Love & Sex

Cari Tahu Apakah Kamu Benar Jatuh Cinta Padanya Atau Hanya Euforia Emosi Sesaat

Ketika membahas cinta, maka akan muncul banyak arti untuk mendeskripsikannya. Menemukan cinta sepertinya menjadi salah satu tujuan kehidupan. Bahkan beberapa diantara kita kadang begitu menginginkan seseorang, hingga dibutakan oleh hasrat yang menggebu.

Namun disisi lain, tak jarang kita juga sampai mengubah seseorang yang katanya menjadi “kecintaan” agar sesuai dengan ekspetasimu. Hal yang dirasa sebuah cinta ternyata hanya euforia emosi yang hanya demi kepuasan dan harga diri kita sendiri.

Cemburu Memang Tanda Cinta. Tetapi Jika Sudah Berlebihan, Apa Kamu Benar Cinta?

Jatuh cinta berjuta rasanya, sepenggal kalimat yang juga menjadi lirik lagu itu nampaknya bisa menggambarkan perasaan seseorang saat jatuh cinta. Senang dan sedih diwaktu yang bersamaan, bahagia dan cemas disaat yang sama. Hingga rasa kesal saat dia bersama orang atau yang biasa kita sebut dengan cemburu juga menjadi salah satu hal yang dirasakan saat sedang jatuh cinta. Lucu memang, bahkan bisa menjadi bumbu cerita dalam hubungan.

Tetapi jika perasaan cemburu sudah berlebih apakah kamu yakin hal itu wajar? Ketika kamu tidak suka dia bersama orang lain tanpa alasan yang jelas, atau lantaran takut dia berpaling sehingga membuatmubegitu  membatasi ruang geraknya. Tentu hal itu bukan cinta. Melainkan bentuk egomu terhadap pasangan yang berkedok rasa cinta.

Menuntutnya Agar Sesuai Ekspetasimu, Bukti Kamu Hanya Terbawa Emosi Semata

berpelukan

Pada saat awal kenal dengan pasanganmu, kamu pasti akan akan menilai kepribadiannya. Tanpa menyadari semakin lama kamu mengenalnya akan banyak sekali kepribadiannya yang diluar dugaanmu. Tentu menjadi hal yang menyenangkan jika hal tersebut adalah yang bersifat postif. Namun bagaimana jadinya apabila hal tersebut bersifat negatif dan membuatmu terkejut. Pasangan yang baik adalah mereka yang saling memperbaiki diri, tetapi alih-alih memperbaiki diri secara tidak sadar kamu akan menuntut pasanganmu merubah sisi negatifnya agar sesuai ekspetasimu.

Saat kamu benar-benar cinta dengan pasanganmu, kamu akan sadar bahwa kalian bukanlah manusia yang sempurna, akan ada masa dimana sifat dia tidak bisa kamu terima, begitu juga sebaliknya. Bisa jadi kamu akan menuntutnya agar berubah agar menjadi ‘pasangan idealmu’. Ketika tuntutan demi tuntutan kamu lontarkan kepada pasanganmu untuk merubah sifatnya sesuai dengan idealisme dirimu, maka sebenarnya kamu tidak mencintainya.

Ketika Kamu Jadi Menjauh Dari Kehidupan Sosialmu, Mungkin Itu Memang Euforia Perasaanmu Sesaat

pexels-photo-403638

Jatuh cinta memang akan membuat kamu merasa dunia hanya milik berdua. Rasanya hanya dengan kamu dan pasanganmu saja sudah lebih dari cukup. Tanpa disadari, kamu pun justru menjauhi teman-temanmu dan kehidupan sosialmu, demi bisa bersama pasanganmu saja.

Ketika kamu merasa wajar meninggalkan kehidupan sosialmu demi pasangan, rasanya kamu perlu berpikir lagi apakah benar kamu mencintai dia atau hanya obsesi sesaat. Karena jika kamu benar mencintai pasanganmu, maka kamu akan memberikan waktu agar dia bisa bersama teman-temannya ataupun sanak saudaranya. Hubungan yang baik itu bukan hanya sekedar kuantitas, tetapi juga kualitas saat bertemu. Meskipun kamu dan pasangan mempunyai dunia sosial masing-masing, memberikan ruang itu juga perlu agar hidup kalian juga bisa terus berkembang.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Menikmati Akhir Pekan Akan Lebih Menyenangkan Tanpa Terdistraksi Isi Linimasa Instagram

Sekalipun kamu tinggal di Jakarta yang katanya semakin sulit menemukan lokasi wisata, bukan berarti kamu tak bisa menikmati akhir pekanmu. Macet memang sudah jadi bagian hidup sehari-hari, termasuk saat akhir pekan, tapi jangan sampai keadaan ini membuatmu putus asa dan jadinya hanya sibuk menatap layar gawai selama seharian penuh saat akhir pekan.

Kamu perlu tahu, terdistraksi dengan isi Instagram setiap hari hanya akan membuat pikiran rentan depresi. Karenanya, saat akhir pekan lebih baik isilah waktumu dengan kegiatan yang lebih menyenangkan. Jalan-jalan keliling kota misalnya.

Supaya Tak Bosan dengan Suasana yang Sudah Pernah Kamu Kunjungi, Pilihlah Satu Tempat yang Berbeda

Yang namanya jalan-jalan keliling kota bukan berarti hanya dihabiskan untuk mengitari mall saja ya kawan. Memang, mall ini akhirnya seperti jadi satu-satunya destinasi yang harus dikunjungi saat akhir pekan, tapi kamu cobalah meluangkan waktu sejenak untuk mencari tahu tempat-tempat wisata yang mungkin jarang terekspos.

Kamu bisa memulai perjalananmu di akhir pekan sejak pagi, mungkin kamu bisa mendatangi tempat-tempat yang terasa segar dan bisa jadi pilihan yang menarik di pagi hari. Kalau sebagai perempuan kamu masih canggung untuk pergi sendiri, ya tak masalah jika hendak mengajak teman atau pacar.

Sorenya untuk kesan menanti senja yang tak biasa, jika memang masih ingin berada pada sekitaran Pusat Jakarta. Kamu bisa menikmati matahari terbenam di Pelabuhan Sunda Kelapa. Aktivitas para kapal yang sedang bersandar dan beberapa kegiatan para awaknya akan membuatmu merasakan Jakarta dari sisi yang berbeda.

Sebab Jalanan Ibu kota Sedang Ruwet-ruwetnya, Pastikan Pula Rute Mana yang Tak Akan Membuatmu Merana

Yang namanya jalanan Jakarta memang semakin padat. Jangankan hari biasa, di akhir pekan pun ruas jalanan utama pasti tetap saja macet. Belum lagi kalau ada pembangunan di sana-sini. Karenanya, penting sekali untukmu setidaknya untuk mencari rute alternatif.

Walau terlihat sepele, memilah jalanan yang akan dilalui jadi salah satu kunci untuk dapat menikmati perjalanan. Sebab untuk mencari tahunya pun cukup mudah. Entah itu dari sosial media, atau dari beberapa akun yang biasanya khusus membicarakan tentang jalanan Ibu Kota.

Dari Jauh-jauh Hari, Pilihlah Waktu yang Pas untuk Melakukan Perjalanan

Nah sekiranya kamu sudah tahu tempat mana yang akan kamu tuju serta jalur mana yang akan dilalui, hal selanjutnya yang perlu dipikirkan adalah soal keberangkatan. Kalau kamu memang ingin pergi sejak pagi, berarti perlu timing yang pas untuk istirahat dan memikirkan soal jam keberangkatan. Berangkat sejak pagi memang lebih menyenangkan karena biasanya jalanan belum seramai biasanya.

Perempuan Mandiri Tahu Pilihan Kendaraan yang Paling Nyaman di Hati

Dari sekian banyak hal-hal yang tapi perlu kamu perhatikan, kamu wajib memikirkan juga soal transportasi apa yang akan dipakai untuk jalan-jalan nanti. Karena biar bagaimanapun kamu tentu tak akan berjalan kaki untuk menikmati akhir pekan. Kecuali cuma makan di warung depan.

Hadir untuk menjawab kebutuhanmu Motor Address Playful dari Suzuki ini bisa mengantarmu menikmati akhir pekan di Jakarta. Skuter yang memang didedikasikan untuk kamu yang masih berjiwa muda, jadi salah satu skuter terbaik untuk untuk menikmati hari lebih produktif. Lengkap dengan aksesori panel bodi yang penuh warna pada bagian frame cover, handle cover, leg shield hingga pada stripping set.

Kamu juga tak perlu khawatir atau ragu, jika ternyata varian warna tak akan sesuai selera, sebab seri skuter matic dari perusahaan berlogo S ini punya 10 pilihan warna yang diterapkan pada aksesoris panel bodinya. Kamu bebas pilih warna mana yang sekiranya sangat pas dan cocok untuk karaktermu. Mulai dari Stronger Red, Aura Yellow, Fresh Green, Macho Bright Blue, Majestic Gold, Dark Grey, Brilliant White, Hyper Pink, Luminous Orange Hingga Ice Silver.

Keunggulan lain yang akan menjawab kekhawatirmu saat nanti akan berkendara di tengah jalanan ibukota saat akhir pekan tiba. Suzuki Address Playful ini dibekali mesin SOHC 4 langkah kapasitas 113 cc yang memang dipercaya menghasilkan performa baik. Teknologi full injectionnya mampu menekan konsumsi bahan bakar dengan perbandingan kompresi yang mencapai 9.4:1

Dengan komposissi mesin seperti itu, perihal biaya bahan bakar kamu tentu tak perlu ragu, sebab motor ini jadi skuter matic yang tergolong irit. Selain menghemat waktu dalam perjalanan, berkendara dengan Suzuki Adress Playful ini juga membantumu menghemat budget akhir pekan dari perihal ongkos kendaraan.

Saat Sudah Sampai Tujuan, Silahkan Nikmati Dulu Waktu Liburan, Jangan Sibuk Unggah Foto di Media Sosial

Perjalanan menuju tempat wisata memakan waktu yang tak sebentar. Karenanya, sebisa mungkin kalau memang bukan sesuatu yang penting dan bersifat darurat, sebaiknya cobalah nikmati waktu akhir pekanmu degan berkualitas.

Setidaknya jauhkan diri dari dunia sosial media untuk sehari saja, sebab ini akan berpengaruh pada jiwa. Untuk apa mencari destinasi pelepas penat kalau akhirnya kamu hanya terdistraksi dengan gawaimu? Jika sesekali membuka untuk sekedar posting di instastory instagram bolehlah, namun kalau keblalasan buka akun gosip dan saling balas komentar tentu itu akan membuatmu lupa, jika tadinya kamu sedang ingin menikmati akhir pekan di Jakarta.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspirasi & Motivasi

Waktumu Jangan Kau Buang untuk Dia yang Tak Akan Datang

Kita bisa mengelak untuk berkata bahwa, tidak sedang menunggu siapa-siapa. Tidak pula menaruh satu standar yang tinggi untuk dia yang akan menjadi pasangan kita. Namun, kepercayaan akan sesuatu yang berlebihan, ditambah khayalan indah yang kita buat sendiri, sering jadi jebakan.

Memilih untuk menunggu, mengabaikan dia yang ada di depanmu, hingga terus menerus percaya bahwa sosok manusia yang kau damba akan hadir segera. Padahal nyatanya? itu hanyalah imajinasi belaka. Boleh memang berangan-angan, tapi ketinggian bisa membuatmu menyesal.

Atas Dasar Kepercayaan, Kau Terus Menunggu Meski Tak Ada Kepastian

Sori-sori aja nih, kami bukan sedang ingin menganggu rasa percayamu pada si dia. Tapi memangnya kamu mau menuggu terus tanpa ada sesuatu yang pasti? Kalau misalnnya nanti dia tiba-tiba sudah jalan dengan orang lain, ya kamu bisa apa? Tak ada ikatan yang jelas, untuk protes pun kamu jelas tak berhak.

Menaruh hati memang pastilah atas dasar percaya, tapi kita juga perlu untuk memakai logika. Coba lihat, si dia punya rasa yang sama tidak? Jika ternyata ketertarikan yang ada hanya datang dari diri kita. Kita namanya cinta sebelah, dan tak bisa untuk diikrarkan menjadi sebuah hubungan.

Sudah tahu dia selalu abai pada pesanmu, tapi menanti kabarnya masih saja kau jadikan kegemaranmu. Menunjukkan ketertarikan memang tak ada salahnya, tapi jika dirinya sudah terlihat sering menghindar berarti ada hal lain yang ia sembunyikan.

Harus Begini-Begitu, Terkadang Standarmu Jadi Penghalang Sesuatu yang Kau Tunggu

“Kenapa nggak jadian sama dia aja, kalian cocok”

“Ah, dia bukan tipe gue”

Sudah, tak perlu malu atau enggan untuk mengakui itu. Semua orang memang berhak untuk membuat standar atas pasangan impian. Tapi, kita juga harus jadi pribadi yang sadar. Tak perlu lah berharap tinggi-tinggi amat. Apalagi sampai tetap kekeh pada sesuatu yang tak mungkin untuk didapat.

Kamu lupa? jika tak ada manusia yang sempurna? Maka kalaupun ada orang yang mungkin terlihat sesuai kriteria, pastilah ia juga punya satu-dua kekurangan yang tadinya tak kita suka. Lalu apakah kita harus buru-buru menolaknya? Kalau jawabanmu adalah “Ya”, wajar jika sampai sekarang  kau tak bertemu seseorang yang pas.

Keinginan Lain yang Lebih Gila, Kamu Berharap Pada Orang yang Sudah Terikat pada Manusia Lainnya

Katanya cinta memang buta, kalau rasa sudah bicara usia atau status hubungan kadang tak lagi diindahkan. Sudah jelas-jelas dia adalah suami orang, tapi kamu masih saja terus cari perhatian. Begitupun sebaliknya, berharap balasan rasa dari istri lelaki lain jelas jadi sesuatu yang salah.

Si dia memang boleh saja memilihmu, meninggalkan suami atau istrinya. Tapi masa iya kamu tega? Hati-hati, belakangan ini karma datangnya cepat loh. Sebab ketika ia memilihmu dan meninggalkan pasangan terdahulu, bisa jadi hal serupa kembali dilakukannya lagi padamu. Daripada berharap pada sosok yang bukan-bukan, lebih baik mulai peka pada dirinya yang ada di hadapan.

Atau Masih Berharap Pada Mantan Kekasih yang Sudah Punya Kekasih Lagi?

Sudah tahu dia mendua, meninggalkanmu dengan menggores luka, hingga perasaan cinta yang tak lagi ada. Tapi dengan bodohnya, kamu masih saja berharap padanya. Berandai-andai ia akan datang lagi menyatakan cinta. Meninggalkan kekasihnya karena sadar kamulah yang terbaik untuknya. Hem, situasi remeh seperti ini kerap kita temukan di sinetron. Tapi jarang terjadi pada hidup yang sungguhan.

Lagipula, kembali bersama dengan dia yang telah menjadi mantan, hanya akan membuatmu merasakan dua hal menyakitkan sebanyak dua kali. Apalagi jika alasan putus kemarin adalah kesalahannya. Jangan ikat dirimu dengan masa lalu yang sudah usai, kamu bisa mendapatkan hal yang lebih baik dari itu.

Tak Ada yang Salah dengan Keinginan dan Harapan, Tapi Logika Tetap Harus Dijalankan

Silahkan buat berbagai macam keinginan yang kau mau, panjatkan apa saja harapan yang selalu kamu dambakan. Toh, tak ada yang akan melarang juga. Sebab bagaimana sikapmu selanjutnya, jadi penentu bahagia yang akan kamu terima. Dua hal ini jadi kesatuan yang tak bisa saling dilepaskan. Ditambah dengan logika yang juga perlu dijalankan.

Periksa lagi, bagaimana respon dari pihak yang kau ingini. Jika memang tak ada tanda-tanda untuk balasan rasa yang serupa, maka tak perlu berharap banyak padanya. Lepaskan apa yang terlihat tak mungkin, mari kejar apa yang memang terlihat dekat dalam genggaman.

Waktu dan Usia Terus Berjalan, Kamu Butuh yang Tak Sekedar Jadi Angan-angan

Memang sih usia tak jadi patokan untuk seseorang akan memutuskan segera punya pasangan atau bukan. Tapi, masa iya kamu mau terus-terusan begitu? Tidak kan? Lebih dari sekedar gebetan yang kemungkinan akan jadi pacar, akan jauh lebih baik jika dia yang kamu tunggu adalah seseorang yang memang sudah bisa memberi kepastian.

Tak perlu lagi merasa khawatir atau ditinggal pergi, deklarasi atas hubungan yang sah jadi satu pegangan yang akan membuatmu tak lagi resah. Sebab bermacam-macam angan-angan yang kau ciptakan tak akan jadi sesuatu yang berguna, jika tak ada tanda-tanda untuk dijadikan nyata. Walau kadang, mereka yang sudah terikat hubungan pun tak selalu berakhir dengan menikah. 

Daripada Terus Menunggu Sesuatu yang Tak Pasti, Kenapa Tak Mencoba Membuka Hati?

Entah karena kurang peka atau merasa dia bukanlah orangnya. Beberapa sosok yang berusaha masuk dalam hidup kita, selalu berakhir dengan putus asa karena tingginya tembok pembatas yang kita ciptakan untuk menghambatnya masuk. Sibuk untuk mencapai sesuatu yang jauh, padahal ada hal yang bisa didapatkan dengan mudah tanpa susah payah.

Belajarlah untuk lebih peka, menilai dan melihat siapa mereka yang ada di dekat kita. Barangkali, dengan restu semesta dia yang selama ini kita abaikan adalah pasangan yang sebenarnya Tuhan kirimkan. Lebih dari ketidakjelasan yang sekarang sedang kamu rasakan, ada bahagia yang sebenarnya bisa kamu dapatkan. Hanya saja, kamu belum sadar!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

Skill Khusus Diperlukan untuk Taklukkan Hati Gebetan yang Usianya Sudah 30-an

Setelah melewati fase yang menggebu-gebu di usia 20-an, biasanya lelaki akan berubah jadi lebih kalem saat usianya 30-an, kawan. Bagimu yang kebetulan punya gebetan atau pasangan di usia ini, cobalah perhatikan lagi soal karakternya. Kamu yang memang terpikat pada lelaki di usia matang seperti ini, perlu ada skill khusus untuk memenangkan hatinya. Tentu setiap orang lelaki memang berbeda, tapi intinya kamu tak perlu berlebihan untuk berupaya mencuri perhatiannya. Sebab yang mereka cari adalah pasangan yang bisa membuatnya bangkit dari kegagalan cinta mereka sebelumnya. Menariknya, lelaki di usia 30-an tahu caranya bersenang-senang dalam ‘dosis’ yang tidak berlebihan.

Nah, kalau kamu sedang penasaran dengan lelaki berusia 30-an yang mendekat, sebuah survei yang digelar aplikasi kencan Zoosk ini menyebutkan empat beberapa hal yang diinginkan pria berusia 30-an dari perempuan incarannya. Ini dia:

Sebaiknya Kamu Harus Mengasah Skill Humormu, Karena Lelaki Usia 30-an Sangat Menghargai Perempuan yang Punya Selera Humor

Kriteria perempuan yang secara umum paling disukai pria di usia 30-an adalah dia yang menyenangkan dan humoris. Mereka mendambakan pasangan yang biasa diajak tertawa bersama dan tentunya bersenang-senang bersama mereka.

“Salah satu hal yang saya nikmati adalah ketika seorang wanita tahu caranya tebar pesona dengan baik,” ujar seorang pria dalam survei tersebut. “Terutama jika kami berdua sama-sama bisa membuat satu sama lain tertawa dalam prosesnya. Kalau kita bisa mulai seperti itu, saya tahu kami punya chemistry.”

Sama Seperti Lelaki di Usia Berapa pun, Gebetanmu yang Usianya Sekitar 30-an Pasti Ingin Punya Pasangan yang Selalu Berkata Jujur

Selain humoris, lelaki di usia 30-an juga mencari perempuan yang bisa bersikap jujur dan terbuka lho, Kawan. Menurut survei tersebut, kejujuran ini adalah juga salah satu kriteria perempuan favorit yang diinginkan seorang lelaki usia 30-an dari perempuan incarannya. Apakah kamu sudah berlaku demikian untuk hidupmu?

Coba Tanyakan Lagi, Sudah Siapkah Kamu untuk Berumahtangga? Sebab Urusan Keluarga dan Anak-anak adalah Hal Penting bagi Lelaki di Usia 30-an

Dibandingkan dengan lelaki di usia 20-an, dia yang berusia 30-an tentu lebih fokus untuk membicarakan soal keluarga dan rumah tangga, bahkan soal anak-anak. Yup! Mereka tak ragu menjelaskan hal itu di depan calon pasangannya. Seorang lelaki yang usianya sudah melewati 30-an akan mengatakan dirinya mendambakan pasangan yang memprioritaskan keluarga dibanding yang lain.

Di Lain Sisi, Mereka Sangat Mendambakan Perempuan yang Cerdas

Kualitas lainnya yang tak kalah populer yang tentunya didambakan lelaki usia 30-an adalah seorang perempuan yang cerdas. Bukan sekadar punya penampilan yang menarik, tapi bisa diajak bicara tentang topik-topik menarik.

“Ketika seorang wanita bisa bicara banyak tentang banyak hal kepada Anda dan matanya tetap menatap Anda selama itu, rasanya dia begitu percaya diri dan cerdas. Untuk tipe seperti itu, hambatan apapun akan saya lewati!” ungkap seorang pria berusia 30-an pengguna aplikasi kencan online Zoosk tersebut.

Dalam banyak hal soal cinta, lelaki di usia 30-an itu menarik sebagai teman kencan dan pasangan. Mereka masih cukup muda untuk bersenang-senang, tapi cukup matang dan paham apa yang mereka inginkan dalam hidup. Beruntunglah kamu yang punya calon pasangan umur 30-an!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

Ternyata Ada Usia Rata-Rata untuk Menikah dari Berbagai Negara Ini

Di Indonesia, ada beberapa aspek yang menjadi faktor mengapa seseorang tidak kunjung menikah. Rutinitas yang terlalu sibuk, mengejar posisi di karir tertentu, belum menemukan sosok laki-laki yang tepat menjadi sederetan alasan mengapa seseorang belum juga memutuskan untuk mengakhiri masa lajangnya.

Tetapi apakah wanita di negara lain menikah dalam usia yang terbilang muda? Apakah mereka mempunyai stnadart usia masing-masing di setiap negara?

Negara Korea Selatan yang Terkenal dengan Ginseng dan Dramanya ini, Ternyata memiliki Rata-rata Pernikahan di Usia 30 Tahun

Untuk kamu pecinta drama korea ataupun k-pop pasti sadar bahwa idola kamu yang berusia 30an atau bahkan 40an belum juga menikah, hal ini berlaku untuk wanita ataupun laki-lakinya. Alasan mereka menunda pernikahan begitu lama didorong oleh faktor pergeseran sosial warga korea dan juga krisis pengangguran yang luar biasa menjadi salah satu penyebab mengapa orang korea selatan menunda pernikahan mereka.

Bahkan menurut sebuah studi oleh Gyeonggido Family and Women’s Research Institute, laki-laki Korea selatan menikah rata-rata di usia 40 Tahun, dengan alasan menunggu kemapanan dari segi finansial mereka, dan juga keinginan untuk bebas melakukan apapun pada saat single. Dan wanita sendiri menikah di usia 31 tahun dengan alasan yang tidak jauh beda dengan laki-lakinya.

Swedia Termasuk Negara yang Senang Sendiri, Karena Rata-Rata Usia Pernikahan Mereka di Usia 35 Tahun

Keindahan negara swedia ternyata tidak berlaku untuk kehidupan cinta para penduduknya. Warga yang terlalu mandiri satu sama lain, membuat masyarakatnya enggan untuk menikah ataupun menjalin hubungan serius dengan seseorang.

Tidak heran mayoritas penduduk mereka adalah dewasa lajang. Menurut data Eurostat, rata-rata perempuan Swedia menikah pada usia 33 tahun dan 35,7 tahun untuk laki-laki. Angka ini termasuk ke dalam perhitungan usia pernikahan yang cukup lama.

Negara Jepang Terkenal dengan Kemajuan Tekhnologi yang Pesat dan Sibuk, Sehingga Mereka Menikah di Usia 30 tahun

Kamu yang tau negara jepang pasti mengakui kemajuan negara itu dari berbagai aspek, khususnya dalam tekhnologi. Negara yang terkenal super sibuk itu ternyata mempengaruhi angka pernikahan mereka.

Ada yang unik dari negara ini, Tiga puluh lima tahun yang lalu, seorang wanita muda diharapkan menikah antara usia 20-24 tahun. Jika mereka belum menikah pada usia 25 tahun akan dianggap aneh oleh lingkungan sekitar dan diolok-olok sebagai urenokori (barang yang tidak laku) atau too ga tatsu (buah yang hampir busuk).

Namun sekarang ada perubahan pemikiran oleh wanita Jepang, saat ini mereka mempunyai pemikiran praktikal dan pragmatis, sehingga tidak terobsesi dengan pernikahan dan lebih sering mempertanyakan keuntungan dari suatu pernikahan.

Belum lagi pemikiran laki-laki Jepang yang tidak akan menikah sebelum mencapai batas kemapanan tertentu, besarnya biaya hidup dan sulitnya mendapatkan pekerjaan ataupun promosi di suatu perusahaan membuat mereka enggan untuk buru-buru menikah. Pemikiran itu berimbas dengan usia pernikahan orang Jepang di usia sekitar 30-40 tahun.

Negara Serumpun ini Mempunyai Adat yang Tidak Jauh Beda Dengan Indonesia, Mereka Menikah di Usia 26 tahun

Negara Malaysia, memiliki beberapa kesamaan dengan negara kita. Selain dari bahasa yang tidak jauh berbeda, adat dan istiadat yang tidak terlalu jauh dengan kita membuat standart usia pernikahan di negara mereka pun tidak jauh berbeda dengan kita.

Usia yang produktif dan juga bagus untuk mengandung menjadi alasan mengapa usia pernikahan di Malaysia indentik dengan usia 26 tahun. Di usia itu wanita malaysia dianggap sudah sanggup secara mental untuk menjadi seorang istri dan juga menjadi seorang ibu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top