Love & Sex

Kamu Cinta Dia, Tapi Orang Tua Berkata Tidak

Kamu Cinta Dia, Tapi Orang Tua Berkata Tidak

Rasa sayang dan cinta adalah anugrah Tuhan yang tidak pernah terbantahkan. Kamu nggak akan pernah tau kapan kamu dilanda rasa jatuh cinta kepada seseorang, bahkan dengan siapa. Yang kamu tau sindrom merah muda itu telah meliputi hati kamu, dan kamu enggan untuk kehilangan dia. Hidup yang kamu rasakan saat ini lebih berwarna dan bahagia ketika dia hadir. Kamu ingin selalu bersamanya hingga maut memisahkan.

Namun bagaimana jika sebelum maut itu datang kamu dan pasanganmu terancam putus, bukan karena ego kalian, bukan karena sudah tidak cocok satu sama lain, atau bukan karena rasa cinta itu sudah hilang. Hubungan cinta kalian bisa saja berakhir, karena ada orang lain yang menghalanginya. Orang ini adalah lingkup terdekatmu sebelum mengenalnya. Mereka adalah orang tuamu, yang enggan menerimanya dan merasa bahwa pasanganmu tidak pantas bersanding dengan kamu sebagai teman hidupnya.

Mereka Hanya Belum Mengenalnya, Jadilah Perantara Mereka Mengenal Pasanganmu

Pepatah bilang tak kenal maka tak sayang. Sepertinya hal ini berlaku untuk apa saja dan siapa saja, termasuk orang tuamu. Ketika restu tidak ada ditangan, mungkin karena mereka belum kenal seperti apa pasangannya. Sebagai orang tua pasti ada ke khawatiran kepada anaknya dan ingin anaknya mendapatkan pasangan yang terbaik.

Karena keinginan mereka itulah yang membuat mereka tidak menyetujui hubungan kalian. Jadi karena kamu mengenal orang tuamu dan juga mengenal pasanganmu, tidak ada salahnya kalau kamu menjadi perantara mereka. Ceritakan kepada orang tuamu seperti apa pasanganmu, jangan melebihkan untuk memberikan kesan yang baik. Ada baiknya kamu mengatakan apa adanya tentang pasanganmu dan apa yang membuat kamu jatuh cinta kepadanya.

Setiap Penilaian Punya Alasan, Cari Tahu Apa yang Membuat Orang Tuamu Tidak Merestui

Ketika kamu memutuskan untuk mencintai atau tidak mencintai pasanganmu, pasti ada alasan kuat yang mendasari hal itu. Tentu saja itu juga berlaku untuk orang tuamu, ada alasan yang kuat mengapa mereka menyetujui atau bahkan tidak menyetujuinya. Biasanya ada alasan tertentu selain sebuah insting (terutama dari pihak ibu). Daripada kamu sibuk menyalahkan keadaan, alih-alih membenci orang tuamu lebih baik kamu mencari tahu apa alasannya. Mengapa beliau tidak menyetujui hubungan kalian. Apa yang membuat mereka kurang cocok dengan pasanganmu sehingga menganggap bahwa pasanganmu adalah pasangan yang tidak tepat untukmu.

Hubungan itu Tentang Komunikasi, Bangun Komunikasi yang Bagus Kepada Pasangan dan Orang Tuamu

Jika kamu tetap ingin mempertahankan pasanganmu, jalan yang kamu harus lalui adalah berkomunikasi dengan baik dengan pasanganmu dan orang tuamu. Buatlah pasanganmu nyaman meskipun dia tau bahwa orang tuamu tidak menyetujui hubungan kalian, yakinkan dia bahwa ini semua bisa dilalui dengan baik meskipun butuh waktu yang tidak sebentar. Jangan buat kondisinya semakin buruk, atau jangan jadikan restu orang tuamu sebagai bahan untuk bertengkar. Hal yang sama harus kamu lakukan dengan orang tuamu. Setelah kamu mencari tau penyebab mereka tidak menyetujui hubungan kalian, cobalah berikan pengertian dan alasan yang kuat kepada mereka.

Ungkapkan isi hati yang kamu rasakan tanpa mengabaikan kekhawatiran mereka terhadap dirimu dan pasangan. Ungkapkan bahwa kamu paham jika mereka ingin kamu mendapatkan pasangan yang terbaik, dan pasanganmu saat ini adalah yang terbaik yang kamu yakin akan menjadi pasangan hidup yang hebat karena usahanya yang selalu mencoba membahagiakanmu, yang menerima semua kurangmu, dan tidak menyerah kepada keadaan kalian sesulit apapun itu.

Restu orang tua memang jalan untukmu menggapai suatu kebahagiaan. Namun orang tuamu adalah manusia biasa sama dengan manusia lainnya. Usahakan semampumu untuk meyakinkan mereka, sampai benar-benar tidak bisa lagi diperjuangkan. Tidak ada orang tua yang mau menjuruskan anaknya ke dalam lubang yang salah, tapi mungkin caranya yang tidak menyenangkan menjadikan itu terlihat salah olehmu. Ketika Tuhan menetapkan dia sebagai jodohmu, maka halangan sesulit apapun tetap akan bisa kamu lewati bersamanya dan kamu tetap akan bersamanya dan restu orang tuamu bukan lagi perkara yang sulit.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

Lelakimu Menunjukkan 3 Gelagat Ini? Waspada! Dia Mememiliki Potensi Untuk Selingkuh!

kualitas lelaki

Kesetiaan adalah pondasi penting sebuah hubungan. Bila pondasinya tak kuat, akan sangat sulit untuk mewujudkan sebuah hubungan yang bahagia. Saling setia idealnya akan membawa kamu dalam kebahagiaan. Oleh karena itu, bisa bersama dengan orang yang tepat rasanya memang menjadi salah satu kunci langgengnya hubungan.

Ada beberapa kualitas memang yang harus dimiliki seorang laki-laki untuk bisa membahagiakan wanitanya. Alih-alih membuat hidupmu bahagia, bersama dengan laki-laki yang tak tepat justru akan membuatmu terluka. Kesetiaan adalah salah satu kualitas penting yang harus ada pada diri lelakimu.

Butuh kepekaan memang untuk membaca sikap laki-laki yang tengah dekat denganmu. Namun rasanya tak mengapa bila harus bersusah-susah diawal demi bisa bersama dengan orang yang mampu menghargai komitmen. Bila kamu menemukan 3 gelagat ini pada dirinya, bisa jadi dia memiliki masalah dengan kesetiaan. Jangan abaikan!

Dia tak segan menggoda wanita lain, bahkan ketika kamu di dekatnya

Alih-alih menjaga perasaanmu, bahkan dia tak peduli ketika kamu memprotes sikap genitnya itu! Laki-laki yang suka menggoda wanita lain adalah tipikal orang yang suka cari perhatiaan. Orang seperti ini sulit untuk tetep bisa setia dengan pasangannya. Alih-alih bisa tetap setia ketika berjauhan, saat kamu di dekatnya pun ia tak bisa menahan hasratnya untuk menggoda wanita lain.

Menjalin hubungan dengan laki-laki seperti ini tak akan membuat hidupmu tenang. Bukan tak mungkin dari buah kesukaanya menggoda wanita lain, suatu hari kelak dia akan menyelingkuhimu. Melanggar batas-batas komitmen. Waspada deh bila kamu mulai menemukan gelagat ini pada dia! Enggak mau kan diselingkuhin?

Dia kerap datang dan pergi semaunya. Tak peduli kamu kelimpungan mencarinya saat dia menghilang

Kamu kerap kali kesulitan menghubunginya. Bahkan kamu tak bisa melacak keberadaanya. Dia juga tak mengangkat telepon atau membalas pesanmu. Kalau sudah begini, bisa saja dia tengah bersama dengan wanita lain. Kamu perlu mulai curiga jika dia menghilang seharian. Mungkin dia tengah asyik masyuk dengan wanita lain. Bukankah hubungan yang harmonis itu selalu bermula dari kejujuran dan keterbukaan.

Di masa lalu dia pernah selingkuh. Menjalin hubungan gelap dengan wanita lain. Walaupun manusia  bisa saja berubah, tapi kamu tetap harus waspada!

Laki-laki yang pernah selingkuh bisa saja akan mengulangi hal yang sama. Kamu bisa mencari informasi tentang kisahnya di masa lalu. Termasuk penyebab hubungannya yang terdahulu berakhir. Kalau hubungannya pernah berakhir karena dia selingkuh, kamu harus mulai berhati-hati. Lampu kuning telah menyala. Dia memiliki potensi untuk melakukan hal yang sama pada dirimu. Rasanya tak ada seorang wanita pun yang rela menyerahkan hatinya hanya untuk diselingkuhi bukan?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

Cinta Tak Perlu Dipaksakan, Jangan Halangi Kebahagiaanmu

 

Kadangkala, sebuah hubungan hanya bersifat sementara. Bukan berarti ia tidak bermakna, namun mungkin hanya menjadi pelajaran yang perlu dikenang untuk ke depannya. Memang sulit sekali untuk menerima kenyataan bahwa suatu hubungan harus berakhir, tapi apakah mempertahankannya pilihan yang tepat? Apalagi bila kamu tahu hubungan tersebut tidak akan berakhir di jalan yang kamu inginkan.

  1. Jangan Karena Takut Sendiri, Kamu Mempertahankan Hubungan yang Sudah Rapuh

Kembali sendiri lagi setelah lama berpasangan memang tidak menyenangkan. Terbiasa ada yang menemani, memberi perhatian. Tapi bukan berarti karena hal ini kamu harus mempertahankan rasa sakit berada di hubungan yang tidak membuatmu bahagia lagi. Percayalah, bahwa sendiri itu lebih baik daripada berdua tapi tidak bahagia.

  1. Semua Teman-Teman Sudah Menikah, Tapi Aku Putus Lagi..

Pernikahan bukanlah perlombaan. Statusmu bukanlah sesuatu yang harus dipaksakan. Bila saat ini waktumu untuk sendiri, maka nikmatilah. Semua orang memiliki masanya masing-masing, akan tiba juga saatmu untuk berbahagia bersama pasanganmu nantinya. Tentunya hal ini harus dimulai dari keberanianmu untuk menghentikan diri memaksakan cinta yang tidak seharusnya lagi dilanjutkan.

  1. Jangan Halangi Dirimu Menemukan Cinta yang Lebih Baik

Saat kamu mati-matian mempertahankan hubungan yang sudah tidak bisa lagi dilanjutkan, kamu sebenarnya menghalangi dirimu untuk kebahagiaan yang lebih baik. Kamu tidak tahu kan, di luar sana ada orang yang siap memberikanmu cinta yang layak kamu dapatkan, hubungan yang akan membuatmu lebih bahagia? Ayo beranikan dirimu, sudahi hubungan yang tidak membuatmu bahagia demi kebahagiaan dirimu sendiri di masa depan.

  1. Kesedihanmu Akan Segera Berganti dengan Kebahagiaan Bila Kamu Berani Memulai Langkah Baru

Tidak mungkin tidak sedih saat mengakhiri suatu hubungan. Semua kenangan yang kamu miliki bersamanya, itu akan tetap ada di hati dan pikiranmu. Tapi biarkanlah itu jadi masa lalumu, nikmati semua kesedihan itu sekarang. Berani memulai langkah baru, maka kesedihanmu akan segera berganti dengan kebahagiaan. Hidup terus berputar, kamu tidak mungkin akan berada di posisi sedih terus menerus. Pelangi akan hadir setelah hujan badai, dan ketika bahagia, kamu akan menyadari kesedihan itu perlu untuk jadi bahan pelajaran di hubungan selanjutnya

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

Ladies, Ketahui 9 Hal yang Menjadi Pertanyaan di Benak Pria Sebelum Ia Putuskan untuk Melamarmu

meyakinkan

Melamar seorang gadis dan menjadikannya pasangan seumur hidup adalah hal yang harus dipikrkan matang-matang oleh pria. Banyak pertanyaan yang muncul di dalam benak pria sebelum akhirnya siap untuk mendatangi kedua orangtuamu dan memintamu untuk hidup bersamanya.

Sama seperti kamu, pria pun akan diliputi rasa gugup dan khawatir ketika dihadapkan pada suatu hal yang serius.

“Kebanyakan orang harus membuat diri mereka yakin terlebih dahulu sebelum akhirnya membawa pasangan ke jenjang yang lebih serius,” terang pakar hubungan percintaan, Jane Greer, Ph.D.

Ketahui sembilan hal yang menghantui pikiran pria sebelum ia benar-benar berani dan serius untuk melamarmu ke pelaminan.

“APAKAH AKU BISA HIDUP DENGAN KELUARGAMU?”

Pertanyaan ini yang paling pertama muncul di benak seorang pria. Ketika ia memutuskan untuk menikahimu, artinya ia pun harus siap menerima segala kondisi keluargamu. Para pria harus memantapkan diri dan merasa yakin bahwa dirinya bisa benar-benar dengan seluruh anggota keluargamu atau tidak.

“APAKAH PERNIKAHAN INI AKAN BERJALAN LANCAR?”

Pertanyaan yang juga paling banyak dipikirkan oleh pria adalah mengenai pernikahannya bersamamu akan berjalan lancar atau tidak. Bagaimanapun, ia pasti ingin pernikahan yang dilakukannya hanya sekali saja. Ketika ia sudah merasa yakin dan siap, itu artinya ia sudah memasang dada agar pernikahan yang dijalani nantinya akan baik-baik saja apapun resikonya.

“BAGAIMANA JIKA DIA MENOLAK?”

Walaupun kalian telah lama bersama, tapi pria juga punya keraguan atau ketakutan di dalam dirinya  ia takut jika kamu menolak lamarannya. Sebelum melamar, ia akan mengalami kesulitan tidur karena gelisah memikirkan hal ini. Dia akan berpikir seribu kali tentang hal ini, tak jarang para pria akan mengalami stres, ia takut hal-hal yang tidak diinginkan terjadi saat ia melamarmu.

“APAKAH AKU AKAN JADI AYAH YANG BAIK UNTUK ANAKKU?”

Tekanan lainnya yang muncul di benak pria sebelum melamar kamu ialah ia tidak hanya memiirkan bagaimana caranya menjadi seorang suami yang baik untukmu, tapi juga apakah ia bisa jadi ayah yang baik kelak untuk anak-anaknya. Pria pun merasa khawatir jikalau ia sudah menikahimu tapi tidak bisa jadi ayah yang baik untuk keturunannya.

Tugasmu adalah meyakinkan dia bahwa menjadi ayah yang baik mudah dilakukan dan terus mendukungnya. Jangan biarkan ia tenggelam dalam pikirannya tersebut.

“APAKAH AKU BENAR-BENAR SIAP?”

Seorang pria tidak punya patokan di umur berapa ia akan menikah, tidak seperti wanita yang umumnya memiliki target menikah di usia tertentu. Ia tidak akan bergeming dengan pendiriannya sekalipun orang tua memaksanya untuk menikah walaupun usia sudah cukup atau karena tetangga di kampungnya sudah banyak yang menikah bahkan punya anak.

Pria memiliki pemikiran yang sederhana, ia akan menikah ketika dirinya memang sudah siap untuk melakukannya bukan karena faktor eksternal yang mengharuskannya untuk menikah. Menikah karena mementingkan pendapat orang lain akan berpengaruh buruk terhadap hubungan pernikahan nantinya.

“APAKAH WANITA INI BENAR TULUS MENCINTAIKU?”

Pria pun ingin hidup dengan wanita yang benar-benar mencintainya baik dalam keadaan suka maupun duka. Sebelum mantap melamar biasanya ia akan menilai apakah wanita yang hendak dilamarnya ini benar-benar mencintainya. Bukan karena harta, status, atau kedudukan yang ia miliki saat ini.

“APAKAH AKU JODOHNYA?”

Ketika seorang pria sudah siap 100 persen untuk melamar sang gadis pujaannya, ada saja perasaan ragu yang muncul. Pikiran-pikiran seperti, “Apakah aku selevel dengannya?”, “Apakah aku pantas baginya? Kayaknya bukan aku jodohnya”, dan sebagainya kerap menghantui.

Pikiran seperti ini membuat pria mengurungkan niatnya dan tak jarang mengulur waktu lebih lama untuk meyakinkan diri bahwa dia adalah orang yang tepat untuk kamu atau tidak.

“APAKAH AKU BISA MEMBAHAGIAKANNYA?”

Semua pria yang telah memilih calon pendamping dalam hidupnya tentunya ingin selalu membahagiakan partner hidupnya tersebut. Pikiran lainnya yang kerap mengganggu pria adalah apakah ia sanggup membahagiakan seoranng anak perempuan yang selama ini sudah dijaga oleh ayahnya. Apa ia mampu bertanggungjawab, apa ia memiliki segala yang dibutuhkan, pikiran-pikiran seperti ini pun yang membuat banyak pria ragu untuk melamar sang gadis.

“APAKAH AKU BISA SETIA SAMPAI TUA NANTI?”

Pria adalah mahluk visual yang mudah sekali tergoda dengan wanita cantik. Meski sudah menikah, tak dipungkiri bisa saja kasus perselingkuhan terjadi. Ia memiliki kekhawatiran akan menyakiti dim as ayang akan datang.
Tugas kamu ialah memberikan yang terbaik untuknya setelah menikah nanti agar ia selalu disampingmu, termasuk dalam hal berpenampilan agar ia tidak mudah terpikat dengan wanita lain. kerja sama dan komunikasi penting dilakukan agar tidak terjadi kasus perselingkuhan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top