Inspirasi & Motivasi

Hati-hati, Perawatan yang Kelewat ‘Kencang’ Bisa Picu Kulitmu Alami Eksfoliasi yang Berlebihan

Setiap perempuan tentu mendambakan kulit yang cerah dan selalu tampak awet muda. Untuk itu, banyak yang melakukan eksfoliasi demi mendapatkan rona dan pancaran kulit yang cantik. Sayangnya proses eksfoliasi wajah tak boleh berlebihan dan hanya bisa maksimal 2 kali seminggu saja. Karena eksfoliasi yang berlebihan akan berbahaya bagi kulit.

Ironisnya, banyak perempuan yang tak sadar tentang hal ini. Demi kulit cantik, eksfoliasi pun dilakukan secara berlebihan. Mungkin kamu perlu tahu tandanya saat kulit bermasalah lantaran eksfoliasi yang berlebihan.

Kulitmu Berjerawat Bahkan Kelihatan Meradang

Woman's Face

Ternyata kulit memiliki suatu lapisan pelindung dari berbagai bakteri dan mikroba yang mengancam kulit. Nah bila kamu melakukan eksfoliasi berlebihan, lapisan pelindung tersebut akan rusak yang akhirnya bisa membuat berbagai mikroba memasuki kulit.

Dampak yang akan terjadi adalah kulitmu akan berjerawat dan jerawat yang dihasilkan akan parah dan sulit untuk disembuhkan. Kalau tak ingin lapisan pelindung tersebut rusak, maka hindari melakukan eksfoliasi secara berlebihan ya!

Kulit Jadi Tampak Seperti Lilin

Close View of Womans Face

Tanda lainnya saat kamu melakukan eksfoliasi berlebihan adalah saat kulitmu jadi mirip lilin. Kulitmu memang mengkilap, tapi justru tampak tipis. Percayalah, ini bukan tanda yang baik karena faktanya tekstur alami kulit ikut terbawa karena proses eksfoliasi tersebut. Kalau kondisi semacam ini terjadi padamu, segera hentikan proses eksfoliasi ya kawan.

Kulit Memang Kencang, Tapi Terasa Kering

Person Touching Hand

Mungkin kamu merasa jika kulit kencang merupakan hal yang baik padahal tidak. Apalagi kalau kulitnya terasa kencang tapi kering, itu tandanya kamu sudah melakukan proses eksfoliasi yang berlebihan.

Kulit yang kering akan menyebabkan mudah keriput dan elastisitasnya berkurang. Jadi, demi kesehatan kulitmu, lebih baik hentikan eksfoliasi. Kulit yang kencang namun terasa kering justru akan membuat kulitmu cepat mengalami penuaan dini.

Kulit Jadi Kelihatan Dehidrasi

Woman Having Bubble Bath

Eksfoliasi yang berlebihan akan menyebabkan kulit terlihat keriput ketika tersenyum dan lingkaran bawah mata terlihat tajam. Hal ini terjadi karena kulit kekurangan cairan alias dehidrasi.

Yup, bukan hanya tubuh, kulit pun bisa. Nah, saat kulitmu mengalami dehidrasi, kelenjar minyak akan memproduksi minyak pada kulitmu karena lapisan kulitmu kekurangan cairan.

Tentunya hal ini akan merugikanmu karena kulit yang terlalu berminyak akan menyebabkan jerawat dan komedo. Masalah ini bisa saja disebabkan oleh proses eksfoliasi wajah yang berlebihan.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

Laranya LDR Belum Sebanding Dengan Rangkaian Kisah Asmara Ini

Saat ini hubungan jarak jauh atau yang sering kita sebut LDR, masih sering disebut-sebut sebagai hubungan asmara yang paling sering membuat galau. Bagaimana tidak, meskipun menjalin hubungan tetapi jarang bertemu sama sekali.

Pada kenyataannya, ternyata ada beberapa hubungan asmara yang lebih sering membuat banyak orang dibuat galau daripada hubungan jarak jauh. Contohnya seperti 5 hubungan di bawah ini nih.

Hubungan yang Dijalani Tapi Tak Saling Percaya

Dalam melakoni sebuah hubungan, kepercayaan adalah fondasi yang sangat penting. Bagaimanapun, hubungan tak akan bertahan lama dan tidak akan pernah awet jika rasa percaya kepada pasangan tidak pernah terjalin.

Jika kamu dan pasangan tidak mempunyai rasa saling percaya, maka siap-siap saja setiap hari hubungan kalian pasti akan mengalami beberapa masalah dan mungkin berakhir pada kandasnya hubungan asmara kalian di tengah jalan.

Masih Sahabatan, Tapi Mesranya Sudah Seperti Pasangan yang Berpacaran

Kendati cuma sebatas sahabat, tapi hubungan seperti ini terasa lebih sakit daripada hubungan apapun sekalipun hubungan jarak jauh lho kawan. Ini karena salah satu diantara mereka atau bahkan keduanya pasti memendam sebuah perasaan yang lebih dari sahabat.

Karenanya, untukmu yang mengalami hal seperti ini, pasti sangat sering sekali dibuat galau atau bahkan sakit hati. Misalnya seperti disaat sahabat kamu sedang dekat dengan orang lain, kamu tidak bisa marah atau melarangnya. Ingat, kamu hanya sebatas sahabatnya dan tidak lebih dari itu.

Sering Bertemu Tapi Tak Pernah Saling Sapa

Punya ruang lingkup yang sama, tapi tak saling sapa. Kamu tahu namanya, dia tahu namamu, tapi dia tak tahu perasaanmu terhadapnya. Pernah begini? Biasanya hal ini terjadi karena kurang percaya diri untuk memulai pembicaraan atau menyapa sekali pun.

Makanya jika mencintai seseorang, lebih baik kamu melakukan pendekatan. Daripada kamu merasa sakit dan kamu juga akan merasakan penyesalan suatu saat nanti.

Sulit Meluangkan Waktu untuk Jalan Bareng Padahal Ada Relasi Serius yang Sudah Terjalin

Kondisi ini berbeda dari dua kondisi di atas dimana kamu sudah menjalin hubungan asmara, tapi kamu dan dia jarang sekali bertemu atau jalan bareng. Ada saja halangan bahkan alasan untuk sekadar bertemu.

Biasanya hal yang selalu menjadi alasan mereka adalah kesibukan masing-masing yang sulit untuk ditinggalkan. Padahal bertemu atau sekedar jalan bareng itu sangat penting. Dengan adanya waktu quality time, chemistry pun akan terbangun. Untuk itu, cobalah untuk meluangkan waktu, ditengah kesibukan yang ada.

Saling Mengutamakan Ego dan Tak Peduli Perasaan Pasangan

Setiap orang pasti mempunyai ego, pendapat hingga cara berpikir yang berbeda-beda. Namun apa jadinya jika dalam sebuah hubungan, kamu masih mementingkan ego sendiri tanpa mementingkan pasangan. Itu pasti akan membuat kalian tidak nyaman dalam menjalin hubungan seperti itu.

Cobalah untuk mengubahnya, atau kurangi sedikit egomu. Jangan lupa, terus perhatikan perasan pasangan. Seperti jangan merasa paling benar dan jangan merasa paling penting dalam hubungan kalian.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan & Me Time

Jalan Kaki Tapi Kalau Cuma Sebentar Tak Akan Bikin Badanmu Cepat Ramping

Aktivitas berjalan kaki dinilai sebagai salah satu bentuk olahraga yang baik. Ini karena kemudahannya, ya, kamu bisa melakukan jalan kaki dimana saja kan? Juga karena aktivitas ini ramah untuk sendi-sendimu.

Kendati begitu, kalau fokusmu berjalan kaki sebanyak-banyaknya karena ingin mengalami perubahan pada berat badanmu, maka ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan.

Mengutip PopSugar, ada beberapa penyesuaian yang perlu kamu lakukan lho, supaya cara jalan dan cara gerakmu berubah jadi gerakan yang membakar lemak. Untuk itu, kalau kamu menilai sudah sering berjalan kaki namun berat badanmu tak kunjung turun, mungkin kamu melewatkan hal-hal ini.

Kamu Tak Berjalan Cukup Cepat

The American Heart Association (AHA) merekomendasikan minimal 30 menit aktivitas aerobik intensitas sedang selama minimum lima hari dalam sepekan.

“Agar olahraga dianggap intensitas sedang, pernapasan harus berat sampai kamu sedikit kesulitan bercakap-cakap saat melakukannya,” ujar personal trainer Chris Kelly.

Caramu melacak intensitas tersebut adalah dengan Rate of Perceived Exertion (RPE). Biasanya, pada skala 1 hingga 10, kamu harus merasa berada dalam kisaran 4-6. Nah, saat berjalan pastikan untuk mengatur kecepatan di atas jalan biasa, sehingga dapat dikategorikan sebagai intensitas sedang.

Atau Kamu Ternyata Tak Berjalan Cukup Jauh  dan Hanya Sebentar

Seperti yang dikatakan AHA, waktu minimal yang kamu perlukan untuk berolahraga termasuk jalan kaki adalah setengah jam alias tiga puluh menit. Jika tidak memiliki waktu setengah jam untuk berolahraga secara langsung, cobalah membagi waktu itu.

Kamu masih dapat merasakan manfaat kesehatan dengan membagi waktu latihan sepanjang hari (sebelum bekerja, istirahat makan siang dan lain-lain). Pastikan jika 30 menit tersebut adalah waktu minimum, dan kamu dapat melampaui waktu tersebut setiap harinya.

Kamu Hanya Berjalan dalam Kecepatan yang Sama

Ya, berjalan dengan kecepatan yang sama sejatinya bisa membuat tubuh merasa jadi sangat terbiasa dan tak lagi berdampak pada keinginanmu yaitu menurunnya berat badan.

Demi mengatasinya, kamu bisa melakukan jalan cepat atau lakukan jenis jalan yang lainnya. Sesekali jalan-jalan pendek, jalan cepat, dan hari berikutnya, coba yang lebih lama, lebih lambat. Intinya selalu berikan kejutan untuk tubuh.

Rute Jalanmu Hanya Itu-itu Saja?

Selain berjalan dengan kecepatan yang sama, rute yang serupa pun tak sama baiknya. Tubuh akan terbiasa dan tidak mendapat kesempatan untuk ditantang.

Untuk mengatasi ini, cobalah beralih rute. Kamu bisa mencoba rute berbukit, kemudian trek rata setelah itu. Langkah ini juga bermanfaat agar olahraga tidak membosankan.

Kamu Salah Menilai Kalori yang Dibakar

Karena berjalan bukanlah olahraga intensitas tinggi, kamu tidak membakar kalori sebanyak yang dilakukan dengan latihan lain, seperti berlari. Setiap individu memiliki perbedaan soal kalori yang dibutuhkan untuk menurunkan berat badan, jadi berhati-hatilah untuk tidak makan berlebihan hanya karena kamu berolahraga.

Saat kamu olahraga dengan berjalan dalam waktu lama, kita cenderung berpikir sudah membakar lebih banyak kalori dari kenyataannya. Padahal belum tentu. Kelly mengatakan, kalori yang terbakar memang menurunkan berat badan, namun harus dihitung dengan benar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan & Me Time

Rambut Bercabang Ada Sebabnya, Hindari Keramas Setiap Hari Ya

Terutama untuk perempuan, rambut adalah bagian yang perlu dijaga keindahannya. Hanya saja, karena letaknya di bagian paling atas, rambut harus menghadapi beragam ‘cobaan’ yang berusaha menghilangkan pancaran keindahannya.

Paparan seperti sinar matahari dan polusi akan mengancam kesehatan rambut. Bahkan berisiko membuat rambut bercabang. Hanya saja, sering kali orang tak menyadari bahwa ada kebiasaan sehari-hari yang membuat rambut bercabang. Ragam kebiasaan itu perlu disadari demi menjaga rambut tetap sehat dan tak bercabang.

Terlalu Sering Keramas Sejatinya Tak Baik untuk Rambutmu

Orang dengan kulit berminyak cenderung memproduksi sebum yang berlebihan. Nah, sebum sendiri merupakan kelenjar mikroskopik tepat di bawah kulit kepala yang memproduksi minyak. Akibatnya, keramas kerap jadi jalan tengah untuk membuat rambut selalu terasa bersih dan bebas minyak.

Namun, perlu diingat, kamu tak sebaiknya mencuci rambut lebih dari sekali dalam satu hari. Mengutip Healthline, kebiasaan itu dengan mudah membuat rambut bercabang.

Alih-alih keramas setiap hari, kamu dianjurkan untuk keramas dua hingga tiga kali dalam sepekan. Pastikan aplikasikan kondisioner pada bagian tengah hingga ujung untuk menjaga kelembutan dan kelembapan rambut.

Diet Tak Seimbang pun Membawa Dampak Negatif untuk Tubuhmu

Untukmu yang sedang melakoni diet, hati-hati, diet ternyata berpengaruh pada kondisi rambut. Diet minim nutrisi bisa menyebabkan rambut kering dan kehilangan kilau alaminya.

Kekurangan pelembap hanya akan membuat rambut mudah bercabang. Cara untuk mengatasinya adalah dengan menambah asupan kaya nutrisi seperti sayuran hijau, kacang-kacangan, telur, makanan rendah lemak, dan wortel.

Penggunaan Pengering Rambut yang Terlalu Sering

Demi rambut cepat kering, banyak orang menggunakan hair dryer dengan tingkat panas yang tinggi. Padahal kebiasaan ini justru akan merusak bagian kutikula rambut lantaran temperatur tinggi yang kamu atur.

Akibatnya, rambut kering dan mudah bercabang. Untuk itu, agar rambut tak rusak ujunga, siasati dengan tak menggunakanhair dryer setidaknya sekali dalam sepekan

Mengikat Rambut dengan Karet pun Akan Membuat Rambut Cepat Bercabang

Urusan pengikat rambut pun bisa jadi sumber masalah kalau kamu salah pilih. Mengutip All Things Hair, penggunaan ikat berbahan karet akan melukai rambut. Saat dilepas, rambut akan tersangkut hingga rontok.

Jika sudah begitu, rambut akan rusak dan berakhir dengan cabang.  Untuk itu, lebih baik antisipasi dengan memilih ikat rambut dengan bahan yang lembut atau gunakan jepit saja demi menghindari masalah rambut bercabang.

Gonta Ganti Model Rambut Pun Tak Dianjurkan, Serta Sebaiknya Lebih Seringlah Menggunting Ujung Rambut

Keinginan untuk tampil sempurna kadang tak lepas dari pilihan gaya rambut. Ada kalanya kamu ingin rambut yang lebih keriting, lurus, atau bahkan mewarnainya.

Hati-hati, kebiasaan mempercantik tampilan itu mudah membuat rambut rusak karena dalam prosesnya justru melibatkan bahan kimia dan bisa mengakibatkan hilangnya kelembapan alami rambut.

Tak heran jika rambut terlihat kering dan bercabang. Salah satu antisipasi yang bisa kamu lakukan selain merawat rambut dengan produk yang tepat adalah melakukan trimming atau menggunting ujung rambut.

Kebiasaan ini bermanfaat untuk membuang bagian rambut yang rusak. Ujung rambut bersifat mudah rusak dibandingkan bagian tengah atau pangkal.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top