Love & Sex

Dear Sahabatku; Walau Aku Mencintaimu, Semoga Kamu Bahagia Dengannya Yang Lebih Dulu

Apa jadinya bila muncul benih-benih cinta dalam sebuah persahabatan? Kamu mulai merasakan hal yang berbeda ketika menatap matanya. Bahkan kerap kali kamu harus berusaha mati-matian menahan laju jantung yang jadi berdegup lebih keras dari biasanya saat melihatnya tersenyum. Hingga pada suatu hari kamu mulai menyadari jika hatimu mulai memandangnya dari sudut yang tak lagi sama.

Cintalah yang menjadi alasan hatimu jadi hangat saat berada di dekatnya. Entah dari mana rasa itu bermula. Namun kamu memang baru menyadarinya ketika sebentuk rasa itu telah menetap di kedalaman hati. Terlambat! Itu satu-satunya kata yang pantas untuk itu. Benar kata orang, cinta bisa membuat manusia takluk dan bertekuk lutut dalam sekejap.

Tapi Nyatanya Sahabat Yang Kini Kamu Cinta, Memang Tak Lagi Sendiri

pexels-photo-196667

Seharusnya memang tidak pantas menggunakan kata terlambat selagi  masih bisa diperjuangkan. Lagi pula, kamu juga bukan tipekal wanita yang lantas gampang dikalahkan oleh keadaan. Namun sekali lagi hati nurani lantang berteriak. Tak pantas rasanya bila seorang perempuan terang-terangan merenggut kebahagiaan perempuan lain.

Sayangnya menjadi tak bijak juga jika manusia semena-mena mengutuki waktu. Menyalahkan keadaan yang tak berpihak. Namun sekali kali tak pantas rasanya bila kamu hanya terus memaki keadaan. Sudah kepalang basah. Cinta itu terlanjur mengurat nadi. Menebarkan racunnya lewat aliran darah dan helaan nafas. Kamu telah dibuatnya takluk.

Hari-harinya Selanjutnya Menjadi Perjuangan Berat. Apakah Mencintai Memang Sesakit Ini?

pexels-photo-403638

“Kini seseorang di sana telah menjadi kekasihku. Kami telah terikat dalam sebuah komitmen hubungan yang bisa dibilang serius,” ujarnya dengan wajah semringah. Kamu terdiam mendengarnya. Mati-matian menahan getaran getir yang merambat. Tenggorokanmu kering. Seiring itu lidahmu menjadi kelu. Ada telaga yang nyaris tumbah dari bening matamu. “Apakah mencintai sesakit ini?” keluhmu sesak.

Ingin Rasanya Pergi Jauh Untuk Menyelamatkan Luka. Namun Dia Sahabatmu, Kamu Tak Sampai Hati Menjauhinya

abbie-bernet-329631

Sebuah senyuman dengan susah payah berhasil kamu torehkan, demi membuatmu terlihat baik-baik saja. Padahal hatimu tengah retak. Bukan hal gampang berdiri di posisimu. Ingin rasanya berlari kencang demi menyelamatkan luka yang mulai bernanah. Namun apa dayamu, menjauh darinya hanya akan membuatmu menerima banyak pertanyaan yang tak mudah dijawab.

“Baiklah, Tak Mengapa Hatiku Hancur, Asal Kamu Bahagia Dengan Kekasihmu.” Begitu Tekadmu Pada Akhirnya

Bukan Tak Percaya

Jadilah kamu berdiri disatu sisi yang sulit. Menjadi sahabat baiknya yang berusaha selalu mendukung. Memberikan saran terbaik saat dia sedang ada masalah dengan kekasihnya. Bahkan kamu kadang terpaksa ikut campur tangan demi menyelamatkan hubungan sahabatmu dengan perempuannya. Kamu tak segan memberikan yang terbaik untuk mereka, meski hatimu kian hari semakin meranggas.

Akhirnya Kamu Pun Mengerti, Senyum Bahagianya Jauh Lebih Berarti Dari Apa Pun

StockSnap_DEQLZPT7JI

Ada petuah bijak yang mengatakan bahwa cinta tak mesti memiliki. Namun nyatanya tak semudah itu. Butuh perjuangan untuk tetap bertahan di dekatnya meski kamu tahu harapan untuk memiliknya semakin pupus. Setidaknya kamu jadi mengerti, bahwa memastikan akan selalu ada senyum di wajahnya akan jauh membuatmu merasa tenang. Setidaknya untuk saat ini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Hangout & Travel

Meski Naik Matic, Harus Tetap Apik

Kadang kamu menyepelekan motor matic. Body motor yang ramping dan bobot yang ringan bikin banyak kaum hawa menganggap remeh faktor keamanan ketika berkendara. Apalagi jarak tempuh yang dekat kadang jadi alasan tak pakai perlengkapan keamanan. Padahal soal kemananan bukan perkara jarak loh!

Jauh dan dekat kita tetap harus mempersiapkan diri dengan baik. Nah, kamu harus mulai memperhatikan keamanan dirimu ya. Ini caranya.

Cuma Karena Khawatir Rambut Rusak Jadi Tak Mau Pakai Helm?

Sudah risiko kalau naik motor ya, rambut akan sedikit berantakan. Jangan jadikan alasan ini untuk tidak menggunakan helm. Lebih baik kamu mempersiapkan sisir untuk merapihkan rambut kamu setelah kamu melepaskan helm.

Helm juga jangan sembarangannya. Bukan cuma perkara fashion, tapi ini soal keamanan juga. Sesuai dengan UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 57 ayat (1), setiap pengendara bermotor—termasuk pengguna motor matic tentunya—diwajibkan memakai helm standar nasional Indonesia (SNI).

Tenang, helm-helm berstandar SNI juga sudah banyak yang tanmpilannya oke dan fashionable kok. Masih berani melanggar? Siap-siap kena tilang hingga denda mencapai Rp 250 juta ya.

Pakai Jaket dengan Bahan yang Berkualitas

Saat berkendara, siap-siap terpapar angin. Karenanya kalau tak ingin kedinginan atau didera angin sepanjang jalan, pakailah jaket selama berkendara. Selain demi alasan keamanan, fungsi jaket akan membuatmu tetap nyaman meski cuaca terik bahkan dingin sekalipun.

 

Area Tangan pun Wajib Terlindungi

Masih banyak yang suka mengabaikan fungsi sarung tangan. Padahal punggung tanganmu sudah sepatutnya terlindungi supaya tidak belang saat sedang berkendara melawan cuaca terik. Di lain sisi, saat terik, kulit tangan akan cepat berkeringat dan permukaan tangan jadi lebih licin. Namun dengan keberadaan sarung tangan, kamu tak perlu risau perkara keringat di telapak tangan.

Pakai Celana Panjang demi Melindungi Area Kaki Selama Berkendara

Fungsi celana panjang setara dengan jaket. Yaitu demi alasan kenyamanan dan keamanan agar kulit kakimu tetap terjaga selama berkendara. Terutama wanita, mengenakan celana panjang lebih aman dibanding memakai rok atau celana pendek.

Simpan Dahulu Sendalmu, Usahakan Pakai Sepatu, Lupakan High heelsmu!

Demi alasan keamanan, memakai sepatu juga jadi hal wajib. Penggunaan sepatu tak akan membuat pijakanmu jadi terasa licin dan sangat memudahkan pengendara saat motor berhenti dan kaki perlu menopang motor di atas aspal. Ada baiknya menggunakan sepatu khusus berkendara atau minimal yang menutupi area kaki hingga atas mata kaki.

Lalu, jangan sekali-kali menggunakan high heels ya. Tampilannya mungkin bagus tapi menggunakannya ketika naik motor bisa sangat berbahaya. Pijakanmu tidak akan stabil dan belum lagi akan menyangkut sana dan sini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspirasi & Motivasi

Dia yang Cemburunya Sudah Keterlaluan, Apa Pantas Dipertahankan?

Konon cemburu dari sosok pasangan katanya adalah tanda sayang, tapi bagaimana jika hal ini sudah masuk dalam kategori berlebihan? Tak lagi senang, kita mungkin kerap merasa kesal.

Akan tetapi, berhubung cemburu tak selalu terlihat dengan gambaran yang berbeda. Ada beberapa hal yang juga perlu kita perhatikan dari cemburu yang mungkin ditunjukkan oleh si dia. Untuk itu cobalah baca beberapa tanda dibawah ini, barangkali pacarmu juga memiliki sikap yang sama.

Dirinya Menelponmu Berkali-kali Sepanjang Waktu, Hanya Untuk Tahu Kamu Dimana

Yap, ini jadi tanda awal yang biasanya ia tunjukkan kalau sudah mulai cemburu dengan kadar yang berlebihan. Dirinya selalu merasa ingin tahu, segala hal yang kita lakukan. Tanpa merasa bahwa kita juga bebas melakukan hal lain, ia justru memanfaatkan telepon sebagai media yang sangat menganggu diri.

Pokoknya apa saja yang kamu lakukan, harus masuk dalam laporan. Seolah ia selalu ingin tahu semua tanpa terkecuali. Bahkan jika kamu hanya akan duduk santai di rumahpun ia selalu ingin tahu.

Jika Kamu Menghabiskan Waktu Bukan dengannya, Maka Dia Akan Sangat Marah

Entah dengan alasan apa saja, dirinya terlihat selalu mudah marah hanya karena berbagai hal yang harusnya tak perlu. Apalagi ketika kamu ketahuan bepergian bukan dengan dirinya. Selalu ada rasa curiga, bahkan jika kamu sedang bersama dengan keluarga.

Baik jika itu disampaikan dengan bahasa yang enak didengar, namun sialnya ia justru sudah lebih dulu emosi. Untuk kemudian berkata-kata karena tak suka.

Ia Tak Suka Kala Kamu Berbicara dengan Laki-laki Lain

Ya, dia memang pacar kita, namun bukan berarti tak boleh ada laki-laki lain lagi kan di hidup ini? Bahkan sekalipun itu adalah seorang teman, ia akan selalu menunjukkan kekesalan walau kita hanya sebatas mengobrol biasa.

Tanpa perlu berlama-lama untuk mempertimbangkan, laki-laki dengan tipe seperti ini rasanya tak pantas untuk dipacari. Masih pacaran saja sudah tak boleh berinteraksi dengan orang lain, bagaimana jika nanti sudah menikah?

Tanpa Merasa Kamu Punya Privasi, Ia Kerap Memeriksa Sosial Mediamu Tanpa Bilang-bilang

coba ingat lagi, berapa kali ia membuka sosial media milikmu tanpa meminta izin terlebih dahulu? dua kali? tiga kali? atau justru sering sekali? jika ternyata iya, itu artinya dia memang tak menghargaimu sebagai pasangannya.

Bentuk sayang tak selalu ditunjukkan dengan mengekang pasangan, karena sebagai perempuan kita juga paham. Mana batasan yang tak boleh dilanggar dalam menjalin hubungan. Jika perkara sosial media saja sudah semena-mena, apalagi hal lainnya.

Bahkan Dirinya Selalu Membatasi Segala Aktivitas dan Ruang Gerakmu

Suatu kali, ada satu hal yang tak jadi kamu lakukan hanya karena terhalang izin dari pasangan. Entah itu bepergian dengan teman, berlibur bersama kawan kantor, atau bahkan kepentingan pribadi yang kamu inginkan saja, akhirnya harus kamu urungkan.

Percayalah segala sesuatu yang berlebihan itu tak akan berbuah sesuatu yang baik. Begitu pula dengan cemburu yang katanya adalah bentuk sayang dari pacarmu. Jika sudah berlebihan, coba pikirkan ulang. Haruskah kamu akan tetap bertahan?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

Walaupun Sudah Mantan, Kalau Masih Sayang Dia Pasti Tak Gencar Tuk Beri Perhatian

Dalam sebuah hubungan, perkara dan perbincangan soal mantan tentu akan jadi hal yang paling sensitif. Apalagi kalau ternyata cowokmu masih suka terbayang oleh mantannya yang terdahulu. Meski dia menampik, pasti dalam hatimu ada rasa curiga, entah dia memang masih sayang, atau bahkan dia masih menyimpan hasrat untuk balikan.

Namun sebaiknya kamu jangan langsung berburuk sangka dan terbawa emosi terlebih dahulu. Justru sebaliknya, kamu setidaknya kamu perlu tahu gelagat dan tanda-tanda kalau cowokmu masih sayang dengan mantannya atau tidak.

Dari situ kita nanti bisa untuk mengambil keputusan, tentang langkah mana yang akan dijalankan.

Misalnya Dia Secara Tak Sengaja Menyelipkan Bahasan Soal Mantan dalam Obrolan Kalian

 

Ya, ini bisa jadi tanda pertama jika cowokmu masih menyimpan rasa pada mantannya. Dia secara tak sadar kerap menyelipkan bahasan soal mantan meski dia sudah tahu kalau kamu tak suka dengan topik obrolan yang berujung membawa lagi soal memori dengan mantan.

Padahal kalian sedang membicarakan obrolan yang cukup serius. Tapi entah mengapa nama mantannya selalu muncul dalam perbincangan kalian. Kalau sudah begini, cukup kamu selidiki saja.

Saat Bertengkar, Dia Rentan Membandingkan Hubungan Kalian dengan Mantannya Dulu

Coba ingat lagi, kira-kira seberapa sering saat kalian bertengkar, tapi pasanganmu masih saja suka membanding-bandingkan hubungan yang dijalaninya sekarang dengan dulu saat dia masih bersama mantannya? Percayalah, dia yang berlaku demikian sejatinya hatinya tidak seutuhnya untukmu. Dia masih memberikan ruang untuk mengingat lagi segala kenangan bersama mantannya.

Bahkan Kamu Tahu Kalau Dia Masih Menjaga Setiap Barang Pemberian Mantannya

Kamu sendiri, apakah kamu masih menyimpan segala pemberian mantanmu? Kalau dia masih menyimpannya, cobalah tanya apa alasannya. Kalau dia hanya bilang perlakuannya itu sebatas menghormati, sepertinya tak perlu juga menyimpannya terlalu lama.

Begini, yang namanya masih sayang dan menghormati itu definisinya berbeda. Jadi, kalau dia memang masih menyimpannya, mungkin karena memang ada kenangan yang tak bisa dia lupakan sampai kapanpun.

Tiba-tiba Saja Pasanganmu Jadi Terlihat Sering Galau, Padahal Kamu dan Dia Tidak Sedang Bertengkar

Belakangan, isi atau postingan media sosialnya berubah-ubah. Kadang lirik lagu, kadang petikan kutipan di film, kadang kata-kata motivasi. Mengindikasikan kalau pasanganmu sedang dirundung  galau.

Padahal, hubunganmu dengannya tidak sedang dalam masalah apapun. Situasi semacam ini harusnya menuntutmu untuk sedikit cermat. Bisa jadi segala unggahannya sebenarnya ada hubungannya dengan masa lalu alias kisahnya bersama sang mantan yang harus berakhir begitu saja.

Dia Masih Berteman dengan Mantannya di Media Sosial dan Tak Jarang Memberikan Like atau Love pada Setiap Unggahannya

Kamu tak sengaja melihatnya memberi like atau love pada postingan mantannya. Di lain sisi, kamu pun lagi-lagi menangkap basah kalau dia masih suka stalking mantannya di media sosial. Coba telisik lagi, mungkin kalau sekali dua kali kamu masih anggap sah-sah saja.

Tapi bagaimana kalau dia selalu membuka profil mantannya setiap hari. Apa iya dia memang benar-benar sudah move on dari mantannya? Mending kamu cari tahu lagi ya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspirasi & Motivasi

Kalau Mantanmu Menikah Duluan, Begini Sikap yang Harus Kamu Lakukan

Mari kita buka-bukaan, walau sudah berpisah sekian lama. Berita soal mantan pacar selalu jadi sesuatu yang menarik perhatian. Apalagi jika berita terbaru yang kita terima adalah tentang pernikahannya.

Yap, beberapa kemungkinan mungkin tiba-tiba merasuki isi kepala. Mulai dari rasa kaget, senang, lega, cemburu atau bahkan masih tak terima ditinggalkan. Nah, sebelum kamu masuk dalam kategori perempuan lebay-nya yang tiba-tiba nggak karuan karena mantannya menikah. Coba tengok 5 tips sederhana yang bisa kamu lakukan saat mendengar kabar, jika mantan menikah duluan.

Tak Perlu Cari Perhatian, Apalagi Sampai Curhat di Media Sosial

Ya sih, kamu mungkin tak akan secara terang-terangan menyebut namanya di status yang mungkin kamu kirimkan. Tapi untuk teman lain yang tahu ceritamu dulu dengannya, jelas bisa membaca siapa orang yang sedang kamu jadikan bahan perbincangan di statusmu.

Daripada membuatmu dipandang negatif oleh mereka yang tahu, sebaiknya hindari untuk mengirimkan status yang menyinggung pada pernikahannya. Bersikaplah biasa, tanpa harus menunjukkan tanda bahwa ada rasa tak rela, karena ia menikah lebih dulu darimu.

Jika memang merasa butuh didengar, cobalah cari teman yang bisa kamu ajak bicara. Ini akan jadi pilihan yang lebih baik, daripada kamu mengumbarnya di media sosial.

Dia Sudah Jadi Mantan dan Akan Menikah dengan Perempuan Lain, Jadi Tepis Semua Rasa Cemburumu

Dengan berbagai alasan, tatkala mendengarnya akan menikah. Demi menenangkan hati, kamu mungkin akan kembali teringat akan beberapa hal yang dulu pernah kalian jalani berdua. Bukannya berhasil menenangkan hati, pikiran semacam ini justru akan membuatmu larut dalam bayang-bayang masa lalu.

Ingatlah bahwa dia hanyalah mantan kekasihmu, yang sebentar lagi akan menjadi suami dari perempuan lain. Jika ia sudah berhasil menemukan perempuan yang akan menjadi teman hidupnya, percayalah jika nanti kamu juga akan menemukan laki-laki yang akan menggantikan posisinya.

Sebaiknya, fokuskan diri dengan hal-hal yang bisa membuatmu lepas dari rasa tak rela ada sedikit cemburu yang masih ada. Sebab sikapmu dalam menghadapi ini akan jadi tolak ukur, sudah seberapa dewasa kamu.

Mengucapkan Selamat Sah-sah Saja, Tapi Tak Perlu Langsung Buru-buru Menghubunginya

Sekilas hal ini memang bukanlah sesuatu yang salah. Sebab meski sudah berpisah, setidaknya kamu dan dia masih bisa menjalin silahaturahmi sebagai teman. Dan kamu memang ingin mengucapkan selamat, sampaikan dengan baik dan setulus hati.

Tak perlu pakai bahasa-bahasa yang berisi sindirian, bukannya membuatmu merasa jadi pemenang. Sikap semacam ini justru akan membuat citramu buruk dihadapannya. Jangan sampai ia berpikir bahwa kamu masih saja cinta, dan belum bisa melupakan dirinya.

Selanjutnya, Jangan Pernah Stalking Media Sosial Calon Istrinya dan Mencoba Membandingkan Kamu dan Dia

Nah, ini jadi poin penting lain yang biasanya dekat dengan kita. Alih-alih hanya ingin tahu siapa perempuan yang akan dipersuntingnya, aktivitas stalkingmu bisa saja berujung dengan rasa sakit hati. Atas apa yang kamu lihat.

Awalnya sih bilang hanya ingin stalking saja, pelan-pelan kamu justru membanding-bandingkan diri dengan si perempuan yang akan dinikahinya. Menilai dia tak lebih baik darimu, dia tak lebih cantik darimu, atau bahkan mungkin kamu akan berujar jika perempuan itu tak pantas bersanding dengan mantanmu.

Hey, perlu kamu ingat. Dari semua yang mungkin sedang kamu pikirkan, satu hal yang menjadi kelebihannya dia akan menjadi istri dari mantanmu. Membanding-bandingkan diri hanya akan menambah lukamu, lantas untuk apa?

Dan Tak Perlu Galau Hanya Untuk Datang Ke Pesta Pernikahannya

Hanya ada dua pilihan, kamu akan datang atau memutuskan tidak akan datang. Sesimpel itu, dan memang tak perlu harus dijadikan permasalahan yang sulit dipikirkan. Kalau memang sudah merasa tak lagi cinta, harusnya kamu bisa dengan mudah memutuskan. Mau datang atau tidak?

Lagipula, menghadiri pernikahan mantan bukanlah sesuatu yang salah. Sebab ini jadi bukti bahwa kamu sudah cukup dewasa untuk menyikapi semua permasalahan yang ada.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top