Inspirasi & Motivasi

Cobaan Jelang Hari Pernikahan yang Bikin Hati Tak Karuan

Memasuki beberapa bulang jelang hari H pernikahan, biasanya ada saja gangguan yang datang menghadang. Maka, sebagai perempuan, kita perlu sekali untuk mempersiapkan diri. Tak hanya mental, tapi juga hati.

Bukan tanpa alasan, sebab hal ini juga jadi sesuatu yang banyak dibicarakan oleh mereka yang sudah melangsungkan pernikahan. Menjadi sesuatu yang menggoyahkan keyakinan atau alasan yang semakin menguatkan perasaan. Jadi dua hal yang akan kita rasakan atas cobaan yang datang.

Nah, pertanyaannya adalah “Sudah siapkah kita menghadapi cobaannya?”

Mantan Pacar yang Sudah Lama Hilang, Tiba-tiba Datang

Tak jelas apa maunya, untuk dari yang sekedar bertanya kabar sampai yang tiba-tiba mengajak balikan. Sosoknya yang memang pernah jadi kekasih, jelas jadi cobaan tersendiri. Apalagi jika kita memang masih menaruh hati atas dirinya. Bahkan pada beberapa kasus, seseorang bisa gagal menikah hanya karena sang mantan datang tiba-tiba di waktu persiapan pesta.

Memang akan selalu ada pihak yang menganggu, dan biasanya memang datang dari masa lalu kita atau pasangan. Hati-hati dalam menentukan pilihan, jangan sampai salah dalam menentukan keputusan. Dan sebisa mungkin, selalu ajak pasangan untuk berdiskusi tentang hal apa yang sebaiknya kita lakukan.

Promosi Jabatan yang Sudah Lama Diinginkan, Tiba-tiba Ditawarkan dengan Berbagai Syaratnya

Sejak awal bekerja, pasti ada satu posisi yang mungkin sudah kamu mimpikan sejak lama. Menjadi bagian dari cita-cita, bahkan berusaha susah payah demi mewujudkannya. Anehnya, menjelang beberapa bulan pernikahan, tawaran yang sudah dinantikan lama justru sering mendadak datang.

Meminta kita untuk fokus pada pekerjaan dulu, atau menempatkan kita di kota yang lain. Rasa sayang untuk meninggalkan tawaran sering membuat kita dilema. Akhirnya bingung sendiri, antara tetap melanjutkan pernikahan atau menunda sebentar untuk bisa menerima tawaran promosi jabatan.

Tak Tahu Kenapa, Rasa Percaya pada Pasangan Tiba-tiba Berkurang Begitu Saja

Khawatir atau takut kehilangan, barangkali jadi salah satu pemicu yang membuat kita menjadi sedikit lebih posesif dari biasanya. Bukan apa-apa, ini memang wajar. Setiap perempuan yang akan melangkah ke jenjang pernikahan, biasanya dilanda ketakutan untuk ditinggalkan. Tapi bukan berarti ini jadi ancaman ya, rasa takut mungkin ada, tapi kita perlu untuk mengaturnya hingga tak perlu berlebihan.

Sikap dan perilakunya mungkin terlihat seperti mencurigakan, namun bisa jadi itu hanyalah khayalan kita sebagai perempuan. Belajarlah untuk menguasai diri, mengatur semua rasa takut sesuai porsi. Jangan terlalu berlebih, sebab bisa menyakiti diri.

Ditambah dengan Kondisi Finansial yang Mendadak Turun Drastis

“Sewa gedung sudah, bayar katering sudah, undangan sudah, tapi baju pengantin dan make-up belum, huh!”

Entah karena kita tak bisa mengatur uang dengan baik, atau sumber penghasilan yang memang mendadak menurun. Beberapa waktu sebelum pernikahan, masalah keuangan memang jadi sesuatu yang rawan.

Daripada buru-buru takut jika pesta tak akan berjalan dengan lancar, lebih baik koreksi diri dan pasangan dulu. Bagaimana kita mengatur uang masuk dan keluar untuk berbagai macam kebutuhan. Jika memang dirasa perlu, kamu bisa menuliskan semua pengeluaran dan pemasukan. Agar lebih leluasa dalam menentukan.

Tidak Yakin pada Pilihan Hati Sendiri

Ini jadi sesuatu yang paling mengganggu pikiran dan perasaan. Dia yang tadinya sudah mantap jadi pilihan, mulai terlihat bukanlah orang yang tepat untuk dijadikan suami. Mendadak, karakter aslinya terlihat lebih jelas. Dan biasanya, itulah yang membuat kita ragu untuk melanjutkan pernikahan dengannya.

Kalau sudah begini, coba tenangkan hati. Berhenti sejenak dari banyaknya pikiran dan beban pekerjaan, serta kebutuhan yang perlu dipersiapkan. Coba pikirkan lagi, benarkah ia adalah orangnya? Dengan catatan, kamu pun tak boleh gegabah dalam menentukanya keputusan, ya!

Orangtua Serta Calon Mertua, Tak Bisa Diajak Diskusi dengan Baik

Menikah bukan tentang kita berdua saja, tapi juga menyatukan dua keluarga besar yang berbeda. Ada orangtua yang harus dijaga perasaannya, serta mertua yang juga perlu dihormati layaknya orangtua sendiri.

Beberapa masukan dan arahan yang sering mereka berikan, kadang bertentangan. Tapi dengan alasan untuk kebahagiaan anak, yang katanya jauh lebih baik dari usulan dan pendapat kita. Opini-opini mereka lebih terlihat sebagai paksaan. Nah, kalau sudah begini jangan terbawa emosi ya. Coba jelaskan mana yang menjadi keinginan kita, bantu mereka untuk lebih memahami kita.

Dan yang Lebih Parah Lagi, Kita dan Pasangan Sering Terlibat Cekcok yang Menggoyahkan Keyakinan

Si dia mungkin terlihat tak peduli dan cenderung membiarkan kita bekerja sendiri. Tapi ini tak melulu dia tidak senang atas pernikahan, bisa jadi ada hal lain yang mungkin juga sedang ia persiapkan. Perdebatan dan ketegangan yang terjadi mungkin memang jadi hal yang mengganjal di hati. Tapi jangan jadikan alasan untuk berhenti dan tak mau melanjutkan keputusan menikah.

Diskusikan semuanya dengan kepala dingin, jangan terbawa emosi, dan belajarlah untuk lebih bijaksana dalam bersikap pada pasangan. Bukan sedang ingin membuatmu takut, tapi setidaknya beberapa hal ini mungkin akan kamu rasakan juga ketika akan menikah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspirasi & Motivasi

10 Tips Cerdas Meminimalisasi Budget Resepsi Pernikahan Impian

Biaya untuk mengadakan resepsi pernikahan tergolong tidak murah. Bahkan banyak calon pengantin yang stress menjelang hari H pernikahan karena repot mengurus segala keperluan resepsi ini.

Beberapa pasangan yang memiliki low budget harus berpikir lebih keras untuk mewujudkan resepsi pernikahan impian mereka sesuai dengan budgert yang dimiliki.

Nah, untuk kamu yang mengalami hal sama, yaitu ingin mewujudkan resepsi pernikahan impian sesuai budget. Berikut adalah 10 tips cerdas yang mungkin dapat membantumu.

1. Membuat Daftar Tamu Undangan Seminim Mungkin

Jika tamu yang kamu undang tentu makanan, tempat, souvenir sampai undangan juga harus kamu perbanyak bukan. Akan lebih baik jika kamu membuat daftar tamu undangan seminim mungkin. Hal ini juga bisa memberi kesan private dalam resepsi pernikahanmu. Hanya tamu yang benar-benar dekat dengan mempelailah yang diundang.

2. Memanfaatkan Taman atau Halaman Rumah untuk Tempat Resepsi

Biaya untuk menyewa gedung rasanya tak murah. Daripada untuk biaya gedung, lebih baik kamu memanfaatkan taman atau halam rumahmu saja. Dengan begitu kamu akan mengurangi anggaran pernikahanmu untuk gedung bukan?

3. Memilih Restoran Loka untuk Menu Makanan

Kamu bisa memilih restoran local untuk mengatur menu makanan di resepsi pernikahanmu. Biasanya cara ini akan sedikit menghemat anggaran pernikahanmu. Tapi tetap jangan lupakan untuk berdiskusi terlebih dulu dengan pasanganmu.

4. Tak Perlu Menggunakan Tradisi Tertentu Jika Tak Diharuskan

Keberadaan tradisi tertentu tentu juga akan menambah anggaran untuk resepsi pernikahanmu. Jika memang tradisi itu tak harus dilakukan lebih baik tidak usah menggunakan tradisi tersebut.

5. Menyewa Sedikit Fotografer

Jika kamu memiliki teman yang ahli dalam bidang fotografi, lebih baik kamu meminta bantuannya saja. Setidaknya kamu bisa memangkas sedikit biaya fotografer dengan memakai jasa temanmu sendiri. Tapi tahu diri ya, jangan maunya gratisan saja.

6. Memilih Kue Pernikahan yang Sederhana

Tak perlu memilih kue pernikahan yang mewah dan sangat besar. Pilih saja yang sederhana dengan ukuran yang sedang atau kecil saja. Yang terpenting bisa digunakan untuk acara resepsi pernikahanmu.

7. Membuat Album Pernikahan Sendiri

Meski terlihat sepele, nyatanya album pernikahan juga bisa menghabiskan budget lebih loh. Kamu bisa mengakalinya dengan menyerahkannya pada temanmu yang ahli dalam hal cetak foto dan menggarap albummu.

8. Memakai Dekorasi yang Bisa Dibuat Sendiri

Usahakan untuk menggunakan dekorasi resepsi yang bisa kamu buat sendiri. Tak perlu yang mewah. Kamu bisa mengangkat tema unik, sederhana , namun berkesenian tinggi.

9. Minta Bantuan Teman untuk Mengisi Beberapa Posisi Seperti wedding singer

Jika ada teman atau kerabatmu yang memiliki kemampuan khusus, seperti menyanyi atau menjadi host. Kamu bisa banget minta bantuan mereka untuk mengisi beberapa posisi di resepsi pernikahanmu. Dengan begitu kamu juga bisa lebih menghemat biaya bukan?

10. Menyewa Gaun Pengantin di Tempat Sederhana

Kamu tetap bisa kok mendapatkan gaun pengantin impianmu dengan budget yang tidak terlalu tinggi. Gunakan saja aksesoris gaun yang sederhana, tak perlu bertaburan butiran swarowski. Biasanya kamu bisa menyewanya di tempat persewaan gaun yang sederhana.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspirasi & Motivasi

Untukmu yang di Kecewakan, Percayalah Bahwa Tuhan Mematahkan Untuk Menguatkan.

Tahukah kamu perempuan? Mengapa kita seringkali menjadi orang yang mudah merasakan kecewa, sebenarnya hal itu hanya terletak dari seberapa besar kita menaruh harap. Semakin besar kita menaruh harap kepada manusia maka semakin besar pula kita akan merasakan kecewa.

Ketika masalah mulai berdatangan, satu persatu menjelma menjadi bongkahan pilu yang memenuhi isi kepala. Tidak ada penyelesaian, tidak kunjung menemui jalan. Hingga semuanya berujung pada rasa kekecewaan.

Kecewa terhadap diri sendiri, kecewa terhadap segala hal yang sekarang sedang kau alami. Menyalahkan Tuhan dan keadaan adalah hal yang lumrah dilakukan, padahal itu semua adalah sebuah kesalahan yang malah memperburuk keadaan.

Jangan pernah merasa hidupmu tidak adil, bukankah dalam penciptaan duniapun kau tidak ikut andil? Kita hanyalah insan yang memainkan peran, tentang takdir semuanya telah Tuhan gariskan. Untuk apa mengeluh jika ternyata memang diri kitalah yang bersalah dan bertanggungjawab atas apa yang sedang kita alami? Percayalah, tidak ada yang selalu indah di dunia ini.

Berpikirlah tentang hubungan sebab-akibat. Ketika kamu gagal dalam meraih sesuatu, mungkin saja usahamu memang tidak sepadan. Ketika kamu sudah berusaha semaksimal mungkin namun tetap hasilnya mengecewakan, mungkin Tuhan ingin mengujimu untuk tahu seberapa besar kesabaranmu. Tidak ada yang mudah, semuanya pasti mengalami lelah.

Rasa kecewa adalah suatu bumbu yang harus ada dalam kehidupan manusia. Selalu merasakan kebahagiaan tidak lantas menjadikan kita insan yang kuat. Sadarkah kamu bahwa apa yang mendewasakanmu sampai sekarang? Salah satunya adalah luka. Tidak ada yang tidak diuji, semuanya hanya tentang mampu atau tidaknya kita melewati.

Boleh jadi, memang kita yang kurang banyak meminta. Boleh jadi, memang ada dosa yang menjadi penghalang terwujudnya suatu cita-cita. Boleh jadi, memang kita yang belum maksimal dalam berusaha. Boleh jadi, kitalah yang terlalu menaruh harap pada manusia.

Cobalah untuk berpikir positif tentang setiap hal yang menimpa hidup kita. Terpuruk tidak akan membuat masalahmu usai, bersedih boleh saja asal jangan pernah larut di dalamnya.

Sekali lagi, jangan salahkan Tuhan atas hadirnya kekecewaan. Karena Tuhan mematahkan untuk menguatkan, ini adalah sebuah fase yang harus dilewati oleh setiap manusia. Jangan menyerah, jangan mengaku kalah. Lakukan yang terbaik kemudian mengadu kepada-Nya, meminta apapun yang kamu butuhkan, dan yang terpenting adalah gantungkan harapanmu hanya pada-Nya. Jangan lupa bahagia 🙂

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspirasi & Motivasi

5 Kesalahan yang Sering Dilakukan Perempuan Ketika Jatuh Cinta Terlalu Cepat

Beberapa orang bilang kalau cinta bisa saja datang pada pandangan pertama. Alih-alih membiarkan waktu melahirkan rasa, beberapa perempuan justru tergesa-gesa. Buru-buru menerima cinta, sampai berpikir ia sudah menemukan apa yang selama ini dicarinya. Padahal pandangan sepert ini, bisa jadi salah.

Sering tak bertahan lama, cinta yan terjadi begitu cepat sering hilang dengan cepat pula. Bukannya membuat bahagia, yang kita dapat justru hanyalah luka. Agar kamu tak menyesal, coba pahami beberapa kesalahan yang sering dilakukan oleh perempuan, jika sedang jatuh cinta terlalu cepat.

Tadinya Bisa Mandiri, Mendadak Bergantung Pada Kekasih

Memang sih, sekuat apapun perempuan, ada masa dimana ia ingin terlihat manja di depan kekasihnya. Tapi ya mbo jangan jadi terlalu manja juga. Melalui masa transisi dari sendiri menjadi punya kekasih memang jadi fase paling menyenangkan. Beberapa hal terlihat berkesan jika dilakukan bersama pasangan.

Tapi biar bagaimanapun, tak boleh merasa tak bisa apa-apa, karena sekarang sudah ada yang mungkin bersedia membantu kita. Tak hanya merugikan diri sendiri, sikap ini juga bisa membuat ilfil kekasih. Dia yang tadinya kagum dan suka atas kemandirianmu, mendadak merasa tertipu. Padahal kamu bukannya tak bisa mandiri, tapi hanya sedang berpura-pura ingin selalu didampingi.

Sudah Punya Pacar, Lantas Lupa Pada Teman-teman

Benar memang suatu saat teman-teman kita akan pergi untuk meninggalkan kita. Tapi apakah hidup akan hanya tentang pacar? Tidak kan? Tetaplah bersikap serupa, menyeimbangkan waktu dan tenaga untuk pasangan dan teman. Jangan karena sudah punya pacar lantas lupa pada teman, dan begitu sebaliknya.

Ingat, teman selalu ada di setiap kesendirian yang tadinya kamu jalani. Jelas tak adil jika kamu mendadak lupa pada mereka hanya karena kini sudah bertemu kekasih yang bisa diajak kemana pun kamu suka.

Perkara Sepele Saja Harus Dikompromikan dengan si Dia

Untuk yang satu ini, kadang bikin geli sendiri kalau dingat-ingat lagi. Kamu yang tadinya bisa menentukan banyak hal seorang diri, mendadak berubah jadi sosok yang super ribet. Karena apa-apa, harus diomongin sama pacar.

Dengar, menjalin komunikasi dan berkompromi dengan pacar memang baik tapi jika perkara sepele saja sudah harus kamu kompromikan di awal hubungan, percayalah itu tak baik untuk hubungan.

Membuatmu terlihat tak bisa menentukan keputusan atau pasangan mendadak jengah dan merasa jika sebenarna hal tersebut tak perlu kamu sampaikan. Bijaklah dalam memilah-milah sesuatu, tak perlu perbesar perkara yang sebenarnya bisa kamu selesaikan tanpa dibantu.

Karena Baru Punya Pacar, Mendadak Lebay di Instagram

Setelah sekian lama sendiri, lalu kini punya kekasih tentu jadi memberikan kebahagian tersendiri. Merasa butuh jadi pusat perhatian, perempuan memang tak segan-segan untuk mengumumkan hubungan barunya di media sosial. Berharap dunia akan tahu kamu sudah punya pacar, segala postingan mendadak berisi ia yang kini jadi kekasih.

Padahal perempuan dengan usia yang sudah sedewasa kita, tak lagi dirasa pantas untuk berbagi cerita cinta di media sosial. Apalagi jika hubungan dengan pacar masih baru dimulai. Karena seseorang yang hobi pamer kemesraan di media sosial adalah orang-orang yang butuh pengakuan.

Dan bisa jadi juga hubungan yang sedang dijalankan tak sungguh-sungguh dilandasi rasa sayang. Pacar hanya dijadikan sebagai bahan pamer ke orang-orang.

Berkorban Banyak Hal untuk Sang Pacar dengan Mendahulukan Segala Hal yang Ia Inginkan

Saling memberi untuk bisa saling menerima adalah konsep baik dari sebuah hubungan cinta. Maka jika dari awal saja, hanya kamulah yang berkorban untuknya tentu ada sesuatu yang salah.

Tak perlu berkorban buru-buru, apalagi dengan menukar mimpimu hanya karena ia tak mendukungmu. Karena lelaki yang baik tentu akan mendukung kekasihnya, bukan memaksa sang pacar mengubur mimpi hanya karena mimpi yang ia punya.

Ingat segala sesuatu yang berlebihan di awal tak akan berakhir baik untuk hubungan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top