Love & Sex

Dinamika Perempuan yang Terbiasa Mandiri Tapi Kemudian Harus Menjalin Relasi…

Tidak semua perempuan itu manja. Ya, dari sekian banyak kaum hawa, faktanya masih ada yang memiliki kemandirian dan bisa menyelesaikan segala aktivitasnya tanpa bantuan orang lain. Kendati demikian, bukan berarti perempuan mandiri tak butuh pacar.

Hanya saja, keberadaan pacar bagi perempuan mandiri terkesan berbeda. Mereka mengungkapkan pacar adalah sosok yang harus bisa mendukung setiap langkah dan keputusan kendati sebagian besar tetap mereka yang melakukannya.

Terkesan high class? Ya, begitulah perempuan mandiri, memang begitu adanya. Karenanya, tak heran jika ketika ada satu perempuan mandiri yang baru menjalin relasi, ada kecanggungan yang dialaminya lantaran masa transisi dari perubahan status hidupnya.

Tadinya Apa-apa Sendiri, Sekarang Mengambil Keputusan Saja Harus Berdua

Lantaran terbiasa memutuskan apa-apa seorang diri, kamu yang mandiri cenderung kaget ketika keputusan yang terkait dengan hubungan harus diputuskan berdua. Bahkan tak sedikit yang justru mengalami drama salah paham ketika sang pacar membantu menentukan keputusan untuk sesuatu dalam hidupnya.

Tapi sekali lagi, kuncinya adalah kesabaran dan pengendalian diri. Kamu harus memahami kalau yang namanya hubungan memang harus dijalani dan diputuskan dari dua belah pihak. Besok-besok, kamu bisa belajar dari pengalaman semacam ini agar dramanya tak terulang kembali. Dan ingatlah kalau yang namanya keputusan diambil oleh kalian berdua, ya.

Meski Masih Kaku, Kamu Harus Membiarkan Pacar Ikut Membantu

Kamu yang mandiri itu bak paket komplit. Sebab tak hanya mandiri dalam hati, namun juga secara fisik. Sebagai contoh, kamu yang mandiri sudah terbiasa pergi belanja apa-apa ya sendiri. Angkat ini itu ya sendiri. Beli banyak barang atau isian tas belanja yang cukup berat pun harus diangkat seorang diri.

Namun ketika kamu punya pacar lalu pacar menawarkan bantuan untuk membawakan barang tersebut, memang ada momen canggung karena belum terbiasa. Tapi jangan sampai pacarmu merasa useless ya karena kemandirianmu. Tak salah kok sesekali membiarkan sang pacar membantu. Bahkan, laki-laki merasa dihargai ketika bantuannya bermanfaat bagimu

Pergi Jalan-jalan Tak Bisa Lagi Sendiri

Yang ini juga. Lantaran terbiasa bepergian seorang diri, ada perasaan dimana cewek mandiri cenderung merasa lebih bebas karena tak merepotkan orang lain. Namun kadang hal inilah yang bisa menjadi pemicu pertengkaran dalam hubungan.

Bayangkan kalau sudah punya pacar tapi kamu memilih pergi sendirian? Sebagai pacar, si dia tentu bersedia untuk menemani jalan atau sekadar mengantarkan. Justru kalau kamu menolak tawarannya atau sengaja pergi tanpanya, yang ada hal itu mungkin bisa menyinggung perasaannya.

Seringkali Me Time pun Harus Dikorbankan

Kamu akan sukar merasakan kembali nikmatnya menyusun banyak rencana ketika kita masih single dulu. Jika dulu agendamu tertata rapi mulai dari kuliah, bekerja, ikut les, me-time, kumpul bersama teman dan keluarga, hingga hal lain yang menjadi prioritas. Saat punya pacar, kamu akan menghadapi situasi yang berbeda. Bahkan tak jarang kamu yang mandiri pun didera kebingungan jika ingin meluangkan waktu untuknya.

Pengeluaran Pacar Ikut Bertambah, Ada Kekhawatiran Tersendiri dengan Kondisi Keuangannya

Perempuan mandiri yang sudah bekerja dan punya penghasilan sendiri tentu merasa bangga dengan pencapaiannya tersebut. Namun ketika punya pacar, sedikit demi sedikit justru pacar ikut membiayai kebutuhan kita mulai dari makan hingga membeli sepatu. Bagi perempuan lain mungkin hal itu terlihat menyenangkan. Namun bagi kamu yang mandiri, hal-hal seperti ini bjustru membuat risih.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

Punya Pacar Tak Berarti Kamu Harus Kehilangan Sahabat

Sahabat dan pacar adalah dua sosok yang patut jadi prioritas, kan? Beruntunglah kalau kamu jadian dengan orang  yang dulunya sahabatmu. Tapi tak semua orang punya kisah cinta yang demikian.

Ironisnya, yang terjadi justru kebanyakan mereka gamang lantaran sahabat dan pacar justru punya pandangan yang berseberangan sehingga rasanya sukar sekali membuat mereka akrab.

Alih-alih ingin membagi waktu pada mereka, kamu justru kebingungan karena kesulitan mengatur waktu. Keduanya ingin jadi prioritasmu. Tenang, kamu tak usah tergesa-gesa.

Cobalah berdamai dulu pada kondisi sekarang ini. Sadarilah kalau keduanya memang membutuhkanmu. Jangan sampai timpang sebelah dan kamu dianggap mengabaikan salah satunya.

Selalu Berusahalah Jujur pada Keduanya

Berkata jujur adalah kuncinya. Yup, berusahalah untuk selalu berkata jujur kepada pasangan dan sahabat. Misalnya, disaat kamu mempunyai rencana pergi bersama sahabat. Bicarakan saja yang jujur kepada pasangan kamu, bahwa kamu mempunyia janji bersama sahabat.

Begitu juga sebaliknya, kawan. Kalau kamu selalu berkata jujur pada mereka, pasti salah satu dari mereka juga akan mengerti dan tak akan membuat janji lebih dulu denganmu. Semua akan baik-baik saja kalau kamu mengkomunikasikannya dengan baik.

Jangan Ragu Buat Perjanjian dengan Pacar

Bicarakan dari sekarang dan jangan ragu buat janji dengan pacarmu urusan kapan kalian akan bertemu.  Terangkan pelan-pelan padanya dan katakana kalau kamu tidak selalu akan ada waktu untuknya.

Yup, ada saatnya kamu harus pergi atau sekedar nongrong bareng sahabat. Pacar kamu juga pasti mengerti dan tentunya tak akan melarangmu.

Ajak Saja Pacar Untuk Kumpul Bareng Sahabat

Mungkin alasan pacarmu dan sahabatmu masih saling berseberangan pendapat karena memang masih asing dan belum mengenal satu sama lain. Tak salah lho kalau di satu waktu kamu mempertemukan mereka.

Yupp, sekali-kali cobalah untuk mengajak pacar kamu untuk ikut kumpul bersama sahabat-sahabat kamu. Selain dari kamu bisa kumpul bersama keduanya. Kamu juga bisa mengenalkan sahabat kamu kepada pacar.

Dengan begitu, pacar akan lebih pengertian saat kamu kumpul bareng sahabat. Percaya deh.

Meluangkan waktu khusus untuk Pasangan pun Juga Perlu

Mungkin setelah semingguan kamu selalu bepergian dengan sahabat, jangan lupakan kalau pacarmu pun juga memerlukan keberadaanmu. Karenanya, luangkan waktu kamu untuk sang kekasih tercinta.

Karena bagamana pun, pasangan kamu sangat membutuhkan kehadiran kamu untuk membagi keluh, kesah dan rasa bahagianya bersama kamu.

Jangan membatalkan rencana secara Sepihak dan tiba-tiba

Jika kamu sudah membuat janji bersama pasangan atau sahabat. Jangan sekali-kali kamu membatalkan janji tersebut secara tiba-tiba ya kawan. Karena hal ini bisa membuat kecurigaan dari pasangan atau sahabat kamu.

Lebih baik kamu tepati janji yang sudah ada dan jangan membuat janji lagi jika kamu sudah mempunyia janji dengan salah satu dari mereka. Bersikaplah profesional tapi tetap penuh kepedulian saat menghadapi situasi semacam ini. Memang agak susah di awal.

Tapi kalau kamu bisa mengatasi dan beradaptasi dengan situasimu sekarang, percayalah, kamu tak akan kehilangan siapapun hanya karena keduanya merasa kalah mendapatkan perhatian darimu.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

Tak Mau Memutuskan, Kadang Lelaki Sengaja Berbuat Salah Agar Kitalah yang Memutuskannya

Kamu pasti pernah mendengar, cerita-cerita dari beberapa kawan. Tentang pasangannya yang mendadak berubah. Tak lagi perhatian hingga suka marah tanpa alasan.

Nah, yang lebih menyebalkan lagi. Setiap kali kita mengeluhkan perubahan sikapnya. Si dia justru menempatkan kita pada posisi yang serba salah. Merasa kita tak bisa menerimanya, dengan enteng ia mungkin akan berkata “Yaudah, kita putus saja”. Atau jangan-jangan saat ini, pacarmu juga begitu?

Kalau sudah begini, bisa jadi ia memang sudah lama ingin putus. Tapi agar tak terkesan dialah yang memutuskan, trik-trik inilah yang mungkin ia pakai. Agar kitalah yang memutuskannya.

Terang-terangan Melirik Perempuan Lain Ketika Bersama

Tanpa harus perlu ditanya lagi, satu-satunya hal yang ia inginkan adalah membuatmu marah. Biar bagaimana pun, seseorang yang memang sayang tentu tak ingin membuat pasangannya marah kan?

Kalau ternyata, ia justru diam-diam melirik perempuan lain di depan matamu. Itu artinya, memang ada sesuatu yang sedang ia sembunyikan. Ia mungkin ingin kamu tahu, bahwa ia sedang ingin main mata dengan perempuan lain. Untuk kemudian, akan memutuskannya.  

Persoalan yang Sudah Lalu, Tiba-tiba Dijadikan Pembahasan Lagi

Ini memang akan sedikit terasa aneh, apalagi jika sebelumnya. Dia bukanlah orang yang suka membahas masa lalu. Mulai dari persoalan mantan pacar, berapa banyak kesalahan kita padanya, hingga hal lain yang sudah terjadi sekian lama. Seolah terasa penting, dengan enteng ia menjadikan hal-hal ini sebagia bahan bertengkara.

Hemm… tak perlu, banyak berpikir. Coba lihat sosial medianya, siapa tahu dia memang sedang dekat dengan perempuan lain. Jika ternyata ‘iya’, ya wajar dia jadi cari masalah.

Lalai dan Abai Pada Banyaknya Pesan yang Kita Kirimkan

Ingat ya, urusan membalas pesan. Tak ada orang yang sibuknya keterlaluan. Semua, hanyalah masalah penting atau tidaknya kita bagi dirinya. Untuk itu, jika dia mendadak sering hilang dan tak lagi membalas pesan secepat dulu. Mungkin memang ada sesuatu yang sedang ia kerjakan.

Yap, antara pekerjaan yang memang tak bisa ditinggalkan dengan aktivitas membalas chat pada perempuan lain yang tak kita kenal.

Mendadak Tak Bisa Diajak Kemana-mana dan Membatalkan Janji Secara Sepihak Saja

Diawal hubungan, hampir setiap saat pergi kemana-mana berdua. Tapi sekarang sekali untuk mencari waktu berdua. Setiap kali kamu bertanya kapan ia bisa, selalu saja ada alasan darinya untuk menolak ajakan kita. Alasannya pun terkesan tak masuk diakal, dibuat-buat hingga tak bisa dipercaya.

Titik ini boleh jadi awalan, untuk kamu bisa membuntutinya lebih jauh. Apa benar-benar sibuk atau hanya sedang ingin tak diganggu, karena ia sudah tak lagi peduli denganmu.

Tak Pernah Mau Menyelesaikan Masalah, Seolah-olah Semuanya Tak Berarti untuknya

Biasanya, setiap kali ada seteru yang dihadapi. Baik kamu dan dia, selalu berusaha untuk saling meminta maaf, untuk menyelesaikan masalah. Mencari jalan keluar bersama, dan berjanji untuk lebih saling memahami lagi. Tapi, kali ini ia malah bersikap lain.

Menghilang setiap kali ada pertentangan, lalu kembali lagi seolah tak ada apa-apa. Bukannya minta maaf, ia justru berulah dan membuat masalah baru yang berbeda. Selain memang sedang bingung atas beberapa hal yang ada dipikirannya. Sikap begini, bisa juga jadi tanda bahwa dia memang sedang ingin mengakhiri hubungan dengan kita.

Membuatmu Malu di Tempat Umum dengan Perkara yang Remeh

satu kali, saat sedang makan di luar. Mendadak, ada hal yang mungkin kamu lakukan tak sejalan dengan yang dia inginkan. Seolah tak paham, jika itu adalah tempat umumnya. Dia justru memarahimu di depan orang-orang, membentakmu hingga main tangan dengan seenaknya.

Ingat, lelaki yang baik tak akan pernah mempermalukanmu di hadapan orang banyak. Apalagi sampai memukulmu di tempat umum.

Dan Tak Lagi Berinisiatif, Dirinya Selalu Membuatmu Merasa Bersalah

Yap, barangkali ini jadi poin paling terasa yang akan kamu alami. Seolah-olah apapun yang kamu katakan selalu salah. Apapun yang kamu lakukan tak pernah sejalan dengan pikirannya. Kamu dibuat terpojok dengan berbagai macam tuduhan yang sebenarnya bukanlah sesuatu perkara besar.

Tapi karena memang itulah tujuannya. Membuat kamu merasa bersalah, untuk kemudian mengalah dan memutuskan hubungan dengannya. Kalau semua tanda ini, mulai terlihat dari si dia. Itu artinya, ia memang sudah tak mau bersama. Tapi menunggu kamu untuk memutuskannya.  

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspirasi & Motivasi

Waktumu Jangan Kau Buang untuk Dia yang Tak Akan Datang

Kita bisa mengelak untuk berkata bahwa, tidak sedang menunggu siapa-siapa. Tidak pula menaruh satu standar yang tinggi untuk dia yang akan menjadi pasangan kita. Namun, kepercayaan akan sesuatu yang berlebihan, ditambah khayalan indah yang kita buat sendiri, sering jadi jebakan.

Memilih untuk menunggu, mengabaikan dia yang ada di depanmu, hingga terus menerus percaya bahwa sosok manusia yang kau damba akan hadir segera. Padahal nyatanya? itu hanyalah imajinasi belaka. Boleh memang berangan-angan, tapi ketinggian bisa membuatmu menyesal.

Atas Dasar Kepercayaan, Kau Terus Menunggu Meski Tak Ada Kepastian

Sori-sori aja nih, kami bukan sedang ingin menganggu rasa percayamu pada si dia. Tapi memangnya kamu mau menuggu terus tanpa ada sesuatu yang pasti? Kalau misalnnya nanti dia tiba-tiba sudah jalan dengan orang lain, ya kamu bisa apa? Tak ada ikatan yang jelas, untuk protes pun kamu jelas tak berhak.

Menaruh hati memang pastilah atas dasar percaya, tapi kita juga perlu untuk memakai logika. Coba lihat, si dia punya rasa yang sama tidak? Jika ternyata ketertarikan yang ada hanya datang dari diri kita. Kita namanya cinta sebelah, dan tak bisa untuk diikrarkan menjadi sebuah hubungan.

Sudah tahu dia selalu abai pada pesanmu, tapi menanti kabarnya masih saja kau jadikan kegemaranmu. Menunjukkan ketertarikan memang tak ada salahnya, tapi jika dirinya sudah terlihat sering menghindar berarti ada hal lain yang ia sembunyikan.

Harus Begini-Begitu, Terkadang Standarmu Jadi Penghalang Sesuatu yang Kau Tunggu

“Kenapa nggak jadian sama dia aja, kalian cocok”

“Ah, dia bukan tipe gue”

Sudah, tak perlu malu atau enggan untuk mengakui itu. Semua orang memang berhak untuk membuat standar atas pasangan impian. Tapi, kita juga harus jadi pribadi yang sadar. Tak perlu lah berharap tinggi-tinggi amat. Apalagi sampai tetap kekeh pada sesuatu yang tak mungkin untuk didapat.

Kamu lupa? jika tak ada manusia yang sempurna? Maka kalaupun ada orang yang mungkin terlihat sesuai kriteria, pastilah ia juga punya satu-dua kekurangan yang tadinya tak kita suka. Lalu apakah kita harus buru-buru menolaknya? Kalau jawabanmu adalah “Ya”, wajar jika sampai sekarang  kau tak bertemu seseorang yang pas.

Keinginan Lain yang Lebih Gila, Kamu Berharap Pada Orang yang Sudah Terikat pada Manusia Lainnya

Katanya cinta memang buta, kalau rasa sudah bicara usia atau status hubungan kadang tak lagi diindahkan. Sudah jelas-jelas dia adalah suami orang, tapi kamu masih saja terus cari perhatian. Begitupun sebaliknya, berharap balasan rasa dari istri lelaki lain jelas jadi sesuatu yang salah.

Si dia memang boleh saja memilihmu, meninggalkan suami atau istrinya. Tapi masa iya kamu tega? Hati-hati, belakangan ini karma datangnya cepat loh. Sebab ketika ia memilihmu dan meninggalkan pasangan terdahulu, bisa jadi hal serupa kembali dilakukannya lagi padamu. Daripada berharap pada sosok yang bukan-bukan, lebih baik mulai peka pada dirinya yang ada di hadapan.

Atau Masih Berharap Pada Mantan Kekasih yang Sudah Punya Kekasih Lagi?

Sudah tahu dia mendua, meninggalkanmu dengan menggores luka, hingga perasaan cinta yang tak lagi ada. Tapi dengan bodohnya, kamu masih saja berharap padanya. Berandai-andai ia akan datang lagi menyatakan cinta. Meninggalkan kekasihnya karena sadar kamulah yang terbaik untuknya. Hem, situasi remeh seperti ini kerap kita temukan di sinetron. Tapi jarang terjadi pada hidup yang sungguhan.

Lagipula, kembali bersama dengan dia yang telah menjadi mantan, hanya akan membuatmu merasakan dua hal menyakitkan sebanyak dua kali. Apalagi jika alasan putus kemarin adalah kesalahannya. Jangan ikat dirimu dengan masa lalu yang sudah usai, kamu bisa mendapatkan hal yang lebih baik dari itu.

Tak Ada yang Salah dengan Keinginan dan Harapan, Tapi Logika Tetap Harus Dijalankan

Silahkan buat berbagai macam keinginan yang kau mau, panjatkan apa saja harapan yang selalu kamu dambakan. Toh, tak ada yang akan melarang juga. Sebab bagaimana sikapmu selanjutnya, jadi penentu bahagia yang akan kamu terima. Dua hal ini jadi kesatuan yang tak bisa saling dilepaskan. Ditambah dengan logika yang juga perlu dijalankan.

Periksa lagi, bagaimana respon dari pihak yang kau ingini. Jika memang tak ada tanda-tanda untuk balasan rasa yang serupa, maka tak perlu berharap banyak padanya. Lepaskan apa yang terlihat tak mungkin, mari kejar apa yang memang terlihat dekat dalam genggaman.

Waktu dan Usia Terus Berjalan, Kamu Butuh yang Tak Sekedar Jadi Angan-angan

Memang sih usia tak jadi patokan untuk seseorang akan memutuskan segera punya pasangan atau bukan. Tapi, masa iya kamu mau terus-terusan begitu? Tidak kan? Lebih dari sekedar gebetan yang kemungkinan akan jadi pacar, akan jauh lebih baik jika dia yang kamu tunggu adalah seseorang yang memang sudah bisa memberi kepastian.

Tak perlu lagi merasa khawatir atau ditinggal pergi, deklarasi atas hubungan yang sah jadi satu pegangan yang akan membuatmu tak lagi resah. Sebab bermacam-macam angan-angan yang kau ciptakan tak akan jadi sesuatu yang berguna, jika tak ada tanda-tanda untuk dijadikan nyata. Walau kadang, mereka yang sudah terikat hubungan pun tak selalu berakhir dengan menikah. 

Daripada Terus Menunggu Sesuatu yang Tak Pasti, Kenapa Tak Mencoba Membuka Hati?

Entah karena kurang peka atau merasa dia bukanlah orangnya. Beberapa sosok yang berusaha masuk dalam hidup kita, selalu berakhir dengan putus asa karena tingginya tembok pembatas yang kita ciptakan untuk menghambatnya masuk. Sibuk untuk mencapai sesuatu yang jauh, padahal ada hal yang bisa didapatkan dengan mudah tanpa susah payah.

Belajarlah untuk lebih peka, menilai dan melihat siapa mereka yang ada di dekat kita. Barangkali, dengan restu semesta dia yang selama ini kita abaikan adalah pasangan yang sebenarnya Tuhan kirimkan. Lebih dari ketidakjelasan yang sekarang sedang kamu rasakan, ada bahagia yang sebenarnya bisa kamu dapatkan. Hanya saja, kamu belum sadar!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top