Inspirasi & Motivasi

Hadapi Pasangan atau Teman yang Berbohong Bukan dengan Konfrontasi ya Kawan

Tak mungkin seseorang tak pernah berbohong. Kamu pun mungkin pernah berbohong pada orangtua, teman, atasan, bahkan kekasih, kan? Kalau posisinya dibalik, dimana kamu jadi subyek yang dibohongi, kamu terima tidak? Kecuali kamu tak tahu kalau lawan bicaramu sedang berbohong, pasti kamu pun tak suka dibohongi kan? Kamu perlu tahu, cara orang berbohong semakin hebat.

Ada yang sampai mencari saksi hingga alibi palsu. Meski begitu, ada satu-satunya cara untuk mengetahui apakah itu sebuah kebenaran atau tidak. Menurut sebuah penelitian terbaru, satu-satunya cara adalah dengan melihat langsung mata orang tersebut.

“Kita semua tahu bahwa cara klasik untuk mengungkapkan kebohongan adalah lewat pandangan mata. Orang yang berbohong selalu melarikan matanya ke arah lain dan tidak pernah mau membuat kontak mata langsung,” ungkap Susan Winter, penulis dan pakar hubungan.

Robert Glatter, M.D., asisten profesor pengobatan darurat di Lenox Hill Hospital, Northwell Health, juga mengungkapkan hal serupa. Kontak mata langsung membuat orang yang tengah berbohong merasa terekspos.

“Membuat kontak mata mengubah dinamika interaksi, membuah percakapan jadi lebih pribadi, dan menuntut kebenaran atas tindakan dan perilaku orang tersebut,” jelas Robert.

Untukmu kawan, saat kamu merasa ada yang tengah berbohong padamu, lebih baik hindari untuk mengkonfrontasinya. Hadapi saja dengan cara-cara ini.

Kamu Perlu Berhati-hati dengan Sikap Manipulatifnya, Kawan

Terlebih jika dia adalah pembohong ulung. Bagaimanapun situasinya, ia akan berusaha memutarbalikkan perkataan dan fakta yang ada. Untuk itu, kamu harus berhati-hati ya.

Jangan sampai dia justru menyerangmu demi menutupi kebohongannya. Lebih baik kalau sedang berbicara padanya, jangan memulai percakapan dengan suara yang tinggi atau kata-kata yang menyerang. Kamu bisa mengatakan,

“Hai, ada hal yang ingin kubicarakan padamu” untuk membuka obrolan. Dia dengan sendirinya juga akan sadar bahwa obrolan ini bukanlah obrolan ringan.

Tanyakan Saja Hal-hal yang Spesifik

Yup, tak usah berbasa-basi. Saat kamu tahu dia bohong, kamu harus menanyakan langsung kepadanya dengan memberikan pertanyaan yang spesifik. Seperti yang dilansir Forbes, bertanya secara spesifik dinilai efektif untuk menggali informasi yang dibutuhkan dalam waktu yang lebih singkat.

Penting Sekali, Kamu Perlu Jelaskan Padanya Kalau Kamu Tak Memaklumi Kebohongan

Ini patut kamu ungkapkan kalau kamu sedang dibohongi oleh pasanganmu sendiri. Ingatlah dahulu, sekali kamu memaafkannya, setidaknya kamu perlu menyadari kalau kelak kamu tak akan selamanya bisa hidup dengan kebohonga-kebohongan yang ia katakan.

Untuk itu, beritahu padanya kalau kamu tak memberi toleransi terhadap kebohongan, kawan.

Rekam Percakapanmu dengannya Kalau Perlu

Begini, biasanya orang yang berbohong cenderung mengatakan hal yang berbeda dari apa yang pernah dia katakas sebelumnya. Jadi, kalau kamu membutuhkan bukti tambahan bahwa ia sedang berbohong, kamu bisa merekam percapakan kalian.

Bagaimanapun, Tetap Luruskan Pikiranmu Terlebih Dahulu

Tak jarang, kita sebagai perempuan merasa desperate dan enggan mempercayai laki-laki. Tapi perlu diingat lho kawan, bahwa nggak semua laki-laki punya sifat yang sama dengan si dia.

Nah, kalau kamu merasa dia sedang berbohong, kamu bisa meniru cara-cara ini saja dulu.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

Hati-hati, Kita yang Gajinya Pas-pasan Jangan Sampai Hobi Terlihat Kaya Tapi Bohongan

Sukses dan kaya, dua kata yang pasti didambakan banyak perempuan. Karier sukses akhirnya mengantarkan kita punya masa depan cemerlang. Tapi jangan sampai keinginan itu membuat kita jadi hilang arah dan membuat kita sukar berpikir rasional.

Banyak lho yang memilih pura-pura kaya padahal gaji masih pas-pasan. Mulai dari memasang foto di media sosial dengan foto kekinian namun hanya rekaan, hingga bertingkah hidup penuh kemewahan padahal sebenarnya hidup pas-pasan.

Hati-hati, kalau kebiasaan buruk ini terus dilanjutkan, nanti kita malah bisa dapat masalah-masalah baru. Ini misalnya

Kamu Berpotensi Merusak Nama Baikmu Sendiri

Bagaimanapun, nama baik harus tetap kamu jaga, kan? Kalau kita terus memakai topeng, nanti begitu ketahuan wajah aslinya, nama baik kita bisa hancur sendiri.

Hidup ini jalanilah apa adanya, bukan ada apanya. Tak perlu sampai membuat banyak kepalsuan karena nanti malah bisa berbalik menghancurkan nama baik kita sendiri, kawan.

Membuat Hidupmu Tak Sejahtera dan Hanya Menambah Stress hingga Tekanan Batin

Kamu tau kan, pada dasarnya manusia tak akan pernah merasa puas. Sekali membuat sebuah kebohongan, kita akan terus terdorong untuk membuat kebohongan-kebohongan baru.

Lama kelamaan hal ini akan membuat kita stres sendiri. Akan ada tekanan batin yang membuat kita jadi sulit menerima diri kita apa adanya.

Rasa Percaya Dirimu Kian Menurun

Karena tuntutan pergaulan dan terlanjur terjun dengan gaya hidup yang tak sesuai pemasukan, kita cuma akan makin merasa insecure. Rasa percaya diri pun akan menurun.

Tak ada lagi kepercayaan diri yang bisa membuat kita tenang. Setiap hari rasanya akan dihantui perasaan tidak nyaman. Lama kelamaan, kita jadi membenci diri sendiri.

Bahkan Bisa Membuatmu Terjebak dalam Lilitan Hutang Lho Kawan

Demi memenuhi keinginan untuk memiliki gaya hidup mewah, kita sampai rela berutang sana-sini. Padahal gaji pas-pasan, tapi kita malah gali lubang tutup lubang. Kalau kondisi ini terus dibiarkan, nantinya kita bakal terjebak dalam lilitan utang yang bakal makin susah kita tangani.

Di penghujung tahun, apa kamu tetap mau berlaku demikian? Saatnya untuk lebih berhati-hati dalam menempatkan diri, ya. Tak perlu hidup di zona yang bukan zonamu sendiri.

Bukankah berlagak sok kaya bila itu malah akan menyusahkanmu? Kini kita perlu lebih berani jadi diri sendiri, jujur terhadap diri sendiri juga orang-orang di sekitar kita.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

Jangan Pernah Mengecewakan Temanmu yang Sedang Patah Hati, Belajarlah untuk Berempati

Jatuh cinta dan patah hati, dua hal ini selalu bersinggungan. Saat kamu mungkin tak sedang mengalami fase ini, mungkin temanmu yang merasakannya. Kalau mendengarkan cerita tentang jatuh cinta, mungkin terdengar membahagiakan.

Kita pun yang mendengar pasti turut mendukung sahabat atau teman kita yang mengalaminya. Sementara, jika kondisinya justru temanmu didera patah hati, masihkah kita setia memberi waktu untuk mendengar keluh kesahnya?

Mendengar curhatan orang yang sedang patah hati bukan hal mudah lho. Ada ego pribadi yang sejenak perlu kita kesampingkan untuk menyimak ceritanya sekaligus menunjukkan kalau kita tak meninggalkan teman kita itu. Sisi dewasamu akan terlihat di titik ini.

Nah, coba cek dulu, sudahkah kamu melakukan tiga hal ini saat mendapati seorang kawan yang sedang patah hati?

Hindari Untuk Mengabaikannya

Jangan menolaknya kalau ada temanmu yang menelpon tengah malam karena patah hati. Jangan merasa terganggu degan hal ini. Sebagai teman yang bijak, sebaiknya bersikaplah asertif. Dengarkan dulu duduk perkaranya, tapi kalau memang kamu perlu istirahat, beritahukan dulu bahwa kamu perlu istirahat untuk beraktivitas esok hari.

Katakan juga bahwa kamu akan mendengarkan ceritanya di jam istirahat atau usai jam kerja, atau juga lewat chat. Jelaskan baik-baik dan berikan penjelasan kalau kamu tak akan mengabaikannya. Tapi mungkin ada tipikal seseorang yang memang punya masalah serius terkait depresi, mungkin dalam hal ini  kamu bisa sekaligus mencari bantuan yang diperlukannya dari berbagai pihak.

Tahan Diri Agar Tidak Menjelek-jelekkan Mantan Kekasihnya

Dulu saat Selena Gomez dan Taylor Swift masih akrab, pertemanan mereka pun sempat merenggang karena Taylor mengultimatum Selena untuk memilih dirinya atau Justin Bieber (yang dinilainya bukan pasangan yang baik untuk Selena).

Sebagai sahabat, kita memang tak mau melihat sahabat kita sakit hati, apalagi sampai kecewa berkali-kali. Namun sebagai sahabat yang baik pula, pada akhirnya yang bisa kita lakukan cuma mendukung keputusannya dan memberi saran saat ia membutuhkannya. Bukan membiarkannya terjebak atau tersudut.

Di lain sisim hidnari juga menjelekkan mantan kekasih sahabat karena kamu tak ada urusan sama sekali dengannya. Jadilah sahabat yang bijak dan tak kehilangan arah saat sahabatmu membutuhkanmu.

Kamu Tak Bisa Memintanya Untuk Tidak Patah Hati

Jangan sekalipun mengeluarkan nasehat untuknya melupakan atau memintanya agar tak patah hati. Coba ingat lagi pengalamanmu, saat terakhir Anda merasa patah hati, tidak bisa semudah itu mengabaikan perasaan atau melupakan rasa sakitnya, kan?

Memang, yang paling bijak dan baik yaitu sediakan saja dirimu untuk mendengarkan ceritanya, dan beri dukungan yang diperlukannya.

Saat Bertemu, Alihkan Sejenak Kesedihannya dengan Cara-cara yang Menyenangkan

Kamu bisa mengajaknya makan bareng, nonton, atau mungkin melakukan hobi yang disukainya. Banyak hal yang menyenangkan yang bisa dilakukan bersaama sehingga kesedihannya teralihkan dan ia sadar kalau kamu begitu peduli padanya.

Tapi kalau ia tak mau, ajak saja negosiasi pelan-pelan. Atau kalau dia benar-benar tak mau, jangan memaksanya, cukup datang saja ke rumahnya dan berikan waktumu untuk bersamamu. Kedatanganmu pasti akan jadi kesenangan tersendiri untuk temanmu itu.

Kalau Kamu Punya ‘Bakat’ untuk Melucu atau Memang Punya Selera Humor Tinggi, Jangan Lupa Hibur Ia dengan Leluconmu Itu

Tapi ingat, tak usah mengharapkan tawa darinya. Ia bisa tersenyum simpul saja sudah menyenangkan rasanya. Yang penting, ia sadar dan melihat usahamu untuk selalu membuatnya tertawa.

Mungkin di titik ini persahabatanmu juga diuji. Sejauh mana kamu menganggap kesedihannya juga pilu bagimu juga. Untuk itu, kalau kamu punya bakat untuk melucu atau memang ada selera humor yang baik, maka sampaikan saja padanya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspirasi & Motivasi

Jangan Terus Dipaksa, Jika si Dia Memang Tak Bahagia Lepaskan Saja

Sudah pacaran lama, tahu apa saja yang menjadi kebiasan buruknya. Sampai bagaimana pososi ia tidur saja, tak lagi perlu ditanya. Menjadi kekasihnya, jadi sesuatu yang menenangkan kita. Tapi mendadak ada sesuatu yang berbeda. Entah karena orang baru atau memang ia mulai merasa bahwa kita bukanlah orang yang pas untuknya.

Bertanya kadang membuatnya marah, untuk itu lebih baik kitalah yang mulai peka. Untuk itu, cobalah lihat beberapa perubahan baru atas ketidakbahagiannya menjalin hubungan denganmu.

Lain dari Biasanya, Emosinya Mendadak Sering Berubah-ubah

Hari ini ia bisa terlihat sangat romantis, esoknya bisa mendadak marah-marah dengan berbagaii macam alasan yang tak masuk akal. Bahkan jika kita coba untuk bertanya, kerap kali ia menjawab tak ada apa-apa.

Bukannya ingin meracunimu dengan berbagai macam pandangan buruk pada sang kekasih, tapi jika beberapa tanda ini memang sudah ia tunjukkan. Saatnya beranikan diri untuk bertanya perihal kelangsungan hubungan.

“Kamu masih nyaman denganku atau memang ingin kulepaskan?”.

Setidaknya, apa yang akan menjadi  jawabanya bisa memberikan kita gambaran.

Sibuk dengan Dunianya, Ponselnya Adalah Kekasih Pertama

Setiap kali bertemu, waktu berdua yang tadinya bisa dinikmati bersama sering kali terasa hambar dan biasa saja. Bagaimana tidak, mengobrol yang harusnya berjalan khidmat berganti dengan pemandangan si dia yang sibuk dengan telepon genggam miliknya.

Entah itu tiap kali dia bermain game, chat dengan orang-orang, sampai berselancar di media sosial. Kita yang ada dihadapannya, seolah-olah hanya pajangan yang tak berguna. Tak dilihat, apalagi disapa. Yap, ia sibuk dengan dunianya tanpa mau memberi sedikit perhatian pada kita yang ada dihadapannya.

Lalai dalam Memberi Kabar, Beberapa Pesanmu Pun Sering Diabaikan

Dia yang biasanya tak pernah abai untuk membalas pesan, mendadak jarang memberi kabar. Kalau begini, bisa dipastikan jika ada sesuatu yang memang sedang ia sembunyikan. Ia mungkin sudah tak lagi merasa bahagia, sehingga pelan-pelan berubah karena terlalu takut untuk memberikan pernyataan secara langsung untuk kita.

Agar tak terlalu sakit karena tiba-tiba ditinggalkan, sudah saatnya kamu ambil ancang-ancang atas perubahan yang ia tunjukkan. Cobalah cari tahu, apa yang sebenarnya sedang ia kerjakan. Karena bisa jadi ia memang sedang menyembunyikan sesuatu atau dia memang sudah tak bahagia lagi denganmu.

Pelan-pelan Kita pun Mulai Merasa Kesepian

 

Karena perubahan sikap yang ia tunjukkan, tak sering pula kita akhirnya merasa kesepian. Tak merasa punya pasangan, karena memang ia sudah bersikap semakin jauh pada kita. Dia yang dulu selalu ada di segala situasi, kini menghilang karena memang sudah tak lagi ingin bersama.

Berat memang, ketika kita tahu ia mulai menjauh tapi biar bagaimanpun kita tak bisa memaksanya untuk tetap tinggal bersama dengan kita. Karena dirinya memang sudah terlihat tak lagi suka bersama dengan kita.

Tak Lagi Menaruh Kita Jadi Prioritas, Dia Selalu Sibuk dengan Berbagai Macam Alasan

Kamu paham, jika kekasihmu adalah sosok yang jarang terlihat bepergian dengan temannnya. Pekerjaannya pun hanya sebatas di kantor dan jarang keluar. Tapi mendadak ia selalu berasalan, untuk bertemu teman-temannya di luar rumah. Bekerja di akhir pekan dan tak lagi datang mengunjungimu hingga lupa memberi kabar karena terlalu asyik dengan apa yang ia lakukan.

Yap, ini adalah salah satu tanda jika dia memang sudah tak lagi bahagia dengan kita. Maka, daripada terus menerus dipaksa dan menyiksa diri kita, ada baiknya kamu belajar untuk menerima semua. Barangkali memang dirinya merasa kita bukanlah perempuan yang pantas untuknya. Maka pelan-pelan lepaskan saja dirinya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top