Love & Sex

Hal-Hal Yang Menjadi Alasan Dibalik Hubungan Cinta Yang Hanya Bertahan Dalam Hitungan Minggu

Hubungan yang kita jalani dengan pasangan tentunya bertujuan untuk jenjang yang lebih serius, segala upaya baik dan perbuatan manis darinya sering kita jadikan alasan untuk memilihnya sebagai orang yang tepat.

Namun nyatanya terkadang ada hal-hal yang terjadi diluar kendali, meski kita semua tentu tahu bahwa setiap hubungan memang akan mengalami yang namanya fase naik turun untuk masalah keharmonisan.

Tapi kenyataan yang kadang sering membuat kita banyak bertanya pada diri sendiri, tentang mengapa dia bisa mendadak hilang dan pergi bahkan dalam hitungan minggu. Menghujani diri dengan banyak pertanyaan tentang mengapa ia pergi mungkin sering kita lakukan, tapi apakah sebelumnya kita sudah mencoba untuk mulai mengintropeksi diri ? karena kepergiannya bisa saja dikarenakan ulah kita sendiri.

Sosial Media yang Sering Kita Anggap Jadi Jembatan Penghubung, Justru Adalah Sumber Masalahnya

Peran sosial media pada cara kita berinteraksi di era sekarang jadi hal yang sangat berpengaruh, termaksud pada hubungan yang kita jalani dengan pasangan. Sering kita anggap jadi sesuatu yang akan menghubungkan kita dengan dia ternyata malah memberi pengaruh yang buruk untuk hubungan yang mungkin baru ingin dimulai.

Rasa penasaran yang tadinya jadi pemicu atas rasa ingin tahu lebih dekat sirna begitu saja karena segala informasi yang bisa kita lihat dari akun sosial media masing-masing, bukannya berusaha untuk tetap bisa lebih dekat dia. Apa yang kita lihat dari aktivitas sosial medianya, bisa jadi pemicu padamnya rasa.

Mungkin Kita Atau Dia Hanya Dijadikan Sebagai Tempat Pelarian Dari Cerita Cinta yang Telah Berlalu

Alasan yang satu ini mungkin sudah tidak asing lagi karena memang sangat sering dijadikan topeng mengapa sebuah hubungan hanya bisa bertahan dalam hitungan minggu saja. Mungkin hubungan yang pernah kita jalani menorehkan luka yang bisa dikatakan cukup membekas, dan tentunya kita membutuhkan seseorang untuk bisa menyembuhkan luka tersebut.

Berniat untuk memulai hubungan yang baru, lantas menjadikannya sebagai pelarian sesaat. Jelas ini bukanlah pilihan yang baik ketika ingin menjalin sebuah hubungan. Sebaliknya jika ternyata kitalah yang menjadi korban dari sebuah pelarian, hal ini bisa jadi alasannya juga.

Tidak Ada Arah dan Masa Depan yang Jelas dari Hubungan yang Sedang Dijalani

 

Salah satu hal yang mungkin bisa membuat kita tetap bertahan dalam sebuah hubungan adalah sebuah kejelasan tentang arah dan tujuan yang ingin kita tuju dari hubungan itu. Membicarakan tentang rencana-rencana jangka panjang yang kita harapkan. Hingga hal lain yang bisa menguatkan rasa.

Namun jika ternyata hal-hal tersebut tidak kita temukan ada pada dirinya yang bahkan terkesan memposisikan tujuan hubungan di urutan kesekian yang harus dibicarakan. Mungkin memang sudah saatnya untuk buru-buru mengakhiri hubungan.

Karena menghabiskan waktu dengan orang tidak tepat hanya akan membuat kita menjalani sesuatu yang sifatnya sia-sia. Lalu jiksa sudah tidak ada arah dan tujuan lantas untuk apa ?

Kurangnya Komunikasi dan Bentuk Usaha Untuk Saling Mempertahankan Satu Dengan yang Lainnya

Ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk tetap bisa terhubung meski sekedar berbagi kabar. Komunikasi-komunikasi kecil yang bisa tetap memupuk rasa sayang akan sangat berpengaruh besar dalam sebuah hubungan.

Akan tetapi akan sangat berbeda jika ternyata hubungan yang kita jalani tidak memiliki komunikasi yang baik. Banyaknya aplikasi yang bisa kita gunakan untuk tetap bisa berkomunikasi sangat tidak memungkinkan untuk kita bisa terlepas dari yang namanya komunikasi.

Namun jika ternyata dia malah terkesan memang tidak perduli dan selalu mengabaikan semua komunikasi, mengakhiri hubungan adalah jalan terbaik yang bisa kita pilih.

Sebuah usaha yang ditujukkan akan membuktikan seberapa kuat rasa untuk tetap bertahap dalam hubungannya dengan kita, jika ternyata dia tidak pernah berniat untuk menunjukkan usahanya berarti dia memang bukanlah orang yang tepat.

Ekspektasi Berlebihan Memang Akan Membawa Kita Pada Kekecewaan yang Sebenarnya Berasal dari Dalam Diri Sendiri

Terlalu menggebu dalam membayangkan situasi yang akan kita dapat ketika sudah sah menjalin hubungan dengannya, sering berbanding terbalik dengan kenyataan yang kita dapatkan. Segala upaya manis serta perhatian yang dulu tertuju pada kita, hanya ada diawal hubungan untuk menarik perhatian.

Melihat kenyataan yang terjadi kita malah sering mengutuki keadaan dan mempertanyakan ekspektasi yang tadinya kita anggap akan menjadi kenyataan. Mendadak kita mulai merasa bahwa dia bukanlah orang yang kita inginkan.

Hal ini akan mungkin terkesan sedikit egois karena hanya memintanya sesuai dengan yang kita inginkan. Karena biar bagaimanapun sebuah hubungan akan membuat kita menggenapi satu sama lain untuk tetap sempurna. Tapi percaya atau tidak hal ini sering dijadikan alasan untuk berpisah yang memang jika dilihat dari sisi yang lain cukup masuk akal dan beralasan.

Hingga Kepada Kurangnya Rasa Percaya Pada Pasangan yang Akhirnya Menciptakan Jurang Pemisah

Sebuah hubungan akan bisa tetap berjalan dengan baik jika dilandasi oleh rasa percaya yang kuat satu sama lain. Karena tanpa adanya rasa percaya, segala upaya dan bentuk kecintaan yang kita lakukan akan percuma saja.

Dan ketidak percayaan inilah yang nantinya akan membuat hubungan bisa berakhir dengan sendirinya, karena siapapun itu orangnya tidak akan bisa menjalin hubungan dengan orang yang tidak bisa dipercaya atau tidak mempercayainya.

Dan yang Lebih Parahnya Lagi, Hubungan Tersebuta Hanya Dijadikan Ajang Balasa Dendam Pada Pasangan Sebelumnya

Luka hati yang mungkin kita terima dari mantan pasangan terdahulu sering memicu kita untuk bisa membuatnya merasa bersalah karena telah memilih untuk meninggalkan kita. Berupaya untuk membalaskan dendam atas sakit hati yang dia tinggalkan.

Namun percaya atau tidak ini bukanlah pilihan yang baik untuk kita dan pasangan baru yang kita pilih, hubungan tersebut hanya kita jadikan sebagai ajang pembuktian dengan dia sebagai korban yang tentu juga akan merasa terluka jika mendapati kenyataan yang sebenarnya.

Meski sedikit terdengar sepele bahkan hampir tak masuk akal nyatanya hal-hal tersebut sering jadi alasan dibalik hubungan yang tiba-tiba usai meski masih dalam rentan waktu yang terbilang sebentar. Kita bisa menjadikannya sebagai ajang untuk intropeksi diri atau bahan pertimbangan untuk menilai dia yang mungkin kita jadi pasangan kita.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspirasi & Motivasi

Hati-hati, yang Sering Bersikap Manis Bisa Buat Kamu Menangis

Menjajaki masa pendekatan, laki-laki sering kali datang dengan segala hal yang menyenangkan. Pura-pura manis diawal, padahal hanya untuk sebuah jebakan. Untuk itulah kita perlu tahu, siapa dia yang sedang ada dihadapan.

Sebelum semuanya jatuh lebih dalam, kita harus pastikan bahwa dia bukanlah seseorang yang hanya sedang mencari pelarian, menggores luka lalu pergi untuk meninggalkan. Mari coba pelajari karakternya, lihat gerak geriknya dan berbagai sikap yang sebenarnya ia punya. Berikut ini adalah beberapa tanda, kalau si dia sebenarnya bukanlah laki-laki yang tepat untuk kita.

Melirik Perempuan Lain Tiap Kali Berdua, Pertanda Jika Ia Tak Mampu Setia

Pada beberapa pertemuan yang kita lakukan dengannya, ia sering kedapatan melirik perempuan lain. Ia sih, dia belum menjadi pacar kita. Tapi jika memang ada niat baik, ia pastilah akan menjaga sikap. Bukan malah jelalatan dan tebar pesona persis di depan kita.

Baginya mungkin ini adalah sesuatu yang biasa, tapi bagi kita hal seperti itu jelas melukai hati. Seolah tak menghargai kita sebagai perempuan yang sedang ia dekati. Kalau masih PDKT saja sudah begini, bisa dipastikan kalau pacaran pastilah ia makin berulah.

Tak bisa setiap pada satu perempuan saja, dan merasa bangga jika bisa flirting pada banyak peremuan.

Suka Membual, Omongannya Tak Ada yang Bisa Dipegang

Benar memang, pada masa pendekatan beberapa laki-laki sering membual untuk mendapat perhatian. Kalau memag kamu merasa ini sah-sah saja demi mendapat perhatian, ya silahkan saja. Tapi kamu juga perlu tahu, jika sedari awal saja sudah bohong begitu bagaimana nanti ke depan? Bisa-bisa ia selalu berbohong untuk mendapat kepercayaan.

Jangan mau percaya begitu saja, jika memang apa yang diucapkannya adalah suatu kebohongan. Cukup tahu saja, dan jangan terlalu memberi harap. Ini akan jadi salah satu cara yang melindungi kita dari sakit hati dan kecewa.

Berbuat Baik Hanya Pada Momen-momen Tertentu

Kalau ada maunya, ia sering terlihat bersikap lebih baik dari biasanya. Jika sedang butuh bantuan, ia akan getol untuk memberimu kabar, menanyaimu “sudah makan atau belum”, sampai pada perhatian lain yang bisa menuai simpatik. Tapi tetap dengan satu tujuan, ada sesuatu yang ingin ia dapatkan darimu. Entah memintaimu bantuan, atau hal lain yang bisa jadi keuntungan.

Pokoknya ia hanya akan bersikap baik kalau ada maunya saja. Selebihnya, ia akan menghilang tak tahu kemana.

Tak Paham Aturan, Sering Menganggumu Tengah Malam untuk Sesuatu yang Tak Jelas

Dalam masa transisi sebelum sah berpacaran, menjalin komunikasi lewat telepon genggam, pesan atau bicara langsung memang jadi sesuatu yang gemar kita lakukan. Tapi dengan catatan, kegiatan tersebut dilakukan dijam-jam tertentu saja. Dia justru, berbeda karena tak tahu aturan dan jam bicara yang baik dalma masa penjajakan.

Hal yang dia pedulikan hanya bagaimana cara untuk bisa mendengar suaramu tanpa tahu, kau mungkin ingin tidur lebih dulu. Kalau memang ia benar-benar peduli pastilah ia menghargai aturan atau kebutuhanmu untuk tidur di malam hari. Bukan malah menganggu dengan menelponmu.

Dan Selalu Merasa Bangga, Ketika Bangga Perempuan Lain yang Meliriknya

Demi menghargai gebetan, laki-laki biasanya akan tak enak hati kalau ada perempuan lain yang meliriknya kalau berdua dengan kita. Tapi, ia justru melakukan hal yang sebaliknya.

Yap, merasa bangga atas apa yang diterimanya, ia justru pamer setiap kali ada perempuan yang meliriknya. Bahkan tak sungkan-sungkan untuk memberitahumu bahwa ada perempuan yang main mata padanya saat bersamamu.

Bertahan untuk tetap menjalani masa pendekatan padanya hanya akan, membuatmu terjebak lebih lama. Jangan sampai kamu jatuh hati, nanti bisa sakit hati sendiri. Karena laki-laki seperti ini tak layak kamu jadikan kekasih.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspirasi & Motivasi

Karena Sikap Setia Adalah Buah Dari Terbuka dan Saling Percaya

Ikatan pernikahan akan membawamu ke fase hidup yang baru. Tapi satu hal yang kamu perlu ingat saat kamu telah berada di titik ini alias sudah resmi dalam ikatan pernikahan yang sah, maka kamu dan pasangan harus sama-sama berkeyakinan, kalau orang yang tinggal bersamamu ini adalah partner terbaik untukmu.

Memiliki sikap terbuka padanya jelas jadi keharusan. Karena pada akhirnya, rumah tanggamu akan baik-baik saja kalau kamu dan partnermu bisa tetap saling terbuka, saling percaya, dan selalu jujur satu sama lain.

Urusan kesetiaan, pasti akan banyak sekali ujiannya. Mungkin kelak kamu akan merasakannya, tapi supaya hubunganmu selalu kuat, maka milikilah lima prinsip yang bisa menopang relasimu agar tak goyah.

Sekalipun ada kesukaran yang dihadapi dalam bahtera rumah tangga, maka jalan cepatnya bukanlah asal mengucap cerai atau talak, melainkan menyelesaikannya berdua dengan kepala dingin.

Sejak Awal Relasi, Tanamkanlah Prinsip untuk Tidak Berbohong pada Pasangan, Hal Ini Akan Menguntungkan Relasimu, Kawan

Tak usah coba-coba berbohong. Karena kebohongan kecil hanya akan menciptakan kebohongan besar terutama kalau kamu terus-terusan berusaha untuk menutupinya.

Intinya, sepelik apapun masalah yang terjadi tetap terbukalah kepada pasanganmu. Seiring pernikahan, kamu dan dia telah jadi satu sehingga dia bukan lagi orang lain bagimu, dia adalah separuh jiwamu, maka bersatulah menyelesaikan suatu masalah yang datang kepadamu atau kepadanya.

Bersikap Terbuka Pada Pasangan Jelas Perlu, Bukankah Sewajarnya Apalagi Kalian Memang Sudah Resmi dan Memilih Hidup Bersama?

Yepp, terbukalah kepada pasanganmu tentang apapun itu, jangankan masalah yang serius, masalah yang sederhana saja maka kamu harus terbuka, karena bagaimanapun memang sudah sewajarnya ketika kamu memilih untuk hidup bersamanya.

Karenanya, sekalipun mungkin sepele, seperti saat kakimu terantuk batu, atau kamu menderita flu, atau ada hal buruk yang merusak mood-mu, maka sampaikanlah juga pada pasanganmu.

Bagaimanapun, Pasanganmu Adalah Partner Terbaik dalam Hidupmu, Karenanya, Jangan Sampai Kamu Lebih Terbuka Pada Orang Lain

Ingatlah selalu kalau pasanganmu adalah partner terbaik dalam hidupmu, maka jangan sampai kamu lebih terbuka pada orang lain ketimbang dirinya. Di luar sana, tidak sedikit seorang suami atau istri malah lebih terbuka kepada orang lain, daripada dia yang telah diakuinya sebagai pasangan halalnya. Ironis bukan?

Selalu Utamakan Kejujuran, Keterbukaan, Kepercayaan, Supaya Sampai Kapanpun Relasimu dengan Dia Tetap Terbina dengan Baik

Maka dari itu, saat kamu memilih bersama dengan seseorang, jadikanlah kejujuran, keterbukaan, dan kepercayaan sebagai prinsip dan prioritas saat berkomunikasi. Ini supaya sampai kapanpun hubungan yang ada tetap terbina dengan baik.

Jangan sampai karena saking takutnya menyinggung perasaannya kamu memilih berbohong, karena sungguh sikapmu yang demikian akan menyakiti hatinya bila dia sampai tahu dari orang lain.

Kamu Perlu Tahu, Kesetiaan Itu Tercipta Saat Kamu dan Pasangan Memang Terus Saling Terbuka dan Saling Percaya, Bahkan Saling Jujur Satu Sama Lain

Dan memang selalu demikian, kesetiaan dalam hubungan itu tercipta dari ketika kamu maupun pasanganmu sepakat untuk benar-benar saling terbuka, saling percaya, dan saling jujur satu sama lain.

Jadi bila memang kamu mengakui bahwa pasanganmu adalah partnermu, sampai kapanpun kamu harus selalu berusaha jujur dan percaya kepadanya dalam keadaan yang seperti apapun.

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

Punya Pacar Tak Berarti Kamu Harus Kehilangan Sahabat

Sahabat dan pacar adalah dua sosok yang patut jadi prioritas, kan? Beruntunglah kalau kamu jadian dengan orang  yang dulunya sahabatmu. Tapi tak semua orang punya kisah cinta yang demikian.

Ironisnya, yang terjadi justru kebanyakan mereka gamang lantaran sahabat dan pacar justru punya pandangan yang berseberangan sehingga rasanya sukar sekali membuat mereka akrab.

Alih-alih ingin membagi waktu pada mereka, kamu justru kebingungan karena kesulitan mengatur waktu. Keduanya ingin jadi prioritasmu. Tenang, kamu tak usah tergesa-gesa.

Cobalah berdamai dulu pada kondisi sekarang ini. Sadarilah kalau keduanya memang membutuhkanmu. Jangan sampai timpang sebelah dan kamu dianggap mengabaikan salah satunya.

Selalu Berusahalah Jujur pada Keduanya

Berkata jujur adalah kuncinya. Yup, berusahalah untuk selalu berkata jujur kepada pasangan dan sahabat. Misalnya, disaat kamu mempunyai rencana pergi bersama sahabat. Bicarakan saja yang jujur kepada pasangan kamu, bahwa kamu mempunyia janji bersama sahabat.

Begitu juga sebaliknya, kawan. Kalau kamu selalu berkata jujur pada mereka, pasti salah satu dari mereka juga akan mengerti dan tak akan membuat janji lebih dulu denganmu. Semua akan baik-baik saja kalau kamu mengkomunikasikannya dengan baik.

Jangan Ragu Buat Perjanjian dengan Pacar

Bicarakan dari sekarang dan jangan ragu buat janji dengan pacarmu urusan kapan kalian akan bertemu.  Terangkan pelan-pelan padanya dan katakana kalau kamu tidak selalu akan ada waktu untuknya.

Yup, ada saatnya kamu harus pergi atau sekedar nongrong bareng sahabat. Pacar kamu juga pasti mengerti dan tentunya tak akan melarangmu.

Ajak Saja Pacar Untuk Kumpul Bareng Sahabat

Mungkin alasan pacarmu dan sahabatmu masih saling berseberangan pendapat karena memang masih asing dan belum mengenal satu sama lain. Tak salah lho kalau di satu waktu kamu mempertemukan mereka.

Yupp, sekali-kali cobalah untuk mengajak pacar kamu untuk ikut kumpul bersama sahabat-sahabat kamu. Selain dari kamu bisa kumpul bersama keduanya. Kamu juga bisa mengenalkan sahabat kamu kepada pacar.

Dengan begitu, pacar akan lebih pengertian saat kamu kumpul bareng sahabat. Percaya deh.

Meluangkan waktu khusus untuk Pasangan pun Juga Perlu

Mungkin setelah semingguan kamu selalu bepergian dengan sahabat, jangan lupakan kalau pacarmu pun juga memerlukan keberadaanmu. Karenanya, luangkan waktu kamu untuk sang kekasih tercinta.

Karena bagamana pun, pasangan kamu sangat membutuhkan kehadiran kamu untuk membagi keluh, kesah dan rasa bahagianya bersama kamu.

Jangan membatalkan rencana secara Sepihak dan tiba-tiba

Jika kamu sudah membuat janji bersama pasangan atau sahabat. Jangan sekali-kali kamu membatalkan janji tersebut secara tiba-tiba ya kawan. Karena hal ini bisa membuat kecurigaan dari pasangan atau sahabat kamu.

Lebih baik kamu tepati janji yang sudah ada dan jangan membuat janji lagi jika kamu sudah mempunyia janji dengan salah satu dari mereka. Bersikaplah profesional tapi tetap penuh kepedulian saat menghadapi situasi semacam ini. Memang agak susah di awal.

Tapi kalau kamu bisa mengatasi dan beradaptasi dengan situasimu sekarang, percayalah, kamu tak akan kehilangan siapapun hanya karena keduanya merasa kalah mendapatkan perhatian darimu.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top