Love & Sex

Jalani Proses Cerai, Sule Minta Hak Asuh Keempat Anaknya

Kemarin, sidang perceraian antara komedian Sule dan Istrinya, Lina, kembali digelar. Bertempat di Pengadilan Agama Cimahi, Bandung, Jawa Barat, Kamis (9/8/2018) dengan agenda mendengarkan jawaban dari tergugat, yakni Sule.

Jika selama ini pembawa acara ‘Ini Talk Show’, itu masih ingin berjuang untuk mempertahankan rumah tangganya. Akhirnya Sule menerima gugatan yang diajukan istrinya.

Sejalan dengan itu, mengutip dari kumparan.com, hal tersebut dibenarkan oleh kuasa hukum Lina, yakni Abdurahman yang berkata “Iya benar, tadi disampaikan secara tertulis maupun lisan di hadapan majelis hakim kalau kang Sule sudah menerima perceraian ini. Kami juga akan memberikan jawaban tapi kami harus berkonsultasi dulu sama ibu Lina,” tutur Abdurahman.

Namun, hal lain yang juga jadi fakta baru dari kasus perceraianya tersebut. Pihak Sule terlihat membantas alasan gugatan yang dibuat oleh Lina, dipicu oleh perihal KDRT atau masalah perekonomian. Selain membantah alasan gugatan tersebut, melalui kuasa hukumnya Sule juga meminta agar hak asuh atas keempat anaknya jatuh kepadanya.

“Ya, dia minta hak asuh anak empat-empatnya jatuh ke kang Sule semua. Tapi itu nanti kami berikan jawaban dalam sidang minggu depan,” tutur Abdurahman, lagi.

Sidang perceraian Sule dan Lina yang selanjutnya, akan kembali digelar pada 16 Agustus mendatang dengan agenda jawaban penggugat terhadap jawaban tergugat.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Menikmati Akhir Pekan Akan Lebih Menyenangkan Tanpa Terdistraksi Isi Linimasa Instagram

Sekalipun kamu tinggal di Jakarta yang katanya semakin sulit menemukan lokasi wisata, bukan berarti kamu tak bisa menikmati akhir pekanmu. Macet memang sudah jadi bagian hidup sehari-hari, termasuk saat akhir pekan, tapi jangan sampai keadaan ini membuatmu putus asa dan jadinya hanya sibuk menatap layar gawai selama seharian penuh saat akhir pekan.

Kamu perlu tahu, terdistraksi dengan isi Instagram setiap hari hanya akan membuat pikiran rentan depresi. Karenanya, saat akhir pekan lebih baik isilah waktumu dengan kegiatan yang lebih menyenangkan. Jalan-jalan keliling kota misalnya.

Supaya Tak Bosan dengan Suasana yang Sudah Pernah Kamu Kunjungi, Pilihlah Satu Tempat yang Berbeda

Yang namanya jalan-jalan keliling kota bukan berarti hanya dihabiskan untuk mengitari mall saja ya kawan. Memang, mall ini akhirnya seperti jadi satu-satunya destinasi yang harus dikunjungi saat akhir pekan, tapi kamu cobalah meluangkan waktu sejenak untuk mencari tahu tempat-tempat wisata yang mungkin jarang terekspos.

Kamu bisa memulai perjalananmu di akhir pekan sejak pagi, mungkin kamu bisa mendatangi tempat-tempat yang terasa segar dan bisa jadi pilihan yang menarik di pagi hari. Kalau sebagai perempuan kamu masih canggung untuk pergi sendiri, ya tak masalah jika hendak mengajak teman atau pacar.

Sorenya untuk kesan menanti senja yang tak biasa, jika memang masih ingin berada pada sekitaran Pusat Jakarta. Kamu bisa menikmati matahari terbenam di Pelabuhan Sunda Kelapa. Aktivitas para kapal yang sedang bersandar dan beberapa kegiatan para awaknya akan membuatmu merasakan Jakarta dari sisi yang berbeda.

Sebab Jalanan Ibu kota Sedang Ruwet-ruwetnya, Pastikan Pula Rute Mana yang Tak Akan Membuatmu Merana

Yang namanya jalanan Jakarta memang semakin padat. Jangankan hari biasa, di akhir pekan pun ruas jalanan utama pasti tetap saja macet. Belum lagi kalau ada pembangunan di sana-sini. Karenanya, penting sekali untukmu setidaknya untuk mencari rute alternatif.

Walau terlihat sepele, memilah jalanan yang akan dilalui jadi salah satu kunci untuk dapat menikmati perjalanan. Sebab untuk mencari tahunya pun cukup mudah. Entah itu dari sosial media, atau dari beberapa akun yang biasanya khusus membicarakan tentang jalanan Ibu Kota.

Dari Jauh-jauh Hari, Pilihlah Waktu yang Pas untuk Melakukan Perjalanan

Nah sekiranya kamu sudah tahu tempat mana yang akan kamu tuju serta jalur mana yang akan dilalui, hal selanjutnya yang perlu dipikirkan adalah soal keberangkatan. Kalau kamu memang ingin pergi sejak pagi, berarti perlu timing yang pas untuk istirahat dan memikirkan soal jam keberangkatan. Berangkat sejak pagi memang lebih menyenangkan karena biasanya jalanan belum seramai biasanya.

Perempuan Mandiri Tahu Pilihan Kendaraan yang Paling Nyaman di Hati

Dari sekian banyak hal-hal yang tapi perlu kamu perhatikan, kamu wajib memikirkan juga soal transportasi apa yang akan dipakai untuk jalan-jalan nanti. Karena biar bagaimanapun kamu tentu tak akan berjalan kaki untuk menikmati akhir pekan. Kecuali cuma makan di warung depan.

Hadir untuk menjawab kebutuhanmu Motor Address Playful dari Suzuki ini bisa mengantarmu menikmati akhir pekan di Jakarta. Skuter yang memang didedikasikan untuk kamu yang masih berjiwa muda, jadi salah satu skuter terbaik untuk untuk menikmati hari lebih produktif. Lengkap dengan aksesori panel bodi yang penuh warna pada bagian frame cover, handle cover, leg shield hingga pada stripping set.

Kamu juga tak perlu khawatir atau ragu, jika ternyata varian warna tak akan sesuai selera, sebab seri skuter matic dari perusahaan berlogo S ini punya 10 pilihan warna yang diterapkan pada aksesoris panel bodinya. Kamu bebas pilih warna mana yang sekiranya sangat pas dan cocok untuk karaktermu. Mulai dari Stronger Red, Aura Yellow, Fresh Green, Macho Bright Blue, Majestic Gold, Dark Grey, Brilliant White, Hyper Pink, Luminous Orange Hingga Ice Silver.

Keunggulan lain yang akan menjawab kekhawatirmu saat nanti akan berkendara di tengah jalanan ibukota saat akhir pekan tiba. Suzuki Address Playful ini dibekali mesin SOHC 4 langkah kapasitas 113 cc yang memang dipercaya menghasilkan performa baik. Teknologi full injectionnya mampu menekan konsumsi bahan bakar dengan perbandingan kompresi yang mencapai 9.4:1

Dengan komposissi mesin seperti itu, perihal biaya bahan bakar kamu tentu tak perlu ragu, sebab motor ini jadi skuter matic yang tergolong irit. Selain menghemat waktu dalam perjalanan, berkendara dengan Suzuki Adress Playful ini juga membantumu menghemat budget akhir pekan dari perihal ongkos kendaraan.

Saat Sudah Sampai Tujuan, Silahkan Nikmati Dulu Waktu Liburan, Jangan Sibuk Unggah Foto di Media Sosial

Perjalanan menuju tempat wisata memakan waktu yang tak sebentar. Karenanya, sebisa mungkin kalau memang bukan sesuatu yang penting dan bersifat darurat, sebaiknya cobalah nikmati waktu akhir pekanmu degan berkualitas.

Setidaknya jauhkan diri dari dunia sosial media untuk sehari saja, sebab ini akan berpengaruh pada jiwa. Untuk apa mencari destinasi pelepas penat kalau akhirnya kamu hanya terdistraksi dengan gawaimu? Jika sesekali membuka untuk sekedar posting di instastory instagram bolehlah, namun kalau keblalasan buka akun gosip dan saling balas komentar tentu itu akan membuatmu lupa, jika tadinya kamu sedang ingin menikmati akhir pekan di Jakarta.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

Saat Akan Menikah, Ada 7 Kesalahan Memilih Calon Suami yang Seharusnya Kamu Hindari

Cinta memang penting dalam sebuah hubungan, tapi yang namanya menikah kamu tak boleh bergantung pada cinta saja, ‘kan! Ada beberapa perkara lain yang juga perlu untuk dipertimbangkan. Nah, agar relasi yang kita jalin bisa bertahan sampai pernikahan dan kehidupan setelahnya. Jangan pernah lakukan 7 kesalahan ini, ketika kamu hendak memutuskan untuk memilih calon suami.

Dia yang Memiliki Perbedaan Prinsip Hidup Denganmu

Memang sih apa yang kita yakini, tak selalu sejalan dengan apa yang pasangan percayai. Tapi lelaki yang sungguh-sungguh mencintai akan melenturkan sedikit pertahanannya untuk bisa melunakkan diri dan menerima pandangan kita.

Lalu bayangkan jika dia yang akan menjadi suami adalah seseorang yang tak mau terbuka pada pandanganmu. Sesuatu yang ia jalani, hanyalah tentang yang ia percayai. Percayalah, jika kompromi dan mencari solusi untuk banyak masalah yang akan terjadi di dalam rumah tangga hanya akan bisa kita temukan, jika pasangan yang ada disampingmu adalah sosok yang bisa memahami dan mengerti. Bukan dia yang hidup dengan prinsip yang berbeda.

Berpikir Si Dia Akan Berubah Seperti yang Kita Inginkan

Selama pacaran, ia kerap menunjukkan perilaku yang kurang baik terhadapmu. Tapi dengan alasan cinta, kamu masih bertahan dengannya. Berpikir jika dia akan berubah, kamu tak lagi mempertimbangkan sikapnya sebelum memutuskan untuk menikah.

Jika sejak pacaran saja ia sudah berlaku buruk, bukan berarti jika sudah menikah ia akan berubah, ‘kan? Bisa-bisa kamu justru akan semakin terjebak dan terikat dalam hubungan dengan sosok yang tak baik untukmu.

Maka sebelum memutuskan untuk menikah dengannya, cobalah pertimbangkan dulu. Apakah dia adalah orang yang pas atau tidak?

Memutuskan Menikah dengan Lelaki yang Suka Menuntut

Ini jadi poin selanjutnya yang perlu kita pertimbangkan matang-matang. Ketika kamu selalu mengiyakan permintaannya darinya, ia justru bersikap sebaliknya. Memintamu melakukan hal-hal yang tak kamu suka. Sampai memaksamu dengan cara-cara yang tak seharusnya.

Setelah menikah nanti, ia akan memaksamu melakukan hal-hal ideal yang selalu ia jadikan tolak ukur dalam kehidupan. Hasilnya, ia pun kerap menuntut ini itu dan berusaha mengubah dirimu.

Sosoknya Tak Terlihat Punya Pikiran untuk Masa Depan

Coba ingat kembali, beberapa hal yang menarik hati dari dia yang kamu cintai. Diantara momen-momen manis yang pernah terkenang, hingga angan-angan bersama yang konon akan dijadikan nyata di masa depan. Tapi, semua itu tak akan menjadi sesuatu yang berguna. Jika sejak saat ini saja, ia tak terlihat memiliki pandangan dan harapan tentang masa depan yang baik untuk berdua.

Cobalah untuk lebih memahami sikapnya ini, jika memang tak terlihat punya rencana untuk masa depan. Jangan buru-buru untuk memutuskan memilihnya jadi pendamping hidup di masa depan.

Cintamu padanya Semu dan Hanya Sesaat Saja

Rasa sayangmu padanya tak sungguh-sungguh. Kamu hanya sedang mencoba tetap mempertahankan sesuatu yang sesungguhnya sudah tak baik. Takut akan kesendirian, hingga merasa tak bisa menemukan yang lebih sepadan.

Padahal sudah ada banyak perbedaan yang jelas-jelas terlihat, tapi kamu masih saja ngeyel untuk tetap bersamanya. Apalagi jika kamu tetap  bertahan meski sudah berkali-kali dilukainya. Hal-hal semacam ini adalah sesuatu yang berbahaya, jangan sampai kamu terjebak lebih lama.

Kamu Menikah dengannya Hanya Karena Harta yang Dimilikinya

Tak ada yang bisa menolak memang, jika uang selalu jadi kebutuhan semua orang. Tapi jika hal ini kamu jadikan alasan untuk menikahi seseorang, percayalah keputusanmu itu tak benar.

Perlu memang memikirkan bagaimana kehidupan finansial di masa depan. Tapi memilih menikah dengan seorang lelaki hanya karena harta yang dimilikinya, tak akan pernah membuatmu bahagia.

Lebih dari itu, kamu juga perlu punya rasa yang serupa, keinginan yang sejalan, serta tanggung jawab yang serupa untuk membina rumah tangga. Karena, hidup berdua tak hanya perkara uang banyak saja.

Dan yang Terakhir, Memilih Menikah Dengannya Karena Dituntut Orangtua

Ini akan jadi salah satu kelemahan kita. Tatkala orangtua meminta untuk menikah. Tapi percayalah, kebahagianmu juga jadi sesuatu yang perlu dipertimbangkan. Lagi pula, jika kamu memang tak suka dan tak bahagia, orangtua pun harusnya bisa memahaminya.

Menikahlah jika memang sudah siap dan yakin pada dirinya, bukan karena dipaksa atau diminta. Karena yang akan menjalani kehidupan adalah kamu sendiri. Daripada menyesal nanti, lebih baik pertimbangkan dulu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan & Me Time

Konon, Dibanding Berhubungan Intim dengan Pasangan, Belanja Jauh Lebih Menyenangkan Hati Perempuan

Untuk kamu yang sudah menikah, berhubungan seks dengan suami pastilah jadi sesuatu yang menyenangkan. Selain jadi kebutuhan biologi setiap manusia, beberapa orang yang berpendapat bahwa hal ini jadi salah satu kenikmatan dunia.

Tapi, kamu perlu tahu, ternyata dari hasil penelitian, untuk perempuan berbelanja justru jadi sesuatu yang jauh lebih menyenangkan dibandingkan berhubungan badan. Lantas, kenapa begitu ya?

Dilansir dari The Daily Telegraph, yang melakukan sebuah studi dengan meminta beberapa orang partisipan untuk memilih antara seks atau berbelanja. Hasilnya cukup mengejutkan, karena ada sekitar sekitar 59 persen perempuan ternyata lebih memilih berbelanja ketimbang berhubungan intim dengan suaminya.

Tak berhenti disitu saja, pada pertanyaan lain tentang pilihan antara antara hubungan seks atau jalan-jalan ke luar negeri. Ternyata banyak juga yang memilih untuk hubungan intim dibanding jalan-jalan ke luar negeri.

Melihat hasil ini, peneliti kemudian mempertanyakan kepuasan seksual para partisipan yang berasal dari Inggris. Hasilnya, wanita 40-50 an ternyata lebih memiliki kehidupan seks yang menyenangkan dibandingkan mereka yang baru 20-an tahun.

Kesenangan yang dihasilkan dari belanja, memang digadang-gadang jadi sesuatu yang mengurangi kesedihan seseorang. Bahkan menurut para profesor di University of Michigan, Amerika Serikat berbelanja dapat mengembalikan kontrol atas situasi seseorang yang mana berpengaruh terhadap suasana hatinya.

Nah, kalau kamu, kira-kira lebih suka mana nih? Belanja atau tidur dengan suami tercinta?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspirasi & Motivasi

Cobaan Jelang Hari Pernikahan yang Bikin Hati Tak Karuan

Memasuki beberapa bulang jelang hari H pernikahan, biasanya ada saja gangguan yang datang menghadang. Maka, sebagai perempuan, kita perlu sekali untuk mempersiapkan diri. Tak hanya mental, tapi juga hati.

Bukan tanpa alasan, sebab hal ini juga jadi sesuatu yang banyak dibicarakan oleh mereka yang sudah melangsungkan pernikahan. Menjadi sesuatu yang menggoyahkan keyakinan atau alasan yang semakin menguatkan perasaan. Jadi dua hal yang akan kita rasakan atas cobaan yang datang.

Nah, pertanyaannya adalah “Sudah siapkah kita menghadapi cobaannya?”

Mantan Pacar yang Sudah Lama Hilang, Tiba-tiba Datang

Tak jelas apa maunya, untuk dari yang sekedar bertanya kabar sampai yang tiba-tiba mengajak balikan. Sosoknya yang memang pernah jadi kekasih, jelas jadi cobaan tersendiri. Apalagi jika kita memang masih menaruh hati atas dirinya. Bahkan pada beberapa kasus, seseorang bisa gagal menikah hanya karena sang mantan datang tiba-tiba di waktu persiapan pesta.

Memang akan selalu ada pihak yang menganggu, dan biasanya memang datang dari masa lalu kita atau pasangan. Hati-hati dalam menentukan pilihan, jangan sampai salah dalam menentukan keputusan. Dan sebisa mungkin, selalu ajak pasangan untuk berdiskusi tentang hal apa yang sebaiknya kita lakukan.

Promosi Jabatan yang Sudah Lama Diinginkan, Tiba-tiba Ditawarkan dengan Berbagai Syaratnya

Sejak awal bekerja, pasti ada satu posisi yang mungkin sudah kamu mimpikan sejak lama. Menjadi bagian dari cita-cita, bahkan berusaha susah payah demi mewujudkannya. Anehnya, menjelang beberapa bulan pernikahan, tawaran yang sudah dinantikan lama justru sering mendadak datang.

Meminta kita untuk fokus pada pekerjaan dulu, atau menempatkan kita di kota yang lain. Rasa sayang untuk meninggalkan tawaran sering membuat kita dilema. Akhirnya bingung sendiri, antara tetap melanjutkan pernikahan atau menunda sebentar untuk bisa menerima tawaran promosi jabatan.

Tak Tahu Kenapa, Rasa Percaya pada Pasangan Tiba-tiba Berkurang Begitu Saja

Khawatir atau takut kehilangan, barangkali jadi salah satu pemicu yang membuat kita menjadi sedikit lebih posesif dari biasanya. Bukan apa-apa, ini memang wajar. Setiap perempuan yang akan melangkah ke jenjang pernikahan, biasanya dilanda ketakutan untuk ditinggalkan. Tapi bukan berarti ini jadi ancaman ya, rasa takut mungkin ada, tapi kita perlu untuk mengaturnya hingga tak perlu berlebihan.

Sikap dan perilakunya mungkin terlihat seperti mencurigakan, namun bisa jadi itu hanyalah khayalan kita sebagai perempuan. Belajarlah untuk menguasai diri, mengatur semua rasa takut sesuai porsi. Jangan terlalu berlebih, sebab bisa menyakiti diri.

Ditambah dengan Kondisi Finansial yang Mendadak Turun Drastis

“Sewa gedung sudah, bayar katering sudah, undangan sudah, tapi baju pengantin dan make-up belum, huh!”

Entah karena kita tak bisa mengatur uang dengan baik, atau sumber penghasilan yang memang mendadak menurun. Beberapa waktu sebelum pernikahan, masalah keuangan memang jadi sesuatu yang rawan.

Daripada buru-buru takut jika pesta tak akan berjalan dengan lancar, lebih baik koreksi diri dan pasangan dulu. Bagaimana kita mengatur uang masuk dan keluar untuk berbagai macam kebutuhan. Jika memang dirasa perlu, kamu bisa menuliskan semua pengeluaran dan pemasukan. Agar lebih leluasa dalam menentukan.

Tidak Yakin pada Pilihan Hati Sendiri

Ini jadi sesuatu yang paling mengganggu pikiran dan perasaan. Dia yang tadinya sudah mantap jadi pilihan, mulai terlihat bukanlah orang yang tepat untuk dijadikan suami. Mendadak, karakter aslinya terlihat lebih jelas. Dan biasanya, itulah yang membuat kita ragu untuk melanjutkan pernikahan dengannya.

Kalau sudah begini, coba tenangkan hati. Berhenti sejenak dari banyaknya pikiran dan beban pekerjaan, serta kebutuhan yang perlu dipersiapkan. Coba pikirkan lagi, benarkah ia adalah orangnya? Dengan catatan, kamu pun tak boleh gegabah dalam menentukanya keputusan, ya!

Orangtua Serta Calon Mertua, Tak Bisa Diajak Diskusi dengan Baik

Menikah bukan tentang kita berdua saja, tapi juga menyatukan dua keluarga besar yang berbeda. Ada orangtua yang harus dijaga perasaannya, serta mertua yang juga perlu dihormati layaknya orangtua sendiri.

Beberapa masukan dan arahan yang sering mereka berikan, kadang bertentangan. Tapi dengan alasan untuk kebahagiaan anak, yang katanya jauh lebih baik dari usulan dan pendapat kita. Opini-opini mereka lebih terlihat sebagai paksaan. Nah, kalau sudah begini jangan terbawa emosi ya. Coba jelaskan mana yang menjadi keinginan kita, bantu mereka untuk lebih memahami kita.

Dan yang Lebih Parah Lagi, Kita dan Pasangan Sering Terlibat Cekcok yang Menggoyahkan Keyakinan

Si dia mungkin terlihat tak peduli dan cenderung membiarkan kita bekerja sendiri. Tapi ini tak melulu dia tidak senang atas pernikahan, bisa jadi ada hal lain yang mungkin juga sedang ia persiapkan. Perdebatan dan ketegangan yang terjadi mungkin memang jadi hal yang mengganjal di hati. Tapi jangan jadikan alasan untuk berhenti dan tak mau melanjutkan keputusan menikah.

Diskusikan semuanya dengan kepala dingin, jangan terbawa emosi, dan belajarlah untuk lebih bijaksana dalam bersikap pada pasangan. Bukan sedang ingin membuatmu takut, tapi setidaknya beberapa hal ini mungkin akan kamu rasakan juga ketika akan menikah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top