Love & Sex

Hayo Ngaku, Pasti Kamu Punya Strategi Jitu demi Membuat Gebetan Cemburu…

Cewek itu paling pandai menyusun strategi. Terutama dalam hal mendekati gebetan. Nah, kebanyakan cewek punya keyakinan kalau cara termudah untuk mendekati gebetan adalah dengan membuatnya cemburu. Percayalah, hal ini tujuannya untuk memancing gebetan agar berusaha lebih lagi dalam urusan tarik ulur menjurus ke pdkt atau sekadar ‘memberitahu’ gebetannya kalau yang mendekati dirinya bukanlah satu orang saja.

Sadar tak sadar kamu pasti pernah melakukannya, kendati hal-hal semacam ini memang berisiko. Namun tak dipungkiri yang namanya membuat gebetan cemburu itu sesekali memang perlu. Hanya saja, kamu perlu memahami risikonya sedetail mungkin agar tak salah langkah apa lagi salah kaprah ya!

Kamu Mulai Berpikir untuk Kelihatan Lebih Seksi Saat di Depan Umum

Klasik memang, tapi banyak cewek yang melakukan hal ini. Awalnya memang untuk memancing reaksi gebetan. Ya, kamu berharap agar gebetan merasa khawatir lantaran keindahanmu jadi sorotan orang lain juga. Cara semacam ini tak terlalu buruk, hanya saja jangan berpakaian terlalu terbuka ya! Coba saja sesekali dan lihatlah reaksi gebetanmu. Setidaknya kalau reaksinya sesuai ekspetasimu, pasti kamu gemas sendiri.

Saat Sedang di Satu Acara yang Sama, Kamu Pura-pura Menghindar Dari Keramaian

Untuk strategi yang satu ini, kamu pasti sering melihatnya di film atau membacanya di novel. Konsepnya bak bermain hard-to-get yaitu dimana kamu berpura-pura menghindarinya saat menyadari kalian sedang berada di satu tempat yang sama. Kamu bak ingin menunjukkan kalau kamu cool dan sibuk. Namun hati-hati, tindakanmu bisa saja membuat dia menghindar. Kalau mau mencoba trik ini, pastikan dulu kamu sudah mengenali karakter gebetanmu ya!

Kamu Mulai Memanfaatkan Keberadaan Teman atau Sahabat Laki-laki

Beruntunglah kamu kalau punya sahabat atau teman dekat laki-laki. Sebab kamu bisa memanfaatkan keberadaannya. Ya, kamu bisa pura-pura menggoda temanmu di depannya, pasti gebetanmu akan sedikit cemburu sebab merasa dia bukan satu-satunya dalam hidupmu. Tapi tetap hati-hati ya, kalau kamu terlalu over menunjukkan keakrabanmu pada teman laki-lakimu itu, yang ada gebetan malah meninggalkanmu.

Mendekatinya Sebagai Teman lalu Mengajaknya Mengobrol yang Menjurus pada Perspektifnya Tentang Sebuah Hubungan

Jadilah teman baiknya. Mungkin itu cara terbaik yang bisa kamu lakukan dalam rangka mendekati si dia. Ya, dengan menjadi temannya, kamu bisa mengenalnya lebih jauh lagi dan lebih sering mengobrol. Kalau sudah mendapatkan peluang semacam ini, cobalah ajak dia mengobrol dimana kamu bisa mengarahkannya untuk menyampaikan perspektifnya soal sebuah hubungan. Dengan begitu, kamu jadi tahu pandangannya tentang sebuah hubungan bukan?

Klasik, Tapi Banyak Cewek yang Pura-pura Sibuk Saat Gebetan Ingin Mengajak Pergi Berdua

Kalau trik ini, ada bumbu ‘bohong’-nya, keputusan mau mencoba trik ini atau tidak ya ada di tanganmu. Termasuk trik klasik juga sebenarnya. Karena kamu beralasan sibuk saat si dia ingin mengajakmu pergi berdua. Kalau memangnya kamu hendak menarik ulur si dia, ada baiknya pikirkan lagi cara yang satu ini. Sebab biasanya wanita elegan pun strateginya jauh lebih elegan dibanding memulai hal kecil dengan kebohongan.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Menikmati Akhir Pekan Akan Lebih Menyenangkan Tanpa Terdistraksi Isi Linimasa Instagram

Sekalipun kamu tinggal di Jakarta yang katanya semakin sulit menemukan lokasi wisata, bukan berarti kamu tak bisa menikmati akhir pekanmu. Macet memang sudah jadi bagian hidup sehari-hari, termasuk saat akhir pekan, tapi jangan sampai keadaan ini membuatmu putus asa dan jadinya hanya sibuk menatap layar gawai selama seharian penuh saat akhir pekan.

Kamu perlu tahu, terdistraksi dengan isi Instagram setiap hari hanya akan membuat pikiran rentan depresi. Karenanya, saat akhir pekan lebih baik isilah waktumu dengan kegiatan yang lebih menyenangkan. Jalan-jalan keliling kota misalnya.

Supaya Tak Bosan dengan Suasana yang Sudah Pernah Kamu Kunjungi, Pilihlah Satu Tempat yang Berbeda

Yang namanya jalan-jalan keliling kota bukan berarti hanya dihabiskan untuk mengitari mall saja ya kawan. Memang, mall ini akhirnya seperti jadi satu-satunya destinasi yang harus dikunjungi saat akhir pekan, tapi kamu cobalah meluangkan waktu sejenak untuk mencari tahu tempat-tempat wisata yang mungkin jarang terekspos.

Kamu bisa memulai perjalananmu di akhir pekan sejak pagi, mungkin kamu bisa mendatangi tempat-tempat yang terasa segar dan bisa jadi pilihan yang menarik di pagi hari. Kalau sebagai perempuan kamu masih canggung untuk pergi sendiri, ya tak masalah jika hendak mengajak teman atau pacar.

Sorenya untuk kesan menanti senja yang tak biasa, jika memang masih ingin berada pada sekitaran Pusat Jakarta. Kamu bisa menikmati matahari terbenam di Pelabuhan Sunda Kelapa. Aktivitas para kapal yang sedang bersandar dan beberapa kegiatan para awaknya akan membuatmu merasakan Jakarta dari sisi yang berbeda.

Sebab Jalanan Ibu kota Sedang Ruwet-ruwetnya, Pastikan Pula Rute Mana yang Tak Akan Membuatmu Merana

Yang namanya jalanan Jakarta memang semakin padat. Jangankan hari biasa, di akhir pekan pun ruas jalanan utama pasti tetap saja macet. Belum lagi kalau ada pembangunan di sana-sini. Karenanya, penting sekali untukmu setidaknya untuk mencari rute alternatif.

Walau terlihat sepele, memilah jalanan yang akan dilalui jadi salah satu kunci untuk dapat menikmati perjalanan. Sebab untuk mencari tahunya pun cukup mudah. Entah itu dari sosial media, atau dari beberapa akun yang biasanya khusus membicarakan tentang jalanan Ibu Kota.

Dari Jauh-jauh Hari, Pilihlah Waktu yang Pas untuk Melakukan Perjalanan

Nah sekiranya kamu sudah tahu tempat mana yang akan kamu tuju serta jalur mana yang akan dilalui, hal selanjutnya yang perlu dipikirkan adalah soal keberangkatan. Kalau kamu memang ingin pergi sejak pagi, berarti perlu timing yang pas untuk istirahat dan memikirkan soal jam keberangkatan. Berangkat sejak pagi memang lebih menyenangkan karena biasanya jalanan belum seramai biasanya.

Perempuan Mandiri Tahu Pilihan Kendaraan yang Paling Nyaman di Hati

Dari sekian banyak hal-hal yang tapi perlu kamu perhatikan, kamu wajib memikirkan juga soal transportasi apa yang akan dipakai untuk jalan-jalan nanti. Karena biar bagaimanapun kamu tentu tak akan berjalan kaki untuk menikmati akhir pekan. Kecuali cuma makan di warung depan.

Hadir untuk menjawab kebutuhanmu Motor Address Playful dari Suzuki ini bisa mengantarmu menikmati akhir pekan di Jakarta. Skuter yang memang didedikasikan untuk kamu yang masih berjiwa muda, jadi salah satu skuter terbaik untuk untuk menikmati hari lebih produktif. Lengkap dengan aksesori panel bodi yang penuh warna pada bagian frame cover, handle cover, leg shield hingga pada stripping set.

Kamu juga tak perlu khawatir atau ragu, jika ternyata varian warna tak akan sesuai selera, sebab seri skuter matic dari perusahaan berlogo S ini punya 10 pilihan warna yang diterapkan pada aksesoris panel bodinya. Kamu bebas pilih warna mana yang sekiranya sangat pas dan cocok untuk karaktermu. Mulai dari Stronger Red, Aura Yellow, Fresh Green, Macho Bright Blue, Majestic Gold, Dark Grey, Brilliant White, Hyper Pink, Luminous Orange Hingga Ice Silver.

Keunggulan lain yang akan menjawab kekhawatirmu saat nanti akan berkendara di tengah jalanan ibukota saat akhir pekan tiba. Suzuki Address Playful ini dibekali mesin SOHC 4 langkah kapasitas 113 cc yang memang dipercaya menghasilkan performa baik. Teknologi full injectionnya mampu menekan konsumsi bahan bakar dengan perbandingan kompresi yang mencapai 9.4:1

Dengan komposissi mesin seperti itu, perihal biaya bahan bakar kamu tentu tak perlu ragu, sebab motor ini jadi skuter matic yang tergolong irit. Selain menghemat waktu dalam perjalanan, berkendara dengan Suzuki Adress Playful ini juga membantumu menghemat budget akhir pekan dari perihal ongkos kendaraan.

Saat Sudah Sampai Tujuan, Silahkan Nikmati Dulu Waktu Liburan, Jangan Sibuk Unggah Foto di Media Sosial

Perjalanan menuju tempat wisata memakan waktu yang tak sebentar. Karenanya, sebisa mungkin kalau memang bukan sesuatu yang penting dan bersifat darurat, sebaiknya cobalah nikmati waktu akhir pekanmu degan berkualitas.

Setidaknya jauhkan diri dari dunia sosial media untuk sehari saja, sebab ini akan berpengaruh pada jiwa. Untuk apa mencari destinasi pelepas penat kalau akhirnya kamu hanya terdistraksi dengan gawaimu? Jika sesekali membuka untuk sekedar posting di instastory instagram bolehlah, namun kalau keblalasan buka akun gosip dan saling balas komentar tentu itu akan membuatmu lupa, jika tadinya kamu sedang ingin menikmati akhir pekan di Jakarta.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

Meski Diluar Kebiasaanmu, Setidaknya Lakukanlah Hal Ini Sebelum Kamu Menyesal Nantinya

Memiliki kebiasaan seringkali mengantarkan kita jadi terjebak di zona nyaman. Apalagi perempuan, kebanyakan dari kita enggan beranjak hanya karena tak mau kompromi dengan hal baru yang mungkin nantinya tak membuat kita merasa nyaman.  Padahal, sesekali kamu perlu lho berani melakukan sesuatu yang diluar kebiasaanmu. Sebelum menyesal nantinya.

Tapi perlu digarisbawahi, yang namanya kebiasaan tak melulu positif. Justru itu, aku mengajakmu untuk berani keluar dari zona nyaman agar kamu bisa beranjak dari kebiasaanmu yang lama dan berproses menuju sosok perempuan yang jauh lebih berani lagi dalam menghadapi hidup ini.

Cobalah untuk Menyelesaikan Pergulatan Batinmu Melawan Diri Sendiri, Gantilah Hal Itu dengan Rasa Percaya Diri dan Cinta yang Lebih Besar untuk Dirimu

Sampai detik ini, masih banyak perempuan yang belum selesai dengan pergolakan batinnya. Pemicunya ada yang karena fisik, ada juga soal karier, dan banyak hal yang seharusnya tak perlu dipermasalahkan tapi justru jadi beban pikiran.

Berhentilah khawatir kalau ada yang melontarkan ejekan seputar bentuk tubuh padamu. Tetaplah teguh pada prinsipmu dan jadilah orang yang berani menghadapi dunia.

Di Usiamu yang Sekarang, Biasakan Diri untuk Jadi Seseorang yang Bijak Setidaknya Untuk Dirimu Sendiri

Jangan hanya karena cap semata, kamu jadi sukar menikmati hidup dan terhambat berproses jadi perempuan yang bijaksana. Menjadi bijak bukanlah perubahan yang bisa didapat dengan cepat dan instan. Ada pembelajaran yang terus dipetik dari setiap hal yang terjadi di hidup kita.

Alih-alih menampik kalau jadi bijak terlalu berat, kenapa tidak coba untuk mulai menanamkan kebaikan dalam hatimu. Menerima segala situasi dengan baik dan tenang akan membuat hidupmu jauh lebih baik. Bukankah lebih menyenangkan menyambut pagi dengan semangat baru dibanding terus memikirkan kekesalan sampai berhari-hari lamanya.

Membaca Buku Bukan Hanya Membuka Pikiranmu, Melainkan Juga Menjadikan Hidupmu Jauh Lebih Terisi

Sudah tahu kok kalau tingkat literasi di negeri ini tergolong rendah. Nah kamu kalau sudah tahu, apa lantas memilih diam? Atau memilih membuka gebrakan baru? Pilihan kedua sepertinya jauh lebih baik. Begini, hidupmu pun sebenarnya bak buku yang dibaca banyak orang di sekitarmu.

Tapi sudahkah kamu melakukan segala yang baik sehingga kebaikan tersebut ‘dibaca’ oleh banyak orang? Kembali lagi soal membaca buku, kukatakan padamu, tak ada yang salah dengan membaca buku sekalipun keberadaan gawai selalu berhasil menghalau keinginan kita untuk mulai baca buku.

Coba buatlah komitmen dalam sebulan kira-kira ada berapa buku yang akan kamu baca? Dengan demikian, kamu pun mulai terbiasa dan menyadari kalau baca buku itu penting.

Berhentilah Sesumbar Kalau Cintamu untuk Pasangan Akan Bersemi Seterusnya, Sebab Konsep Relasi yang Sebenarnya Bukanlah Seperti yang Kamu Kira

Punya kisah cinta yang indah bukan berarti kamu bisa terus-terusan sesumbar. Sudah baikkah relasi yang kamu jalani sekarang ini. Sudah yakinkah kamu akan kehadirannya dan kelak dialah yang akan mendampingimu? Sebab kalau bicara soal relasi, cinta bukanlah sesuatu yang bersemi seterusnya.

Justru cinta adalah sesuatu yang harus dibangun sejak awal hubungan. Kalau kamu masih terbelenggu dengan konsep pacaran dimana dia harus selalu ada untukmu dan berjanji akan mencintaimu seterusnya, jangan kecewa kalau hubunganmu kelak berakhir sia-sia.

Belajarlah Percaya Kalau Hidupmu Akan Bahagia Kalau Memang Kamu Menginginkannya

Peluang untuk hidup bahagia selalu datang setiap hari. Sudahkah kamu memanfaatkannya dengan baik? Kalau kamu tak bahagia dengan apa yang ada di hidupmu sekarang ini, bagaimana caranya kamu menikmati hidup? Perasaan bahagia hanya akan muncul kalau kamu benar-benar menginginkan hal itu muncul. Kalau tidak, ya buat apa?

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

Sebaiknya Jangan Pernah Mengejar Laki-laki Duluan, Biarkan Mereka yang Lebih Dulu Mengirim Sinyal Padamu

Punya gebetan memang sah-sah saja. Apalagi katanya ini zaman emansipasi dimana perempuan bebas menentukan pilihannya untuk jatuh cinta pada laki-laki yang ia sukai. Tapi dibalik kebebasan itu, biarkan aku ingatkan sejenak, bahwa mengejar laki-laki itu tak sebaik dan semudah kelihatannya. Sebab  kamu pasti akan bergelut dengan hal-hal yang sebelumnya mungkin tidak kamu bayangkan…

Hanya Buang-buang Waktumu Saja!

Kalau dia suka padamu, dia pasti akan melakukan hal-hal yang membuatmu merasakan kehadirannya. Tapi kalau justru kamu yang lebih dulu melakukan hal ini, bukankah rasanya hanya buang-buang waktumu? Dibanding mengejar pria yang belum tentu memiliki perasaan yang sama, bukankah lebih baik membuka hati pada sosok yang selama ini selalu menunggumu? Belum tentu laki-laki yang kamu kejar itu menangkap maksudmu dengan baik, kalau dia hanya ingin mengerjaimu, bagaimana? Jangan habiskan waktumu untuk seseorang yang sebenarnya tak baik untukmu ya, Kawan!

Kamu Jadi Menurunkan Tingkat Kepercayaan Dirimu

Kalau kamu mengejar laki-laki yang sama sekali tak tertarik padamu, hal itu hanya akan menurunkan tingkat kepercayaan dirimu. Mungkin bagimu hal ini terlihat biasa saja. Tapi mendapat penolakan bukanlah hal yang baik untuk rasa percaya dirimu. Mengejar seseorang yang tak pernah peduli padamu hanya akan membuatmu merasa tak berharga. Kamu tak layak mendapatkan perlakuan semacam ini. Berhentilah, dan bukalah hati untuk sosok yang baru.

Kamu Melupakan dan Tak Menghargai Teman-temanmu

Rasa sukamu terhadap laki-laki yang satu ini membuatmu jadi terobsesi padanya. Kamu menghabiskan waktu hanya demi memikirkan cara agar bisa dekat dengannya. Lambat laun, duniamu hanya tentang dia, sementara itu ada teman-temanmu yang merasa dilupakan. Hei, padahal teman-temanmu adalah sosok yang selalu ada untukmu, bukan? Jangan pernah melupakan atau menolak kehadiran mereka, apalagi untuk seseorang yang mungkin saja tak peduli atau tak peka dengan perhatian yang kamu berikan padanya.

Bagaimana Kalau Dia Hanya Ingin Mengerjaimu Saja?

Faktanya, masih ada laki-laki yang tidak tahu bagaimana memperlakukan perempuan dengan baik. Tak menutup kemungkinan, sosok yang kamu sukai saat ini bisa jadi menyimpan rencana yang tak baik lantaran tahu kamu ini sedang mendekatinya. Alih-alih menunjukkan peluang agar kamu bisa masuk ke hatinya, bisa jadi itu ‘perangkap’ yang sedang disiapkannya. Kamu harus hati-hati, ya!

Zaman sekarang keberadaan laki-laki matre juga sudah banyak ditemukan. Tak cuma matre, ada lho yang menyalahgunakan karakter naif perempuan dan akhirnya diperdaya untuk menuruti nafsu laki-laki tersebut. Duh, jangan sampai kamu bertemu dengan sosok yang seperti ini, ya! Karena pada akhirnya kalau dia bosan, dia pun akan dengan mudah meninggalkanmu

Kedepannya, Kamu Pun Akan Terpuruk dengan Apa yang Kamu Lakukan Selama Ini

Mengejar sosok laki-laki yang kamu sukai belum tentu membuatmu lantas jadi bahagia. Ada kalanya kalau kamu merasa ada sesuatu yang tak bekerja dengan semestinya, kamu pun jadi menyalahkan diri sendiri.  Kamu jadi semakin terpuruk dengan keadaan, apalagi kalau respon yang kamu terima tak sesuai dengan ekspektasi. Dia mungkin merasa senang dan ge-er karena ada yang menaruh rasa padanya. Tapi dari caranya memperlakukanmu, lebih baik tinggalkan saja.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspirasi & Motivasi

Untukmu yang Terus Bertanya, Mengobati Hati yang Lara Memang Butuh Waktu yang Lama  

Masih jelas dalam ingatan, luka setelah berakhirnya hubunganku bersamanya belum tertutup sempurna. Saat itu, aku masih dihimpit kegamangan yang sama selepas kisah cintaku berakhir lara. Ketika kamu bertanya kenapa aku tak segera beranjak, kala itu semua masih dalam proses, dan aku pun berharap diriku bisa segera beranjak dari situasiku saat itu.

Di masa-masa itu, besar harapku mempunyai teman tempatku bercerita. Tapi mengapa yang kuhadapi justru rentetan pertanyaan yang seakan menyudutkan soal kelemahanku untuk tak segera beranjak. Bukannya aku tak mau, hanya saja aku tahu untuk beranjak memang butuh waktu yang tak sebentar.

Memang Butuh Waktu yang Lama Karena Aku Masih Menyimpan Rasa Padanya

Kala itu, aku masih belum sanggup melupakan segala rasa dan memori yang terlanjur kusimpan. Semuanya masih tentangnya. Juga soal bagaimana dia memperlakukanku dengan baik dan selalu memberikan pelukan terbaik saat aku membutuhkannya. Dan saat itu juga, aku masih mengharapkan dia bisa kembali.

Kuakui, aku pernah merindukan suaranya, tatapannya, gesturnya, apa pun yang melekat padanya, aku pernah merindukan semua itu di setiap waktuku. Tak peduli seberapa lara yang kurasa setelah momen perpisahan itu, tapi yang kutahu, aku pernah menyimpan rasa rindu yang begitu besar yang kini jadi penghalang untukku segera beranjak.

Memang Butuh Waktu yang  Lama untuk Menyadari Kalau Aku Masih Buta dengan Cinta

Ya, kuakui saat itu perasaanku terhadapnya masih begitu besar sehingga setiap hal yang ditawarkan dunia agar aku segera beranjak, semua itu kutepis karena aku terbelenggu dengan cinta yang membutakanku. Aku tak mampu melihat ada cela, yang kulihat hanyalah sosoknya, dimana aku mau terus bersamanya.

Tak peduli rasa sakit seperti apa yang harus kurasakan, asal dia kembali, kukira masalah yang sudah lalu ya biarlah berlalu. Tapi itu dulu, untung saja Sang Pencipta mau menarikku kembali agar aku tak selamanya buta karena cinta.

Memang Butuh Waktu yang Lama Apalagi Untukku yang Sukar Mendengar Nasehat Orang Lain

Untuk setiap temanku yang saat itu berusaha menolongku tapi aku memilih tak menggubris kalian, kumohon maafkan aku. Aku salah karena aku tak mendengarkan nasehat dari orang-orang terdekatku seperti sahabat dan keluarga. Aku egois karena saat itu yang kulakukan justru menuruti egoku.

Padahal, sudah jelas sekali bahwa tak ada yang bisa diselamatkan dari hubungan yang sudah terlanjur rusak. Butuh waktu lama memang untuk menyadari bahwa sahabat dan keluarga adalah pihak yang tak akan meninggalkan kita dalam situasi apa pun.

Memang Butuh Waktu Lama untuk Menyadari Kalau Dia Sudah Tak Cinta

Aku lega karena pada akhirnya hari ini aku bisa melakukan apa yang harusnya sudah kulakukan sejak lama, semenjak kulihat sudah tak ada lagi cinta untukku di matanya. Namun untuk menyadari hal itu, butuh waktu yang tak sebentar dan harus ada kejadian yang terus-terusan menegurku. Dan pada akhirnya aku sadar, aku tak lagi bersama sosok pasangan yang dulu bisa membuatku jatuh cinta karena sikap dan komitmennya. Semua itu memudar. Bahkan, disaat aku berusaha menyelamatkan hubungan kami, hanya aku yang berusaha. Lalu untuk apa diteruskan?

Memang Butuh Waktu Lama untuk Beranjak Karena Keputusan Itu Harus Dipikirkan Berulang Kali

Tak pernah terlintas dibenakku kalau hubunganku bersamanya akan berakhir begitu saja. Hubungan yang kami harapkan bisa jadi yang terakhir dan kami perjuangkan bersama-sama sejak awal, nyatanya tak lantas membuat dia bisa bertahan.

Tak mudah bagiku memilih beranjak saat bertahun-tahun hatiku sudah memantapkan hati untuk menyayangi satu orang yang memang kupilih berdasarkan kata hatiku. Tapi mungkin memang begini akhirnya. Meski berat, setidaknya aku bersyukur karena aku tak perlu terbelenggu pada hubungan yang tak sehat. Meski memang memakan waktuku saat kupikirkan keputusan ini, sekarang aku lega karena aku memilih beranjak.

Jadi, memang sudah waktunya aku pergi. Bagiku, tak apa memakan waktu lama untuk beranjak, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, bukan?

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top