Love & Sex

Jadi Tahapan Penting untuk Hubungan yang Serius, Lakukan Langkah Ini agar Orangtuanya Memberi Restu

Cinta tak hanya sebatas kamu mencintai pasanganmu ataupun sebaliknya. Ketika kamu mencintai dia sebagai satu-satunya pria yang yakin bisa membuatmu bahagia menghabiskan sisa umur berdua, tandanya kamu juga harus mencintai segala kekurangan dan juga keluarganya secara keseluruhan. Karena jika kamu ingin melanjutkan ke jenjang selanjutnya, bukan berarti hanya kamu dan dia saja yang bersatu. Tetapi juga keluarga kamu dan keluarga dia yang juga akan bersatu dan membentuk keluarga besar yang baru.

Ada tantangan sendiri memang saat kamu harus menghadapi orang tua laki-laki yang kamu cintai. Rasa cemas dan ketakutan akan sebuah penolakan membuat situasi untuk bertemu mereka menjadi momen yang menakutkan. Entah beliau sadar atau tidak, mungkin saja kamu akan melakukan kesalahan yang membuat restu dari orangtua sulit didapat. Untuk menghindari hal tersebut persiapan sebelum bertemu calon mertua memang dibutuhkan karena ini bisa menjadi awal dari hubungan jangka panjang yang serius.

Pakaian Mencerminkan Kepribadian, Pastikan Kamu berpakaian Sopan dan Nyaman Saat Bertemu Mereka

Pada saat kamu dan dia memutuskan untuk melakukan pertemuan dengan orangtuanya, hal yang paling pertama harus kamu perhatikan adalah bagaimana kamu berpenampilan. Memakai busana yang benar-benar sesuai dengan situasi memang tidak semudah yang dibayangkan. Keinginan untuk tidak mau terlihat terlalu bergaya dan juga tidak mau terlihat salah kostum menjadi tekanan tersendiri pada saat kamu ingin bertemu dengan orangtua kekasihmu.

Namun hal itu tidak perlu kamu takutkan. Kamu cukup perhatikan situasi dan tempat pertemuan yang kamu lakukan dengan mereka, gunakan pakaian yang sopan, rapi, serta tidak berlebihan. Dan yang paling utama adalah gaya yang kamu gunakan mencerminkan kepribadianmu serta nyaman pada saat digunakan. Hal itu sangat penting karena kamu perlu pakaian yang tidak membuatmu semakin gugup pada saat bertemu dengan orangtua pacarmu. Tidak perlu dandan yang berlebihan agar tidak menimbulkan kesan yang kurang menyenangkan.

Kesan Pertama Menentukan Segalanya. Ciptakan Kesan Pertama yang Baik namun Tidak Berlebihan

Dalam berbagai hal dan dalam berbagai situasi, kesan pertama yang baik menjadi sangat penting dalam sebuah pertemuan. Tidak terkecuali pada saat kamu bertemu dengan calon mertua, kesan pertama yang baik merupakan hal penting. Karena hal itu bisa mempengaruhi penilaian mereka terhadapmu sebagai pasangan bagi anaknya kelak. Tidak perlu gugup ataupun bertindak yang berlebihan sehingga terkesan dibuat-buat.

Kesan ramah yang harus kamu berikan kepada mereka bisa menjadi awal mula yang baik untuk sebuah kesan pertama. Dengan bersikap ramah, kamu bisa dinilai sebagai sosok yang menghargai orang lain ataupun orang yang lebih tua disaat bertemu. Tersenyum dan lakukan percakapan ringan yang dapat mencairkan suasana. Sekalipun respon mereka cuek terhadapmu, pertahankan sikap ramahmu.

Agar Kamu Tak Semakin Gugup, Cari Tahu Dulu Perihal Orangtuanya Lewat Pasanganmu

Hal yang tidak kalah penting pada saat kamu akan bertemu dengan orangtua kekasihmu adalah cari tahu bagaimana orang tuanya melalui pasanganmu. Gunanya agar kamu siap dengan situasi yang akan kamu hadapi kelak. Kamu bisa diskusikan dengan pasangan tentang orang tuanya, tanya hal-hal yang bisa memudahkan kamu untuk bisa menghadapi mereka, seperti sifat mereka, kesukaan, hobi, atau bahkan respon mereka ketika bertemu dengan orang baru.

Dengan demikian kamu sudah bisa membayangkan akan seperti apa suasana nanti pada saat bertemu, dan bagaimana kamu membuat situasi yang nyaman. Kamu juga bisa membawa bingkisan ketika bertemu seperti makanan favorit dari kedua orang tuanya. Cara tersebut cukup ampuh membuat suasana tidak terlalu canggung.

Inisiatif untuk Membantu Harus Ada pada Dirimu, Agar Kamu Semakin Mudah Diterima 

Jika pertemuan yang kalian lakukan di rumah, tentunya ibu dari pasanganmu akan menyuguhkan beberapa jenis makanan dan juga minuman sebagai teman untuk berbincang-bincang. Apabila makanan yang disuguhkan berupa makanan berat, ambillah inisiatif untuk menawarkan bantuan pada ibunya.

Bantuan sekecil apa pun yang dapat memudahkan beliau untuk bisa menyuguhkan makanan, seperti membawakan piring atau gelas dan juga ikut merapikan meja makan pada saat sudah selesai makan. Hal sepele seperti itu bisa membuat kesan yang begitu mendalam pada mereka, namun sayangnya banyak di antara kita yang tidak melakukan hal tersebut.

Kalian Belum Sah Jadi Sepasang Suami Istri, Jagalah Sopan Santun dan Jangan Bermesraan di Depan Mereka

Entah budaya barat ataupun budaya timur, bermesraan terlalu berlebihan di depan orang sangatlah tidak pantas apalagi orang tersebut adalah orangtua pasanganmu. Gestur-gestur seperti berpelukan atau mencium harus dijaga ketika sedang bertemu calon mertua.

Memang mereka sudah tahu kamu dan dia adalah sepasang kekasih, tapi bukan berarti kamu bisa mengumbar kemesraan di depan mereka. Selain tidak pantas dilihat, kamu juga akan terkesan tidak sopan. Kalau kamu ingin menunjukkan rasa bahwa kamu benar-benar sayang dengan pasanganmu, kamu memperlihatkan kasih sayang dengan cara lain yang lebih sederhana dan juga sopan.

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

Sering Cemburu Pada Pasangan Ternyata Punya Dampak Baik untuk Hubungan

Kata orang, cemburu itu tanda sayang. Yup, cemburu lumrah terjadi baik pada pasangan yang baru maupun yang sudah lama menjalin tali asmara. Cara setiap orang menunjukkan rasa cemburu mereka pun berbeda. Ada yang memilih tetap diam, ada juga yang lebih suka menunjukkannya secara terang-terangan.

Momen saat kita cemburu pada pasangan biasanya dibarengi suasana kesal dan bete. Bahkan kamu berpikir rasanya tak ada untungnya saat didera cemburu. Padahal tak selalu begitu. Yuk intip dulu nih nih sisi positif dari keberadaan rasa cemburu ini dalam hubungan kalian.

Kamu Jadi Tahu Sejauh Apa Kekasihmu Menyayangimu

Cemburu sejatinya adalah bumbu dalam hubungan. Ibarat masakan, jika takaran bumbunya pas, maka hidangan pun akan jadi mantap kan? Begitulah dengan hubungan, kalau bumbunya pas, pasti relasimu tetap berjalan baik-baik saja sekalipun diwarnai cemburu pada pasangan. Nah, dengan melihat dia cemburu kepadamu, kamu akan tau bahwa dia masih sangat menyayangimu. Duh, so sweet lho!

Cemburu Juga Sejatinya Tanda Kalau Kekasihmu Masih Peduli Padamu

Selain tanda cinta, cemburu sejatinya juga tanda kepedulian kita pada pasangan. Coba bayangkan kalau sudah tak ada lagi rasa cemburu darimu saat pasangan dekat dengan yang lain, artinya rasa pedulimu padanya jangan-jangan mulai berkurang.

Tak usah malu atau mengelak kalau kamu memang cemburu, sebab setiap hati kita memang memiliki kadar cemburunya masing-masing. Yang perlu ditekankan, cemburu sejatinya adalah tanda kalau kekasihmu sebenarnya masih peduli padamu.

Sering Berselisih Paham Justru Membuat Relasi Biasanya Makin Erat

Karena ada cemburu yang mendera, biasanya kamu dan pasangan jadi terlibat adu argumen. Kalau debat atau argumen yang kalian lakoni masih dalam takaran yang wajar, pertengkaran ini akan membuat kalian semakin mesra jika mampu diselesaikan dengan kepala dingin. Setelah cemburu-cemburuan, sayang-sayangan lagi pastinya, kan?

Kamu Jadi Bisa Menilai Dia Tipe yang Seperti Apa Saat Sedang Cemburu

Kamu dan pasangan pasti memiliki kebiasaan yang berbeda-beda saat merasa cemburu. Ada yang blak-blakan bilang, ada juga yang memilih diam gak mau menyapa, dan lainnya.

Nah, dengan mengetahui kebiasaan cemburunya pasanganmu, kamu jadi bisa menemukan cara meluluhkan hatinya jika suatu saat dia cemburu lagi. Untukmu yang memang ingin serius dengan pasanganmu, momen memahami satu sama lain jelas perlu. Karenanya saat kamu didera momen cemburu, ya hadapi saja.

Kelak, Momen Cemburumu Bisa Jadi Bahan Lucu-lucuan Lho!

Tingkah unik pasangan saat merasa cemburu juga bisa menjadi momen menyenangkan untuk diingat kembali. Saat hubungan berada pada fase membosankan, mengingat kembali kejadian waktu dia cemburu, mungkin bisa mengembalikan keharmonisan kalian lagi.

Yang penting untuk diingat adalah bahwa cemburu memang tanda cinta. Tapi apapun yang berlebihan itu tak baik, lho. Jadi, jangan cemburu berlebihan ya kawan!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspirasi & Motivasi

Hati-hati, yang Sering Bersikap Manis Bisa Buat Kamu Menangis

Menjajaki masa pendekatan, laki-laki sering kali datang dengan segala hal yang menyenangkan. Pura-pura manis diawal, padahal hanya untuk sebuah jebakan. Untuk itulah kita perlu tahu, siapa dia yang sedang ada dihadapan.

Sebelum semuanya jatuh lebih dalam, kita harus pastikan bahwa dia bukanlah seseorang yang hanya sedang mencari pelarian, menggores luka lalu pergi untuk meninggalkan. Mari coba pelajari karakternya, lihat gerak geriknya dan berbagai sikap yang sebenarnya ia punya. Berikut ini adalah beberapa tanda, kalau si dia sebenarnya bukanlah laki-laki yang tepat untuk kita.

Melirik Perempuan Lain Tiap Kali Berdua, Pertanda Jika Ia Tak Mampu Setia

Pada beberapa pertemuan yang kita lakukan dengannya, ia sering kedapatan melirik perempuan lain. Ia sih, dia belum menjadi pacar kita. Tapi jika memang ada niat baik, ia pastilah akan menjaga sikap. Bukan malah jelalatan dan tebar pesona persis di depan kita.

Baginya mungkin ini adalah sesuatu yang biasa, tapi bagi kita hal seperti itu jelas melukai hati. Seolah tak menghargai kita sebagai perempuan yang sedang ia dekati. Kalau masih PDKT saja sudah begini, bisa dipastikan kalau pacaran pastilah ia makin berulah.

Tak bisa setiap pada satu perempuan saja, dan merasa bangga jika bisa flirting pada banyak peremuan.

Suka Membual, Omongannya Tak Ada yang Bisa Dipegang

Benar memang, pada masa pendekatan beberapa laki-laki sering membual untuk mendapat perhatian. Kalau memag kamu merasa ini sah-sah saja demi mendapat perhatian, ya silahkan saja. Tapi kamu juga perlu tahu, jika sedari awal saja sudah bohong begitu bagaimana nanti ke depan? Bisa-bisa ia selalu berbohong untuk mendapat kepercayaan.

Jangan mau percaya begitu saja, jika memang apa yang diucapkannya adalah suatu kebohongan. Cukup tahu saja, dan jangan terlalu memberi harap. Ini akan jadi salah satu cara yang melindungi kita dari sakit hati dan kecewa.

Berbuat Baik Hanya Pada Momen-momen Tertentu

Kalau ada maunya, ia sering terlihat bersikap lebih baik dari biasanya. Jika sedang butuh bantuan, ia akan getol untuk memberimu kabar, menanyaimu “sudah makan atau belum”, sampai pada perhatian lain yang bisa menuai simpatik. Tapi tetap dengan satu tujuan, ada sesuatu yang ingin ia dapatkan darimu. Entah memintaimu bantuan, atau hal lain yang bisa jadi keuntungan.

Pokoknya ia hanya akan bersikap baik kalau ada maunya saja. Selebihnya, ia akan menghilang tak tahu kemana.

Tak Paham Aturan, Sering Menganggumu Tengah Malam untuk Sesuatu yang Tak Jelas

Dalam masa transisi sebelum sah berpacaran, menjalin komunikasi lewat telepon genggam, pesan atau bicara langsung memang jadi sesuatu yang gemar kita lakukan. Tapi dengan catatan, kegiatan tersebut dilakukan dijam-jam tertentu saja. Dia justru, berbeda karena tak tahu aturan dan jam bicara yang baik dalma masa penjajakan.

Hal yang dia pedulikan hanya bagaimana cara untuk bisa mendengar suaramu tanpa tahu, kau mungkin ingin tidur lebih dulu. Kalau memang ia benar-benar peduli pastilah ia menghargai aturan atau kebutuhanmu untuk tidur di malam hari. Bukan malah menganggu dengan menelponmu.

Dan Selalu Merasa Bangga, Ketika Bangga Perempuan Lain yang Meliriknya

Demi menghargai gebetan, laki-laki biasanya akan tak enak hati kalau ada perempuan lain yang meliriknya kalau berdua dengan kita. Tapi, ia justru melakukan hal yang sebaliknya.

Yap, merasa bangga atas apa yang diterimanya, ia justru pamer setiap kali ada perempuan yang meliriknya. Bahkan tak sungkan-sungkan untuk memberitahumu bahwa ada perempuan yang main mata padanya saat bersamamu.

Bertahan untuk tetap menjalani masa pendekatan padanya hanya akan, membuatmu terjebak lebih lama. Jangan sampai kamu jatuh hati, nanti bisa sakit hati sendiri. Karena laki-laki seperti ini tak layak kamu jadikan kekasih.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspirasi & Motivasi

Karena Sikap Setia Adalah Buah Dari Terbuka dan Saling Percaya

Ikatan pernikahan akan membawamu ke fase hidup yang baru. Tapi satu hal yang kamu perlu ingat saat kamu telah berada di titik ini alias sudah resmi dalam ikatan pernikahan yang sah, maka kamu dan pasangan harus sama-sama berkeyakinan, kalau orang yang tinggal bersamamu ini adalah partner terbaik untukmu.

Memiliki sikap terbuka padanya jelas jadi keharusan. Karena pada akhirnya, rumah tanggamu akan baik-baik saja kalau kamu dan partnermu bisa tetap saling terbuka, saling percaya, dan selalu jujur satu sama lain.

Urusan kesetiaan, pasti akan banyak sekali ujiannya. Mungkin kelak kamu akan merasakannya, tapi supaya hubunganmu selalu kuat, maka milikilah lima prinsip yang bisa menopang relasimu agar tak goyah.

Sekalipun ada kesukaran yang dihadapi dalam bahtera rumah tangga, maka jalan cepatnya bukanlah asal mengucap cerai atau talak, melainkan menyelesaikannya berdua dengan kepala dingin.

Sejak Awal Relasi, Tanamkanlah Prinsip untuk Tidak Berbohong pada Pasangan, Hal Ini Akan Menguntungkan Relasimu, Kawan

Tak usah coba-coba berbohong. Karena kebohongan kecil hanya akan menciptakan kebohongan besar terutama kalau kamu terus-terusan berusaha untuk menutupinya.

Intinya, sepelik apapun masalah yang terjadi tetap terbukalah kepada pasanganmu. Seiring pernikahan, kamu dan dia telah jadi satu sehingga dia bukan lagi orang lain bagimu, dia adalah separuh jiwamu, maka bersatulah menyelesaikan suatu masalah yang datang kepadamu atau kepadanya.

Bersikap Terbuka Pada Pasangan Jelas Perlu, Bukankah Sewajarnya Apalagi Kalian Memang Sudah Resmi dan Memilih Hidup Bersama?

Yepp, terbukalah kepada pasanganmu tentang apapun itu, jangankan masalah yang serius, masalah yang sederhana saja maka kamu harus terbuka, karena bagaimanapun memang sudah sewajarnya ketika kamu memilih untuk hidup bersamanya.

Karenanya, sekalipun mungkin sepele, seperti saat kakimu terantuk batu, atau kamu menderita flu, atau ada hal buruk yang merusak mood-mu, maka sampaikanlah juga pada pasanganmu.

Bagaimanapun, Pasanganmu Adalah Partner Terbaik dalam Hidupmu, Karenanya, Jangan Sampai Kamu Lebih Terbuka Pada Orang Lain

Ingatlah selalu kalau pasanganmu adalah partner terbaik dalam hidupmu, maka jangan sampai kamu lebih terbuka pada orang lain ketimbang dirinya. Di luar sana, tidak sedikit seorang suami atau istri malah lebih terbuka kepada orang lain, daripada dia yang telah diakuinya sebagai pasangan halalnya. Ironis bukan?

Selalu Utamakan Kejujuran, Keterbukaan, Kepercayaan, Supaya Sampai Kapanpun Relasimu dengan Dia Tetap Terbina dengan Baik

Maka dari itu, saat kamu memilih bersama dengan seseorang, jadikanlah kejujuran, keterbukaan, dan kepercayaan sebagai prinsip dan prioritas saat berkomunikasi. Ini supaya sampai kapanpun hubungan yang ada tetap terbina dengan baik.

Jangan sampai karena saking takutnya menyinggung perasaannya kamu memilih berbohong, karena sungguh sikapmu yang demikian akan menyakiti hatinya bila dia sampai tahu dari orang lain.

Kamu Perlu Tahu, Kesetiaan Itu Tercipta Saat Kamu dan Pasangan Memang Terus Saling Terbuka dan Saling Percaya, Bahkan Saling Jujur Satu Sama Lain

Dan memang selalu demikian, kesetiaan dalam hubungan itu tercipta dari ketika kamu maupun pasanganmu sepakat untuk benar-benar saling terbuka, saling percaya, dan saling jujur satu sama lain.

Jadi bila memang kamu mengakui bahwa pasanganmu adalah partnermu, sampai kapanpun kamu harus selalu berusaha jujur dan percaya kepadanya dalam keadaan yang seperti apapun.

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top