Love & Sex

Cari Tahu Apakah Kamu Benar Jatuh Cinta Padanya Atau Hanya Euforia Emosi Sesaat

Ketika membahas cinta, maka akan muncul banyak arti untuk mendeskripsikannya. Menemukan cinta sepertinya menjadi salah satu tujuan kehidupan. Bahkan beberapa diantara kita kadang begitu menginginkan seseorang, hingga dibutakan oleh hasrat yang menggebu.

Namun disisi lain, tak jarang kita juga sampai mengubah seseorang yang katanya menjadi “kecintaan” agar sesuai dengan ekspetasimu. Hal yang dirasa sebuah cinta ternyata hanya euforia emosi yang hanya demi kepuasan dan harga diri kita sendiri.

Cemburu Memang Tanda Cinta. Tetapi Jika Sudah Berlebihan, Apa Kamu Benar Cinta?

Jatuh cinta berjuta rasanya, sepenggal kalimat yang juga menjadi lirik lagu itu nampaknya bisa menggambarkan perasaan seseorang saat jatuh cinta. Senang dan sedih diwaktu yang bersamaan, bahagia dan cemas disaat yang sama. Hingga rasa kesal saat dia bersama orang atau yang biasa kita sebut dengan cemburu juga menjadi salah satu hal yang dirasakan saat sedang jatuh cinta. Lucu memang, bahkan bisa menjadi bumbu cerita dalam hubungan.

Tetapi jika perasaan cemburu sudah berlebih apakah kamu yakin hal itu wajar? Ketika kamu tidak suka dia bersama orang lain tanpa alasan yang jelas, atau lantaran takut dia berpaling sehingga membuatmubegitu  membatasi ruang geraknya. Tentu hal itu bukan cinta. Melainkan bentuk egomu terhadap pasangan yang berkedok rasa cinta.

Menuntutnya Agar Sesuai Ekspetasimu, Bukti Kamu Hanya Terbawa Emosi Semata

berpelukan

Pada saat awal kenal dengan pasanganmu, kamu pasti akan akan menilai kepribadiannya. Tanpa menyadari semakin lama kamu mengenalnya akan banyak sekali kepribadiannya yang diluar dugaanmu. Tentu menjadi hal yang menyenangkan jika hal tersebut adalah yang bersifat postif. Namun bagaimana jadinya apabila hal tersebut bersifat negatif dan membuatmu terkejut. Pasangan yang baik adalah mereka yang saling memperbaiki diri, tetapi alih-alih memperbaiki diri secara tidak sadar kamu akan menuntut pasanganmu merubah sisi negatifnya agar sesuai ekspetasimu.

Saat kamu benar-benar cinta dengan pasanganmu, kamu akan sadar bahwa kalian bukanlah manusia yang sempurna, akan ada masa dimana sifat dia tidak bisa kamu terima, begitu juga sebaliknya. Bisa jadi kamu akan menuntutnya agar berubah agar menjadi ‘pasangan idealmu’. Ketika tuntutan demi tuntutan kamu lontarkan kepada pasanganmu untuk merubah sifatnya sesuai dengan idealisme dirimu, maka sebenarnya kamu tidak mencintainya.

Ketika Kamu Jadi Menjauh Dari Kehidupan Sosialmu, Mungkin Itu Memang Euforia Perasaanmu Sesaat

pexels-photo-403638

Jatuh cinta memang akan membuat kamu merasa dunia hanya milik berdua. Rasanya hanya dengan kamu dan pasanganmu saja sudah lebih dari cukup. Tanpa disadari, kamu pun justru menjauhi teman-temanmu dan kehidupan sosialmu, demi bisa bersama pasanganmu saja.

Ketika kamu merasa wajar meninggalkan kehidupan sosialmu demi pasangan, rasanya kamu perlu berpikir lagi apakah benar kamu mencintai dia atau hanya obsesi sesaat. Karena jika kamu benar mencintai pasanganmu, maka kamu akan memberikan waktu agar dia bisa bersama teman-temannya ataupun sanak saudaranya. Hubungan yang baik itu bukan hanya sekedar kuantitas, tetapi juga kualitas saat bertemu. Meskipun kamu dan pasangan mempunyai dunia sosial masing-masing, memberikan ruang itu juga perlu agar hidup kalian juga bisa terus berkembang.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love & Sex

Obrolan Ibu-ibu Muda di Grup WhatsApp Ternyata Semenyenangkan Itu

Kehadiran grup WhatsApp, selain jadi sarana komunikasi, ternyata mulai jadi kebutuhan yang wajib ada untuk ibu muda karena dari sanalah banyak informasi bisa didapatkan.

Tak sedikit ibu muda yang mengaku bergabung dengan lebih dari lima grup WhatsApp. Bisa bayangkan sendiri ramainya seperti apa? Ya pokoknya ramai. Bahkan karena ramainya notifikasi dari grup, bisa jadi setiap hari selalu ada bahan obrolan dari tiap-tiap grup.

Tapi yang paling sering biasanya lima hal ini:

Berbagi Info Soal Promo dan Diskon Barang-barang Rumah Tangga 

Three Woman Sitting on Chair

Pasti ada beberapa atau salah satu anggota grup yang rutin membagikan info soal promo minyak goreng, popok bayi, deterjen, ataupun kebutuhan pokok rumah tangga. Jika sudah begini, grup WhatsApp pasti akan ramai seketika.

Bahkan antusiasnya bukan hanya di grup, di rumah pun para ibu muda selain menyimak, bisa jadi ada yang langsung membuat daftar barang promo mana saja yang wajib dibeli.

Bahas Tentang Dana Pendidikan Anak yang Kian Mahal Setiap Tahunnya

Person Holding Pink Piggy Coin Bank

Biaya pendidikan kian bertambah mahal. Bahkan angkanya benar-benar fantastis. Topik ini pun sering jadi curhatan di kalangan para ibu. Tak hanya curhatan, bahkan turut ikut sharing atau menyimak tapi tak menampik kalau dana pendidikan benar-benar jadi hal yang sangat dipikirkan oleh para ibu muda.

Berbagi Cerita Soal Tumbuh Kembang Anak Adalah Hal Wajib

Baby Touching Woman's Face

Percayalah, berbagi soal tumbuh kembang anak adalah hal wajib. Ibu-ibu millenial biasanya suka sekali bercerita pada teman-teman di grup WhatsApp bahkan mengirimi foto saat bayinya mulai bisa melakukan sesuatu.

Soal motivasi, kembali ke individu masing-masing. Yang penting, sebagai ibu muda, patut sekali untuk selalu membagikan hal-hal yang sifatnya positif.

Bahkan Drama Korea pun Turut Jadi Topik Perbincangan 

Man and Woman Holding Plush Toys Standing on Front of Brown Wall

Bukan hanya soal anak mereka, biasanya perbincangan di grup WhatsApp pun bisa seputar hiburan yang sedang digandrungi oleh para ibu. Memang, tak semua ibu-ibu muda suka drama Korea.

Tapi mereka yang suka drakor juga tak sedikit. Jadi, jangan heran kalau topik tentang drama Korea bakal terus jadi bahasan seru buat diobrolin di grup WhatsApp.

Tak Ketinggalan, Kondisi Finansial Rumah Tangga Sesekali Juga Dibicarakan 

Woman Using Space Gray Iphone X

Masalah finansial keluarga sekarang ini bukan lagi jadi hal yang tabu untuk jadi bahan obrolan dengan teman, baik rekan kerja maupun teman di grup WhatsApp.

Yup, ibu-ibu muda cenderung memiliki pemikiran yang lebih terbuka bahkan tak keberatan untuk berbagi seputar kondisi keuangan keluarga mereka. Ada pesan positifnya memang, hanya saja, hati-hati ya. Bagaimanapun saat berada di forum yang sifatnya terbuka, kita pun harus pandai membawa diri terutama dalam urusan komunitas.

Jangan sampai pasangan atau keluarga jadi keberatan karena kamu membawa hal yang semula dianggap tabu justru jadi diskusi di grup.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspirasi & Motivasi

Sebenarnya, Setiap Laki-laki Punya Keluhan Soal Sikap Perempuan

Tidak ada manusia yang sempurna, begitu pula dalam sebuah hubungan asmara. Perempuan dan laki-laki benar-benar berbeda, baik dalam sifat dan sikap yang dilakukan. Inilah yang sering menimbulkan konflik dalam hubungan percintaan.

Namun, tidak hanya kita, sebagai perempuan, yang mungkin sering mengeluh kalau pasangan kita tidak perhatian atau tidak mau mendengar. Diam-diam, para kaum adam juga punya keluhan untuk kita, tapi tidak mereka bicarakan. Mau tahu apa saja?

Lelaki Sering Mengeluh Lantaran Kesalahpahaman Akibat Mood

Tidak seperti perempuan, pria cukup sulit menunjukkan mood atau suasana hatinya. Bila ia sedang marah kepada kita, mereka berusaha menyembunyikannya dan menunjukkan wajah yang tanpa ada masalah. Berbeda dengan kita sebagai perempuan, yang paling mudah menunjukkan suasana hati kita, terutama ketika sedang marah, rileks, atau sedang berpikir.

Inilah yang menimbulkan kesalahpahaman karena kita akan merasa para pria tidak perhatian dan tidak terbuka. Padahal, pria sedang memikirkan apa yang terjadi pada dirinya dan berusaha mencari jalan keluar. Ketimbang menanyakan berbagai hal, lebih baik berikan waktu buat sendirian.

Kalau Katanya Mau Sendiri Dulu, Itu Artinya Ia Sedang Butuh Waktu

Sama seperti kita yang memiliki hobi, para pria juga punya kegiatan yang mereka sukai sendiri. Bukan berarti semua kegiatan harus dijalankan berdua. Ketika mereka sedang ingin sendiri bersama sahabatnya, berikan waktu tersebut untuk mereka.

Namun yang sering terjadi justru sebaliknya. Berpikir bahwa ada sesuatu yang sedang disembunyikannya, keinginannya untuk sendiri malah kita anggap sebagai bentuk lain dari perubahan diri.

Lelaki Paling Tak Suka Saat Diminta Menebak Isi Hati Perempuan

Sering memberikan kode atau tanda untuk menarik perhatian pasangan? Diam-diam sebenarnya para pria tidak suka menebak apa yang Anda di dalam isi hati perempuan.

Lebih baik katakan langsung apa keluhanmu. Namun, turunkan ekspektasi seperti yang kamu inginkan karena kadang-kadang mereka tidak bisa menjadi seperti apa yang kita ingini.

Perempuan Sering Punya Terlalu Banyak Drama

Pernah merasa kalau pasangan tidak perhatian kepada Anda? Bila ya, saatnya kita merefleksikan kembali sikap kita, bisa saja sebenarnya dia sudah memberikan waktunya untuk bersama dengan kita. Tanpa kita sadari, kita suka bersikap berlebihan ketika dalam keadaan tidak mood, terutama saat PMS.

Akhirnya, kita membuat ‘drama’ seakan tidak disukai oleh para pria. Nah, sebelum ‘drama’ itu dimulai, coba buang jauh-jauh pikiran negatif tersebut dengan hal-hal yang positif, seperti melakukan aktivitas yang Anda sukai.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspirasi & Motivasi

Pastikan Kamu Menemukan Empat Hal Ini Demi Menyelamatkan Hubungan yang Kian di Ujung Tanduk

Kehidupan pernikahan memang terasa menyenangkan, tapi nyatanya tak selalu berjalan mulus sesuai keinginan. Tentu banyak tantangan dan rintangan yang harus dihadapi oleh Anda dan pasangan.

Namun, untuk melewatinya, ada beberapa hal yang harus ada dalam kehidupan pernikahan demi menjaga kelanggengan hubungan Anda dan pasangan. Apa saja ya?

Pasanganmu Juga Mau Berjuang

Berjuang sendiri terasa melelahkan, bukan? Untuk itu, salah satu elemen yang penting dalam sebuah hubungan adalah adanya keinginan pasangan yang juga sama-sama mau berjuang.

Bayangkan jika pasangan Anda menolak untuk berjuang meyelamatkan hubungan, ya, mau bagaimana lagi? Semua usaha akan terasa percuma. Untuk itu, sebelum kamu merasa usahamu sia-sia, pastikan dahulu dia mau diajak berjuang.

Kemauan Pasangan untuk Mau Diajak Kompromi

Setiap relasi tak lepas dari kompromi, bahkan setiap harinya akan selalu ada kompromi bukan? Urusan kompromi mutlak diperlukan kalau memang ada kemauan dan kebutuhan.

Jika si dia tak mau berkompromi, sementara kamu selalu mengalah, berarti dia memang tak memiliki keinginan untuk berjuang menyelamatkan hubungan.

Kesediaan untuk Memprioritaskan Hubunganmu

Kalau kamu memang masih sayang dan menginginkan hubungan kalian membaik lagi, maka kamu harus harus bersedia memprioritaskannya. Artinya, kamu harus fokus pada hubungan pernikahan dan mengesampingkan hal lain terlebih dahulu, termasuk pertemanan dan pekerjaan.

Di titik ini, menghargai satu sama lain adalah salah satu kunci hubungan pernikahan yang bahagia. Bagaimanapun, kamu dan dia tak bisa saling mencintai tanpa adanya rasa saling menghargai.

Perlunya Jalinan Komunikasi yang Intens

Kunci sebuah relasi yang berhasil adalah komunikasi, bukan? Bayangkan, apa jadinya jika sebuah hubungan tak dilandasi komunikasi yang baik? Kamu dan pasangan butuh mengomunikasikan segalanya secara jujur, terbuka—dan yang pasti harus secara baik-baik—agar masalah dalam hubungan dapat menemukan solusinya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top