarnya tak perlu juga. Bersamanya, ada segudang tawa bahagia dan kisah sedih yang kini jadi pengingat bahwa kita saling membahagiakan.

Kenyataan lain yang mengharuskan kita membuka mata memang terlihat tak istimewa. Tapi setiap kali mengingat kenangan bersamanya, ada senyum yang terlukis di ujung bibir tanpa disengaja. Manis memang, itulah kenapa sulit untuk melupakan dirinya yang jadi cinta pertama.

Pernah Percaya dan Mencintainya Sepenuh Hati Kita

Kamu boleh setuju atau tidak, tapi untuk cinta pertama ada rasa yang kadang kita berikan secara berlebihan. Berpikir bahwa hati dan perasaan tak akan berubah, kamu mungkin pernah mencintainya dengan seluruh hati yang kau punya. Percaya bahwa ia juga melakukan hal yang sama, tak pernah menaruh curiga hingga akhirnya dikhianati dan berpisah.

Anehnya, beberapa dari kita masih saja memilih untuk bertahan walau sudah dibohongi. Atau tetap menaruh harap, walau dirinya sudah pergi.

Ia Orang Pertama yang Kita Cinta dengan Setulus Jiwa

Lain dari mantan pacar yang kedua-ketiga-keempat atau seterusnya. Sosok cinta pertama memang selalu punya tempat khusus yang istimewa. Karena dirinya adalah orang pertama yang jadi teman untuk mengecap apa itu cinta. Belajar untuk saling mendukung dalam berbagai situasi. Serta tak lupa juga membantu kita jadi pribadi yang lebih baik lagi.

Cukup berjasa untuk menemani kita tumbuh jadi pribadi yang lebih bijak. Itulah sebabnya namanya selalu sulit dihilangkan dari ingatan.

Meyakini Jika Ia Adalah Orang Baik yang Tak Seharusya Menyakiti

Barangkali cinta pertama yang kita rasakan memang cukup gila. Terlalu percaya atas semua janji yang dibuatnya. Hingga merasa buta dan tak mau melihat kemungkinan berpisah yang juga selalu ada.

Pada satu titik, akhirnya kita tahu. Bahwa apapun yang setiap orang bilang, tak selalu benar begitu yang ingin ia lakukan. Buktinya, dia yang pernah berjanji untuk selalu setia toh akhirnya pergi juga dengan kekasih barunya. Pernah percaya sepenuh hati, kini yang tak bisa kita lupakan adalah janji.

Dan Bisa Jadi Juga Karena Terlalu Lama Bersama

Yap, durasi waktu bersama konon jadi alasan paling kuat kenapa kita sulit untuk melupakan cinta pertama. Ini terdengar sangat wajar, jangankan dia yang bersama cukup lama. Untuk melupakan dia yang sekedar singgah saja kadang-kadang susah.

Dan akan bertambah susah, jika ternyata setelah berpisah kita masih berada di lingkungan yang sama. Sering bertemu dalam beberapa acara, karena kemungkinan besar beberapa temannya adalah teman kita juga. Nah kalau sudah begini, mengatur strategi. Membuat jarak dan berusaha untuk melupakan dirinya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

Yang Pernah Berselingkuh, Siap-siap Dihantui Situasi Sulit Hingga Tak Lagi Dipercaya

Bagi orang yang pernah diselingkuhi, perselingkuhan bisa berdampak menyakitkan. Namun ternyata, dampak negatif perselingkuhan tak hanya dirasakan oleh korban, tapi juga oleh pelaku.

Menurut relationship coach asal Amerika Serikat, Leilla Blackwell, bila seseorang terbukti berselingkuh dan perbuatannya diketahui banyak orang di lingkungan dekatnya, konsekuensi perbuatan itu justru bisa lebih buruk (dan lama) bagi pelaku ketimbang yang diselingkuhi—seperti berikut ini.

Ibarat Kata Pepatah, Karena Nila Setitik, Rusak Susu Sebelanga

Kendati dulunya mungkin pelaku merupakan tipikal yang romantis, baik, setia, bahkan memiliki banyak kualitas baik dalam dirinya, hanya karena satu tindakan yaitu selingkuh yang ia lakukan, maka hal itu akan bisa membawa dampak yang kurang baik untuk hidupnya.

Walau mungkin menurutnya selingkuh adalah prestasi. Tapi pasti ada saja omongan negatif dari lingkungannya yang menjatuhkannya karena sudah terlanjur ingat bagaimana track record-nya dalam berselingkuh.

Belum lagi soal rasa percaya, pasti baik oleh pasangannya maupun oleh keluarga dan teman-teman yang mengetahui perselingkuhannya, si cheater akan jadi sosok yang tak bisa dipercaya lagi. Kalau ia sampai hati mengkhianati kepercayaan pasangannya sendiri, bagaimana ia bisa menjaga kepercayaan orang lain?

Sekali Suka Selingkuh, Maka Selanjutnya Siapa yang Tahu?

Once a cheater, always a cheater

Pernah dengar peribahasa tersebut? Yup, semacam pengingat untuk orang-orang disekitarnya kalau  apapun yang dilakukan seseorang yang pernah berselingkuh demi menebus perbuatannya, bagaimana pun usahanya untuk meminta maaf, seberapa pun kerasnya membuktikan ia tak akan selingkuh lagi, seorang peselingkuh akan selamanya dicap sebagai cheater, baik oleh pasangan maupun orang-orang di lingkungan dekatnya.

Lihat sendiri kan? Yang merasakan dampak negatif lantaran berselingkuh tak hanya korbannya, tapi juga pelakunya.

Dalam Sebuah Hubungannya Nanti, Bisa Jadi Ia Akan Selalu Dijadikan Kambing Hitam Lho Kawan…

Katakanlah seseorang yang selingkuh darimu kemudian melanjutkan relasi bersama pasangannya dan berusaha melupakan kejadian perselingkuhan. Namun hampir bisa dipastikan, setiap ada masalah dalam hubungan, orang yang berselingkuh akan selalu jadi pihak yang disalahkan dan menjadi tempat luapan amarah—meski permasalahannya saat itu tak ada kaitannya dengan affair yang dulu ia lakukan. Rasanya pasti tidak enak juga.

Sementara untuk kita, tak usah dulu bicara karma atau semacamnya, bagaimanapun, sebagai manusia yang tahu mana yang baik dan yang buruk. Untuk kita yang kebetulan berada dalam posisi yang memungkinkan untuk berbuat tidak jujur kepada pasangan, segera hentikan. Tak mau, kan, selamanya dianggap sebagai cheater?

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

Ternyata Ada Usia Rata-Rata untuk Menikah dari Berbagai Negara Ini

Di Indonesia, ada beberapa aspek yang menjadi faktor mengapa seseorang tidak kunjung menikah. Rutinitas yang terlalu sibuk, mengejar posisi di karir tertentu, belum menemukan sosok laki-laki yang tepat menjadi sederetan alasan mengapa seseorang belum juga memutuskan untuk mengakhiri masa lajangnya.

Tetapi apakah wanita di negara lain menikah dalam usia yang terbilang muda? Apakah mereka mempunyai stnadart usia masing-masing di setiap negara?

Negara Korea Selatan yang Terkenal dengan Ginseng dan Dramanya ini, Ternyata memiliki Rata-rata Pernikahan di Usia 30 Tahun

Untuk kamu pecinta drama korea ataupun k-pop pasti sadar bahwa idola kamu yang berusia 30an atau bahkan 40an belum juga menikah, hal ini berlaku untuk wanita ataupun laki-lakinya. Alasan mereka menunda pernikahan begitu lama didorong oleh faktor pergeseran sosial warga korea dan juga krisis pengangguran yang luar biasa menjadi salah satu penyebab mengapa orang korea selatan menunda pernikahan mereka.

Bahkan menurut sebuah studi oleh Gyeonggido Family and Women’s Research Institute, laki-laki Korea selatan menikah rata-rata di usia 40 Tahun, dengan alasan menunggu kemapanan dari segi finansial mereka, dan juga keinginan untuk bebas melakukan apapun pada saat single. Dan wanita sendiri menikah di usia 31 tahun dengan alasan yang tidak jauh beda dengan laki-lakinya.

Swedia Termasuk Negara yang Senang Sendiri, Karena Rata-Rata Usia Pernikahan Mereka di Usia 35 Tahun

Keindahan negara swedia ternyata tidak berlaku untuk kehidupan cinta para penduduknya. Warga yang terlalu mandiri satu sama lain, membuat masyarakatnya enggan untuk menikah ataupun menjalin hubungan serius dengan seseorang.

Tidak heran mayoritas penduduk mereka adalah dewasa lajang. Menurut data Eurostat, rata-rata perempuan Swedia menikah pada usia 33 tahun dan 35,7 tahun untuk laki-laki. Angka ini termasuk ke dalam perhitungan usia pernikahan yang cukup lama.

Negara Jepang Terkenal dengan Kemajuan Tekhnologi yang Pesat dan Sibuk, Sehingga Mereka Menikah di Usia 30 tahun

Kamu yang tau negara jepang pasti mengakui kemajuan negara itu dari berbagai aspek, khususnya dalam tekhnologi. Negara yang terkenal super sibuk itu ternyata mempengaruhi angka pernikahan mereka.

Ada yang unik dari negara ini, Tiga puluh lima tahun yang lalu, seorang wanita muda diharapkan menikah antara usia 20-24 tahun. Jika mereka belum menikah pada usia 25 tahun akan dianggap aneh oleh lingkungan sekitar dan diolok-olok sebagai urenokori (barang yang tidak laku) atau too ga tatsu (buah yang hampir busuk).

Namun sekarang ada perubahan pemikiran oleh wanita Jepang, saat ini mereka mempunyai pemikiran praktikal dan pragmatis, sehingga tidak terobsesi dengan pernikahan dan lebih sering mempertanyakan keuntungan dari suatu pernikahan.

Belum lagi pemikiran laki-laki Jepang yang tidak akan menikah sebelum mencapai batas kemapanan tertentu, besarnya biaya hidup dan sulitnya mendapatkan pekerjaan ataupun promosi di suatu perusahaan membuat mereka enggan untuk buru-buru menikah. Pemikiran itu berimbas dengan usia pernikahan orang Jepang di usia sekitar 30-40 tahun.

Negara Serumpun ini Mempunyai Adat yang Tidak Jauh Beda Dengan Indonesia, Mereka Menikah di Usia 26 tahun

Negara Malaysia, memiliki beberapa kesamaan dengan negara kita. Selain dari bahasa yang tidak jauh berbeda, adat dan istiadat yang tidak terlalu jauh dengan kita membuat standart usia pernikahan di negara mereka pun tidak jauh berbeda dengan kita.

Usia yang produktif dan juga bagus untuk mengandung menjadi alasan mengapa usia pernikahan di Malaysia indentik dengan usia 26 tahun. Di usia itu wanita malaysia dianggap sudah sanggup secara mental untuk menjadi seorang istri dan juga menjadi seorang ibu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top