Inspirasi & Motivasi

Jangan Pernah Salahkan Jarak, Berjarak Tanpa Kabarlah yang Sering Membuat Masalah

“Tak apa, hubungan kita akan tetap baik-baik saja”

Begitu kira-kira aku menguatkan diri saat mendengar kamu akan pergi untuk sementara waktu. Jangan dulu mengutuki semua yang telah terjadi, sebab cinta yang kuat akan menopang kita untuk tetap bertahan. Karena faktanya kamu dan aku hanya butuh percaya dan saling memberi kabar agar tak lagi takut kehilangan. 

Namun ditengah perjuangan untuk menghilangkan semua kekhawatiran, kamu justru membuatku semakin tak karuan. Bagaimana tidak? Kamu yang kini tinggal jauh dariku, mendadak hilang dan semakin membuatku cemburu. Alhasil kita kerap berdebat hanya karena salah paham saja.

Diawal Cerita Jarak Jauh Ini, Memberi Kabar Jadi Satu-satunya Penguat Untuk Kita Berdua

Untuk tak lagi menciptakan masalah yang bisa merusak suasana, kita memang harus rajin bertukar sapa. Tak peduli, meski hanya lewat pesan singkat yang berisi pertanyaan, sedang apa dan di mana, justru itulah membuatku lebih dekat dari jarak yang sesungguhnya. Mulai dari pagi yang tak lagi sepi hingga malam yang akan ditutup dengan nikmat, setelah mendengar kamu berucap salam.

Sederhana memang namun kebiasaan-kebiasaan seperti ini jadi penghilang kepenatan atas dunia yang kerap mempecundangi kita. Jika memang tak ingin salah dalam menerka, hal inilah yang memang harus kita lakukan. Tak perlu banyak, tak juga butuh waktu lama. Singkat tapi benar-benar bermakna.

Pelan-pelan Semua Berubah, Meski Aku Sendiri Tak Tahu Entah Kenapa

Selain diriku yang kini menjadi pacarmu, kamu tentu punya dunia lain yang harus diperhatikan pula. Aku pun tahu, bukan hubungan yang sehat namanya jika kamu tak punya dunia selain aku. Pikiran ini jadi sesuatu yang kerap kujadikan pertimbangan untuk lebih mudah meredam curiga saat beritamu mulai sulit kudapat.

Pada rentetan hari yang membuatku merasa rinduku, pesanmu justru tak lagi ketemukan pada ponsel milikku. Wajar jika tiba-tiba akan banyak prasangka buruk yang mulai memenuhi isi kepala.

Padahal disana kamu mungkin bisa saja sedang sibuk dan tak bisa berkabar walau sebentar. Tapi aku sendiri tak selalu bisa berpikiran sejernih itu. Hal lain yang justru kerap jadi terkaan pertamaku, kamu sedang bersama dengan orang baru dan melupakanku yang kini sedang menunggu.

Padahal Harusnya Kamu Jelas Tahu Bagaimana Aku Kerap Menabung Rindu

Hidup di tempat yang berbeda, jelas merubah semua kebiasan yang dulu jadi rutinitas kita. Tak ada janji yang dibuat dengan tiba-tiba, itu berarti aku dan kamu jadi bebas berkumpul dengan sahabat hingga larut malam. Hingga tak lagi harus menunggu untuk berbelanja, kita pun jadi punya banyak waktu untuk meresapi hobi masing-masing.

Pada awalnya, situasi ini begitu kunikmati. Tak lagi diganggu oleh beberapa pertanyaan yang rutin kamu kirimkan. Hingga pelan-pelan ada rindu yang nampaknya lebih besar dari sekedar menunggu. Jika memang tak bisa bertemu dalam waktu dekat, sebenarnya kita hanya butuh siasat dengan saling berkabar.

Rentang Waktu yang Berbeda Seharusnya Tak Jadi Alasan untuk Menjadikannya Tersangka

Tanpa harus kejelaskan, kamu tentu paham jika kebanyakan pasangan yang menjalani hubungan berjauhan, kerap takluk pada bentangan jarak. Padahal tak harus selalu demikian.

Sebab sejauh apa pun kita berada, jika memang cinta yang ada benar kuat tentu tak akan jadi berakhir. Sebagaimana dulu kita memulainya, kesetiaan adalah hal yang harus dipegang kukuh hingga nanti.

Hal lain yang justru layak dijadikan tersangka adalah keegoisan yang ada dalam diri. Sebab mungkin saja kamu dan aku mungkin terlalu asyik pada diri sendiri hingga lupa untuk berkabar.

Ini Tentang Bagaimana Kamu dan Aku Memahami Tempat Berdiri yang Tak Lagi Dekat Seperti Kemarin

Jika kepercayaan jadi pondasi utama, maka kemampuan saling memahami jadi hal penting berikutnya. Bagaimana pun aku memang harus berlapang dada, untuk bisa memahami hal lain yang mungkin sedang kamu kerjakan. Tak hanya aku yang bersabar karena rindu, kamu juga harus mulai belajar untuk berlaku adil padaku.

Biar bagaimana pun perpisahan ini hanya sementara, bukan untuk selamanya. Kita hanya butuh menyatukan kekuatan dengan tetap saling memberi kabar tanpa harus diminta.

Akhirnya Meski Sedang Dijauhkan Sementara, Komunikasi Jadi Modal Utama yang Tak Boleh Diremehkan

Cerita ini tentu jadi babak penguji untuk hubungan kita. Bagaimana kita akan bertahan dan terus bersama, bukan menyerah dan memilih berjalan masing-masing. Karena biar bagaimana pun waktu akan mempecundangi kita, semua akan baik-baik saja jika bisa memahami apa yang sedang kita jalani.

Percaya dan saling menjaga komunikasi, jadi dua hal penting yang akan menentukan lolos tidaknya kita pada seleksi berikutnya.

Kamu dan aku tak perlu mencari tameng untuk berlindung dari keegoisan yang kerap ingin menang sendiri. Percayalah meski terpisahkan bentang jarak, hubungan ini akan tetap kokoh jika kita mau berlaku setia dan saling memberi kabar.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

6 Cara Bijak Menghadapi Lelaki yang Tidak Perhatian Lagi

Apapun itu, setiap hubungan pasti mengalami pasang surut. Tidak selamanya kebahagiaan menyertai, terkadang ada beberapa fase menyedihkan yang harus kita lalui. Misalnya, tentang lelakimu yang sudah tidak perhatian lagi.

Jangan dulu menghakimi bahwa dia sudah tidak mencintaimu lagi, lalu kamu menyalahkannya dengan caci maki. Tindakan tersebut hanya akan mengantarkan hubunganmu pada kehancuran.

Lantas, apa yang harus kita lakukan ketika lelaki mulai terlihat tidak perhatian seperti dulu lagi? Inilah 6 cara bijak untuk menghadapinya.

1. Jangan Paksa Dia Untuk Bercerita

Kamu harus mengerti, dalam keadaan seperti ini lelaki paling benci dipaksa untuk membicarakannya secara mendalam. Jangan memulai pembahasan tentang perubahannya yang kamu anggap tidak lagi perhatian.

Jika dia menunjukkan sikap menghindar mungkin dia sedang butuh ruang. Nanti jika dia sudah mulai tenang tanpa diminta pun dia akan bercerita.

2. Beri Dia Perhatian Lebih

Dalam setiap hubungan, harus ada salah satu yang mengalah. Jika kamu ingin hubungan kalian bertahan, maka jangan lakukan hal yang sama ketika dia sudah mulai tidak perhatian lagi.

Kamu justru harus menunjukkan bahwa kamu tetap perhatian dengannya dan selalu ada untuknya ketika ia membutuhkan. Biarkan dia merasakan bahwa kamu benar-benar sayang. Buktikan pada dia bahwa kamu tidak terlalu egois untuk menujukan sikap yang sama.

3. Beri Dia Waktu Untuk Sendiri

Satu hal yang harus kamu tahu dari lelaki adalah mereka selalu butuh ruang. Entah untuk memikirkan sebuah kesalahan, masalah, atau apapun itu.

Lelaki lebih banyak berpikir daripada perempuan. Mereka hanya butuh waktu sebentar untuk merasa sendirian. Kamu akan melihat dampak yang luar biasa jika kamu bisa memberi mereka ruang.

4. Kamu Harus Menghormati Privasinya

Dalam sebuah hubungan, wajar jika kamu merasa penasaran dengan isi pesan pasanganmu di sosial media. Namun, kamu tidak harus selalu menuruti keinginanmu itu, karena setiap orang tentunya mempunyai privasi.

Membuntuti privasinya akan membuat dia tidak nyaman dan justru makin menghindar darimu. Bagaimanapun kamu harus tetap menghargai privasinya.

Seperti halnya dia yang menghormati privasimu. Kepercayaan adalah kunci utama dalam sebuah hubungan, kamu harus percaya bahwa dia selalu menjaga hatimu.

5. Jangan Larut dan Memikirkannya Terus

Saking perasanya perempuan, mereka selalu terkesan melebih-lebihkan sesuatu. Ketika lelakimu bersikap seolah tidak perhatian lagi, biasanya kamu akan terlalu memikirkannya dan merasa terpuruk seperti orang yang baru saja putus cinta.

Padahal kenyataannya belum tentu seperti itu, jangan terlalu ambil pusing, kamu juga punya hidup sendiri. Pergilah bersama teman-teman atau keluargamu dan berbahagialah.

6. Dalam Keadaan yang Memungkinkan, Buat Dia Untuk Menjelaskan

Setelah kalian memberikan jarak untuk hubungan, buatlah waktu untuk kembali bertemu. Biarkan dia mengungkapkan apa yang dia rasakan, kamupun berhak untuk mengatakan apa yang kamu rasakan selama dia bersikap seperti itu.

Setelah itu evaluasi seberapa sering hal-hal ini terjadi dalam hubungan dan buat kesepakatan tentang bagaimana menghadapinya ke depan.

Dengan 6 cara bijak itu, kamu dan dia sudah menanamkan kedewasaan dalam suatu hubungan. Bagaimana? Sudah baikan?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspirasi & Motivasi

Bukan Melupakan, Tapi Mengikhlaskan Adalah Cara Terbaik Untuk Berdamai Dengan Keadaan

Melupakan adalah hal yang paling ingin seseorang lakukan pasca perpisahan, terlebih perempuan. Karena katanya, perempuan yang paling merasa kacau saat menghadapi perpisahan. Pada hakikatnya perempuan memang cenderung menggunakan perasaan di banding logika, itu sebabnya mereka akan terpuruk untuk beberapa saat ketika putus cinta.

Kamu bercermin, lalu menatap iba wajah yang ada disana. Terlihat kusut, rapuh seperti kondisi hatimu saat ini. Menyalahkan diri sendiri dan kekuranganmu yang membuat seseorang pergi dari hidupmu. Bahkan menganggap dirimu sebagai perempuan paling buruk di dunia. Ketahuilah, semua perempuan itu cantik, yang berbeda hanyalah definisinya. Dan setiap perempuan itu pantas untuk dicintai, termasuk kamu.

Untuk perempuanku, terpuruk terlalu lama membuatmu semakin tenggelam dalam masa lalu. Kita memang makhluk perasa, namun bukan berarti tidak mempunyai logika. Merasa sedih dan kehilangan boleh saja, karena membiasakan diri untuk tidak lagi terbiasa dengan hadirnya seseorang di dalam hidup kita tidaklah mudah.

Kamu boleh saja menangis semalaman, jika itu membuatmu lega. Namun, berjanjilah pada diri sendiri untuk tetap bangkit. Proses melupakan memang tidaklah secepat ketika mencintai. Namun ketahuilah, kita tidak akan pernah benar-benar bisa melupakan seseorang yang pernah ada di hidup kita.

Sejatinya bukan melupakan yang membuat kita sembuh dari luka, namun semuanya lebih kepada perihal mengikhlaskan. Kita tidak pernah bisa berdamai dengan keadaan saat hati belum bisa merelakan. Meski perlahan, cobalah untuk menerima kepergiannya dan memaafkan segala kesalahannya. Percayalah, semua itu akan mempercepat proses penyembuhanmu.

Lagi pula, seharusnya kamu bersyukur karena telah di pisahkan sekarang dengan seseorang yang memang tidak di takdirkan untuk menjadi milikmu, jika tuhan memisahkan kalian di masa depan tentu saja luka yang akan kau rasakan jauh lebih dalam.

Mungkin dia memang terbaik untukmu, namun tuhan menakdirkannya untuk menjadi yang terbaik bagi orang lain. Begitu pula kamu, tuhan telah mempersiapkan seseorang yang jauh lebih baik dari apa yang kamu harapkan. Tugasmu hanya percaya bahwa semua akan indah pada waktunya.

Sekali lagi, bukan melupakan yang harus kamu lakukan. Namun mengikhlaskan adalah satu-satunya cara untuk berdamai dengan keadaan.

Cintai dirimu sendiri sebelum memutuskan untuk mencintai orang lain. Hiasi penantianmu dengan perbaikan diri agar kelak jodohmu menjemputmu dengan bangga hati. Semangat untuk kembali menata hati!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

10 Hal yang Menandakan Lelaki yang Kini Bersamamu Tak Berniat Menikahimu

Tujuan utama pacaran tentu saja sebuah pernikahan bukan? Pacaran menjadi salah satu cara untuk bisa mengenal satu sama lain sebelum akhirnya memutuskan untuk menikah.

Sebagai perempuan, kamu juga harus cukup jeli untuk melihat gelagat lelaki yang kini menjadi kekasihmu. Coba perhatikan 10 hal yang menjadi tanda bahwa dia berpacaran denganmu tanpa niatan untuk menikahimu.

1. Tak Mau Mengenalkanmu pada Orangtuanya

Ada banyak alasan yang dibuatnya untuk membuatmu tak memintanya mengenalkanmu dengan orangtuanya. Entah itu karena orangtuanya sibuk atau karena alasan lain yang menurutmu cukup klasik.

Jika dia serius menjalani hubungan denganmu, tentu dia tak akan mengenalkanmu pada orangtuanya tanpa kamu minta sekalipun.

2. Tak Mengakui Status Hubunganmu Dengannya

Seolah dia ragu mengakui pada orang lain bahwa kamu adalah pacarnya. Dia menunjukkan kesan seolah kamu bukanlah orang yang berharga untuknya. Ini sudah menjadi salah satu tanda bahwa dia tak memiliki niatan untuk menikahimu.

3. Masih Terlihat Bingung Saat Kamu Bertanya Mengenai Masa Depan

Saat kamu sudah mulai berbicara serius mengenai masa depan, dia justru terlihat berusaha mengalihkan pembicaraan. Dia selalu bersikap pasif dan terlihat belum memiliki pandangan apapun tentang masa depanmu dengannya nanti.

4. Mencoba Mengalihkan Pembicaraan Saat Kamu Membahas Pernikahan

Tak hanya saat kamu membicarakan masa depan, saat kamu mulai membahas pernikahan dia pun akan mencari banyak alasan. Dia selalu berusaha mengalihkan pembicaraan pada topik yang lainnya.

5. Mengatakan Bahwa Orangtuanya Tak Merestui Hubungan Kalian, Namun Tak Ada Tindakan Apapun Darinya

Dia berkata bahwa orangtuanya tak menyetujui hubungan yang kalian jalani saat ini. Namun alih-alih berjuang untuk kelangsungan hubungan kalian ke arah yang lebih serius, dia justru tak terlihat melakukan tindakan apapun.

6. Bersikap Seolah-olah Hubungan Kalian Bukan Hubungan yang Serius

Di hadapan teman-temannya, dia tak menunjukkan keseriusan hubungan kalian. Jika ada temannya yang menanyakan tentang kelangsungan hubungan kalian ke depan, dia terlihat tak ingin menjawabnya dengan serius.

7. Menghindar dari Masalah

Saat ada masalah di antara kalian, dia akan memilih diam dan menghindar. Bisa dibilang dia lebih memilih untuk kabur dari masalah dibanding menghadapinya dan menyelesaikan secepat mungkin.

8. Marah Saat Kamu Mulai Membahas Pernikahan

Dia tak tertarik dengan topik pernikahan. Bukannya senang, dia justru akan merasa tertekan. Dia belum memiliki pemikiran untuk menikahimu, itulah alasan kenapa dia marah setiap kali kamu mulai membahas pernikahan.

9. Tak Tertarik untuk Mengenal Keluargamu

Tak hanya tak ingin mengenalkanmu pada keluarganya, dia pun tak tertarik untuk bisa kenal dan dekat dengan keluargamu. Dia hanya ingin menyimpan hubungan kalian untuk berdua saja tanpa ada pihak lain yang mengetahuinya.

10. Secara Blak-blakan Mengatakan Bahwa Dia Tak Berniat Menikahimu

Ini menjadi tanda yang sangat besar. Bahkan tak tanggung-tanggung lagi, dia langsung mengatakan bahwa dia memang tak ingin menikahimu. Jika sudah begini, akan lebih baik jika kamu mundur dari hubungan yang kalian jalani.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top