Inspirasi & Motivasi

Hati Perempuan Pasti Pernah Terjebak pada Cinta yang Palsu

Bukannya aku mengajakmu mengungkit kembali soal masa lalu yang mungkin masih terasa pahit, tapi kali ini aku ingin mengatakan kalau kamu berhak bangga pada dirimu sendiri. Kamu sudah berjalan sejauh ini dan kamu adalah salah satu perempuan hebat yang pernah ada di dunia. Memilih untuk mengakhiri hubungan pada orang yang tak tepat adalah jalan terbaik yang pernah kamu buat.

Namanya saja hidup, pasti selalu penuh dengan pembelajaran, bukan? Termasuk soal urusan asmara. Kamu mungkin merasa pernah terjebak pada cinta atau orang yang salah. Namun sejatinya yang salah bukanlah kamu, sebab ini adalah proses, kamu hanya perlu berbesar hati dan bersyukur lantaran kamu berhasil melewatinya. Di lain sisi, kamu perlu tahu alasan untuk tak perlu berlama-lama kalut lantaran terjebak pada cinta yang palsu.

Bukan Keras Kepala, Karaktermu yang Selalu Berkeinginan Kuat Dianggap Laki-laki bak Sebuah Ancaman

Kamu perlu tahu, pada dasarnya lelaki adalah sosok yang ingin berkuasa. Itulah mengapa mereka tak bisa bertahan pada perempuan yang punya karakter kuat sepertimu. Lelaki selalu ingin menjadi satu-satunya pihak yang harus lebih sukses dari perempuan. Mereka enggan dikalahkan apalagi oleh partnernya sendiri. Karenanya, kalau kamu mungkin pernah terjebak di situasi semacam ini, tak perlu disesali. Karena dengan sikapnya itu, berarti dia tak cukup percaya diri untuk jadi partnermu di masa depan.

Karena Memang Seringkali Para Lelaki Hanya Tak Mau Mengakui kalau Mereka Minder dengan Sikap Partnernya yang Mandiri dan Independen

Sekarang banyak terlahir perempuan mandiri dimana mereka yakin bahwa dalam setiap kesukaran yang ditemui pasti dapat mereka selesaikan dengan baik. Mereka tak mau terjebak pada paradigma bahwa hanya laki-laki yang bisa berbuat ini itu. Sementara laki-laki dengan egonya, tentu masih ingin jadi yang paling dominan. Mereka minder mengakui kalau partnernya adalah sosok yang mandiri karena takut merasa tak dibutuhkan lagi. Untuk itulah kenapa hubungan asmaramu pernah beberapa kali gagal, mungkin memang belum bertemu dengan orang yang tepat. Bersabarlah…

Perempuan Sepertimu Mungkin Punya Karakter atau Kebiasaan Unik yang Sukar Diterima oleh Tipikal Lelaki pada Umumnya

Percayalah, kamu itu keren. Terutama dengan apa pun yang ada pada dirimu. Itulah yang justru membuatmu terlihat unik dan luar biasa. Karenanya, temukanlah seseorang yang bisa menghargai hal itu, termasuk bersedia menerima setiap pemikiran ‘aneh’ yang selalu terlintas di benakmu. Menemukan orang atau partner semacam ini memang butuh seleksi. Karenanya, putus di masa lalu anggap saja seleksi alam sebelum menemukan partner yang tepat.

Kamu Punya Tujuan Jelas, Sementara Mantan-mantanmu Sebelumnya Mungkin Belum Punya Rencana Sejauh Dirimu

Banggalah pada dirimu yang berhasil membuat tujuan jelas untuk hidupmu. Tak semua perempuan bisa melakukannya. Jangankan perempuan, mungkin barisan mantanmu pun belum sesiap kamu. Karenanya mereka memilih untuk tidak melanjutkan hubungan yang sempat dibinanya bersamamu karena hidup dan rencana mereka masih dibawah levelmu. Fokuslah dengan tujuan itu dan tetaplah bersemangat.

Sosokmu yang Dewasa Akan Membuatmu Menemukan Sendiri Jawaban atas Segala Pertanyaan yang Menggantung di Benakmu

Kamu akan dipertemukan dengan orang yang tepat pada waktunya. Perkara cinta yang salah atau mencintai orang yang salah lambat laun akan menjadi pembelajaran tersendiri untukmu. Kuncinya, tetaplah fokus dan utamakan segala hal yang jadi prioritasmu kelak. Jangan ragu untuk melangkah dan tetaplah menanti sembari memantaskan dirimu.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Menikmati Akhir Pekan Akan Lebih Menyenangkan Tanpa Terdistraksi Isi Linimasa Instagram

Sekalipun kamu tinggal di Jakarta yang katanya semakin sulit menemukan lokasi wisata, bukan berarti kamu tak bisa menikmati akhir pekanmu. Macet memang sudah jadi bagian hidup sehari-hari, termasuk saat akhir pekan, tapi jangan sampai keadaan ini membuatmu putus asa dan jadinya hanya sibuk menatap layar gawai selama seharian penuh saat akhir pekan.

Kamu perlu tahu, terdistraksi dengan isi Instagram setiap hari hanya akan membuat pikiran rentan depresi. Karenanya, saat akhir pekan lebih baik isilah waktumu dengan kegiatan yang lebih menyenangkan. Jalan-jalan keliling kota misalnya.

Supaya Tak Bosan dengan Suasana yang Sudah Pernah Kamu Kunjungi, Pilihlah Satu Tempat yang Berbeda

Yang namanya jalan-jalan keliling kota bukan berarti hanya dihabiskan untuk mengitari mall saja ya kawan. Memang, mall ini akhirnya seperti jadi satu-satunya destinasi yang harus dikunjungi saat akhir pekan, tapi kamu cobalah meluangkan waktu sejenak untuk mencari tahu tempat-tempat wisata yang mungkin jarang terekspos.

Kamu bisa memulai perjalananmu di akhir pekan sejak pagi, mungkin kamu bisa mendatangi tempat-tempat yang terasa segar dan bisa jadi pilihan yang menarik di pagi hari. Kalau sebagai perempuan kamu masih canggung untuk pergi sendiri, ya tak masalah jika hendak mengajak teman atau pacar.

Sorenya untuk kesan menanti senja yang tak biasa, jika memang masih ingin berada pada sekitaran Pusat Jakarta. Kamu bisa menikmati matahari terbenam di Pelabuhan Sunda Kelapa. Aktivitas para kapal yang sedang bersandar dan beberapa kegiatan para awaknya akan membuatmu merasakan Jakarta dari sisi yang berbeda.

Sebab Jalanan Ibu kota Sedang Ruwet-ruwetnya, Pastikan Pula Rute Mana yang Tak Akan Membuatmu Merana

Yang namanya jalanan Jakarta memang semakin padat. Jangankan hari biasa, di akhir pekan pun ruas jalanan utama pasti tetap saja macet. Belum lagi kalau ada pembangunan di sana-sini. Karenanya, penting sekali untukmu setidaknya untuk mencari rute alternatif.

Walau terlihat sepele, memilah jalanan yang akan dilalui jadi salah satu kunci untuk dapat menikmati perjalanan. Sebab untuk mencari tahunya pun cukup mudah. Entah itu dari sosial media, atau dari beberapa akun yang biasanya khusus membicarakan tentang jalanan Ibu Kota.

Dari Jauh-jauh Hari, Pilihlah Waktu yang Pas untuk Melakukan Perjalanan

Nah sekiranya kamu sudah tahu tempat mana yang akan kamu tuju serta jalur mana yang akan dilalui, hal selanjutnya yang perlu dipikirkan adalah soal keberangkatan. Kalau kamu memang ingin pergi sejak pagi, berarti perlu timing yang pas untuk istirahat dan memikirkan soal jam keberangkatan. Berangkat sejak pagi memang lebih menyenangkan karena biasanya jalanan belum seramai biasanya.

Perempuan Mandiri Tahu Pilihan Kendaraan yang Paling Nyaman di Hati

Dari sekian banyak hal-hal yang tapi perlu kamu perhatikan, kamu wajib memikirkan juga soal transportasi apa yang akan dipakai untuk jalan-jalan nanti. Karena biar bagaimanapun kamu tentu tak akan berjalan kaki untuk menikmati akhir pekan. Kecuali cuma makan di warung depan.

Hadir untuk menjawab kebutuhanmu Motor Address Playful dari Suzuki ini bisa mengantarmu menikmati akhir pekan di Jakarta. Skuter yang memang didedikasikan untuk kamu yang masih berjiwa muda, jadi salah satu skuter terbaik untuk untuk menikmati hari lebih produktif. Lengkap dengan aksesori panel bodi yang penuh warna pada bagian frame cover, handle cover, leg shield hingga pada stripping set.

Kamu juga tak perlu khawatir atau ragu, jika ternyata varian warna tak akan sesuai selera, sebab seri skuter matic dari perusahaan berlogo S ini punya 10 pilihan warna yang diterapkan pada aksesoris panel bodinya. Kamu bebas pilih warna mana yang sekiranya sangat pas dan cocok untuk karaktermu. Mulai dari Stronger Red, Aura Yellow, Fresh Green, Macho Bright Blue, Majestic Gold, Dark Grey, Brilliant White, Hyper Pink, Luminous Orange Hingga Ice Silver.

Keunggulan lain yang akan menjawab kekhawatirmu saat nanti akan berkendara di tengah jalanan ibukota saat akhir pekan tiba. Suzuki Address Playful ini dibekali mesin SOHC 4 langkah kapasitas 113 cc yang memang dipercaya menghasilkan performa baik. Teknologi full injectionnya mampu menekan konsumsi bahan bakar dengan perbandingan kompresi yang mencapai 9.4:1

Dengan komposissi mesin seperti itu, perihal biaya bahan bakar kamu tentu tak perlu ragu, sebab motor ini jadi skuter matic yang tergolong irit. Selain menghemat waktu dalam perjalanan, berkendara dengan Suzuki Adress Playful ini juga membantumu menghemat budget akhir pekan dari perihal ongkos kendaraan.

Saat Sudah Sampai Tujuan, Silahkan Nikmati Dulu Waktu Liburan, Jangan Sibuk Unggah Foto di Media Sosial

Perjalanan menuju tempat wisata memakan waktu yang tak sebentar. Karenanya, sebisa mungkin kalau memang bukan sesuatu yang penting dan bersifat darurat, sebaiknya cobalah nikmati waktu akhir pekanmu degan berkualitas.

Setidaknya jauhkan diri dari dunia sosial media untuk sehari saja, sebab ini akan berpengaruh pada jiwa. Untuk apa mencari destinasi pelepas penat kalau akhirnya kamu hanya terdistraksi dengan gawaimu? Jika sesekali membuka untuk sekedar posting di instastory instagram bolehlah, namun kalau keblalasan buka akun gosip dan saling balas komentar tentu itu akan membuatmu lupa, jika tadinya kamu sedang ingin menikmati akhir pekan di Jakarta.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

Laki-laki Tak Sekhawatir Perempuan Lho Saat Gebetannya Tak Kunjung Membalas Pesan

Cap cuek, tak peka, bahkan terlalu santai memang sering disematkan pada laki-laki. Termasuk saat mereka tak menunjukkan gerak gerik khawatir bila gebetan tak kunjung membalas pesan. Sebagai perempuan, kita pasti sering bertanya-tanya ‘kan, kenapa dia bisa begitu cueknya.

Begini, sebenarnya bukannya laki-laki itu tak peka, hanya saja mereka tak mau memperlihatkan perasaan yang sesungguhnya. Ada sisi yang menurut mereka terlihat tak gentlemen, maka sebaiknya ditutupi saja. Sebenarnya dia sama-sama paniknya seperti perempuan, hanya saja mereka bisa sedikit lebih tenang. Lima hal ini yang sering terlintas di pikiran mereka saat gebetannya tak kunjung membalas.

Bahkan Sekalipun Gebetannya Tak Membalas Pesan, Mereka Enggan Ambil Pusing Akan Hal Itu

Untuk apa membuat skenario dalam diri sendiri padahal tak benar-benar terjadi? Kira-kira itu yang ada di kepala mereka. Kalaupun gebetannya tak membalas pesan, mereka tak akan ambil pusing akan hal itu. Yup! Mereka selalu punya cara untuk berpikir santai dan menunjukkan kalau semuanya akan baik-baik saja.

Sebab Menurut Mereka, Gebetannya Punya Alasan atau Kesibukan Tersendiri yang Mungkin Patut Dimaklumi

Saat gebetannya tak membalas chat dalam waktu lama, biasanya dalam terlintas dalam benak lelaki adalah gebetannya memang sedang sibuk. Entah sibuk kuliah atau kerja sehingga tak sempat untuk mengobrol. Dalam fase pedekate, lama-kelamaan lelaki akan hapal soal kebiasaan dan aktivitas gebetannya. Jadi ya pasti mereka maklum kalau gebetan atau mungkin kelak sosok yang jadi kekasihnya tak sempat memberinya kabar.

Kendati Begitu Mereka Tak Gengsi Lho, bila Memang Kangen Pasti Mereka Menghubungi Gebetannya Duluan

Tapi kalau sudah kangen, tenang, mereka tak akan sungkan untuk langsung menelepon dibanding hanya chat. Saking tak bisa menunggu, laki-laki akan memutuskan untuk menelepon langsung dan menanyakan kabarnya atau mungkin langsung saja bertemu. Menariknya, laki-laki cenderung tak suka basa-basi dan lebih memilih untuk bertindak daripada hanya diam saja.

Kalaupun Awalnya Merasa Tak Tenang dan Khawatir, Lelaki Selalu Punya Caranya Tersendiri untuk Coba Menenangkan Diri

Jika dalam waktu sehari atau bahkan dua hari—mungkin karena sedang ada kegiatan outdoor atau kesibukan pekerjaan  yang membuat gebetannya jadi jarang mengabari si lelaki, tentu mulai ada rasa khawatir dan rindu yang datang. Hanya saja, cara mereka menghadapi situasi tersebut tak selebay perempuan. Mereka akan tetap tenang dan berpikiran positif, kalau gebetannya memang sedang benar-benar sibuk atau mungkin ada kendala tertentu sehingga tak bisa membalas chat.

Tapi jika Sampai Berhari-hari Tak Ada Kabar, Jelas Ada Rasa Khawatir dan Bertanya-tanya Kenapa Gebetannya Berlaku Demikian

Tapi jika gebetan sudah tak  menghubungi sampai berhari-hari lamanya misalnya seminggu, itu jelas akan membuat pihak laki-laki bingung dan benar-benar cemas. Mereka akan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dan berusaha menghubungi gebetannya itu baik dengan telepon, sms, atau menemuinya langsung. Hal itu semua mereka lakukan karena dirinya peduli dan takut kehilangan tentunya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

Jangan Bosan kalau Laki-laki Jarang Telepon dan Lebih Suka Berkirim Pesan

Tak seperti perempuan, ada perbedaan mendasar mengenai kebiasaan menelepon antara perempuan dan laki-laki. Kamu boleh telaah atau sekadar ingat-ingat lagi, saat kamu mengobrol dengan teman sesama perempuan, tentu durasi obrolan kalian bisa lebih dari 1 jam. Tapi coba tanyakan pada temanmu laki-laki, pasti mereka cenderung tak suka menelepon lama-lama dan lebih suka berkirim pesan. Tapi hal ini mungkin agak sedikit berbeda kalau laki-laki sedang mendekati perempuan, sebisa mungkin, mereka akan memperpanjang durasi bicara selama di telepon.

Kamu mungkin pernah atau sering menemukan tipikal laki-laki seperti ini, mereka cenderung lebih suka berkirim pesan dibanding menelepon. Bukan, bukan berarti temanmu itu atau pasanganmu sudah tak suka bicara lama-lama denganmu. Tapi ada alasannya tersendiri. Sebuah penelitian yang dilakukan situs dating EmandLo, menunjukkan kalau pria tak suka berbicara di telepon karena 3 hal ini.

Mereka Lebih Suka Bertemu Langsung Karena Bicara Lewat Telepon Menurut Mereka Tidak Praktis

Kalau teman atau pasanganmu kebetulan ingin membicarakan hal penting, biasanya mereka akan lebih memilih untuk bertemu langsung dibanding membahasnya di telepon. Apalagi menurut para laki-laki, mengungkapkan perasaan lewat telepon sebenarnya adalah cara  yang tak praktis. Sebab bisa saja setiap perkataan yang ada di dalam telepon tak menghasilkan efek yang mereka harapkan. Yup, lelaki memang dikenal sebagai man of action. Mereka lebih memilih bertindak langsung.

Mereka mungkin Punya Aktivitas Lain yang Harus Dilakukan

Berlama-lama di telepon bagi laki-laki justru bisa menghambat mereka melakukan tugas lain. Percayalah, laki-laki punya skala prioritas yang membuat mereka perlu menyelesaikan kegiatan lain dibanding berlama-lama di telepon.

Lagipula, perempuan dan laki-laki sejatinya punya kemampuan komunikasi yang berbeda. Bagi perempuan, mungkin mudah saja menemukan tema untuk jadi obrolan di telepon. Mulai dari kesibukan di kantor, hingga aktivitas sepele seperti mengecat kuku jari-jari. Sementara laki-laki lebih to the point saat bicara di telepon sehingga biasanya mereka akan kesulitan untuk mencari bahan obrolan lainnya.

Pada Akhirnya, Mereka Lebih Suka Chat dibanding Mengobrol dengan Telepon

Di era teknologi yang makin maju, saling berkirim pesan teks atau chatting jelas jadi pilihan untuk berkomunikasi dengan pasangan lantaran cepat dan simple. Karenanya, kemajuan ini pun yang dimanfaatkan banyak laki-laki untuk berkomunikasi. Kebanyakan laki-laki tidak memiliki hasrat untuk mengutarakan keinginan mereka secara verbal seperti wanita. Jika laki-laki merasa mengirim teks sudah cukup untuk mengutarakan maksud mereka, maka dirinya akan melakukan itu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspirasi & Motivasi

Mereka yang Jadi Korban Bully Perlu Dilindungi Bukan Hanya untuk Sekejap Mata Lalu Kembali Disakiti

Izinkan aku bertanya sebentar, pernahkah kamu jadi korban bully? Atau justru kamu jadi bagian yang membully. Tapi biarlah jawaban atas pertanyaanku itu kamu simpan dalam hati. Peristiwa bullying sampai detik ini masih sering terjadi di sekitar kita. Entah kenapa, kasus bullying masih sukar dihentikan. Terutama di tempat dengan budaya senioritas yang masih mengakar, peluang terjadinya bullying justru semakin besar.

Bila kamu pernah mengalami atau menyaksikannya, coba ingatlah sebentar. Adakah pesan atau makna hidup setelahnya? Atau pernahkah tebersit di kepalamu perihal korban bullying yang dulu dijauhi oleh lingkungannya? Bagaimana kabar mereka? Atau, amankah keadaannya sekarang? Kita, sebagai orang yang tahu bahwa bullying adalah tindakan yang tak bisa dibenarkan, sudah selayaknya memberi perlindungan. Tentu yang sifatnya tidak sementara, lalu kemudian disakiti lagi. Tapi berikanlah kenyamanan dan kepastian kalau kedepannya ia tak perlu takut lagi jadi korban bullying.

Kepada Para Saksi Mata tapi Memilih Diam, Apa Gerangan yang Membuatmu Tak Berani Menghentikan Tindakan Bully?

Yup! Kebanyakan saksi mata merasa “itu bukan urusanku” bila melihat bullying di depan mata. Padahal sudah tahu bullying perlu dilawan, tapi kenapa masih diam? Bayangkan kalau kamu berada di posisi korban, atau orang yang kamu sayang adalah korban bully, apa kamu akan tetap diam? Menyelamatkan korban bullying tak perlu pandang bulu. Sebab siapa pun bisa jadi korbannya. Selagi kamu tahu tindakanmu adalah hal yang benar, maka carilah cara untuk menyudahi bullying yang kamu lihat di depan mata.

Mereka Mendambakan Pertemanan Tanpa Syarat yang Tak Bisa Mereka Dapatkan dalam Lingkungannya

Dalam hidupmu, kamu tak akan bisa lepas dari proses bersosialisasi dengan orang lain,’ kan? Tapi sadarkah kamu, setiap kita ingin membuat relasi dengan teman, ada suatu syarat terselubung yang mengharuskanmu untuk mematuhinya? Jika kamu tidak mematuhinya, kamu akan ditinggalkan oleh mereka. Namun, jika kamu mematuhi syarat dari mereka, terkadang prinsip dan tujuan terpenting dalam hidupmu bisa terabaikan hanya karena demi pertemanan. Nah, itulah yang sering dirasakan oleh mereka yang jadi korban bullying.

Sementara kamu, bisakah kamu menawarkan pertemanan tanpa syarat yang memang didambakan oleh mereka yang jadi korban bullying? Bisakah kamu menjadi sahabat yang baik akan berusaha memahami dan menghargai kepribadianmu, mendukung cita-citamu, tidak membuat persepsi buruk terhadapnya? Serta membebaskan dia melakukan apa pun yang dia mau, dan akan mengatakan semua hal tentang dirimu dengan jujur. Jadilah sahabat yang demikian demi menyelamatkan kesehatan mental para korban bully dari depresi berkepanjangan.

Apakah dengan Membully Membuatmu Kelihatan Hebat? Mau Sampai Kapan Kamu Bertahan dengan Pemikiran yang Begitu?

Untukmu yang pernah membully, apa yang kamu temukan setelahnya? Apakah dengan membully hal itu bisa membuatmu kelihatan hebat? Atau kamu memang lebih senang bila ada orang yang merasa takut denganmu? Bagaimanapun, caranya bukan dengan membully orang lain.

Kalaupun perlakuanmu sudah berlalu sekian tahun lamanya, sudahkah kamu minta maaf pada teman yang sempat kamu bully? Itu jauh lebih melegakan dibanding kamu sekarang ini berusaha menyuarakan kalau kamu anti bullying tapi kamu belum menyelesaikan urusanmu yang terdahulu, Kawan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top