Inspirasi & Motivasi

Katanya Zaman Sudah Berubah, Tapi Masih Ada Lho Diskriminasi Bagi Perempuan di Tempat Kerja…

Meski hak-hak perempuan selalu digaungkan dan berusaha ditegakkan, faktanya isu kesetaraan gender masih jadi PR besar yang harus dikerjakan bagi seluruh lapisan masyarakat. Tak terkecuali di tempat kerjamu.

Ya, tempat kerja justru jadi tempat paling riskan terjadinya praktik diskriminasi bagi perempuan. Tak percaya? Coba cek lima poin ini, apakah di tempat kerjamu terjadi situasi serupa?

Tak Bisa Dipungkiri, Kesenjangan Honor pun Dialami Sebagian Perempuan di Bidang Mereka

Sebab banyak perusahaan yang masih memiliki pemikiran kalau gaji perempuan tak bisa lebih banyak dibanding dari laki-laki sekalipun pekerjaannya sama persis. Ini lantaran masih adanya pandangan kuno yang menganggap bahwa perempuan itu belum sekompeten laki-laki dalam hal pekerjaan.

Di lain sisi, para perempuan yang bekerja dituntut harus bersandar pada laki-laki sebagai kepala keluarga, sehingga urusan gaji, perempuan tak perlu bayaran setinggi laki-laki. Wah, kalau begini sih benar-benar kolot ya.

Pakai Pakaian yang Tak Seksi pun Masih Saja Dijadikan Target Pelecehan Seksual

Perempuan tak jarang dapat perlakuan yang tak pantas dari tempat kerjanya. Apalagi bila mereka berada di posisi yang lebih lemah dibanding atasan yang punya pengaruh tersendiri dan punya kendali atas kinerja mereka.

Percayalah, tak melulu pelecehan secara fisik yang diterima perempuan. Bahkan yang terjadi, ada juga dalam bentuk kata-kata kasar atau berbau pornografi yang sering ditujukan pada perempuan. Kalau sudah begitu, jangan ragu untuk mengadukannya ke bidang personalia.

Adanya Pembatasan Kesempatan Bagi Para Perempuan Ini Sejatinya Masih Sering Terjadi

Apabila ada kesempatan untuk naik jabatan, beberapa perusahaan masih saja menganggap perempuan kurang pantas berada di posisi manajerial atau pimpinan. Laki-laki dianggap lebih memiliki kualitas kepemimpinan dibanding perempuan.

Perusahaan melihat wanita tak akan bisa mengampu tanggung jawab yang besar di kantor karena mereka masih punya tanggung jawab untuk mengurus suami dan anak-anaknya di rumah, sementara laki-laki bebas dari kewajiban tersebut.

Belum Semua Tempat Kerja Memberi Cuti Hamil dengan Sebagai Mana Mestinya

Kalau perusahaanmu memintamu memperpendek waktu cuti hamil yang kamu ambil, sejatinya, kamu bisa menuntut mereka. Hanya saja, hal ini masih jarang sekali terjadi lantaran tak banyak upaya yang dilakukan ‘para korban’ untuk melindungi haknya. Bahkan sejatinya diskriminasi mulai terjadi  ketika perusahaan menggunakan kehamilan sebagai suatu alasan untuk menilai produktivitasmu.

Masih Ada Saja yang Bergumam Begini: Ada Perempuan Berarti Ada yang Bisa Disuruh-suruh…

Mungkin pemicunya lantaran laki-laki terbiasa dilayani di rumah, mereka pun membawa kebiasaan buruk ini ke tempat kerja ketika mereka melihat sosok perempuan.

Sekarang coba ingat lagi, apakah bosmu sering meminta pegawai perempuan menyiapkan konsumsi rapat atau menjawab telepon masuk saat resepsionis kantor sedang tidak di tempat? Atau ketika ada acara kantor, perempuanlah yang akan ditunjuk sebagai panitia yang menyiapkan segala keperluan, mulai dari booking tempat, mengorganisir tamu, dan segala hal remeh-temeh lainnya.

Bukan apa-apa, contoh kecil semacam ini bisa dikategorikan tindakan diskriminasi lho. 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top