Kesehatan & Me Time

Demi Tidur Nyenyak, Cobalah Atur Kamarmu Sedemikian Rupa

Tidur nyenyak adalah sebaik-baiknya istirahat saat badan dilanda lelah atau memang pikiran sedang perlu di-recharge sejenak. Dalam sehari, anjuran tidur yaitu 7 jam seringkali gagal terpenuhi oleh sebagian orang lantaran mengklaim sulit merasakan yang namanya tidur nyenyak. Terutama bagi mereka yang mudah sekali terbangun di malam hari, tak sedikit yang kemudian memilih untuk begadang sampai pagi hari lantaran tak bisa melanjutkan tidurnya.

Kamu juga mengalami hal serupa? Demi tidur nyenyak, sejatinya ada cara yang perlu kamu upayakan. Tentu saja dimulai dari kamarmu. Tak usah mengeluh dulu soal luas kamar atau bagaimana kondisi kamarmu sekarang ini, tapi coba tilik lagi, sudahkah kamarmu memang ditata untuk mendorongmu agar bisa jadi tempat beristirahat yang menyenangkan dan menenangkan?

Pilihlah Kasur yang Memang Memiliki Fungsi Memberikan Rasa Nyaman Saat Tidur

Perbanyak membaca soal tipe-tipe kasur itu perlu. Carilah tipe kasur yang didesain untuk membuat tidurmu tetap nyaman. Karenanya, jangan sepelekan soal temperatur kasur. Mengutip dari Sleep.org, temperatur ideal yang tepat untuk tidur yaitu 60 sampai 67 derajat Farenheit atau sekitar 15 derajat Celcius.

Untuk itu memilih kasur pun tak bisa disepelekan. Cobalah untuk cari bahan kasur yang bisa menyerap panas tubuhmu sehingga saat kamu rebahan di atasnya, kamu tak akan merasa gerah. Dengan demikian, tidurmu pun akan jauh lebih nyaman.

Saat Membeli Bantal, Jangan Asal-asalan. Gantilah Bantal Kalau Memang Sudah Waktunya

Sering mengalami keluhan ‘salah bantal’? Penyebabnya lantaran kamu memang tak memilih bantal yang tepat untuk menopang kepalamu saat tidur. Tidak nyaman bukan, kalau pagi-pagi bukannya rileks tapi leher malah terasa nyeri akibat ‘salah bantal’? Karenanya, cobalah pilih bantal yang didesain bisa menopang area leher dengan baik. Jenis flatter pillow disarankan agar tidurmu jauh lebih nyaman.

Tatalah Kamarmu Senyaman Mungkin dan Bisa Meredam Suara Bising dari Luar Kamar

Terutama untukmu yang tinggal di kos-kosan atau rumah yang lokasinya dekat jalan raya, menata kamar dan menambah peralatan yang bisa meredam suara bising akan sangat membantu. Kalau memang suasana kos-kosanmu sering tidak kondusif alias rentan sekali terdengar suara dari luar, lebih baik segera cari kos pengganti dengan suasana yang lebih menenangkan. Tapi kalau memilih ingin bertahan, carilah semacam peralatan yang bisa meredam suara dari luar agar saat malam hari tidurmu tidak mudah diintervensi.

Jangan Lupakan Perkara Ventilasi, Ketiadaan Ventilasi Hanya Akan Menyulitkan Kamu Tidur Lebih Nyenyak

Tahukah kamu kalau udara di dalam ruangan justru lebih berpolusi dibanding udara di luar ruangan? Karenanya penting sekali memikirkan yang namanya ventilasi udara. Kalau perlu, sediakan air filter atau penyaring udara agar udara dari luar sudah tersaring bersih dan bebas dari virus yang mengontaminasi udara. Percayalah, ruangan yang memiliki sirkulasi udara yang baik akan memberikan efek menenangkan saat kamu tidur.

Mungkin Kamu Punya Kamar Kecil nan Terbatas, Bukan Berarti Jadi Halangan untukmu Memelihara Tanaman

Keberadaan tanaman akan menyelamatkanmu dari polusi dan kontaminasi racun yang terbawa lewat udara. Mereka menyerap karbon dioksida dan melepaskan oksigen di siang hari sehingga udara di area kamarmu secara otomatis akan dibersihkan oleh keberadaan tanaman ini.

Karenanya, tak perlu ragu dan beralasan kalau sukar memelihara tanaman, cukup sediakan tanaman hias berukuran kecil di dalam kamarmu.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

Label ‘Couple Goals’ Akan Didapat Lewat Kualitas Relasi yang Begini Adanya

Setiap pasangan sepertinya kian disibukkan dengan ‘image’ mereka di dunia maya. Segala hal yang berhubungan dengan kekasih seolah harus terlihat indah dan wah di mata orang lain. Sementara, kualitas hubungan belum tentu berubah.

Alih-alih mau disebut couple goals, tak banyak pasangan yang hanya mengutamakan ‘pencitraan’ dibandingkan membagikan bahagia dan kisah jatuh bangun yang sesungguhnya. Saat relasi bisa menjadi inspirasi bagi sesama, tentu menyenangkan rasanya.

Hanya saja, sebelum beranjak lebih jauh dan hanya berfokus pada pencitraan, bukankah lebih baik kamu dan pasangan bekerjasama meningkatkan kualitas hubungan kalian?

Memberi Pasangan Ruang, Termaksud Membiarkannya Mewujudkan Impian

Bak Tasya Kamila dan Randy Bachtiar saat pacaran, pasangan LDR adalah inspirasi bagi kebanyakan orang. Mereka ini pejuang sesungguhnya dalam menjalin hubungan, tidak ada dalam kamusnya untuk berniat mengkhianati pasangan.

Bahkan, demi mendapatkan masa depan yang cerah, kedua pasangan saling memberikan kesempatan untuk meraih impian. Perjuangannya memang sangat terasa, demi membuktikan rasa cinta keduanya, bahkan banyak yang harus dikorbankan.

Kunci keberhasilan pasangan LDR yang penting yakin dan saling percaya kalau apa yang diperjuangkan masing-masing juga akan berimbas ke pasangan. Sudahkah kamu dan pasanganmu memikirkan tentang hal ini?

Bersama-sama Mau Merintis Usaha dari Nol demi Pemasukan Bersama

Couple goals yang lain adalah pasangan yang mau mandiri dan tidak lagi bergantung pada orangtua. Contohnya, dengan merintis usaha bersama. Sekalipun memang, demi mencapai hal tersebut tidaklah mudah.

Hanya saja, dengan berbagai kebutuhan yang kamu perlukan, sepertinya memang perlu mengembangkan usaha bersama atau berinvestasi sebagai tambahan pemasukan.

Kerja keras kamu dan pasangan ini juga jadi alasan kuat kenapa banyak orang ‘iri’ dengan kemandirian kalian.

Alih-alih Mengumbar Kemesraan, Kamu Justru Cukup Dewasa dalam Menunjukkan Apa Saja yang Perlu Jadi Konsumsi Publik  

Pasangan ideal adalah mereka yang tahu apa saja yang boleh diumbar ke publik dan mana yang cukup untuk konsumsi pribadi. Kalian tahu bahwa yang mengalami jatuh bangun berdua itu bersifat pribadi, tak ada hubungannya dengan orang lain.

Karenanya, bagi kalian tak perlu mengumbar kemesraan dan cukup sewajarnya saja ketika bermain sosial media. Apalagi ketika ada persoalan dalam hubungan, menghargai pasangan adalah hal wajib yang harus dilakukan. Tak perlu mengumbar kejelekan pasangan di Instagram atau media sosial lainnya.

Kalian Terbuka Terhadap Teman dan Keluarga Soal Relasi Kalian

Couple goals bukan hanya ditujukan pada pasangan yang rutin menebarkan senyum lewat foto-foto yang mereka unggah di media sosial. Alih-alih punya hidup bahagia, tak sedikit lho jalinan kasin yang harus berakhir di tengah jalan hanya karena masalah kurangnya keterbukaan terhadap pasangan.

Padahal, kunci hubungan yang baik justru saat pasangan berusaha mengenal orang-orang terdekat pasangan, apalagi keluarga yang memang jadi pemberi restu pertama dalam hubungan.

Kalian Bisa Menyelesaikan Masalah dengan Kepala Dingin

Untuk mendapatkan kualitas couple goals, coba tanyakan lagi pada dirimu dan pasangan, sudahkah kalian mampu mengendalikan diri dalam situasi sulit? Pengendalian diri itu penting.

Kebiasaan yang tidak mengumbar masalah pada orang lain dan berusaha tenang saat bertengkar sudah melekat pada diri masing-masing. Lebih dari itu, ketika ada salah satu pasangan yang tengah diuji, bukannya meninggalkan kalian justru saling menguatkan.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

Laranya LDR Belum Sebanding Dengan Rangkaian Kisah Asmara Ini

Saat ini hubungan jarak jauh atau yang sering kita sebut LDR, masih sering disebut-sebut sebagai hubungan asmara yang paling sering membuat galau. Bagaimana tidak, meskipun menjalin hubungan tetapi jarang bertemu sama sekali.

Pada kenyataannya, ternyata ada beberapa hubungan asmara yang lebih sering membuat banyak orang dibuat galau daripada hubungan jarak jauh. Contohnya seperti 5 hubungan di bawah ini nih.

Hubungan yang Dijalani Tapi Tak Saling Percaya

Dalam melakoni sebuah hubungan, kepercayaan adalah fondasi yang sangat penting. Bagaimanapun, hubungan tak akan bertahan lama dan tidak akan pernah awet jika rasa percaya kepada pasangan tidak pernah terjalin.

Jika kamu dan pasangan tidak mempunyai rasa saling percaya, maka siap-siap saja setiap hari hubungan kalian pasti akan mengalami beberapa masalah dan mungkin berakhir pada kandasnya hubungan asmara kalian di tengah jalan.

Masih Sahabatan, Tapi Mesranya Sudah Seperti Pasangan yang Berpacaran

Kendati cuma sebatas sahabat, tapi hubungan seperti ini terasa lebih sakit daripada hubungan apapun sekalipun hubungan jarak jauh lho kawan. Ini karena salah satu diantara mereka atau bahkan keduanya pasti memendam sebuah perasaan yang lebih dari sahabat.

Karenanya, untukmu yang mengalami hal seperti ini, pasti sangat sering sekali dibuat galau atau bahkan sakit hati. Misalnya seperti disaat sahabat kamu sedang dekat dengan orang lain, kamu tidak bisa marah atau melarangnya. Ingat, kamu hanya sebatas sahabatnya dan tidak lebih dari itu.

Sering Bertemu Tapi Tak Pernah Saling Sapa

Punya ruang lingkup yang sama, tapi tak saling sapa. Kamu tahu namanya, dia tahu namamu, tapi dia tak tahu perasaanmu terhadapnya. Pernah begini? Biasanya hal ini terjadi karena kurang percaya diri untuk memulai pembicaraan atau menyapa sekali pun.

Makanya jika mencintai seseorang, lebih baik kamu melakukan pendekatan. Daripada kamu merasa sakit dan kamu juga akan merasakan penyesalan suatu saat nanti.

Sulit Meluangkan Waktu untuk Jalan Bareng Padahal Ada Relasi Serius yang Sudah Terjalin

Kondisi ini berbeda dari dua kondisi di atas dimana kamu sudah menjalin hubungan asmara, tapi kamu dan dia jarang sekali bertemu atau jalan bareng. Ada saja halangan bahkan alasan untuk sekadar bertemu.

Biasanya hal yang selalu menjadi alasan mereka adalah kesibukan masing-masing yang sulit untuk ditinggalkan. Padahal bertemu atau sekedar jalan bareng itu sangat penting. Dengan adanya waktu quality time, chemistry pun akan terbangun. Untuk itu, cobalah untuk meluangkan waktu, ditengah kesibukan yang ada.

Saling Mengutamakan Ego dan Tak Peduli Perasaan Pasangan

Setiap orang pasti mempunyai ego, pendapat hingga cara berpikir yang berbeda-beda. Namun apa jadinya jika dalam sebuah hubungan, kamu masih mementingkan ego sendiri tanpa mementingkan pasangan. Itu pasti akan membuat kalian tidak nyaman dalam menjalin hubungan seperti itu.

Cobalah untuk mengubahnya, atau kurangi sedikit egomu. Jangan lupa, terus perhatikan perasan pasangan. Seperti jangan merasa paling benar dan jangan merasa paling penting dalam hubungan kalian.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan & Me Time

Jalan Kaki Tapi Kalau Cuma Sebentar Tak Akan Bikin Badanmu Cepat Ramping

Aktivitas berjalan kaki dinilai sebagai salah satu bentuk olahraga yang baik. Ini karena kemudahannya, ya, kamu bisa melakukan jalan kaki dimana saja kan? Juga karena aktivitas ini ramah untuk sendi-sendimu.

Kendati begitu, kalau fokusmu berjalan kaki sebanyak-banyaknya karena ingin mengalami perubahan pada berat badanmu, maka ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan.

Mengutip PopSugar, ada beberapa penyesuaian yang perlu kamu lakukan lho, supaya cara jalan dan cara gerakmu berubah jadi gerakan yang membakar lemak. Untuk itu, kalau kamu menilai sudah sering berjalan kaki namun berat badanmu tak kunjung turun, mungkin kamu melewatkan hal-hal ini.

Kamu Tak Berjalan Cukup Cepat

The American Heart Association (AHA) merekomendasikan minimal 30 menit aktivitas aerobik intensitas sedang selama minimum lima hari dalam sepekan.

“Agar olahraga dianggap intensitas sedang, pernapasan harus berat sampai kamu sedikit kesulitan bercakap-cakap saat melakukannya,” ujar personal trainer Chris Kelly.

Caramu melacak intensitas tersebut adalah dengan Rate of Perceived Exertion (RPE). Biasanya, pada skala 1 hingga 10, kamu harus merasa berada dalam kisaran 4-6. Nah, saat berjalan pastikan untuk mengatur kecepatan di atas jalan biasa, sehingga dapat dikategorikan sebagai intensitas sedang.

Atau Kamu Ternyata Tak Berjalan Cukup Jauh  dan Hanya Sebentar

Seperti yang dikatakan AHA, waktu minimal yang kamu perlukan untuk berolahraga termasuk jalan kaki adalah setengah jam alias tiga puluh menit. Jika tidak memiliki waktu setengah jam untuk berolahraga secara langsung, cobalah membagi waktu itu.

Kamu masih dapat merasakan manfaat kesehatan dengan membagi waktu latihan sepanjang hari (sebelum bekerja, istirahat makan siang dan lain-lain). Pastikan jika 30 menit tersebut adalah waktu minimum, dan kamu dapat melampaui waktu tersebut setiap harinya.

Kamu Hanya Berjalan dalam Kecepatan yang Sama

Ya, berjalan dengan kecepatan yang sama sejatinya bisa membuat tubuh merasa jadi sangat terbiasa dan tak lagi berdampak pada keinginanmu yaitu menurunnya berat badan.

Demi mengatasinya, kamu bisa melakukan jalan cepat atau lakukan jenis jalan yang lainnya. Sesekali jalan-jalan pendek, jalan cepat, dan hari berikutnya, coba yang lebih lama, lebih lambat. Intinya selalu berikan kejutan untuk tubuh.

Rute Jalanmu Hanya Itu-itu Saja?

Selain berjalan dengan kecepatan yang sama, rute yang serupa pun tak sama baiknya. Tubuh akan terbiasa dan tidak mendapat kesempatan untuk ditantang.

Untuk mengatasi ini, cobalah beralih rute. Kamu bisa mencoba rute berbukit, kemudian trek rata setelah itu. Langkah ini juga bermanfaat agar olahraga tidak membosankan.

Kamu Salah Menilai Kalori yang Dibakar

Karena berjalan bukanlah olahraga intensitas tinggi, kamu tidak membakar kalori sebanyak yang dilakukan dengan latihan lain, seperti berlari. Setiap individu memiliki perbedaan soal kalori yang dibutuhkan untuk menurunkan berat badan, jadi berhati-hatilah untuk tidak makan berlebihan hanya karena kamu berolahraga.

Saat kamu olahraga dengan berjalan dalam waktu lama, kita cenderung berpikir sudah membakar lebih banyak kalori dari kenyataannya. Padahal belum tentu. Kelly mengatakan, kalori yang terbakar memang menurunkan berat badan, namun harus dihitung dengan benar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top