Inspirasi & Motivasi

Kamu adalah Lelaki yang Tepat, Tapi Waktu Bertemu Tak Tepat

Tak ingin membohongi diri sendiri, kehadiranmu jelas sangat membantu. Memberiku pandangan baru, bahwa tak semua cinta itu palsu. Saat aku sedang lemah karena tak lagi percaya pada si dia, kamu datang untuk menawarkan rasa. Membuatku membuka mata, jika dirimu memang lebih bisa membuat tenang daripada si dia.

Kau membuatku tergoda, hubungan yang selama ini kujalani hampir saja goyah. Melepas dia yang selama ini kucinta dan memilih kamu yang baru saja datang untuk menawarkan cinta. Buru-buru meninggalkan si dia jelas membuatku terlihat egois, biar bagaimanapun dia telah memberiku banyak warna. Rasa suka mungkin sudah ada, tapi untuk memilih bersama jelas aku tak bisa. Karena, waktu kita bertemu sepertinya salah.

Untuk tak membuatmu sakit hati atau merasa tersinggung, kali ini biarkan aku memaparkan alasanku yang nampaknya perlu kau pahami.

Saat Kau Datang, Aku Sedang Mengevaluasi Hubungan Bukan Mencari Pasangan

Ya, mari kita berbalik sebentar ke masa awal berkenalan. Dirimu menemukanku pada satu kondisi yang bisa dibilang sedang diawang-awang. Tak ingin menempatkan pasanganku sebagai pihak yang buruk, perlu keberitahu padamu. Menjauh darinya sebentar adalah keinginanku.

Kami memang sedang bersiteru untuk beberapa hal, ketidak satuan jalan pikiran hingga hal lain yang memang bertentangan. Berpikir ini akan menguatkan hubungan, aku memilih untuk menepi sebentar. Memikirkan lagi bagaimana kelangsungan hubungan, untuk kemudian belajar memahami diriku dengan benar.

Dan kupikir sejak awal, dirimu pun tahu bahwa aku hanya ingin mencari ketenangan. Jika akhirnya kamu datang dan berhasil menuai simpatikku, jelas itu diluar kendaliku. Sosok yang baik sepertimu kerap terbayang jadi pasangan masa depan. Tapi, aku sudah punya pasangan.

Kita Memang Bisa Saja Pacaran, Tapi Selingkuh Bukanlah Pilihan yang Akan Kulakukan

Berusaha menunjukkan keseriusan, beberapa kali dirimu menawarkan diri sebagai selingan. Jadi sosok yang akan kutemui jika aku sedang bosan dengan pasangan, hingga bersedia berbuat apa saja demi hubungan main belakang. “Sudah Sayang”, barangkali jadi alasan kuat mengapa akhirnya pilihan itu kau tawarkan.

Namun, lagi-lagi aku harus katakan. Selain tak berniat untuk mendua dari hubungan, aku pun tak ingin membuatmu sebagai sosok yang nanti disalahkan. Melepasmu memang mulai terasa sedikit berat, tapi menahanmu lebih lama pun bukanlah pilihan yang baik nampaknnya.

Mari Sama-sama Membuka Mata, Cinta Membara Diawal Cerita Tak Jadi Jaminan Kita Berdua Akan Bahagia

Harus kuakui, untuk urusan membuatku terpesona dan merasa istimewa, dirimu memang juaranya. Berupaya selalu menjadi yang terbaik, serta menunjukkan semua perbuatan manis yang bertujuan menyenangkan hati. Jadi poin penting lain yang memang tak selalu mampu diberikan oleh si dia.

Kemudian pelan-pelan aku sadar, mencoba membanding-bandingkan kamu dengan si dia adalah kesalahan. Karena biar bagaimanapun, kalian berdua adalah dua orang berbeda yang jelas punya kelebihan yang juga tak sama. Kamu boleh saja menarik perhatianku, tapi si dia yang sudah bersamaku ternyata mampu melakukan hal lain yang lebih daripadamu.

Ini Pilihan yang Sulit, Sebab Isi Kepalaku Kian Rumit

Dengar, kalau bisa memilih. Satu hal yang mungkin aku ajukan kepada Tuhan adalah, tidak menarikku pada situasi seperti ini. Berada diantara kalian berdua, jelas membuatku tak banyak berkata-kata.

Keadaan yang kiat rumit, memaksaku untuk menentukan. Siapakah yang akan tetap kupertahankan. Kamu yang baru saja datang atau dia yang sudah lama tinggal?

Maka untuk kesekian kalinya, aku berkata, bahwa bertahan dengannya adalah pilihan terbaik yang sudah aku pikirkan sejak lama.

Maaf Jika Membuatmu Sempat Berharap Lalu Kecewa, Aku Tak Bermaksud Tuk Melakukannya

Tak apa jika kamu akan marah padaku. Berpikir bahwa aku sedang berusaha untuk menarik ulur hatimu. Menjadikanmu sebagai sosok yang sedang diombang-ambing oleh perasaannya sendiri. Dan menanti satu keputusan dari sosok yang mulai dicintai, meski akhirnya harus rela melepas dan ditinggal pergi.

Bukan ingin membuatmu merasa dibohongi, dengan berpura-pura tak mau peduli dengan pilihan yang kau ingini. Percayalah, dirimu adalah sosok yang sempurna. Bahkan sedari dulu, bayang-bayang akan dirimu adalah sesuatu yang selalu kuingini. Walau, kini harus kuakui pula bahwa kamu memang sempurna, tapi waktu bertemu sedang tak baik saja.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

6 Cara Bijak Menghadapi Lelaki yang Tidak Perhatian Lagi

Apapun itu, setiap hubungan pasti mengalami pasang surut. Tidak selamanya kebahagiaan menyertai, terkadang ada beberapa fase menyedihkan yang harus kita lalui. Misalnya, tentang lelakimu yang sudah tidak perhatian lagi.

Jangan dulu menghakimi bahwa dia sudah tidak mencintaimu lagi, lalu kamu menyalahkannya dengan caci maki. Tindakan tersebut hanya akan mengantarkan hubunganmu pada kehancuran.

Lantas, apa yang harus kita lakukan ketika lelaki mulai terlihat tidak perhatian seperti dulu lagi? Inilah 6 cara bijak untuk menghadapinya.

1. Jangan Paksa Dia Untuk Bercerita

Kamu harus mengerti, dalam keadaan seperti ini lelaki paling benci dipaksa untuk membicarakannya secara mendalam. Jangan memulai pembahasan tentang perubahannya yang kamu anggap tidak lagi perhatian.

Jika dia menunjukkan sikap menghindar mungkin dia sedang butuh ruang. Nanti jika dia sudah mulai tenang tanpa diminta pun dia akan bercerita.

2. Beri Dia Perhatian Lebih

Dalam setiap hubungan, harus ada salah satu yang mengalah. Jika kamu ingin hubungan kalian bertahan, maka jangan lakukan hal yang sama ketika dia sudah mulai tidak perhatian lagi.

Kamu justru harus menunjukkan bahwa kamu tetap perhatian dengannya dan selalu ada untuknya ketika ia membutuhkan. Biarkan dia merasakan bahwa kamu benar-benar sayang. Buktikan pada dia bahwa kamu tidak terlalu egois untuk menujukan sikap yang sama.

3. Beri Dia Waktu Untuk Sendiri

Satu hal yang harus kamu tahu dari lelaki adalah mereka selalu butuh ruang. Entah untuk memikirkan sebuah kesalahan, masalah, atau apapun itu.

Lelaki lebih banyak berpikir daripada perempuan. Mereka hanya butuh waktu sebentar untuk merasa sendirian. Kamu akan melihat dampak yang luar biasa jika kamu bisa memberi mereka ruang.

4. Kamu Harus Menghormati Privasinya

Dalam sebuah hubungan, wajar jika kamu merasa penasaran dengan isi pesan pasanganmu di sosial media. Namun, kamu tidak harus selalu menuruti keinginanmu itu, karena setiap orang tentunya mempunyai privasi.

Membuntuti privasinya akan membuat dia tidak nyaman dan justru makin menghindar darimu. Bagaimanapun kamu harus tetap menghargai privasinya.

Seperti halnya dia yang menghormati privasimu. Kepercayaan adalah kunci utama dalam sebuah hubungan, kamu harus percaya bahwa dia selalu menjaga hatimu.

5. Jangan Larut dan Memikirkannya Terus

Saking perasanya perempuan, mereka selalu terkesan melebih-lebihkan sesuatu. Ketika lelakimu bersikap seolah tidak perhatian lagi, biasanya kamu akan terlalu memikirkannya dan merasa terpuruk seperti orang yang baru saja putus cinta.

Padahal kenyataannya belum tentu seperti itu, jangan terlalu ambil pusing, kamu juga punya hidup sendiri. Pergilah bersama teman-teman atau keluargamu dan berbahagialah.

6. Dalam Keadaan yang Memungkinkan, Buat Dia Untuk Menjelaskan

Setelah kalian memberikan jarak untuk hubungan, buatlah waktu untuk kembali bertemu. Biarkan dia mengungkapkan apa yang dia rasakan, kamupun berhak untuk mengatakan apa yang kamu rasakan selama dia bersikap seperti itu.

Setelah itu evaluasi seberapa sering hal-hal ini terjadi dalam hubungan dan buat kesepakatan tentang bagaimana menghadapinya ke depan.

Dengan 6 cara bijak itu, kamu dan dia sudah menanamkan kedewasaan dalam suatu hubungan. Bagaimana? Sudah baikan?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspirasi & Motivasi

5 Kesalahan yang Sering Dilakukan Perempuan Ketika Jatuh Cinta Terlalu Cepat

Beberapa orang bilang kalau cinta bisa saja datang pada pandangan pertama. Alih-alih membiarkan waktu melahirkan rasa, beberapa perempuan justru tergesa-gesa. Buru-buru menerima cinta, sampai berpikir ia sudah menemukan apa yang selama ini dicarinya. Padahal pandangan sepert ini, bisa jadi salah.

Sering tak bertahan lama, cinta yan terjadi begitu cepat sering hilang dengan cepat pula. Bukannya membuat bahagia, yang kita dapat justru hanyalah luka. Agar kamu tak menyesal, coba pahami beberapa kesalahan yang sering dilakukan oleh perempuan, jika sedang jatuh cinta terlalu cepat.

Tadinya Bisa Mandiri, Mendadak Bergantung Pada Kekasih

Memang sih, sekuat apapun perempuan, ada masa dimana ia ingin terlihat manja di depan kekasihnya. Tapi ya mbo jangan jadi terlalu manja juga. Melalui masa transisi dari sendiri menjadi punya kekasih memang jadi fase paling menyenangkan. Beberapa hal terlihat berkesan jika dilakukan bersama pasangan.

Tapi biar bagaimanapun, tak boleh merasa tak bisa apa-apa, karena sekarang sudah ada yang mungkin bersedia membantu kita. Tak hanya merugikan diri sendiri, sikap ini juga bisa membuat ilfil kekasih. Dia yang tadinya kagum dan suka atas kemandirianmu, mendadak merasa tertipu. Padahal kamu bukannya tak bisa mandiri, tapi hanya sedang berpura-pura ingin selalu didampingi.

Sudah Punya Pacar, Lantas Lupa Pada Teman-teman

Benar memang suatu saat teman-teman kita akan pergi untuk meninggalkan kita. Tapi apakah hidup akan hanya tentang pacar? Tidak kan? Tetaplah bersikap serupa, menyeimbangkan waktu dan tenaga untuk pasangan dan teman. Jangan karena sudah punya pacar lantas lupa pada teman, dan begitu sebaliknya.

Ingat, teman selalu ada di setiap kesendirian yang tadinya kamu jalani. Jelas tak adil jika kamu mendadak lupa pada mereka hanya karena kini sudah bertemu kekasih yang bisa diajak kemana pun kamu suka.

Perkara Sepele Saja Harus Dikompromikan dengan si Dia

Untuk yang satu ini, kadang bikin geli sendiri kalau dingat-ingat lagi. Kamu yang tadinya bisa menentukan banyak hal seorang diri, mendadak berubah jadi sosok yang super ribet. Karena apa-apa, harus diomongin sama pacar.

Dengar, menjalin komunikasi dan berkompromi dengan pacar memang baik tapi jika perkara sepele saja sudah harus kamu kompromikan di awal hubungan, percayalah itu tak baik untuk hubungan.

Membuatmu terlihat tak bisa menentukan keputusan atau pasangan mendadak jengah dan merasa jika sebenarna hal tersebut tak perlu kamu sampaikan. Bijaklah dalam memilah-milah sesuatu, tak perlu perbesar perkara yang sebenarnya bisa kamu selesaikan tanpa dibantu.

Karena Baru Punya Pacar, Mendadak Lebay di Instagram

Setelah sekian lama sendiri, lalu kini punya kekasih tentu jadi memberikan kebahagian tersendiri. Merasa butuh jadi pusat perhatian, perempuan memang tak segan-segan untuk mengumumkan hubungan barunya di media sosial. Berharap dunia akan tahu kamu sudah punya pacar, segala postingan mendadak berisi ia yang kini jadi kekasih.

Padahal perempuan dengan usia yang sudah sedewasa kita, tak lagi dirasa pantas untuk berbagi cerita cinta di media sosial. Apalagi jika hubungan dengan pacar masih baru dimulai. Karena seseorang yang hobi pamer kemesraan di media sosial adalah orang-orang yang butuh pengakuan.

Dan bisa jadi juga hubungan yang sedang dijalankan tak sungguh-sungguh dilandasi rasa sayang. Pacar hanya dijadikan sebagai bahan pamer ke orang-orang.

Berkorban Banyak Hal untuk Sang Pacar dengan Mendahulukan Segala Hal yang Ia Inginkan

Saling memberi untuk bisa saling menerima adalah konsep baik dari sebuah hubungan cinta. Maka jika dari awal saja, hanya kamulah yang berkorban untuknya tentu ada sesuatu yang salah.

Tak perlu berkorban buru-buru, apalagi dengan menukar mimpimu hanya karena ia tak mendukungmu. Karena lelaki yang baik tentu akan mendukung kekasihnya, bukan memaksa sang pacar mengubur mimpi hanya karena mimpi yang ia punya.

Ingat segala sesuatu yang berlebihan di awal tak akan berakhir baik untuk hubungan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

Perbedaan Pasangan yang Setia dan Mudah Tergoda, Pasanganmu Termasuk yang Mana?

Memang benar kepercayaan adalah hal yang sangat penting dalam menjalani hubungan. Namun bukan berarti kamu bisa dengan mudah percaya secara penuh atau bahkan terlalu percaya pada pasanganmu.

Tidak menutup kemungkinan laki-laki yang kini menjadi pasanganmu adalah sosok yang setia. Namun tentu tidak menutup kemungkinan juga bahwa dia yang kini bersamamu ternyata sosok yang mudah tergoda.

Nah, untuk membedakannya, coba kamu simak dengan baik apa saja perbedaan antara yang setia dan mudah tergoda.

1. Dia yang Setia akan Menghargai Komitmen, Sedangkan yang Mudah Tergoda Justru Tak Ingin Terlalu Terikat

Pasangan yang setia pasti akan menjaga komitmen dalam hubungan yang kalian jalani. Berbeda dengan laki-laki yang mudah tergoda, dia justru tak ingin terlalu terikat lebih dalam pada hubungan kalian. Yang setia akan selalu mencoba untuk menjaga kepercayaanmu dan akan berusaha untuk tak pernah mengecewakanmu.

2. Dia yang Setia Jujur dalam Berkata, Sedangkan yang Mudah Tergoda Justru Mudah Berdusta

Dia yang setia akan selalu berkata jujur kepadamu. Apa yang keluar dari mulutnya adalah sebuah kenyataan. Berbeda dengan dia yang mudah tergoda. Dia sangat pandai mempermainkanmu dengan segala kebohongan yang dia ciptakan.

3. Dia yang Setia akan Memberikan Perhatian Sepenuhnya Kepadamu, Sedangkan yang Mudah Tergoda akan Malas Menunjukkan Perhatiannya Padamu di Depan Umum

Apalagi alasannya jika bukan karena kamulah satu-satunya perempuan yang ada di hatinya. Hal ini jadi alasan kenapa dia memberikan perhatian sepenuhnya terhadapmu. Berbeda jika dia termasuk laki-laki yang mudah tergoda. Dia akan terlihat malas untuk menunjukkan perhatiannya padamu di depan umum.

4. Dia yang Setia Hanya akan Fokus Padamu Saat Sedang Bersama, Sedangkan yang Mudah Tergoda akan Mencuri Waktu Luang untuk Curi Pandang pada yang Lainnya

Cara lain untuk membedakan dia yang setia dan mudah tergoda adalah dengan melihat sikapnya saat sedang bersama. Dia yang setia hanya akan fokus padamu.

Sedangkan dia yang mudah tergoda akan selalu meluangkan waktu untuk curi pandang ke arah lainnya, terlebih jika ada lawan jenis yang mulai menarik perhatiannya.

5. Dia yang Setia Tak Segan Mengenalkanmu pada Semua Orang Terdekatnya, Sedangkan yang Mudah Tergoda Hanya akan Mengenalkanmu pada Orang Tertentu Saja

Hal ini adalah salah satu perbedaan yang cukup nyata. Jika dia memang serius padamu dan setia padamu, dia tak akan segan untuk mengenalkanmu pada semua orang terdekatnya.

Berbeda dengan dia yang mudah tergoda. Mungkin dia hanya akan mengenalkanmu pada orang tertentu saja dalam kehidupannya.

6. Dia yang Setia akan Menunjukkan Sisi Romantis Sesuai Porsinya, Sedangkan yang Mudah Tergoda Biasanya Justru Berlebihan dalam Melakukannya

Jangan mudah tertipu dengan sikap manisnya. Kamu harus lebih paham bahwa laki-laki yang setia dan benar-benar mencintaimu biasanya akan menunjukkan keromantisan yang sesuai dengan porsinya.

Hal ini berbeda dengan dia yang mudah mendua. Dia cenderung berlebihan dalam menunjukkan sikap romantisnya kepadamu untuk menutupi kebusukannya.

7. Dia yang Setia akan Mendekatkan Diri pada Teman Dekatmu Sesuai Porsinya, Sedangkan yang Mudah Tergoda Terkadang Ramahnya Keterlaluan pada Teman-teman Perempuanmu

Jika dia memang setia, dia akan mendekatkan diri pada teman-temanmu dengan sewajarnya. Namun jika dia tergolong laki-laki yang mudah tergoda, biasanya ramahnya keterlaluan. Dia memanfaatkan kondisi itu untuk mencari perhatian pada teman-teman perempuanmu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top